Kenali Plastik di Sekitarmu

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Berbelanja merupakan salah satu kegiatan yang tidak luput dalam keseharian kita. Sebagian besar barang-barang yang kita beli itu umumnya terbungkus plastik. Banyak pula peralatan dan perlengkapan terbuat dari plastik, mulai dari kemasan minuman hingga furnitur. Apakah Sobat Greeners tahu jenis-jenis plastik tersebut dan bahayanya bagi kesehatan?

Berikut ini merupakan beberapa jenis plastik yang sering kita temui pada barang belanjaan kita.

1. Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE)
Tipe plastik jenis PETE ini umumnya ditemui pada botol minuman yang transparan atau tembus pandang seperti botol air kemasan, botol jus dan hampir semua botol minuman dengan gambar segitiga berisi angka 1. Tidak hanya terdapat pada botol minuman saja, jenis PETE bisa juga terdapat pada wadah makanan, karpet dan furnitur.

Jenis plastik PET atau PETE hanya dianjurkan sekali pakai. Jika digunakan untuk menyimpan air hangat dan panas akan menyebabkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik. Zat karsinogenik dapat menyebabkan kanker bila masuk ke dalam tubuh.

2. High Density Polyethylene (HDPE)
Sobat Greeners dapat menemukan jenis plastik HDPE atau plastik dengan gambar segitiga berisi angka 2 ini pada karton susu, kantong belanja dan wadah bahan-bahan kimia cair. Walau memiliki bahan yang lebih kuat dan tahan terhadap suhu tinggi, namun HDPE dianjurkan untuk sekali pemakaian.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)
Tidak hanya terdapat pada barang-barang tertentu seperti pipa, film insulasi, kantong darah dan tabung medis, plastik PVC juga dapat kita jumpai pada botol kecap, sambal dan pembungkus makanan (food wrap). Plastik PVC paling sulit didaur ulang, selain itu PVC mengandung DEHA yang dapat lumer pada suhu 80 derajat Celcius sehingga berbahaya bagi ginjal, hati dan berat badan.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)
Biasanya, kita dapat menjumpai plastik tipe LDPE pada botol-botol yang mudah ditekan. Jenis ini merupakan salah satu yang dapat didaur ulang dan memiliki resistensi yang baik terhadap bahan kimia. LDPE sulit dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dari plastik ini.

5. Polypropylene (PP)
Secara umum, plastik jenis PP digunakan untuk kemasan, botol kecap, cangkang baterai otomotif dan botol-botol medis. Jenis ini memiliki bahan yang kuat serta tahan terhadap bahan kimia dan panas. Plastik ini dapat melunak pada suhu 140 derajat.

6. Polystyrene (PS)

Plastik jenis ini biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, krat telur dan nampan pada restoran siap saji. Plastik PS ditandai dengan gambar segitiga berisi angka 6 di dalamnya. Ciri plastik PS antara lain kaku, buram, dapat terpengaruh lemak dan pelarut, melunak pada suhu 95 derajat Celcius.

Pada plastik jenis polystyrene busa (styrofoam), bentuknya busa, beratnya lebih ringan, dan berwarna putih. Umumnya digunakan sebagai tempat makan cepat saji dan wadah cup kopi.

7. Other Plastics (OTHER)
Jenis ini ditandai dengan logo segitiga berisi angka 7. Plastik ini terdapat pada nilon sebagai bulu pembersih pada sikat gigi, teflon sebagai pelapis tahan lengket pada penggorengan, PMMA pada lensa kontak dan penutup lampu mobil. Plastik jenis ini memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu.

Penulis : Gloria Safira

Top