Kucing Bakau, Perenang Tangguh yang Hidup di Hutan Mangrove

Reading time: 2 menit
Kucing Bakau
Kucing bakau atau Prionailurus viverrius adalah kucing liar yang tinggal di hutan mangrove, sepanjang sungai, dan rawa-rawa bakau. Foto: shutterstock

Kucing kerap dianggap sebagai hewan yang takut dengan air. Namun, siapa sangka ternyata terdapat jenis kucing yang gemar bermain di air bahkan menjadi perenang unggul. Kucing yang dimaksud adalah jenis kucing liar bakau.

Kucing bakau atau Prionailurus viverrius adalah kucing liar yang tinggal di hutan mangrove, sepanjang sungai, dan rawa-rawa bakau. Hewan yang juga disebut Fishing cat ini hidup soliter dan termasuk aktif di malam hari (nokturnal). Mereka bisa berenang dalam jarak jauh bahkan di bawah air. Karena habitatnya, kucing bakau beradaptasi menjadi perenang dan penangkap ikan (Mukherjee dan Sanderson, dkk., 2010).

Baca juga: Kuau Raja, Burung Raksasa Berbulu Indah

Persebarannya meliputi wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti India Selatan, Sri Lanka, dan Thailand. Sementara di Indonesia, spesies ini ditemukan di Pulau Sumatera dan Jawa. Secara garis besar, kucing liar yang terdapat di Indonesia adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), kucing merah (Felis badia), macan dahan (Neofelis diardi), kucing emas (Catopuma temminckii), kucing hidung pesek (Prionailurus planiceps), kucing bakau (Prionailurus viverrinus), kucing batu (Pardofelis marmorata), macan tutul atau kumbang (Panthera pardus), dan kucing congkok (Prionailurus bengalensis).

Dalam penelitian Elen Fitria (2018) dari Universitas Lampung, secara morfologi, kucing bakau memiliki tubuh berwarna abu-abu dengan bintik hitam di panggul sepanjang kurang dari 25 mm. Ukuran tubuhnya 57 hingga 78 cm dan panjang ekor 20-30 cm serta berat mencapai 5-16 kg.

Kucing Bakau

Prionailurus viverrius dapat berenang dalam jarak jauh bahkan di bawah air. Foto: shutterstock

Mereka memiliki corak yang unik seperti kerabat kucing liarnya karena terdapat pola totol yang membentuk garis membujur di sepanjang tubuh. Kucing bakau mempunyai bulu berwarna abu-abu hijau zaitun. Pada bagian bawahnya berwarna putih dan bagian belakang telinganya bercorak hitam dengan bintik putih. Di sekitar lehernya terdapat sepasang garis-garis gelap dan sejumlah cincin hitam di ekor.

Kucing liar merupakan predator besar atau predator puncak yang dapat menjadi spesies kunci. Mereka dapat memengaruhi keberadaan populasi hewan lain di habitat alaminya (Povey and Spaulding, 2006). Spesies ini juga dapat menjaga keanekaragaman hayati dan kestabilan ekosistem.

Baca juga: Kambing Hutan, Satwa Liar Dataran Tinggi yang Dilindungi

Pada 2008, International Union for Conservation Nature (IUCN) mengklasifikasikan spesies ini sebagai hewan terancam punah karena hanya ada di daerah yang dekat dengan lahan basah. Wilayah tersebut kini semakin rusak dan banyak di antaranya yang beralih fungsi.

Faktor lain yang mengancam populasinya adalah aktivitas perburuan. Sebagai satwa liar harimau, misalnya, banyak dijadikan sebagai target utama untuk diambil kulit, rambut, dan bagian tubuh lain seperti tulang, gigi, dan cakar. Selain itu, mereka juga seringkali dijadikan sebagai hewan peliharaan. Perusakan dan hilangnya habitat alami menjadi penyebab turnnya populasi kucing liar secara drastis.

Taksonomi Kucing Bakau

Penulis: Sarah R. Megumi

Top