bonita - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bonita/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 01 Mar 2015 01:51:44 +0000 id hourly 1 Bonek Cabuti Paku di Pohon https://www.greeners.co/berita/bonek-cabuti-paku-di-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bonek-cabuti-paku-di-pohon https://www.greeners.co/berita/bonek-cabuti-paku-di-pohon/#respond Thu, 05 Apr 2012 03:20:59 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2628 Surabaya (Greeners) – Tiap kali mendengar kata bonek, yang terlintas di benak kita pastilah tindakan vandal yang brutal di luar logika. Dari singkatannya saja sudah membuat orang gentar, Bonek = […]]]>

Surabaya (Greeners) – Tiap kali mendengar kata bonek, yang terlintas di benak kita pastilah tindakan vandal yang brutal di luar logika. Dari singkatannya saja sudah membuat orang gentar, Bonek = Bondo Nekat (Modal Nekat). Tingkah para suporter Persebaya ini, kerap membuat jengah. Akibat ulah bonek, banyak orang Surabaya yang dicap brutal.

Tapi puluhan bonek dan bonita (bonek wanita) dari kelompok Bonek Garis Hijau ingin mengubah pandangan itu. Mereka mau belajar menjadi dewasa melalui alam. Para gibol ini sepakat untuk mulai bertindak logis dengan berguru pada habitat mereka di kota Pahlawan.

Tiap Minggu pagi, puluhan bonek dan bonita berburu paku yang menancap dan menyakiti pohon-pohon di sekitar Taman Bungkul di kawasan Jl. Darmo, Surabaya. Taman ini menjadi salah satu tempat rekreasi warga Surabaya terutama pada hari Minggu. Lagipula tiap Minggu di Jl. Darmo digunakan untuk car free day.

Untuk mencabut paku, mereka menggunakan kubut dan kayu pendek. Kubut digunakan untuk mencabut, sedangkan kayu sepanjang tangan orang dewasa untuk pengungkit. Paku yang telah tercabut dikumpulkan dalam sebuah tas kain.

“Ayo Dulur, pakune sing mancep nang wit-witan dijabuti kabeh! Gak peduli onok reklamene. Jabuti kabeh!” (Ayo Saudaraku, cabuti semua paku yang menancap di semua pohon! Tidak peduli ada reklamenya. Cabuti semua!), teriak Abi menggerakkan kawan-kawannya mengakhiri kesengsaraan para penghasil oksigen kota.

Pohon-pohon yang sudah terselamatkan diberi poster kain bertuliskan “JANGAN TANCAPKAN PAKU DI SINI. BONEK GARIS HIJAU”. Poster kain berukuran 40cm x 60 cm ini diikatkan menghadap ke jalan pada tubuh pohon. Ini membuat pengumuman terbaca gamblang.

Aksi para bonek mengundang kagum dari sejumlah pengujung. Mereka tidak mengira bonek yang selama ini punya citra negatif bisa berbuat mulia. “Seharusnya Satpol PP meniru bonek-bonek ini. Kalau merazia spanduk ya pakunya dicabut sekalian.” kata Bambang

Selain ramai-ramai mencabuti paku, Bonek Garis Hijau, Komunitas Nol Sampah, Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, Ecoton, dan beberapa individu pemerhati lingkungan lain juga membagikan bibit tanaman. Bibit yang dibagikan adalah sukun, matoa, dan tanaman buah lainnya.

Saat ini Bonek Garis Hijau tengah mengincar paku-paku yang ditancapkan di pohon untuk memasang berbagai tanaman pakis dan anggrek. Mereka yakin paku-paku itu ditancapkan oleh otoritas tertentu. Tapi bonek-bonek ini tidak mau gegabah. Mereka akan mengganti paku dengan tali. “Kami siap melakukan sweeping ke wilayah lain di Surabaya tutup Abi. (G13)

]]>
https://www.greeners.co/berita/bonek-cabuti-paku-di-pohon/feed/ 0
Mandikan Gajah, Ajak Jurnalis Sadar Konservasi Satwa https://www.greeners.co/berita/mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa https://www.greeners.co/berita/mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa/#respond Wed, 22 Feb 2012 03:00:11 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2217 Surabaya (Greeners) – Beberapa jurnalis bergabung dengan sejumlah suporter Persebaya atau Bonek (Bondo Nekat) dan individu lain ramai-ramai memandikan Ilir. Ilir adalah seekor gajah betina berumur sekitar 20 tahun yang […]]]>

Surabaya (Greeners) – Beberapa jurnalis bergabung dengan sejumlah suporter Persebaya atau Bonek (Bondo Nekat) dan individu lain ramai-ramai memandikan Ilir. Ilir adalah seekor gajah betina berumur sekitar 20 tahun yang dipelihara di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Mereka tampak gugup dan ragu lantaran baru pertama kali bersentuhan dengan gajah. Gajah adalah satwa yang punya ingatan kuat yang bakal tetap mengingat siapa yang menyakiti dan siapa yang menyayangi.

Badan Ilir disiram dengan air dan menggosok badannya memakai sabut kelapa. Sabut kelapa dipilih karena merupakan bahan alami yang bisa menghilangkan kutu atau parasit lain di tubuh gajah.

“Keeper” atau pengasuh menyuapi Ilir dengan pisang dan wortel supaya lebih tenang ketika dimandikan oleh orang asing. Sebelum memandikan Ilir, para relawan lebuh dulu membersihkan kandang karena gajah tidak mau mandi kalau kandangnya tidak bersih.

Forum Konservasi Satwa Liar (FOKSI) Jawa Timur yang ikut dalam aksi ini menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat pada konservasi, misalnya saja bagaimana menangani satwa dan pengetahuan tentang karakteristik hewan.

Manager Operasional FOKSI, Indra Harsaputra meminta kepada pers agar menempatkan satwa sebagai subyek konservasi bukan obyek. “FOKSI mengajak pers untuk peduli pada satwa bukan melulu pada lahan KBS. Apapun yang terjadi jangan sampai pemberitaan malah mengorbankan satwa.” tegas Indra.
Siti Nasyah, salah satu Bonita (Bonek Wanita) yang ikut dalam aksi itu mengatakan kalau Bonek tidak sekadar ikut-ikutan. Siti memandang KBS merupakan icon dan kebanggaan warga Surabaya, “Sesama icon kota pahlawan, Bonek ingin ikut peduli dan mendukung konservasi tanpa harus masuk ke dalam lingkaran konflik.”

Sebagai salah satu bukti sadar konservasi, para relawan meminta pengunjung KBS untuk tidak memberi makan pada satwa, karena makanan yang diberikan pengunjung belum tentu sesuai dengan kebutuhan gizi hewan. Bahkan makanan yang diberikan pengunjung bisa berpotensi membunuh satwa. (G13)

]]>
https://www.greeners.co/berita/mandikan-gajah-ajak-jurnalis-sadar-konservasi-satwa/feed/ 0