UNICEF: Perubahan Iklim Juga Berdampak pada Anak-Anak

Reading time: 2 menit
unicef
Foto: wikimedia.org

(Greeners) – Dari seluruh air di Bumi, hanya sekitar 2,5 persen jumlahnya yang dapat dikonsumsi makhluk hidup. Sisanya adalah air asin atau es sehingga tidak dapat digunakan. Padahal air memiliki pengaruh penting bagi kesehatan manusia. Namun, perubahan iklim semakin merusak realisasi hak penduduk di bumi untuk memperoleh air yang bersih dan berkualitas, terutama bagi anak-anak.

Berdasarkan laporan UNICEF “Thirsting for a Future: Water and Children in a Changing Climate” pada Hari Air Sedunia (22/3) lalu, perubahan iklim dapat dirasakan melalui perubahan yang terjadi pada siklus air. Laporan tersebut menyebutkan bahwa ada 36 negara yang menghadapi kelangkaan air yang terjadi karena kebutuhan air yang tinggi sementara ketersediaan air terbatas.

BACA JUGA: Masyarakat Pesisir Belum Rasakan Akses Air Bersih

Kelangkaan air akibat perubahan iklim yang dimaksud merupakan hasil dari peningkatan suhu global yang dapat menyebabkan kekeringan, banjir, cuaca ekstrim, mencairnya lautan es dan peningkatan air permukaan laut di berbagai belahan dunia. Dampak perubahan iklim ini menjadi perhatian UNICEF sebagai organisasi PBB yang menaruh fokus pada anak-anak di dunia, karena berpotensi besar memengaruhi tumbuh kembang hingga angka kematian mereka.

UNICEF melaporkan bahwa setiap harinya, lebih dari 800 anak di bawah 5 tahun meninggal akibat diare karena kekurangan air. Namun, air saja tidak cukup untuk menunjang tumbuh dan kembang anak. Pada tahun 2040 nanti, diprediksikan bahwa 600 juta anak akan hidup dengan krisis air yang sangat ekstrem. Untuk itu, perlu peran dari aspek lain seperti sanitasi dan kebersihan karena tanpa keduanya, sumber air berpotensi tercemar dan membantu penyebaran penyakit.

BACA JUGA: Perkotaan Juga Terkena Dampak Perubahan Iklim

“Kami ingin mengurangi angka kematian pada anak-anak, dan efek dari perubahan iklim akan sangat terasa pada mereka, khususnya pada kebutuhan akan air,” ungkap Nicholas Rees, salah satu penulis laporan UNICEF kepada CNN.

Berbagai cara dapat dilakukan oleh komunitas, negara bahkan gerakan global untuk melindungi anak-anak dari dampak perubahan iklim yang paling buruk. Cara tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan air dan sanitasi berupa diversifikasi sumber air konsumsi, melindungi sumber air dan menjaga kualitasnya dengan pengujian berkala serta pembuatan kebijakan yang terintegrasi dengan kebutuhan air skala nasional.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

Top