Bersih - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bersih/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 27 Sep 2022 06:27:16 +0000 id hourly 1 7 Wilayah di Dunia Ini Miliki Udara Bersih, Termasuk Indonesia? https://www.greeners.co/berita/7-wilayah-di-dunia-ini-miliki-udara-bersih-termasuk-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=7-wilayah-di-dunia-ini-miliki-udara-bersih-termasuk-indonesia https://www.greeners.co/berita/7-wilayah-di-dunia-ini-miliki-udara-bersih-termasuk-indonesia/#respond Tue, 27 Sep 2022 06:27:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=37459 Jakarta (Greeners) – Saat ini ada 7 wilayah di dunia yang masih mempunyai kualitas udara bersih. Tingkat harapan hidup masyarakatnya pun tinggi. Namun adakah Indonesia di dalamnya? Melansir money.co.uk, setidaknya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Saat ini ada 7 wilayah di dunia yang masih mempunyai kualitas udara bersih. Tingkat harapan hidup masyarakatnya pun tinggi. Namun adakah Indonesia di dalamnya?

Melansir money.co.uk, setidaknya ada enam indikator suatu kota atau negara bisa kita sebut sehat. Indikator tersebut yakni, rendahnya tingkat obesitas, harapan hidup yang tinggi, keterjangkauan biaya makanan sehat, minimnya polusi, hingga rendahnya indeks keamanan dan jam sinar matahari.

Pakar kesehatan lingkungan dari Griffith University Dicky Budiman menyatakan, adanya hubungan antara kualitas lingkungan dan usia angka harapan hidup penduduk di suatu wilayah.

“Kualitas lingkungan memang selalu berpengaruh terhadap kesehatan, misalnya sanitasi lingkungannya. Itu berarti penyakit infeksinya lebih kecil terjadi,” katanya kepada Greeners, Senin (26/9).

Selain faktor lingkungan, pola gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan juga berdampak signifikan terhadap angka harapan hidup penduduk.

Penasaran dengan negara-negara yang masuk dalam kategori sehat? Berikut ini ulasannya!

berolahraga

Berolahraga di udara bersih tingkatkan kualitas hidup. Foto: Freepik

Spanyol

Spanyol adalah negara tersehat di dunia. Masyarakat bergaya hidup sehat dengan menerapkan diet Mediterania bersumber dari omega-3, lemak, dan protein yang sehat. Beberapa penelitian menyebut hal ini turut menurunkan risiko demensia, penyakit jantung, dan kanker.

Tak hanya itu, masyarakat Spanyol juga menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti diet seimbang dan memprioritaskan berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan bermotor.

Jepang

Jepang dikenal sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Orang Jepang juga menunjukkan rasa hormat yang lebih besar terhadap makanan mereka, sehingga jauh dari budaya makanan cepat saji.

Jepang juga terkenal dengan transportasi umum yang cepat, yang menghasilkan emisi karbon rendah. Tak ayal jika negara sakura ini menempati peringkat ke-8 negara terendah untuk kematian karena polusi.

Salah satu pulau di Jepang dengan angka harapan hidup cukup tinggi yaitu Pulau Okinawa. Rata-rata usia penduduk di pulau tersebut bisa lebih dari 100 tahun.

Valencia

Valencia lebih dari sekadar kota yang terkenal dengan Paella-nya, tetapi juga kota tersehat di dunia. Pertama, kota ini memiliki iklim yang ideal. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu kering, jadi ada banyak tanaman hijau untuk menyediakan udara bersih.

Valencia juga memiliki banyak sinar matahari, sehingga Anda dapat dengan mudah menyerap vitamin D yang sangat penting untuk tubuh. Sama halnya dengan negara-negara sehat lain, hidangan di Valencia terkenal memiliki nilai gizi yang baik.

Kota Edinburgh. Foto: Shutterstock

Kota Edinburgh

Selain sebagai kota terhijau di Inggris, kualitas udara Edinburgh juga merupakan salah satu yang terbersih di dunia, menempatkan mereka di peringkat ke-37. Edinburgh bangga memiliki lebih banyak pohon per kepala populasi daripada kota Inggris lainnya. Mereka pun telah berjanji untuk menjadi ‘kota sejuta pohon’ pada tahun 2030 dan akan terus mengurangi tingkat polusinya demi meningkatkan udara bersih.

Kota Helsinki

Kota Helsinki di Finlandia adalah kota tersehat karena termasuk garda terdepan melindungi lingkungan dari polusi udara. Peraturan lingkungan kota yang kuat membatasi jumlah praktik berbahaya terhadap lingkungan, dan menciptakan udara terbersih di dunia. Pada tahun 2035, Helsinki telah berjanji untuk menjadi netral karbon.

Kota Helsinki. Foto: Shutterstock

Zurich, Swiss

Tingkat kejahatan di seluruh kota sangat rendah, menempatkan Zurich di lima kota dengan tingkat kejahatan terendah di dunia. Demikian pula dengan pendidikan dan kualitas hidup yang baik. Banyak orang yang tinggal di sini dapat hidup berkelanjutan tanpa perlu kejahatan.

Faktanya, kota ini memiliki harapan hidup tertinggi kedua di dunia. Hal tersebut karena komitmen mereka untuk mengurangi polusi dari transportasi. Kota ini juga masuk dalam 10 besar untuk kualitas udara terbersih.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Menurut Dicky kualitas udara di Indonesia masih terbilang buruk.

Hal ini diperparah dengan berbagai kerusakan lingkungan, seperti alih fungsi hutan yang berorientasi pada aspek ekonomi. Padahal, hal ini bisa berdampak pada ekosistem lingkungan yang buruk.

“Pencemaran, baik itu air, tanah dan udara. Tiga hal itu menyebabkan kesehatan kita masih buruk,” ucapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/7-wilayah-di-dunia-ini-miliki-udara-bersih-termasuk-indonesia/feed/ 0
Sungai Amandit Banjarmasin Jadi Percontohan Program Air Bersih https://www.greeners.co/berita/sungai-amandit-banjarmasin-jadi-percontohan-program-air-bersih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sungai-amandit-banjarmasin-jadi-percontohan-program-air-bersih https://www.greeners.co/berita/sungai-amandit-banjarmasin-jadi-percontohan-program-air-bersih/#respond Tue, 02 Jul 2013 09:27:23 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3709 Banjarmasin (Greeners) – Hasil pemantauan terhadap 30 sungai di Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota menunjukkan bahwa 2,9% memenuhi baku mutu air sungai […]]]>

Banjarmasin (Greeners) – Hasil pemantauan terhadap 30 sungai di Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota menunjukkan bahwa 2,9% memenuhi baku mutu air sungai Kelas II, 47,8% tercemar ringan, 34,5% tercemar sedang, dan 14,7% tercemar berat.

Salah satu wilayah sungai yang menghadapi permasalahan kualitas air adalah di Sungai Amandit, Kota Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ketersediaan air yang berkualitas baik pada banyak sungai di Indonesia termasuk Sungai Amandit di Kota Kandangan mempunyai kecenderungan semakin berkurang akibat penurunan kualitasnya.

Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan didukung oleh KH. M. Dhiauddin, LC, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum serta mitra lainnya bertekad meningkatkan kualitas dan kuantitas air sungai melalui salah satu programnya yaitu “Sungai Amandit Bebas Jamban”.

KLH mendukung inisiatif  program tersebut dengan membangun pilot project Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik dan Biogas di Pondok Pesantren Darul Ulum.

“Saya sangat menghargai dan memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang bertekad menjadikan Sungai Amandit di Kota Kandangan ini bebas dari jamban dan tinja. Namun tekad ini tentu tidak cukup tanpa dukungan penuh masyarakat. Oleh karena itu, apresiasi ditujukan pula kepada jajaran Pondok Pesantren Darul Ulum dibawah pimpinan KH. M. Dhiauddin,” kata Menteri Lingkungan Hidup Baltashar Kambuaya dalam peresmian IPAL tersebut di Kandangan, Kalimantan Selatan pada Senin (1/7) kemarin.

MenLH mengharapkan IPAL Domestik dan Biogas dapat mewujudkan tujuan Program “Sungai Amandit Bebas Jamban” dan menjadi model yang diikuti segenap lapisan masyarakat kota Kandangan.

IPAL Biogas di Pondok Pesantren Darul Ulum memiliki kapasitas 37 m3/hari. Beban pencemaran yang dapat diturunkan adalah sebesar 4,6 ton/hari yang sebelumnya beban pencemaran langsung masuk ke badan air Sungai Amandit. Manfaat lain yang diperoleh adalah ketersediaan biogas sebagai sumber energi dengan nilai ekonomi sebesar Rp. 18.515 per hari. IPAL semacam ini dapat direplikasikan di sepanjang Sungai Amandit.

Pada hari yang sama, Menteri Lingkungan Hidup berkesempatan pula untuk melakukan uji emisi kendaraan bermotor, penandatangan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dengan Pemerintah Kota Banjarmasin tentang “Penyusunan Inventarisasi Emisi Pencemar Udara Kota Banjarmasin” serta menyerahkan IPAL Rumah Potong Hewan kepada Bupati Tanah Laut di Kelurahan Sarang Halang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

“Semua kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tetap terjaganya kualitas lingkungan hidup kita, baik kualitas udara maupun kualitas air melalui upaya pengurangan beban pencemaran yang masuk ke lingkungan,” kata MenLH.

Dia mengatakan lingkungan hidup yang sehat dan bersih merupakan hak azasi, hak konstitusional setiap warga negara di Republik tercinta ini. Oleh karena itu, maka Negara dalam hal ini Pemerintah, berkewajiban untuk selalu menjamin tersedianya air yang bersih, udara yang sehat dan lahan yang tidak terkontaminasi oleh limbah berbahaya dan beracun.”

Melalui kegiatan uji emisi kendaraan bermotor kita bisa melakukan tindakan pengendalian pencemaran udara. Apresiasi ditujukan kepada pihak PT. Pertamina yang telah menerapkan ketentuan agar semua kendaraan yang masuk ke area Depo Pertamina Kuin sudah harus lulus uji emisi.

Penyusunan Inventarisasi Emisi Pencemar Udara Kota Banjarmasin bermanfaat untuk dapat segera mengetahui lokasi yang kualitas udaranya kurang atau tidak sehat karena pencemarannya tinggi dan sekaligus dapat diketahui sumber pencemarnya. Melalui peta tersebut, dengan mudah dapat diketahui jalan raya maupun jalan lain yang bermasalah mengalami kemacetan yang identik dengan tingginya pencemaran di ruas jalan tersebut. Informasi ini dapat menjadi bahan dasar dalam menerapkan manajemen lalu lintas yang baik dan benar.

Selanjutnya, dengan pengelolaan limbah dari rumah potong hewan melalui IPAL, kita juga dapat mengurangi beban air limbah yang sebelumya langsung masuk ke badan perairan umum. (G03)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sungai-amandit-banjarmasin-jadi-percontohan-program-air-bersih/feed/ 0
Merayakan Hari Air, Memperjuangkan Air Bersih https://www.greeners.co/berita/merayakan-hari-air-memperjuangkan-air-bersih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=merayakan-hari-air-memperjuangkan-air-bersih https://www.greeners.co/berita/merayakan-hari-air-memperjuangkan-air-bersih/#respond Thu, 22 Mar 2012 06:37:42 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_feature&p=2488 Sampai saat ini, ia berada dalam jumlah yang sama sejak ia diciptakan. Sedangkan manusia setiap hari jumlahnya bertambah tanpa henti. Sekitar 7 milyar manusia di bumi saat ini membutuhkan kehadirannya […]]]>

Sampai saat ini, ia berada dalam jumlah yang sama sejak ia diciptakan. Sedangkan manusia setiap hari jumlahnya bertambah tanpa henti. Sekitar 7 milyar manusia di bumi saat ini membutuhkan kehadirannya setiap saat. Apabila hubungan ini tidak berjalan dengan baik, manusia tentunya menjadi pihak yang sulit untuk bertahan.

 

Air adalah kehidupan. Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Sulit rasanya membayangkan apabila manusia hidup tanpa adanya elemen air. Hampir segala hal yang dilakukan manusia berhubungan dengan air. Bahkan sebuah studi medis yang dirilis pada tahun 1956 oleh seorang ahli bernama Arthur Guyton menyebutkan sekitar 60% dari total berat tubuh seorang manusia mengandung air. (Textbook of Medical Physiology)

Untuk konsumsi air minum  syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Baru pada tahun 1992, sekelompok manusia yang tergabung dalam Perserikatan Antar Bangsa atau dikenal dengan PBB dalam penyelenggaraaan United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) merekomendasikan agar ditetapkannya sebuah hari dimana seluruh dunia bisa memperingati pentingnya kelestarian air.

Akhirnya sidang umum PBB menetapkan setiap tanggal 22 bulan Maret sebagai Hari Air Internasional dan 22 Maret 1993 ditandai sebagai pertama kalinya pelaksanaan Hari Air se-Dunia dengan fokus atensi terhadap pentingnya ketersediaan air bersih dan advokasi terhadap pengelolaan sumber air bersih yang berkelanjutan.

“Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%”

]]>
https://www.greeners.co/berita/merayakan-hari-air-memperjuangkan-air-bersih/feed/ 0
Jetisharjo Swadaya Kelola Air Bersih https://www.greeners.co/berita/jetisharjo-swadaya-kelola-air-bersih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jetisharjo-swadaya-kelola-air-bersih https://www.greeners.co/berita/jetisharjo-swadaya-kelola-air-bersih/#respond Thu, 22 Mar 2012 03:19:43 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2484 Yogya (Greeners) – Air bersih dan murah masih ditemukan di Yogya. Warga Jetisharjo Kelurahan Cokrodiningratan Kecamatan Jetis mengolah sumber mata air bantaran sungai Code menjadi usaha air bersama secara swadaya. […]]]>

Yogya (Greeners) – Air bersih dan murah masih ditemukan di Yogya. Warga Jetisharjo Kelurahan Cokrodiningratan Kecamatan Jetis mengolah sumber mata air bantaran sungai Code menjadi usaha air bersama secara swadaya.

‘Perusahaan air minum’ Usaha Air Bersih (UAB) Tirta Kencana menjadi usaha mandiri milik warga. UAB Tirta Kencana dikelola swadaya melingkupi lima wilayah RT dan dihuni kurang lebih 310 KK. Atas pengelolaan tersebut, warga bahkan berhasil memproduksi air siap minum yang memenuhi kualitas atau syarat kesehatan dengan jumlah pelanggan mencapai 160 KK.

Pengurus UAB Tirta Kencana Musmodiono, Rabu (21/3) menyampaikan, air minum dijual dengan harga mulai Rp.600, Rp.800, dan Rp.1000 per meter kubik. Penghitungan debit air disesuaikan dengan akumulasi meteran yang dicatat setiap bulan oleh pengurus di tiap RT. Tarif ditentukan dari tiga ukuran yakni penggunaan 0-15 meter, 15-30 meter, dan lebih dari 30 meter.

“Rata-rata warga menggunakan 15-30 meter Rp800 per meter kubik. Kira-kira sebulan Rp15.000-Rp20.000 dengan tambahan sewa meteran Rp3500 per bulan,” katanya, di Yogya.

Dijelaskannya, UAB Tirta Kencana selama ini memanfaatkan dua sumber air tepi sungai Code sisi timur yang sebelum tahun 1991 digunakan warga untuk mandi, mencuci dan memenuhi kebutuhan air minum. “Dari situ ide mengalirkan air ke wilayah barat muncul, lalu lewat pengadaan pompa hidrolik warga mulai mengalirkan ke barat awalnya hanya radius 25 meter untuk lima KK saja,” lanjut Musmodiono.

Atas prakarsa permintaan bantuan ke pemerintah, Musmodiono mengatakan bahwa tahun 1996 dan 1997 warga dibantu Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) kota Yogya dengan dua buah tangki air kapasitas 4000 liter beserta pipa.

Selanjutnya, warga dibantu mahasiswa KKN UGM membangun water tower dan jaringan pipa. “Lalu tower kembali dinaikkan menjadi 10 meter kemudian jumlah pelanggan semakin bertambah. Hanya saja lokasi rumah yang lebih tinggi masih sulit dijangkau karena butuh daya besar,” tukasnya.

Dari cakupan lima wilayah RT setempat yakni dari RT 29-RT 33 hanya terdapat dua RT (RT 29 dan RT 31) yang mayoritas warganya menggunakan sumber air Tirta Kencana. “Soalnya untuk rumah-rumah RT yang lain jangkauan jauh dan tanah jauh lebih tinggi,” katanya.

Lewat uji laboratorium mengenai kualitas dan pemrosesan, kini penggunaan air Tirta Kencana dimungkinkan secara langsung bisa diminum. Kedepan, warga dan pengurus berharap mampu mendayagunakan air untuk kebutuhan masyarakat lebih luas.

Mengingat aliran pipa menyeberangi sungai Code, kini pipa dipasang fleksibel. “Karena pengalaman kena arus air, maka sekarang dipasang pipa yang bisa dilepas. Sewaktu banjir bisa dilepas, kalau sudah surut bisa dipasang kembali,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Yogya, Suyana menyatakan, air tanah di kota Yogya 65 persen mengandung bakteri escherichia coli (e coli) dan kandungan nitrat yang tinggi. Hal itu dikarenakan sanitasi limbah rumah tangga yang kurang baik.

Suyana mengatakan, kandungan bakteri e coli bisa menyebabkan diare. Sementara kandungan nitrat mengakibatkan kerusakan pada ginjal. “Kandungan air tanah juga mengalami penurunan,” ucapnya. Dikatakannya, hal itu bisa terjadi karena pengambilan air dengan serapan air yang masuk tidak seimbang. Dengan demikian terjadi penurunan permukaan air sumur. Mengenai program air bersih, pihaknya mengaku telah menyelenggarakan prokasih atau program kali bersih.

Diketahui, warga bantaran sungai Code sangat rentan penyakit jika kualitas air dan penjagaan sungai tidak diperhatikan. Adapun, wilayah Cokrodiningratan Kelurahan Jetisharjo Kecamatan Jetis sempat menyabet juara Prokasih kota Jogja. Tak heran jika warga kampung juga mampu mengolah sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. (G-18)

]]>
https://www.greeners.co/berita/jetisharjo-swadaya-kelola-air-bersih/feed/ 0