350.org - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/350-org/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 22 Jan 2021 05:14:56 +0000 id hourly 1 Langkah Mudah Membuat Kampanye Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan/#respond Fri, 05 Jun 2015 08:38:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9462 Salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan berkampanye. Bagaimana caranya membuat kampanye?]]>

Setiap tanggal 5 Juni kita memperingati Hari Lingkungan. Namun, semangat untuk mencintai lingkungan bukan berarti hanya dinyatakan di satu hari ini saja. Setiap hari kita dapat menyatakan kepedulian terhadap lingkungan dan mengajak orang lain juga untuk melakukan hal yang sama. Kenapa kita perlu peduli terhadap lingkungan? Karena bumi tempat tinggal kita ini hanya satu dan bumi menyediakan segala yang kita butuhkan untuk hidup.

Nah, salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian lingkungan adalah dengan berkampanye. Karena kampanye melibatkan beberapa pihak, tidak sedikit yang menganggap kegiatan ini rumit padahal tidak demikian. Dalam situs 350.org, dijabarkan langkah-langkah yang dapat memudahkan kita untuk mengadakan kampanye.

Langkah pertama untuk memulai kampanye adalah dengan memilih jenis kampanye serta lokasi untuk melakukannya. Nah, Sobat Greeners dapat memilih berbagai jenis kampanye, seperti orasi, pendakian, diskusi dan melakukan sebuah penyusuran kota sebagai wujud penyampaian pesan kampanye. Biasanya, suatu kelompok melakukan kampanye di jantung kota atau disesuaikan dengan jenis kampanye yang akan dilakukan.

Layaknya sebuah organisasi, dalam berkampanye pun Sobat Greeners harus memiliki massa yang dapat diajak untuk bekerjasama menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Jadi, pada tahap kedua, Sobat Greeners harus berani untuk membentuk massa. Sobat Greeners dapat mengajak teman, tetangga dan kelompok lainnya seperti serikat pekerja, tim olahraga, mahasiswa dan seniman. Manfaatkan pula media sosial seperti facebook, twitter, atau path untuk membentuk massa.

Ketika pembentukan massa sudah selesai, langkah selanjutnya adalah membuat rincian kebutuhan. Apa saja, sih? Sobat Greeners harus memperhitungkan waktu kampanye, titik-titik yang menjadi arah kampanye, transportasi untuk massa, sponsor sebagai bentuk dukungan dan pengeras suara agar suaramu terdengar oleh kelompokmu dan masyarakat.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/langkah-mudah-membuat-kampanye-lingkungan/feed/ 0
Indonesia Diminta Tinggalkan Energi Fosil https://www.greeners.co/berita/indonesia-diminta-tinggalkan-energi-fosil/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-diminta-tinggalkan-energi-fosil https://www.greeners.co/berita/indonesia-diminta-tinggalkan-energi-fosil/#respond Sat, 14 Feb 2015 13:49:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7416 Jakarta (Greeners) – Ketergantungan energi fosil tidak hanya berkontribusi terhadap kehancuran lingkungan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) semata. “Kecanduan” tersebut juga mendukung percepatan pemanasan global yang semakin hari mulai […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ketergantungan energi fosil tidak hanya berkontribusi terhadap kehancuran lingkungan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) semata. “Kecanduan” tersebut juga mendukung percepatan pemanasan global yang semakin hari mulai dirasakan dampaknya.

Manager Emergency Response Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Ki Bagus Hadi Kusuma, mengatakan, di beberapa negara termasuk Indonesia, energi fosil hanya dijadikan komoditas pengeruk keuntungan dan menjadi modal kekuasaan semata. Ia menerangkan, data dari Jatam mencatat bahwa saat ini industri minyak dan gas (Migas) dan pertambangan sudah mengkaveling 44 persen wilayah di Indonesia.

“Dari tujuh perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia, luas konsesinya bisa 465.470,87 hektare atau setara dengan 80 persennya pulau Bali,” jelasnya kepada Greeners saat ditemui pada aksi Global Divestment Day di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Jumat (13/02).

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ia juga menyayangkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang secara terang-terangan merayu investor untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt, yang mana 60 persen diantaranya menggunakan suplai dari batubara. Padahal, permintaan batubara di dunia saat ini sudah mulai mengalami pengurangan.

Senada dengan Ki Bagus, Bjoe Kurniawan dari 350.org Indonesia pun mengakui bahwa hingga saat ini potensi energi bersih dan terbarukan di Indonesia masih belum bisa dikatakan optimal. Pemerintah, tambahnya, harus mulai berani mengambil langkah dan melakukan gebrakan untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

“Memang agak mahal di awal, namun jauh lebih murah jika kita pertimbangkan juga biaya sosial dan ekologisnya,” katanya.

Sebagai informasi, masyarakat sipil yang tergabung dalam gerakan Global Divestment Day di seluruh dunia menyerukan aksi untuk meninggalkan energi fosil pada tanggal 13 hingga 14 Februari 2015. Dalam aksi ini, massa membunyikan kentongan sebagai simbol bahwa Indonesia dalam keadaan darurat bencana lingkungan dan iklim. Aksi ini juga untuk menyadarkan pemerintah dan publik akan bahayanya energi fosil dan agar Indonesia segera beralih ke energi baru dan terbarukan.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-diminta-tinggalkan-energi-fosil/feed/ 0
Aksi Massal Untuk Perubahan Iklim https://www.greeners.co/berita/aksi-massal-untuk-perubahan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aksi-massal-untuk-perubahan-iklim https://www.greeners.co/berita/aksi-massal-untuk-perubahan-iklim/#respond Mon, 22 Sep 2014 05:39:26 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5894 Jakarta (Greeners) – Akhir pekan kemarin, suasana car free day di bilangan Sudirman-Sarinah Thamrin, Jakarta, terlihat tidak biasa. Sebuah karnaval beserta pawai dan panggung tentang aksi selamatkan bumi terlihat sangat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Akhir pekan kemarin, suasana car free day di bilangan Sudirman-Sarinah Thamrin, Jakarta, terlihat tidak biasa. Sebuah karnaval beserta pawai dan panggung tentang aksi selamatkan bumi terlihat sangat mendominasi hingga menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga maupun sekadar berjalan-jalan pagi di sana.

Usut punya usut, ternyata karnaval dan panggung tersebut adalah aksi yang dilakukan oleh sekumpulan organisasi peduli lingkungan dalam menyambut momen Konferensi Perubahan Iklim yang akan dilakukan pada tanggal 23 September 2014 di New York, Amerika.

Koordinator pawai iklim massal dari komunitas 350.org Indonesia, Suratno Kurniawan menjelaskan, bahwa melalui pawai iklim massal ini masyarakat ingin menyerukan tindakan yang nyata melalui “Action. Not Words!” kepada semua orang, terlebih kepada Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi).

“Kami menyampaikan aksi ini sebagai pengingat bagi semua orang, khususnya Pak Jokowi, untuk melakukan tindakan nyata sesegera mungkin karena krisis iklim sudah sangat parah,” ujarnya saat menggelar aksi pawai massal di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (21/09).

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ine Febriyanti turut ambil bagian dalam aksi pawai untuk perubahan iklim. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain Indonesia, aksi pawai dan karnaval ini juga dilakukan oleh masyarakat dunia. Tercatat ada 2.000 kegiatan yang dilakukan di lebih dari 150 negara untuk mengawal Konferensi Perubahan Iklim yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-bangsa, Ban Ki-Moon.

Saat ditanya mengapa Indonesia harus terlibat dalam aksi massal untuk perubahan iklim, Koordinator 350.org untuk Asia Tenggara, Zeph Repollo mengatakan, Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki banyak keragaman hayati yang seharusnya bisa memakmurkan rakyatnya.

Namun yang terjadi saat ini, lanjut Zeph, Indonesia malah menjadi negara eksportir batubara terbesar di dunia. Sumber daya alam banyak diekploitasi untuk kepetingan industri. Bahkan, tambahnya, Kalimantan Timur menjadi salah satu propinsi dengan ijin dan lokasi batubara terbanyak di Indonesia.

“Kira-kira sekitar 1.400 ijin usaha tambang batubara dan 71% luas kawasan Samarinda dikapling untuk batubara,” jelas Zeph.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Aksi pawai iklim massal ini diikuti oleh ratusan orang dengan kemasan yang sangat kreatif dan melibatkan puluhan komunitas serta seniman Indonesia. Instalasi besar berbentuk kepala bumi yang menggambarkan bahwa bumi telah rusak pun ikut diarak mengitari bunderan Hotel Indonesia.

Selain itu, seniman seperti Aman Percussion, Ine Febriyanti, Marjinal, Simponi, dan Longbed turut menyampikan aksi kepedulian mereka terhadap isu perubahan iklim dengan menampilkan musikalisasi puisi dan penampilan panggung yang menghibur sekaligus menyuarakan kepada anak muda untuk mulai peduli terhadap lingkungan.

“Indonesia harus diselamatkan, bumi kita harus diselamatkan, itu yang sedang kita lakukan sekarang. Bertindak sekarang dan bukan hanya diam atau cuma ngomong doang,” tegas Mike, vokalis dari dedengkot band punk Indonesia, Marjinal.

Sebagai informasi, selain 350.org, kegiatan aksi pawai iklim massal ini juga melibatkan Jaringan Advokasi Tambang, Wahana Lingkungan Hidup, Arus Pelangi, SHI Jakarta, LS-ADI, Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, Forum Relawan Penanggulangan Bencana Alam, Transformasi Hijau, Marjinal, Simponi, Himakotas, Bingkai Indonesia, Komunitas Kampung Hijau Indonesia, Sirkus Perkusi, Aman Percussion, dan sebuah grup musik yang diinisiasi oleh salah satu pemeran utama film dokumenter Jalanan, Boni yaitu Longbed.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/aksi-massal-untuk-perubahan-iklim/feed/ 0
Greenpeace Indonesia Tuntut Perubahan Iklim Melalui Aksi Nyata https://www.greeners.co/berita/greenpeace-indonesia-tuntut-perubahan-iklim-melalui-aksi-nyata/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=greenpeace-indonesia-tuntut-perubahan-iklim-melalui-aksi-nyata https://www.greeners.co/berita/greenpeace-indonesia-tuntut-perubahan-iklim-melalui-aksi-nyata/#respond Tue, 16 Sep 2014 05:05:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5825 Jakarta (Greeners) – Bulan September 2014 ini, beberapa pemimpin negara dunia akan menghadiri sebuah konferensi mengenai perubahan iklim di New York. Atas dasar itulah, komunitas 350 Indonesia, yang merupakan bagian […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bulan September 2014 ini, beberapa pemimpin negara dunia akan menghadiri sebuah konferensi mengenai perubahan iklim di New York. Atas dasar itulah, komunitas 350 Indonesia, yang merupakan bagian dari gerakan global 350 (350.org), berusaha memobilisasi gerakan Pawai dan Aksi Iklim Massal dengan tuntutan kolektif, yaitu aksi, bukan hanya kata-kata.

Dalam hal ini, Greenpeace Indonesia meminta kepada para pemimpin dunia yang ada dalam konferensi tersebut, termasuk Presiden Republik Indonesia, untuk segera melakukan realisasi dan bertindak tegas dalam menangani masalah perubahan iklim.

Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting mengatakan, bahwa harus segera ada langkah untuk melakukan perumusan dalam menanggapi perubahan iklim.

Karena, lanjutnya, sesungguhnya para pemimpin dunia yang ikut serta dalam konferensi perubahan iklim sudah mengetahui permasalahan tentang perubahan iklim, bahkan sudah paham secara analisis dan ilmiah. Namun, sampai sekarang, masih belum juga ada tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

“Kadang juga politisi itu suka memberi solusi yang tidak nyata hingga akhirnya realisasinya tidak terlaksana,” ujar Longgena saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Selasa (16/09).

Menanggapi tentang pawai dan aksi massal 350 pada tanggal 21 September nanti, Longgena menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat pada pawai dan aksi ini sangat diperlukan untuk mengumpulkan suara dan menuntut para pemimpin dunia untuk lebih cepat menentukan hasil dan solusi dalam mengatasi permasalahan perubahan iklim ini.

“Aksi massal dari organisasi akar rumput ini sangat diperlukan untuk mendorong aksi nyata dan tidak hanya konferensi saja,” katanya.

Sebagai informasi, pada pertengahan bulan ini, beberapa pemimpin negara dunia akan menghadiri sebuah konferensi mengenai perubahan iklim di New York. Beberapa pawai dan aksi dikoordinasikan secara massif oleh 350.org untuk mengawal konferensi ini.

Pawai dan aksi massal juga akan melibatkan dan memobilisasi komunitas lokal di negara-negara, seperti Filipina, China, Vietnam, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura untuk mengingatkan pada pemimpin dunia bahwa perubahan iklim bukan hanya kata-kata.

Di Indonesia, pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim akan diadakan di Bunderan Hotel Indonesia, Sudirman, Jakarta, pada tanggal 21 Sepetember 2014, pukul 06.00 WIB. Untuk bergabung dalam aksi massal ini, dapat mendaftarkan diri dalam laman http://act.350.org/event/peoples_climate/7690.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/greenpeace-indonesia-tuntut-perubahan-iklim-melalui-aksi-nyata/feed/ 0
Jatam Dorong Penggunaan Energi Terbarukan Pada Pawai Dan Aksi Massal 350 https://www.greeners.co/berita/jatam-dorong-penggunaan-energi-terbarukan-pada-pawai-dan-aksi-massal-350/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jatam-dorong-penggunaan-energi-terbarukan-pada-pawai-dan-aksi-massal-350 https://www.greeners.co/berita/jatam-dorong-penggunaan-energi-terbarukan-pada-pawai-dan-aksi-massal-350/#respond Mon, 15 Sep 2014 09:01:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5814 Jakarta (Greeners) – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyatakan akan fokus pada isu peningkatan penggunaan energi terbarukan pada pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim bersama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyatakan akan fokus pada isu peningkatan penggunaan energi terbarukan pada pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim bersama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan komunitas 350 Indonesia pada tanggal 21 September mendatang.

Koordinator Jatam, Hendrik Siregar mengatakan, bahwa fokus untuk membawa isu pemanfaatan energi terbarukan saat ini sudah harus dikencangkan mengingat semakin ketergantungannya masyarakat akan energi fosil.

“Energi fosil harusnya sudah dikurangi pemakaiannya,” ujar Hendrik saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Senin (15/09).

Ilustrasi: climatemarch.org

Ajakan untuk turut aktif dalam pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim yang disampaikan oleh climatemarch.org. Ilustrasi: climatemarch.org

Hendrik mengatakan, pada pawai dan aksi masal nanti, Jatam akan mengajak masyarakat untuk mulai menjadikan energi terbarukan sebagai sumber energi utama dalam pemenuhan kebutuhan energi sehari-hari.

“Di beberapa wilayah percontohan saja (pemenuhan sumber energi dari energi terbarukan) bisa kok. Energi fosil ini memang sudah harus diminimalkan,” katanya.

Sebagai informasi, pada bulan ini, beberapa pemimpin negara dunia akan menghadiri sebuah konferensi mengenai perubahan iklim di New York. Beberapa pawai dan aksi dikoordinasikan secara massif oleh 350.org untuk mengawal konferensi ini.

Pawai dan aksi massal juga akan melibatkan dan memobilisasi komunitas lokal di negara-negara, seperti Filipina, China, Vietnam, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura untuk mengingatkan pada pemimpin dunia bahwa perubahan iklim bukan hanya kata-kata.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/jatam-dorong-penggunaan-energi-terbarukan-pada-pawai-dan-aksi-massal-350/feed/ 0
350 Sosialisasikan Pawai dan Aksi Massal Untuk Perubahan Iklim https://www.greeners.co/berita/350-sosialisasikan-pawai-dan-aksi-massal-untuk-perubahan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=350-sosialisasikan-pawai-dan-aksi-massal-untuk-perubahan-iklim https://www.greeners.co/berita/350-sosialisasikan-pawai-dan-aksi-massal-untuk-perubahan-iklim/#respond Sun, 14 Sep 2014 10:16:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5803 Jakarta (Greeners) – Komunitas 350 Indonesia yang merupakan bagian dari gerakan global 350 (350.org) kembali melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat terlibat aktif pada pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim […]]]>

Jakarta (Greeners) – Komunitas 350 Indonesia yang merupakan bagian dari gerakan global 350 (350.org) kembali melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat terlibat aktif pada pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim yang akan dilakukan pada tanggal 21 September 2014 mendatang.

Dari riuhnya kerumunan orang yang sedang berolahraga di Bundaran Hotel Indonesia pada saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day), terlihat beberapa orang laki-laki dan perempuan tengah berkampanye mengenai kerusakan iklim di dunia yang semakin memprihatinkan.

Koordinator lapangan dari 350 Indonesia, Soeratno Kurniawan mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk mengajak mereka yang senang berolahraga dan merindukan udara yang bersih untuk ikut mendukung pada pawai dan aksi massal untuk perubahan iklim tanggal 21 September nanti.

“Di Car Free Day ini kami mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pawai dan aksi massal tanggal 21 nanti. Kami sudah start dari jam tujuh dan ada sekitar sepuluh orang yang ikut terlibat,” ujar pria yang akrab disapa Bejo ini, Jakarta, Minggu (14/09).

Sebagai informasi, pada bulan ini, beberapa pemimpin negara dunia akan menghadiri sebuah konferensi mengenai perubahan iklim di New York. Beberapa pawai dan aksi dikoordinasikan secara massif oleh 350.org untuk mengawal konferensi ini.

Pawai dan aksi massal juga akan melibatkan dan memobilisasi komunitas lokal di negara-negara, seperti Filipina, China, Vietnam, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura untuk mengingatkan pada pemimpin dunia bahwa perubahan iklim bukan hanya kata-kata.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/350-sosialisasikan-pawai-dan-aksi-massal-untuk-perubahan-iklim/feed/ 0
Nasihat Alam Senyawa Tebo Aumbara https://www.greeners.co/gaya-hidup/nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara https://www.greeners.co/gaya-hidup/nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara/#respond Thu, 27 Mar 2014 06:19:13 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_review&p=4215 Oleh: Oming Putri Jumat pagi kemarin (21/3) di Wildlife Rescue Centre berbeda dengan Jumat lainnya. Di tepi kolam, suara Owa Jawa dan monyet ekor panjang bercampur dengan teriakan dan decak […]]]>

Oleh: Oming Putri

Jumat pagi kemarin (21/3) di Wildlife Rescue Centre berbeda dengan Jumat lainnya. Di tepi kolam, suara Owa Jawa dan monyet ekor panjang bercampur dengan teriakan dan decak kagum manusia. Di sela kamera-kamera smartphone yang tak berhenti merekam, mata para pemuda berkali-kali menahan kedip. Peserta Switch Camp, lokakarya lingkungan rancangan Komunitas tigalimapuluh, disambut oleh nasihat yang memukau yang dibalas dengan tepuk tangan meriah di akhir pertunjukkan.

Alih-alih membuat telinga, hati, dan pikiran meradang, nasihat itu menciutkan segala gusar dan menggantinya dengan kehangatan. Kehangatan yang tak berlebihan juga tak kurang. Nasihat itu datang dari duo eksperimental Wukir Suryadi dan Rully Shabara dalam Senyawa yang berkolaborasi dengan penari kontemporer asal Denpasar, Bali, Tebo Aumbara. Wukir, pria kurus berambut panjang yang low profile dan apa adanya, memang terkenal memiliki ide-ide ajaib dengan alat musik. Sebut saja, “Bambu Wukir”, alat musik buatannya sendiri yang sudah mendunia dan kabarnya akan dipatenkan namanya di HAKI.

Sementara itu, Rully Shabara, vokalis Senyawa dan Zoo (band eksperimentalnya yang lain), punya kemampuan mengherankan dalam mengolah vokal. Dan Tebo Aumbara? Wah, jangan tanya. Tebo adalah penari yang punya bakat alami. Sejak kecil, Tebo sudah menari. Tarian pertama yang ia pelajari adalah Barong Blora. Lalu, di usia remaja ia pindah ke Bali dan berguru pada penari legendaries, Nyoman Sura. Tak heran kalau kemampuan menari Tebo pun sudah diakui di Eropa.

Kolaborasi mereka pagi kemarin sebut saja “Nasihat Alam”. Ini sebenarnya judul karangan karena mereka tak pernah menyebutnya demikian. Kenapa nasihat alam? Ada beberapa alasan. Pertama, topeng yang digunakan Tebo adalah topeng yang punya filosofi bagus untuk digugu. Tebo bercerita, topeng itu namanya topeng “Kepala, Akar, dan Padi”. Inspirasinya datang dari kematian gurunya, Nyoman Sura. “Aku bikin topeng itu tepat sehari setelah guruku itu meninggal dunia tahun lalu. Filosofinya spiritual farmer. Soal bagaimana petani mencapai tingkat spiritual dengan bekerja.”

Alasan kedua, lirik Rully Shabara. Rully, vokalis Senyawa, menuturkan kalau judul dari lagu yang ia mainkan pagi kemarin adalah “Hilir ke Hulu”. “Isinya tentang kisah air yang mengejar kota yang terbakar,” kata Rully. Air mewakili alam, kota yang terbakar mewakili keserakahan manusia yang tak kunjung usai. Dan kata “mengejar” yang menggabungkan keduanya membuat posisi air, yang mewakili alam, terdengar seperti orang tua yang penuh pengertian: tetap sayang pada anak-anak manusia, meski mereka telah mengkhianatinya dengan nafsu menggebu-gebu.

Penampilan Tebo dan Rully lantas dilengkapi oleh Wukir. Lebih tepatnya, oleh alat musik yang ia bawa hari itu. Namanya Hurdy Gurdy. Inspirasinya datang dari alat musik tradisional Eropa sekitar abad ke-15 yang bernama sama, Hurdy Gurdy. Alat musik ini Wukir bikin sendiri dengan memodifikasi gendang. Ia membuatnya di tahun 2013. Cara memainkannya adalah dengan diputar di salah satu sisinya, sampai menghasilkan suara.

Intinya, paduan suara Hurdy Gurdy, nyanyian dan lirik Rully Shabara, dan gerakan topeng Tebo Aumbara, menghasilkan suasana yang mampu menjembatani energi alam dengan energi manusia yang selama ini seringnya berbenturan. Selayaknya nasihat yang baik, kolaborasi mereka menyadarkan bahwa alam pun bisa emosional. Alam juga punya nasihat yang tak tersampaikan. Kita hanya perlu belajar menerima dan mendengarkan. (G08)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nasihat-alam-senyawa-tebo-aumbara/feed/ 0
Switchcamp; Perlawanan Pemuda Indonesia terhadap Dampak Perubahan Iklim https://www.greeners.co/aksi/switchcamp-perlawanan-pemuda-indonesia-terhadap-dampak-perubahan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=switchcamp-perlawanan-pemuda-indonesia-terhadap-dampak-perubahan-iklim Tue, 25 Mar 2014 09:20:59 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_event&p=4186 Yogyakarta (Greeners) – Sebuah gelaran aktifitas pelatihan selama empat hari telah selesai dilaksanakan oleh Komunitas tigalimapuluh yang merupakan jaringan dari organisasi global 350.org. Kegiatan yang diberi nama Switchcamp ini dibuka pada […]]]>

Yogyakarta (Greeners) – Sebuah gelaran aktifitas pelatihan selama empat hari telah selesai dilaksanakan oleh Komunitas tigalimapuluh yang merupakan jaringan dari organisasi global 350.org. Kegiatan yang diberi nama Switchcamp ini dibuka pada tanggal 20 Maret hingga 23 Maret 2014 menggunakan lokasi Wildlife Rescue Centre di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Switchcamp merupakan rangkaian dari gerakan Global Power Shift yang digelar diseluruh dunia oleh 350.org. Setiap negara boleh menentukan sendiri bentuk dan nama aktifitasnya asal memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan gerakan anak muda dalam rangka melawan dampak perubahan iklim. Serta mengutamakan lahirnya solusi atas permasalahan lokal yang ada di negara masing-masing penyelenggara.

Koordinator Komunitas tigalimapuluh Syaiful Rochman, menjelaskan bahwa kegiatan Switchcamp ini baru pertama kali digelar di Indonesia. “Switchcamp bertujuan untuk menciptakan semangat gerakan lingkungan hidup yang diinisiasi oleh anak muda pada tingkat lokal di daerahnya masing-masing” jelas Syaiful.

SwitchCamp 02

Ia juga menambahkan bahwa dalam sesi workshop sama sekali tidak ada yang membahas isu lingkungan secara spesifik. Seluruh pelatihan lebih mengutamakan peningkatan faktor skillware seperti sesi Artivism (Art&Activism) yang menggali bagaimana memanfaatkan seni dalam menyampaikan kampanye lingkungan, NVDA (Non Violent Direct Action) yang mempelajari bagaimana melakukan aksi kampanye tanpa kekerasan, sesi Media & Communications yang berdiskusi dalam hal bagaimana menyalurkan ide kampanye melalui tulisan dan mendokumentasikan kegiatan kampanye dengan baik, dan sesi Creative Resourcing yang menggali mengenai cara-cara kreatif menjaring sumber daya ataupun dana untuk memenuhi kebutuhan kampanye lingkungan.

“Tercatat sekitar 206 pendaftar dari seluruh Indonesia hanya dalam waktu 2 minggu” ujar Putri Ayu, Koordinator Pendaftaran Peserta Switchcamp Wilayah Jawa. Namun, dari total peserta yang mendaftar, panitia hanya bisa meloloskan 100 peserta karena kemampuan lokasi dan anggaran yang terbatas.

Salah satu peserta dari Jakarta, Yusuf Garuda mengaku sangat terinspirasi selama mengikuti Switchcamp. “Saya ikut sesi Artivism dan sangat termotivasi oleh materi yang disampaikan. Saya sendiri tengah menyusun rencana untuk memberikan edukasi kepada publik mengenai permasalahan tambang batubara melalui medium seni sulap,” ujarnya dengan penuh semangat.

Greeners juga sempat bertemu dengan peserta dari Papua, Wilda Anna Maria Ukago yang sangat terkesan dengan Switchcamp. “Saya bertemu dengan banyak teman baru, sekarang sudah seperti saudara. Mereka sangat kreatif dalam menceritakan masalah lingkungan di masing-masing daerah. Sekarang saya tambah semangat lagi untuk lebih memberikan kontribusi terhadap perlindungan lingkungan hidup, terutama di daerah saya Papua” jelas Wilda.

(G03)

 

]]>
Pertemuan Aktivis Perubahan Iklim Dari 134 Negara Dalam Global Power Shift https://www.greeners.co/berita/pertemuan-aktivis-perubahan-iklim-dari-134-negara-dalam-global-power-shift/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertemuan-aktivis-perubahan-iklim-dari-134-negara-dalam-global-power-shift https://www.greeners.co/berita/pertemuan-aktivis-perubahan-iklim-dari-134-negara-dalam-global-power-shift/#respond Fri, 28 Jun 2013 11:40:38 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3688 Istanbul (Greeners) – Lima ratus anak muda dari 134 negara berkumpul di Istanbul Turki selama satu minggu dalam sebuah pertemuan Global Power Shift (GPS) yang digelar dalam rangka membangun gerakan […]]]>

Istanbul (Greeners) – Lima ratus anak muda dari 134 negara berkumpul di Istanbul Turki selama satu minggu dalam sebuah pertemuan Global Power Shift (GPS) yang digelar dalam rangka membangun gerakan global untuk menjawab krisis perubahan iklim.

Global Power Shift dilaksanakan oleh sebuah komunitas global yang telah melakukan lebih dari 20 ribu demonstrasi di seluruh dunia yaitu 350.org bersama dengan koalisi mitra antara lain Avaaz, Friends of the Earth, Greenpeace International, Jubilee South, dan puluhan kelompok komunitas muda dari seluruh dunia. Pertemuan ini digelar di Istanbul Technical University, Turki.

“Kami ada disini untuk membangun sebuah kesadaran politik yang dibutuhkan dunia dalam rangka mengamankan aksi penyelamatan bumi dari tantangan perubahan iklim” ujar May Boeve, Direktur Eksekutif 350.org yang diwawancarai oleh wartawan Greeners langsung dari Istanbul.

“Setelah selesai mengikuti pertemuan Global Power Shift, 500 anak muda ini akan kembali pulang dengan membawa pengetahuan, keahlian serta alat-alat yang diperlukan untuk memberikan inspirasi kepada lebih banyak lagi anak muda yang akan bergabung dalam gerakan ini” jelas May Boeve.

Pertemuan Global Power Shift ini dilaksanakan bersamaan ketika isu perubahan iklim kembali menjadi sorotan dunia pada saat Presiden Amerika Serikat Barrack Obama memberikan pidato kenegaraan di Washington DC yang menekankan bahwa Amerika akan memanggil kesadaran negaranya dan dunia untuk lebih memperhatikan masalah perubahan iklim.

Kebanyakan dari peserta Global Power Shift ini adalah pelaku dalam komunitas masyarakat yang telah melakukan aksi di wilayah asalnya dan juga beberapa generasi baru yang masih mengembangkan diri dalam gerakan kepedulian lingkungan hidup, keadilan sosial, dan kesetaraan masyarakat adat.

22 tahun Yutthakrit (Nat) dari Thailand yang merupakan salah satu partisipan Global Power Shift menyatakan bahwa ia sangat beruntung bisa diundang, banyak sekali pengetahuan yang ia dapatkan dalam beberapa hari mengikuti sesi pelatihan GPS. “Saya mengambil tema workshop Non Violent Direct Action (NVDA) dan mendapatkan banyak ilmu baru dalam menjalankan sebuah kampaye karena kami di Thailand sangat membutuhkan ide ide baru untuk kampanye ” ujar Nat.

Selain NVDA, terdapat 3 tema workshop lainnya yang dapat diikuti para peserta yaitu Policy, Communication and Media, serta Art & Activism.

Global Power Shift akan ditutup pada hari sabtu tanggal 28 Juli di Istanbul serta pembukaan fase kedua dari rangkaian GPS dimana seluruh peserta akan kembali ke negaranya masing masing dan mulai melaksanakan kegiatan kegiatan kampanye terkait isu perubahan iklim. (G01)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pertemuan-aktivis-perubahan-iklim-dari-134-negara-dalam-global-power-shift/feed/ 0
Energi Bukan (Hanya) Minyak https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=energi-bukan-hanya-minyak https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/#comments Wed, 12 Sep 2012 13:14:16 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_feature&p=3028 Pada 2019 Kementerian Energi memprediksi Indonesia akan kehabisan cadangan energi dan terpaksa mengimpor 100 persen kebutuhan minyak. Apa akal? Oleh : Veby Mega Indah   Stiker itu ada dua macam. […]]]>

Pada 2019 Kementerian Energi memprediksi Indonesia akan kehabisan cadangan energi dan terpaksa mengimpor 100 persen kebutuhan minyak. Apa akal?

Oleh : Veby Mega Indah

 

Stiker itu ada dua macam. Yang berukuran lebih besar bertuliskan “Mobil ini Tidak Menggunakan BBM* Bersubsidi”  dan yang kecil, “Mobil BBM Non Subsidi”. Warnanya jingga terang untuk ditempel di kaca depan dan belakang mobil. Ada lambang ESDM* di sudut kiri atas. Mustahil rasanya orang alpa melihat jika ia sudah nemplok di kaca mobil. Ia bagai jaminan agar pegawai negeri tidak bandel lagi beli bensin bersubsidi meski bermobil mentereng. Aparat TNI* dan polisi juga kena.

Ini memang ESDM punya gawe.
Sejak Agustus 2012, ESDM ramai-ramai menggelar program hemat energi. Salah satunya, ya, hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mobil-mobil instansi pemerintah. Selain itu malam-malam hingga subuh puluhan mahasiswa hingga unsur masyarakat lainnya juga berkeliaran di aneka pom bensin dan gedung-gedung pemerintah. Cuma untuk mengamat-amati dan mencatat siapa tahu ada tingkah laku nyeleneh buang-buang energi.  Dosa-dosa itu dicatat lalu dilaporkan lewat surat elektronik ke hematenergi@esdm.go.id. Jadi jangan harap bebas meninggalkan lampu atau pendingin ruangan menyala saat pulang kantor.

Harap maklum. Negeri ini lagi tarik ikat pinggang menghemat konsumsi energi. “Ya kalau kita tidak bisa mengurangi subsidi BBM, konsekuensinya pemakaian BBM yang harus dihemat,” kata Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maryam Ayuni.

Cadangan energi Indonesia memang sudah lampu kuning. Setiap tahun konsumsi energi nasional naik 7 persen sementara cadangan energi fosil berupa minyak, batu bara dan gas semakin menurun dan terus dikeruk. Kalau pun beruntung menemukan cadangan energi fosil baru, proses eksplorasi hingga matang tersedia paling tidak butuh 15 tahun.

ESDM memprediksi tahun 2019 Indonesia akan terpaksa membeli 100 persen kebutuhan energinya dari luar negeri. Sekarang saja, nusantara kudu mengekspor minyak bumi. Produksi dalam negeri kini hanya 800 ribu per barel per hari. Sementara kebutuhan minyak bumi untuk industri, rumah tangga mau pun transportasi sudah 1 juta barel per hari. Belum lagi besok-besok saat masyarakat makin canggih dan butuh semakin banyak energi.  Padahal hingga 2012 baru 70 persen daerah Indonesia yang teraliri listrik.

Buntutnya kini ESDM menggadang program mari berhemat untuk semua instansi pemerintah. Dari pusat sampai ke daerah. Direktur Jenderal Energi  Terbarukan, EBTKE*Kementerian ESDM, Kardaya Warnika menyatakan penghematan ini cara awal dan paling cepat berusaha menyelamatkan Indonesia.

“Indonesia termasuk lebih boros penggunaan energi sekitar 50 persen jika dibandingkan negara-negara lainnya di dunia, jadi ada potensi besar untuk berhemat,” kata Kardaya.

Ini hanya tindakan pertolongan pertama krisis energi, kalau mau jujur.

]]>
https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/feed/ 1