Limbah Organik Cemari Danau Toba

Reading time: 2 menit
danau toba
Danau Toba. Foto: Max Graber/Flickr.com

Jakarta (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengakui kondisi pencemaran Danau Toba di Sumatera Utara sudah sangat memprihatinkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Siti meminta kepala daerah untuk meningkatkan pengawasannya.

“Kerusakan itu sudah ditandai dengan adanya 5.600 keramba jaring apung yang menghasilkan limbah organik tinggi,” ujar Siti saat dihubungi melalui pesan singkat oleh Greeners, Jakarta, Minggu (31/07).

BACA JUGA: Danau Toba dan Pulau Seribu Jadi Target Destinasi Wisata Unggulan

Selain itu, lanjutnya, terdapat pula pencemaran air dari kegiatan pertanian, peternakan, dan rumah tangga ditambah adanya lahan kritis seluas 157.000 hektare atau 21% dari luas daerah tangkapan air Danau Toba.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Siti Nurbaya menyatakan sebagai salah satu dari 15 danau yang menjadi prioritas nasional untuk direstorasi, ekosistem Danau Toba harus segera dipulihkan. Danau Toba memiliki potensi yang besar sebagai pembangkit listrik, kawasan wisata alam dan wisata budaya.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengangap penting untuk memperhatikan kawasan ini dan menyelamatkan kawasan-kawasan hutan kritis di daerah Tapanuli Utara,” tambahnya.

Untuk itu KLHK bekerjasama dengan Punguan Simbolon dohot Boruna Se-Indonesia (PSBI) dan pemerintah daerah Tapanuli Utara dan Tobasa, mencanangkan penanaman pohon sebagai usaha memperbaiki dan memulihkan kawasan ini.

BACA JUGA: Tahun 2016, Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba Siap Dibentuk

Salah satu kawasan wisata di Tapanuli Utara, Salib Kasih, juga merupakan kawasan wisata yang dianalisa memiliki kerusakan cukup parah. Bupati Tapanuli Utara Drs. Nickson Nababan mengatakan, berdasarkan permohonan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata di daerah Salib Kasih, pemerintah daerah berharap pemerintah segera melakukan pemulihan kawasan ini.

“Dalam arahan ibu Menteri LHK kepada Gubernur, Bupati/Walikota serta jajaran pemerintah setempat, akan ada pengalokasian dana bagi penanaman dan pemeliharaan pohon sekitar 1% dari total anggaran APBD nya,” tutup Nickson.

Penulis: Danny Kosasih

Top