ancol - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/ancol/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 10 Nov 2021 09:02:34 +0000 id hourly 1 Dengar Suara Masyarakat Pesisir Untuk Pulihkan Perairan Jakarta https://www.greeners.co/berita/dengar-suara-masyarakat-pesisir-untuk-pulihkan-perairan-jakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dengar-suara-masyarakat-pesisir-untuk-pulihkan-perairan-jakarta https://www.greeners.co/berita/dengar-suara-masyarakat-pesisir-untuk-pulihkan-perairan-jakarta/#respond Wed, 10 Nov 2021 09:02:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34363 Jakarta (Greeners) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta meminta pemulihan perairan Jakarta yang tercemar limbah harus melibatkan penduduk dan nelayan sekitar. Sebab masyarakat pesisir ini adalah kelompok yang paling […]]]>

Jakarta (Greeners) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta meminta pemulihan perairan Jakarta yang tercemar limbah harus melibatkan penduduk dan nelayan sekitar. Sebab masyarakat pesisir ini adalah kelompok yang paling terdampak.

Direktur Walhi Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan, melihat situasi Perairan Jakarta yang telah tercemar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menyusun langkah strategis rehabilitasi pesisir Jakarta.

Dia menilai, sanksi yang pemerintah harus jatuhkan kepada pencemar adalah denda, pemulihan dan sanksi pidana. “Upaya pemulihan memang harus dilakukan sesegera mungkin,” katanya kepada Greeners di Jakarta, Rabu (10/11).

Dalam pemulihan lingkungan lanjutnya, pemerintah provinsi harus membuka ruang publik menyusun rencana pemulihan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat pesisir dan nelayan sebagai kelompok yang terdampak langsung perlu mendapat ruang suara terkait upaya pemulihan yang terbaik.

Tak hanya itu, Tubagus mengingatkan agar pencemaran perairan tak berulang. Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melakukan memperkuat kontrol, monitoring agar kejadian serupa tidak terjadi.

“Lakukan pemantauan rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup. Jangan menunggu saat ada masalahnya, melainkan harus pro aktif,” tegasnya.

Periset Temukan Pencemaran Limbah Paracetamol

Sebelumnya, Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan konsentrasi limbah paracetamol di Teluk Jakarta yakni di Muara Angke dan Ancol. 

Anggota tim peneliti BRIN Zainal Arifin mengatakan, banyak latar belakang dari riset ini, salah satunya terkait masa depan laut Indonesia. Menurutnya, masyarakat tentu menginginkan laut yang bersih, sehat dengan ekosistem bagus dan laut yang produktif.

Temuan konsentrasi paracetamol ini menjadi riset awal dari BRIN dan University of Brighton UK. Hasil riset ini pun sudah masuk publikasi internasional lewat jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul “High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia”.

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat dan total Fosfat, melebihi batas baku mutu air laut Indonesia. Dari riset itu, limbah parasetamol terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Zainal menambahkan, konsentrasi parasetamol yang cukup tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang terhadap organisme laut di Teluk Jakarta.

Walhi Jakarta mendesak pemulihan perairan Jakarta melibatkan suara masyarakat pesisir. Foto: Shutterstock

Sumber Pencemar Perairan Jakarta Terungkap

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, ada pabrik farmasi yang melakukan pencemaran lingkungan. Hal ini terbukti dari temuan limbah mengandung paracetamol yang pabrik farmasi buang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, investigasi dan verifikasi terhadap kegiatan atau usaha yang diduga memproduksi produk mengandung paracetamol di wilayah Jakarta Utara dengan pengambilan sampel air limbah telah dilakukan.

Kemudian sampel limbah masuk proses pemeriksaan laboratorium terhadap pemenuhan baku mutu sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan dan atau Usaha.

“Hasil verifikasi lapangan terhadap kegiatan usaha farmasi di wilayah Jakarta Utara, diketahui bahwa PT. MEF dan PT. B belum taat dalam pengelolaan air limbah yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium air limbah industri farmasi,” kata Asep dalam keterangan tertulisnya.

Sanksi Administratif  Wajibkan Pencemar Taat Olah Limbah

Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta telah memberikan sanksi administratif kepada PT. MEF. Hal ini mengacu pada Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nomor 672 Tahun 2021 Tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah. PT. MEF, PT. B mendapat sanksi atas ketidaktaatannya dalam pengelolaan air limbah.

“Dalam sanksi administratif, mewajibkan PT. MEF dan PT. B untuk menutup saluran outlet IPAL air limbah dan melakukan perbaikan kinerja IPAL. Selain itu mengurus persetujuan teknis pembuangan air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran air,” papar Asep.

Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengawasan penaatan sanksi administratif terhadap PT. MEF dan PT. B. Sanksi administratif ini menjadi langkah penegakan hukum terhadap kegiatan usaha yang tidak taat dalam pengelolaan lingkungan.

“Nantinya, bila hasil temuan lapangan saluran outlet IPAL air limbah PT. MEF dan PT. B belum ada penutupan, maka akan ada tindakan penutupan saluran outlet IPAL PT. MEF dan PT. B,” pungkas Asep.

Penulis : Ihya Afayat dan Fitri Annisa

]]>
https://www.greeners.co/berita/dengar-suara-masyarakat-pesisir-untuk-pulihkan-perairan-jakarta/feed/ 0
KIARA: Reklamasi Ancol Bukan untuk Mencegah Banjir https://www.greeners.co/berita/kiara-reklamasi-ancol-bukan-untuk-mencegah-banjir/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kiara-reklamasi-ancol-bukan-untuk-mencegah-banjir https://www.greeners.co/berita/kiara-reklamasi-ancol-bukan-untuk-mencegah-banjir/#respond Tue, 14 Jul 2020 05:00:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=27867 Penyebab banjir di DKI Jakarta di antaranya juga dipengaruhi oleh faktor pendangkalan atau sedimentasi waduk maupun sungai.]]>

Jakarta (Greeners) – Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengatasi banjir Ibu Kota dengan mereklamasi kawasan Pantai Ancol dinilai bukan solusi. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menyebut banjir di Jakarta dapat diatasi dengan menyetop pembangunan gedung tinggi yang mengekstraksi air tanah.

Proyek pengurukan tanah di perairan Ancol merupakan bagian dari proyek 17 pulau. Dalam pembangunan tersebut PT Jaya Ancol merupakan salah satu perusahaan yang mendapat konsesi untuk mengembangkan Pulau K. Secara teknis, reklamasi di utara Jakarta itu menggunakan material lumpur dari sungai-sungai yang telah dikeruk.

Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati mengatakan gubernur harus mencabut seluruh izin proyek reklamasi di teluk Jakarta. “Jika Anies punya political will yang serius harusnya empat pulau yang sudah ada dijadikan kawasan publik,” ujar Susan pada keterangan resminya, Minggu, (12/07/2020).

Baca juga: Polusi Udara Akibatkan Kerugian Ekonomi Hingga Puluhan Triliun Per Tahun

Saat merespons rencana pembangunan museum Nabi Muhammad, Susan menyebut hal itu merupakan taktik serupa yang pernah digunakan di banyak proyek penimbunan. Di provinsi lain, misalnya, terjadi saat reklamasi Pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan. Menurutnya dari pengalaman pembangunan masjid di tengah pulau itu berakhir gagal total.

“Ada isu agama yang dimainkan oleh Anies dalam proyek reklamasi Ancol. Hal ini dilakukan untuk membungkam kritik dan protes dari masyarakat. Sangat bahaya jika agama dijadikan alat legitimasi untuk proyek reklamasi,” kata Susan.

Reklamasi

Foto: shutterstock

Ia juga menjelaskan bahwa secara legal, proyek reklamasi yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 itu tak memiki payung hukum. Di Rencana Detail Tata Ruang DKI Jakarta, proyek reklamasi Ancol tak termasuk di dalamnya.

“Jika dilihat dari perspektif hukum pesisir dan laut yang merujuk kepada UU Nomor 27 Tahun 2007 Jo UU 1 Tahun 2014, proyek ini tidak sesuai dengan UU yang sangat detail mengatur ruang pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil ini,” ucapnya.

Pendangkalan Sungai dan Waduk

Penyebab banjir Jakarta di antaranya juga dipengaruhi oleh faktor pendangkalan atau sedimentasi waduk dan sungai. Terdapat lebih dari 30 waduk dan 13 sungai di Jakarta dengan panjang lebih dari 400 kilometer. Menurut Anies, jika keduanya dikeruk terus menerus akan menghasilkan lumpur dalam jumlah kurang lebih 3,4 juta m3. Lumpur selanjutnya ditempatkan di kawasan seluas 155 hektare di Ancol.

Baca juga: Penyebab Munculnya Paus Orca di Perairan Indonesia

“Proses ini sudah berlangsung cukup panjang (11 tahun). Lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol. Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir,” ujarnya pada unggahan video bertajuk “Pengembangan Kawasan di Ancol” di Youtube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Selasa, 11 Juli 2020.

Anies mengatakan lumpur hasil pengerukan sungai dan waduk itu akan digunakan untuk mereklamasi Ancol. Namun, ia membantah jika kegiatan pengedukan ini merupakan bagian dari kegiatan reklamasi 17 pulau. “Ini adalah bagian dari usaha menyelamatkan Jakarta dari bencana banjir. Jadi masalahnya bukan sekadar soal rekalamsi atau tidak,” ucapnya.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Devi Anggar Oktaviani

]]>
https://www.greeners.co/berita/kiara-reklamasi-ancol-bukan-untuk-mencegah-banjir/feed/ 0
Mengenal Burung-Burung di Ancol Taman Impian https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-burung-burung-ancol-taman-impian/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-burung-burung-ancol-taman-impian https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-burung-burung-ancol-taman-impian/#respond Thu, 31 Aug 2017 11:38:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=18426 Selain berperan sebagai sarana untuk hiburan, kawasan Ancol Taman Impian juga berperan sebagai ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati, burung adalah salah satunya.]]>

Judul: Burung-Burung di Ancol Taman Impian
Penulis: Biological Bird Club “Ardea” Fakultas Biologi Universitas Nasional
Penerbit: Lembaga Penerbitan Universitas Nasional
Jumlah Halaman: 160 halaman
Tahun Terbit: 2015

 

Saat mendengar nama Ancol Taman Impian, mungkin hal pertama yang terlintas di dalam pikiran kita adalah sebuah lokasi wisata di kawasan Jakarta Utara. Namun sesungguhnya, peran dari kawasan Ancol Taman Impian tak hanya terbatas sebagai tempat rekreasi saja. Selain berperan sebagai sarana untuk hiburan, kawasan tersebut juga berperan sebagai ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati, dan burung adalah salah satunya. Tapi sayang, belum banyak masyarakat yang mengetahui hal tersebut.

Untuk memberikan informasi tentang keanekaragaman burung di Ancol Taman Impian kepada masyarakat, sebuah klub pemerhati burung dari Universitas Nasional Jakarta, Biological Bird Club “Ardea”, mengeluarkan buku dengan judul Burung-Burung di Ancol Taman Impian. Buku yang dirilis pada tahun 2015 tersebut terdiri dari 160 halaman berwarna dan disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim Biological Bird Club “Ardea”. Buku ini juga dilengkapi oleh kumpulan foto-foto indah yang dipotret oleh komunitas Indonesia Wildlife Photography.

Buku Burung-Burung di Ancol Taman Impian merupakan sebuah buku panduan yang ditargetkan bagi masyarakat umum dan para pengamat burung. Buku ini menjelaskan kepada kita bahwa terdapat sekitar 59 jenis burung yang dapat kita jumpai di empat kawasan Ancol Taman Impian. Burung-burung di kawasan Ancol Taman Impian didominasi oleh burung pemakan serangga dan buah. Adanya burung di kawasan Ancol Taman Impian merupakan suatu pertanda penting, sebab burung dapat dijadikan sebagai indikator kualitas lingkungan di suatu daerah.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, buku Burung-Burung di Ancol Taman Impian merupakan buku saku bagi masyarakat untuk mengamati burung yang terdapat di daerah Ancol Taman Impian. Buku ini dirancang untuk mudah dipahami oleh para pembacanya. Dalam buku ini, terdapat informasi mengenai burung yang terdiri dari foto dan jenis burung, deskripsi, habitat dan kebiasaan, ukuran tubuh, penyebaran global dan lokal, serta status konservasinya. Buku ini dapat disebut sebagai kamus mini bagi burung-burung yang terdapat di kawasan Ancol Taman Impian.

Hadirnya buku Burung-Burung di Ancol Taman Impian diharapkan dapat menjadi pembuka cakrawala masyarakat luas terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya di Jakarta. Buku ini juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan satwa yang terdapat di kawasan Ancol Taman Impian, khususnya terhadap burung.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-burung-burung-ancol-taman-impian/feed/ 0
Lebaran 2016, Ancol Siagakan Ratusan Petugas Kebersihan https://www.greeners.co/berita/lebaran-2016-ancol-siagakan-ratusan-petugas-kebersihan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lebaran-2016-ancol-siagakan-ratusan-petugas-kebersihan https://www.greeners.co/berita/lebaran-2016-ancol-siagakan-ratusan-petugas-kebersihan/#respond Wed, 06 Jul 2016 03:00:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14180 Pada libur Lebaran tahun ini, Ancol Taman Impian, Jakarta telah menyiapkan petugas keamanan dan kebersihan ekstra untuk mengantisipasi kenyamanan dan kemanan pengunjung.]]>

Jakarta (Greeners) – Pada libur Lebaran tahun ini, Ancol Taman Impian, Jakarta telah menyiapkan petugas keamanan dan kebersihan ekstra untuk mengantisipasi kenyamanan dan kemanan pengunjung.

Corporation Communication Manager Ancol Taman Impian Rika Lestari mengatakan, petugas kebersihan yang akan dikerahkan selama pekan libur Lebaran mencapai 220 personel ditambah dengan petugas kebersihan yang tersebar di unit-unit rekreasi sebanyak 271 personel. Selain itu, menyiagakan truk pengangkut sampah berjumlah 16 unit kendaraan. Truk sampah ini mulai beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 23.00 WIB.

“Untuk libur Lebaran 2016 ini, Ancol Taman Impian menargetkan 870 ribu pengunjung yang dimulai sejak tanggal 2 hingga 24 Juli 2016. Angka ini lebih banyak dari jumlah pengunjung libur Lebaran 2015, makanya semua kita persiapkan,” katanya, Jakarta, Selasa (05/07).

BACA JUGA: Sambut Lebaran, PLN Siagakan Pasokan Listrik Jakarta Mulai 1 Juli 2016

Pada libur Lebaran tahun lalu, pengunjung Ancol mencapai 754.000 orang. Tahun 2016 ini, Ancol menambah target kunjungan menjadi lebih kurang 874.000 atau sekitar 185.000 pengunjung per hari.

Untuk kebutuhan sanitasi pengunjung, telah tersedia sejumlah toilet yang tersebar disetiap sudut Ancol Taman Impian. Pada pekan libur Lebaran ini, lanjut Rika, akan ditambahkan sejumlah toilet portable yang semuanya disediakan secara gratis.

Pengelola Ancol juga menyiagakan 5 pos P3K serta 17 ambulans yang dilengkapi tenaga medis dan tersebar mulai dari barat sampai timur area Ancol Taman Impian. “Posko keamanan juga akan disiagakan di setiap titik area wisata,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/lebaran-2016-ancol-siagakan-ratusan-petugas-kebersihan/feed/ 0
Gerhana Matahari Sebagian, Lumba Lumba Hidung Botol Tunjukkan Perubahan Perilaku https://www.greeners.co/berita/gerhana-matahari-sebagian-lumba-lumba-hidung-botol-tunjukkan-perubahan-perilaku/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerhana-matahari-sebagian-lumba-lumba-hidung-botol-tunjukkan-perubahan-perilaku https://www.greeners.co/berita/gerhana-matahari-sebagian-lumba-lumba-hidung-botol-tunjukkan-perubahan-perilaku/#respond Wed, 09 Mar 2016 11:41:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13109 Selama proses gerhana matahari berlangsung pada Rabu (09/03) pagi, lumba-lumba hidung botol ternyata menunjukkan beberapa perubahan perilaku dari sifat umumnya.]]>

Jakarta (Greeners) – Fenomena alam tertutupnya seluruh bundaran Matahari oleh bundaran Bulan yang lazim dikenal dengan Gerhana Matahari Total ternyata mampu merubah perilaku hewan, baik darat maupun laut, nokturnal maupun yang aktif di siang hari.

Di Jakarta sendiri, meski hanya mendapat jatah Gerhana Matahari Sebagian, namun perubahan perilaku pada lumba-lumba hidung botol masih bisa diamati. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Ocean Dream Samudera selama proses gerhana matahari berlangsung pada Rabu (09/03) pagi, mamalia ini menunjukkan beberapa perubahan perilaku dari sifat aslinya.

Dr. Hagi Yulia Sugeha, peneliti dari Kelompok Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Sumberdaya Laut Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan, dari sekitar 10 sampai 15 menit selama proses Gerhana Matahari Sebagian berlangsung, empat ekor lumba-lumba hidung botol yang berada di dalam wahana lebih banyak diam di dasar kolam. Selain itu, mamalia yang secara alamiah hidup berkelompok ini terlihat bergerak sendiri-sendiri dan lebih individualis.

“Dalam kondisi yang tidak alami seperti saat ini, ternyata mamalia dengan nama latin Tursiops truncatus itu masih memiliki insting untuk merespon peristiwa alam seperti Gerhana Matahari Total. Mereka (lumba-lumba) merespon perubahan kondisi lingkungan dengan sangat baik,” jelasnya saat dijumpai oleh Greeners di Ocean Dream Samudera, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (09/03).

Dr. Hagi Yulia Sugeha, peneliti dari Kelompok Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Sumberdaya Laut Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Dr. Hagi Yulia Sugeha, peneliti dari Kelompok Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Sumberdaya Laut Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Perubahan perilaku lain yang berhasil teramati adalah perbedaan cara bernafas. Selama fase gerhana, lumba-lumba cenderung membuang nafas dengan tenang dan jarang sekali memunculkan diri ke permukaan. Hal ini terjadi karena Lumba-lumba mengalami disorientasi waktu antara malam dan siang. Padahal, pada hari biasanya, lumba-lumba selalu aktif dan responsif pada siang hari, karena memang mereka makhluk yang aktif di saat terang.

Namun, jelas Hagi melanjutkan, masih banyak pola perilaku lain yang lebih alami yang tidak bisa diamati. Hal ini dikarenakan, empat ekor lumba-lumba yang menjadi objek pengamatan berada di dalam wadah atau kolam yang juga sudah terlatih untuk merespon aktifitas manusia.

“Kalau di alam liarnya, banyak yang masih bisa diteliti seperti misalnya aktivitas makan, melindungi anaknya, dan yang paling lazim sama dengan hewan laut lainnya, yaitu lumba-lumba akan turun sedalam 50 meter di bawah permukaan laut untuk menghindari cahaya agar bisa istirahat dan bersembunyi dari predator. Insting itu yang kita tidak bisa temukan di sini,” tambahnya.

Di Indonesia, lanjut Hagi, masih belum ada penelitian khusus yang dilakukan dengan objek penelitian lumba-lumba. Hal itu dikarenakan untuk meneliti dan mengamati pola perilaku mamalia laut ini di alam bebas membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Mungkin di negara luar seperti di Amerika dan Eropa mereka melakukan pengamatan, tapi di Indonesia bahkan ASEAN pun belum ada,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk menyemarakkan fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi di banyak wilayah Indonesia, Taman Impian Ancol mengadakan wisata edutainment dengan mengamati efek Gerhana Matahari Total terhadap satwa yang berada di Ocean Dream Samudera, khususnya lumba-lumba hidung botol.

Ocean Dream Samudera juga mengundang pelajar dari Sekolah Rakyat Ancol dan komunitas Teens Go Green untuk menyaksikan peristiwa bersejarah yang sarat dengan ilmu pengetahuan dan edukasi ini.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/gerhana-matahari-sebagian-lumba-lumba-hidung-botol-tunjukkan-perubahan-perilaku/feed/ 0
Libur Lebaran, Wahana Bawah Laut Sea World Ancol Dibuka Kembali https://www.greeners.co/berita/libur-lebaran-wahana-bawah-laut-sea-world-ancol-dibuka-kembali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=libur-lebaran-wahana-bawah-laut-sea-world-ancol-dibuka-kembali https://www.greeners.co/berita/libur-lebaran-wahana-bawah-laut-sea-world-ancol-dibuka-kembali/#respond Mon, 20 Jul 2015 02:30:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10399 Jakarta (Greeners) – PT. Pembangunan Jaya Ancol akhirnya mengumumkan pembukaan kembali wahana biota bawah laut Sea World Ancol. Corporate Communication Manager PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., Metty Yan Harahap saat […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT. Pembangunan Jaya Ancol akhirnya mengumumkan pembukaan kembali wahana biota bawah laut Sea World Ancol. Corporate Communication Manager PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk., Metty Yan Harahap saat dihubungi oleh Greeners mengungkapkan bahwa pembukaan Sea World Ancol tersebut dilakukan bertepatan pada Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah atau hari Jumat, 17 Juli 2015.

Dibukanya kembali wahana Sea World Ancol ini, terang Metty, adalah untuk menjawab tingginya minat pengunjung Ancol yang merindukan berwisata ke wahana-wahana yang mendidik.

“Dengan dibukanya kembali wahana Sea World Ancol yang kini berada di bawah PT Pembangunan Jaya Ancol ini bisa menjadi destinasi wisata edukatif yang memberikan pengetahuan mengenai kelautan dan perikanan di Indonesia,” katanya, Jakarta, Kamis (16/07) lalu.

Lebih lanjut Metty menjelaskan, untuk harga tiket masuk khusus pekan libur Lebaran, yaitu pada tanggal 17 Juli hingga 2 Agustus 2015, Sea World Ancol mematok harga Rp 100.000 per orang. Namun setelah pekan libur Lebaran habis, tiket masuk pada hari kerja sebesar Rp 80.000 per orang dan akhir pekan sebesar Rp 90.000 per orang.

Selain itu, selama libur lebaran tahun ini, pihak Ancol akan mengoptimalkan keamanan, kebersihan dan lalu lintas di kawasan Ancol. Personel keamanan terdiri dari petugas keamanan internal, Satpol PP dan Polri. “Mereka akan berjaga di pos keamanan tambahan yang disiapkan di sekitar pusat konsentrasi pengunjung seperti di pintu gerbang, area pantai serta di seluruh unit rekreasi,” imbuhnya.

Pihak Ancol pun akan mengoptimalkan jumlah petugas kebersihan, menyediakan toilet tambahan berupa toilet portabel, dan mushola tambahan disekitar pusat konsentrasi pengunjung. Mengenai lokasi parkir kendaraan, Ancol menyediakan titik parkir yang tersebar di wilayah barat dan timur, dimana kedua tempat tersebut dapat menampung 11.000 kendaraan roda empat dan 13.000 kendaraan roda dua.

Sebagai kendaraan penghubung di area Ancol, ada 30 bus Wara-wiri yang siap mengantarkan para pengunjung dari area parkir menuju beberapa titik kawasan yang ada di dalam area Ancol.

Sebagai informasi, sebelumnya, pada Oktober 2014 lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mengeluarkan instruksi kepada PT Pembangunan Jaya Ancol untuk menutup wahana Sea World. Ahok mengatakan perintah penutupan dikeluarkan karena manajemen Sea World salah menafsirkan perjanjian kontrak kerja pengelolaan wahana tersebut.

Menurut Ahok, manajemen Sea World menafsirkan perpanjangan kontrak pengelolaan bersifat otomatis. Padahal setelah kontrak berakhir, kontrak harus diperbarui dengan kontrak baru yang berisi kesepakatan-kesepakatan baru.

Karena pengelola Sea World tidak juga menyerahkan wahana tersebut setelah perjanjian berakhir, maka pihak Jaya Ancol mengajukan gugatan kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) pada April 2013. Sementara Sea World malah mengajukan gugatan balik ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan tetap melayani pengunjung. Karena itulah, Ahok memerintahkan wahana milik salah satu perusahaan Lippo Group itu untuk dipagari.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/libur-lebaran-wahana-bawah-laut-sea-world-ancol-dibuka-kembali/feed/ 0
Sea World Pastikan Ikan-ikan Tetap Terawat Dengan Baik https://www.greeners.co/berita/sea-world-pastikan-ikan-ikan-tetap-terawat-dengan-baik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sea-world-pastikan-ikan-ikan-tetap-terawat-dengan-baik https://www.greeners.co/berita/sea-world-pastikan-ikan-ikan-tetap-terawat-dengan-baik/#respond Mon, 10 Nov 2014 12:43:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6385 Jakarta (Greeners) – Sudah satu bulan lamanya sejak PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) menutup akses masuk ke wahana laut Sea World dengan alasan kontrak telah habis. Semenjak penutupan paksa tersebut, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sudah satu bulan lamanya sejak PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) menutup akses masuk ke wahana laut Sea World dengan alasan kontrak telah habis. Semenjak penutupan paksa tersebut, banyak pula isu yang berhembus terkait karyawan dan nasib biota laut dan air tawar yang menjadi koleksi akuarium terbesar di Indonesia itu.

Pada satu kesempatan, Greeners berhasil masuk kedalam wahana yang telah ditutup pagar tinggi dan disegel tanda “Wahana ditutup sementara” itu untuk melihat beberapa koleksi biota laut dan air tawar yang berada di dalamnya.

Kepala Unit Promosi Sea World Indonesia, Teddy Sukmawinata, kepada Greeners mengatakan, bahwa tidak ada yang berubah atas perlakuan terhadap 21.000 jenis ikan yang ada di dalam wahana Sea World. Menurutnya, semua koleksi biota yang ada tetap dipelihara dengan baik.

“Operasional kita 24 jam. Mereka (ikan-ikan) tetap kita rawat, kita pelihara dan kita beri makan,” kata Teddy saat ditemui di Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/11).

 

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Papan pemberitahuan yang menyatakan bahwa wahana Sea World ditutup sementara untuk umum. Foto diambil pada Senin (10/11/2014). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Terkait pemberitaan tentang karyawan yang dirumahkan, Teddy mengungkapkan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar. Pegawai tetap masuk seperti biasa, hanya saja memang tidak melayani pengunjung karena wahana masih ditutup. Ia menuturkan kalau para karyawan sangat berkomitmen merawat dan memelihara biota laut dan air tawar di Sea World yang juga merupakan salah satu konservasi ikan di Indonesia.

“Kami memiliki 200 spesies di sini, kami juga mendapatkan kepercayaan tinggi untuk memelihara hewan-hewan laut yang bahkan secara internasional dilindungi, seperti penyu dan dugong,” ujar Teddy.

]]>
https://www.greeners.co/berita/sea-world-pastikan-ikan-ikan-tetap-terawat-dengan-baik/feed/ 0
Pemprov DKI Jakarta Beri Lampu Hijau Reklamasi Ancol https://www.greeners.co/berita/pemprov-dki-jakarta-beri-lampu-hijau-reklamasi-ancol/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemprov-dki-jakarta-beri-lampu-hijau-reklamasi-ancol https://www.greeners.co/berita/pemprov-dki-jakarta-beri-lampu-hijau-reklamasi-ancol/#respond Tue, 26 Aug 2014 05:43:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5552 Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan mendukung langkah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dalam melakukan proses reklamasi untuk pembangunan taman hiburan berkelas internasional. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan mendukung langkah PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dalam melakukan proses reklamasi untuk pembangunan taman hiburan berkelas internasional.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama telah menginstruksikan PT Pembangunan Jaya Ancol untuk mereklamasi pulau-pulau di sekitar ancol seluas 16 hektar sebagai lahan pembangunan taman hiburan tersebut.

“Reklamasi Ancol itu masih bisa dan masih sangat memungkinkan untuk digenjot. Kita bukan Singapura yang sempit. Lahan disini masih luas kok,” ujar Basuki di Balaikota, Jakarta, Senin (25/08).

Pria yang akrab disapa Ahok ini mengutarakan, bahwa Pemprov memberikan dukungan atas pembangunan hiburan tersebut dengan memberikan kemudahan perizinan. Sementara menyangkut dana, ia menilai Pemprov DKI tidak perlu ikut campur karena Ancol adalah perusahaan terbuka yang dapat mencari permodalan melalui mekanisme pasarnya sendiri.

“Kita dukung dengan kemudahan perizinan biar orang-orang kaya tidak perlu lagi liburan keluar negeri,” tambahnya.

Menurut rencana, Ancol akan menambah bank tanah (land bank) seluas 700 hektare (ha) dengan cara reklamasi di Ancol barat dan timur. Reklamasi tersebut dilakukan dalam beberapa tahap dan selama beberapa tahun. Sedangkan untuk dua tahun pertama, Ancol akan memulainya dengan membangun 160 hektar lahan.

Adapun alokasi anggaran yang digunakan untuk pembangunan taman hiburan kelas internasional ini mencapai Rp 1,6 triliun pada tahap pertamanya. Anggaran ini merupakan bagian dari penyertaan modal pemerintah (PMP) DKI Jakarta kepada PT Pembangunan Jaya Ancol. Reklamasi pulau tersebut rencananya akan dimulai tahun ini dan rampung pada tahun 2015.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemprov-dki-jakarta-beri-lampu-hijau-reklamasi-ancol/feed/ 0
Perkantoran Libur, Jalur Protokol Jakarta Lenggang https://www.greeners.co/berita/perkantoran-libur-jalur-protokol-jakarta-lenggang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perkantoran-libur-jalur-protokol-jakarta-lenggang https://www.greeners.co/berita/perkantoran-libur-jalur-protokol-jakarta-lenggang/#respond Tue, 29 Jul 2014 08:45:47 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5316 Jakarta (Greeners) – Situasi lalu lintas di jalur protokol Jakarta pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah terlihat sangat lenggang. Ruas jalan yang biasanya padat dengan kendaraan, seperti Pancoran […]]]>

Jakarta (Greeners) – Situasi lalu lintas di jalur protokol Jakarta pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah terlihat sangat lenggang. Ruas jalan yang biasanya padat dengan kendaraan, seperti Pancoran arah ke Slipi dan sebaliknya, serta Sudirman arah ke MH Thamrin dan sebaliknya, hanya dilalui oleh beberapa kendaraan bermotor.

Dari pantauan Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, lenggangnya situasi lalu lintas tersebut dikarenakan jalur protokol Sudirman-Thamrin merupakan pusat bisnis dan perkantoran yang saat ini sedang libur.

“Jalan Sudirman-Thamrin itu jalurnya perkantoran, maka hari libur seperti ini menjadi terlihat kosong imbas dari libur lebaran,” ujar Petugas TMC, Brigadir Taufik, Jakarta, Senin (28/7).

Tutupnya perkantoran dan kantor pemerintahan di Jakarta membuat beberapa ruas jalan utama yang biasanya padat, kini terlihat lenggang. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Tutupnya sejumlah perkantoran dan kantor pemerintahan di Jakarta membuat beberapa ruas jalan utama yang biasanya padat, kini terlihat lenggang. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Taufik mengatakan bahwa kemacetan mulai terjadi pada siang hari di beberapa jalan yang mengarah ke tempat-tempat wisata seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol dan Ragunan.

Ia juga menjelaskan bahwa puncak kepadatan kendaraan bermotor di jalur-jalur wisata tersebut dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Menurut data dari TMC, jumlah kendaraan yang masuk ke beberapa tempat wisata di Jakarta mencapai ribuan terhitung sejak pagi hingga pukul empat sore hari itu. Di TMII, kendaraan roda empat mencapai 1.606 unit, kendaraan roda dua berjumlah 4.097 unit, dan bus 8 unit. Di Ragunan, kendaraan roda empat mencapai 1.120 unit, kendaraan roda dua mencapai 5.124 unit, dan sebanyak 7 unit bus singgah di kebun binatang tersebut. Sedangkan kendaraan terbanyak memadati Ancol, dimana kendaraan roda empat mencapai 6.140 unit dan roda dua sebanyak 5.172 unit.

TMC Polda Metro Jaya memprediksi keadaan lalu lintas seperti ini akan bertahan hingga H+3 Lebaran menjelang masuknya anak-anak sekolah dan dimulainya aktivitas perkantoran.

(Danny Kosasih)

]]>
https://www.greeners.co/berita/perkantoran-libur-jalur-protokol-jakarta-lenggang/feed/ 0