banjir kiriman - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/banjir-kiriman/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 09 Nov 2015 14:30:42 +0000 id hourly 1 Sempat Siaga Tiga, Debit Air di Katulampa Kembali Normal https://www.greeners.co/berita/sempat-siaga-tiga-debit-air-di-katulampa-kembali-normal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sempat-siaga-tiga-debit-air-di-katulampa-kembali-normal https://www.greeners.co/berita/sempat-siaga-tiga-debit-air-di-katulampa-kembali-normal/#respond Tue, 10 Nov 2015 02:00:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11839 Jakarta (Greeners) – Intensitas curah hujan yang mulai tinggi mengakibatkan status debit air di Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat mulai meningkat. Tercatat hingga pukul 19.30 WIB, Minggu (08/11) malam, debit […]]]>

Jakarta (Greeners) – Intensitas curah hujan yang mulai tinggi mengakibatkan status debit air di Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat mulai meningkat. Tercatat hingga pukul 19.30 WIB, Minggu (08/11) malam, debit air di Bendungan Katulampa mencapai angka ketinggian hingga 120 cm yang artinya memasuki status Siaga Tiga.

Namun, Kepala Teknis Bendung Katulampa Bogor Andi Sudirman saat dihubungi oleh Greeners mengatakan bahwa debit air tersebut telah turun dan mencapai batas normal hingga pukul 17.00 WIB, Senin (09/11) sore. Menurutnya, hujan yang berhenti pada Minggu malam di wilayah Bogor menyebabkan debit air dibendungan tersebut menyusut.

“Tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB debit airnya sudah 10 sentimeter. Sekarang pukul 17.00 WIB debit air masih diangka 40 sentimeter yang artinya masih berada dibatas normal. Nanti kalau sudah naik sampai angka di atas 50 sentimeter baru statusnya jadi siaga empat,” terang Andi, Jakarta, Senin (09/11).

Andi menambahkan, hingga Senin sore, kondisi cuaca di Kota Bogor masih dalam keadaan gerimis. Diperkirakan debit air di Bendungan Katulampa masih berada dalam batas normal mengingat curah hujan yang masih fluktuatif. Namun, Andi juga mengimbau kepada masyarakat Jakarta agar selalu waspada terhadap banjir kiriman dari Bogor yang bisa datang sewaktu-waktu.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/sempat-siaga-tiga-debit-air-di-katulampa-kembali-normal/feed/ 0
Hutan Gundul Akibatkan Banjir Bandang di Pasuruan https://www.greeners.co/berita/hutan-gundul-akibatkan-banjir-bandang-di-pasuruan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hutan-gundul-akibatkan-banjir-bandang-di-pasuruan https://www.greeners.co/berita/hutan-gundul-akibatkan-banjir-bandang-di-pasuruan/#respond Thu, 16 Apr 2015 00:30:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8567 Pasuruan (Greeners) – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah bantaran Sungai Petung di Pasuruan. Banjir yang menyebabkan puluhan rumah hancur dan ribuan rumah terendam lumpur ini akibat penebangan hutan besar-besaran yang […]]]>

Pasuruan (Greeners) – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah bantaran Sungai Petung di Pasuruan. Banjir yang menyebabkan puluhan rumah hancur dan ribuan rumah terendam lumpur ini akibat penebangan hutan besar-besaran yang dilakukan pihak Perhutani di wilayah Kecamatan Tutur pada musim kemarau 2014 lalu. Banjir bandang tersebut bersamaan dengan longsor skala kecil di wilayah Kecamatan Tutur dan Puspo.

“Pada kemarau 2014 Perhutani menebang habis sebagian kawasan hutan sehingga ada beberapa hektare lahan sehingga menyebabkan longsor dan banjir. Ada lahan gundul di hutan,” kata Nizar Subandono, warga Desa Andonosari Kecamatan Tutur, Kamis (09/04) lalu.

Nizar mengharapkan adanya upaya komprehensif dalam pencegahan banjir dan tanah longsor yang masih rentan terjadi karena intensitas hujan masih tinggi. “Pemkab harus bekerja sama dengan Perhutani. Meski lahan yang dipanen bukan milik warga tapi kalau ada bencana warga yang terdampak,” ujar Nizar.

Banjir bandang yang terjadi Jumat lalu, selain merusak puluhan rumah juga menghancurkan sedikitnya 40 hektare tanaman padi siap panen. Lahan yang hancur tersebar di sembilan di empat kecamatan.

“Kerugian material mencapai Rp 16 miliar. Kerugian di sektor pertanian mencapai Rp 15 miliar sementara bangunan rumah warga mencapai Rp 1 miliar. Angka tersebut tentu bisa bertambah karena sampai saat ini kita masih lakukan pendataan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana saat meninjau ke Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, salah satu lokasi terparah terdampak banjir bandang.

Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di bantaran Sungai Petung, Pasuruan diperkirakan akibat penebangan hutan besar-besaran yang dilakukan pihak Perhutani di wilayah Kecamatan Tutur pada musim kemarau 2014 lalu. Foto: greeners.co

Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di bantaran Sungai Petung, Pasuruan diperkirakan akibat penebangan hutan besar-besaran yang dilakukan pihak Perhutani di wilayah Kecamatan Tutur pada musim kemarau 2014 lalu. Foto: greeners.co

Pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih hingga peralatan masak dan peralatan tidur. Rata-rata setiap desa menghabiskan Rp 60 juta. Sementara untuk kerusakan fisik pemerintah daerah memberikan bantuan stimulan.

Para petani mengatakan puluhan hektare tanaman padi yang hancur rata-rata siap panen. Seorang petani di Desa Tebas Kecamatan Gondangwetan, Hasan (58), mengatakan tanaman padi miliknya akan dipanen lima belas hari lagi. “Semuanya hancur. Tak ada lagi yang dipanen,” ujar Hasan.

Kondisi korban banjir masih sangat memprihatinkan, terutama yang rumahnya rusak parah. Mereka terpaksa tidur di tenda-tenda darurat sederhana dari terpal sehingga selalu kedinginan saat malam. Hal itu terlihat di Desa Klinter Kejayan dan Desa Rejosalam Kecamatan Pasrepan, yang merupakan dua lokasi terparah.

Banjir bandang akibat peluapnya Sungai Petung sepekan lalu menyebabkan lebih dari 24 rumah rusak parah dan hancur. Ribuan rumah di sembilan desa tersebar di empat kecamatan diantaranya Kecamatan Kejayan, Pasrepan, Gondangwetan dan Rejoso terendam lumpur. Beberapa jembatan penghubung antar desa rusak dan salah satu diantaranya ambruk.

Selain di wilayah Kabupaten, dampak banjir lumpur juga dirasakan 10.20 kepala keluarga di Kota Pasuruan. Empat kelurahan di Kota Pasuruan berada di bantaran Sungai Petung yang berhilir di Selat Madura.

Penulis: MA/G12

]]>
https://www.greeners.co/berita/hutan-gundul-akibatkan-banjir-bandang-di-pasuruan/feed/ 0
Banjir Kembali Merendam Kampung Pulo https://www.greeners.co/berita/banjir-kembali-merendam-kampung-pulo/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=banjir-kembali-merendam-kampung-pulo https://www.greeners.co/berita/banjir-kembali-merendam-kampung-pulo/#respond Tue, 11 Nov 2014 10:59:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6399 Jakarta (Greeners) – Banjir kembali melanda pemukiman padat penduduk di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ketua RT 03/RW 04, Budi Budriel, menjelaskan, kronologis datangnya air di […]]]>

Jakarta (Greeners) – Banjir kembali melanda pemukiman padat penduduk di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Ketua RT 03/RW 04, Budi Budriel, menjelaskan, kronologis datangnya air di mulai dari pemberitahuan oleh posko Banjir Pekerjaan Umum melalui handy talky (HT) pada pukul 22.00 WIB, Senin malam (10/11). Setelah mendapatkan pemberitahuan, Budi pun langsung memberikan pengumuman pada warganya agar bersiap-siap akan datangnya banjir kiriman dari Bogor tersebut.

“Pukul 02.00 WIB banjir sudah datang. Warga pun telah bersiap-siap. Puncaknya terjadi pada pukul 6 pagi tadi, tingginya satu meter. Setelah itu air perlahan mulai surut lagi,” ujar Budi saat ditemui Greeners di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (11/11).

Budi menuturkan, dari 16 RW di Kelurahan Kampung Melayu, ada 12 RT yang terkena banjir kiriman tadi malam dan kondisi banjir tertinggi melanda RT 03 dan RT 04 di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ia menambahkan, untuk RT 03 terdapat 62 Kepala Keluarga dan 242 penduduk, dengan jumlah rumah sebanyak 36 yang dilanda banjir setinggi satu meter malam tadi.

Ketua RT 03/RW 04 Kampung Pulo, Budi Budriel menyatakan sudah memberitahukan warganya untuk bersiap menghadapi banjir pada Selasa (11/11) pagi. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ketua RT 03/RW 04 Kampung Pulo, Budi Budriel menyatakan sudah memberitahukan warganya untuk bersiap menghadapi banjir pada Selasa (11/11) pagi. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Saat ditanya mengenai rencana relokasi warga Kampung Pulo ke rumah susun yang akan dilakukan oleh pemerintah sebagai salah satu syarat normalisasi Sungai Ciliwung, Budi menerangkan kalau warga sebenarnya setuju saja asal ada kompensasi dan sosialisasi yang jelas.

“Saat ini warga belum tahu apa-apa, belum ada yang pernah datang kesini,” tambahnya.

Isah (50), salah satu warga RT 03 yang rumahnya juga terkena banjir, mengakui walaupun pemberitahuan banjir telah diumumkan, namun warga memilih untuk tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

“Sebelumnya warga sudah diberitahu akan adanya banjir kiriman. Jadi, warga tidak kaget lagi karena sudah tahu informasinya,” katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan pantauan Greeners, hingga pukul 16.13 WIB sore ini, beberapa warga masih sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir. Sedangkan beberapa rumah masih ada yang tergenang air beberapa sentimeter.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/banjir-kembali-merendam-kampung-pulo/feed/ 0