amerika - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/amerika/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 14 Apr 2023 00:19:36 +0000 id hourly 1 Great Potoo, Burung Malam Amerika yang Monogami https://www.greeners.co/flora-fauna/great-potoo-burung-malam-amerika-yang-monogami/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=great-potoo-burung-malam-amerika-yang-monogami https://www.greeners.co/flora-fauna/great-potoo-burung-malam-amerika-yang-monogami/#respond Fri, 14 Apr 2023 03:00:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39686 Salah satu burung malam dari Amerika yakni Nyctibius grandis atau yang dikenal juga dengan nama great potoo berasal dari famili Nyctibiidae. Nama great potoo diambil dari suaranya yang unik seperti […]]]>

Salah satu burung malam dari Amerika yakni Nyctibius grandis atau yang dikenal juga dengan nama great potoo berasal dari famili Nyctibiidae. Nama great potoo diambil dari suaranya yang unik seperti sedang meratap berbunyi “po-TOO”.

Terdapat tujuh spesies burung genus Nyctibius dari famili Nyctibiidae, mereka berkerabat dengan burung Eastern whip-poor-will (Antrostomus vociferus) yang juga termasuk dalam ordo Caprimulgiformes, sekelompok burung yang aktif saat fajar dan senja.

Penampilan burung ini memang mirip dengan burung hantu, namun sebenarnya mereka tidaklah berkerabat. Selain itu, burung great potoo juga mampu berkamuflase dengan baik dan sulit kita kenali saat sedang bertengger di batang pohon.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Burung great potoo memiliki kepala yang relatif besar daripada ukuran tubuhnya. Selain itu, mereka juga memiliki mata yang besar dengan iris berwarna cokelat muda hingga kekuningan. Memiliki paruh yang pendek dan lebar serta bulu-bulu yang sedikit peda area wajahnya.

Di samping itu, burung ini juga memiliki sayap berbentuk elips dan ekor yang agak panjang, berguna untuk kemudi saat akan bertengger di dahan.

Bulu berwarna putih hingga abu-abu dengan corak hitam dan merah anggur menutupi tubuhnya. Warna ekornya senada dengan warna bulu di tubuhnya, kecuali 8 atau 9 garis putih yang memanjang ke arah samping.

Sementara itu, sangat sulit untuk kita dapat membedakan burung great potoo jantan dan betina karena memiliki morfologi yang sangat mirip. Mereka juga termasuk burung yang monogami, yakni hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. Burung ini biasa memangsa serangga hingga kelelawar.

Saat siang hari, mereka biasanya bertengger atau bersarang setinggi 12 m di atas permukaan tanah. Namun saat malam hari, mereka biasanya bertengger pada ketinggian 1,5 m untuk berburu mangsa.

Habitat dan Distribusi Great Potoo

Burung ini hidup di daerah hutan hujan (tropis), tepi hutan, dan lahan pertanian. Distribusi burung ini yaitu mulai dari tenggara Meksiko ke selatan hingga utara Kolombia, dan Amerika Selatan di sebelah timur Andes hingga timur Bolivia dan Brasil tengah.

Status Konservasi

Hingga saat ini status konservasi burung ini menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) yakni sedikit diperhatikan (least concern).

Melansir laman Bird Life International, meskipun tren populasi burung ini menurun, jumlah populasinya di alam masih cukup besar dan belum mendekati kepunahan. Namun, menjaga kelestarian burung great potoo di alam tetaplah menjadi tugas kita agar populasinya terus bertambah dan tetap lestari.

Taksonomi Great Potoo

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/great-potoo-burung-malam-amerika-yang-monogami/feed/ 0
Presiden Baru, Apakah Amerika Segera Tinggalkan Energi Kotor? https://www.greeners.co/ide-inovasi/amerika-tinggalkan-energi-kotor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=amerika-tinggalkan-energi-kotor https://www.greeners.co/ide-inovasi/amerika-tinggalkan-energi-kotor/#respond Thu, 21 Jan 2021 08:00:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=31104 Rencana Amerika tinggalkan energi kotor makin kuat dengan persaingan sengit antara penggunaan listrik dari tenaga surya dan angin dengan tenaga gas alam.]]>

Transisi energi Amerika Serikat sedang berlangsung perlahan, tetapi pasti. Rencana Amerika tinggalkan energi kotor makin kuat dengan kompetitifnya penggunaan listrik dari tenaga surya dan angin dengan tenaga gas alam. Tetapi tanpa kebijakan iklim dalam mengatur penurunan bahan bakar fosil, transisi akan berlangsung berantakan.

Penghentian Pembangkit Listrik Batu Bara untuk Rencana Amerika Tinggalkan Energi Kotor

Perusahaan listrik mengumumkan lebih dari 13 penghentian pembangkit listrik batu bara pada tahun 2020. Penutupan beberapa pembangkit ini memperpendek jangka waktu masyarakat yang tinggal di sekitar dan bekerja di pembangkit tersebut.

Mereka harus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pada bulan Mei, sebuah perusahaan bernama GenOn memberi tahu para pekerja di salah satu pembangkit listrik tenaga batu bara di Maryland, hanya dalam waktu 90 hari setelah pemberitahuan penutupannya.

Analisis Pengelolaan Penghentian Pembangkit Listrik Batu Bara

Sebuah analisis baru terbit dalam jurnal Science mengurai tawaran mengenai arahan bagi pemerintahan Biden yang akan datang. Isinya mengenai pengelolaan penghentian semua pembangkit listrik bahan bakar fosil secara lebih sistematis.

Hal ini menunjukkan bahwa mematikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dalam 15 tahun ke depan, tidak berisiko secara ekonomi seperti perkiraan sebelumnya. Selaras juga untuk mencapai tujuan Biden yaitu 100 persen listrik bersih pada tahun 2035.

Emily Grubert, seorang insinyur sipil dan sosiolog lingkungan di Georgia Tech dan penulis studi, memetakan setiap generator bertenaga batu bara, gas, atau minyak bumi yang beroperasi di Amerika Serikat pada tahun 2018. Dia memperkirakan kapan masing-masing pembangkit ini akan pensiun, berdasarkan bahan bakar, teknologi, dan kapan pembangunannya.

Pembangkit Listrik Menjadi Aset yang Terabaikan

Pembangkit listrik biasanya bertahan 30 hingga 50 tahun, dan biaya konstruksi dibayar selama masa hidup mereka. Jika kebijakan memaksa pemilik pembangkit listrik untuk menutupnya lebih awal, pelanggan atau pengguna tenaga listrik dari pembangkit tersebut dapat tetap terikat untuk menutupi hutang, sementara juga harus membayar sumber energi baru apa pun yang menggantikannya.

Pembangkit yang pensiun sebelum waktunya, bisa menjadi aset yang terabaikan. Namun, Grubert menemukan bahwa sebagian besar pembangkit listrik – lebih dari 70 persen – akan mencapai akhir masa hidup sebelum 2035. Secara perhitungan, biaya konstruksi ini akan terbayar kurang lebih pada tahun tersebut.

“Sangat penting ketika kami memiliki data semacam ini,” kata Mijin Cha, asisten profesor kebijakan perkotaan dan lingkungan di Occidental College yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

“Seringkali hal-hal seperti aset terlantar, terbiasa menaruh ketakutan di benak orang-orang tentang ketidakmampuan untuk bertransisi ke masa depan rendah karbon,” lanjutnya.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa pada kenyataannya, tenggat waktu dekarbonisasi 2035 akan sangat mengurangi jumlah aset pembangkit listrik, selama perusahaan berhenti membangun pembangkit listrik berbahan bakar fosil mulai dari sekarang.

Memprioritaskan Pekerja Untuk Rencana Masa Depan

Dalam rencana perihal iklim, Biden berkomitmen untuk melakukan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di komunitas batu bara dan pembangkit listrik. Ini termasuk membantu mendiversifikasi ekonomi mereka dan mengamankan tunjangan kesehatan dan pensiun bagi para pekerja.

Jika pembangkit listrik terpaksa tutup pada akhir perkiraan masa pakainya atau dalam lima tahun sejak tanggal penutupan (seperti yang Grubert sarankan dalam studinya), pemerintah dapat meluncurkan sumber daya ramah lingkungan dari waktu ke waktu, khususnya untuk masyarakat yang berkaitan dengan pembangkit listrik yang akan tutup.

Itu juga akan memberi komunitas cukup waktu untuk merencanakan masa depan.

“Jika Anda tahu akan ada penutupan sebuah pembangkit dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, itu sangat berbeda perbandingannya jika Anda diberi pemberitahuan 90 hari,” kata Cha.

Dia mengatakan banyak komunitas dengan ekonomi yang terkait dengan industri bahan bakar fosil akan membutuhkan investasi yang lebih mendasar, seperti perluasan akses internet, bahkan sebelum mereka berpikir ke arah industri baru yang ramah lingkungan.

Amerika Tinggalkan Energi Kotor Serupa dengan Tahapan Kesedihan

Grubert menyamakan proses penutupan pembangkit dengan stages of grief atau tahapan kesedihan. Pada awalnya pengumuman akan disambut dengan kemarahan. Tetapi seiring berjalannya waktu, masyarakat dapat menerima apa yang terjadi dan pindah ke tempat yang lebih produktif.

“Hal yang paling membuat saya khawatir adalah jika tidak ada komitmen yang benar-benar tahan lama terhadap dekarbonisasi,” kata Grubert.

Jika kemarahan dan protes dapat meyakinkan pembuat undang-undang untuk membalikkan keputusan yang menutup pembangkit listrik, kemungkinan transisi yang adil bagi pekerja dan masyarakat akan hilang.

Kendala Mencapai Rencana Amerika Tinggalkan Energi Kotor pada 2035

Bagaimana mencapai ‘peniadaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil’ dengan target tahun 2035? Hal ini masih menjadi pertanyaan besar.

Bahkan jika sebagian besar pembangkit listrik berbahan bakar fosil cukup umur untuk pensiun sebelum tahun 2035, tidak berarti mereka akan pensiun. Pembangkit listrik sering beroperasi lebih lama dari yang seharusnya.

Grubert menemukan bahwa sudah ada infrastruktur senilai sekitar 100 gigawatt yang telah melewati masa jayanya, termasuk generator berbahan bakar batu bara di Nebraska dari tahun 1915. Sementara banyak pembangkit mengatakan mereka berencana untuk mengurangi emisi mereka menjadi nol bersih pada tahun 2050.

Analisis terbaru oleh Energy and Policy Institute, sebuah badan pengawas utilitas nirlaba, menemukan bahwa hampir tidak ada dari rencana tersebut yang bergerak cukup cepat untuk mencapai tujuan Biden yaitu jaringan listrik bebas karbon pada tahun 2035.

Pun tidak ada tindakan cepat yang dapat pemerintahan Biden lakukan untuk meminta semua pembangkit listrik berbahan bakar fosil tutup pada tahun 2035. Ari Peskoe, direktur Electricity Law Initiative Universitas Harvard, mengatakan kepada Grist bahwa sebagai gantinya, pemerintah dapat mencoba untuk mendekati tenggat waktu itu melalui peraturan lingkungan dan ekonomi.

amerika serikat tinggalkan energi kotor

Tiga pembangkit listrik tenaga batu bara di Colorado mungkin terpaksa tutup pada 2028, dua tahun lebih awal dari rencana. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Aturan Emisi Gas Rumah Kaca dari EPA

The Environmental Protection Agency (EPA) atau Badan Perlindungan Lingkungan dapat mengatur emisi gas rumah kaca menganjurkan negara bagian dapat memilih untuk mengadopsi aturan yang lebih ketat. Beberapa sudah melakukannya.

Tiga pembangkit listrik tenaga batu bara di Colorado mungkin terpaksa tutup pada 2028, dua tahun lebih awal dari rencana. Penutupan ini untuk memenuhi target kondisi iklim negara bagian. Selain itu juga aturan kualitas udara yang berupaya meningkatkan visibilitas di Taman Nasional Pegunungan Rocky.

Di sisi ekonomi, kelangsungan hidup pembangkit listrik bergantung pada apa saja yang boleh dibebankan kepada pelanggan. Pembangkit listrik untuk utilitas publik diatur oleh lembaga negara, sedangkan generator independen harus mengikuti aturan Federal Energy Regulatory Commission.

Energi terbarukan yang murah telah melemahkan alasan untuk tetap membuka pembangkit batu bara tua. Opsinya adalah lebih banyak subsidi untuk energi bersih, atau lebih sedikit bahan bakar fosil.

Sisi lainnya mencegah pembuatan generator bertenaga gas baru. Peskoe mengatakan EPA dapat memberlakukan aturan yang lebih ketat pada pembangkit listrik baru.

Dia mengharapkan untuk melihat perubahan aturan di pasar listrik antar negara bagian. Sehingga nantinya membuat pembangunan pembangkit listrik baru jadi kurang menguntungkan dari sisi ekonomi.

“Mereka juga bisa menghentikan perluasan pipa, yang tentunya terkait dengan perluasan pembangkit listrik,” tambahnya.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Grist

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/amerika-tinggalkan-energi-kotor/feed/ 0
Militer AS Mengingatkan Risiko Ketahanan Iklim https://www.greeners.co/berita/militer-as-mengingatkan-risiko-ketahanan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=militer-as-mengingatkan-risiko-ketahanan-iklim https://www.greeners.co/berita/militer-as-mengingatkan-risiko-ketahanan-iklim/#respond Sun, 02 Oct 2016 02:30:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14860 Sebuah grup terdiri dari para ahli ketahanan di AS telah mengingatkan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman ketahanan yang serius.]]>

London, 18 September 2016 – Sebuah grup terdiri dari para ahli ketahanan di AS telah mengingatkan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman ketahanan yang serius, dan melalui sebuah pesan tegas bahwa “dampak perubahan iklim telah menunjukkan risiko signifikan dan langsung terkait dengan kesiapan, operasi dan strategi militer AS.”

Mereka merupakan anggota dari Climate Security Consensus Project, grup bipartisan terdiri dari 25 ahli ketahanan nasional dan militer, yang sudah lama bekerja baik di bawah pemerintahan Republik maupun Demokrat.

Bertemu dalam sebuah forum di Washington DC yang diorganisir oleh Center for Climate and Security (CCS), grup tersebut mengatakan bahwa dampak perubahan iklim telah menghadirkan risiko signifikan dan strategis bagi ketahanan nasional AS dan dunia internasional.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan dari para anggota, yang di dalamnya termasuk perwira dari tentara, angkatan udara, angkatan laut dan marinir, menyatakan kekhawatiran terkait risiko yang akan dihadapi dunia — “risiko yang bisa berkontribusi terhadap ketidakstabilan politis dan finansial dalam skala internasional, dan terkait dengan kerentanan maritim.”

Munculnya Konflik

Mereka mengatakan bahwa stres yang ditimbulkan akibat perubahan iklim dapat meningkatkan potensial konflik antara negara, kegagalan negara, migrasi massal, dan terciptanya ruang tanpa pemerintahan.

Hal ini dapat terjadi di daerah yang memiliki “nilai strategis dan signifikan, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Tengah, Indo-Asia-Pasifik dan benua Arktik.”

Mereka juga mengkhawatirkan dampak perubahan iklim akan menciptakan ketegangan signifikan terhadap kestabilan finansial dunia terutama terganggunya industri global, industri asuransi, dan risiko politis dan finansial yang meningkat karena berinvestasi di lingkungan yang tidak stabil.

Untuk mendukung pernyatan mereka, dua dokumen telah dipublikasikan dalam forum tersebut, di mana mereka menekankan “arah baru terkait dengan perubahan iklim.”

Francesco Femia dan Caitlin Werrell, wakil presiden dari CCS, mengatakan, “Laporan-laporan ini membuat segalanya jelas. Bagi para pemimpin pertahanan dan keamanan nasional, perubahan iklim sama sekali bukan politis. Tapi, risiko ketahanan yang membuat keamanan memburuk dan kita harus melakukan sesuatu.”

Salah satu laporan, –terkait dengan kenaikan muka laut dan militer AS –, menunjukkan adanya peningkatan dari penelitian yang mengeksplorasi dampak aktual dan fisik dari kenaikan muka air laut terhadap markas militer AS ,” menunjukkan bahwa risiko meningkat dengan kecepatan yang tidak diduga sebelumnya.”

Keberadaan lokasi 1.774 markas AS yang tersebar di sepanjang 95.471 mil garis pantai akan segera berubah secara dramatis karena kenaikan muka air laut dan badai.

Kekhawatiran tentang Keamanan

Ini merupakan kali pertama, CCS menyuarakan kekhawatiran terkait dengan risiko ketahanan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Yang ditekankan dari grup ini adalah waktunya bertepatan dengan kampanye presidensial yang sedang berlangsung. Bahasa yang digunakan tidak ada kompromi dan menegaskan bahwa “perubahan iklim bukanlah hal politis” akan bertentangan dengan banyak warga Amerika dan menyakinkan yang lain.

Pemilihan presiden yang tinggal dua bulan lagi akan menghadirkan dua kandidat yang memiliki pandangan yang sangat berbeda terkait dengan perubahan iklim, dan isu-isu lainnya.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton menegaskan bahwa sains telah sangat jelas dan perubahan iklim merupakan ancaman yang sangat mendesak. Sementara, kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump menulis awal bulan ini “masih banyak yang perlu diteliti terkait dengan perubahan iklim.” Ia mendeskripsikan perubahan iklim sebagai ‘hoax yang diciptakan oleh China’ dan awal tahun ini menyebut perubahan iklim sebagai omong kosong. – Climate News Network

]]>
https://www.greeners.co/berita/militer-as-mengingatkan-risiko-ketahanan-iklim/feed/ 0
Melukis Peta Dari Citra Satelit Kebun Jagung https://www.greeners.co/ide-inovasi/melukis-peta-dari-citra-satelit-kebun-jagung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=melukis-peta-dari-citra-satelit-kebun-jagung https://www.greeners.co/ide-inovasi/melukis-peta-dari-citra-satelit-kebun-jagung/#respond Tue, 28 Apr 2015 04:33:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8746 Saat ini di Amerika Serikat terdapat 37 juta hektar kebun jagung. Lahan tersebut menghabiskan sekitar 5 persen dari luas daratan negara tersebut. Seperti apa kira-kira gambaran perkebunan itu? Mari lihat […]]]>

Saat ini di Amerika Serikat terdapat 37 juta hektar kebun jagung. Lahan tersebut menghabiskan sekitar 5 persen dari luas daratan negara tersebut. Seperti apa kira-kira gambaran perkebunan itu? Mari lihat peta buatan Michael Pecirno berikut ini.

Peta karya Michael Pecirno ini berjudul “Minimal Maps”. Pecirno membuat sebuah serial gambar yang memetakan bermacam aspek di lanskap Amerika. Pecirno, yang sedang meneruskan studi masternya di Royal College of Art, menggunakan data dari Departemen Pertanian Amerika dan mengisolasi tanaman tertentu dan melukisnya menjadi serial gambar yang unik.

"Corn" karya Michael Pecirno. Gambar: Michael Pecirno/www.wired.com

“Corn” karya Michael Pecirno. Gambar: Michael Pecirno/www.wired.com

Peta buatan Pecirno tidak sepenuhnya sesuai dengan data yang ada di lapangan. “Ada hal-hal tertentu yang saya sukai saat membuat peta tersebut dan tidak sepenuhnya kontekstual,” ujar Pecirno seperti dikutip dalam laman wired.com.

Sulit sekali untuk membedakan apa yang kita lihat dalam peta ini, terutama jika mengamati pemetaan tanaman Jagung. Tapi bila kita lihat dari dekat, barulah terlihat pola bagaimana setiap negara bagian di Amerika mengalokasikan penggunaan tanahnya.

"Evergreen" karya Michael Pecirno. Gambar: Michael Pecirno/www.wired.com

“Evergreen” karya Michael Pecirno. Gambar: Michael Pecirno/www.wired.com

Dari peta yang Pecirno buat, kita dapat melihat bagaimana batas-batas wilayah antara negara bagian. Batas wilayah tersebut berbentuk padang rumput di Missouri, perkebunan jagung di Iowa, hingga jalur sungai di Louisiana.

Michael Pecirno menunjukkan pesona dalam lukisan petanya dari dua macam hal, perspekfit agak jauh dan dari dekat. Dari karyanya, Pecirno berhasil menangkap pola dan gambar yang membentuk negara Amerika Serikat.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.wired.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/melukis-peta-dari-citra-satelit-kebun-jagung/feed/ 0
Di APEC 2013 Bali, Indonesia – Amerika Kerjasamakan Tiga Bisnis “Clean Technology” https://www.greeners.co/berita/di-apec-2013-bali-indonesia-amerika-kerjasamakan-tiga-bisnis-clean-technology/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=di-apec-2013-bali-indonesia-amerika-kerjasamakan-tiga-bisnis-clean-technology https://www.greeners.co/berita/di-apec-2013-bali-indonesia-amerika-kerjasamakan-tiga-bisnis-clean-technology/#respond Wed, 09 Oct 2013 02:08:30 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3989 Nusa Dua, Bali (Greeners) – Pada hari kedelapan penyelenggaraan APEC 2013 Summit di Bali atau pada Selasa (8/10), dua negara peserta yaitu Indonesia dan Amerika Serikat melakukan tiga kerjasama bisnis […]]]>

Nusa Dua, Bali (Greeners) – Pada hari kedelapan penyelenggaraan APEC 2013 Summit di Bali atau pada Selasa (8/10), dua negara peserta yaitu Indonesia dan Amerika Serikat melakukan tiga kerjasama bisnis bilateral dalam bidang energi bersih atau clean energy. Tiga penandatanganan kerjasama bisnis tersebut yaitu penandatangan kerjasama pembuatan pembangkit listrik tenaga surya (solar panel) untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali antara PT SunEdison-Sintesa Group dan PT Angkasa Pura I. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Asia Operations SunEdison, Pashupathy Gopalan; CEO Sintesa Group, Shinta Widjaya Kamdan dan Presiden Direktur PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo.

Pembangkit listrik tenaga surya yang akan dibangun di Bandara Ngurah Rai Bali pada akhir 2014 merupakan PLTS pertama untuk bandara di Indonesia dengan kapasitas 15 megawatt dengan biaya sekitar 35 juta USD.

Usai penandatanganan, Gopalan mengatakan dengan pemakaian solar cell ini, Bandara Ngurah Rai dapat mereduksi gas rumah kaca sebesar 200.000 gigatons karbondioksida per tahun. SunEdison sendiri telah berhasil memasang solar cell ini beberapa bandara internasional seperti di Bandara Kualalumpur Malaysia.

Sedangkan PT Angkasa Pura mengatakan kebutuhan listrik di Bandara Ngurah Rai Denpasar sekitar 14 -15 megawatt yang digunakan terutama untuk peralatan penerbangan dan pendingin ruangan. Dengan menggunakan solar cell ini, PT Angkasa Pura bakal menghemat biaya listrik yang signifikan.

Kerjasama bisnis yang kedua yaitu antara PT Fluidic Indonesia (perusahaan joint venture Amerika Fluidic Inc dan PT Mitra Raharja Sejahtera) dengan PT Indosat Tbk. Kerjasama ini untuk pembuatan batere rechargeable zinc-air untuk industri telekomunikasi di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Fluidic Energy Dennis Thomsen dan Presiden Direktur/CEO PT Indosat Tbk Alexander Rusli.

Untuk kerjasama PT Fluidic Indonesia dan PT Indosat, Fluidic akan membuat dan menyediakan rechargeable zinc-air battery sejak tahun 2006 sebagai pengganti generator diesel dalam peralatan telekomunikasi Indosat seperti pada tenaga menara BTS. Indosat akan menggunakan teknologi dari Fluidic sebagai alternatif energi bagi solusi listrik peralatan telekomunikasi di wilayah yang jaringan listriknya belum stabil.

Sedangkan kerjasama bisnis ketiga yaitu untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) atau PLTPB berkapasitas 16 megawatt di Sumbawa antara Ormat Amerika dengan PT Pasifik Geoenergy. Investasi untuk PLTB ini sebesar 200 juta USD dan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 5000 gigaton karbondioksida ekuivalen setiap tahunnya.

Penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan oleh Menteri Perdagangan Amerika, Penny Pritzker dan Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi yang berlangsung di Hotel Grand Nikko, Nusa Dua, Bali. (G02)

]]>
https://www.greeners.co/berita/di-apec-2013-bali-indonesia-amerika-kerjasamakan-tiga-bisnis-clean-technology/feed/ 0