Arifin Putra - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/arifin-putra/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 02 Apr 2020 09:14:31 +0000 id hourly 1 Arifin Putra: Ubah Gaya Hidup untuk Bumi yang Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/arifin-putra-ubah-gaya-hidup-untuk-bumi-yang-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=arifin-putra-ubah-gaya-hidup-untuk-bumi-yang-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/arifin-putra-ubah-gaya-hidup-untuk-bumi-yang-berkelanjutan/#respond Thu, 02 Apr 2020 03:10:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26662 Sebagai seorang aktor, ia sangat mencintai dunia peran yang telah membesarkan namanya. Di samping itu, ia juga individu yang peduli terhadap lingkungan.]]>

Nama Arifin Putra sudah tidak asing lagi di dunia hiburan terutama perfilman Indonesia. Puluhan judul film telah dilakoni oleh pria berdarah Jerman Indonesia ini. Kariernya berawal saat berperan di salah satu judul sinetron “Senandung Masa Puber”, mulai dari situ eksistensinya kian melambung hingga kini.

Sebagai seorang aktor tentu ia sangat mencintai dunia peran yang telah membesarkan namanya. Di satu sisi, ia juga individu yang memiliki jiwa kepedulian terhadap lingkungan. Misalnya dengan menerapkan gaya hidup hijau seperti memisahkan sampah sesuai jenisnya  dan puasa plastik. Kegiatan tersebut disampaikan Arifin melalui akun media sosial pribadinya.

Baca juga: Tips Berbelanja Aman Saat Wabah Virus Korona

Di 2016, ia bergabung bersama organisasi World Wildlife Fund Indonesia untuk mengampanyekan kelestarian mamalia dugong dan lamun. Keaktifannya dalam kegiatan tersebut membuat pria kelahiran 1987 ini dinobatkan sebagai Duta Dugong dan Lamun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Penghargaan tersebut diterimanya pada 2017 dalam acara Dugong and Seagrass Conservation Project.

Tidak hanya itu, Arifin juga berkontribusi terhadap gerakan yang berhubungan dengan lingkungan. Salah satunya perayaan Earth Hour yang dilaksanakan 28 Maret 2020 lalu. Menurutnya Earth Hour bukan tentang menon-aktifkan listrik saja, tetapi terdapat pesan penting untuk lingkungan. Momen tersebut, kata dia, menyatukan seluruh umat manusia untuk mencapai tujuan bersama, yaitu memperbaiki kondisi bumi.

Arifin Putra

Arifin Putra. Foto: Instagram @arifinputra_

Ia mengatakan perayaan Earth Hour tahun ini menjadi penting di samping kegiatan mematikan listrik dan mengistirahatkan bumi. Menurut dia, masyarakat berintrospeksi akan kondisi bumi di masa depan dan apa yang bisa dilakukan manusia. “Jadi, apa yang kita inginkan ke depannya terhadap lingkungan dan bumi ini,” ujar Arifin, saat telekonferensi Earth Hour 2020 #DiRumahAja, Jumat, (27/03/2020).

Menurutnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan alam kini semakin meningkat. Namun, pemahaman dan kepedulian mereka masih rendah saat ini. Upaya memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, kata Arifin, menjadi sangat penting untuk menyelamatkan lingkungan.

Baca juga: Gaya Hidup Zero Waste Dapat Dilakukan Semua Orang

Arifin mencontohkan cara sederhana mengurangi konsumsi produk, yakni dengan memastikan barang yang dibeli memang sangat diperlukan dan bisa dipakai dalam waktu lama. “Individu dapat mengubah gaya hidup untuk menciptakan bumi yang berkelanjutan,” kata dia.

Ia menuturkan keadaan bumi saat ini lebih genting daripada tahun-tahun sebelumnya sehingga diperlukan perubahan besar. Misalnya berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dengan cara mendaur ulang sampah, membuat kompos dari sampah organik, hingga berkebun secara hidroponik seperti menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah.

“Saya sedang menanam tomat ceri. Saya berharap seminggu atau dua minggu lagi menikmati hasil panen. Itu cara sederhana yang bisa dilakukan dan hasilnya bisa dimanfaatkan,” ucap Arifin Putra.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/arifin-putra-ubah-gaya-hidup-untuk-bumi-yang-berkelanjutan/feed/ 0
SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/supernova-ksatria-putri-dan-bintang-jatuh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=supernova-ksatria-putri-dan-bintang-jatuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/supernova-ksatria-putri-dan-bintang-jatuh/#respond Fri, 12 Dec 2014 07:28:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_review&p=6725 Judul film: SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh Sutradara: Rizal Mantovani Pemain: Herjunot Ali, Raline Shah, Paula Verhoeven, Fedi Nuril, Arifin Putra, Hamish Daud Produksi: PT Soraya Intercine Films, Desember […]]]>

Judul film: SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Sutradara: Rizal Mantovani
Pemain: Herjunot Ali, Raline Shah, Paula Verhoeven, Fedi Nuril, Arifin Putra, Hamish Daud
Produksi: PT Soraya Intercine Films, Desember 2014
Durasi: 136 menit

Hidup penuh dengan pilihan. Banyak orang berusaha memaknai hidup namun hanya sedikit yang benar-benar memilih menikmati proses hidup itu sendiri. Dewi ‘Dee’ Lestari bahkan menawarkan pilihan bahwa bukan melulu “aku berpikir maka aku ada” atau cogito ergo sum, melainkan opto ergo sum yang berarti “aku memilih maka aku ada”.

Film yang diangkat dari novel karangan Dewi Lestari dengan judul yang sama ini mengajak penonton untuk merenungkan atau setidaknya berpikir kembali bahwa ada begitu banyak pilihan dalam hidup. Berikut dengan konsekuensinya.

Adalah Rana (Raline Shah) yang memilih menikah dengan Arwin (Fedi Nuril) dengan harapan hidupnya akan bahagia. Pertimbangan bibit, bebet, bobot nampaknya menjadi standar Rana saat memilih Arwin. Namun, kebahagiaan dan perasaan dicintai justru muncul setelah ia bertemu dengan Fere (Herjunot Ali), seorang pengusaha muda sukses yang menjadi nara sumber tulisannya.

Di lain cerita, Dimas (Hamish Daud) dan Reuben (Arifin Putra) adalah dua orang yang menciptakan kisah cinta segitiga Rana, Arwin, dan Fere. Mereka pun memasukan seorang cyber avatar bernama Diva (Paula Verhoeven). Siapa sangka, dipenghujung cerita, keadaan justru diluar kendali keduanya.

Sebagaimana bukunya, film ini penuh dengan dialog-dialog yang bercampur dengan istilah ilmiah. Namun, Rizal Mantovani yang bertindak sebagai sutradara mengaku tidak ingin terjebak dalam detail buku yang masuk dalam jajaran “Best Seller” tidak lama setelah diterbitkan pada tahun 2001 lalu itu.

“Dalam adaptasi ini saya mencoba bagaimana caranya mengambil bukan detailnya, tapi spirit dan soul-nya,” ujarnya di Plaza Senayan beberapa waktu lalu.

Jika merasa pusing dengan dialog yang dilontarkan oleh keenam tokoh cerita tersebut, mungkin mencermati keindahan kota Bali, Jakarta, Medan, Madura, Banyuwangi, Labuan Bajo dan Washington yang menjadi setting film ini dapat meringankan pikiran Anda. Film berdurasi 136 menit ini tayang serentak di bioskop pada tanggal 11 Desember 2014.

(G08)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/supernova-ksatria-putri-dan-bintang-jatuh/feed/ 0
Arifin Putra; Ingin Bantu Orangutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/arifin-putra-ingin-bantu-orangutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=arifin-putra-ingin-bantu-orangutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/arifin-putra-ingin-bantu-orangutan/#respond Mon, 07 Apr 2014 12:15:45 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_green_carpet&p=4277 (Greeners) – Ajakan sang kakak untuk melihat Kalimantan lebih dekat dan membantu orangutan membuat aktor Arifin Putra bersemangat untuk memberikan bantuan pada organisasi lingkungan. Pemeran Uco dalam film The Raid […]]]>

(Greeners) – Ajakan sang kakak untuk melihat Kalimantan lebih dekat dan membantu orangutan membuat aktor Arifin Putra bersemangat untuk memberikan bantuan pada organisasi lingkungan. Pemeran Uco dalam film The Raid 2: Berandal ini beralasan, “Karena salah satu hewan yang terancam punah adalah orangutan. Aku juga pengin banget ke Kalimantan. Daerah itu ibarat ‘Amazon’-nya Indonesia,” katanya saat ditemui Greeners di salah satu apartemen di bilangan Jakarta Barat, (27/03) lalu.

Terlahir dari Ayah asli Jerman, rupanya memengaruhi pola berpikir Arifin. Ia menjadi orang yang kritis. Sikap kritisnya ini sempat membuat ia enggan untuk memberikan bantuan. “Aku bukan mau meninggikan Jerman, tapi orang Jerman sangat kritis. Dulu aku berpikir ngapain membantu badan lingkungan kayak gitu, karena nanti dananya akan dikorupsi atau dananya enggak sampai seperti yang seharusnya. Tapi, setelah dipikir lagi, kalau aku enggak bantu, siapa lagi (yang akan membantu)?” tanyanya.

Organisasi lingkungan yang sudah terbukti kinerjanya, menunjukan kemajuan, dan ‘memiliki nama’ menjadi kriteria Arifin dalam mencari organisasi yang akan ia bantu. Hasilnya, sepanjang satu tahun belakangan, pria kelahiran 1 Mei 1987 ini, aktif menyumbang untuk organisasi non-profit World Wildlife Fund (WWF), dan sejak enam bulan lalu ia juga memberikan donasi kepada Green Peace.

“Sekarang ini aku masih di fase mendukung secara finansial dulu. Aku belum di level dimana aku ikut kampanye,” imbuhnya.

Meski begitu, Arifin berkeinginan mempelajari isu lingkungan lebih banyak. Pehobi gokart ini tidak ingin asal saja mengajak penggemarnya atau orang lain untuk peduli lingkungan, namun ia sendiri tidak paham ajakan yang ia suarakan.

“Aku enggak bisa mengajak orang lain untuk melakukan hal yang aku enggak mengerti. Jadi, aku pengin lihat sendiri dulu dan tahu masalahnya apa, baru aku bisa mengajak orang untuk peduli. Sepertinya kalau begitu akan lebih efektif,” katanya.

Selain itu, mengadopsi orangutan yang dirawat di tempat konservasi menjadi langkah yang akan ia ambil selanjutnya. “Tapi bukan adopsi dalam arti membawa orangutan ke rumah, ya. Maksudnya, membiayai orangutan yang ada di tempat preservasi itu,” jelasnya.

Ia merencanakan untuk segera mewujudkan niatnya membantu orangutan dan berkunjung ke tempat rehabilitasi orangutan di Kalimantan tahun ini juga. “Aku ingin itu terwujud tahun ini. Mengenai kapan, tergantung jadwal. Tapi, aku harus menyempatkan diri,” tegasnya.

(G08)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/arifin-putra-ingin-bantu-orangutan/feed/ 0