Kebinekaan Bermusik Indonesia dalam Synchronize Fest 2016

Reading time: 2 menit
synchronize fest
Duo gitaris ternama Dewa Budjana dan Tohpati berbagi panggung di hari ke tiga penyelenggaraan Synchronize Fest 2016. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Mewujudkan kebinekaan dalam diri anak muda bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pendekatan melalui musik. Musik sebagai bahasa yang universal juga dianggap sebagai sarana penyampai pesan yang ampuh untuk menyatukan berbagai perbedaan.

Semangat persatuan melalui musik inilah yang membawa label rekaman independen Demajors menggelar Synchronize Fest 2016. Festival musik yang menghadirkan musisi lokal dari berbagai genre dan generasi ini berkolaborasi dengan salah satu event organizer terbesar di Indonesia, Dyandra Promosindo.

“Dalam festival ini, setiap satu genre musik akan dipadukan dengan genre musik lainnya. Bayangkan, musik death metal nan brutal akan bertemu hempasan dangdut legendaris. Horror punk berbagi slot dengan indie rock kekinian, jazz eksperimental bertemu gerombolan hip hop 90-an. Grindcore berjumpa dengan pop mainstream, hingga punk rock bersanding dengan aura folk. Itu kan keren,” ujar penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Fest 2016, David Karto kepada Greeners, Jakarta, Minggu (30/10).

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menurut David, festival musik ini diselenggarakan untuk menghadirkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dari musik dan musisi era 1970-2000-an, baik di bawah naungan label musik maupun indie.

Melalui festival ini, katanya, penikmat musik Indonesia akhirnya tiba pada masa dimana Bhinneka Tunggal Ika dalam musik menjadi kenyataan. “Ini bukan hanya sekadar musik. Syncronize Fest ini adalah sebuah movement, sebuah pergerakan melalui musik,” tutupnya bersemangat.

Sebagai Informasi, Synchronize Fest 2016 adalah hasil kolaborasi antara Dyandra Promosindo dengan label rekaman independen Demajors. Selain suguhan ratusan konser musik, juga menghasilkan sederet program seperti sajian movie arena, record market bagi para kolektor musik, hingga visual experience yang ditampilkan melalui pameran aneka karya desain merchandise para seniman andal dari kolektif seni ruang rupa. Festival musik ini berlangsung pada 28-30 Oktober 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Para penampil dalam festival, diantaranya Blackteeth, Deadsquad, Kelompok Penerbang Roket, Matajiwa, Endank Soekamti, Pee Wee Gaskins, Navicula, Tulus, Kunto Aji, Sore, Tony Q Rastafara, Mocca, Gugun Blues Shelter, The Groove, Glenn Fredly, Sheila on 7, Monita, dan Efek Rumah Kaca. Bahkan, raja dangdut Rhoma Irama juga akan hadir bersama Soneta Group dengan total penampil ada 104 musisi.

Penulis: Danny Kosasih

Top