calendar
Kamis, 23 November 2017
Pencarian
yadnya kasada
Seorang relawan sedang membersihkan sampah. Pasaca ritual tahunan Yadnya Kasada, kawasan gunung Bromo dipenuhi sampah. Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Pasca Yadnya Kasada, Bromo Dipenuhi Sampah

Aksi

Probolinggo (Greeners) – Ratusan relawan dan pecinta Gunung Bromo bahu-membahu membersihkan sampah yang berserakan setelah berakhirnya ritual tahunan Yadnya Kasada. Para relawan berhasil mengumpulkan sebanyak empat pikap dan satu truk sampah dari berbagai lokasi, Selasa (11/7/2017).

Banyaknya wisatawan domestik dan lokal yang berkunjung saat perayaan Kasada pada Minggu lalu menyisakan sampah organik maupun non-organik di kawah hingga kaldera atau lautan pasir dan tempat-tempat pedagang kaki lima dan pedagang permanen yang dikunjungi wisatawan. Selain rendahnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan, kondisi tersebut juga disebabkan minimnya tempat sampah di destinasi wisata dunia ini.

Sebanyak 150 relawan dari Bromo Lovers, pecinta alam dari Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang dibantu petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan sejumlah komunitas pelajar, melakukan bersih-bersih mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB. Relawan menyisir dan memunguti sampah di berbagai lokasi.

“Banyaknya wisatawan domestik dan lokal yang berkunjung saat perayaan Kasada pada Minggu lalu menyisakan sampah di sekitar Bromo. Sampah itu berserakan di sekitar kawah, kaldera, tempat-tempat pedagang kaki lima dan pedagang permanen serta tempat lainnya di Bromo yang dikunjungi wisatawan,” kata Ketua Relawan Bromo Lovers, Teguh Wibowo.

yadnya kasada

Aksi bersih-bersih dari sampah di kawasan Gunung Bromo berlangsung pada Selasa (11/7/2017). Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Sunarip, salah seorang relawan, mengatakan bahwa sampah Bromo didominasi sampah plastik dan botol minuman. Sampah-sampah tersebut terdiri dari bungkus makanan ringan dan botol air mineral. Selain mengganggu pemandangan, sampah non-organik sangat berbahaya bagi ekosistem kawasan Gunung Bromo karena tidak dapat diurai.

“Kami sangat menyayangkan sikap pengunjung. Padahal ketika bertemu dengan para wisatawan kami selalu kampanyekan bawa kembali sampah. Kami akan berkerja maksimal dan bertekad membersihkan sampah Bromo sampai bersih. Mungkin butuh waktu sekitar empat hingga lima hari membersihkan sampah di seluruh kawasan ini,” kata Sunarip.

Camat Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian, mengapresiasi kepedulian para relawan terhadap kebersihan Gunung Bromo. Pihaknya merasa sangat terbantu karena para relawan selalu berada di garis depan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami imbau wisatawan yang datang tidak membuang sampah sembarangan. Para pedagang kaki lima dan warung permanen di Bromo pun diminta pula untuk menyediakan tempat sampah di masing-masing tempat jualannya,” kata Yulius yang juga ikut bersih-bersih.

Banyaknya sampah Gunung Bromo setelah perayaan Yadnya Kasada disesalkan sejumlah wisatawan yang mengaku ikut menjaga kebersihan Bromo dengan tidak membuang sampah sembarangan. Mereka berharap pengelola memperbanyak tempat sampah untuk mempermudah wisatawan.

“Kawasan ini sangat mempesona, apalagi bagi yang baru pertama kali ke sini seperti saya. Penginnya ingin kembali lagi. Tapi sayang, sampahnya banyak. Di mana-mana berserakan,” keluh Ruli Anastasya, wisatawan asal Bandung.

Penulis: MA/G12

Top