bayi harimau - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bayi-harimau/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 18 Apr 2018 04:45:56 +0000 id hourly 1 Flash, Bayi Harimau Benggala Putih Lahir di Maharani Zoo Lamongan https://www.greeners.co/berita/flash-bayi-harimau-benggala-putih-lahir-di-maharani-zoo-lamongan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=flash-bayi-harimau-benggala-putih-lahir-di-maharani-zoo-lamongan https://www.greeners.co/berita/flash-bayi-harimau-benggala-putih-lahir-di-maharani-zoo-lamongan/#respond Tue, 17 Apr 2018 12:34:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20394 Seekor bayi Harimau Benggala Putih lahir di Maharani Zoo Lamongan, Jawa Timur. Kelahiran bayi harimau yang diberi nama Flash ini menambah koleksi kebun binatang di kawasan pesisir utara Lamongan tersebut menjadi tiga ekor.]]>

Lamongan (Greeners) – Seekor bayi Harimau Benggala Putih lahir di Maharani Zoo Lamongan, Jawa Timur. Kelahiran bayi harimau yang diberi nama Flash ini menambah koleksi kebun binatang di kawasan pesisir utara Lamongan tersebut menjadi tiga ekor.

Flash lahir dari induk bernama Asri dan pejantan bernama Dewa. Bayi Flash lahir normal dengan berat lahir 23 kilogram. “Flash lahir 5 bulan lalu dengan normal,” kata dokter hewan Maharani Zoo, Laily Purnamasari kepada Greeners, Selasa (17/04/2018).

BACA JUGA: Menteri LHK Resmikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera

Laily mengatakan, kelahiran Flash menjadi kado terindah bagi pengelola kebun binatang dan pengunjung. “Karena pada tiga tahun lalu Asri (induk dari Flash) sempat melahirkan bayi namun mati karena kekurangan kalsium. Kami semua bersyukur karena Flash lahir sehat,” ungkap Laily sambil menggendong Flash dan memberikan minuman susu formula.

Laily mengatakan sejak lahir Flash hanya seminggu disusui induknya dan saat ini sudah minum susu formula layaknya bayi manusia. Flash juga diberi makanan daging ayam yang digiling lembut.

harimau benggala putih

Foto: Humas Maharani Zoo

Saat ini Flash sedang dalam proses adaptasi lingkungan. Bayi harimau imut tersebut dilepaskan di sejumlah area kebun binatang. Dalam pengawasan pawang dan dokter, Flash pun menikmati masa adaptasinya dan berinteraksi dengan pengunjung. Bayi harimau tersebut aman berdekatan dengan pengunjung karena gigitanya belum berbahaya.

“Proses pelepasan dan adaptasi hanya 7 bulan, setelah memasuki usia 8 bulan akan kami masukkan ke kandang kembali untuk berkumpul dengan induknya,” tutur Laily.

Pelepasan bayi harimau lucu tersebut tidak disia-siakan pengunjung. Beberapa diantaranya mendekati bayi harimau, menggendong dan berfoto dengannya.

“Ini pengalaman luar biasa. Saya gemas lihat harimau putih yang masih kecil seperti ini. Senang bisa menggendong dan befoto,” kata Irma, salah satu pengunjung.

BACA JUGA: Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Indonesia Masih Marak

Maharani Zoo merupakan wahana konservasi satwa yang berada di kawasan wisata Goa Maharini yang berada di Jalan Daendels, Paciran, Lamongan. Selain bisa melihat aneka satwa, pengunjung juga bisa menikmati keindahan Goa Maharani yang dikenal memiliki stalaktit dan stalagmit yang sangat indah.

Maharani Zoo memiliki koleksi satwa seperti orangutan, beruang, wallaby, jerapah, singa dan gajah. Di kebun binatang ini juga terdapat aneka jenis burung, ular, kangguru dan banyak satwa lainnya.

Penulis: MA/G12

]]>
https://www.greeners.co/berita/flash-bayi-harimau-benggala-putih-lahir-di-maharani-zoo-lamongan/feed/ 0
Kotak Geram dengan Perdagangan Satwa Liar https://www.greeners.co/gaya-hidup/kotak-geram-dengan-perdagangan-satwa-liar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kotak-geram-dengan-perdagangan-satwa-liar https://www.greeners.co/gaya-hidup/kotak-geram-dengan-perdagangan-satwa-liar/#respond Fri, 16 Oct 2015 07:28:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11524 Jakarta (Greeners) – Membahas satwa liar, membutuhkan lebih dari sekadar perhatian untuk melindungi berbagai satwa ini dari kepunahan. Status “dilindungi” ternyata tidak serta merta membuat banyak pihak melindungi hewan-hewan ini. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Membahas satwa liar, membutuhkan lebih dari sekadar perhatian untuk melindungi berbagai satwa ini dari kepunahan. Status “dilindungi” ternyata tidak serta merta membuat banyak pihak melindungi hewan-hewan ini. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, perdagangan satwa liar justru semakin jamak dan terbuka.

Maraknya perdagangan satwa liar di media sosial juga menjadi perhatian para personel band rock Kotak. Ditemui Greeners di sela-sela acara sebuah stasiun televisi swasta, band yang digawangi oleh Tantri Syalindri Ichlasari (vokal), Swasti Sabdastantri (basis), dan Mario Marcella (gitar) sepakat bahwa perdagangan satwa liar dan dilindungi adalah hal yang tidak pantas dan menyalahi aturan.

Diwakili oleh Tantri, Kotak menyayangkan perkembangan teknologi yang disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk memperdagangkan satwa-satwa liar yang seharusnya dilindungi. Tantri sendiri mengaku pernah melihat adanya postingan di media sosial yang menjual bayi harimau.

“Makin mudahnya orang-orang di media sosial untuk berinteraksi jadi membuat makin merajalela hal-hal seperti itu (perdagangan satwa liar), kan itu penyalahgunaan,” ucap Tantri kepada Greeners pada Sabtu (10/10) malam lalu di Jakarta.
Tantri juga bercerita bahwa dirinya pernah melihat langsung beberapa satwa dilindungi yang justru diperdagangkan di pinggiran jalan Jakarta. Tantri yang juga memelihara anjing di rumahnya ini pun mengaku geram dengan keadaan tersebut.

“Waktu itu pernah lihat kukang dijual, kesal saja kalau harusnya dilindungi tapi malah dijual,” ujar perempuan yang bergabung dengan Kotak sejak tahun 2008 ini.

Tantri pun berharap pada semua pihak untuk lebih memperhatikan masalah pelestarian satwa liar ini. Menurut Tantri, tidak sedikit hewan yang didatangkan ke Pulau Jawa harus dibius terlebih dulu sebelum proses pengiriman.

“Kayak burung cendrawasih dari timur. Dia (burung cendrawasih, Red.) katanya harus dibius selama berhari-hari waktu dikirim ke Jakarta. Itu kan kasihan burungnya,” ujarnya.

Tantri bersama rekan-rekannya di Kotak berharap pemerintah menunjukan perannya dalam menangani perdagangan satwa liar yang seharusnya dilindungi. Sebagai pecinta hewan, ia ingin pemerintah lebih fokus dan serius dalam menangani perdagangan satwa liar. “Pemerintah harusnya bentuk badan apa lah gitu untuk mengurus masalah ini,” tutupnya.

Penulis: TW/G37

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kotak-geram-dengan-perdagangan-satwa-liar/feed/ 0