Susu Kentang, Alternatif Pengganti Susu Sapi

Reading time: 4 menit

Susu Kentang - Alternatif Pengganti Susu SapiDiet gluten dan kasein ini populer dikenal dengan istilah GF-CF (Gluten Free-Casein Free). Pelaksanaan diet ini hendaknya dilakukan secara bertahap. Dapat dilakukan dengan mulai mengenalkan variasi masakan kudapan yang bebas gluten dan kasein, berlanjut pada menu makan siang, makan malam dan seterusnya. Menghindari kasein berarti menghindari segala asupan susu hewani baik dalam bentuk susu bubuk, susu kental, susu skim, dan susu cokelat. Selain itu, kita juga perlu teliti dalam melihat komposisi produk yang mengandung kasein seperti mentega, keju, cokelat, kopi instan, sosis, baking powder, laktose, yoghurt, hot dog, puding dan lain-lain. Dalam label produk, kandungan susu dapat tertulis sebagai berikut: Na caseinate, sodium caseinate, dry milk powder atau hydrolyzed protein. Maka kejelian dalam memilih produk makanan amat diperlukan.

Lalu bagaimana menjamin asupan gizi yang diperlukan tubuh tetap cukup? Selain menghindari kasein dan gluten, perlu pula pengetahuan bagaimana menyiasati kebutuhan gizi tubuh yang tidak dapat dikompromikan. Bagaimanapun diet gluten dan kasein bukanlah perkara mudah. Selain soal selera, ada juga persoalan kandungan gizi yang mau tak mau harus dipenuhi. Seorang anak dengan diet gluten dan kasein mungkin saja kekurangan asupan kalsium, serat, vitamin A, D, B kompleks dan kalori. Pada saat inilah konsumsi pengganti kasein-gluten diperlukan. Jus jeruk, susu kedelai, susu beras, susu almond, dan susu kentang dapat menjadi alternatif akan kebutuhan vitamin D dan kalsium yang biasa diperoleh dari susu.

“Kandungan kasein pada susu kentang rendah, pun begitu karbohidratnya tak kalah tinggi dibandingkan susu sapi.”

Susu kentang relatif lebih aman karena beberapa anak yang bermasalah dengan susu sapi dapat juga bereaksi terhadap susu kedelai; sementara susu beras mengandung gula yang tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Susu kentang dapat diperoleh di outlet-outlet yang menyediakan asupan bagi anak-anak autis. Susu kentang memang menjadi alternatif untuk anak-anak yang alergi terhadap susu sapi. Pada susu sapi, kandungan kaseinnya tinggi dan bagi anak-anak tertentu hal ini bisa menyebabkan ketidakfokusan. Seorang ibu bernama Hendrin Hariati Sawitri (49), bercerita mengenai pilihannya atas susu kentang bagi sang buah hati, “Saya pilih susu kentang karena aromanya hampir sama dengan susu sapi, kalau susu kedelai anak-anak biasanya kurang suka aromanya.” Kandungan kasein pada susu kentang rendah, pun begitu karbohidratnya tak kalah tinggi dibandingkan susu sapi.

Penyajiannya yang mudah seperti susu sapi biasa memudahkan konsumsi susu pada anak dengan kebutuhan khusus. Susu kentang diedarkan dalam bentuk bubuk juga disertai dengan serat dan berbagai macam vitamin. “Susu kentang dapat disajikan seperti susu sapi biasa, tidak memerlukan tambahan gula,” Hendrin melanjutkan. Baginya, terasa sekali beda konsumsi susu kentang bagi anaknya jika dibandingkan dengan susu sapi. Penderita autis perlu mendapat dukungan penuh dari keluarga. Selain disiplin makanan, konsultasi dengan dokter dan ahli gizi juga penting dalam pemilihan-pemilihan asupan. Hendrin juga mengisahkan bahwa anaknya yang kini duduk di kelas 6 SD sudah jauh lebih baik. (mi2t)

Top