bebas sampah 2020 - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bebas-sampah-2020/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 24 Feb 2016 07:54:21 +0000 id hourly 1 Divers Clean Action Angkat 64 Kg Sampah dari Perairan Pulau Pramuka https://www.greeners.co/aksi/divers-clean-action-angkat-64-kg-sampah-dari-perairan-pulau-pramuka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=divers-clean-action-angkat-64-kg-sampah-dari-perairan-pulau-pramuka https://www.greeners.co/aksi/divers-clean-action-angkat-64-kg-sampah-dari-perairan-pulau-pramuka/#respond Tue, 23 Feb 2016 13:40:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12943 Sebanyak 64,025 kilogram sampah berhasil diangkat dari dasar perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Aksi bertajuk Divers Clean Action tersebut dilakukan di kedalaman 12 meter dengan wilayah penyisiran sepanjang 400 meter.]]>

Jakarta (Greeners) – Sebanyak 64,025 kilogram sampah berhasil diangkat dari dasar perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Sampah yang terdiri dari plastik kemasan, botol plastik, kaleng serta sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut adalah hasil penyisiran yang dilakukan dalam aksi Divers Clean Action selama kurang lebih 50 menit di kedalaman 12 meter dengan wilayah penyisiran sepanjang 400 meter.

Inisiator Divers Clean Action Swietenia Puspa Lestari, saat melakukan bersih-bersih sampah laut di Pulau Pramuka mengatakan, dari 64,025 kg sampah yang telah dipilah dan bersih tanpa air dan substrat, bisa disimpulkan bahwa rata-rata timbunan sampah di Pulau Pramuka mencapai 16 kg per 100 meter.

“Sampah, apalagi yang berupa anorganik seperti plastik, memberi ancaman besar bagi ekosistem pesisir dan terumbu karang. Jadi penyelam juga perlu ikut mengambil langkah nyata agar timbulan sampah ini bisa dikurangi,” tuturnya di Pulau Pramuka, Jakarta, Minggu (21/02) lalu.

Menurut perempuan yang akrab disapa Tenia ini, sudah saatnya para penyelam wisata berperilaku irit sampah terutama berkunjung ke situs penyelaman. Misalnya dengan membawa tempat minum sendiri yang bisa dipakai ulang atau menggunakan kemasan dari bahan yang bisa terurai.

Selain itu, katanya lagi, penyelam juga bisa berpartisipasi untuk terlibat dalam kegiatan pengolahan sampah oleh masyarakat setempat seperti yang sudah diinisiasi Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka.

Terkait potensi sampah yang bisa dihasilkan oleh para penyelam wisata, Ketua Asosiasi Usaha Wisata Selam Indonesia (AUWSI) John E. Sidjabat mengatakan, seiring makin tingginya minat wisata khusus penyelaman, maka peran serta untuk tetap menjaga kebersihan sangatlah dibutuhkan. Menurut John, sekitar 5.000 orang mengikuti ujian sertifikasi penyelam di Indonesia setiap tahunnya.

Sebanyak 64,025 kilogram sampah berhasil diangkat dari dasar perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Aksi ini mengambil momentum Hari Peduli Sampah Nasional. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sebanyak 64,025 kilogram sampah berhasil diangkat dari dasar perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Aksi ini mengambil momentum Hari Peduli Sampah Nasional. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

“Perilaku hemat sampah oleh para penyelam sangat penting karena sekitar 40 persen situs dari 720 situs wisata selam di seluruh Indonesia adalah pulau-pulau kecil yang minim tempat pengolahan sampah yang memadai,” tambahnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah III Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS) Untung Suripto mengakui bahwa permasalahan sampah di Pulau Pramuka, khususnya dari sektor pariwisata, masih menjadi satu persoalan tersendiri. Apalagi sampah dari dampak kegiatan wisata ini cukup menyumbang persentase yang cukup besar.

“Menurut data dari Kelurahan Pulau Panggang, jumlah wisatawan bisa mencapai 500 hingga ribuan. Kalau satu wisatawan menyumbang satu sampah saja, bisa bayangkan berapa banyak sampah yang bisa terkumpul. Apalagi masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pulau Pramuka masih belum selesai,” ujarnya.

Sebagai informasi, jumlah pengunjung obyek-obyek wisata di Kepulauan Seribu telah melonjak selama lima tahun terakhir. Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah wisatawan domestik meningkat dari 226.234 orang tahun 2010 jadi 1,482 juta orang tahun 2013. Positif dari sisi pariwisata dan pendapatan warga, namun juga sejalan dengan laju kerusakan lingkungan.

Selain wisatawan lokal, warga asing yang berkunjung melonjak dari 4.786 orang tahun 2010 menjadi 15.521 orang tahun 2013. Situasi itu mendorong tumbuhnya penginapan dan tempat makan baru. Jumlah homestay dari 92 unit tahun 2010 menjadi 278 unit tahun 2012, rumah makan bertambah dari 47 unit tahun 2010 menjadi 56 unit tahun 2012.

Divers Clean Action sendiri merupakan kegiatan bersih laut yang dilakukan oleh lebih dari 50 penyelam dari sejumlah komunitas seperi Miss Scuba Indonesia, Conservation Diving Club, Klub Selam Nautika ITB, Global Dive Center, Portal berita Lingkungan Hidup dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Greeners.co dan Eco Divers Journalist sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2016.

Selain melakukan penyisiran sampah di kedalaman 12 meter, Divers Clean Action juga melakukan penyisiran sampah di hutan Pulau Pramuka dan Pulau Rambut. Untuk Pulau Rambut, hasil bersih-bersih sampah yang dilakukan selama dua jam berhasil mengumpulkan hampir 100 kilo sampah yang telah dipilah. Namun jumlah tersebut diakui telah menurun drastis sejak Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan aturan terkait pembersihan sampah, baik di jalan maupun di gorong-gorong yang ada di Jakarta.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/divers-clean-action-angkat-64-kg-sampah-dari-perairan-pulau-pramuka/feed/ 0
Aksi Peduli Sampah, Komunitas Sepeda Purwakarta Tak Mau Ketinggalan https://www.greeners.co/aksi/aksi-peduli-sampah-komunitas-sepeda-purwakarta-tak-mau-ketinggalan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aksi-peduli-sampah-komunitas-sepeda-purwakarta-tak-mau-ketinggalan https://www.greeners.co/aksi/aksi-peduli-sampah-komunitas-sepeda-purwakarta-tak-mau-ketinggalan/#respond Mon, 22 Feb 2016 09:23:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12922 Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati dengan cara yangberbeda-beda di setiap kota. Salah satunya aksi yang digalakkan oleh Forum Pesepeda Purwakarta di lokasi "car free day" di Situ Buleud pada Minggu (21/02) pagi. ]]>

Purwakarta (Greeners) – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) berlangsung tidak hanya di Jakarta saja. Setidaknya, terdapat 801 komunitas turut berpartisipasi di 155 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia turut pada Minggu (21/02) kemarin.

Momen HPSN diperingati dengan cara yang berbeda-beda di setiap kota. Aksi yang dilakukan pun berkolaborasi dengan banyak pihak, seperti masyarakat, pemerintah, hingga komunitas. Salah satunya aksi yang digalakkan oleh Forum Pesepeda Purwakarta di lokasi car free day di Situ Buleud pada Minggu (21/02) pagi.

Diikuti lebih kurang 130 pesepeda, kegiatan dimulai dengan pembacaan deklarasi oleh seluruh pesepeda sebagai komitmen mereka dalam mendukung “Indonesia Bebas Sampah 2020”. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memunguti sampah di sekitar CFD di Situ Buleud dan sosialisasi tentang HPSN.

Usai aksi memungut sampah, seluruh pesepeda menggenjot pedal sepeda bersama menuju Cigangsa dengan jarak 17 kilometer. Jarak yang cukup jauh ditambah median jalan yang relatif datar dan menanjak tersebut diobati dengan ngaliwet atau makan bersama yang tentunya minim sampah.

Menurut Sena Nelson Rusli, Ketua ISSI Kabupaten Purwakarta dalam sambutannya mengatakan, sampah tidak bisa dihindari oleh pesepeda sendiri karena sebagai pembungkus suplai energi, baik makanan maupun minuman. “Tapi kita bisa menjaganya. Kita bisa menjaga lingkungan dengan buang sampah pada tempatnya, minimal dengan menggunakan bidon (tumbler, red.) dibandingkan botol air kemasan plastik, setidaknya itu bisa membantu,” ujar Nelson.

Foto: greeners.co/Agia Nur Pratama

Foto: greeners.co/Agia Nur Pratama

Koordinator pelaksana aksi, Cucu Hambali, kepada Greeners menuturkan, maksud dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai sarana silaturahmi antar komunitas pesepeda di Purwakarta saja.

“Yang utama adalah mengubah mindset pesepeda di Purwakarta karena pesepeda disini masih bersepeda untuk hobi dan olahraga saja. Jadi saya mencoba ada kegiatan variatif seperti HPSN ini, karena persoalan sampah ini persoalan kita semua termasuk pesepeda,” tuturnya saat ditemui di Cigangsa usai ngaliwet.

Cucu juga mengapresiasi banyaknya peserta yang terlibat dalam aksi ini. Ia berharap, partisipasi mereka tidak hanya di satu wilayah dan komunitas tertentu saja, melainkan merangkul lebih banyak masyarakat dan unsur di Purwakarta.

Niki Rahayu, salah satu peserta dalam kegiatan ini, juga menyatakan dukungannya. “Penginnya acara ini rutin dan ada tujuannya. Setahun dua sampai tiga kali dan jadi acara tahunan di Purwakarta, biar seru dan nggak sekadar gowes bareng tapi ada kegiatan pungut sampahnya. Lebih ada manfaatnya,” ungkap mahasiswi dari Universitas Padjajaran yang juga bergabung dalam komunitas sepeda Totojer Plered.

Aksi yang didukung oleh berbagai unsur seperti ISSI Kabupaten Purwakarta, CKS Cloth, Bandung Clean Action dan Greeneration Indonesia serta beberapa komunitas seperti Bike To Work Purwakarta, Purwakarta Gowes Mania Wapress, Botak, Fedarta, Rodeos, Bucis, Totojer Plered dan Lowrider PWK ini diharapkan menjadi kegiatan yang berdampak positif bagi masa depan lingkungan Purwakarta, setidaknya dengan bijak memilah sampah dan membiasakan bersepeda dalam aktivitasnya.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/aksi/aksi-peduli-sampah-komunitas-sepeda-purwakarta-tak-mau-ketinggalan/feed/ 0
155 Kota Gelar Kerja Bakti Massal untuk Indonesia Bebas Sampah 2020 https://www.greeners.co/berita/155-kota-gelar-kerja-bakti-massal-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=155-kota-gelar-kerja-bakti-massal-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020 https://www.greeners.co/berita/155-kota-gelar-kerja-bakti-massal-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020/#respond Sun, 21 Feb 2016 13:00:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12915 Masyarakat dari 155 kota di Indonesia menggelar aksi “Kerja Bakti Massal untuk Indonesia Bebas Sampah 2020” serentak pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, tanggal 21 Februari 2016.]]>

Jakarta (Greeners) – Masyarakat dari 155 kota di Indonesia menggelar aksi “Kerja Bakti Massal untuk Indonesia Bebas Sampah 2020”. Aksi yang mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini juga menjadi bagian dari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2016 yang dilangsungkan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Minggu (21/02) pagi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam keterangan resmi yang diterima oleh Greeners mengatakan bahwa dirinya menyambut baik langkah yang diambil oleh para relawan yang peduli terhadap permasalahan sampah di Indonesia ini.

Sebagai bentuk dukungannya, Siti mendorong pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat serta seluruh elemen masyarakatuntuk turut berpartisispasi dalam menyukseskan kegiatan aksi “Kerja Bakti Massal untuk Indonesia Bebas Sampah 2020”.

“Upaya spontan dan prakarsa masyarakat dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 melalui kegiatan bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020 ini, sangat kami hargai dan dukung,” ungkapnya, Jakarta, Minggu (21/02).

Tidak hanya di Jakarta, sejumlah komunitas di daerah dari Sabang sampai Merauke juga turut terlibat dalam aksi ini. Andre Liem dari Forum Peduli Port Numbay Green Jayapura menjelaskan, sejak tahun 2010, dirinya beserta masyarakat Jayapura sangat ingin kotanya bersih dari sampah, khususnya sampah plastik. Untuk itu, ia menyatakan membutuhkan instruksi nasional agar masyarakat mampu terus bergerak membersihkan wilayah topografi Jayapura yang berupa pantai dan pesisir.

“Selama ini kita fokus ke hilir saja dan itu yang menjadi masalah. Kami bersyukur dengan adanya gerakan ‘Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020’ yang terhubung dari bawah ke atas. Ini merupakan gerakan rakyat,” ungkap Andre.

Dalam aksi yang merupakan bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional 2016, berbagai elemen masyarakat juga menyatakan dukungannya untuk gerakan "Indonesia Bebas Sampah 2020". Foto: greeners.co/Rizky Damayanti

Dalam aksi yang merupakan bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional 2016, berbagai elemen masyarakat juga menyatakan dukungannya untuk gerakan “Indonesia Bebas Sampah 2020”. Foto: greeners.co/Rizky Damayanti

Selain itu, Koordinator Sahabat Laut (SALUT) Pantai Desa Alue Naga, Banda Aceh, Aceh, Fauca K. Ramadhan juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli akan kebersihan lingkungan sehingga timbul kesadaran bersama yang massal dan tetap menjaganya. “Dari Aceh untuk Indonesia kita bisa membuktikan bahwa kita siap untuk gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020,” tegasnya.

Sebagai informasi, sampah masih jadi persoalan besar di Indonesia. Tidak hanya masalah pengelolaan atau penyakit yang mungkin ditimbulkannya, tapi juga masalah perilaku masyarakat yang masih saja membuang sampah dengan sembarangan.

Untuk itu, 801 komunitas dari 155 kota/kabupaten di 34 provinsi bergerak bersama membersihkan sampah dalam Kerja Bakti Nasional pada Minggu, 21 Februari 2016. Gerakan ini dimotori sekumpulan relawan muda yang berinisiatif dan berhasil merangkul pemuda lain dari Aceh sampai Papua untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Agar gerakan ini tidak hanya berakhir di acara seremoni, dilakukan “Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020” yang disampaikan komunitas masyarakat peduli sampah, pengusaha dan pemerintah kota/kabupaten.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/155-kota-gelar-kerja-bakti-massal-untuk-indonesia-bebas-sampah-2020/feed/ 0