Buah Merah, Buah Asal Papua yang Jadi Perhatian Dunia

Reading time: 3 menit
buah asal papua
Buah merah (Pandanus conoideus). Foto: wikimedia

Tanah Papua diberkahi dengan kekayaan alam dan keanekaragaman ekosistem yang luar biasa melimpah. Setidaknya 50% dari keanekaragaman hayati di Indonesia terdapat di Papua, secara khusus flora dan fauna endemik yang hanya bisa ditemukan di tanah ini antara lain 15.000 – 20.000 spesies tumbuhan (55% adalah endemik, termasuk anggrek), 125 spesies mamalia (58% endemik), 602 spesies burung (52% adalah spesies endemik) dan lainnya.

Berbicara mengenai tumbuhan endemik, terdapat tumbuhan jenis pandan-pandanan (Pandanus) khas Papua, yang memiliki banyak kandungan manfaat pada buahnya. Buahnya itu pun dikenal dengan nama ‘Buah Merah’. Buah merah (Pandanus conoideus) ditemukan tumbuh di ketinggian antara 2-2.300 m di atas permukaan laut.

Berdasarkan sumber kajian ilmiah, buah merah pada umumnya merupakan tumbuhan yang dapat hidup di mana saja di wilayah Papua, mulai dataran rendah hingga dataran tinggi. Buah merah atau kuansu adalah buah yang tumbuh di wilayah Papua, terutama di daerah pegunungan Jayawijaya, Ayamaru Sorong, Timika, Nabire, Manokwari, dan Jayapura. Buah merah juga bisa ditemukan di bagian utara Maluku yang menyebar dari daerah pantai hingga daerah pegunungan.

Terdapat lebih dari 30 jenis atau kultivar buah merah di Papua. Namun, secara garis besar diketahui ada empat kultivar yang banyak dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis, yakni kultivar merah panjang, merah pendek, cokelat, dan kuning. Warna, bentuk, dan ukuran buah masing- masing jenisnya pun berbeda-beda.

Secara morfologi, pohon daripada buah merah ini menyerupai pandan. Tingginya mencapai 16 m, dengan tinggi batang bebas cabang setinggi 5-8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Buah merah sendiri berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup. Panjang buah mencapai 96-102 cm, diameter 15-20 cm, dan bobot 7-8 kg. Saat matang buahnya berwarna merah marun terang, meskipun ada jenis buah tanaman ini yang berwarna coklat dan coklat-kekuningan (Budi dan Paimin, 2004).

buah asal papua

Buah merah yang masih berada di pohon. Foto: www.goodnewsfromindonesia.id

Kandungan dan manfaat buah merah bagi kesehatan sudah sangat tersohor. Sejak ditemukannya kembali khasiat buah merah oleh Drs. I Made Budi, M.Sc. dari Universitas Cenderawasih pada akhir tahun 2004 (Budi dan Paimin, 2004), buah merah mulai menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan sekarang telah menjadi perhatian di dunia.

Secara empiris buah merah telah digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Buah merah mengandung komponen gizi yang bermanfaat dalam kadar tinggi, diantaranya betakaroten, tokoferol, asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat.

Minyak buah merah telah banyak diperdagangkan ke berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara. Minyak buah merah adalah minyak nabati yang diperoleh dari proses ekstraksi buah merah. Minyak buah merah saat ini digolongkan sebagai makanan fungsional dan food supplement. Minyak buah merah bisa dijadikan sebagai pengganti minyak biasa. Minyak ini mengandung asam lemak yang mirip dengan minyak kanola dan minyak bekatul (dikutip pada laman Kompas.com).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh I Made Budi (2005), buah merah dapat berfungsi seperti obat antiretrovirus yang amat dibutuhkan penderita HIV/AIDS. Kandungan vitamin E (tokoferol) dan betakaroten yang sangat tinggi diyakini mampu memperbaiki keadaan pasien AIDS karena kedua kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dilansir pada laman Kompas.com, buah merah dipercaya oleh masyarakat setempat dapat memperpanjang usia.

buah asal papua

 

Penulis: Sarah R. Megumi

Top