- - Greeners.Co Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 12 Feb 2012 03:37:19 +0000 id hourly 1 Lahan Konservasi di Indonesia Masih Kecil https://www.greeners.co/news/lahan-konservasi-di-indonesia-masih-kecil/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lahan-konservasi-di-indonesia-masih-kecil https://www.greeners.co/news/lahan-konservasi-di-indonesia-masih-kecil/#respond Mon, 09 Aug 2010 14:39:16 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1846 (Greenersmagz) Meskipun dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang besar ternyata lahan konservasi di Indonesia masih kecil. Hal ini diutarakan oleh Menteri Kehutanan, Zukifli Hasan, dalam sambutan Hari Konservasi Nasional yang jatuh pada hari ini (10/8).

“Bagi para pembuat kebijakan, pusat atau daerah, agar tidak merubah fungsi kawasan konservasi yang saat ini kuantitasnya masih relatif kecil, yaitu 14,15 % dari total daratan di Indonesia,” paparnya.

Keberadaan lahan konservasi tentu menjadi lahan untuk mengembangkan dan melestarikan kembali fungsi lahan, serta jenis-jenis keanekaragaman hayati di Indonesia yang hampir punah. Zulkifli menginginkan instruksi presiden bahwa pada tahun 2020 penuruanan emisi Indonesia sebesar 26 %, dengan 14 % dari sektor kehutanan.

Namun, beberapa lahan konservasi yang sudah ada pun ternyata masih saja dilanggar keberadaannya. Diluar masih ada lahan konservasi yang dialihkan fungsinya, seperti di Lampung, dimana Jalur Lintas Barat Sumatera membelah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Akibatnya sering terjadi singgungan antara manusia dan hewan di lahan konservasi.

Zulkifli mengaku sering mendapat laporan banyak sumber daya alam hayati di Indonesia yang sudah mendekati kepunahan serta ekosistem yang rusak, “Saya betul-betul prihatin mendengarnya, oleh karena itu saya minta jajaran kehutanan di Indonesia benar-benar memerhatikan pengelolaan sumber daya dengan prinsip kehati-hatian agar dapat dimanfaatkan secara lestari,” ujarnya.

Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini pun menekankan pada pelaku usaha dan pemangku kawasan menerapkan sistem pemanfaatan berkelanjutan dengan menekankan perhatian pada ambang batas kegiatan suatu kawasan.***

]]>
https://www.greeners.co/news/lahan-konservasi-di-indonesia-masih-kecil/feed/ 0
Volcom Kumpulkan Celana untuk Gelandangan https://www.greeners.co/news/volcom-kumpulkan-celana-untuk-gelandangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=volcom-kumpulkan-celana-untuk-gelandangan https://www.greeners.co/news/volcom-kumpulkan-celana-untuk-gelandangan/#respond Fri, 06 Aug 2010 08:03:28 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1838

(Greenersmagz/Volcom) Perusahaan fashion asal Amerika Serikat, Volcom, kembali kumpulkan celana bekas layak pakai untuk disumbangkan pada gelandangan. Tahun lalu dari 100 toko Volcom di Amerika Utara yang berpartisipasi terkumpul 5000 celana jeans. Celana itu kemudian dibagi-bagikan ke 50 penampungan gelandangan di Amerika.

Tahun ini Volcom menargetkan dapat mengumpulkan lebih dari 10000 celana jeans dari 200 toko Volcom yang ambil bagian dalam kampanye. Mengutip dari rilis yang greenersmagz terima, tema kegiatan kampanye ini  adalah, “Give Jeans a Chance”.  Kegiatan pengumpulan pada tahun 2010 ini akan dilaksanakan selama dua bulan, Agustus-September 2010.

Direktur  departemen CSR Volcom, Derek Sabori, memaparkan kegiatan ini adalah salah satu dari kampanye Give Back Series Volcom international. “Kami dan LSM berbasis komunitas bekerja sama untuk memberi kembali apa yang dibutuhkan oleh mereka (komunitas) dari apa yang kami punya,” ujarnya pada greenersmagz.

Derek optimis bila gaya hidup konsumen diikuti oleh para produsen untuk membantu menghasilkan produk dan jasa ramah lingkungan, maka wujud lingkungan yang lestari akan tercapai.

Sejak 2006, Volcom memproduksi pakaian ramah lingkungan dengan seri V.Logical series¸berdasarkan pemaparan Derek, seri ini dibuat dari material ramah lingkungan dan metode produksi yang berdampak kecil pada lingkungan.

Samuel, Marketing Volcom Indonesia, mengatakan kegiatan serupa belum bisa dilakukan juga serentak oleh Volcom Indonesia. “Tapi kita sudah merencanakan, paling tidak akhir tahun ini sudah terwujud,” ujar Sam.

]]>
https://www.greeners.co/news/volcom-kumpulkan-celana-untuk-gelandangan/feed/ 0
Minat Industri untuk Mengolah Limbah Minim https://www.greeners.co/news/minat-industri-untuk-mengolah-limbah-minim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=minat-industri-untuk-mengolah-limbah-minim https://www.greeners.co/news/minat-industri-untuk-mengolah-limbah-minim/#respond Thu, 29 Jul 2010 06:25:37 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1829 (Greeners/Surabaya) Partisipasi pelaku industri penghasil limbah di Indonesia untuk mengolah limbah dinilai masih minim. Biaya mengolah limbah dinilai menjadi beban yang harus diefisiensikan seminal mungkin. Tapi, semenjak adanya UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, mau tak mau pengolahan limbah B3 adalah kewajiban bagi setiap pengusaha.

Itulah hal yang diungkapkan oleh Alarik Maruli Parapat, salah satu pelaku pengolahan limbah B3 di Indonesia di Indowaste Expo 2010 di Surabaya (28/7).

“Saat ini, waste processor (industri pengolah limbah) di Indonesia baru hanya ada tiga. Termasuk Logam Jaya,” tuturnya.

Berdasarkan UU tersebut limbah adalah tanggung jawab industri. Tapi para pelaku industri pmasih enggan, karena menjadikannya sebagai beban. Solusi agar setiap pengusaha industri di Indonesia mau bertanggung jawab terhadap limbahnya adalah dengan memasukkannya pada biaya tetap sehingga masuk perhitungan dalam harga produk.

“Sedangkan kecenderungan yang terjadi hingga kini ongkos pengolahan limbah itu masih dijadikan sebagai beban, yaitu sebagai variable cost,” papar Maruli..

Ade Sutisna, salah seorang karyawan marketing dari perusahaan pengangkut limbah (transporter) menuturkan terkadang ketika ada penyidik dari dinas lingkungan atau dari kepolisian ada industri yang langsung menghubunginya untuk segera mengangkut limbah. “Ini sudah seringkali saya alami,” ujarnya dalam momen yang sama.

Berdasarkan PP no 18/1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ada empat kategori pengelola limbah B3, yaitu pengumpul limbah, pengangkut limbah, pengolah limbah, dan pemanfaat. Keempatnya harus memenuhi ketentuan dan persyaratan tertentu sehingga bisa memperoleh hak ijinnya. Maruli mencontohkan untuk menjadi waste processor harus ada jaminan asuransi, kelengkapan laboratium analisis serta tenaga peneliti ahli.

“Kami sendiri tidak menerima begitu saja segala jenis limbah B3, karena setelah dikirim sample akan dianalisis apakah bisa diproses atau tidak. Selain itu kami tak bisa menerima limbah rumah sakit dan limbah nuklir,” imbuhnya.(dd)

]]>
https://www.greeners.co/news/minat-industri-untuk-mengolah-limbah-minim/feed/ 0
Pemerhati Lingkungan dan Budaya Demo SK Menhut atas Tangkubanparahu https://www.greeners.co/news/pemerhati-lingkungan-dan-budaya-demo-sk-menhut-atas-tangkubanparahu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemerhati-lingkungan-dan-budaya-demo-sk-menhut-atas-tangkubanparahu https://www.greeners.co/news/pemerhati-lingkungan-dan-budaya-demo-sk-menhut-atas-tangkubanparahu/#respond Mon, 31 May 2010 09:36:33 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1715

(greenersmagz.com) Aliansi pejuang lingkungan dan budaya Jawa Barat siang ini menuntut dicabutnya SK menteri kehutanan atas pengelolaan lahan di Gunung Tangkubanparahu (2084 mdpl). Aliansi ini mendesak Gubernur Jawa Barat dengan tegas menghentikan izin pengusahaan pariwisata alam yang dimiliki oleh PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) di Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu.

Sejak pukul 09.00 WIB pendemo dari berbagai golongan ini mulai berkumpul di depan lapangan Gasibu, seberang Gedung Sate. Demo sendiri baru dimulai pukul 10.00 Wib. Uniknya, orasi dalam aksi damai ini adalah unjuk kesenian dan permainan dari khas tatar Sunda; seperti degung, jajangkungan (egrang), hingga pencak silat.

Sekelompok seniman memainkan perangkat degung di atas mobil pick up terus mewarnai aksi pendemo yang menunjukkan bakatnya masing-masing. Para pendemo, dari pemerhati lingkungan hingga budaya, bergantian tampil di tengah lingkaran. Tak jarang aksi ini menarik perhatian orang yang melintas untuk mengambil gambar.

Selain berorasi pendemo pun memasang satu buah baligo ukuran besar di pinggir lapangan Gasibu yang menghadap ke Gedung Sate dan spanduk-spanduk di pagar Gedung Sate.

Spanduk-spanduk itu bertuliskan, antara lain, ”Hanya 1 Kata!!! Cabut izin/sk menhut untuk Putra Ka’ban (PT GRPP),” dan ”Lawan segala bentuk perusakan linkungan dan nilai-nilai budaya.”

Berselang beberapa saat perwakilan dari pendemo diterima untuk masuk dan bertemu dengan anggota DPRD Jawa Barat. Setelah pertemuan salah satu perwakilan aliansi, Utun, menuturkan hasil pertemuan tersebut, ”Ketua DPRD akan segera mungkin membereskan persengketaan hukum di gunung Tangkubanparahu, paling lambat dua minggu. Selain itu pihak eksekutif (gubernur) bersikap lambat, dengan bukti bahwa ada data-data dari beberapa bulan ke belakang sampai saat ini belum diterima pihak DPRD Jabar.”

Langkah selanjutnya, Utun menyampaikan, besok (1/6) perwakilan aliansi akan diterima oleh biro hukum untuk menanyakan sikap Gubernur yang dinilai sangat lambat.

Sebelumnya PT GRPP tetap menganggap sebagai pengelola sah TWA Tangkubanparahu di Kabupaten Bandung itu. PT GRPP mengaku sudah melakukan prosedur hak pengelolaan tersebut sesuai peraturan yang ditetapkan Kementerian Kehutanan.

Meskipun belum mendapatkan rekomendasi dari Pemprov Jabar, PT GRPP mengaku sudah mendapatkan persetujuan resmi dari Bupati Bandung dan Subang. Kemudian PT GRPP pun mengelola TWA Tangkubanparahu semenjak MS Kaban, Menteri Kehutanan saat itu, mengeluarkan SK 306/Menhut-II/2009.

]]>
https://www.greeners.co/news/pemerhati-lingkungan-dan-budaya-demo-sk-menhut-atas-tangkubanparahu/feed/ 0
Masyarakat dan LSM Bangun Lagi Kamp Perlindungan Iklim di Riau https://www.greeners.co/news/masyarakat-dan-lsm-bangun-lagi-kamp-perlindungan-iklim-di-riau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=masyarakat-dan-lsm-bangun-lagi-kamp-perlindungan-iklim-di-riau https://www.greeners.co/news/masyarakat-dan-lsm-bangun-lagi-kamp-perlindungan-iklim-di-riau/#respond Tue, 25 May 2010 01:13:09 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1596 (greenersmagz.com) Setelah rusak terbakar oleh orang tak dikenal Maret lalu, kamp perlindungan hutan di Semenanjung Kampar, Riau, mulai dibangun lagi oleh masyarakat Teluk Meranti bersama Jikalahari dan Greenpeace sejak Kamis, minggu lalu.

“Kami membangun kembali kamp sebagai simbol perjuangan masyarakat Teluk Meranti dalam melindungi Semenanjung Kampar dari ancaman penghancuran oleh perusahaan pulp and paper PT. RAPP,” kata Deli Saputra, Pemimpin Forum Masyarakat untuk Penyelamatan Semenanjung Kampar.

Deli mengatakan masyarakat Kampar bergantung pada hutan dan sungai Kampar untuk mencari ikan dan bertani, seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka, dan mereka tidak akan pernah menyerahkan hutan ini kepada perusahaan.

“Kami mendesak pemerintah untuk mencabut segala izin penebangan. Sebelum perusahaan datang, keadaan kami sudah baik-baik saja, tidak ada orang yang sampai mati kelaparan,” katanya.

Kamp dibangun Greenpece pada Oktober tahun lalu untuk menarik perhatian dunia mengenai peranan perusakan hutan terhadap perubahan iklim. Kini, kamp itu dinamai oleh masyarakat setempat jadi “Kamp Masyarakat untuk Perlindungan Kampar” sebagai simbol semangat masyarakat dalam melindungi hutan lahan gambut kaya karbon di Semenanjung Kampar.

Tahun lalu aktivis Greenpeace dari seluruh Indonesia dan dunia, bekerja sama dengan masyarakat Teluk Meranti dan lembaga-lembaga swadaya setempat, melakukan aksi langsung tanpa kekerasan untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan ilegal PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), yang menghasilkan pencabutan sementara izin perusahaan oleh Menteri Kehutanan.

Meski demikian baru-baru ini Menteri Kehutanan mengizinkan kembali RAPP untuk beroperasi di Kampar dan saat ini RAPP sedang melakukan perusakan hutan di bagian Selatan Semenanjung Kampar. Selain itu, Sertifikasi Forest Steardship Council (FSC) RAPP juga ditunda oleh Smartwood karena dianggap tidak memenuhi standar lingkungan dan sosial.

Zulfahmi, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, mengatakan masyarakat Indonesia meminta pemerintah melakukan aksi nyata untuk menyelamatkan hutan dan lahan gambut Kampar.

Masyarakat Internasional juga menunggu aksi nyata atas komitmen yang telah dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu untuk menurunkan emisi Indonesia hingga 41 persen pada 2020.

“Pemerintah harus menyelamatkan Kampar – area lahan gambut dalam terbesar di Indonesia- sebagai langkah awal program perlindungan penuh lahan gambut dan harus segera menerapkan penghentian sementara (moratorium) perusakan hutan di seluruh kawasan hutan Indonesia,” kata Zulfahmi.

Susanto Kurniawan, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengatakan hutan rawa gambut harus tetap dipertahankan sebagai kawasan yang dilindungi agar tidak mengancam kepunahan habitat satwa langka dilindungi, seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan spesies lainnya.

“Keputusan pemerintah yang menghentikan sementara berlakunya izin RKT (rencana kerja tahunan) PT RAPP di Semenanjung Kampar harus ditetapkan secara permanen sebagai bukti keseriusan pemerintah untuk melindungi kawasan hutan bernilai tinggi ini. Kenyataannya hingga hari ini PT RAPP masih melakukan pembukaan kanal yang memicu pelepasan emisi karbon,” kata Susanto.

“Menteri Lingkungan Hidup harus bekerja sama dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan untuk membentuk Keputusan Bersama Perlindungan Lahan Gambut sebagai langkah segera mencegah perusakan hutan yang sedang terjadi sebelum regulasi yang lebih kuat diimplementasikan. Lebih jauh lagi pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menciptakan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat tanpa harus merusak hutan dan lahan gambut,” simpul Zulfahmi. (RI)

]]>
https://www.greeners.co/news/masyarakat-dan-lsm-bangun-lagi-kamp-perlindungan-iklim-di-riau/feed/ 0
Rachmat Witoelar jadi Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim https://www.greeners.co/news/rachmat-witoelar-jadi-utusan-khusus-presiden-untuk-perubahan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rachmat-witoelar-jadi-utusan-khusus-presiden-untuk-perubahan-iklim https://www.greeners.co/news/rachmat-witoelar-jadi-utusan-khusus-presiden-untuk-perubahan-iklim/#respond Tue, 25 May 2010 01:10:22 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1598 (greenersmagz.com) – Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menunjuk mantan menteri lingkungan hidup Rachmat Witoelar sebagai utusan khusus presiden yang menangani perubahan iklim.

Rachmat Witoelar mengatakan dirinya diangkat menjadi utusan khusus presiden RI untuk perubahan iklim melalui Keppres tertanggal 10 Mei 2010.

Pria yang masih menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) itu mengatakan akan bekerjasama dengan Emil Salim yang telah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk permasalahan lingkungan dan Agus Purnomo yang telah ditunjuk menjadi staf khusus Presiden untuk perubahan iklim.

Rachmat menjelaskan staf khusus presiden berfungsi untuk mempersiapkan bahan tentang perubahan iklim kepada presiden, sedangkan Wantimpres bekerja mengkaji masalah dan memberikan masukan kepada presiden.

“Saya menjadi `vocal point` resmi pemerintah. Mereka (dunia internasional) akan menerima saya sebagai utusan khusus resmi sehingga mempunyai bobot lebih untuk memperjuangkan isu perubahan iklim untuk Indonesia,” katanya.

Direktur Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia, Fitrian Ardiansyah mengatakan Rachmat Witoelar bisa lebih leluasa dan lebih kuat dalam negosiasi internasional karena mendapat mandat dari Presiden RI sebagai utusan khusus.

Rachmat sebagai utusan khusus, akan merangkum semua aspirasi sektor di tingkat nasional maupun aspirasi daerah untuk dibawa di forum internasional.

Fitrian mengatakan tetapi hal tersebut juga menjadi tantangan besar bagai Rachmat untuk bisa menyatukan semua kepentingan sektor dan daerah yang berbeda-beda.

Sedangkan Koordinator Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Keadilan Iklim (CSF), Giorgio Budi Indarto justru melihat posisi Rachmat Witoelar sebagai utusan khusus malah memperlemah diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Giorgio melihat posisi Indonesia pada KTT ke-13 Perubahan Iklim di Bali dan KTT ke-15 Perubahan Iklim di Kopenhagen Denmark terlihat sangat kompromistis.

“KTT Perubahan Iklim di Bali dengan `Bali Action Plan` dengan negosiator utama Racmat Witoelar. Dan COP 15 yang dianggap gagal, tetapi kita tetap berasosiasi dengan hasilnya yaitu Copenhagen Accord,” ujar Giorgio.

Giorgio menilai dibawah kepemimpinan Rachmat Witoelar, diplomasi Indonesia untuk perubahan iklim tidak kuat, bahkan cenderung mengikuti kemauan negara-negara maju. (RI)

]]>
https://www.greeners.co/news/rachmat-witoelar-jadi-utusan-khusus-presiden-untuk-perubahan-iklim/feed/ 0
Tim Peneliti Temukan Spesies-Spesies Baru Di Pegunungan Foja Papua https://www.greeners.co/news/tim-peneliti-temukan-spesies-spesies-baru-di-pegunungan-foja-papua/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tim-peneliti-temukan-spesies-spesies-baru-di-pegunungan-foja-papua https://www.greeners.co/news/tim-peneliti-temukan-spesies-spesies-baru-di-pegunungan-foja-papua/#respond Thu, 20 May 2010 16:43:33 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1581

(greenersmagz.com)Conservation International (CI) dan the National Geographic Society mengumumkan sebuah ekspedisi ilmiah ke alam bebas yang masih terisolir, yang pernah dijuluki sebagai “the lost world”oleh media massa barat, berhasil mengungkapkan keanekaan ragam yang menakjubkan dari spesies-spesies yang spektakuler. Banyak pula dari penemuan hasil ekspedisi itu diakui sebagai sesuatu yang baru bagi ilmu pengetahuan.

Berbagai penemuan spesies baru diungkapkan oleh tim kolaborasi ilmuwan, yang berasal dari dalam dan luar negeri, yang berperan-serta dalam Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP), yang mengeksplorasi Pegunungan Foja yang terpencil di Pulau Guinea Baru pada akhir tahun 2008.

Pegunungan Foja terletak di Provinsi Papua, Indonesia, Luasnya lebih dari 300,000 hektar dengan hutan hujan yang masih perawan. Kesehatan dan biodiversitas dari bentang alam bebas ini menyediakan simpanan karbon kritis bagi planet bumi, sama pentingnya dengan jasa-jasa ekosistem bagi berbagai masyarakat yang hidupnya bergantung dari hutan karena sumber daya alamnya.

Dalam ekspedisi, para ahli biologi  bertahan menghadapi hujan badai dan banjir bandang yang mengancam hidup mereka sambil terus melacak spesies-spesies, mulai dari bukit rendah di Desa Kwerba sampai ke puncaknya pada kisaran 2.200 meter (7.200 kaki).

Tim ekspedisi ini melaporkan penemuan-penemuan dengan tercatat yang meliputi katak aneh berhidung duri; seekor tikus berbulu yang ukurannya terlalu besar tetapi jinak; seekor tokek bermata kuning berjari bengkok seperti gargoyle, mahluk angker;seekor merpati kaisar; seekor walabi hutan yang mungil – anggota kangguru paling kecil dari keluarga kangguru  yang pernah didokumentasikan di dunia.

Jatna Supriatna PhD,Wakil Presiden Regional CI-Indonesia mengatakan:  “Sekarang kita dapat menunjukkan berapa banyak bentuk spesies unik yang hanya hidup di hutan-hutan pegunungan ini, yang memudahkan kita untuk membuat contoh kasus, bahwa di dunia sana perlu mencatat dan harus betul-betul pasti sehingga hutan-hutan yang luar biasa ini dilestarikan demi kesejahteraan masyarakat setempat di dalam dan sekitar hutan serta bagi mereka di luar sana”.

Seekor katak (Litoria sp. nov.), yang diamati memiliki benjolan panjang pada hidung seperti Pinokio yang menunjuk ke atas bila ada ajakan dari jenis jantan dan mengempis dan mengarah ke bawah bila aktifitasnya berkurang, mewakili temuan dengan kecirikhasan yang khusus yang membuat para ilmuwan tertarik mendokumentasikannya dan selanjutnya mempelajarinya.

Penemuan ini merupakan suatu kebetulan yang menyenangkan, setelah seorang herpetologis, Paulus Oliver, melihatnya duduk di kantong beras di tempat perkemahan.

Temuan-temuan lainnya antara lain: seekor kelelawar kembang baru (Syconycteris sp. nov) yang memakan sari bunga dari hutan hujan, seekor tikus pohon kecil (Pogonomys sp. nov.), seekor kupu-kupu hitam dan putih (Ideopsis fojana), dan semak belukar berbunga yang baru (Ardisia hymenandroides).

Kejutan besar dari ekspedisi itu adalah saat seorang ornitologis, Neville Kemp, melihat sepasang merpati kaisar yang baru (Ducula sp. nov.) dengan bulu-bulu yang terlihat berkarat, agak putih, dan abu-abu. Burung Merpati Kaisar yang menjadi primadona itu terlihat setidaknya empat kali oleh para ilmuwan, namun selama ini diabaikan pada survei-survei sebelumnya, yang dapt diartikan bahwa populasinya sangat rendah.

“Para peneliti LIPI merasa sangat bersyukur turut terlibat dalam pengungkapan keanekaan ragam hayati kawasan Pegunungan Foja, Mamberamo. Adanya kerjasama penelitian dengan Conservation International, Smithsonian Institution dan The National Geographic Society ini jelas mendukung program-program konservasi pada kawasan yang memiliki biodiversitas sangat tinggi. Bahkan beberapa fauna, di antaranya mamalia dan burung masuk dalam daftar perlindungan Undang-Undang RI,” ungkap Hari Sutrisno, atas nama Ketua Tim Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI.

CI berharap dokumentasi keanekaragaman hayati tersebut akan mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan perlindungan jangka panjang atas spesies langka dan endemik.

Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH, mengingatkan, “Kami sepakat dan sangat mendukung agar wilayah-wilayah ber-biodiversitas sangat tinggi di Provinsi Papua perlu dipertahankan. Banyak spesies endemik di wilayah kami yang sulit diakses dan masih terisolasi, yang tidak terdapat di belahan dunia lain yang perlu dikonservasi”, tambahnya mengacu pada konverensi Biodiversitas Internasional yang diselenggarakan enam bulan yang lalu di Jayapura.

Laporan terakhir menunjukkan bahwa pemerintah-pemerintah di dunia gagal memenuhi sasaran yang disepakati untuk tahun 2002 dalam mengurangi laju kepunahan biodiversitas pada tahun 2010, yang telah dideklarasikan PBB sebagai Tahun Biodiversitas se-Dunia. Pada Oktober mendatang, masyarakat internasional akan berkumpul di Jepang membicarakan target baru untuk empat puluh tahun mendatang.(ri)

]]>
https://www.greeners.co/news/tim-peneliti-temukan-spesies-spesies-baru-di-pegunungan-foja-papua/feed/ 0
Warga Kostarika Terpilih jadi Sekretaris Eksekutif UNFCCC https://www.greeners.co/news/warga-kostarika-terpilih-jadi-sekretaris-eksekutif-unfccc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=warga-kostarika-terpilih-jadi-sekretaris-eksekutif-unfccc https://www.greeners.co/news/warga-kostarika-terpilih-jadi-sekretaris-eksekutif-unfccc/#respond Thu, 20 May 2010 16:33:18 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1585 (greenersmagz.com) – PBB akhirnya memilih Sekretaris Eksekutif dari Badan Dunia Konvensi Kerangka Kerja mengenai Perubahan Iklim PBB (UNFCC) yaitu Christiana Figueres dari Kosta Rika.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, melalui juru bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan telah menunjuk Christiana yang merupakan juru runding perubahan iklim San Jose berusia 53 tahun untuk menggantikan Yvo de Boer dari Belanda yang mengundurkan diri pada awal 2010 karena kecewa dengan hasil KTT Perubahan Iklim ke-15 di Kopenhagen, Denmark. Sebagaimana diberitakan KTT tersebut tak mampu menghasilkan keputusan mengikat untuk semua negara peserta.

Christiana, yang merupakan putri dari mantan presiden Kosta Rika, Jose Figueres Ferrer akan mulai menjabat menjadi Sekretris Eksekutif UNFCCC pada 1 Juli mendatang.

Penunjukan Christiana menjadi pucuk pimpinan Badan Dunia urusan perubahan iklim itu mendapat komentar dan sambutan dari berbagai kalangan, salah  satunya dari WWF internasional.

“Kami memberi selamat kepada Figueres. Ini merupakan saat yang genting untuk sekretariat UNFCC dan dia berjanji untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi yang dapat menjadi sebuah dialog politk tingkat tinggi yang membahas elemen kritis dari sebuah perjanjian perubahan iklim di Cancun, Meksiko pada Desember mendatang,” kata pemimpin Inisiatif Iklim Global WWF, Kim Carstensen.

Kim mengatakan Christiana akan membawa semua pengalamannya dengan kalangan pemerintahan, bisnis dan komunitas sipil, dan pada saat bersamaan membawa perspektif dari sebuah pemerintahan negara berkembang.

“Latar belakang Figueres akan memperkuat kepercayaan antara negara-negara dan akan mendorong untuk sebuah perjanjian perubahan iklim yang ambisius,” lanjut Kim.

WWF berjanji akan bekerjasama di masa mendatang dengan Sekretaris Eksekutif UNFCCC yang baru tersebut. (ri)

]]>
https://www.greeners.co/news/warga-kostarika-terpilih-jadi-sekretaris-eksekutif-unfccc/feed/ 0
Stop Sampah Plastik Bandung Ditargetkan Beredar Bulan ini https://www.greeners.co/news/stop-sampah-plastik-bandung-ditargetkan-beredar-bulan-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=stop-sampah-plastik-bandung-ditargetkan-beredar-bulan-ini https://www.greeners.co/news/stop-sampah-plastik-bandung-ditargetkan-beredar-bulan-ini/#comments Wed, 19 May 2010 17:31:46 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1567

(greenersmagz.com) Pemerintah Kota Bandung akan segera mengedarkan himbauan pembatasan penggunaan kemasan kantong plastik. “Targetnya bulan ini surat edaran itu sudah tersebar,” tutur Ayu Sukenjah dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Bandung.

Sebelumnya, pada bulan April 2010, walikota Bandung Ayi Vivananda menjanjikan himbauan pemerintah kota untuk menyosialisasikan pembatasan penggunaan plastik di kota Bandung direalisasikan pada Juni 2010.

Ayu Sukenjah menunjukkan hasil survey yang pernah dilakukan pada tahun 2006-2007, timbunan sampah plastik di kota Bandung bisa mencapai 1625 meter kubik per hari. Pegawai BPLH kota bagian Rehabilitasi Lingkungan tersebut memaparkan hal ini dalam diskusi publik respon himbauan pemkot tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Hotel Aston, Braga, Bandung (19/5).

Diskusi publik ini diprakarsai oleh Forum Hijau Bandung (FHB), sebuah wadah silaturahmi para pemangku kepentingan lingkungan yang terbuka umum di Kota Bandung.

M. Bijaksana Junerosano, salah satu pengurus harian FHB, mengharapkan adanya kepastian dari pemerintah mengenai himbauan pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Bandung. “Apakah mau lewat pendekatan yang tegas atau pendekatan edukasi,” tutur sarjana lingkungan ITB ini.

“Bila tegas, maka hasilnya bisa instant. Contohnya seperti aturan penggunaan helm berlogo SNI. Ketika dituntut secara hukum maka orang akan memenuhi syarat itu karena takut hukuman,” ujar Sano.

Ada dua jenis plastik secara umum, yaitu thermoplast dan thermoset. Thermoplast, tutur Ayu, memiliki ciri antara lain bila dipanaskan bisa dibentuk baru sehingga dapat didaur ulang.  Sedangkan, thermoset adalah plastik yang tergolong sekali buat. “Hal tersebut karena sifatnya yang tidak bisa dibentuk lagi menjadi bentuk barang baru,” ujar Ayu.

Ayu menuturkan pengurangan sampah plastik adalah hal yang mendesak, karena plastik memiliki kandungan yang berbahaya bagi kesehatan dan merusak lingkungan.

Sampah plastik dapat disebut sebagai sampah beracun, berbahaya, dan berbahaya. Salah satu bahan yang berbahaya dari plastik adalah klorin. “16 persen produksi plastik mengandung klorin,” papar Ayu.

Dampak negatif dari plastik bisa dihambat diantaranya dengan melakukan tiga hal, yaitu: konsep daur ulang atau menggunakan kembali, stop kemasan plastik, atau dengan barang subsitusi (kemasan kertas dan bio-plastic).

Meskipun, jumlah keseluruhan sampah plastik masih dibawah total sampah basah, Ayu menjelaskan, sampah plastik paling bandel karena tidak terurai dalam waktu dekat, melainkan ratusan tahun. (dk)

]]>
https://www.greeners.co/news/stop-sampah-plastik-bandung-ditargetkan-beredar-bulan-ini/feed/ 1
Pestisida Berlebih Akibatkan ADHD https://www.greeners.co/news/pestisida-berlebih-akibatkan-adhd/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pestisida-berlebih-akibatkan-adhd https://www.greeners.co/news/pestisida-berlebih-akibatkan-adhd/#respond Wed, 19 May 2010 16:45:50 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1560 (greenersmagz.com) Tim peneliti dari Universitas Montreal dan Harvard menyimpulkan penggunaan pestisida yang berlebihan pada tanaman dapat kemungkinan meningkatnya resiko attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak-anak. ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

Sindrom ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah, suka meletup-letup, aktifitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

Sebelumnya, ADHD dinyatakan serupa autis, disebabkan oleh faktor genetik, perkembangan otak saat kehamilan, perkembangan otak saat perinatal, tingkat kecerdasan intelegensia, disfungsi metabolisme, hormonal, dan asupan gizi, serta orang-orang dilingkungan sekitar termasuk keluarga.

Penelitian ini dilakukan dengan mengukur level pestisida pada air kencing 1139 anak di Amerika Serikat. “Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan beberapa senyawa organophosphate (pestisida untuk tanaman)menyebabkan kondisi hiperaktif dan defisit kognitif pada hewan,” ujar peneliti utama, Maryse F, Bouchard dari Universitas Montreal.

Peneliti di Departemen Kesehatan dan Lingkungan Kerja dan Rumah Sakit Pusat Penelitan Sainte-Justine ini mengatakan, “Penelitian kami menemukan paparan berlebihan organophosphate dalam perkembangan anak mungkin akan memiliki efek pada sistem syaraf dan dapat berkontribusi munculnya sindrom ADHD, seperti kurang perhatian, hiperaktif, dan impulsif.”

Bouchard melakukan penelitian ini bersama David C. Bellinger, Robert O. Wright, and Marc G. Weisskopf dari Universitas Harvard. Penelitian yang didukung oleh Canadian Institutes for Health Research dan National Institute of Environmental Health Sciences ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, Pedriatics.

Angka kejadian ADHD di seluruh dunia saat ini diperkirakan mencapai hingga lebih dari lima persen. Penelitian di Amerika Serikat sendiri menunjukan gejala terpapar ADHD mencapai hingga tujuh persen. (sciencedaily)

]]>
https://www.greeners.co/news/pestisida-berlebih-akibatkan-adhd/feed/ 0
Darah Tinggi Mengancam Penduduk Kota https://www.greeners.co/news/darah-tinggi-mengancam-penduduk-kota/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=darah-tinggi-mengancam-penduduk-kota https://www.greeners.co/news/darah-tinggi-mengancam-penduduk-kota/#respond Wed, 19 May 2010 16:27:05 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1551 (Greeners) Orang yang tinggal di daerah perkotaan dengan tingkat polusi udara yang tinggi lebih berpotensi terkena penyakit darah tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi rendah. Hal ini diutarakan oleh peneliti dari Universias Dusiburg-Essen, Jerman.

“Hasil penelitan kami menunjukkan bahwa yang hidup di sebuah area dengan partikel level tertinggi polusi udara akan berkaitan dengan tingginya potensi tekanan darah tinggi,” ujar Barbara Hoffman dari Universitas Duisburg-Essen,

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Konferensi International ATS 2010 di New Orleans, Amerika Serikat.

Peneliti menggunakan dispersi kimia dan model transportasi untuk memperkirakan paparan jangka panjang untuk partikulat polusi. Sedangkan, untuk pengukuran tekanan darah, mereka menggunakan alat oscillometric otomatis yang dapat mendeteksi gerakan darah melalui arteri brakialis dan mengubah gerakan menjadi bacaan digital.

Mereka mendapatkan tekanan darah rata-rata meningkat sebesar 1,7 mmHg setiap terjadi peningkatan sebesar 2,4 ug / m³ di tingkat paparan partikel polusi di bawah 2,5 μm. Paparan partikel itu sebagian besar berasal dari sumber pembakaran di daerah perkotaan, yaitu lalu lintas, pemanasan udara, dan polusi industri. Mereka menemukan sebuah asosiasi yang sama untuk partikel kasar di bawah 10 μm, yang berisi bahan tambang bumi dan polusi jalanan.

“Baik tekanan darah sistolik maupun diastolik, lebih tinggi terjadi pada orang yang tinggal di daerah tercemar, bahkan jika kita mengambil faktor-faktor penting yang juga memengaruhi tekanan darah seperti umur, jenis kelamin, perokok, berat, dan lain-lain. Peningkatan tekanan darah lebih kuat terjadi pada wanita dibandingkan pria,” jelas Hoffman.

Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko bagi pengerasan arteri (atherosclerosis) yang memicu penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke. Dr Hoffman menyebutkan bahwa hasil penelitiannya bisa dipakai untuk menjelaskan banyak orang yang tinggal di daerah tercemar memiliki resiko menderita dan mati karena penyakit tersebut.

“Oleh karena itu diperlukan untuk lebih lanjut upaya kita dapat mencegah paparan kronis dari polusi udara yang tinggi sebanyak mungkin, ”lanjut Hoffman.

Dalam web ATS, Dr Hoffman dan rekannya, disebutkan sedang bersiap untuk mempelajari lebih lanjut apakah hidup di daerah dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi menyebabkan perkembangan aterosklerosis pada arteri koroner, yang menyuplai jantung dengan darah segar, dan dari arteri karotis, yang memasok otak dengan segar darah. (American Thoracic Society)

]]>
https://www.greeners.co/news/darah-tinggi-mengancam-penduduk-kota/feed/ 0
Burung Aquatic Walbler dijamin Tujuh Negara https://www.greeners.co/news/burung-aquatic-walbler-dijamin-tujuh-negara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=burung-aquatic-walbler-dijamin-tujuh-negara https://www.greeners.co/news/burung-aquatic-walbler-dijamin-tujuh-negara/#respond Wed, 19 May 2010 03:09:03 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1549

(greenersmagz.com) Tujuh negara lagi setuju untuk melindungi Burung Aquatic Walbler, salah satu burung berkicau di Eropa yang hampir punah. Awalnya hanya 15 negara yang menyanggupi untuk menjaga habitat dan populasi burung ini. Akhirnya dalam pertemuan selama tiga hari hingga 15 Mei 2010 di Polandia, ada tujuh negara lagi yang ikut menandatangani MOU. ketujuhnya adalah Luksemburg, Mali, Mauritania, Maroko, Portugal, Slovakia, dan Swiss.

Populasi burung ini sekarang diperkirakan tinggal sekitar 10000 yang tinggal di 40 habitat di enam negara. Dari semua tempat habitat itu, menurut data Conservation Migration Species (CMS) delapan puluh persen dari populasi yang ada diketahui berkumpul di empat habitat. Salah satunya Siberia selatan.

Kesepakatan ini didapat dalam pertemuan di Taman Nasional Biebrza, Polandia. Perlindungan atas burung ini menjadi pembahasan utama dalam pertemuan program yang berada di bawah UNEP itu.

Pertemuan itu juga membahas rencana strategi yang baru atas spesies internasional. Spesies internasional adalah spesies hewan yang bermigrasi setiap tahun, sehingga keberadaannya tergantung oleh negara-negara yang menjadi rute migrasinya. Rencana ini dirumuskan oleh mitra CMS, yaitu UE BirdLife International Uni Eropa. Rencana itu ditujukan akan menolong dan melindungi Aquatic Warbler, yaitu pengembangan lokasi populasi yang telah hilang.

Dalam rilis UNEP, Sekretaris eksekutif CMS, Elizabeth Maruma Mrema berharap mampu menggandakan tujuannya bukan hanya melindungi populasi burung. “Aksi tindakan terpadu yang baru di Eropa dan Afrika utuk melindungi spesies langka selama tahun keanekaragaman hayati ini juga harus melindungi lahan basah, dimana banyak spesies bergantung,” ujarnya

Pada pertemuan tersebut, mitra Birdlife international di Polandia, Polish Society for the Protection of Birds (OTOP), membagi informasi teknologi baru dengan komunitas ilmiah untuk mengembalikan habitat alami. Proyek konservasi senilai 5 Juta euro usaha konservasi ini dimulai dalam 9 proyek lokasi di Polandia dan Jerman, seluas 42000 Ha. Usaha konservasi ini adalah usaha bersama dalam program European Union’s LIFE Nature. (unep)

]]>
https://www.greeners.co/news/burung-aquatic-walbler-dijamin-tujuh-negara/feed/ 0
Yukie “Pas Band”: Car Free Day Bandung Harus Steril. https://www.greeners.co/news/car-free-day-bandung-yukie-pas-band-saran-untuk-antisipasi-pedagang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=car-free-day-bandung-yukie-pas-band-saran-untuk-antisipasi-pedagang https://www.greeners.co/news/car-free-day-bandung-yukie-pas-band-saran-untuk-antisipasi-pedagang/#respond Sun, 16 May 2010 19:37:07 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1514 (Greeners/Bandung) Pemerintah dan aparat terkait harus membuat aturan main yang jelas untuk mengantisipasi membludaknya pedagang yang mencari peruntungan di arena Car Free Day.

Hal itu diutarakan oleh vokalis Pas Band, Yukie, kepada Greeners beberapa saat setelah Car Free Day di Jalan Ir H. Djuanda (Dago), Bandung berakhir (16/5). Menurut Yukie, kalau tidak dibuat aturan main yang jelas dan tegas area Car Free Day di Dago bisa bernasib sama dengan lapangan Gasibu di depan Gedung Sate, Bandung.

“Dulu orang senang jalan kaki ke Gasibu, olahraga. Sekarang malas mesti jalan di Gasibu, karena mesti tabrak-tabrakan dengan tukang dagang. Bersenggol-senggolan dengan orang yang melihat barang, menyenggol barang dagangan orang. Jadi enggak enakkan, nah jangan sampai ini (Car Free Day) terjadi seperti itu,” keluh Yukie.

Lapangan Gasibu setiap akhir pekan berubah menjadi pasar kaget. Pasar kaget itu tidak hanya berada di lapangan Gasibu, melainkan juga meluber ke daerah sekitarnya diantaranya ruas jalan Japati hingga area Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, jalan Cimandiri, jalan Cilaki (taman lansia), jalan Surapati, dan jalan Diponegoro.

Lebih lanjut, Yukie menyarankan, “Bisa manfaatkan ruas-ruas jalan kecil di pinggirnya, itukan jadi area mati bagi kendaraan motor, karena enggak bisa masuk ke Dago (selama Car Free Day).”

Beberapa jalan yang dimaksud oleh Yukie diantaranya adalah, jalan Hasanudin, jalan Ganeca, jalan Teuku Umar, atau jalan Dayang Sumbi. “Atau di halaman toko-toko yang besar,” tambah Yukie.

“Intinya,” tegas Yukie, “Sepanjang jalan Dago harus steril, kecuali oleh orang-orang yang menikmati car free day sambil bersepeda atau jalan kaki.”

Yukie sendiri mengaku antusias atas penyelenggaraan Car Free Day ini. Seperti siang itu, biasanya Yukie datang ke Car Free Day di Dago bersama istri dan anaknya. “Idenya menarik. Bagus, Salut lah ya!” ujar Yukie menanggapi penyelenggaraan Car Free Day.

“Tiga kali saya sudah datang ke Car Free Day (dago),” ujar Yukie, “Anak saya main sepeda, saya main skate. Kita sering bolak-balik secapeknya dari atas sampai bawah (Simpang Dago-Taman Cikapayang). Sama Istri juga.”

Car Free Day bagi Yukie menjadi salah satu arena reuni bersama kawan lama. “Nongkrong, ngobrol, dan sebagainya. Dahsyatlah, karena saya bisa bertemu teman-teman yang lama disini,” tandas Yukie.

Seperti warga Bandung lainnya, Yukie pun berharap Car Free Day terus diadakan setiap minggu dan bukan hanya di Dago. (dk)

 

]]>
https://www.greeners.co/news/car-free-day-bandung-yukie-pas-band-saran-untuk-antisipasi-pedagang/feed/ 0
Pemanasan Suhu Global Ancam Kepunahan Kadal https://www.greeners.co/news/pemanasan-suhu-global-ancam-kepunahan-kadal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemanasan-suhu-global-ancam-kepunahan-kadal https://www.greeners.co/news/pemanasan-suhu-global-ancam-kepunahan-kadal/#respond Fri, 14 May 2010 16:02:39 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1471

(ScienceDaily) – Pemanasan suhu global dapat menyebabkan kepunahan kadal. Peningkatan suhu, yang terjadi akibat tingginya tingkat emisi global ternyata berdampak pada kehidupan reptil jenis kadal. Jika peningkatan suhu terus berlanjut, diperkirakan 20 persen spesies kadal yang ada akan punah pada tahun 2080.

Peneliti dari Universitas California, Barry Sinervo, bersama kolega penelitiannya dari seluruh penjuru dunia menyimpulkan hal ini setelah melakukan perbandingan studi di lapangan atas populasi kadal di Meksiko dengan data lain di seluruh dunia.

Sinervo, yang memimpin penelitian ini, melakukan survey atas populasi jenis kadal selama satu dekade di Meksiko. Selama waktu tersebut Sinervo menyimpulkan kenaikan temperatur suhu global memengaruhi kelangsungan 12 persen populasi kadal langka.

Sinervo mulai memfokuskan perhatiannya pada kepunahan kadal setelah dia melihat sebuah kecenderungan yang tampak selama melakukan pekerjaan lapangan di Perancis. Dia mengidentifikasi pola mengkhawatirkan dari grafik kepunahan kadal dengan peneliti Prancis, Jean Clobert dan Benoit Heulin.

Berdasarkan temuan itu mereka menghubungi rekan-rekannya di seluruh dunia – Jack Miles Situs dan Donald di Amerika Serikat, Fausto Méndez-de-la-Cruz di Meksiko, dan Carlos Frederico Duarte Rocha di Brazil. Kolaborasi global pun terjadi.

“Seberapa cepat kadal-kadal di bumi beradaptasi dengan peningkatan suhu global? adalah sebuah pertanyaan yang penting,” kata Sinervo

Setelah mengompilasinya dengan data dari penjuru dunia, Sinervo dan koleganya mempelajari efek peningkatan suhu pada tubuh kadal, dan membuat sebuah model resiko kepunahan pada berbagai spesies kadal di seluruh dunia, yang sekarang sudah hampir punah. Model ini jadi informasi bagi peneliti mengenai bagaimana pola kepunahan ini akan berlanjut pada masa datang.

Tim peneliti kemudian mengumpulkan berbagai jenis kadal dari 200 wilayah berbeda di Mexico. Menurut tim peneliti, suhu di daerah tersebut telah berubah terlalu cepat bagi kadal disana. Tim peneliti menyimpan model tersebut tersebar di beberapa lokasi di Meksiko, yaitu lokasi yang populasi kadal telah punah, lokasi populasi kadal hampir punah, dan lokasi populasi kadal yang masih terus berkembang.

“Ada periode hari ketika kadal tidak dapat keluar, dan pada dasarnya harus mundur ke tempat-tempat dingin,” kata Sinervo. “Ketika mereka tidak keluar, kadal tidak dapat makanan Jadi kita bisa memperkirakan berapa banyak waktu yang membuat kadal itu terusir karena suhu. Sehingga, kami mampu membuat parameter untuk model global kami.”

Model yang dibuat oleh peneliti-peneliti dunia ini menggambarkan bila kecenderungan peningkatan temperatur global akibat emisi karbondioksida terus bertambah, sekitar 6 persen spesies kadal akan punah pada tahun 2050. Jumlah 20 persen spesies kadal pun diperkirakan akan hilang dari planet bumi pada 2080.

Sinervo mengatakan, “Kita melihat spesies yang hidup di dataran rendah mulai berpindah ke dataran tinggi. Perpindahan ini secara perlahan mengakibatkan species dataran tinggi terancam kehidupannya apabila mereka (spesies dataran tinggi) tidak bisa berevolusi dengan baik.”

Walaupun begitu, prediksi tahun 2080, menurut Sinervo bisa saja berubah jika manusia berhasil menghambat pemanasan global.

“Jika pemerintah dunia dapat menerapkan perubahan terpadu untuk membatasi emisi karbondioksida kita, maka kita dapat menekuk kurva skenario tingkat kepunahan,” simpul Sinervo. Jumlah spesies kadal di seluruh dunia saat ini sekitar 1200 jenis.

]]>
https://www.greeners.co/news/pemanasan-suhu-global-ancam-kepunahan-kadal/feed/ 0
Bike To Work Demo Ke Gedung DPR https://www.greeners.co/news/bike-to-work-demo-ke-gedung-dpr/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bike-to-work-demo-ke-gedung-dpr https://www.greeners.co/news/bike-to-work-demo-ke-gedung-dpr/#respond Thu, 06 May 2010 03:30:02 +0000 http://www.greenersmagz.com/uncategorized/bike-to-work-demo-ke-gedung-dpr/

(Greeners/Jakarta) Suasana berbeda terasa di pelataran parkir gedung Menegpora pagi ini (6/5). Sekelompok pesepeda dari komunitas Bike To Work (B2W) berkumpul sejak pukul 06.30 WIB dengan mengenakan kaos hitam bertulisan Green Politics Does Matter. Tepat pukul 07.00 WIB Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malangrangeng, tiba bersama Ketua Komunitas Bike to Work Indonesia, Toto Sugito, menggunakan sepeda lipat khas B2W.

Tanpa banyak basa basi segera Andi  memberikan aba-aba “Ayo kita berangkat!” teriaknya, sekitar kurang lebih 200 pesepeda pun memulai konvoi ke arah Gedung Merdeka yang dikawal aparat kepolisian dari DKI Jakarta.

“Hari ini merupakan hari yang sangat indah,” ujar Menegpora mengawali sambutan di wilayah gedung DPR.

“Hari ini kita datang ke gedung DPR dengan bersepeda yang merupakan salah satu upaya bersama dalam menekan dampak perubahan iklim, bersepeda itu sangat baik bagi kesehatan semua, lingkungan dan diri sendiri secara otomatis akan mendapatkan dampak positif dari bersepeda terlepas apapun sepeda yang digunakan,” jelasnya.

Toto Sugito Ketua B2W Indonesia pun dalam sambutannya menjelaskan bahwa hari ini adalah sebuah “demo bersahaja” komunitas Bike to Work dalam memberikan motivasi bagi para politisi. Ia mengharapkan politisi mulai bersepeda sebagai upaya memberikan contoh gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia.

Kegiatan bersepeda ini dikemas santai dan merupakan inisasi dari sebuah majalah mengenai bisnis dan kepedulisan sosial. Harapan aksi hari ini, menurut Toto, diharapkan bisa menyentuh kepedulian para politisi untuk bisa memberikan sebuah aksi nyata yang positif dikemudian hari. Maju terus gerakan bersepeda di Indonesia!. (eps)

]]>
https://www.greeners.co/news/bike-to-work-demo-ke-gedung-dpr/feed/ 0
Negara-Negara Berkembang Berlomba Jajaki Energi Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/news/negara-negara-berkembang-berlomba-jajaki-energi-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=negara-negara-berkembang-berlomba-jajaki-energi-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/news/negara-negara-berkembang-berlomba-jajaki-energi-ramah-lingkungan/#respond Tue, 04 May 2010 07:54:35 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1462

(Greeners/Bandung) Negara-negara berkembang di dunia mulai mengalihkan pasokan sumber energinya ke pembangkit listrik yang terbarukan. Hal ini senada dengan semangat yang diungkapkan dalam KTT lingkungan akhir tahun lalu di Kopenghagen, Denmark.

Dari 151 negara yang berpartisipasi dalam KTT ke-15, 25 negara berkembang setuju bergabung dalam kesepakatan aksi mitigasi nasional untuk mengurangi emisi dunia atau Nationally Appropriate Mitigation Actions (NAMAs). NAMAs merupakan sebuah kesadaran negara untuk mengurangi produksi emisi gas rumah kaca ke atmosfir bumi.

Energi terbarukan adalah energi yang didaulat sebagai energi bersih atau ramah lingkungan. Berdasarkan penjelasan dari situs renewableenergy.com, energi terbarukan dapat menjadi energi bersih karena sifatnya yang senantiasa tersedia dan melimpah serta tidak mengeluarkan emisi yang besar. Contoh energi terbarukan adalah sinar surya, listrik tenaga angin, listrik tenaga air, dan panas bumi.

Akhir 2009, negara-negara di Afrika membangun Aliansi Energi Terbarukan Afrika. Aliansi ini mendeklarasikan kerjasamanya dengan pernyataan, “Now is the time to set the course towards a massive uptake of renewable energy for all people in urban and rural Africa.”

Situs www.renewableenergyworld.com, menyebutkan Ethiopia salah satu negara di Afrika,  sedang merencanaKAN 760 MW pembangkit listrik yang digerakkan oleh angin pada 2013 dan 450 MW energi dari panas bumi pada 2018. Maroko pun diberitakan tengah mengembangkan 2 GW pembangkit energi listrik matahari hingga 2020). Maroko pun menargetkan terpasangnya pemanas air tenaga surya sebanyak 440.000 m2, pada 2012 hingga 1,7 juta m2 pada 2020.

Negara Afrika lainnya, Ghana pun dikabarkan sedang meningkatkan potensi 10-20 % energi terbarukan hingga tahun 2020.

Di benua Amerika, Meksiko berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 30% pada 2020. Pemerintah Meksiko pun berencana meningkatkan 7000 MW energi terbarukan dengan kapasitas menghasilkan listrik hingga 16000 GWh/tahun. Brazil pun berencana untuk meningkatkan penggunakan bahan bakar organik (biofuel) dan berencana mernurunkan 46-60 juta ton CO2 pada 2020.

Benua Eropa pun tak mau ketinggalan. Negara-negara berkembang di Eropa Timur pun turut mengembangkan energi terbarukan.

Di benua Asia, Yordania mengeluarkan Hukum Energi Terbarukan pada Januari 2010 lalu. Hukum tersebut dapat mendorong strategi pemerintah Yordania, dimana 7 persen energi diperoleh dari energi terbarukan pada 2015 dan naik 10 persen pada 2020.

Target Energi Terbarukan Indonesia

Akhir April 2010, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Panas Bumi tingkat Dunia ke-5 di Nusa Dua, Bali. Dalam pembukaan kongres tersebut Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menegaskan pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu energi terbarukan di Indonesia.

Sebelumnya Greeners memberitakan pemerintah telah menyusun kebijakan energi nasional yang mengupayakan peningkatan pemanfaatan panas bumi jadi 5 % pada tahun 2025 (9500 MW).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, R Sukhyar, dalam harian Bisnis Indonesia menulis apabila target 9500 MW itu tercapai maka akan dapat menggantikan pemakaian minyak bumi sedikitnya 4 miliar barel selama 30 tahun operasi pembangkit listrik tenaga panas bumi atau setara dengan cadangan terbukti minyak bumi Indonesia saat ini. (dk)

]]>
https://www.greeners.co/news/negara-negara-berkembang-berlomba-jajaki-energi-ramah-lingkungan/feed/ 0
Ekosistem Mangrove Dunia Terancam https://www.greeners.co/news/ekosistem-mangrove-dunia-terancam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ekosistem-mangrove-dunia-terancam https://www.greeners.co/news/ekosistem-mangrove-dunia-terancam/#respond Mon, 03 May 2010 13:49:45 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1457

Lebih dari enam spesies Mangrove (rhizophora apiculata) di dunia terancam punah akibat pembangunan pesisir dan faktor lainnya, seperti perubahan iklim, pembalakan, dan pertanian. Hal ini diutarakan dalam laporan penelitian pada jurnal ilmiah, PLoS ONE.

Penelitian ini dilakukan oleh Global Marine Species Assessment (GMSA), sebuah inisiatif kerjasama antara lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Conservation International.

Hasil penelitian tersebut jadi informasi dalam susunan daftar merah spesies terancam versi IUCN. Berdasarkan laporan itu sekitar 11 dari 70 jenis mangrove yang ada di dunia telah tercantum dalam daftar merah spesies terancam.

Mangrove atau bakau adalah bagian vital dari ekosistem pesisir. Hutan bakau melindungi pesisir dari kerusakan akibat gelombang ombak arus laut. Selain itu, hutan bakau juga jadi rumah bagi ikan dan spesies lainnya di pesisir, juga sebagai sumber nutrisi dan membantu sedimen untuk habitat laut perairan pantai lainnya, seperti padang lamun dan terumbu karang.

Hutan bakau pun memiliki kemampuan menakjubkan dalam menyerap karbon dari atsmosfir.

“Potensi hilangnya spesies ini adalah gejala kerusakan luas dan eksploitasi hutan mangrove,” kata Beth Polidoro, peneliti GMSA dari Old Dominion University, AS dalam rilis IUCN.

“Mangrove salah satu bentuk habitat tropis yang paling penting yang mendukung banyak spesies, dan kerugian mereka dapat berpengaruh luas pada keanekaragaman hayati laut dan darat,” tambahnya.

Hutan mangrove tumbuh di pesisir pantai daerah tropis dan subtropis, dan berfungsi sebagai pembatas antara ekosistem darat dan ekosistem laut. IUCN menghitung setidaknya hutan mangrove mampu menyediakan jasa ekosistem senilai US $ 1,6 miliar tiap tahun.

Perlindungan mendesak diperlukan untuk dua jenis mangrove yang terdaftar sebagai spesies sangat terancam punah, yaitu Sonneratia dan Bruguiera hainesii griffithii. Hal ini berdasarkan perhitungan kemungkinan kepunahan IUCN Red List.

Sonneratia griffithii ditemukan di India dan Asia Tenggara. Di wilayah ini diperkirakan 80 persen dari seluruh kawasan mangrove telah hilang selama 60 tahun terakhir. Bruguiera hainesii adalah spesies langka yang hanya tumbuh di beberapa lokasi tertentu di Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Singapura dan Papua Nugini.

Wakil Presiden Senior Program Kelautan di Conservation International, Greg Stone mengutarakan hilangnya hutan bakau akan memiliki konsekuensi merusak lingkungan juga ekonomi. “Ekosistem ini (mangrove) tidak hanya jadi komponen vital dalam upaya memerangi perubahan iklim, tetapi mereka juga melindungi beberapa orang di dunia yang paling rentan dari cuaca ekstrim dan menyediakan mereka sumber makanan serta penghasilan,” tandas Greg. (IUCN)

]]>
https://www.greeners.co/news/ekosistem-mangrove-dunia-terancam/feed/ 0
Waspadai Sumber Polusi di Rumah Anda https://www.greeners.co/news/waspadai-sumber-polusi-di-rumah-anda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspadai-sumber-polusi-di-rumah-anda https://www.greeners.co/news/waspadai-sumber-polusi-di-rumah-anda/#respond Tue, 27 Apr 2010 15:40:04 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=1450

(Bandung/Greeners). Rumah anda ternyata bisa menjadi sumber polusi. Pesatnya teknologi produksi pada akhirnya membuat orang cenderung lebih besar terancam polutan di dalam rumah.  Salah satunya akibat peralatan sehari-hari, atau bahan bangunan dari rumah anda tinggal.

Polusi dalam ruangan pun bisa diakibatkan oleh kegiatan dan kebiasaan orang-orang ketika berada di dalam rumah. Kebiasaan merokok, proses masak memasak dengan peralatan yang tidak terawat, memanaskan kendaraan di dalam rumah, hingga kandungan yang terdapat dalam bahan-bahan peralatan rumah tangga dan bahan bangunan rumah anda.

Environment Protection Agency, memaparkan beberapa unsur polutan yang umum dalam ruang yang dapat berdampak buruk bagi manusia diantaranya, formaldehyde, polutan biologis, lead (timah hitam/logam) dan asap rokok.

Bahan-bahan bangunan dan peralatan tersebut bisa menjadi media timbulnya pollutan (sumber yang menghasilkan polusi). Walaupun kadang dirasakan secara tidak langsung, tetapi jika terus dibiarkan akibatnya akan sangat berbahaya.  Berikut adalah beberapa jenis pelengkap rumah dapat menghasilkan polutan disekitar anda.

Campuran lead sering ditemukan sebagai bahan pembuat cat. Pelarutnya juga banyak menimbulkan masalah kesehatan. Timah hitam ini dapat masuk ke dalam tubuh lewat dua cara yaitu lewat debu yang terhirup atau termakan oleh seeorang. Dampaknya bisa berupa gangguan pada syaraf saat pengecatan tidak sempurna dan penurunan tingkat intelegensia dan pertumbuhan terhambat.

Formalldehyde adalah senyawa kimia yang biasa terdapat dalam bahan material dan produk rumah tangga seperti produk kayu olahan pada mebel atau perkakas rumah tangga.  Formalldehyde akan merasakan matanda  tenggorkan seperti terbakar, sulit bernapas, bahkan asma.

Mebel atau furniture yang baru saja dibeli. Pelarut organik untuk pelitur yang belum menguap seluruhnya dapat mencemari ruangan. Kadarnya memang tidak setinggi pada bahan lem sehingga tidak menimbulkan mabuk, tapi seringkali menyebabkan sakit kepala.

Polutan biologis adalah sumber polutan dari makhluk hidup (jamur atau bulu binatang) atau partikel-partikel debu yang membawa bakteri yang mengapung di udara dan menempel di bebrapa tempat dalam ruangan. Sofa, kasur, atau bantal yang jarang dijemur atau dibersihkan pun berpotensi mengganggu kesehatan manusia, karena partikel-partikel debu yang menempel akan terhirup ketika anda berbaring.

Jika ingin mencegah tingginya tingkat resiko terkena polutan di dalam ruangan, hentikanlah kebiasaan buruk yang menghasilkan polutan dalam ruangan. Selain itu pemilihan dan perawatan bahan bangunan, peralatan, dan perlengkapan dalam ruang pun menjadi penting untuk diperhatikan. Pencahayaan alami dari sinar matahari ke dalam ruang pun bisa membantu mengurangi sumber polutan dari polutan biologis. Menghijaukan ruangan anda dengan tanaman di siang hari dapat memberi kesegaran. (greeners)

]]>
https://www.greeners.co/news/waspadai-sumber-polusi-di-rumah-anda/feed/ 0
Indonesia Tuan Rumah Kongres Panas Bumi Dunia https://www.greeners.co/news/indonesia-tuan-rumah-kongres-panas-bumi-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-tuan-rumah-kongres-panas-bumi-dunia https://www.greeners.co/news/indonesia-tuan-rumah-kongres-panas-bumi-dunia/#respond Tue, 27 Apr 2010 09:09:21 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=864 (Greeners/Bali). Indonesia jadi tuan rumah pertemuan panas bumi tingkat dunia bulan ini. World Geothermal Congress (WGC) ini adalah kegiatan 5 tahunan, dan pada kegiatan tahun ini yang diselenggarakan di Bali adalah helatan ke-4 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1995 di Italia. Pertemuan ini akan diselenggarakan 25-30 April 2010.

Ada 2500 delegasi dari 80 negara yang mengikuti baik sebagai peserta maupun pemateri kajian panas bumi dalam kongres ini, termasuk dari Indonesia. Salah satu pembicara utama dalam kongres ini adalah presiden Islandia. Islandia dikenal sebagai negara yang pandai memanfaatkan panas bumi sebagai energi. 95 persen energi nasionalnya dihasilkan dari pemanfaatan panas bumi.

Tema kongres WGC ke-4 yang digelar di Bali ini adalah Geothermal: The Energy To Change The World. Tema ini dipilih terkait atas pengakuan energi panas bumi sebagai energi bersih.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, namun potensi sebesar 40 persen panas bumi dunia yang ada di Indonesia itu belum bisa dimanfaatkan secara luas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Dr Edwin Zahedy Saleh, mengatakan dukungan pada pertemuan ini adalah salah satu wujud nyata pemerintah Indonesia atas komitmen dalam rangka percepatan pemanfaatan energi panas bumi dunia.

“Pemerintah telah menyusun roadmap pemanfaatan panas bumi dalam kebijakan energi nasional dengan berupaya meningkatkan pemanfaatan panas bumi jadi 5 % pada tahun 2025, setara kapasitas PLTP 9500 MW. Untuk ini pemerintah telah mencanangkan untuk meningkatkan kapasitas panas bumi dalam program percepatan kelistrikan 10000 mw tahap kedua dengan kontribusi panas bumi sebesar 4700 mw,” paparnya sebagaimana dikutip dari rilis kegiatan.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Surya Darma, mengatakan WGC IV 2010 di Bali ini harus bisa menjadi ajang promosi dan investasi bagi pengembangan potensi panas bumi di indonesia.
Tujuan akhir dari perhelatan ini adalah Bali Declaration yang akan mendorong pengembangan panas bumi pada masa yang akan datang sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan. (dk)

]]>
https://www.greeners.co/news/indonesia-tuan-rumah-kongres-panas-bumi-dunia/feed/ 0
Algore dan Gorbachev Rebutan Hak Domain Hijau https://www.greeners.co/news/algore-dan-gorbachev-rebutan-hak-domain-hijau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=algore-dan-gorbachev-rebutan-hak-domain-hijau https://www.greeners.co/news/algore-dan-gorbachev-rebutan-hak-domain-hijau/#respond Tue, 27 Apr 2010 09:06:56 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=860 (Greeners, 26/4) Mantan wakil presiden Amerika Serikat, Al Gore bersitegang dengan mantan presiden Rusia, Mikael Gorbachev, memerebutkan hak sebuah domain baru internet yang mendukung usaha hijau.

.eco (baca: dot eko) adalah sebuah nama domain baru, seperti halnya .co.uk atau .com, yang rencananya mulai beredar tahun depan setelah adanya perluasan jaringan layanan internet oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (Icann), sebuah lembaga nirlaba yang mengawasi struktur layanan internet dunia sejak 1998.

.eco ini akan menjadi sebuah rumah web bagi perusahaan, institusi, ataupun perseorangan yang ingin menyiarkan info hijau mereka.

Terkait upaya memperebutkan hak milik .eco, kedua tokoh dunia tersebut melakukan kampanye lewat badan masing-masing. Al Gore menyampaikan proposalnya dengan dukungan aliansi, Dot Eco LLC, sedangkan Gorbachev secara tidak langsung terkait dengan Big Room Dot Eco, sebuah aliansi Kanada, yang didukung langsung oleh Green Cross International, sebuah gerakan berbasis di Swiss yang melaksanakan kegiatan dukungan amal dan etika.

Pertarungan dua nama tokoh besar itu mungkin akan membingunkan orang-orang atas siapa yang sebetulnya peduli dengan lingkungan. Orang akan melihat pada dasarnya pertarungan untuk meraih kontrol atas .eco terlihat dimotivasi oleh uang.

Harga potensial dari domain yang diperebutkan itu setara dengan $ 100.000 (£ 60,700) atau sekitar satu miliar rupiah. Hal inilah yang telah memicu perselisihan kepemilikan hak antara dua mantan negarawan adidaya tersebut.
Pemenang dari pertarungan ini tentu akan mengontrol hak atas .eco dan mendapatkan keuntungan dari harga yang akan dibayarkan.

Saat ini ada 21 domain populer dari mulai .org sampai .net. Domain yang paling populer adalah .com, dan setiap negara memiliki kode domainnya masing-masing seperti Indonesia (.id), Amerika Serikat (.us) atau Perancis (.fr).

Sebagaimana dikutip dari timesonline, pengelola Big Room memberikan pandangan untuk membagi seperempat keuntungan yang dimiliki dari penjualan .eco akan disumbangkan untuk gerakan-gerakan lingkungan dan sosial.

Big Room juga berjanji untuk memastikan bahwa kompensasi nama domain hanya diberikan kepada kelompok-kelompok yang memberikan bukti kredensial hijau mereka, sehingga .eco menjadi sebuah ikon cyber lingkungan..

“.eco akan membuka sebuah seragam domain baru yang akan membuatnya lebih mudah bagi bisnis ecofriendly, organisasi, dan orang-orang untuk menemukan satu sama lain dan merek sendiri secara online,” papar Trever Borden, salah satu pendiri Big Room.

Bulan lalu aliansi Al Gore untuk perlindungan iklim merilis sebuah kajian ilmiah berisi laporan hijau [S1] untuk kepemilikan domain. Kelompok itu berpendapat, “Memiliki komitmen untuk operasi. eco sebagai bisnis, ketat yang berfokus pada pelanggan, baik dijalankan untuk menggunakan pendapatan kita untuk membantu lingkungan.

Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Big Room, Dot Eco pun memaparkan akan menyumbangkan setengah keuntungannya untuk gerakan lingkungan. (dk/timesonline/treehugger)

]]>
https://www.greeners.co/news/algore-dan-gorbachev-rebutan-hak-domain-hijau/feed/ 0