calendar
Kamis, 16 Agustus 2018
Pencarian
ikan lepu
Ikan lapu-lapu atau ikan lepu ayam (Pterois volitans). Foto: wikimedia

Ikan Lepu, Si Cantik yang Mematikan

Fauna

Meskipun memiliki warna yang cantik dan bentuk yang unik, ikan hias laut ini ternyata mempunyai bisa yang dapat menyebabkan kematian. Penyelam pun berusaha untuk menghindar karena takut tersentuh duri pada siripnya.

Ikan ini akrab disebut ikan lapu-lapu atau ikan lepu ayam (Pterois volitans). Ia berasal dari perairan tropis Samudera Hindia dan Pasifik. Ikan lepu dikenal dengan beberapa penamaan antara lain Turkey Fish, Dragon Fish, Scorpion Fish, Lionfish, Lionfish Scorpion, Ornate Butterfly-cod, Firefish, Red Lionfish, Volitan Lion, dan Zebrafish. Usia ikan ini bisa mencapai 15-16 tahun.

Berdasarkan sumber kajian ilmiah, ikan lepu hidup di daerah terumbu karang dengan kedalaman laut 20 – 50 meter. Ikan ini merupakan predator yang memakan Crustacea, Cephalopoda, dan ikan-ikan kecil yang hidup di karang menggunakan strategi menyamar kemudian menyergap mangsa yang mendekat. Mulut ikan lepu biasa untuk menghisap calon makanannya dengan kecepatan gerakan yang hampir tidak terlihat, yaitu 15 ms (milisekon).

Secara morfologinya, ikan lepu memiliki fisik yang unik. Satwa laut ini memiliki kepala berduri yang besar, duri berbisa yang berada pada punggung dan siripnya, dan kantung bisa. Bentuk siripnya berduri membentuk seperti kipas. Panjang tubuhnya sekitar 10 – 40 cm. Selain itu, ikan lepu memiliki warna yang identik yaitu bergaris merah, marun, coklat, oranye, hitam dan putih.

Ikan lepu mengeluarkan suara yang berasal dari gosokan dan gerakan rangka tubuh untuk menarik perhatian pasangannya. Menurut Stein (2006), ikan membuat suara untuk beberapa alasan yang berbeda, antara lain untuk tetap berhubungan dengan kawanan, memperingatkan bahaya, berkomunikasi dengan pasangan, menarik perhatian pasangan, menakut-nakuti penyusup agar menjauh dari telur, dan bahkan mungkin untuk echo location bagi beberapa spesies laut dalam. Verrapan, et al. (2009) mengatakan lebih dari 800 spesies ikan diketahui mengeluarkan suara. Pada umumnya, suara yang dihasilkan diproduksi pada saat makan atau berenang.

ikan lepu

Ikan lapu-lapu atau ikan lepu ayam (Pterois volitans). Foto: wikimedia

Ikan Lepu cenderung tidak agresif, namun mereka memiliki tingkah laku pertahanan. Apabila mereka merasa terancam, mereka akan segera menegakkan sirip dorsalnya atau hanya bersembunyi dan diam.

Bisa yang ada pada ikan lepu merupakan racun heat-labile yang berarti racun ini akan rusak atau mengalami denaturasi bila terkena panas. Bila bisa sudah masuk ke dalam tubuh manusia, gejala yang timbul adalah hipertensi, takikardia (kenaikan denyut jantung), dan mati rasa. Dalam waktu tiga jam setelah terkena bisa, dapat menyebabkan kelumpuhan dan dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

Segera lakukan pertolongan pertama dengan merendam atau membilas bagian yang terkena dengan air hangat (sekitar 40 – 60 derajat Celcius) selama lebih kurang 30 menit. Bila masih terasa sakit segera hubungi dokter terdekat untuk dilakukan penanganan. Patil ikan yang mungkin masih tertinggal harus dicari dan dikeluarkan. Dianjurkan juga untuk diberikan suntikan tetanus (luka sepele juga bisa mengakibatkan tetanus). Bila luka meluas, bisa diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi kulit.

Ikan lepu merupakan ikan yang beraktivitas pada malam hari (nokturnal). Di siang hari, mereka lebih banyak bersembunyi di tempat terlindung, misalnya di lubang terumbu karang. Saat ini pemangsa ikan lepu mulai berkurang karena banyak faktor, salah satunya akibat eksploitasi manusia.

ikan lepu

Penulis: Sarah R. Megumi

Top