APD - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/apd/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 12 Feb 2022 07:09:39 +0000 id hourly 1 Sarung Tangan ReGlove, Berkelanjutan dan Bisa Terus Didaur Ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/sarung-tangan-reglove-berkelanjutan-dan-bisa-terus-didaur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sarung-tangan-reglove-berkelanjutan-dan-bisa-terus-didaur-ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/sarung-tangan-reglove-berkelanjutan-dan-bisa-terus-didaur-ulang/#respond Sun, 13 Feb 2022 03:30:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=35262 Di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan sekali pakai terus mengalami peningkatan. Namun sayang, sama seperti APD sekali pakai lainnya, benda tersebut […]]]>

Di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan sekali pakai terus mengalami peningkatan. Namun sayang, sama seperti APD sekali pakai lainnya, benda tersebut juga rupanya telah berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan.

Setiap tahun, sebanyak 100 miliar sarung tangan plastik sekali pakai terbuang dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Guna mengurangi timbunan sampah APD sekali pakai, tim peneliti dari Institut Teknologi Blekinge, Swedia, berinisiatif untuk menciptakan APD yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pada 2020 lalu, tim peneliti berhasil menciptakan APD ramah lingkungan bernama ReGlove. ReGlove merupakan sarung tangan elastis berkelanjutan yang bisa kita daur ulang terus menerus dan terbuat dari polivinil alkohol (PVA). PVA sendiri merupakan polimer yang mudah larut dalam air dan mudah untuk disterilkan kembali.

“ReGlove yang sudah terpakai dapat kami sterilisasi dan daur ulang kembali dengan mudah hingga menjadi sarung tangan yang baru. Hal ini dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam jumlah yang besar,” tulis tim ReGlove dalam situs resmi mereka. “Tidak seperti sarung tangan plastik lainnya, ReGlove tidak beracun dan dapat terurai secara hayati jika tidak kita daur ulang kembali.”

Sarung Tangan ReGlove: Dibuat dengan Mengutamakan Prinsip Keberlanjutan

Ketika menciptakan ReGlove, tim peneliti sangat mengutamakan prinsip keberlanjutan. Mereka membuat sarung tangan tersebut dengan menggunakan energi yang minim dan rendah akan jejak karbon. Keseluruhan proses pembuatan ReGlove hanya membutuhkan satu mesin saja. Selain itu, mereka juga berfokus pada penggunaan bahan-bahan lokal agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasokan eksternal.

Meskipun terbuat dari bahan-bahan yang mudah terurai, ReGlove tetap memiliki daya tahan dan elastisitas yang tinggi. ReGlove tidak mudah robek dan cocok untuk digunakan oleh mereka yang biasa bekerja dengan bahan kering. Namun karena sifatnya yang mudah terurai dan mudah larut, sarung tangan ini akan menipis setelah kita gunakan selama tujuh jam.

Sebagai informasi, pada tahun 2020 sarung tangan ReGlove merupakan salah satu finalis teratas dari penghargaan James Dyson yang bergengsi. Di masa depan, para peneliti berharap bahwa teknologi yang mereka ciptakan dapat mereka terapkan pada jenis APD yang lainnya. Tim peneliti juga berharap bahwa temuan mereka dapat menjadi solusi untuk mengurangi timbunan limbah APD sekali pakai yang kian menggunung.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Proyek ReGlove

The James Dyson Award

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/sarung-tangan-reglove-berkelanjutan-dan-bisa-terus-didaur-ulang/feed/ 0
YPBB Bandung Berikan APD Kepada Petugas Kebersihan https://www.greeners.co/aksi/ypbb-bandung-berikan-apd-kepada-petugas-kebersihan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ypbb-bandung-berikan-apd-kepada-petugas-kebersihan https://www.greeners.co/aksi/ypbb-bandung-berikan-apd-kepada-petugas-kebersihan/#respond Sun, 12 Apr 2020 00:40:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=26776 YPBB memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada 340 petugas pengelola sampah yang tersebar di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.]]>

Sebagai upaya memutus rantai penularan dan penyebaran virus korona di wilayah Bandung, Jawa Barat, Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada 340 petugas pengelola sampah yang tersebar di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Penggalangan APD ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pengelola sampah yang setiap hari menghadapi risiko kesehatan tinggi di masa pandemi Covid-19.

Menurut Program Manager Zero Waste Cities Melly Amalia, para petugas persampahan sangat riskan terpapar Covid-19 yang berasal dari sampah infeksius seperti masker bekas pakai. Sampah tersebut tercampur dengan sampah lain dan membuat potensi tertular sangat besar.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Bantu Pemulung dan Petugas Persampahan Cegah Covid-19

Pengumpulan dana yang dilakukan, lanjut Amalia, sebagai bentuk dukungan YPBB kepada petugas pengumpul sampah di Bandung dan sekitarnya. Menurut dia, di tengah kebijakan pemerintah yang menganjurkan masyarakat tetap di rumah, mereka tetap harus bekerja dan beraktivitas rutin mengelola sampah rumah tangga.

“APD yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko tersebut. Mengingat tingginya penggunaan masker dan timbulan sampah jenis ini,” ujar Amalia.

Adapun pengalangan dana yang diumumkan pada 26 Maret 2020 menargetkan jumlah sebesar Rp 30.600.000. Donasi tersebut akan digunakan untuk menyediakan alat pelindung diri berupa masker kain, sarung tangan karet, sabun cuci tangan, hand sanitizer, madu, buah, tas kain, dilengkapi dengan sosialisasi bagi petugas pengumpul sampah.

YPBB

Donasi kepada petugas kebersihan meliputi masker, hand sanitizer, madu, dan sarung tangan. Foto: Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dr. Kamalia Purbani mengapresiasi inisiatif dan kepedulian masyarakat terhadap para petugas pengumpul sampah di beberapa kelurahan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memisahkan sampah infeksius seperti masker dan tisu sekali pakai agar tidak bercampur dengan jenis sampah lainnya.

“Saya berharap upaya ini bisa diikuti dengan edukasi kepada petugas pengumpul sampah dan rumah tangga yang diambil sampahnya agar dapat memisahkan sampah,” ucap Kamila.

Baca juga: Posraya Indonesia: Jangan Panik Ikuti Arahan Pemerintah

Pembagian bingkisan kepada para petugas kebersihan dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama diperkirakan selesai 15 April 2020. Kemudian tahap kedua, seperti pembagian paket Alat Pelindung Diri (APD), akan diserahkan ke petugas pengomposan dan petugas pengelola sampah di kelurahan dampingan yang belum mendapatkan. Donasi juga diperluas ke rukun warga (RW) yang selama ini menjadi binaan DLHK Kota Bandung.

Hingga Rabu, (8/4) donasi dari berbagai elemen masyarakat telah mencapai Rp 58 juta. Traget pengumpulan dana tetap berlanjut hingga 20 April 2020. Info partisipasi melalui donasi dapat diakses melalui website ypbbblog.blogspot.com.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/aksi/ypbb-bandung-berikan-apd-kepada-petugas-kebersihan/feed/ 0