calendar
Kamis, 23 November 2017
Pencarian
hiu paus
Fotoi: pixabay.com

Kawanan Hiu Paus Berkeliaran Bebas di Sekitar Pantai Wisata Probolinggo

Berita Harian

Probolinggo (Greeners) – Puluhan Hiu Paus (Rhincodon typus) berkeliaran bebas di pesisir Pantai Wisata Bentar, Gending, Probolinggo, Jawa Timur. Kawanan ikan penjelajah samudra tropis dan lautan beriklim hangat ini kembali mendatangi perairan Bentar sejak akhir Desember tahun lalu dan sampai saat ini masih bisa dilihat oleh nelayan dan wisatawan dari jarak sangat dekat.

“Mereka sudah datang ke sini sejak akhir Desember. Seperti tahun sebelumnya, mereka biasanya pergi sekitar April – Maret,” kata pengelola Pantai Bentar, Muradi, kepada Greeners, Kamis (12/01/2017).

Sejak empat tahun terakhir, kawanan ikan pemakan plankton ini selalu datang ke perairan Probolinggo pada akhir Desember atau awal Januari dan kembali mengembara pada April atau Maret. Selain ke perairan Probolinggo, spesies ikan besar yang juga disebut whale shark ini juga terlihat perairan Pasuruan di bulan-bulan yang sama.

BACA JUGA: Lima Spesies Hiu Berjalan Tinggal di Indonesia

Kawanan Hiu Paus yang terlihat oleh Greeners berukuran empat hingga enam meter. Meski tubuhnya sangat besar, keberadaan mereka tidak mengganggu nelayan dan wisatawan. Muradi mengatakan, ikan yang dalam bahasa Jawa disebut Geger Lintang ini tidak agresif kepada manusia. Satwa laut ini bahkan tidak terganggu saat perahu nelayan yang membawa wisatawan mendekati mereka.

“Beberapa kali ada nelayan dan wisatawan yang masuk ke laut berenang bersama hiu. Ikan ini pemakan plankton, tidak menyerang manusia,” ujar Muradi.

hiu paus

Hiu Paus (Rhincodon typus) berkeliaran bebas di pesisir Pantai Wisata Bentar, Gending, Probolinggo, Jawa Timur. Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Kemunculan kawanan Hiu Paus di Pantai Bentar sudah diketahui banyak orang. Banyak wisatawan yang sengaja datang ke Pantai Bentar untuk melihatnya langsung dari dekat. Para wisatawan menyewa perahu motor nelayan untuk menuju perairan lepas lokasi hiu berkeliaran. Cukup dengan Rp10 ribu, setiap wisatawan bisa menikmati tingkah pola Hiu Paus dari jarak sangat dekat. Mereka juga bisa mengabadikan perilaku ikan besar ini.

“Karena setiap tahun ikan-ikan ini datang ke sini, banyak warga sudah hafal waktunya, yakni sekitar Desember sampai Maret. Adanya hiu-hiu ini meningkatkan kunjungan pantai, pengunjung naik dua hingga tiga kali lipat. Rata-rata 800 orang per hari, kalau tidak ada hiu sekitar 400 orang per hari,” jelas pengelola tiket Pantai Bentar, Zahar.

BACA JUGA: Indonesia Tidak Memiliki Data Pasti Keanekaragaman Hayati Laut

Pengunjung yang datang bukan hanya dari dalam kota, tapi juga dari luar kota. Salah satu pengunjung asal Jember, Retno Sulanjari mengatakan ia sengaja datang ke Pantai Bentar ingin melihat hiu.

“Sebenarnya sudah tahun lalu ingin ke sini, tapi tahun ini baru sempat. Pengalaman luar biasa bisa berdekatan dengan hiu. Saya sempat foto-foto,” kata Retno saat turun dari perahu motor yang membawanya sekitar 30 menit melihat kawanan hiu dari dekat.

Tidak sebelumnya, tahun ini belum terlihat kawanan Hiu Paus di perairan Pasuruan. Padahal biasanya puluhan hiu sudah tampak di Pasuruan lebih dulu dari Probolinggo. “Sementara belum terlihat di perairan Pasuruan, biasanya sudah bermunculan,” kata seorang perwira di Kesatuan Polisi Air Pasuruan, Bripka Laswanto.

Sama seperti di Pantai Bentar Probolinggo, kemunculan Hiu Paus di Pasuruan juga selalu ditunggu warga. Meski bukan berada di kawasan wisata, namun para nelayan setempat dengan senang hati menyewakan perahu mereka untuk mengantarkan warga yang ingin melihat hiu dari dekat.

“Belum ada hiu di laut. Padahal biasanya lumayan kalau tidak sedang melaut bisa mencari penghasilan tambahan dari pengunjung yang menyewa perahu,” kata Sukarji, seorang nelayan di Kraton, Pasuruan.

Penulis: MA/G12

Top