aksi pungut sampah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/aksi-pungut-sampah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 10 Sep 2025 12:29:59 +0000 id hourly 1 KKP dan Warga Pesisir Bersihkan Pantai di Padang, 232,8 Kg Sampah Terangkut https://www.greeners.co/aksi/kkp-dan-warga-pesisir-bersihkan-pantai-di-padang-2328-kg-sampah-terangkut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kkp-dan-warga-pesisir-bersihkan-pantai-di-padang-2328-kg-sampah-terangkut https://www.greeners.co/aksi/kkp-dan-warga-pesisir-bersihkan-pantai-di-padang-2328-kg-sampah-terangkut/#respond Wed, 10 Sep 2025 12:29:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=47296 Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggaungkan gerakan Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah). Salah satu wujud nyatanya adalah aksi bersih pantai di Pantai Pasir Putih, Padang. Aksi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggaungkan gerakan Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah). Salah satu wujud nyatanya adalah aksi bersih pantai di Pantai Pasir Putih, Padang.

Aksi bersih pantai ini merupakan kolaborasi Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru bersama Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, dan SMAN 11 Padang. Lebih dari 70 peserta terlibat, terdiri dari pelajar, nelayan, komunitas, hingga mitra konservasi.

Kegiatan di Pantai Pasir Putih diawali dengan edukasi mengenai dampak sampah terhadap laut, pemilahan sampah bernilai ekonomis. Kemudian, Bank Sampah Sajameh Bungus juga ikut berbagi pengalaman kepada peserta. Mereka bercerita tentang keberhasilannya mengurangi aliran sampah ke laut melalui pengelolaan di Pelabuhan Perikanan.

Dalam aksi bersih pantai sepanjang 200 meter tersebut, terkumpul sampah seberat 232,8 kilogram (kg). Sampah tersebut terdiri dari 100,3 kg plastik, 43,32 kg sampah organik, dan 89,18 kg anorganik. Seluruh sampah kemudian mereka angkut menuju Bank Sampah Sajameh untuk proses lebih lanjut.

Camat Bungus Teluk Kabung, Harnoldi, mengapresiasi aksi KKP bersama mitra. Menurutnya, wilayah pesisir yang padat aktivitas perikanan dan pariwisata sangat membutuhkan penguatan fasilitas pengumpulan dan pengelolaan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle.

Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat menambahkan, aksi kampanye pengurangan sampah ini akan terus diperkuat agar masyarakat pesisir lebih peduli menjaga kebersihan laut. “Pantai Pasir Putih adalah destinasi favorit masyarakat. Sehingga, kebersihan dan keberlanjutan ekosistemnya menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

KKP menegaskan, kampanye pengurangan sampah melalui gerakan kolaboratif di pesisir merupakan langkah penting menjaga kesehatan laut. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar ekosistem tetap lestari dan generasi mendatang bisa terus merasakan manfaatnya.

Sampah Plastik Isu Global

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Ahmad Aris, menegaskan bahwa sampah plastik merupakan isu global yang berdampak serius terhadap kesehatan lingkungan, baik di daratan, pesisir, hingga laut.

“Indonesia melalui KKP hadir dengan berbagai inovasi. Salah satunya program Laut Sebasah yang fokus menangani sampah dari hulu ke hilir, termasuk di aliran sungai, pesisir, pulau kecil, dan pelabuhan,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya.

Data menunjukkan bahwa 80 persen sampah laut berasal dari aktivitas manusia di daratan. Kondisi ini mengancam ekosistem laut, merusak biota, serta mengganggu pariwisata dan perekonomian masyarakat pesisir. Karena itu, KKP mendorong aksi kolektif berbasis kolaborasi untuk memastikan keberlanjutan sumber daya laut.

KKP menegaskan, kampanye pengurangan sampah melalui gerakan kolaboratif di pesisir merupakan langkah penting menjaga kesehatan laut. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar ekosistem tetap lestari dan generasi mendatang bisa terus merasakan manfaatnya

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menempatkan pengelolaan sampah laut sebagai bagian penting dari strategi menjaga ekosistem laut dan mendukung pembangunan ekonomi biru.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kkp-dan-warga-pesisir-bersihkan-pantai-di-padang-2328-kg-sampah-terangkut/feed/ 0
Mahasiswa UGM dan Unpad Pungut dan Pilah Sampah di Sungai Citarum https://www.greeners.co/aksi/mahasiswa-ugm-dan-unpad-pungut-dan-pilah-sampah-di-sungai-citarum/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mahasiswa-ugm-dan-unpad-pungut-dan-pilah-sampah-di-sungai-citarum https://www.greeners.co/aksi/mahasiswa-ugm-dan-unpad-pungut-dan-pilah-sampah-di-sungai-citarum/#respond Sat, 26 Jul 2025 02:19:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=47048 Jakarta (Greeners) – Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Sekocihampelas bersama tim KKN Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar kegiatan Citarum Clean Up dengan memungut sampah di bantaran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung […]]]>

Jakarta (Greeners) – Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Sekocihampelas bersama tim KKN Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar kegiatan Citarum Clean Up dengan memungut sampah di bantaran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat. Melalui aksi ini, sampah yang terkumpul mencapai lebih dari 350 kilogram.

Sungai Citarum sebagai sungai terpanjang dan terlebar di Jawa Barat, yang menjadi lokasi kegiatan, kondisinya memprihatinkan. Banyak tumpukan sampah serta tumbuhan eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan air.

Bekerja sama dengan Bening Saguling Foundation, aksi bersih-bersih ini berlangsung dalam tiga tahap utama, yaitu pengambilan sampah, penimbangan, dan pemilahan.

Ketua Tim KKN-PPM UGM Sekocihampelas, Nur Kumalatuz Zahroh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.

“Aksi kecil seperti ini jika kita lakukan bersama dapat membawa dampak besar. Mari mulai dari sekitar kita, karena menjaga lingkungan bukan pilihan, tapi kewajiban,” ujar Nur melansir Berita UGM, Jumat (25/7).

BACA JUGA: Sungai Citarum yang Kian Redum

Dengan banyaknya sampah yang tercampur dengan batang dan akar rumput eceng gondok, aksi bersih-bersih ini menjadi menantang. Meski demikian, sampah-sampah tersebut berhasil mereka kumpulkan. Kemudian, mereka pilah ke dalam enam kategori. Di antaranya plastik bening, kresek berwarna, multilayer plastik, styrofoam, botol plastik, dan sampah residu.

Sampah dengan nilai daur ulang tinggi (high value waste) seperti plastik bening dan multilayer plastik akan diproses lebih lanjut oleh pihak Bening Saguling Foundation. Sampah tersebut akan jadi papan multifungsi (recycle board) sebagai bentuk inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan.

Selamatkan PLTA dari Sampah Sungai Citarum

Sementara itu, PIC kegiatan Citarum Clean Up, Marchela Yulita berharap bahwa keberadaan sampah di Sungai Citarum tidak sampai menimbulkan dampak terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, dan tidak terbawa hingga ke laut.

“Sungai adalah penghubung antara hulu dan hilir. Bila kita jaga dari hulunya, kita telah mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari,” tuturnya.

Menurutnya, dengan melihat distribusi dan volume sampah plastik yang terus tumbuh tak terkendali, membersihkan Sungai Citarum tidak bisa selesai dalam satu hari.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/mahasiswa-ugm-dan-unpad-pungut-dan-pilah-sampah-di-sungai-citarum/feed/ 0
Menteri LH dan Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Tangani Sampah Laut https://www.greeners.co/aksi/menteri-lh-dan-panglima-tni-tekankan-kolaborasi-tangani-sampah-laut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menteri-lh-dan-panglima-tni-tekankan-kolaborasi-tangani-sampah-laut https://www.greeners.co/aksi/menteri-lh-dan-panglima-tni-tekankan-kolaborasi-tangani-sampah-laut/#respond Mon, 24 Feb 2025 04:02:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=45997 Jakarta (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan aksi bersih pantai di Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu, 23 […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan aksi bersih pantai di Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu, 23 Februari 2025. Hal itu dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait lainnya di tujuh lokasi, termasuk Batukaras.

Dalam sambutannya, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa persoalan sampah di Indonesia memerlukan kesadaran masyarakat serta kolaborasi berbagai pihak. Aksi bersih pantai ini menjadi bagian dari upaya lebih luas yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan TNI di tujuh lokasi lainnya selain Batukaras.

“Aksi bersih pantai ini merupakan bentuk kerja sama antara KLH, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Upaya ini menjadi solusi kolaboratif dalam menangani sampah laut,” kata Hanif Faisol Nurofiq.

BACA JUGA: Berhenti Apatis, Saatnya Praktikkan Gaya Hidup Sadar Sampah

Ia menjelaskan bahwa sampah laut umumnya berasal dari sampah yang terbawa arus sungai maupun yang sengaja dibuang ke perairan. Dampaknya tidak hanya mengotori pantai yang menjadi destinasi wisata, tetapi juga menyebabkan pencemaran mikroplastik yang membahayakan ekosistem laut dan manusia.

“Degradasi plastik yang tidak sempurna bisa mencemari air, tanah, serta masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan laut,” ungkapnya.

Sebagai negara kepulauan, lanjutnya, Indonesia harus segera mengambil langkah konkret untuk menekan timbulan sampah plastik agar ancaman mikroplastik bisa terkendali.

Kolaborasi tangani sampah laut dalam aksi bersih Pantai Pangandaran. Foto: KLH

Kolaborasi tangani sampah laut dalam aksi bersih Pantai Pangandaran. Foto: KLH

Pentingnya Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Senada dengan Menteri LH, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Ia juga menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung berbagai inisiatif pengelolaan sampah, termasuk penggunaan perahu pembersih sungai dan mesin penghancur sampah yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: Peringati HPSN 2025, Kampung Siba Klasik Gelar Zero Waste Tour

“Kami siap berkolaborasi untuk aksi bersih pantai. Tidak hanya di sini, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan bersih pantai di Batukaras ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menekan dampak negatif sampah laut. Pemerintah berharap aksi seperti ini dapat terus diperluas dan melibatkan lebih banyak pihak demi masa depan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/menteri-lh-dan-panglima-tni-tekankan-kolaborasi-tangani-sampah-laut/feed/ 0
Mahasiswa IPB Ajak Murid SD Pulau Buru Pungut Sampah https://www.greeners.co/aksi/mahasiswa-ipb-ajak-murid-sd-pulau-buru-pungut-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mahasiswa-ipb-ajak-murid-sd-pulau-buru-pungut-sampah https://www.greeners.co/aksi/mahasiswa-ipb-ajak-murid-sd-pulau-buru-pungut-sampah/#respond Sun, 20 Oct 2024 03:00:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=45005 Jakarta (Greeners) – Sejumlah mahasiswa IPB dari Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (Himiteka) melakukan ekspedisi kesembilan dengan menggelar aksi bersih pantai (coastal clean up) pada Kamis, 10 Oktober 2024. […]]]>
Jakarta (Greeners) – Sejumlah mahasiswa IPB dari Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (Himiteka) melakukan ekspedisi kesembilan dengan menggelar aksi bersih pantai (coastal clean up) pada Kamis, 10 Oktober 2024. Mereka mengajak murid Sekolah Dasar (SD) Alhilaal Wamlana di Pulau Buru, Maluku, untuk memungut sampah di sepanjang Pantai Wamlana.

Kegiatan coastal clean up berlangsung sepanjang 150 meter di Pantai Wamlana, menggunakan metode Panduan Bersih Pantai Scientific Ranger. Aksi ini merupakan hasil kolaborasi antara Divers Clean Action (DCA) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selama kegiatan, sampah yang sudah terkumpul akan mereka timbang dan ukur untuk mendapatkan data sebaran sampah di pantai.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa plastik sekali pakai merupakan jenis sampah yang paling banyak ditemukan. Kemudian, diikuti oleh plastik daur ulang dan kertas. Sebagian besar sampah tersebut berasal dari aktivitas masyarakat di pantai maupun dari darat yang hanyut ke laut dan bermuara ke pantai.

BACA JUGA: Ratusan Petugas DLH DKI Bersihkan Sampah Usai Hari Buruh

“Kegiatan ini menjadi salah satu langkah dalam memperkenalkan kepada murid-murid SD dalam menjaga lingkungan serta menganalisis jenis, jumlah, dan berat sampah,” ungkap penanggung jawab kegiatan coastal clean up, Hasna Syaripatu.

Sebelumnya, pada tanggal yang sama, Ekspedisi Himiteka IX juga mengadakan Sosialisasi Penyu dan Sampah di SD Alhilaal Wamlana. Mereka memberikan edukasi tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya sebagai upaya menjaga kelestarian penyu belimbing yang termasuk dalam kategori rentan.

Murid SD Antusias Kumpulkan Sampah

Sementara itu, murid-murid yang terlibat dalam kegiatan ini begitu antusias mengumpulkan sampah, khususnya sampah organik. Mulai dari plastik, kertas, karet, tekstil hingga logam.

Wali kelas 4 SD Alhilaal Wamlana, Hikmah mengungkapkan terima kasih kepada tim Ekspedisi Himiteka IX yang telah melaksanakan sosialisasi di SD Alhilaal Wamlana dan mengajak murid-murid untuk melakukan aksi bersih pantai.

“Anak-anak jadi belajar tentang penyu, konservasi, dan sampah,” ucap Hikmah.

Selain kegiatan coastal clean up dan sosialisasi, mahasiswa IPB dalam Ekspedisi Himiteka IX juga melakukan kegiatan pengambilan data habitat peneluran penyu belimbing. Mereka juga melakukan wawancara sosial dan ekonomi, serta pemasangan papan informasi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Edit0r: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/mahasiswa-ipb-ajak-murid-sd-pulau-buru-pungut-sampah/feed/ 0
Ratusan Petugas DLH DKI Bersihkan Sampah Usai Hari Buruh https://www.greeners.co/aksi/ratusan-petugas-dlh-dki-bersihkan-sampah-usai-hari-buruh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ratusan-petugas-dlh-dki-bersihkan-sampah-usai-hari-buruh https://www.greeners.co/aksi/ratusan-petugas-dlh-dki-bersihkan-sampah-usai-hari-buruh/#respond Thu, 02 May 2024 03:49:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43694 Jakarta (Greeners) – Setiap tanggal 1 Mei, aksi buruh di Jakarta menjadi salah satu momentum penting dalam memperingati Hari Buruh Internasional. Demi menjaga kebersihan Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI […]]]>

Jakarta (Greeners) – Setiap tanggal 1 Mei, aksi buruh di Jakarta menjadi salah satu momentum penting dalam memperingati Hari Buruh Internasional. Demi menjaga kebersihan Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan ratusan personelnya untuk membersihkan tumpukan sampah usai aksi buruh di beberapa wilayah Jakarta.

“Kami punya protap (prosedur tetap) yang rutin untuk menangani kebersihan usai aksi keramaian sesaat, seperti peringatan Hari Buruh 1 Mei 2024 atau May Day di Monumen Nasional (Monas) dan Kawasan Gedung MPR DPR. Kami mengerahkan personel sebanyak 180 orang,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Rabu (1/5).

BACA JUGA: DLH DKI Jakarta Hentikan 2 Pabrik Batu Bara Imbas Pencemaran

Asep menyebut, kegiatan bersih-bersih dan pengangkutan sampah ini merupakan kegiatan rutin oleh jajarannya. Sehingga, pihaknya tidak terlalu berisiko dengan peringatan tersebut.

Selain itu, Asep mengatakan personel kebersihan akan langsung bergerak setelah peringatan selesai. Asep memastikan seluruh sampah akan petugas angkut meskipun berlangsung hingga malam hari.

Ratusan personel untuk membersihkan tumpukan sampah usai peringatan Hari Buruh di Jakarta. Foto: DLH DKI Jakarta

Ratusan personel untuk membersihkan tumpukan sampah usai peringatan Hari Buruh di Jakarta. Foto: DLH DKI Jakarta

Aksi Longmarch Buruh

Tujuan titik utama para buruh adalah demonstrasi di sekitar kompleks Istana Kepresidenan. Long march dimulai dari Stasiun Dukuh Atas dan berlanjut ke Bundaran HI. Kemudian, mereka lanjut ke Gedung International Labour Organization (ILO) dan berakhir di Istana Negara.

BACA JUGA: DLH DKI Beri Penghargaan bagi Masyarakat Peduli Lingkungan

Para buruh yang melakukan aksi di Jakarta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Tangerang, dan daerah lainnya. Tak hanya di Jakarta, banyak daerah di Indonesia yang juga menggelar aksi secara serentak.

Siapkan 36 Unit Armada Sampah

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, lanjut Asep, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 36 unit armada sampah. Armada tersebut terdiri dari sembilan unit truk sampah anorganik, enam unit mobil lintas, dan delapan unit mobil lintas traga. Kemudian, ada tujuh unit truk penyapu debu jalan atau road sweeper dan enam unit mobil pengepres sampah (compactor).

“Untuk sampah yang dihasilkan berdasarkan kegiatan bersih-bersih yang tadi berlangsung di Monas, Gedung MPR/DPR, volume sampah 60 meter per kubik,” ujar Asep.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menyiapkan sebanyak 3.454 personel untuk mengamankan peringatan May Day.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/ratusan-petugas-dlh-dki-bersihkan-sampah-usai-hari-buruh/feed/ 0
Operasi Semut Rutin Pungut Sampah demi Lingkungan Bersih https://www.greeners.co/sosok-komunitas/operasi-semut-rutin-pungut-sampah-demi-lingkungan-bersih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=operasi-semut-rutin-pungut-sampah-demi-lingkungan-bersih https://www.greeners.co/sosok-komunitas/operasi-semut-rutin-pungut-sampah-demi-lingkungan-bersih/#respond Tue, 24 Oct 2023 08:08:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=42059 Jakarta (Greeners) – Operasi Semut rutin membersihkan sampah di lingkungan terdekat. Hal itu untuk memulai kebiasaan baik pada setiap orang dalam menjaga kebersihan kawasannya. Komunitas yang terbentuk sejak 2022 itu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Operasi Semut rutin membersihkan sampah di lingkungan terdekat. Hal itu untuk memulai kebiasaan baik pada setiap orang dalam menjaga kebersihan kawasannya. Komunitas yang terbentuk sejak 2022 itu bermula dari salah satu program kegiatan Cleanaction Network.

Berawal dari pergerakan masyarakat untuk membersihkan sampah di wilayah utara Jakarta, Operasi Semut pun memulai aksinya. Mereka membersihkan sampah di kawasan Jakarta International Stadium (JIS) pada 19 Februari 2022.

“Karena JIS itu proyek itu sudah dicita-citakan menjadi bangunan yang green building, menerapkan keberlanjutan lingkungan, dan punya material sirkulasi udara baik yang bisa influence pengunjung (untuk jaga kebersihan). Operasi Semut menyambut berita itu dengan melakukan kegiatan bersih-bersih di sana,” ungkap Program Direktur Cleanaction, Hendro Subroto kepada Greeners melalui sambungan telepon.

BACA JUGA: Komunitas Kejar Mimpi Aksi Bersih Pantai di Balikpapan

Warga yang membersihkan kawasan JIS merupakan anak-anak kampung sekitaran Stadion JIS. Dalam menjaga kebersihan stadion, para petugas kebersihan juga turut membantu mereka.

“Teman-teman Operasi Semut yang ada di seputaran stadion ini ingin menjadi tuan rumah yang baik. Misalnya, saat ada pertandingan, orang-orang yang di sana juga jadi teredukasi, seperti tidak membuang sampah sembarangan,” tambah Hendro.

Operasi Semut rutin membersihkan sampah di lingkungan terdekat. Foto: Komunitas Operasi Semut

Operasi Semut rutin membersihkan sampah di lingkungan terdekat. Foto: Komunitas Operasi Semut

Operasi Semut Bersihkan Sampah saat CFD

Operasi pembersihan sampah ini tidak hanya mereka lakukan di kawasan JIS. Mereka juga memperluas aksinya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat setiap hari Minggu saat car free day (CFD).

“Mereka mulai konsisten setiap Sabtu sore di JIS melakukan kegiatan. Setelah JIS ada pengelola, kami pindah ke bundaran HI. Jadi, kegiatan komunitas Operasi Semut ini tidak mengacu sebuah tempat,” ucap Hendro.

Dalam setiap operasi membersihkan sampah di Bundaran HI, para relawan juga melakukan edukasi lewat poster yang mereka bawa. Mereka berharap masyarakat bisa sadar soal kepeduliannya terhadap sampah.

Hindari Bebani TPA dengan Pilah Sampah

Setiap kali habis melakukan pemungutan sampah, Komunitas Operasi Semut juga memilah dan menimbang sampah. Kegiatan ini telah menjadi sebuah kebisaan baru bagi anak kampung Tanjung Priok dan sekitarnya.

Padahal, awal mula pola yang mereka terapkan hanya mengumpulkan sampah yang tercecer. Namun, pola itu berkembang lebih baik. Kini, para relawan telah menerapkan pola baru menjadi kumpul dan pilah.

BACA JUGA: Komunitas Pecinta Bromo Bersih-Bersih Gunung dari Sampah Pengunjung

“Baru-baru ini bulan Juni 2023 kami ada kegiatan sampah dengan Waste4change. Sampah yang dipilah kami kumpulkan dan kami bawa ke Waste4change. Ini agar tidak menambah volume ke TPA,” imbuh Hendro.

Anak muda menjadi penggerak terbanyak dalam Komunitas Operasi Semut. Menurut Hendro, kebanyakan dari mereka masih memiliki ruang yang lebar. Selain itu, mereka pun sadar bahwa perjalanan sampah ini cukup panjang. Apabila tidak dikelola dengan baik, akan berpotensi mencemari lingkungan.

“Mereka baru sadar soal sampah, misalnya soal proses panjang sampah, sampai sampah ini punya nilai guna. Selain itu, rata-rata dari mereka juga ada yang content creator, mereka rutin melakukan kegiatan bebersih ini.  Ada juga anak-anak SD yang ikut kegiatan ini,” kata Hendro.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/operasi-semut-rutin-pungut-sampah-demi-lingkungan-bersih/feed/ 0
KKP: Lewat Bulan Cinta Laut, Sampah Bisa Jadi Peluang Ekonomi https://www.greeners.co/berita/kkp-lewat-bulan-cinta-laut-sampah-bisa-jadi-peluang-ekonomi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kkp-lewat-bulan-cinta-laut-sampah-bisa-jadi-peluang-ekonomi https://www.greeners.co/berita/kkp-lewat-bulan-cinta-laut-sampah-bisa-jadi-peluang-ekonomi/#respond Sat, 09 Sep 2023 04:32:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=41508 Jakarta (Greeners) – Nelayan di wilayah pesisir bisa memanfaatkan sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan. Hal itu dapat terwujud melalui gerakan Bulan Cinta Laut (BCL). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) […]]]>

Jakarta (Greeners) – Nelayan di wilayah pesisir bisa memanfaatkan sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan. Hal itu dapat terwujud melalui gerakan Bulan Cinta Laut (BCL).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggerakkan 1.000 lebih nelayan untuk aksi membersihkan sampah di laut. Menurut Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Muhammad Yusuf, ada manfaat ekonomi yang diperoleh para nelayan.

Sampah yang dikumpulkan dapat dijual ke pengepul atau penggiat sampah. Itu bisa menjadi tambahan pendapatan harian bagi para nelayan dan menciptakan ekonomi sirkular.

“Aksi ini semoga dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat nelayan dengan dukungan pemerintah daerah, mitra, dan lapisan masyarakat. Sehingga, tujuan menjadikan laut tetap bersih dan sehat dapat terwujud,” ucap Yusuf dalam siaran pers yang diterima Greeners, Sabtu (9/9).

BACA JUGA: Aksi Bersih Sampah Targetkan Tahun 2025 Bebas Sampah Nasional

BCL tahun ini berlangsung sejak Juli hingga September di 18 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. Sampah seberat 140 ton pun berhasil nelayan kumpulkan selama aksi ini berlangsung.

“Totalnya ada 1.350 nelayan yang terlibat aktif dalam gerakan ini,” ungkap Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor G. Manoppo.

Gerakan yang diinisiasi KKP sejak 2022 ini adalah bentuk komitmen untuk memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik. BCL merupakan satu dari lima program Ekonomi Biru KKP untuk tata kelola kelautan dan perikanan maju dan berkelanjutan.

ilustrasi aksi membersihkan sampah di laut. Foto: KKP

ilustrasi aksi membersihkan sampah di laut. Foto: KKP

BCL Diikuti 75 Nelayan di Kota Padang

Sementara itu, total nelayan di Kota Padang yang teraktivasi mengikuti BCL di tahun 2023 sebanyak 75 nelayan. Mereka berasal dari delapan kelompok usaha bersama (KUB), yaitu KUB Saiyo Sakato Mandiri, KUB Berok Sepakat, KUB Udang Kelong, KUB Lumba-Lumba Putih, KUB Gelombang Tenang, KUB Bunga Karang, KUD Udang Kelong Merah, dan KUB Batu Berantai.

“Saya juga mengajak rekan-rekan nelayan dan mengimbau instansi untuk terus mendukung kelanjutan program ini. Bagi nelayan, ini tambahan dan sampingan. Kita melaut, kita ambil sampah, kita pilah dan kita tabung emas di Bank Sampah Pancadaya,” ungkap Ketua KUB, Saiyo Sakato Mandiri Abadi.

BACA JUGA: Cleanup Walk, Bersihkan Sungai dan Jalan dari Sampah

Aksi Bulan Cinta Laut di Pantai Purus, Kota Padang mengumpulkan sampah sebanyak 352,36 kg sampah plastik (anorganik). Kemudian, sebanyak 917,48 kg sampah organik dan 383,48 residu. Pemenang lomba pengumpulan sampah dari sekolah yakni SUPM Pariaman, SMA 6 Padang dan SMA 8 Padang.

Sejalan dengan kebijakan penanganan sampah plastik di laut, KKP berkomitmen untuk mencapai target pengurangan sampah plastik sebesar 70 persen hingga tahun 2025. Hal itu sesuai mandat Peraturan Persiden No. 83 Tahun 2018.

KKP menyelenggarakan Bulan Cinta Laut. Foto: KKP

KKP menyelenggarakan Bulan Cinta Laut. Foto: KKP

Gurbernur Sumbar Apresiasi Gerakan BCL

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi langkah KKP dalam pelaksanaan program BCL. Tahun lalu, pihaknya juga terlibat dalam pelaksanaan program bersih-bersih sampah laut ini.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut serta bisa berdampak lebih luas kepada masyarakat pesisir di Sumatera Barat. Kepada seluruh nelayan yang terlibat, kami juga memberikan apresiasi karena telah peduli terhadap pengurangan sampah di laut,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengapresiasi seluruh mitra yang mendukung pelaksanan kegiatan ini. Ia berharap para mitra dapat berkomitmen untuk berpartisipasi dan mendukung keberlanjutan program ini.

Tak hanya itu, Mahyeldi berharap, gerakan BCL juga mampu melahirkan kesadaran dan mengubah mindset masyarakat untuk peduli terhadap sampah. Mahyeldi menilai gerakan BCL memberikan peluang ekonomi. Terutama, melalui kegiatan pengolahan sampah plastik bisa menjadi penghasilan tambahan. Pihaknya bahkan menyiapkan hadiah khusus bagi masyarakat yang paling aktif mengumpulkan sampah.

“Akan ada reward untuk nelayan pengumpul sampah terbanyak di akhir tahun berupa umroh gratis,” ungkap Mahyeldi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/kkp-lewat-bulan-cinta-laut-sampah-bisa-jadi-peluang-ekonomi/feed/ 0
Jerhemy Owen, Kreator Konten Rutin Pungut Sampah di Sungai https://www.greeners.co/gaya-hidup/jerhemy-owen-kreator-konten-rutin-pungut-sampah-di-sungai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jerhemy-owen-kreator-konten-rutin-pungut-sampah-di-sungai https://www.greeners.co/gaya-hidup/jerhemy-owen-kreator-konten-rutin-pungut-sampah-di-sungai/#respond Fri, 18 Aug 2023 04:00:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41247 Jakarta (Greeners) – Sosok pemuda asal Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di negeri kincir angin, Jerhemy Owen rutin memungut sampah di sungai. Saat kegiatan pungut sampah di Sungai […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sosok pemuda asal Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di negeri kincir angin, Jerhemy Owen rutin memungut sampah di sungai. Saat kegiatan pungut sampah di Sungai Ciliwung pekan lalu, Owen tampak semangat saat memungut sampah di sana.

Saat ini, Owen sedang melanjutkan pendidikannya di Belanda, dengan jurusan Environmental Science of Sustainable Energy Technology. Sejak mempelajari ilmu lingkungan, pria berusia 22 tahun ini telah mempraktikan gaya hidup ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari.

Tak perlu ribet, Owen menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan cara yang sederhana. Misalnya memakai listrik secukupnya dan tidak berlebihan, membawa tas belanja, dan tumbler agar bisa mengurangi sampah.

Selain aktif berkegiatan langsung di alam, Owen juga giat membuat konten edukasi tentang lingkungan di media sosial, bahkan dijuluki sebagai “Environment Content Creator.”

Owen juga memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi tentang lingkungan kepada masyarakat luas. Ia rutin membuat konten terkait gaya hidup ramah lingkungan, kegiatan positifnya di luar negeri, dan berbagai aksi penyelamatan lingkungan.

Aku start dari paling simpel sih. Menurut aku setiap orang punya standar simpel masing-masing. Hal-hal seperti itu yang simpel aja sih menurut aku. Sampah juga aku pilah-pilah di rumah, botol yang dipisahin kita langsung kasih ke pemulung,” kata Owen kepada Greeners baru-baru ini. 

Keputusan awal Owen untuk menjadi pembuat konten lingkungan dimotivasi oleh pendidikan yang dia jalani. Ia juga melihat masih banyak permasalahan lingkungan di Indonesia yang perlu diselesaikan melalui tindakan nyata.

Dengan memiliki bekal ilmu lingkungan, Owen tidak segan-segan membagikan banyak informasi soal lingkungan di media sosialnya secara terus menerus. Dengan potensi pengikut yang banyak di media sosial juga dapat membantu banyak orang melakukan sesuatu yang positif bagi lingkungan, tambah Owen.

Dorong Anak Muda dengan Aksi Nyata

Sebagai pemuda yang giat membuat konten tentang lingkungan, Owen kini berhasil memiliki 12 juta pengikut di media sosial Tik Tok. Namun, untuk membentuk sebuah perubahan bersama dalam penyelamatan Indonesia, Owen juga berikan contoh baik kepada pengikutnya dengan melakukan aksi nyata.

Misalnya, kini Owen rutin memungut sampah di sejumlah sungai Indonesia. Perilaku positif inilah yang bisa mendorong pengikutnya khususnya anak muda melakukan aksi positif.

“Dengan aku membagikan konten di media sosial dengan berlaku positif itu udah salah satu hal yang bisa aku lakuin. Sebab, aku juga kuliah ilmu lingkungan di Belanda jadi aku emang menyuarakan info-info tentang lingkungan,” tambah Owen.

Menurutnya, di Indonesia masih banyak anak muda yang bingung memulai langkahnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ia melanjutkan, melalui konten dengan sederhana inilah bisa membantu mereka ikut peduli.

Beraksi pungut sampah di sungai. Foto: Dini Jembar Wardani

Harapan Owen untuk Indonesia

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke -78 Indonesia, Owen menyampaikan harapan untuk Indonesia. Ia menginginkan Indonesia menjadi negara yang jauh lebih baik, terutama rakyatnya harus bisa maju dari segi ekonomi.

“Pasti jauh lebih baik ya, yang terutama rakyatnya maju dari sisi ekonomi, karena kalau misalnya kita ngomongin sustainability kita ngomongin tentang profit, planned sama, people kan. Jadi hal seperti itulah semuanya harus dikembangin bareng-bareng,” kata Owen. 

Sementara itu, dengan Indonesia memiliki target net zero emission pada tahun 2060, upayanya pun perlu dikuatkan. Seperti regulasi dari pemerintah dengan menyelaraskan undang-undang bisa menjadi pijakan untuk melakukan sebuah upaya demi mencapai target tersebut secara signifikan.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : RIK

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/jerhemy-owen-kreator-konten-rutin-pungut-sampah-di-sungai/feed/ 0
Content Creator “Nyemplung” dan Pungut Sampah di Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/content-creator-nyemplung-dan-pungut-sampah-di-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=content-creator-nyemplung-dan-pungut-sampah-di-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/content-creator-nyemplung-dan-pungut-sampah-di-ciliwung/#respond Mon, 14 Aug 2023 04:05:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=41195 Jakarta (Greeners) – Aksi pungut sampah di Sungai Ciliwung Depok oleh World Cleanup Day (WCD) Indonesia pada, Sabtu (12/8) tampak berbeda. Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 Indonesia mereka menggandeng […]]]>

Jakarta (Greeners) – Aksi pungut sampah di Sungai Ciliwung Depok oleh World Cleanup Day (WCD) Indonesia pada, Sabtu (12/8) tampak berbeda. Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 Indonesia mereka menggandeng content creator turun ke sungai (“nyemplung”) memungut sampah.

Bahkan aksi ini tidak hanya di satu titik itu. WCD Indonesia juga menggelar serentak aksi serupa di 38 provinsi yang tersebar di 150 lokasi. National Leader WCD, Andy Bahari bersama dengan Jerhemy Owen, salah satu content creator yang menggeluti isu lingkungan menginisiasi aksi ini. Sejumlah content creator di berbagai provinsi akhirnya ikut berkolaborasi.

Tidak hanya untuk menyambut kemerdekaan, aksi bersih-bersih yang bertajuk #MerdekaDariSampah ini juga bagian dari Road To World Cleanup Day pada 16 September 2023 mendatang. 

Sementara itu, sejumlah content creators seperti Jerome Polim, Jehian P. Sijabat, Turah Parthayana, Erika Richardo, Vania Herlambang, Rian Fahardhi, David Wijaya ikut memungut sampah di Sungai Ciliwung. Selain itu publik figur tersohor seperti Luna Maya juga hadir.

Aktris sekaligus model Indonesia, Luna Maya mengatakan, lambat laun kegiatan ini bukan lagi menjadi sebuah gerakan saja tetapi sudah menjadi kebiasaan masyarakat. 

Hopefully gerakan ini bisa menjadi lebih besar lagi. Sehingga kesadaran sampah menjadi meningkat dan akhirnya bukan sebuah gerakan lagi tapi sebuah habit. Menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia,” ucap Luna saat Kegiatan Pungut Sampah di Sungai Ciliwung Depok, Sabtu, (12/8).

Lebih dari 200 relawan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ikut aksi ini.  Sampah yang terangkut dari sungai mencapai 1.970 kg (2 ton). Sampah pakaian bekas, kasur, hingga pecahan kemasan sekali pakai mendominasi.

Setelah itu, Waste4Change mengangkut dan mengelola sampah itu agar tidak terbuang ke tempat pembuangan sampah akhir Bantargebang.

Pungut Sampah, Content Creator Jadi Contoh

Partisipasi content creator dalam aksi bersih-bersih sungai ini bisa menjadi sebuah contoh terpuji bagi banyak orang. Sebab, mereka memiliki banyak penggemar di media sosialnya. 

Leader WCD Indonesia, Andy Bahari berharap, momen ini bisa menjadi pemantik bagi seluruh orang supaya sadar bahwa Indonesia masih belum merdeka di isu permasalahan sampah. 

Buktinya usai aksi, masih banyak sekali berbagai jenis sampah yang berhasil peserta aksi kumpulkan dari Sungai Ciliwung Depok. Oleh karena itu, para content creator bisa memantik para pengikutnya di media sosial untuk lebih bijak membuang sampah. 

Environmental Education Content Creator, Jerhemy Owen mendukung aksi bersih-bersih sampah ini. Menurutnya upaya ini bisa menyebarkan awareness lewat media sosial. 

“Dalam mendukung aksi bersih-bersih sampah, bisa menyebarkan awareness lewat sosial media. Mereka bisa memulai lebih sadar bergaya hidup peduli lingkungan mulai dari hal kecil seperti membawa tumbler dan alat makan sendiri. Jadi starts from small action,” ungkap Owen. 

Sampah pakaian bekas, kasur, hingga pecahan kemasan sekali pakai mendominasi. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Wadah Makan dari Daun Pisang

Selama kegiatan berlangsung, para relawan dan content creator diajak untuk membawa wadah makanan dan tumbler air minum. Uniknya, bagi partisipan yang tidak membawa wadah, tim WCD telah menyediakan wadah makanan ramah lingkungan yaitu daun pisang. 

Saat akhir penutup kegiatan acara, Andy Bahari mengimbau para partisipan untuk tidak konsumsi berlebihan atau gampang termakan iklan. Andy mengajak menjalankan gerakan guna ulang.

“Kita tidak harus belanja sesuatu yang tidak dibutuhkan agar kita tidak semakin menghasilkan banyak sampah di masa depan,” tegas Andy. 

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : RIK

]]>
https://www.greeners.co/aksi/content-creator-nyemplung-dan-pungut-sampah-di-ciliwung/feed/ 0
The Jakmania Pungut Sampah Usai Pertandingan https://www.greeners.co/aksi/the-jakmania-pungut-sampah-usai-pertandingan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=the-jakmania-pungut-sampah-usai-pertandingan https://www.greeners.co/aksi/the-jakmania-pungut-sampah-usai-pertandingan/#respond Sun, 13 Aug 2023 04:00:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=41150 Jakarta (Greeners) – Kelompok suporter sepak bola Ibu Kota Jakarta (Persija Jakarta), The Jakmania tunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan memungut sampah di stadion usai pertandingan. Bahkan kegiatan “Jakmania Bersih-bersih Stadion” […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kelompok suporter sepak bola Ibu Kota Jakarta (Persija Jakarta), The Jakmania tunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan memungut sampah di stadion usai pertandingan. Bahkan kegiatan “Jakmania Bersih-bersih Stadion” ini akan menjadi rutinitas di setiap laga pertandingan Persija Jakarta.

Langkah awal pencanangan gerakan lingkungan dan sosial dimulai saat pembentukan kepengurusan baru melalui musyawarah besar Jakmania Mei 2023.

Aksi pungut sampah, salah satu yang kini terwujud dan berhasil. Sejauh ini, ada tiga aksi Jakmania Bersih-bersih Stadion dalam tiga laga Persija Jakarta bersama lawan yang berbeda. Ketua Jakmania yang terinspirasi dari suporter Jepang pun terus mendorong pengurus menerapkan aksi terpuji tersebut di setiap pertandingan.

Pada 3 Juli 2023, operasi pengumpulan sampah menjadi momen pertama Jakmania. Aksi tersebut mereka lakukan usai laga pertandingan antara Persija Jakarta dan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Kepala Bidang Sosial Masyarakat (Sosmas) The Jakmania, Ghazi Luthfi mengatakan, Jakmania selalu menganggap Stadion GBK dan Patriot Candrabhaga adalah rumah bagi mereka. Menurut Ghazi selaku komandan di bidang Sosmas, sudah sepatutnya gerakan ini mereka lanjutkan di setiap pertandingan.

“Jakmania menganggap bahwa GBK dan Patriot rumah kita dan ini sudah megah besar, keren. Nah masa enggak kita jaga sih kebersihannya, kalau kotor jadi sia-sia,” kata Ghazi kepada Greeners baru-baru ini.

Sebanyak 30 suporter Jakmania terlibat mengkoordinir operasi pungut sampah saat itu. Usai pertandingan, mereka sukarela membantu mengumpulkan sampah. Langkah tersebut pun telah membantu tim kebersihan stadion.

Kekompakan Jakmania Adalah Kunci

Berdiri tahun 1997, kelompok suporter sepak bola telah terbentuk koordinator wilayah (korwil) di setiap daerah tidak hanya Jakarta untuk memudahkan koordinasi. Gerakan ini tidak hanya membantu membersihkan sampah, tetapi dapat mempererat solidaritas antar korwil.

“Awalnya kita bentuk volunteer karena Jakmania terbagi menjadi beberapa korwil. Nah dari masing-masing itu kita ajak jadi volunteer, kita kasih trashbag dan kita arahkan untuk bersihkan sampahnya bareng-bareng di tribun stadion,” kata Ghazi.

Kompaknya, pemandu yel-yel suporter atau “capo” juga ikut terlibat mengajak suporter untuk mengumpulkan sampah. Menurut Ghazi, suporter akan diajak mengumpulkan sampah setelah sang capo memimpin nyanyian himne Persija. Kekompakan seperti ini bisa membangun antusiasme suporter mengumpulkan sampah.

Aksi ini bakal terus mereka lanjutkan di setiap pertandingan usai. Foto: Jakmania

Rutin Lakukan Aksi Sosial

Ghazi menambahkan, saat ini banyak orang yang memberikan stigma “rusuh” terhadap suporter bola. Padahal, di sisi lain, suporter bola seperti Jakmania juga memiliki nilai positif di bidang sosial kemasyarakatan.

“Selama ini yang kita sama-sama tahu dari suporter bola itu hanya soal keributan. Padahal tidak loh, ada sisi lainnya, kita juga bagian masyarakat yang sayang sama kota dan ingin berkontribusi,” ungkap Ghazi.

Sejauh ini, mereka bukan hanya sekumpulan suporter yang lantang bernyanyi di stadion untuk mendukung Persija. Misalnya, selama Covid-19, mereka telah melakukan banyak kegiatan sosial seperti membagikan alat pelindung diri (APD), masker, dan mengumpulkan donasi bagi warga terdampak Covid-19.

Aksi lainnya, saat bulan Ramadan, mereka membagikan Al-Qur’an. Rencananya, kegiatan sosial dan juga lingkungan pun akan dilanjutkan dengan menggandeng banyak pihak.

Harapannya, dengan menjalani program di bidang sosial masyarakat hingga lingkungan, kelompok ini bisa membawa manfaat positif dan membantu membangun kota yang lebih baik.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : RIK

]]>
https://www.greeners.co/aksi/the-jakmania-pungut-sampah-usai-pertandingan/feed/ 0
Prilly Latuconsina Bergaun Sedotan Bekas dan Pungut Sampah di JFC 2023 https://www.greeners.co/gaya-hidup/prilly-latuconsina-bergaun-sedotan-bekas-dan-pungut-sampah-di-jfc-2023/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=prilly-latuconsina-bergaun-sedotan-bekas-dan-pungut-sampah-di-jfc-2023 https://www.greeners.co/gaya-hidup/prilly-latuconsina-bergaun-sedotan-bekas-dan-pungut-sampah-di-jfc-2023/#respond Tue, 08 Aug 2023 04:00:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41113 Jember Fashion Carnaval (JFC) 2023 sukses digelar pada 4 hingga 6 Agustus 2023. Aktris Prilly Mahatei Latuconsina pun ikut memeriahkan parade fashion tersebut dengan balutan busana dari sedotan plastik. Jember […]]]>

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2023 sukses digelar pada 4 hingga 6 Agustus 2023. Aktris Prilly Mahatei Latuconsina pun ikut memeriahkan parade fashion tersebut dengan balutan busana dari sedotan plastik.

Jember Fashion Carnaval merupakan gelaran tahunan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Event ini menjadi salah satu upaya melestarikan beragam kesenian Indonesia dengan mengangkat unsur kearifan lokal ke dalam desain tata busana.

Oleh sebab itu, JFC 2023 menjadi sarana Prilly menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Di balik kostumnya yang meriah, Prilly Latuconsina berkolaborasi dengan komunitas lingkungan bernama Generasi Peduli Bumi serta penata rias sekaligus desainer Bubah Alfian.

Dalam merancang gaun dari sedotan plastik bekas, botol plastik, dan kain perca ini, Bubah Alfian bekerja sama dengan desainer Sya Mushad dan Ayundavira Intan. Prilly mengenakan busana dengan nuansa monokrom berwarna hitam dan putih.

Melansir postingan Instagram @Prillylatuconsina96, Prilly mengungkapkan kegembiraannya menjadi bagian dari karnaval ini. Terlebih lagi, kostum yang ia gunakan terbuat dari sampah berupa sedotan minuman karya anak bangsa. Kemudian, kostum tersebut juga memiliki konsep UCYCLE.

“Salah satunya yang aku pakai ini, sedotan bekas yang disulap menjadi kostum yang cantik. Acara ini juga mewadahi kreativitas anak muda yang sangat luar biasa,” ungkap Prilly.

Perancang Busana Bubah Alfian menuturkan, busana yang ia rancang untuk Prilly Latuconsina ingin menyampaikan pesan yang kuat tentang fashion berkelanjutan. Menurutnya, dalam membuat kostum yang memukau ini tidak harus membahayakan planet kita.

Aksi pungut sampah usai JFC 2023. Foto: Instagram Prilly

Prilly Ikut Aksi Pungut Sampah

Selain piawai berakting, Prilly juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Usai JFC, wanita kelahiran tahun 1996 ini mengikuti aksi pungut sampah sisa acara JFC, Sabtu (6/8) malam.

Prilly menjalankan aksinya bersama sejumlah Relawan Peduli Bumi selaku inisiator aksi ini. Mereka beramai-ramai memunguti sampah-sampah di sekitar alun-alun Kabupaten Jember yang berserakan setelah acara selesai.

Aksi mereka mulai dari area exhibition hingga stand usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berada di alun-alun setempat. Prilly pun berhasil mengumpulkan banyak sampah.

Melalui akun media sosialnya, Prilly berterima kasih kepada tim sukarelawan. Sebab, mereka telah membantu Prilly selama aksi pungut sampah ini.

“Mulai sekarang harus tanggung jawab sama sampah kalian sendiri yah! Jangan buang sampah sembarangan lagi,” tandas Prilly dalam postingannya.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : Berbagai Sumber

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/prilly-latuconsina-bergaun-sedotan-bekas-dan-pungut-sampah-di-jfc-2023/feed/ 0
WCD Pungut 4 Kg Sampah Puntung Rokok Saat Car Free Day https://www.greeners.co/aksi/wcd-pungut-4-kg-sampah-puntung-rokok-saat-car-free-day/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wcd-pungut-4-kg-sampah-puntung-rokok-saat-car-free-day https://www.greeners.co/aksi/wcd-pungut-4-kg-sampah-puntung-rokok-saat-car-free-day/#respond Wed, 31 May 2023 04:21:30 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=40252 Jakarta (Greeners) – Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia, World Cleanup Day (WCD) Indonesia dan Lentera Anak ajak semua pihak peduli dan ketahui dampak yang sampah puntung rokok timbulkan terhadap lingkungan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia, World Cleanup Day (WCD) Indonesia dan Lentera Anak ajak semua pihak peduli dan ketahui dampak yang sampah puntung rokok timbulkan terhadap lingkungan dan kesehatan. 

Kampanye bertajuk Plogging Cigarette Butt ini diikuti oleh 100 relawan di area car free day Sudirman, Jakarta Pusat (28/5). 

Mereka melakukan aksi pungut sampah puntung rokok di area car free day. Tak hanya pungut sampah, relawan juga menyuarakan bahaya puntung rokok bagi kesehatan dan lingkungan melalui poster.

Selama kurang lebih empat jam, total sampah yang terkumpul sebanyak 21,27 kilogram, 4 kilogram di antaranya sampah puntung rokok. Nantinya, seluruh sampah yang terkumpul akan dibawa ke materials recovery facility di Jakarta.

Data The Ocean Conservancy menunjukkan, dalam 25 tahun terakhir relawan International Coastel Cleanup (ICC) mengumpulkan sekitar 53 juta puntung rokok. Ironisnya, 33,760 batang rokok telah ditemukan di perairan Indonesia pada event The Beach and Beyond 2019.

4,5 Triliun Sampah Puntung Rokok Ancam Lingkungan

Pemimpin Gerakan WCD Indonesia, Andy Bahari menegaskan, puntung rokok adalah sampah yang paling banyak mengotori planet bumi. Ia mengutip hasil riset Dosen Ekologi di Inggris, setidaknya setiap tahun ada 4,5 triliun puntung rokok dibuang sembarangan.

“Bayangkan ada 4,5 triliun puntung rokok berpotensi meracuni lingkungan hidup. Ini jelas menjadi masalah kita bersama, karena rokok tidak hanya meracuni paru-paru tetapi juga lingkungan,” jelasnya.

Anggapan masyarakat terhadap puntung rokok sebagai sampah kecil menjadi salah satu penyebab sampah ini terus berserakan. Padahal, puntung rokok merupakan sampah yang mengancam kerusakan lingkungan.

Dalam setiap kegiatan aksi bersih-bersih, WCD menemukan banyak sampah puntung rokok di trotoar jalan, selokan, sungai, pantai, hingga laut.

Puntung rokok merupakan sampah yang mengancam kerusakan lingkungan. Foto: WCDI

Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Faktanya sampah puntung rokok tergolong limbah berbahaya dan beracun. Di dalamnya terkandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat mencemari dan membahayakan lingkungan.

Sebuah penelitian dari Spanyol tahun 2021 melaporkan, setidaknya dalam satu puntung rokok memiliki 15.600 helai fiber. Ketika puntung rokok terlepas ke lingkungan terutama di perairan, dapat menghasilkan mikroplastik yang terlepas sebanyak 100 partikel perhari.

Di sisi lain, filter pada puntung rokok memiliki kandungan sejenis kapas plastik selulosa asetat, yang memerlukan waktu agar bisa terurai di lingkungan. Selulosa asetat adalah modifikasi dari senyawa kimia bernama selulosa.

Dengan adanya kandungan tersebut, butuh waktu sekitar satu sampai lima tahun bagi puntung rokok yang terbuat dari selulosa asetat untuk bisa terurai.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/wcd-pungut-4-kg-sampah-puntung-rokok-saat-car-free-day/feed/ 0
Cleanup Walk, Bersihkan Sungai dan Jalan dari Sampah https://www.greeners.co/aksi/cleanup-walk-bersihkan-sungai-dan-jalan-dari-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cleanup-walk-bersihkan-sungai-dan-jalan-dari-sampah https://www.greeners.co/aksi/cleanup-walk-bersihkan-sungai-dan-jalan-dari-sampah/#respond Wed, 19 Apr 2023 04:25:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=39759 Bandung (Greeners) – Ibadah puasa tidak menghalangi River Cleanup Indonesia melakukan aksi bersih-bersih sungai dari sampah. Organisasi non profit yang bergerak dalam bidang lingkungan ini, mengadakan Afternoon Cleanup Walk di […]]]>

Bandung (Greeners) – Ibadah puasa tidak menghalangi River Cleanup Indonesia melakukan aksi bersih-bersih sungai dari sampah. Organisasi non profit yang bergerak dalam bidang lingkungan ini, mengadakan Afternoon Cleanup Walk di beberapa titik Sungai Cikapundung, Bandung, Sabtu (15/4).

Tak hanya membersihkan sungai saja, River Cleanup juga mengajak partisipan untuk memungut sampah di sepanjang Jalan Braga, Kota Bandung. Sejumlah komunitas ikut serta dalam Afternoon Cleanup Walk ini. Uniknya, peserta yang terlibat tidak hanya anak muda tetapi juga anak-anak ikut memungut sampah.

Kegiatan ini dimulai dari titik kumpul yang berlokasi di Cikapundung Riverspot. Lantunan musik perkusi dari barang bekas meramaikan aksi ini.

Sebelum melakukan aksi, 48 warriors bersiap memakai sarung tangan berbahan eco friendly dan karung untuk mengumpulkan sampah. Aksi ini juga terbagi menjadi beberapa kelompok yang dipimpin oleh captain warriors. Kegiatan mereka awali dengan membersihkan sungai selama 10 menit. Kemudian, berlanjut menyusuri Jalan Braga untuk memungut sampah dan berakhir di daerah Cibunut.

Selama 60 menit melakukan aksi, sampah yang terkumpul sebanyak 51,57 kilogram. Sampah tersebut termasuk 2.116 puntung rokok seberat 1,01 kg dan 10,05 kilogram kaca. Selain itu, adapula sampah lainnya seperti plastik dan tekstil sebanyak 40,51 kilogram.

Ecobin di Jalan Braga. Foto: River Cleanup Indonesia

Luncurkan Ecobin untuk Atasi Timbulan Sampah

Selain mengadakan kegiatan Afternoon Cleanup Walk, River Cleanup Indonesia juga meluncurkan Ecobin pertamanya di Jalan Braga, Kota Bandung. Ecobin merupakan salah satu upaya untuk mencegah tumpukan sampah.

“Jadi kalau di hulunya kita cleanup, di hilirnya kita mencegah agar tidak adanya penumpukan sampah,” kata Project Manager River Cleanup Indonesia, Egar Anugrah di lokasi.

Penggunaan Ecobin untuk berbagai jenis sampah plastik. Jika sudah terkumpul akan bank sampah induk Kota Bandung, di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung kelola.

Uniknya, material Ecobin ini merupakan pencampuran antara plastik recycling dan logam karya Precious Plastic Bandung.

“Ecobin ini bukan sekadar tempat pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi sebuah karya seni,” ungkap Egar.

Sejumlah komunitas terlibat aksi ini. Foto: River Cleanup Indonesia

Ruang Diskusi Bersama Komunitas

Seusai membersihkan sampah di hulu dan hilir, River Cleanup Indonesia juga diskusi bersama komunitas yang terlibat. Diskusi berlangsung setelah buka puasa di Cibunut. Menurut Egar, kegiatan ini bukan hanya sekadar untuk cleanup saja tetapi juga menjadi ruang edukasi dan diskusi bersama para komunitas.

Komunitas yang telah mengikuti kegiatan ini akan saling berbagi cerita tentang pengalamannya dalam mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai. KPA Biocita Formica UPI mengatakan, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang memberikan pengetahuan tentang jenis sampah yang berserakan di jalan maupun sungai.

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITENAS juga berpandangan senada, mereka menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Dengan mengikuti kegiatan ini, saya jadi mengetahui berbagai macam kategori sampah seperti residu, organik, dan lainnya,” ungkap Nisa kepada Greeners.

Tak hanya itu, diskusi ini menurut Egar juga bisa menjadi wadah untuk membangun kesadaran bahwa cleanup bisa di mana saja warriors lakukan walaupun tidak bersama River Cleanup Indonesia.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/cleanup-walk-bersihkan-sungai-dan-jalan-dari-sampah/feed/ 0
River Cleanup Indonesia Bersihkan Sampah Sungai Bersama 6.422 Warriors https://www.greeners.co/sosok-komunitas/river-cleanup-indonesia-bersihkan-sampah-sungai-bersama-6-422-warriors/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=river-cleanup-indonesia-bersihkan-sampah-sungai-bersama-6-422-warriors https://www.greeners.co/sosok-komunitas/river-cleanup-indonesia-bersihkan-sampah-sungai-bersama-6-422-warriors/#respond Sun, 09 Apr 2023 04:00:30 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=39623 Jakarta (Greeners) – Berdiri sejak tahun 2019, komunitas penggiat lingkungan River Cleanup Indonesia menjadi pelopor gerakan bersihkan sungai dari sampah. Tak hanya fokus membersihkan sampah saja, mereka juga ingin mengubah […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berdiri sejak tahun 2019, komunitas penggiat lingkungan River Cleanup Indonesia menjadi pelopor gerakan bersihkan sungai dari sampah. Tak hanya fokus membersihkan sampah saja, mereka juga ingin mengubah mindset masyarakat tentang cleanup melalui edukasi.

Project Manager River Cleanup Indonesia Egar Anugrah mengatakan, komunitas ini mau mengubah mindset orang-orang bahwa cleanup bisa dilakukan setiap hari, sekalipun tanpa bersama River Cleanup. Selain misi cleanup, mereka pun ingin mengedukasi masyarakat. 

Berbasis di Bandung, komunitas ini fokus mengatasi sampah di sungai besar Citarum. Namun, saat ini aksi sudah mereka mulai pada sungai kecil yang akan berakhir di sungai Citarum.

“Fokusnya ke project Citarum, tapi pergerakannya di wilayah sungai yang saat ini utamanya di Cikapundung dan beberapa anak sungai lainnya yang hilirnya ke Citarum,” kata Egar kepada Greeners baru-baru ini.

Dalam melakukan pembersihan sungai, River Cleanup Indonesia tidak hanya melihat timbulan sampah di sungai saja. Komunitas ini pun aktif berinteraksi dengan komunitas terdekat di lokasi cleanup, pemerintah lokal, dan sekolah.

Usung Tiga Pilar Mengatasi Sampah di Sungai

Dalam misinya, River Cleanup Indinesia tak hanya fokus membersihkan sampah di sungai, namun memiliki tiga pilar yakni cleanup, education, dan transformation. Ketiga pilar inilah yang menjadi acuan River Cleanup Indonesia dalam menjalankan programnya.

Di mulai dari pilar pertama yaitu cleanup yang memiliki metode story telling pada saat membersihkan sampah di sungai. Pilar ini fokus membersihkan sungai dengan konsep bercerita.

“Kami menyediakan waktu 60 menit untuk cleanup sampah di sungai kepada anak-anak seusia dini. Ketika berkegiatan ada river captain untuk mendampingi. Jadi selama 60 menit dia akan terus cerita misalnya menemukan plastik dan kemasan sachet, nah sampah tersebut akan diceritakan dari mana datangnya,” tutur Egar.

Pilar kedua yaitu education yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya timbulan sampah di sungai.

“Tidak hanya membersihkan sungai saja, tapi juga membentuk kebiasaan dari edukasi tentang menjaga sungai. Soalnya kalau bersih-bersih saja mungkin setengah jam kemudian sampahnya datang lagi,” ucapnya.

Selain kedua pilar tersebut, River Cleanup Indonesia juga memiliki pilar transformation. Pilar ini berkaitan dengan pemerintah dan pihak industri mengenai regulasi.

Foto: River Cleanup Indonesia

Bentuk Karakter Siswa SD untuk Peka Lingkungan

Sebagian besar kegiatan River Cleanup Indonesia saat ini melibatkan siswa sekolah dasar. Alasannya, untuk memperkuat pembentukan karakter peduli lingkungan. Tim River Cleanup Indonesia mengangkat isu ini untuk menggali critical thinking anak-anak.

Saat ini lanjut Egar, komunitas ini sedang menjalankan program di 10 sekolah dasar selama tiga semester atau 18 bulan. Gerakan ini bertujuan untuk menyuarakan dan mengubah pola pikir anak-anak dalam menjaga sungai dari sampah.

Kegiatan yang melibatkan anak-anak sekolah dasar ini dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Sebab, hal ini bukan kompetisi tetapi merupakan program perubahan perilaku dalam jangka panjang.

“Siswa SD ini nantinya akan mengajak warga di sekitarnya untuk bergerak bersama. Jadi penggeraknya adalah mereka. Kami juga ingin membawa budaya ini ke orang tua, melalui anak-anak untuk bergerak bersama,” ungkap Egar.

Foto: River Cleanup Indonesia

River Cleanup Indonesia Miliki 6.422 River Warriors

Menariknya, komunitas ini mendapat dukungan luar biasa dari para river warriors. Mereka hadir dan menyempatkan diri ikut turun ke sungai. Hingga kini river warriors yang telah bergabung sebanyak 6.422 orang.

“Banyak sekali teman-teman yang hadir lebih dari satu kali. Mereka sudah berkali-kali ikutan. Jadi kemampuan mereka tidak hanya berdampak pada diri mereka sendiri, tetapi mulai memberikan dampak kepada orang-orang yang baru memulai bergabung,” ucap Egar.

Selain pencapaian, komunitas ini juga memiliki tantangan. Banyak hal yang perlu komunitas genjot karena jumlah sampah yang timbul di sungai saat ini belum berkurang dan beberapa sungai juga yang masih sulit diakses.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/river-cleanup-indonesia-bersihkan-sampah-sungai-bersama-6-422-warriors/feed/ 0
Top! Aksi Pungut Sampah Supporter Jepang saat Piala Dunia https://www.greeners.co/aksi/top-aksi-pungut-sampah-supporter-jepang-saat-piala-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=top-aksi-pungut-sampah-supporter-jepang-saat-piala-dunia https://www.greeners.co/aksi/top-aksi-pungut-sampah-supporter-jepang-saat-piala-dunia/#respond Sat, 26 Nov 2022 04:16:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=38075 Jakarta (Greeners) – Supporter Jepang bersih-bersih di Stadion Qatar usai mendukung tim negaranya berlaga di Piala Dunia 2022. Aksi ini ramai pujian, sekaligus memperlihatkan tradisi baik Negeri Sakura terhadap kebersihan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Supporter Jepang bersih-bersih di Stadion Qatar usai mendukung tim negaranya berlaga di Piala Dunia 2022. Aksi ini ramai pujian, sekaligus memperlihatkan tradisi baik Negeri Sakura terhadap kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Jepang menang atas Jerman pada laga pembuka Grup E Piala Dunia 2022 di Stadion Khalifa International, Doha, Qatar Rabu (23/11) malam waktu Indonesia. Jepang menang dengan perolehan skor 2-1. Para pendukungnya pun sambut meriah cetakan gol tersebut.

Namun, bukannya langsung pesta pora merayakan kemenangan, fans Jepang justru mengeluarkan kantong sampah sekali pakai warna biru muda dan mulai membersihkan seisi stadion. Begitu wasit meniup peluit tanda pertandingan usai, fans “Samurai Biru” bersiap memunguti sampah bungkus makanan hingga cangkir minuman kosong di tribun penonton.

Perilaku ini bukan juga sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan melawan Jerman, tapi telah menjadi budaya. Hal ini tampak pada perhelatan Piala Dunia di Rusia empat tahun lalu. Meski harus menerima kekalahan dengan perolehan skor 2-3 atas Belgia pada babak 16 besar tapi mereka tetap melakukan aksi bersih-bersih.

Demikian pula pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2022 antara tuan rumah Qatar dan Ekuador, mereka melakukan aksi bersih-bersih meski tim nasional Jepang tak bertanding.

Tak heran jika kebiasaan ini menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, media internasional BBC hingga Al Jazeera memberitakan aksi ini.

Cerminan Tradisi Baik di Piala Dunia

Pengamat sampah dari Institut Teknologi Bandung Enri Damanhuri mengungkapkan, dalam pertandingan sepak bola, keramaian penonton berpotensi menghasilkan banyak sampah. Ia menyebut, pendukung tim nasional Jepang telah “menang” dengan kebiasaan bersih-bersihnya tersebut.

Dalam konteks ini, Enri menyebut selain dikenal negara yang suka kebersihan, Jepang dikenal disiplin dan pekerja keras. Tanpa intervensi dan pemaksaan, mereka biasa menerapkan dari unit terkecil mulai dari rumah dan sekolah.

“Ini sudah menjadi tradisi konsisten yang mereka terapkan kemanapun dan dimanapun berada. Lalu lingkungan sekitarnya juga mendukung,” katanya kepada Greeners, baru-baru ini.

Aksi ini sudah jadi tradisi baik di Jepang. Foto: IG bleacherreport

Bangun Kebiasaan Baik

Sejatinya, kebiasaan baik terkait kebersihan juga telah tertanam terutama di lingkungan desa, sejak dini oleh keluarga di rumah. Misalnya, harus menyapu dedaunan di halaman kemudian menjadikannya kompos.

Namun, lambat laun budaya ini tak melekat menjadi tradisi ketika telah pindah di kota besar. “Apalagi saat ini ajakan kebersihan hanya muncul di event yang sifatnya seremonial saja dan diliput media,” ucapnya.

Lebih parahnya lagi Enri menyayangkan bahwa kebiasaan atau tradisi gaya hidup bersih tersebut bahkan tak membekas bagi generasi-generasi berikutnya.

Demikian pula tradisi tersebut kurang mengena dalam sekolah. “Kalau orang lain bebas membuang sampah di mana saja, mengapa saya tidak boleh melakukan. Kita bebas jajan dan makanan-minuman dibungkus plastik, siap buang. Tidak ada yang melarang, termasuk guru,” ungkapnya.

Meski terlihat sangat sulit menerapkan kebiasaan gaya hidup bersih ini, Enri menekankan pentingnya konsistensi berbagai pihak untuk membangun budaya bersih, khususnya di tempat umum.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/top-aksi-pungut-sampah-supporter-jepang-saat-piala-dunia/feed/ 0
Sampah Sachet Cemari Teluk Palu https://www.greeners.co/aksi/sampah-sachet-cemari-teluk-palu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sampah-sachet-cemari-teluk-palu https://www.greeners.co/aksi/sampah-sachet-cemari-teluk-palu/#respond Tue, 18 Oct 2022 04:38:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37694 Jakarta (Greeners) – Komunitas Seangel bersama Relawan Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) menggelar kegiatan brand audit di Teluk Palu. Mereka mengumpulkan 200 spesimen sampah plastik dan sachet. Kegiatan ini untuk mengetahui […]]]>

Jakarta (Greeners) – Komunitas Seangel bersama Relawan Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) menggelar kegiatan brand audit di Teluk Palu. Mereka mengumpulkan 200 spesimen sampah plastik dan sachet. Kegiatan ini untuk mengetahui brand mana saja yang sampahnya berakhir di Teluk Palu.

“Kami memungut sampah plastik yang ada di Teluk Palu. Kemudian mengumpulkan sampah di sepanjang Teluk Palu,” jelas Koordinator Komunitas Seangel Abizar Ghiffary dalam keterangan resminya baru-baru ini.

Brand audit ini berlangsung pada 16 Oktober 2022 lalu di sejumlah kawasan yaitu Pantai Dupa Layana Indah dan Pantai Talise di Kota Palu serta, Kawasan Wisata Mangrove Kabonga dan Pantai Tanjung Karang di Donggala.

Peneliti ESN Prigi Arisandi menuturkan, sampah-sampah yang menumpuk di pantai Teluk Palu berupa sachet packaging makanan minuman, produk personal care dan botol air minum.

Prigi menyebut dari kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 200 spesimen sampah plastik yang berasal dari sampling sampah berbagai kawasan tersebut. Dengan lebih dari 70 % sampah yang mereka kumpulkan merupakan sampah sachet.

“Kami memungut sampling sampah di ke empat pantai dan mengumpulkan sebanyak 200 spesimen sampah plastik. Dan yang paling banyak kami temukan adalah jenis sampah sachet sekitar 72 % dari total sampah yang berhasil kami pungut,” ungkap Prigi.

Foto: ESN

Lima Produk Hasilkan Sampah Sachet Terbanyak

Hasil temuan dari kegiatan ini yaitu terdapat lima produsen yang sampahnya banyak tim temukan di Teluk Palu. Pertama adalah produk-produk PT Wings seperti Soklin, Mie Sedap, dan beberapa bungkus snack.

“Jenis sachet yang paling banyak ditemukan berasal dari produk-produk PT Wings seperti Soklin, Mie Sedap, dan beberapa bungkus snack.” terangnya.

Produsen kedua yaitu Unilever dengan sampah produk seperti Rinso, Pepsodent, hingga Sunsilk. Kemudian diikuti produsen lainnya seperti Indofood, Mayora dan Garudafood.

“Sedangkan peringkat kedua penyumbang sampah yang mencemari Teluk Palu adalah bungkus personal care dari PT Unilever seperti Rinso, Pepsodent, Rexona dan Sunsilk,” tandasnya.

Kegiatan ini mereka laksanakan dalam rangka melakukan pembersihan pantai dan terumbu karang dari sampah plastik.

”Selama ini komunitas Seangel rutin melakukan kegiatan bersih-bersih pantai dan terumbu karang dari sampah plastik,” tutur Penggiat Seangle Palu Abrar Mujahiddin.

Foto: ESN

Bisa Ancam Mangrove dan Terumbu Karang 

Abrar menyebut apabila sampah plastik yang mencemari pantai terus terjadi maka dapat berdampak pada matinya mangrove dan terumbu karang yang sedang dikembangkan.

“Kami terpanggil untuk menyelamatkan terumbu karang dan mangrove. Oleh karena itu kami rutin setiap minggu membersihkan terumbu karang dan mangrove dari jeratan sampah plastik” kata Abrar.

Sampah-sampah plastik akan menjerat dahan-dahan mangrove yang akan tumbuh. Sampah plastik yang semakin bertambah jumlahnya akan berdampak pada matinya terumbu karang.

Sebab sampah-sampah plastik seperti sachet, styrofoam dan tas kresek menutupi terumbu karang dan menyebabkan kematian.

Penulis : Fitri Annisa

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/sampah-sachet-cemari-teluk-palu/feed/ 0
Aksi Kresek Man, Pahlawan Sampah di Kota Blitar https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aksi-kresek-man-pahlawan-sampah-di-kota-blitar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aksi-kresek-man-pahlawan-sampah-di-kota-blitar https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aksi-kresek-man-pahlawan-sampah-di-kota-blitar/#respond Fri, 06 May 2022 04:00:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=36090 Blitar (Greeners) – Berbagai cara dilakukan untuk mengkampanyekan aksi pengurangan sampah. Salah satunya melalui pembuatan tokoh Kresek Man sebagai ikon untuk memerangi sampah di Blitar, Jawa Timur. Kresek Man merupakan […]]]>

Blitar (Greeners) – Berbagai cara dilakukan untuk mengkampanyekan aksi pengurangan sampah. Salah satunya melalui pembuatan tokoh Kresek Man sebagai ikon untuk memerangi sampah di Blitar, Jawa Timur.

Kresek Man merupakan komunitas sekaligus tokoh yang concern pada isu-isu pengurangan sampah plastik di Blitar. Selain mengedukasi melalui aksi dan kampanye, hadirnya tokoh Kresek Man menjadi ikon perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah.

Rekan Kresek Man, Uky Tantra menyatakan awalnya yakni tahun 2000-an, wadah ini lebih concern pada kegiatan pecinta alam dengan misi aksi mengurangi sampah plastik. Berbeda dengan kegiatan pecinta alam kekinian yang misi utamanya mencapai puncak atau sekadar berburu konten.

“Jadi di awal-awal, kami misalnya ke gunung bawa kantong untuk mengambil sampah. Kegiatan pecinta alam memang untuk menyelamatkan alam, bukan sekadar cari spot foto,” katanya kepada Greeners, baru-baru ini.

Selain beraksi mengurangi sampah di gunung, komunitas ini bergerak mengurangi sampah di sungai dan event-event keramaian yang berpotensi menghasilkan sampah. Seperti dalam agenda karnaval, bazaar yang ada di Blitar.

Akan tetapi, lambat laun aksi komunitas ini semakin menurun. Terutama banyaknya anggota komunitas yang tak lagi aktif. “Kita akhirnya merasa penting untuk melibatkan semua masyarakat sebagai bagian aksi Kresek Man, tak lagi terikat anggota secara resmi tapi kita bikin tokoh,” ucapnya.

Citra dan Aksi Kresek Man sebagai Pahlawan Sampah

Alhasil, Uky bersama dua kawannya membentuk tokoh Kresek Man yang dicitrakan sebagai pahlawan sampah yang anak-anak dan orang dewasa sukai. Di awal-awal kemunculannya, Kresek Man memakai make up hitam-hitam yang mencerminkan bahaya sampah bisa menimbulkan sesuatu yang kotor.

Tak hanya itu, aksi-aksi bersih-bersih Kresek Man baik di fasilitas umum seperti pasar, event yang berpotensi menghasilkan sampah, serta bersih sungai selalu meninggalkan jejak ke masyarakat. Uky menyatakan, setiap orang yang terlibat aktif dalam upaya pengurangan sampah bersama Kresek Man akan mendapat stiker aksi Kresek Man.

“Jadi kita tak perlu merekrut anggota Kresek Man. Mereka mau peduli dengan sampah, mau terlibat dengan kita, secara langsung mereka masuk menjadi bagian kami,” papar dia.

Langkah aksi Kresek Man selalu masyarakat tunggu-tunggu. Hingga puncaknya yakni pada tahun 2017-2018, Kresek Man viral. Saat itu, tepatnya dalam acara Blitar Jadoel, sambung Uky ada netizen yang merasa resah dengan banyaknya sampah dan ia mengharapkan hadirnya Kresek Man yang mampu melawan sampah. Akhirnya, di hari esoknya Kresek Man hadir beraksi memerangi sampah.

Aksi Kresek Man mengumpulkan sampah. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

Aksi Peduli Sampah Ini Raih Penghargaan Pemkot Blitar

Aksi-aksi Kresek Man selalu menjadi pusat perhatian masyarakat selalu luas. Tak ayal jika komunitas ini juga kerap mendapatkan banyak penghargaan, misalnya dari Pemerintah Kota Blitar.

Uky menyebut, alasan di balik penamaan Kresek Man lebih kepada fungsi kresek itu sendiri sebagai penyelamat lingkungan. Ia sepakat ancaman bahaya dari sampah plastik atau kresek yang ada di lingkungan. Akan tetapi, ia juga melihat fungsi utama kresek sebagai penyelamat lingkungan pengganti kertas.

“Banyak orang memakai paper bag, padahal dengan memakai kertas maka artinya kan merusak keberlanjutan pohon. Penebangan pohon di mana-mana. Itulah kenapa ada kresek, tapi kita harus bijak menggunakannya. Misal dengan mengurangi penggunaan kresek,” ungkapnya.

Beberapa program lain yang Kresek Man lakukan yaitu berkolaborasi dengan banyak komunitas untuk aksi pengurangan sampah. Selanjutnya bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk melakukan pemilahan sampah, hingga mengedukasi anak-anak terkait bahaya sampah.

Uky berharap, hadirnya tokoh Kresek Man mampu menyuarakan aksi pengurangan sampah. “Anak-anak tak bisa kita dekati dengan bahasa yang lugas, mereka perlu tokoh, perlu role model,” pungkasnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aksi-kresek-man-pahlawan-sampah-di-kota-blitar/feed/ 0
Kresek Man Kampanyekan Pengurangan Sampah dari Bungkus Rokok https://www.greeners.co/aksi/kresek-man-kampanyekan-pengurangan-sampah-dari-bungkus-rokok/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kresek-man-kampanyekan-pengurangan-sampah-dari-bungkus-rokok https://www.greeners.co/aksi/kresek-man-kampanyekan-pengurangan-sampah-dari-bungkus-rokok/#respond Thu, 05 May 2022 04:00:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36081 Blitar (Greeners) – Di tangan Kresek Man, sampah yang tak berguna dan meresahkan dapat disulap menjadi karya seni lukisan yang indah. Hal ini menjadi pemandangan menarik dari peringatan 100 tahun […]]]>

Blitar (Greeners) – Di tangan Kresek Man, sampah yang tak berguna dan meresahkan dapat disulap menjadi karya seni lukisan yang indah. Hal ini menjadi pemandangan menarik dari peringatan 100 tahun Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Plosoarang, Kabupaten Blitar untuk mengampanyekan pengurangan sampah.

Sebuah baliho lukisan berukuran sekitar 250 meter x 360 meter terpampang memperlihatkan tujuh tokoh penting PSHT dalam balutan emas. Balutan emas tersebut adalah terbuat dari aluminium foil bungkus rokok. Sebanyak 1.500 aluminium foil bungkus rokok mampu membentuk tokoh-tokoh PSHT dan membentuk tulisan “Memayu Hayuning Bawono”.

Rekan Kresek Man, Uky Tantra menyatakan, selain menyuarakan peringatan hari ulang tahun ke 100 tahun, baliho tersebut menyuarakan kampanye aksi pengurangan sampah. Utamanya sampah aluminium foil bungkus rokok yang sulit didaur ulang.

“Kita sekaligus ingin mengkampanyekan melalui Memayu Hayuning Bawono ini agar kita harus berbuat baik pada semesta, Tuhan dan lingkungan,” katanya kepada Greeners, baru-baru ini.

Menurut Uky, tanggung jawab sampah tak hanya melekat pada pemerintah, tapi juga komunitas, seperti halnya PSHT. Ia melihat, bahwa permasalahan paling serius terkait sampah khususnya di daerah Plosoarang yakni terkait pemilahan sampah. Sejatinya dengan pemilahan yang tepat, tak ada sampah yang terbuang sia-sia, termasuk aluminium foil.

“Pemilahan itu penting. Kalau bungkus rokok bisa terpilah dari plastik, aluminium foil dan kertasnya maka itu akan memudahkan dalam daur ulang,” imbuhnya.

Baliho Ingatkan Masyarakat untuk Pilah Sampah

Baliho tersebut menjadi peringatan agar masyarakat semakin sadar akan sampah yang ada di lingkungan. Uky mengungkapkan, baliho tersebut harapannya mampu memacu masyarakat agar sadar untuk memilah sampah.

Untuk membuat lukisan tersebut, Uky dan kawan-kawan mengumpulkan sampah alumunium foil, setelah bersih, menempelkannya di atas papan dan menjadi media lukis. Tak hanya bergambarkan tujuh tokoh penting PSHT, tampak terlihat kegiatan silat di dalam lukisan tersebut.

Uky menyebut, butuh waktu kurang lebih satu hingga dua hari untuk mewujudkan lukisan tersebut. Sementara untuk pengumpulan aluminium foil bungkus rokok ia dan tim kumpulkan lebih dari dua minggu.

Melalui kegiatan ini masyarakat didorong untuk memilah sampah dan peduli lingkungan. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

Kresek Man Komunitas Peduli Pengurangan Sampah

Kresek Man merupakan komunitas sekaligus tokoh yang concern pada isu-isu pengurangan sampah plastik. Selain mengedukasi melalui aksi dan kampanye, hadirnya tokoh Kresek Man menjadi ikon perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah, khususnya di wilayah Blitar.

Sementara itu Ketua Rayon PSHT Plosoarang Ahmad Rojali menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan pengabdian PSHT, khususnya terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Yang paling penting adalah bahwa PSHT itu tak sekadar latihan silat, tapi juga bertanggungjawab kepada lingkungan,” ucapnya.

Selain itu komunitas ini juga memiliki program terkait lingkungan yaitu aksi bersih-bersih di sekitar lingkungan rayon Plosoarang. Sebanyak sembilan desa tergabung dalam rayon ini, di antaranya daerah Kademangan dan Gedog. Hingga saat ini hampir 115 orang aktif dalam perguruan silat ini.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kresek-man-kampanyekan-pengurangan-sampah-dari-bungkus-rokok/feed/ 0
AER Movement Gandeng Anak Muda untuk Perubahan Lingkungan https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan/#respond Sat, 30 Apr 2022 04:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=36039 Jakarta (Greeners) – Sampah masih menjadi permasalahan lingkungan yang tak hanya terjadi di  masyarakat kota, tapi juga seluruh pelosok nusantara. Seperti halnya di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Tergerak karena keresahan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sampah masih menjadi permasalahan lingkungan yang tak hanya terjadi di  masyarakat kota, tapi juga seluruh pelosok nusantara. Seperti halnya di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Tergerak karena keresahan yang sama, lima anak muda Maluku berinisiatif membuat wadah berupa komunitas bernama Academy of Environmental Recovery (AER) Movement.

Komunitas yang berdiri Juli tahun 2021 ini merupakan wadah pergerakan dan kreatifitas anak muda yang berfokus pada isu lingkungan. Tujuannya, mewujudkan masyarakat yang tanggap untuk bertindak menciptakan kebiasaan baru dalam melestarikan lingkungan.

Wakil Ketua AER Movement Nindy Putri mengatakan, komunitas ini ia dirikan secara tak sengaja bersama empat teman sekolahnya. Berawal masih banyaknya sampah di Pulau Buru, mereka berinisiatif membentuk komunitas ini.

“Saat itu pandemi Covid-19, kita melihat bahwa permasalahan sampah di sini sama dengan di kota. Masih banyak yang salah dalam mengelola sampah,” katanya dalam Kupas Komunitas bersama Greeners, baru-baru ini.

Misalnya kata dia, masih banyak masyarakat di Pulau Buru yang melakukan pembakaran sampah. Cara tersebut memang solutif menghilangkan sampah secara instan, tapi sambung Nindy itu justru berdampak pada pencemaran udara.

Dorong Kebiasaan Baru Lewat 3T

Nindy bersama empat kawannya berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang tanggap untuk bersama menuju penciptaan kebiasaan baru melestarikan lingkungan. Melalui misi mereka 3T yakni tanggap, tindak dan terbiasa mereka bergerak secara nyata untuk menyadarkan akan bahaya sampah.

T pertama yakni tanggap dalam merespon isu lingkungan yang ada di sekitar. T kedua yaitu tindak berupa aksi nyata untuk memberikan contoh ke masyarakat. Sedangkan T ketiga yaitu menularkan gerakan dan aksi positif terhadap lingkungan sehingga masyarakat akan terbiasa.

Berbagai program nyata komunitas ini telah lakukan, baik secara online maupun offline. Program online berupa workshop, talkshow tour ke berbagai sekolah dan universitas. Sementara program offline berupa aksi bersih pantai dan menggalakkan puasa plastik.

Puasa plastik saat Ramadan fokus pada pengurangan kebiasaan menggunakan plastik di dalam masyarakat. Nindy menyadari manusia tidak bisa terlepas dari plastik. Oleh karenanya ada upaya puasa plastik.

“Filosofinya seperti halnya kita puasa yaitu menahan makan dan minum. Kalau puasa plastik berarti kita menahan menggunakan plastik dan mengganti dengan opsi lain yang ramah lingkungan,” tutur dia.

Nindy menegaskan, di awal pergerakan komunitas AER Movement lebih menekankan terkait isu sampah. Ini tak lain karena berawal dari sampahlah, isu-isu lingkungan lain menyebar. Misalnya terkait dengan perubahan iklim imbas dari sampah organik berupa sisa makanan. Sisa makanan dapat menghasilkan gas metana dan berimbas pada perubahan iklim.

Nindy juga menyebut, bahwa di Indonesia, sampah jenis ini masih mendominasi dibanding jenis lainnya. “Sampah juga sangat dekat dengan kehidupan kita makanya kita bergerak dari sampah dulu,” ujarnya.

Generasi muda AER Movement gandeng sebagai penggerak misi mereka. Foto: AER Movement

Gandeng Generasi Muda untuk Perubahan Lingkungan

Komunitas ini memiliki 13 anggota tetap dan 72 relawan dari berbagai pelosok nusantara. Nindy menyebut, sebagian besar mereka yang aktif terlibat dalam komunitas ini yaitu generasi muda aktif dan produktif. Sama halnya dengan semangat mereka, Nindy menyatakan, peran generasi muda ini sangat penting dalam membangun perubahan lingkungan.

“Generasi muda masih banyak idenya, istilahnya kita beri otak mereka bahwa ternyata ada masalah lingkungan dan harus menjadi tanggung jawab mereka. Dari segi produktifitas dan waktu, generasi muda ini masih tinggi. Kita pikir anak muda ini yang melahirkan generasi-generasi selanjutnya,” papar dia.

Kendati demikian, tak mudah untuk mengajak generasi muda aktif dalam isu lingkungan, terutama anak muda usia produktif 20-30 tahun. Beberapa di antara mereka telah memiliki kepentingan sendiri dan tak mau untuk terlibat dalam gerakan lingkungan. “Padahal dengan menjamin keberlanjutan lingkungan berarti memastikan kehidupan generasi kita selanjutnya. Mindset ini yang harus ditanamkan,” tuturnya.

Berbagai pendekatan dilakukan untuk merangkul mereka, misalnya melalui kampanye dengan lebih inovatif dengan menggunakan konten menarik dan bahasa gaul yang dekat dengan mereka. Cara lain yakni dengan menghadirkan pemuda dan publik figur sebagai narasumber talkshow agar related dengan mereka.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/aer-movement-gandeng-anak-muda-untuk-perubahan-lingkungan/feed/ 0
Wajah Indonesia di Internasional, Percepat Penanganan Sampah di Bali https://www.greeners.co/berita/wajah-indonesia-di-internasional-percepat-penanganan-sampah-di-bali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wajah-indonesia-di-internasional-percepat-penanganan-sampah-di-bali https://www.greeners.co/berita/wajah-indonesia-di-internasional-percepat-penanganan-sampah-di-bali/#respond Mon, 28 Mar 2022 07:06:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=35719 Jakarta (Greeners) – Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam menyatakan tahun ini, Bali menjadi ‘wajah’ penting Indonesia di hadapan dunia. Sebab Bali menjadi lokasi berbagai pertemuan-pertemuan internasional. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam menyatakan tahun ini, Bali menjadi ‘wajah’ penting Indonesia di hadapan dunia. Sebab Bali menjadi lokasi berbagai pertemuan-pertemuan internasional. Percepatan penanganan sampah yang terintegrasi hulu ke hilir di Provinsi Bali harus dilakukan.

Beberapa helatan pertemuan internasional tersebut yakni, COP-4 Konvensi Minamata yang telah berakhir akhir pekan lalu. Sementara itu pertemuan yang akan datang yaitu Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) Mei 2022 dan KTT G20 pada November 2022.

Berbagai persiapan untuk menciptakan Bali Clean and Green Island harus terwujud. Termasuk memastikan rewarn pengelolaan sampah secara komprehensif terintegrasi dari hulu ke hilir.

Pada sektor hulu, sambung dia membutuhkan kolaborasi antara peran masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengelola sampah dari sumber. Pemilahan dan pengangkutan sampah secara terjadwal, penting sebagai rewarn pengelolaan sampah di hulu.

“Masyarakat sebagai penghasil sampah wajib melakukan pemilahan di sumber. Pemda harus bertanggung jawab mengumpulkan sampah secara terjadwal dan terpilah sejak dari sumber. Pemerintah harus hadir sejak di sumber,” katanya dalam Webinar Zero Waste Kolaborasi Pemerintah, Pebisnis, Pendidikan dan Pemerhati Sampah Menuju Bali Clean & Green Island, di Jakarta, Senin (28/3).

Menurut Medrilzam, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah ini ini tak hanya berlaku di Bali saja. Tapi, juga di seluruh pengelolaan sampah yang ada di Indonesia. “Selama ini, saya melihat peran pemerintah daerah hanya sebatas di TPS dan TPA saja, belum di sumber langsung,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengelolaan sampah dengan mengupayakan revitalisasi peran pengelola sampah mulai dari TPS 3R, TPST dan bank sampah. “Ini harus dipastikan melalui langkah pendampingan dan pelatihan agar peran mereka bisa optimal,” imbuhnya.

Teknologi Pengelolaan Sampah Harus Menghasilkan Solusi

Sementara pada sektor hilir, ia mendorong pentingnya pemilihan teknologi pengelolaan sampah. Teknologi ini secara komprehensif mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya aspek fiskal pemerintah daerah dan kesesuaian karakteristik sampah dengan teknologinya.

“Pertimbangan dalam hal fiskal pemda. Termasuk di dalamnya keberlanjutan pengelolaan teknologi, kelembagaan dan teknis karakteristik sampahnya seperti apa harus dipastikan. Tidak asal, misalnya tiba-tiba langsung beli insinerator tanpa kajian,” ujar dia.

Lebih jauh, Medrilzam menyebut pentingnya restrukturisasi nominal retribusi sampah yang harus ada penyesuaian dengan biaya penanganan sampah. Hal ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Retribusi dalam Penyelenggaraan Penanganan Sampah.

Pengumpulan retribusi sampah akan meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah daerah dalam mengelola sampah. Ia melihat, banyak retribusi di daerah, termasuk di Bali yang nominalnya jauh di bawah standar.

“Ini saya kira harus di-rewarn agar pemda bisa punya biaya untuk pengelolaan sampah. Jangan sampai sampah hanya bisa menjadi call center dan ujung-ujungnya menjadi beban bagi pembangunan, padahal membuang sampah itu harus mengeluarkan biaya,” katanya.

Selain itu, penegakan hukum yang ada harus berjalan konsisten agar persoalan sampah tak lagi masyarakat sepelekan.

Aturan untuk Mengatasi Persoalan Sampah di Bali

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali I Made Teja menyatakan, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan beberapa peraturan untuk melindungi lingkungan di Bali. Misalnya, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Lalu ada pula Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 Tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai dan Laut.

Ia menyebut, potensi wisata di Bali yang mendatangkan wisatawan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali. Akan tetapi, di sisi lain juga berdampak pada banyaknya jumlah sampah yang ada.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) DPD Bali Nusra Putu Ivan Yunatana menyebut, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman terhadap sampah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi. Penanganan sampah tak sebatas infrastruktur saja, tapi bagaimana pemahaman dan perilaku masyarakat terhadap sampah harus menjadi prioritas.

“Pemahaman bahwa sampah merupakan sumber masalah itu adalah pemahaman yang salah. Karena kita di industri daur ulang sampah justru melihat adanya peluang besar di sini,” ujar dia.

Pemahaman masyarakat yang tepat terhadap sampah, melalui pemilahan yang tepat nantinya akan memudahkan pendaur ulang hingga mendatangkan nilai ekonomi. Misalnya bahan-bahan seperti gayung, ember yang rata-rata dari material daur ulang.

Ia menekankan, pentingnya kolaborasi dan edukasi dari pemerintah ke masyarakat, agar menyadari dan memahami peluang besar sampah. “Itu edukasi yang perlu dilakukan sejak dini,” ujar dia.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/wajah-indonesia-di-internasional-percepat-penanganan-sampah-di-bali/feed/ 0