Suka Menyeduh Kopi? Jangan Buang Ampasnya!

Reading time: 2 menit
menyeduh kopi
Ilustrasi: pixabay.com

(Greeners) – Bagi pencinta kopi, kegiatan menyeduh kopi menjadi hal yang menyenangkan. Aroma kopi yang harum akan tercium begitu serbuk kopi menyatu dengan air panas. Umumnya, setelah kopi selesai diseduh, ampas kopi akan langsung berakhir di tempat sampah karena dianggap sudah tidak bermanfaat. Ternyata anggapan ini keliru, lho. Ada beberapa manfaat ampas kopi yang Greeners temukan, berikut ini tiga diantaranya:

1. Pupuk

Jika senang bercocok tanam, kamu bisa menganggap ampas kopi sebagai teman baikmu mulai sekarang. Ampas kopi telah diteliti dan dilaporkan dapat meningkatkan unsur hara di tanah yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor, dan zat besi. Ini berarti ampas kopi dapat kamu gunakan sebagai pupuk.

Namun, ampas kopi tidak dapat digunakan sebagai pupuk secara langsung karena justru akan bersifat racun bagi tanah. Cara yang dianjurkan untuk membuat pupuk dari ampas kopi adalah dengan mengubahnya menjadi kompos. Pertama-tama, setelah bubuk kopi selesai diseduh tunggu ampasnya hingga terasa dingin. Kemudian tambahkan ampas tersebut ke dalam wadah komposmu.

Sebagai tambahan, ampas kopi merupakan sumber makanan yang sangat disukai cacing tanah. Oleh karena itu, jika kamu memasukkan beberapa ekor cacing di dalam wadah komposmu, proses penguraian kompos akan selesai dengan lebih cepat.

2. Penyerap bau tidak sedap

Selain rasanya yang nikmat, kopi juga mengeluarkan aroma yang menyegarkan. Lantas, kenapa tidak kita gunakan ampasnya sebagai pengharum ruangan alami saja? Caranya sangat mudah, kok. Pertama-tama, siapkan stocking atau kain bekas yang bersih dan tali. Selain itu, tentu saja ampas kopi.

Sebelum menggunakannya sebagai peyegar udara, pastikan ampas kopi dalam keadaan kering. Jika masih basah, keringkan ampas dengan menjemur atau mendiamkannya di udara terbuka. Kemudian, masukkan bubuk ampas kopi ke dalam kaus kaki atau kain bekas yang kamu punya sebagai wadah pembungkus. Terakhir, ikat ujung bungkusan tersebut dengan tali.

Untuk memperoleh udara dengan wangi kopi yang maksimal, gantungkan bungkusan ampas kopi di ventilasi ruangan, di depan kipas angin atau di bawah AC. Sebagai tambahan, pengharum alami ini tidak hanya memberi wangi namun juga bisa untuk menyerap bau. Masukkan saja bungkusan tersebut ke dalam kotak sepatu atau lemari pendingin. Dalam beberapa jam, bau tidak sedap hilang dan hanya wangi kopi yang tertinggal di sana.

3. Peremaja tubuh

Jika ingin merawat tubuh, namun sedang berhemat karena sudah memasuki tanggal tua, kamu tidak perlu membeli lulur. Gunakan saja ampas kopi sebagai gantinya!

Pada dasarnya, ampas kopi memiliki tekstur yang cukup kasar sehingga dapat mengangkat kulit mati ketika digosokan di permukaan kulit. Namun ampas kopi juga cukup lembut untuk dibalurkan di wajah sebagai masker. Ambil saja bubuk kopi yang tertinggal di dasar cangkirmu dan oleskan di seluruh permukaan wajah. Tunggu beberapa saat, lalu bilas. Hasilnya, kamu akan merasakan wajahmu lebih lembut dan beraroma kopi. Cukup mudah bukan?

Ampas kopi juga dapat dipakai untuk menyamarkan selulit. Caranya, campurkan ampas kopi dengan air panas, kemudian gosokkan ke badanmu saat mandi dua kali seminggu selama 10 menit. Hasilnya, kulitmu akan terasa lebih kencang dan lembut dalam empat minggu. Selamat mencoba!

Penulis: Ayu Ratna Mutia

Top