aksi bersih sampah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/aksi-bersih-sampah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 30 Apr 2026 12:00:57 +0000 id hourly 1 Peringati Hari Bumi, Sunset di Kebun Gelar Aksi Bersih-Bersih Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung/#respond Thu, 30 Apr 2026 12:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48427 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April, festival musik dan konservasi Sunset di Kebun menginisiasi kegiatan “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor. Aksi bebersih ini […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April, festival musik dan konservasi Sunset di Kebun menginisiasi kegiatan “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor. Aksi bebersih ini merupakan bagian dari program Sunset di Kebun, khususnya subprogram Lesstari yang menjadi rangkaian pra-acara Sunset di Kebun.

Kegiatan diselenggarakan oleh PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengelolaan kawasan Kebun Raya Bogor ini. Kegiatan juga diikuti oleh penikmat musik, masyarakat umum, komunitas, dan pemangku kepentingan. Melalui aksi bersih-bersih ini, mereka ikut berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai, khususnya Sungai Ciliwung.

Aksi lingkungan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah. Namun, juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Sungai Ciliwung sebagai salah satu aliran sungai penting memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat dan ekosistem sekitarnya. Area Sungai Ciliwung ini juga melintasi kawasan Kebun Raya Bogor. Sayangnya, Sungai Ciliwung masih tercemar oleh sampah yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Area ini mencerminkan adanya kerusakan lingkungan yang serius.

Mendorong Kolaborasi

Menurut General Manager Event Sunset di Kebun, Abi Irawan, melalui rangkaian kegiatan ini, Sunset di Kebun berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, harapannya juga bisa menginspirasi pengunjung dan masyarakat luas untuk menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari keseharian.

“Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa isu sampah di perkotaan masih menjadi tantangan nyata, baik yang terlihat maupun yang tak kasat mata. Di sisi lain, keterlibatan langsung masyarakat dalam aksi lingkungan masih tergolong rendah,” ujar Abi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4).

Sunset di Kebun menegaskan bahwa kehadiran acara ini bukan hanya sekadar sebagai hiburan. Namun, juga sebagai medium untuk mendorong perubahan perilaku melalui pengalaman yang nyata dan partisipatif.

“Kita ingin pengunjung tidak sekadar tahu soal isu lingkungan. Mereka harus merasakannya secara emosional,” tegas Abi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peringati-hari-bumi-sunset-di-kebun-gelar-aksi-bersih-bersih-ciliwung/feed/ 0
Menteri LH Pimpin Aksi Bersih Sampah di Pantai Bali, 10 Ton Sampah Terkumpul https://www.greeners.co/aksi/menteri-lh-pimpin-aksi-bersih-sampah-di-pantai-bali-10-ton-sampah-terkumpul/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menteri-lh-pimpin-aksi-bersih-sampah-di-pantai-bali-10-ton-sampah-terkumpul https://www.greeners.co/aksi/menteri-lh-pimpin-aksi-bersih-sampah-di-pantai-bali-10-ton-sampah-terkumpul/#respond Tue, 10 Feb 2026 07:59:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48111 Jakarta (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup  Hanif Faisol Nurofiq memimpin langsung aksi bersih sampah laut di Pantai Kelan, Pantai Kedonganan, dan Pantai Jimbaran, Bali pada (6/2). […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup  Hanif Faisol Nurofiq memimpin langsung aksi bersih sampah laut di Pantai Kelan, Pantai Kedonganan, dan Pantai Jimbaran, Bali pada (6/2). Dari pelaksanaan aksi bersih ini, total sampah yang terkumpul mencapai lebih dari 10 ton.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan tersetbut bertujuan memperkuat penanganan sampah laut secara terpadu dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Aksi yang berpusat di wilayah pesisir Kabupaten Badung tersebut melibatkan lebih dari 8.000 peserta. Para peserta meliputi pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, dunia usaha, pelaku pariwisata, komunitas lingkungan, hingga pelajar dan mahasiswa. Pembersihan berlangsung secara serentak sepanjang lebih dari 3,9 kilometer garis pantai. Dalam kegiatan juga terdapat pembagian zona kerja untuk memastikan efektivitas dan keterkendalian pengumpulan sampah.

Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah laut merupakan tantangan serius yang kerap meningkat pada periode musim angin barat, ketika kiriman sampah dari perairan sekitar terbawa ke pesisir Bali.

“Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol,” tegas Hanif.

Secara nasional, kata dia, persoalan sampah telah memasuki fase krisis. Data menunjukkan sekitar 143 ribu ton sampah per hari, hanya sekitar 24 persen yang terkelola dengan baik. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, ekonomi pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di tingkat global.

Lebih lanjut, Hanif menekankan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kewenangan pengelolaan sampah berada pada kepala daerah, dengan dukungan pemerintah pusat, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat.

Jaga Daya Saing Pariwisata

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan pesisir merupakan faktor kunci dalam menjaga daya saing pariwisata nasional.

“Kami mengapresiasi KLH/BPLH, Pemerintah Kabupaten Badung dan seluruh pihak yang terlibat. Namun, upaya menjaga kebersihan tidak boleh berhenti pada satu hari kegiatan saja. Jika dimulai dari destinasi wisata sebagai kebiasaan harian, maka budaya bersih akan tumbuh dan mengakar,” kata Widiyanti.

Sementara itu, Hanif juga telah memimpin kegiatan aksi pungut sampah di beberapa titik. Salah satunya di Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini telah menggerakkan lebih dari 4.000 personel gabungan.

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu daeah yang menetapkan darurat sampah. Data menunjukkan timbulan sampah di Kota Tangerang Selatan saat ini mencapai 1.029 ton per hari, dengan 428 ton di antaranya atau sekitar 41,54 persen masih belum terkelola dengan baik.

Hanif menekankan bahwa kondisi darurat sampah ini tidak dapat dibiarkan dan menuntut sinergi tanpa sekat antara pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta demi mencapai target penyelesaian sampah 100 persen pada tahun 2029.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/menteri-lh-pimpin-aksi-bersih-sampah-di-pantai-bali-10-ton-sampah-terkumpul/feed/ 0
Warga Bondowoso Gelar Aksi Bersih Sungai, 619,65 Kg Sampah Terangkut https://www.greeners.co/aksi/warga-bondowoso-gelar-aksi-bersih-sungai-61965-kg-sampah-terangkut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=warga-bondowoso-gelar-aksi-bersih-sungai-61965-kg-sampah-terangkut https://www.greeners.co/aksi/warga-bondowoso-gelar-aksi-bersih-sungai-61965-kg-sampah-terangkut/#respond Thu, 02 Oct 2025 03:06:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=47398 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Internasional, berbagai elemen masyarakat di Bondowoso, Jawa Timur, menggelar aksi bersih-bersih Sungai Selokambang. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 619,95 kilogram sampah plastik dari […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Internasional, berbagai elemen masyarakat di Bondowoso, Jawa Timur, menggelar aksi bersih-bersih Sungai Selokambang. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 619,95 kilogram sampah plastik dari sungai yang menjadi salah satu sumber air utama di wilayah tersebut.

Aksi ini merupakan kolaborasi Komunitas Sarka Space bersama Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton). Selain itu, juga melibatkan 130 pegiat lingkungan. Di antaranya siswa pencinta alam SMA Bondowoso, Komunitas Mahasiswa Bondowoso, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Sampeyan Setail, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso, serta DPRD Kabupaten Bondowoso.

Koordinator Kampanye Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini ada brand audit yang menemukan 6.997 lembar sampah plastik. “Dari hasil brand audit, 51 persen merupakan sampah tas kresek, dan 14 persen berupa saset kopi,” ungkapnya.

Dari total temuan sampah plastik tersebut, sebanyak 51,4 persen merupakan tas kresek. Kemudian, saset kopi Kapal Api sekali seduh sebesar 14,6 persen dan kemasan snack kentang goreng produksi PT Golden Leaves Jaya sebesar 4,7 persen.

BACA JUGA: Petani Ciamis Gelar Panen Raya Pepaya Calina di Hari Tani Nasional

Produk dari Wings seperti Mie Sedap dan So Klin menyumbang 3,8 persen, sementara Mayora (Malkis, Roma) sebesar 2,8 persen. Selanjutnya, bungkus rokok mild seperti Camel dan HM Sampoerna menyumbang 2,3 persen. Kemudian, produk Nabati sebesar 0,9 persen, dan sisanya berasal dari berbagai merek lain sebesar 0,5 persen.

Ketua Panitia Pelaksana, Tiara Sukma Wardani, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya mikroplastik dan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat terlibat langsung melalui aksi nyata seperti bersih-bersih sungai dan memilah sampah, serta mendorong kolaborasi antara komunitas, lembaga, dan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampah yang terkumpul tidak akan mereka buang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Komunitas Sarka Space akan mengelola langsung sampah tersebut untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Besarnya Masalah Sampah di Bondowoso

Kabupaten Bondowoso hingga kini masih menghadapi permasalahan serius terkait pengelolaan sampah. Setiap hari, 60 hingga 65 ton sampah dibuang ke TPA, sementara luas TPA yang tersedia hanya sekitar 1,5 hektare.

Kajian terbaru dari Ecoton dan Sarka Space juga menunjukkan bahwa pencemaran mikroplastik di Bondowoso sudah pada level yang mengkhawatirkan. Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton, Rafika Aprilianti, menyebut bahwa mikroplastik ditemukan baik di udara maupun air sungai di kabupaten tersebut.

“Kajian kualitas udara dan kualitas air menunjukkan bahwa udara kota Bondowoso di Jalan HOS Cokroaminoto, Kademangan Kulon terdapat mikroplastik sebanyak tujuh partikel dalam dua jam. Sementara, kadar mikroplastik di air Sungai Balekambang sebanyak 28 partikel per 10 liter,” ungkap Rafika.

BACA JUGA: Warga Lintas Iman Banyuwangi Mengolah Buah Naga Jadi Selai

Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di air adalah filament sebanyak 16 partikel. Kemudian, mikroplastik jebis fiber sebanyak 10 partikel, dan fragmen sebanyak 2 partikel. Keberadaan mikroplastik di air dan udara menjadi indikator tingginya volume sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik.

Untuk mengatasi masalah ini, Kepala DLH Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, menyebut pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 270 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah Secara Mandiri. Kebijakan ini menjadi turunan dari Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2023 tentang Pengurangan Penggunaan Plastik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/warga-bondowoso-gelar-aksi-bersih-sungai-61965-kg-sampah-terangkut/feed/ 0