bersepeda ke sekolah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bersepeda-ke-sekolah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 14 Aug 2023 15:18:14 +0000 id hourly 1 Rahmat Suprihat, Cetak “Generasi Berkeringat” dengan Kayuh Sepeda https://www.greeners.co/sosok-komunitas/rahmat-suprihat-cetak-generasi-berkeringat-dengan-kayuh-sepeda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rahmat-suprihat-cetak-generasi-berkeringat-dengan-kayuh-sepeda https://www.greeners.co/sosok-komunitas/rahmat-suprihat-cetak-generasi-berkeringat-dengan-kayuh-sepeda/#respond Tue, 15 Aug 2023 04:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=41202 Jakarta (Greeners) – Rahmat Suprihat, penggiat lingkungan sekaligus Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 55 Kota Bandung, punya tekad membentuk generasi cerdas. Pendidik asal Kota Kembang ini unik. Selain mengajar di […]]]>

Jakarta (Greeners) – Rahmat Suprihat, penggiat lingkungan sekaligus Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 55 Kota Bandung, punya tekad membentuk generasi cerdas. Pendidik asal Kota Kembang ini unik. Selain mengajar di dalam kelas, ia pun menularkan semangat anak didiknya menjadi “generasi berkeringat”.

Pria 53 tahun ini menyalurkan semangat anak didiknya menjadi “generasi berkeringat” dengan bersepeda dan berjalan kaki. Sampai saat ini, berbekal semangat dan pengalaman, Rahmat terus membumikan gerakan bersepeda di kalangan pelajar.

“Generasi berkeringat” yang dibentuk Rahmat adalah sebuah bentuk generasi yang mau menggerakkan dirinya terhadap sebuah kegiatan baik. Sebab, melalui bersepeda dan jalan kaki terdapat nilai baik untuk diri sendiri dan alam semesta.

Rahmat pun terus mendorong anak muda menjadi “generasi berkeringat”, supaya mereka menjadi sosok yang mau meluangkan waktu untuk bergerak tanpa mengeluarkan emisi.

Selain sibuk mengajar, Rahmat kini aktif melakukan kegiatan road to school untuk mensosialisasikan keselamatan lalu lintas dan green transportation ke sejumlah sekolah di Kota Bandung.

Bagi Rahmat, bersepeda di kalangan pelajar sudah menjadi hal paling utama untuk mereka lakukan. Regenerasi penerus mulai dari anak-anak perlu melanjutkan budaya bersepeda.

Menurutnya, manusia butuh kecepatan, jalan kaki baik, tapi kecepatannya tidak sebanding bersepeda. “Harus dipahami dengan hadirnya teknologi berupa sepeda ada nilai manfaat untuk membantu manusia dalam hal kecepatan melakukan sesuatu,” kata Rahmat dalam wawancara dengan Greeners, baru-baru ini.

Rahmat punya alasan kuat hingga kini terus menggencarkan gerakan sepeda kepada anak-anak. Banyak nilai-nilai positif di dalamnya yang membantu mengembangkan pertumbuhan karakter anak. Kedisiplinan, kefokusan, dan ketelitian akan terbangun melalui kegiatan bersepeda.

Konsistensi Rahmat Suprihat Adalah Kunci

Pendekatan Rahmat untuk mendidik siswa bersepeda dan bergaya hidup ramah lingkungan telah ia mulai dari dirinya sendiri. Selama bergelut di bidang lingkungan dan pendidikan, konsistensi merupakan kunci yang ia pegang teguh.

“Menjadi sulit apabila kita bukan pelakunya, jadi setiap edukasi sosialisasi akan mudah manakala kita menjadi orang pertama kita melakukannya,” ucapnya.

Kedua perubahan budaya itu tidak instan, memerlukan sebuah proses dan konsistensi. Ia memiliki cara sederhana untuk menciptakan kebiasaan bersepeda pada anak. Misalnya, saat upacara Rahmat selalu memberi apresiasi berupa barang seperti tumbler untuk pelajar yang konsisten menggunakan sepeda ke sekolah.

Tak sekadar mengedukasi dan mensosialisasikan ajakan bersepeda, Rahmat pun rutin bersepeda ke sekolah agar kebiasaan tersebut bisa para siswa tiru.

Berfoto bersama para murid usai mengayuh sepeda. Foto: Rahmat Suprihat

Canggihnya Teknologi  jadi Tantangan

Upayanya menciptakan “generasi berkeringat” bukan tanpa tantangan. Perkembangan zaman menghasilkan teknologi digital yang berdampak di kalangan pelajar. Sebagian besar dari mereka kini memilih bermain media sosial pada waktu luangnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Rahmat sebagai sosok yang mendorong generasi muda untuk lebih giat bersepeda.

“Pertama kemajuan teknologi ini menjadi sebuah anugerah, kedua sebagai tantangan. Karena, pada kenyataannya para generasi penerus candu pada media sosial sehingga mereka telah menjadi kekhawatiran bapak sebetulnya,” ungkap Rahmat.

Ia berpandangan, media sosial membuat anak terbiasa hidup santai dan kecanduan di dalamnya. Ini tantangan bagi guru untuk mendorong para siswa tidak tunduk pada media sosial. Mereka perlu mengayuh pedal menjadi “generasi berkeringat”.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : RIK

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/rahmat-suprihat-cetak-generasi-berkeringat-dengan-kayuh-sepeda/feed/ 0
Bike To School Tingkatkan Kesehatan Mental Anak https://www.greeners.co/aksi/bike-to-school-tingkatkan-kesehatan-mental-anak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bike-to-school-tingkatkan-kesehatan-mental-anak https://www.greeners.co/aksi/bike-to-school-tingkatkan-kesehatan-mental-anak/#respond Sat, 05 Nov 2022 04:00:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37876 Bandung (Greeners) – Menggeliatnya bersepeda ke sekolah (bike to school) harus diimbangi sarana parkir sepeda di sekolah. Hal ini sangat penting untuk mendukung bike to school lebih masif. Apalagi aktivitas […]]]>

Bandung (Greeners) – Menggeliatnya bersepeda ke sekolah (bike to school) harus diimbangi sarana parkir sepeda di sekolah. Hal ini sangat penting untuk mendukung bike to school lebih masif. Apalagi aktivitas ini memberi nilai positif menyehatkan kesehatan mental anak.

Kepala Sekolah yang tak menyediakan sarana prasarana, termasuk parkir sepeda di sekolah maka akan memengaruhi performa kinerjanya.

Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Bidang Olahraga Kota Bandung Dodih Rohiman mengatakan, berbagai program dijalankan untuk memasyarakatkan sepeda di sekolah. Termasuk melalui bike to school. Oleh karenanya perlu mendorong sekolah memiliki penyediaan sarana prasarana berupa parkir sepeda.

“Sekolah-sekolah diwajibkan menyediakan parkir sepeda yang aman dan nyaman untuk anak-anak yang bersepeda. Jika tidak maka menjadi penilaian yang kurang bagi kepala sekolah,” katanya dalam talkshow Hayu Nyapedah Ka Sakola Hello Bike Festival, Bandung, Jumat (4/11).

Ia juga mendorong peran pemerintah Kota Bandung memprioritaskan jaminan keamanan bagi pelajar yang bersepeda menuju ke sekolah. “Dengan demikian anak tak lagi berkendara pakai motor. Tapi lebih menggunakan sepeda,” ucapnya.

Bike to School Beri Nilai Positif

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Melissa Luckyanti menilai, bersepeda tak hanya berdampak pada fisik, tapi psikis dan kognitif siswa. Bersepeda berdampak baik pada kemampuan konsentrasi saat belajar, kemampuan motorik dan kebahagiaan.

“Hal ini dapat merangsang otak untuk meningkatkan produksi hormon serotonin, norepinefrin, dan dopamin, serta meningkatkan transmisi informasi antara berbagai bagian tubuh dengan cerebral cortex. Sehingga memunculkan perasaan senang, meningkatkan fokus dan mempercepat reaksi otot,” tuturnya.

Selain itu bersepeda juga berdampak baik pada kemampuan sosial. Saat bersepeda mendorong keinginan anak-anak untuk bersepeda bersama. Mereka bisa memiliki waktu untuk mengobrol dan menikmati udara.

“Guru-guru memiliki peran penting untuk memastikan anak-anak jangan sampai bersepeda sendiri. Selain capek mereka juga akan stres,” kata dia.

Pada usia anak-anak hingga remaja merupakan fase yang penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan kebaikan, termasuk empati. Kegiatan bersepeda mampu menjadi sarana untuk belajar empati pada pengguna kendaraan lain di jalan.

“Jangan egois semua jalan dipakai. Bersepeda pun kan ada track-nya sendiri,” imbuhnya.

Talkshow Hayu Nyapedah ka Sakola di Hello Bike Festival. Foto: Greeners/Putri Permata

Dorong Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas

Demi mendorong keberlanjutan anak-anak untuk bersepeda, Melisa mendorong keterlibatan peran sekolah, orang tua dan komunitas. Mentalitas mengubah kebiasaan memprioritaskan penggunaan sepeda daripada kendaraan bermotor harus ditanamkan sejak dini.

“Kalau tidak ada peran dari ketiganya akan susah menerapkan dan membiasakannya. Lalu anak juga butuh reward, dan jaminan keamanan sepeda menuju ke sekolah,” ucapnya.

Ketua Bike To Work (B2W) Bandung Wildah Fachdiansyah mengungkapkan, penanaman kebiasaan bersepeda sejak dini sangat penting karena generasi muda inilah yang akan melanjutkan kebiasaan positif ini di masa mendatang.

Ia menjelaskan pentingnya role model dari pada pelaku-pelaku di sekolah, termasuk guru untuk melakukan kegiatan bersepeda. “Agar mereka bisa mencontoh secara langsung. Ketika anak-anak melihat gurunya bersepeda, mereka akan mengikuti dengan sendirinya,” tandasnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bike-to-school-tingkatkan-kesehatan-mental-anak/feed/ 0
Bike To School Tumbuhkan Karakter dan Motivasi Belajar Siswa https://www.greeners.co/berita/bike-to-school-tumbuhkan-karakter-dan-motivasi-belajar-siswa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bike-to-school-tumbuhkan-karakter-dan-motivasi-belajar-siswa https://www.greeners.co/berita/bike-to-school-tumbuhkan-karakter-dan-motivasi-belajar-siswa/#respond Fri, 30 Sep 2022 06:22:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=37497 Bandung (Greeners) – Saat ini lebih dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandung sudah menerapkan bike to school. Gerakan ini tak sekadar mendorong kebiasaan positif dan menyehatkan. Akan […]]]>

Bandung (Greeners) – Saat ini lebih dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandung sudah menerapkan bike to school. Gerakan ini tak sekadar mendorong kebiasaan positif dan menyehatkan. Akan tetapi mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter, konsentrasi belajar, motorik hingga kebahagiaan siswa.

Bike to School ini terimplementasi berkat inisiasi Bike To Work (B2W) Bandung untuk membumikan gerakan bersepeda secara masif.

Ketua B2W Bandung Wildan Fahdiansyah menyatakan, program Bike To School diharapkan tak sekadar membuat siswa rutin bersepeda. Akan tetapi, dapat mengubah mindset siswa yang tadinya mengandalkan kendaraan bermotor mulai beralih menggunakan sepeda dalam mobilitas sehari-hari.

Ia menyebut dampak kegiatan bersepeda pun harapannya dapat lingkungan sekitar rasakan. Misalnya berkurangnya kemacetan di lingkungan sekitar sekolah, meningkatnya kualitas udara, dan membuat lingkungan sekolah semakin asri dan hijau.

“Jadi, kami berharap gaya hidup sadar dan ramah lingkungan dapat dimulai dari siswa-siswa yang bersepeda ke sekolah,” katanya dalam diskusi terkait Bike To School Kota Bandung, di Bandung, Kamis (29/9).

Kegiatan diskusi ini menjadi ajang sosialisasi Hello Bike Festival yang akan berlangsung 4-6 November 2022 nanti di Summarecon Mall Bandung. Hello Bike Festival akan hadir dalam kampanye road to opening Summarecon Mall Bandung.

Saat ini, beberapa sekolah telah menjalankan program Bike To School, yaitu SMPN 55 Bandung, SMPN 36 Bandung, dan SMPN 34 Bandung serta beberapa SMP lainnya.

Tak hanya itu, gerakan bersepeda ini juga menekankan pentingnya basic safety riding sebelum, saat, dan setelah bersepeda. “Ini diperlukan agar mereka lebih memperhatikan keamanan, kenyamanan dan ketertiban selama bersepeda,” ungkapnya.

Selain itu, Wildan juga menyebut pentingnya fasilitas pendukung yang harus disediakan, seperti penyediaan tempat parkir yang layak dan aman. Hal ini penting untuk memastikan pelajar tak kehilangan motivasinya selama bersepeda ke sekolah.

Bersepeda ke sekolah menumbuhkan kecintaan pelajar pada lingkungan. Foto: Rahmat Suprihat

Tumbuhkan Nilai Karakter melalui Bersepeda

Guru asal Bandung Rahmat Suprihat mengatakan, dampak bersepeda sangat nyata. Selain menyehatkan, gerakan bersepeda efektif untuk menanamkan nilai karakter. Mulai dari seperti kesabaran, manajemen waktu, disiplin, solidaritas serta cinta lingkungan.

“Artinya bila tak bersepeda, anak-anak tidak akan menerima nilai-nilai kebaikan itu,” ujar pegiat Bike To School ini.

Namun, gerakan ini harus teroptimalisasi dengan dukungan para guru dan pihak sekolah sebagai figur yang dapat siswa contoh.

Sementara itu, Psikolog Klinis Anak dan Remaja Melissa Luckyanti berpendapat, bersepeda dapat berdampak baik pada kemampuan konsentrasi saat belajar, kemampuan motorik dan kebahagiaan. Saat mengayuh pedal sepeda maka dapat meningkatkan aliran darah sehat yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak.

“Hal ini dapat merangsang otak untuk meningkatkan produksi hormon serotonin, norepinefrin, dan dopamin, serta meningkatkan transmisi informasi antara berbagai bagian tubuh dengan cerebral cortex. Sehingga memunculkan perasaan senang, meningkatkan fokus dan mempercepat reaksi otot,” katanya.

Buka Ruang Diskusi Gerakan Bike To School

Pemimpin Redaksi Greeners.co Syaiful Rochman berharap, Pemerintah Kota Bandung berpihak kepada gerakan Bike To School. Salah satu contoh keberpihakannya melalui penyediaan ruang-ruang diskusi untuk implementasi gerakan ini.

“Bahkan kalau perangkat kebijakan daerahnya mendukung pasti akan lebih cepat akselerasi gerakan Bike To School ini,” imbuhnya.

Syaiful menilai, anak-anak zaman sekarang menghadapi tantangan disrupsi seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi seperti gadget. Gerakan sepeda berpotensi menjadi entry point sebagai ajakan perubahan perilaku yang lebih baik.

Selain itu, gerakan bersepeda juga berkontribusi terhadap pengurangan polusi Kota Bandung yang bersumber dari kendaraan bermotor.

“Sekarang jika kita biarkan keran kendaraan bermotor itu dibuka maka tekanan lingkungannya juga akan tinggi. Itu yang kami harapkan ke depan ada penyeimbang melalui gerakan-gerakan seperti ini,” tandasnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/bike-to-school-tumbuhkan-karakter-dan-motivasi-belajar-siswa/feed/ 0
Luwes Bantu Pelajar Bandung Miliki Sepeda Layak untuk Bike To School https://www.greeners.co/aksi/luwes-bantu-pelajar-bandung-miliki-sepeda-layak-untuk-bike-to-school/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=luwes-bantu-pelajar-bandung-miliki-sepeda-layak-untuk-bike-to-school https://www.greeners.co/aksi/luwes-bantu-pelajar-bandung-miliki-sepeda-layak-untuk-bike-to-school/#respond Fri, 12 Aug 2022 04:12:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37000 Jakarta (Greeners) – Bike To Work Bandung menginisiasi terbentuknya Lumbung Gowes (Luwes). Program ini memfasilitasi pelajar di Kota Bandung yang kesulitan memiliki sepeda layak pakai untuk bike to school. Luwes […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bike To Work Bandung menginisiasi terbentuknya Lumbung Gowes (Luwes). Program ini memfasilitasi pelajar di Kota Bandung yang kesulitan memiliki sepeda layak pakai untuk bike to school.

Luwes pun sekaligus menjadi bagian dari bike to school. Harapannya menjadi solusi bagi para siswa yang ingin berkendaraan ramah lingkungan ini tapi terkendala kerusakan sepeda.

Ketua Bike To Work Bandung Wildan Fachdiansyah mengatakan, Luwes mereka gagas setelah melihat masih banyaknya para siswa yang menginginkan bike to school tapi terpaksa berhenti karena sepeda lamanya rusak.

Ia menambahkan, saat ini Bike To Work Bandung menerima sepeda maupun sparepart sepeda lain yang tak terpakai untuk kemudian mereka gunakan sebagai suku cadang dan perbaikan sepeda para siswa.

“Selain itu siswa-siswa yang sudah rutin bersepeda akan mendapatkan kesempatan mereparasi sepeda mereka sambil belajar cara merawatnya,” katanya kepada Greeners, baru-baru ini.

Wildan menambahkan, pemberian sepeda ini bersifat inventaris atau sepeda pinjam pakai. Artinya bukan untuk para siswa miliki sepenuhnya.

“Jadi ketika si siswa yang dipinjamkan sepeda itu lulus maka sepeda harus mereka kembalikan. Lalu kami salurkan lagi ke adik kelasnya,” ungkapnya.

Program Lumbung Gowes ini juga membantu mereparasi sepeda tak layak menjadi layak untuk bike to school. Foto: B2W Bandung

Percontohan Bike To School di SMPN 55 Kota Bandung

Wildan menjelaskan, Luwes hanya berkonsep pinjam pakai sepeda. Sebab berkaca pada pengalaman sebelumnya, program-program CSR perusahaan membagikan sepeda secara gratis. Namun sepeda itu justru tidak terawat dan bahkan ada yang menjualnya.

Penting, sambung Wildan untuk memastikan manfaat program ini secara jangka panjang, salah satunya dengan memastikan siswa bersepeda.

Selain itu, ia juga perlu memonitor kondisi sepeda secara berkelanjutan, termasuk keterpakaian sepeda oleh para siswa. Evaluasi akan dilakukan setiap akhir semester.

Saat ini pilot project bike to school ada di SMPN 55 Kota Bandung. Ia berharap, program ini dapat meluas ke SMP lain. Utamanya, SMP dengan volunteer Bike To Work Bandung agar memudahkan monitoring dan evaluasi.

Sepeda layak jalan sangat penting untuk pelajar kendarai. Foto: B2W Bandung

Lumbung Gowes Buka Kesempatan Donasi

Melalui program Luwes, Bike To Work sangat terbuka menerima berbagai macam sepeda maupun parts sepeda untuk mendukung bike to school.

“Dengan adanya Lumbung Gowes ini kami harap dapat menjaga antusiasme siswa untuk terus semangat ke sekolah tanpa harus khawatir atau menjadi discouraged saat sepeda yang mereka pakai mengalami kerusakan,” paparnya.

Wildan menyatakan, tak ada persyaratan khusus bagi sepeda maupun parts yang akan masyarakat sumbangkan. Asalkan masih layak pakai. “Jadi parts yang terkumpul bisa kami rakit jadi satu sepeda. Kami akan merakit sepeda dari parts yang telah terkumpul itu,” ujar dia.

Bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan sepeda atau parts sepedanya dapat menginformasikan melalui Instagram @b2w_indonesia. Selanjutnya akan mereka dapat arahan ke tempat drop point-nya.

Guru asal Bandung yang juga penggagas bike to school Rahmat Suprihat menyatakan, saat ini beberapa sepeda pelajar hampir tak layak pakai. Ada yang tanpa rem, rantai yang bermasalah, hingga ban yang sudah bocor.

“Namun satu hal yang mendorong upaya perhatian kepada sepeda para pelajar yaitu semangat bersepedanya yang luar biasa meski tak didukung oleh sepeda yang layak pakai,” ungkapnya.

Khusus di SMPN 55 Bandung, sambung Rahmat sudah banyak sekali siswa yang ingin bersepeda kembali. Ia juga menyebut bahwa saat ini donasi sparepart sepeda telah mulai terkumpul melalui beberapa drop point.

“Ini menjadi bekal bagi para relawan teknisi service sepeda untuk memperbaiki sepeda pelajar yang kurang layak pakai,” ucapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/luwes-bantu-pelajar-bandung-miliki-sepeda-layak-untuk-bike-to-school/feed/ 0