Lamun, Tumbuhan Berbunga dari Laut

Reading time: 2 menit
tanaman lamun
Salah satu jenis tanaman lamun, Enhalus acoroides. Foto: Christian Gloor/flickr.com

Istilah lamun yang padanan katanya “seagrass” dalam bahasa Inggris, pertama kali diperkenalkan oleh Hutomo kepada masyarakat ilmiah melalui disertasinya di IPB, Bogor. Uniknya, istilah lamun memiliki nama khas tersendiri di setiap daerah. Contohnya masyarakat lokal Kepulaun Seribu menyebut flora ini dengan istilah ‘samo-samo’, adapun istilah ‘lalamong’ di Maluku Tengah dan ‘setu’ di Pulau Bintan.

Umumnya masyarakat sering terkecoh antara tanaman lamun dan rumput laut. Perlu diketahui bahwa lamun dan rumput laut merupakan dua jenis flora yang berbeda. Rumput laut (seaweed) adalah sejenis ganggang atau alga yang berukuran besar dan memiliki berbagai macam bentuk yang beranekaragam. Sedangkan lamun adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup terbenam di laut.

Lamun sendiri merupakan tempat hidup rumput laut, kerang-kerangan (moluska), bulu babi, beragam jenis teripang (ekinodermata), berbagai jenis ikan dan banyak biota lain. Hal ini menjadikan lamun tempat perlindungan dan tempat menempel (shelter) berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan.

tanaman lamun

Gambar kiri: Lamun (Enhalus acoroides). Foto: Yksmdvooo/flickr.com. Gambar kanan: Rumput laut Eucheuma cottoni. Foto: wikimedia.org

Menurut Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, padang lamun berfungsi sebagai tempat pemijahan (spawing ground) dan sekaligus menjadi tempat asuhan (nursery ground) serta tempat mencari makan (feeding ground) bagi biota-biota tersebut di atas, termasuk pula biota-biota yang dilindungi seperti dugong dan penyu hijau.

Sama seperti tumbuhan darat, lamun memiliki akar, batang, daun, bunga dan biji. Batangnya tumbuh mendatar dan terbenam di dasar laut yang disebut rimpang. Lamun memiliki adaptasi yang lebar untuk bisa hidup sepenuhnya terbenam di air laut, dibandingkan tumbuhan darat lainnya.

Secara ekonomis, tumbuhan lamun dianggap mempunyai nilai ekonomis yang tidak terlalu penting pada mulanya, namun belakangan telah ditemukan beberapa bahan aktif yang berasal dari daun lamun. Beberapa manfaat dari ekosistem lamun diantaranya yaitu tempat kegiatan budidaya laut berbagai jenis ikan, kerang-kerangan, dan tiram; tempat rekreasi atau pariwisata; sumber pupuk hijau; sumber bahan aktif obat-obatan dan kosmetik; dan sumber bahan pangan.

Walaupun ekosistem lamun telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat penting dan berharga bagi masyarakat pesisir, namun berbagai tekanan dan ancaman yang menurunkan kualitas wilayah pesisir berikut sumber daya hayati pesisir (SDHP) terjadi di hampir seluruh pesisir Indonesia. Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah penduduk, dimana lebih kurang 65% penduduk Indonesia hidup dalam kisaran 50 km dari garis pantai serta memanfaatkan wilayah pesisir sebagai satu-satunya lahan yang tersedia untuk membangun perkotaan, pertanian, industri, serta kegiatan ekonomi lainnya.

Melihat permasalahan yang terjadi maka diperlukan perubahan pola pikir (mind set) masyarakat dalam menumbuh kembangkan kesadaran lingkungan dan konservasi SDHP, karena keberlanjutan SDHP berhubungan erat dengan keseimbangan ekosistem.

tanaman lamun

Penulis: Sarah R. Megumi

Top