calendar
Selasa, 19 Juni 2018
Pencarian
lego
Potongan mainan LEGO yang ramah lingkungan baru terbatas pada potongan yang memiliki unsur tumbuhan seperti pohon, semak, dan daun. Foto: Lego via Inhabitat.com

Wow, LEGO Luncurkan Mainan Ramah Lingkungan

Inovasi

Sulit rasanya untuk menemukan mainan yang ramah lingkungan di era modern ini. Pasalnya, hampir semua jenis mainan yang beredar di dunia diproduksi dengan bahan dasar plastik dan mengandung bahan kimia berbahaya. Kini pembuat mainan bongkar pasang asal Denmark, LEGO, baru saja meluncurkan mainan block (mainan berbentuk balok susun) pertamanya yang terbuat dari bahan dasar tanaman untuk paket mainannya tahun ini.

Sebagai salah satu perusahaan mainan terbesar di dunia, sudah hampir tiga tahun sejak LEGO mengumumkan akan menginvestasikan $ 1 miliar di LEGO Sustainable Materials Centre di Denmark dan memberi tugas kepada 100 orang stafnya untuk mendapatkan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pada saat itu, perusahaan tersebut tidak mengetahui bahwa pengembangan tersebut akan berakhir dengan menggunakan bioplastik berbasis tebu karena tidak berdampak pada lingkungan dan perubahan iklim.

Berbahan dasar bioplastik, mainan LEGO ini bersumber dari tebu asal Brasil. Plastik baru ini terbuat dari polietilen (PE), yang “lembut, tahan lama, dan fleksibel” dan secara teknis identik dengan potongan mainan yang diproduksi dengan menggunakan plastik tradisional.

lego

Foto: Lego via Inhabitat.com

Tim Brooks, VP Environmental Responsibility, mengatakan dalam siaran persnya: “Produk LEGO selalu memberikan pengalaman bermain berkualitas tinggi yang memberi setiap anak kesempatan untuk membentuk dunia mereka sendiri melalui permainan inventif. Anak-anak dan orang tua tidak akan memperhatikan perbedaan kualitas atau penampilan elemen baru, karena polietilen berbasis tanaman ini memiliki sifat yang sama seperti polietilen konvensional. Ini adalah langkah awal yang bagus dalam komitmen ambisius kami untuk membuat semua balok LEGO menggunakan bahan yang berkelanjutan.

Dilansir Mashable, Dr. Stephen Mayfield, seorang ahli biologi molekuler di UC San Diego dan direktur Pusat Bioteknologi Alga California mengatakan bahwa Lego bergerak ke arah yang benar. “Beralih dari bahan yang berbasis minyak ke plastik nabati secara dramatis memotong jejak karbon dari suatu produk sekitar 70 persen. Semakin kita bisa pergi ke sumber biologis, semakin baik itu,” kata Mayfield.

Menurut perusahaan, tebu itu bersumber secara lestari dan sesuai dengan panduan dari Aliansi Bioplastic Feedstock Alliance yang merupakan inisiatif World Wildlife Fund (WWF). “Ini juga disertifikasi oleh Bonsucro Chain of Custody Standard. LEGO bermitra dengan WWF untuk mendukung dan membangun permintaan akan plastik yang bersumber secara berkelanjutan dan bergabung dengan Bioplastic Feedstock Alliance.”

Sejauh ini, potongan mainan LEGO yang ramah lingkungan terbatas pada potongan yang memiliki unsur tumbuhan seperti pohon, semak, dan daun, namun tujuan akhir perusahaan ini adalah mengganti semua bangunan balok kesayangannya ke material yang berkelanjutan pada tahun 2030.

Penulis: DS/G43

Top