calendar
Selasa, 22 Mei 2018
Pencarian
sepeda nusantara
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrwai membuka kegiatan Sepeda Nusantara di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Minggu (13/5/2018). Foto: Kemenpora

Menpora Luncurkan Kegiatan Sepeda Nusantara 2018

Aksi

Jakarta (Greeners) – Kick-off Sepeda Nusantara 2018 yang digelar di halaman kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Minggu (13/5/2018), berlangsung meriah. Total 5.232 pesepeda ambil bagian dalam acara penanda program prioritas 2018 bagi kementerian tersebut.

Kemeriahan acara sudah terlihat dengan antrean pesepeda di ring road Kemenpora. Hal tersebut membuat kendaraan bermotor dilarang parkir di Kemenpora karena banyaknya peserta yang mengikuti acara ini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memimpin langsung pelepasan para peserta Sepeda Nusantara di garis start. Usai melepas peserta, pria berusia 44 tahun ini langsung mengambil sepeda yang telah disiapkan oleh panitia untuk berkeliling Ibu Kota.

“Saya senang. Setelah saya lepas tadi, ini menandakan bahwa kegiatan Sepeda Nusantara 2018 ini sudah dimulai. Diawali dari ibu kota dan akan langsung dilanjutkan dengan titik-titik yang lain. Ini juga menjadi penanda Sepeda Jelajah Nusantara juga mulai bergerak dari Jakarta untuk menyinggahi titik-titik lainnya,” kata Imam.

Tak sendiri, Imam mengajak keluarganya bersepeda. Selain istri Menpora Shobibah Rohmah, putri bungsunya Arifah Aqla Mahira juga terlihat bersemangat mengayuh meskipun usianya masih delapan tahun. Rute yang diambil oleh Menpora dan keluarga cukup panjang, kurang lebih 13 Kilometer.

Berawal dari kantor Kemenpora, mereka langsung menuju patung bundaran Senayan, melewati car free day di Sudirman sampai ke Monas. Di sana, rombongan gowes sempat berhenti untuk mengikuti Parade Asian Games dan Para Games 2018. Setelah itu, mereka bersepeda kembali dilanjutkan sampai kembali ke titik start yang juga menjadi garis finish kick-off Sepeda Nusantara.

Usai mengayuh sepedanya, Imam menyebut bahwa kegiatan Kick-off mampu berjalan dengan baik dan menyedot kedatangan para pecinta sepeda. Memang, selain komunitas Bike to Work, sepeda lipat, dan sepeda gunung, yang paling unik adalah barisan rombongan komunitas Ontel Indonesia (OI) yang memamerkan sepeda lawas dan unik dengan berbagai hiasan.

sepeda nusantara

Ribuan pesepeda dari berbagai komunitas sepeda mengikuti kick-off Sepeda Nusantara 2018. Foto: Kemenpora

Imam mengingatkan bahwa program Sepeda Nusantara ini juga ingin menyelaraskan serta mengimplementasikan kebiasaan presiden RI Joko Widodo selama ini. Dalam setiap kunjungan ke daerah, Jokowi selalu memberikan hadiah berupa sepeda.

“Ini implementasi kebiasaan Bapak Presiden Jokowi yang selalu memberikan semangat dengan hadiah sepeda. Kegiatan ini semangatnya adalah mengajak masyarakat Indonesia tetap sehat, bugar, dan selalu ceria dengan semua keadaan,” katanya.

Tak hanya itu, bersepeda menurut menteri asal Bangkalan tersebut mampu menjaga kesehatan, mengurangi polusi dan memberikan sarana penyegaran untuk masyarakat melalui olahraga.

“Ini semangat yang harus kami gelorakan. Sepeda itu singkatan dari senyum penuh damai. Lihatlah pesepeda kita hujan panas, macet, nggak ada jalan untuk pesepeda, tetap mereka senyum. Ini artinya kami ingin bumikan kembali tradisi penuh senyum, penuh gembira yang dimiliki bangsa ini,” ujarnya.

Nantinya akan ada 70 titik kabupaten/kota lain di 34 provinsi yang akan menggelar program Sepeda Nusantara ini. Selain itu, sejak hari ini tim Jelajah Sepeda Nusantara yang berjumlah 15 orang juga resmi bergerak dari ibu kota. Mereka akan langsung menuju pulau Kalimantan untuk mengayuh sepeda ke 137 titik Kabupaten/Kota sejauh 6.700 km, meliputi Sulawesi, Jawa, dan Bali sebagai titik finish.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan bahwa Sepeda Nusantara merupakan kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat, sekaligus merupakan ciri khas masyarakat Indonesia. Sehingga, bersepeda membuat masyarakat akan lebih mudah saling berinteraksi, bertegur sapa, menunjukkan sebagai makhluk sosial.

“Targetnya kegiatan ini adalah untuk membugarkan dan menyehatkan masyarakat mengajak masyarakat membudayakan berolahraga, sekaligus lebih menyukseskan sosialisasi Asian Games dan Asian Para Games 2018 sampai ke daerah-daerah yang disinggahi oleh program ini,” tandasnya.

Penulis: Dewi Purningsih

Top