Arka Kinari - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/arka-kinari/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 02 Apr 2021 15:15:36 +0000 id hourly 1 Tiba di Indonesia, Arka Kinari Gelar Pertunjukan Seni dan Budaya https://www.greeners.co/aksi/tiba-di-indonesia-arka-kinari-gelar-pertunjukan-seni-dan-budaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tiba-di-indonesia-arka-kinari-gelar-pertunjukan-seni-dan-budaya https://www.greeners.co/aksi/tiba-di-indonesia-arka-kinari-gelar-pertunjukan-seni-dan-budaya/#respond Wed, 09 Sep 2020 03:00:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=28494 Selain menggelar pertunjukan di beberapa kota di atas kapal, Nova berencana untuk menyisir titik rempah-rempah yang ada di Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Setelah mengelilingi dunia dengan Kapal Arka Kinari, pasangan seniman Nova Ruth dan Grey Filastine tiba di perairan Indonesia pada 1 September 2020. Keduanya memulai perjalanan dari Belanda menuju Indonesia selama enam bulan.

Dengan menggunakan sebuah kapal layar bertenaga terbarukan, mereka membawa misi menyuarakan isu lingkungan seperti pemanasan global melalui media seni dan budaya.

Saat diwawancarai oleh Greeners, pada Selasa, (8/9) Nova, penyanyi sekaligus awak kapal Arka Kinari ini menceritakan bagaimana perjalanan mereka hingga tiba di Indonesia. Menurutnya bukan perkara mudah untuk tiba di perairan Indonesia. Ia menuturkan semua baik-baik saja sampai ada badai pandemi menyerang dunia.

Baca juga: PT Badak NGL Lakukan Konservasi Keanekaragaman Hayati

“Sebetulnya hampir putus asa ketika Arka Kinari tiba di Guam perbatasan Indonesia karena kesulitan dalam membuat visa sosial budaya,” ucapnya.

Nova menceritakan bahwa dirinya mencari cara untuk bernegosiasi dengan pihak imigrasi dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia agar Arka Kinari beserta kru bisa segera masuk ke Indonesia. Lalu mereka bergerak ke Guam agar lebih dekat dengan perbatasan Indonesia. Selama sekitar 40 hari Nova dan tim menunggu di sana hingga pihak imigrasi pusat mengeluarkan surat izin masuk. “Akhirnya tanggal 1 September Arka Kinari  memasuki perairan Sorong dini hari,” ujarnya.

Bertahan Hidup dengan Perbedaan Budaya

Nova mengaku selama perjalanan menuju Indonesia, ancaman nyawa dan perbedaan budaya antaranggota menjadi tantangan untuk bertahan hidup. Cara hidup berbagi dan mengambil keputusan bersama merupakan sistem yang diterapkan di atas kapal Arka Kinari. Apalagi persediaan air dan energi terbatas dan persediaan makanan perlu diperhitungkan secara tepat juga benar.

“Tidak ada hierarki kecuali sistem yang telah kami buat bersama dan terapkan. Dalam Arka Kinari ada kedisiplinan yang harus dijaga oleh tiap tim yang ada di atas kapal,” ucapnya.

Arka Kinari

Nova Ruth dan Grey Filastine. Foto: Instagram @arkakinari

Menggelar Pertunjukan Seni

Setibanya di Sorong Papua Barat Indonesia, Nova Ruth dan Grey Filastine bersama seniman anak Papua menggelar pertunjukan multimedia di atas kapal Arka Kinari. Aksi tersebut berlangsung di pelabuhan perikanan PT Usaha Mina, Kota Sorong, pada 5 September 2020.

Selain menggelar pertunjukan di beberapa kota di atas kapal, Nova berencana untuk menyisir titik rempah-rempah yang ada di Indonesia. Titik selanjutnya yang akan mereka sisir setelah Sorong adalah Misool, Banda Neira, Selayar, Makassar dan Benoa.

Baca juga: EcoNusa Gelar Konser Virtual untuk Hutan dan Masyarakat Adat

“Kami juga menitikberatkan kepada sisi pertukaran seni budaya. Bagaimanapun pertukaran seni budaya antara nusantara dan negara lain disebabkan oleh kebesaran kita akan kekayaan rempah-rempah,” ucapnya.

Sementara itu Nova dan Arka Kinari berencana untuk menetap di perairan Indonesia selama tiga tahun. Ia mengatakan akan mencoba memaksimalkan izin tinggal di kapal. “Namun, saat ini tentu ada kendala izin tinggal untuk kru WNA yang sulit kami gantikan dengan kru Indonesia,” kata dia.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tiba-di-indonesia-arka-kinari-gelar-pertunjukan-seni-dan-budaya/feed/ 0
Arka Kinari Berlayar Jelajahi Dunia Menyuarakan Isu Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/arka-kinari-berlayar-jelajahi-dunia-menyuarakan-isu-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=arka-kinari-berlayar-jelajahi-dunia-menyuarakan-isu-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/arka-kinari-berlayar-jelajahi-dunia-menyuarakan-isu-lingkungan/#respond Mon, 01 Jun 2020 00:07:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=27372 Pada September 2019 lalu, kapal Arka Kinari yang merupakan proyek Nova dan suami diluncurkan pertama kali di Laut Utara Belanda.]]>

Lebih dari dua tahun, Nova Ruth dan Grey Filastine merancang sebuah proyek untuk merealisasikan mimpi mereka berlayar mengelilingi dunia. Keduanya memiliki misi menyuarakan kehidupan yang lebih baik untuk masa depan kepada masyarakat dunia.

Mereka sempat terpikir untuk membatalkan rencana berlayar. Selain tidak mudah, hal tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. “Kami ditempa banyak hal seperti penolakan daripada dukungan dari badan dan lembaga donor swasta maupun pemerintah,” tulis Nova dalam laman Instagramnya.

Baca juga: Perpres Tata Ruang Jabodetabek-Punjur Menggerus Ekosistem Teluk Jakarta

Berkat tekad yang  kuat, pada September 2019 lalu, kapal Arka Kinari yang merupakan proyek Nova dan suami diluncurkan pertama kali di Laut Utara Belanda. Nama tersebut diambil dari dua bahasa, yaitu Arka (Latin Vessel) yang berarti menahan atau mempertahankan dan Kinari yang merupakan bahasa Sansekerta dari seorang musisi penjaga kehidupan.

Perjalanan mereka mengarungi lautan di bulan Januari 2020 lalu berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Bersama kru dan anggota musik filastine, mereka singgah di beberapa negara seperti Kolombia, Guna Yala, dan Meksiko. Bulan ini, Arka Kinari diperkirakan akan sampai di tujuan akhir, yaitu perairan Indonesia.

“Kami akan memasuki perairan Indonesia dan mencatat sejarah baru di dunia maritim lewat seni dan budaya,” tulis Nova pada keterangan instagramnya yang diposting pada 18 Maret 2020 lalu.

Arka Kinari

Paru kru kapal Arka Kinari. Foto: https://www.arkakinari.org

Selama berlayar, Arka Kinari akan melewati rute-rute perdagangan yang hilang. Di zaman kerajaan terdahulu, Indonesia merupakan negara yang strategis dalam urusan perdagangan internasional. Namun, saat ini negara maritim ini berubah menjadi salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia.

Kapal layar bekas buatan Jerman tahun 1947 tersebut dipilih oleh kedua musisi ini untuk membuat sebuah konser. Mereka melakukan pementasan dari sebuah dek kapal berlayar klasik dengan memadukan musik live dan visual sinematik.

Konsep pertunjukan yang diusung oleh Nova Ruth dan Filastine mencampurkan melodi tradisional Jawa, polyrhythms hipnosis, dan musik elektronik kontemporer yang dinamis. Dua musisi dan dua kru tambahan menggunakan kapal, layar, pantai, dan air sebagai panggung skenografi.

Baca juga: Terumbu Karang Terancam oleh Sampah Medis Akibat Covid-19

Untuk menopang daya pada setiap konser di atas kapal, Nova dan suami  menggunakan energi terbarukan dalam memenuhui kebutuhan audiovisual skala besar. Dengan metode tersebut mereka juga menyuarakan isu-isu lingkungan di setiap negara yang disinggahi.

Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para sahabat yang terus memberikan semangat dalam perjalanannya mengarungi lautan dunia. “Kami sangat berterima kasih kepada sahabat dan kerabat terutama yang telah menyemangati dalam persiapan penggarapan proyek ini sejak awal hingga kini,” ucapnya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/aksi/arka-kinari-berlayar-jelajahi-dunia-menyuarakan-isu-lingkungan/feed/ 0
Nova Ruth Sebarkan Isu Lingkungan Lewat Lagu https://www.greeners.co/gaya-hidup/nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu https://www.greeners.co/gaya-hidup/nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu/#respond Thu, 28 Nov 2019 03:09:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24807 Nova Ruth musisi asal Malang lantang menyuarakan isu lingkungan melalui lagu 'Otak Asat'. Karya pertamanya itu menyinggung masalah lingkungan.]]>

Nova Ruth Setyaningtyas, musisi asal Malang, Jawa Timur lantang menyuarakan isu lingkungan melalui lagu. Ia mengkritisi tingkah laku dan ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan lewat liriknya. Musisi yang memiliki solo album ‘Napak Tilas’ ini mengawali karier musik hip hop bersama sahabatnya di tahun 2000. Empat tahun setelahnya ia memutuskan bersolo karier dengan aliran yang sama. Suami Nova yang tergabung dalam grup Filastine juga turut menyebarkan isu lingkungan melalu seni musik.

“Karya pertama aku memang menyinggung langsung masalah lingkungan, salah satunya lagu ‘Otak Asap’. Lagu itu mengkritisi ketidakpedulian manusia mengenai masalah emisi karbon yang terus meningkat sehingga menimbulkan perubahan iklim,” ucap Nova, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ketertarikan Nova pada masalah lingkungan bermula karena bumi sudah tidak diperhatikan lagi oleh manusia. Menurutnya pembangunan terus dilakukan tanpa ada upaya menghijaukan kembali lingkungan. “Melalui lagu semoga saja dapat menyadarkan masyarakat bahwa lingkungan kita sudah semakin parah,” ucapnya.

Baca juga: Budi Cilok, Bawa Keresahan Lingkungan Lewat Musik 

Masalah sampah dan pemanasan global, kata dia, dapat selesai jika masyarakat dan pemerintah bekerja sama. Nova menuturkan meski sampah merupakan permasalahan yang paling besar, penanganannya paling mudah karena dapat dimulai dari pengurangan. Kebijakan mengurangi penggunaan plastik semestinya dapat menjadi solusi penumpukan volume sampah.

Nova Ruth musisi asal Malang, Jawa Timur.

Nova Ruth menyuarakan isu lingkungan lewat lagu. Foto: www.greeners.co/Ridho Pambudi

“Di Denmark, misalnya, produk organik bebas pajak, sehingga jatuhnya lebih murah daripada non organik,” ujar Nova.

Baca juga: Robi Navicula Garap Film Dokumenter “Pulau Plastik”

Kini musisi hip hop tersebut sedang membuat sebuah proyek bernama kapal ‘Arka Kinari’. Ia menemukan kapal layar tradisional itu di sebuah pelabuhan di Belanda dan menjadikannya tempat tinggal sekaligus transportasi. Di atas kapal tersebut, Nova membuat pertunjukan seni dan berencana merilis proyeknya pada Juli 2020 di Indonesia.

Nova mengatakan kearifan lokal merupakan kunci keseimbangan alam untuk mengatasi percepatan kerusakan bumi. Kebutuhan teknologi dan informasi yang tidak penting justru menutup kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang sudah tercukupi. Sehingga inti dari kehidupan sekarang melebihi kebutuhan dan akhirnya menjadi masalah.

“Ketika manusia menyadari kebutuhannya tidak sebanyak itu, maka sudah cukup merepresentasikan cinta lingkungan karena sudah beres dengan konsep sandang, pangan, papan,” ujar Nova.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nova-ruth-sebarkan-isu-lingkungan-lewat-lagu/feed/ 0