botol plastik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/botol-plastik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 31 Jan 2024 06:04:16 +0000 id hourly 1 Gunakan Botol Plastik saat Debat, River Warrior Protes ke KPU https://www.greeners.co/aksi/gunakan-botol-plastik-saat-debat-river-warrior-protes-ke-kpu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gunakan-botol-plastik-saat-debat-river-warrior-protes-ke-kpu https://www.greeners.co/aksi/gunakan-botol-plastik-saat-debat-river-warrior-protes-ke-kpu/#respond Wed, 31 Jan 2024 06:03:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=42933 Jakarta (Greeners) – Dalam debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres 2024), masih ada penggunaan botol plastik sekali pakai untuk air minum. River Warrior Indonesia mengirimkan surat usulan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres 2024), masih ada penggunaan botol plastik sekali pakai untuk air minum. River Warrior Indonesia mengirimkan surat usulan menghentikan penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK) botol plastik sekali pakai kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari .

”Sebagai lembaga penyelenggara Pemilu 2024, KPU berperan penting dalam transformasi nilai-nilai kesadaran lingkungan hidup. Terutama, dalam pembangunan demokrasi Indonesia dan mendorong lahirnya pemimpin bangsa yang berkomitmen pada penyelamatan bumi,” ungkap Koordinator River Warrior Indonesia, Thara Bening Sandrina lewat keterangan tertulisnya, Senin (29/1).

BACA JUGA: Jubah Biksu dari Daur Ulang Botol Plastik

Thara menulis dalam suratnya, ada empat manfaat positif dari tidak menggunakan botol plastik sekali pakai. Manfaat tersebut antara lain mengurangi jumlah sampah plastik sekali pakai, membangun kesadaran lingkungan, lebih efisien dan ekonomis, serta menjadi bentuk akuntabilitas sosial.

“Sebagai lembaga yang memiliki pengaruh besar, KPU dapat berperan aktif dalam mendorong perubahan perilaku positif masyarakat terkait penggunaan plastik sekali pakai,” tambah Thara.

River Warrior Indonesia kirim surat usulan menghentikan penggunaan botol plastik sekali pakai kepada KPU. Foto: River Warrior Indonesia

River Warrior Indonesia kirim surat usulan menghentikan penggunaan botol plastik sekali pakai kepada KPU. Foto: River Warrior Indonesia

Cawapres Masih Menggunakan Botol Plastik

Sementara itu, pada debat cawapres pekan lalu, salah satu cawapres mempertanyakan salah satu kandidat yang masih menggunakan botol plastik sekali pakai. Padahal, lanjut Thara, cawapres lainnya sudah menggunakan tumbler.

Namun, tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) menjelaskan, air minum dalam kemasan sekali pakai tersebut telah KPU sediakan. Namun, KPU mesti mengetahui bahwa penggunaan air minum dalam botol plastik sekali pakai merupakan salah satu penghasil sampah yang kini menjadi masalah di Indonesia.

“Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia penyumbang sampah plastik yang mencemari lautan global. Kami prihatin saat dunia menghadapi krisis sampah plastik, kita malah terus memproduksi sampah plastik sekali pakai dan membuangnya ke lautan,” kata Thara.

Menurut Thara, KPU seharusnya bisa memberi contoh untuk menyediakan air minum refill atau menyediakan suguhan air minum dalam gelas. Hal itu sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

Agenda Debat Harus Menjadi Contoh Positif

Debat capres dan cawapres pada tahun 2024 merupakan agenda penting yang menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, momen ini seharusnya menjadi contoh positif dalam mengurangi jejak sampah plastik. Sehingga, bisa memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

“Idealnya, setiap peserta debat capres 2024 harus membawa botol air minum dari rumah. Namun, kalau KPU mau, harus menyediakan galon-galon air refill. Sehingga, itu bisa mengurangi timbulnya sampah plastik sekali pakai,” ujar Thara.

BACA JUGA: I Am a Plastic Bag, Tas Daur Ulang dari Botol Plastik

River Warrior Indonesia juga mencatat dua alasan penting untuk menghentikan menggunakan air minum dalam kemasan botol sekali pakai. Pertama, sampah sekali pakai AMDK dapat mengancam kesehatan manusia.

“Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa air kemasan mengandung ratusan ribu partikel mikroplastik. Bahkan, ada nanoplastik yang dapat masuk dan merusak sel-sel tubuh,” imbuh Thara.

Catatan kedua, sampah botol plastik sekali pakai AMDK mencemari sungai, laut, dan biota. Setiap hari, Indonesia memproduksi 175.000 ton sampah. Jumlah tersebut, dengan sekitar 14% atau 24.500 ton per hari merupakan sampah plastik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/gunakan-botol-plastik-saat-debat-river-warrior-protes-ke-kpu/feed/ 0
Plastik PET Bisa Didaur Ulang 50 Kali, Amankah Produk Ulangnya? https://www.greeners.co/berita/plastik-pet-bisa-didaur-ulang-50-kali-amankah-produk-ulangnya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=plastik-pet-bisa-didaur-ulang-50-kali-amankah-produk-ulangnya https://www.greeners.co/berita/plastik-pet-bisa-didaur-ulang-50-kali-amankah-produk-ulangnya/#respond Sun, 12 Mar 2023 05:00:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=39299 Jakarta (Greeners) –Polyethylene terephthalate (PET) jadi primadona di kalangan pelaku daur ulang sampah. Pemulung dan masyarakat pun sadar nilai rupiah dari botol (PET) dan mengumpulkannnya.  Itu pula yang dirasakan, Monica […]]]>

Jakarta (Greeners) –Polyethylene terephthalate (PET) jadi primadona di kalangan pelaku daur ulang sampah. Pemulung dan masyarakat pun sadar nilai rupiah dari botol (PET) dan mengumpulkannnya. 

Itu pula yang dirasakan, Monica Anggraeni. Bermula dari kesadaran bernilainya sampah, ia mendirikan Bank Sampah Silaturahmi Warga Alfa Indah (Siwali) di RW 07 Taman Alfa Indah, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Bank sampah ini menerima semua plastik bernilai jual, termasuk botol plastik dan galon sekali pakai jenis polyethylene terephthalate (PET). Sampah anorganik ini nantinya akan didaur ulang. Selain bernilai tinggi. Jenis plastik ini konon mampu didaur ulang hingga 50 kali.

Monica menyebut, kemasan PET yang telah terkumpul dari para pemulung dan masyarakat akan ia kirim ke pengepul lalu ke pabrik pembuatan botol plastik baru. “Untuk harganya sesuai dengan jenis plastiknya,” katanya kepada Greeners, baru-baru ini.

Harga botol per kilogram bernilai Rp 3.000, untuk kemasan galon sekali pakai ia hargai Rp 5.000 per kilogram (kg). Sementara untuk barang-barang lain seperti ember plastik sekitar Rp 1.000 – Rp 3.000 per kilogram. Per harinya, bank sampah ini mengumpulkan hampir 8-10 kg botol dan galon PET.

Bank Sampah Siwali juga memilah botol atau galon untuk kemudian terpilah antara tutup, label dan kemasan PET-nya. “Kemasan PET kita kirim ke pusat daur ulang, lalu sisanya harus kita sisihkan,” imbuhnya.

Potensi Besar Plastik PET

Data Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) 2018 menyebut, dari konsumsi plastik sekitar 3 – 4 juta ton per tahun, bisnis daur ulang bisa mencapai 400.000 ton per tahun.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Indonesia (ADUPI) Justin Wiganda mengatakan, daripada plastik-plastik jenis lain, potensi daur ulang PET sangat besar.

“Sebab selain PET itu masih susah daur ulangnya, seperti packaging makanan, sachet kopi, bumbu,” katanya.

Selain nilai jualnya yang tinggi, botol PET bisa diproses 100 % menjadi produk berharga. Itu artinya tak perlu lagi pembatasan atau larangan dalam penggunaannya.

Ia menyebut, bisnis daur ulang di Indonesia sangat maju. Bahkan hasil daur ulangnya telah banyak Indonesia ekspor hingga ke luar negeri. “Terlebih PET bisa didaur ulang hingga 50 kali. Ini sekaligus menghemat bahan baku produksi,” ungkapnya.

Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkap, tingkat daur ulang sampah plastik di Indonesia masih menyentuh angka 7 %. Adapun untuk jenis plastik PET dan botol sekali pakai telah mencapai angka 75 %.

Jenis plastik PET berkontribusi besar dalam daur ulang, yaitu mencapai 30 % hingga 48 % dari total penghasilan para pengepul sampah. Sementara berdasarkan studi dalam IOP Science hampir setengah dari total pasar plastik global berasal dari Polyethylene (PE) dan PET dengan kontribusi sebesar 40 %.

Sebanyak 6.300 metrik ton (Mt) sampah plastik global tahun 2015, hanya 9 % berhasil didaur ulang, 12 % dibakar, dan sisanya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) (79 %).

Suasana Bank Sampah Siwali. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Ekonomi Sirkular Daur Ulang Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut, dari 68,5 juta ton sampah nasional, sebanyak 64 % timbulan sampah berhasil terkelola. Target zero waste pada tahun 2030 nanti menjadi PR besar, termasuk memastikan daur ulang yang sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular.

KLHK mengeluarkan Permen LHK No 75 Tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Dalam Permen ini, produsen berkewajiban melakukan pembatasan penggunaan plastik, menggunakan kembali kemasan, dan daur ulang.

Proses daur ulang kerap menghasilkan berbagai produk, mulai dari produk kontak makan, seperti botol, alat makan, hingga keperluan rumah tangga seperti ember hingga gayung. Khusus untuk produk-produk kontak makan sangat berisiko tinggi karena bahan kimia berbahaya di dalamnya.

Kemasan PET mengandung berbagai bahan senyawa berbahaya dan berpotensi buruk pada kesehatan. Mulai dari kandungan antimon, asetildehid, hingga etilen glikol. BPOM telah mengatur keamanan produk kontak makan melalui Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Kemasan Pangan.

Pastikan Keamanan Produk Daur Ulang

Senior Advisor Nexus 3 Foundation Yuyun Ismawati menilai, daur ulang menjadi solusi pengurangan sampah plastik. Namun, ia menyoroti belum adanya panduan dalam praktik daur ulang tersebut.

”Produk daur ulang boleh untuk apa saja. Dan tak boleh untuk apa, misalnya produk kontak pangan dan mainan anak. Ini perlu kita dorong agar lebih detail,” tegasnya.

Hal ini terkait dengan kandungan bahan-bahan berbahaya dari PET yang menjadi pellets dan flakes. Ia menyebut belum adanya transparansi konsentrasi kandungan bahan-bahan seperti antimon hingga etilen glikol dari industri dan pendaur ulang kepada publik.

“Saat ini tidak ada keharusan industri untuk memunculkan informasi itu. Padahal kesesuaian dengan baku mutu harus ada mekanismenya yang jelas. Misalnya pihak pendaur ulang dan industri lapor ke BPOM, lalu pihak BPOM melakukan random check,” kata dia.

Selain itu, Yuyun juga meminta agar pemerintah mengawasi peraturan BPOM tersebut apakah sudah benar-benar terimplementasi.

“Ini agar tak sekadar menjadi panduan saja. Karena saat ini pendaur ulang banyak, ada yang skala menengah hingga kecil. Apakah sudah kita awasi semua?” ucapnya.

Aktivitas pemilahan sampah salah satunya botol PET. Foto: Istimewa/Daniel Martinus

Industri Atur Standar Daur Ulang PET

Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengurangan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK Ujang Solihin Sidik menyatakan, hingga saat ini belum ada data produksi botol PET di Indonesia.

Namun, industri telah mengatur sendiri standar daur ulang PET bergantung masing-masing peruntukannya. “Misalnya kalau menjadi botol minuman lagi maka harus berstandar food grade,” kata dia.

Dalam hal ini, KLHK juga berencana mengeluarkan SNI ecolabel untuk recycled content khususnya kemasan PET.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/plastik-pet-bisa-didaur-ulang-50-kali-amankah-produk-ulangnya/feed/ 0
Botol Jus Biodegradable Ini Bisa Dimakan dan Menjadi Kompos https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-jus-biodegradable-ini-bisa-dimakan-dan-menjadi-kompos/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=botol-jus-biodegradable-ini-bisa-dimakan-dan-menjadi-kompos https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-jus-biodegradable-ini-bisa-dimakan-dan-menjadi-kompos/#respond Thu, 09 Mar 2023 04:24:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=39245 Apa jadinya bila kita minum jus beserta botolnya? botolnya tentu tak akan jadi sampah bukan? Menariknya lagi ada botol jus biodegradable ini juga sangat berpotensi digunakan sebagai kompos. Studio desain […]]]>

Apa jadinya bila kita minum jus beserta botolnya? botolnya tentu tak akan jadi sampah bukan? Menariknya lagi ada botol jus biodegradable ini juga sangat berpotensi digunakan sebagai kompos.

Studio desain Tomorrow Machine telah menciptakan botol jus biodegradable berbahan tepung kentang. Tak heran bila botol jus ini bisa kita kupas dan makan, Sobat Greeners!

Botol ramah lingkungan ini bernama GoneShells. Inovasi ini masih berupa prototipe hasil kerja sama dengan perusahaan Eckes Granini, pemilik merek jus Brämhults.

“Kami menginginkan nama yang melambangkan cara alami untuk melindungi makanan, mirip dengan kulit buah atau kulit telur,” kata pendiri Tomorrow Machine, Anna Glansén.

Istilah “Gone” berhubungan dengan penemuan unik di balik bahannya dan cara untuk menghilangkan kemasan setelah kita gunakan.

Menariknya, bentuk dari botol jus biodegradable ini melengkung. Bahannya terbuat dari tepung kentang terlapisi bahan tahan air berbasis bio di bagian dalamnya.

Setelah jus habis, botol unik ini bisa kita kupas menjadi bentuk spiral mirip dengan buah dan segera bisa terdekomposisi ke alam. Botol ini juga bisa kita larutkan ke dalam air.

Bahan ini dapat terurai secara hayati dan aman karena tak mengandung komponen sintesis apapun.

“Selama Anda tidak mengaktifkan proses degradasi dengan mengupas botol atau merobeknya dengan cara lain, cara kerjanya mirip dengan botol plastik tradisional,” jelas Glansén.

Menurutnya, proses produksi GoneShells menggunakan peralatan untuk memproses termoplastik berbasis bahan bakar fosil.

Botol jus bisa terurai dan menjadi kompos. Foto: Dezeen

Mengatasi Permasalahan Sampah

Selain dapat mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk di TPA, material ini bisa mengatasi kurangnya fasilitas daur ulang dan pengomposan yang saat ini ada.

“GoneShells menawarkan bentuk baru kemasan berkelanjutan, yang melewati sistem daur ulang dalam pengertian tradisional,” kata agensi branding F&B Happy yang berkolaborasi dalam proyek tersebut.

Tak hanya botolnya, tutup hijau di atas botol prototipe ini juga berbahan tepung kentang.

GoneShells terinspirasi dari proyek sebelumnya Tomorrow Machine, This Too Shall Pass. Produk kemasan ini dapat kita makan sesuai dengan umur makanan di dalamnya.

“Kami membuat serangkaian prototipe. Tapi kemasannya tidak pernah kita produksi karena biaya bahannya mahal dengan metode produksi yang rumit,” kata Glansén.

Ia menyebut, mengacu pada teknik pembuatan dan bahan baku yang terjangkau membuat GoneShell sebagai produk yang layak memasuki pasar.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: Dezeen

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-jus-biodegradable-ini-bisa-dimakan-dan-menjadi-kompos/feed/ 0
Konsumen Berhak Tahu Komitmen Produsen Kurangi Kemasan Plastiknya https://www.greeners.co/berita/konsumen-berhak-tahu-komitmen-produsen-kurangi-kemasan-plastiknya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=konsumen-berhak-tahu-komitmen-produsen-kurangi-kemasan-plastiknya https://www.greeners.co/berita/konsumen-berhak-tahu-komitmen-produsen-kurangi-kemasan-plastiknya/#respond Mon, 11 Oct 2021 11:17:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34040 Jakarta (Greeners) – Produsen kemasan plastik sekali pakai perlu terbuka terkait upaya pengurangan sampah plastik dari setiap kemasan produknya kepada publik. Dengan keterbukaan informasi publik ini memberi ruang kepada konsumen […]]]>

Jakarta (Greeners) – Produsen kemasan plastik sekali pakai perlu terbuka terkait upaya pengurangan sampah plastik dari setiap kemasan produknya kepada publik. Dengan keterbukaan informasi publik ini memberi ruang kepada konsumen mengawal komitmen produsen dalam mengurangi potensi timbulan sampah di sisi hulu.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) No 75 Tahun 2019 mengatur peta jalan pengurangan sampah oleh produsen.

Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi menilai, komunikasi pengurangan sampah seperti amanat PermenLHK sebesar 30 % hendaknya tidak hanya dua arah antara pemerintah dan produsen saja. Publik atau konsumen pun berhak mengetahui komitmen produsen atas kemasan plastiknya.

“Kalau ada program daur ulang tetap saja ada kemasan yang tidak terdaur ulang. Oleh sebab itu, perlu reduksi dari hulunya. Produsen juga perlu meredesign produknya,” katanya kepada Greeners di Jakarta, Senin (11/10).

Menurutnya, keterbukaan informasi kepada publik ini meliputi rencana rinci pengurangan sampah dari kemasan semua produk kemasan sekali pakai. Cara produsen mengubah kemasan lebih ramah lingkungan tentu memudahkan konsumen memilih produk ramah lingkungan.

Galon air mineral

Konsumen menanti keamanan produk galon air mineral. Foto: Shutterstock

Kemasan Plastik Galon Air Mineral

Salah satu produk yang ramai sorotan saat ini adalah galon air mineral. Di sisi lain minat masyarakat mengonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) dan air galon tinggi dari tahun ke tahun. Selain kemasan plastik galon praktis, kondisi air tanah tak layak konsumsi menjadi alasan kuat konsumen memilih AMDK dan air galon.

Keduanya bisa menghasilkan timbulan sampah baru jika tak terdaur ulang. Selain itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) perlu memperbarui standar AMDK terkait riset adanya kandungan mikroplastik di dalamnya.

Zero Waste Indonesia menyebut produksi botol plastik 1 juta botol per harinya. Namun hanya 50 % botol plastik tersebut yang berhasil terdaur ulang. Bahkan 35 miliar botol plastik terbuang setiap tahunnya dan menjadi sampah dominan yang mencemari laut.

Salah satu perusahaan AMDK menyedot lebih dari 30 miliar air dari tahun 2001-2008. Zero Waste juga mengungkap 90 persen AMDK di dunia telah tercemar mikroplastik. Selain itu, butuh 1 miliar minyak bumi untuk memproduksi AMDK selama setahun (di Indonesia).

Baru-baru ini ramai perdebatan galon air sekali pakai dan galon isi ulang. Dari riset Laboratorium Kimia Universitas Indonesia dan Greenpeace mengungkap kandungan mikroplastik dalam galon sekali pakai yang cukup tinggi. Sementara itu, dari perspektif lingkungan pun galon sekali pakai menambah beban timbulan sampah. Padahal pemerintah tengah gencar mengurangi timbulan sampah dari berbagai sektor.

Ubah Standar Produk dari Mikroplastik

Direktur Eksekutif Diet Kantong Plastik (DKP) Tiza Mafira mengatakan, DKP mendukung penggunaan galon isi yang bisa kembali ke produsen untuk mengisinya kembali.

“Kita prihatin dengan marketing galon sekali pakai, di saat AMDK sekali pakai lain seperti gelas plastik dan botol plastik pun sudah mulai ditiadakan,” katanya.

Apalagi lanjutnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini sedang mendorong implementasi Peraturan Menteri LHK No 75 Tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

“Bagaimana saat ini KLHK sedang mendorong implementasi PermenLHK Nomor 75, tapi kok malah ada produsen yang tidak menjalankan sesuai amanah peraturan menteri,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan produsen agar melindungi hak konsumen mendapatkan produk yang aman, sehat dan mengandung informasi yang sesuai. Produsen perlu bertanggung jawab atas sampah kemasan plastik produknya.

“Perlu ada perubahan standar BPOM untuk produk kemasan seperti AMDK sekali pakai yang sudah terbukti bisa menimbulkan risiko mikroplastik,” ucapnya.

Penulis : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/konsumen-berhak-tahu-komitmen-produsen-kurangi-kemasan-plastiknya/feed/ 0
Fasilitas Daur Ulang PET Seluas 2 Ha Akan Dibangun di Bekasi https://www.greeners.co/aksi/fasilitas-daur-ulang-pet-seluas-2-ha-akan-dibangun-di-bekasi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=fasilitas-daur-ulang-pet-seluas-2-ha-akan-dibangun-di-bekasi https://www.greeners.co/aksi/fasilitas-daur-ulang-pet-seluas-2-ha-akan-dibangun-di-bekasi/#respond Wed, 07 Apr 2021 02:32:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=32334 Coca Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asia lakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan  fasilitas daur ulang plastik Polyethylene Terephthalate (PET) seluas 20.000 meter persegi yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. […]]]>

Coca Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asia lakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan  fasilitas daur ulang plastik Polyethylene Terephthalate (PET) seluas 20.000 meter persegi yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Jakarta (Greeners) – Melalui investasi senilai Rp 556,2 miliar, fasilitas daur ulang tersebut akan menerapkan siklus tertutup (closed-loop) untuk kemasan plastik minuman dengan memproduksi pelet plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang terbuat dari botol plastik paskakonsumsi.

Kedua perusahaan besar tersebut menunjuk dua penanggung jawab dalam dalam mengoperasikan fasilitas daur ulang ini yakni, PT Amandina Bumi Nusantara entitas yang akan mengoperasikan fasilitas rPET dan mengolah kembali limbah PET berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi menggunakan teknologi terbarukan yang terdepan.

Dan, Mahija Paramita Nusantara – yayasan non-profit yang akan mendukung pengelolaan collection center, melaksanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan para pemulung dan masyarakat, serta penelitian dan pengembangan tentang peluang peningkatan daur ulang terkait pemanfaatan PET dan pengumpulan plastik.

BACA JUGA : HPSN 2021: Meneropong Wajah Industri Daur Ulang di Masa Pandemi

Komitmen Siklus Tertutup Dari Pengelolaan Kemasan

Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia dan Kepala PT Amandina Bumi Nusantara Kadir Gunduz mengatakan bahwa kolaborasi fasilitas daur ulang antara Amatil Indonesia dan Dynapack juga sejalan dengan Sustainability Ambitions 2020-2040 Coca-Cola Amatil.

Ambisi yang dimaksud adalah komitmen untuk menciptakan siklus tertutup pada kemasan dengan mencapai tingkat daur ulang atau konten terbarukan di setiap kemasan pada tahun 2030 sebesar 50 persen.

“Fasilitas ini akan mulai beroperasi di tahun 2022 dan memiliki kapasitas untuk mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sekitar 25.000 ton setiap tahun, perluasan industri dan percepatan laju daur ulang. Sebagai bagian dari anggota dewan di Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (NPAP), kami berkomitmen untuk mendukung Rencana Aksi Nasional Indonesia dalam mencapai pengurangan sampah plastik laut sebesar 70 persen pada tahun 2025,” jelas Kadir dalam sambutannya, Senin (5/4/2021).

Kadir juga menambahkan bahwa investasi fasilitas daur ulang ini dijalankan melalui kolaborasi bersama pemangku kepentingan di rantai pengumpulan sampah kemasan, usaha bisnis skala mikro, dan pemulung, dengan mendukung mereka untuk bertumbuh secara efisien dalam bisnisnya.

“Dalam jangka panjang, kami akan membawa perubahan positif bagi pengelolaan sampah plastik di Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di rantai pengumpulan sampah kemasan dengan mendukung sektor daur ulang informal,” ujarnya.

BACA JUGA : Peneliti Ungkap Industri Daur Ulang Plastik di Indonesia Belum Merata

CEO Dynapack Asia Tirtadjaja Hambali menyatakan, “Kami senang dapat bekerja sama dengan mitra kami Coca-Cola Amatil Indonesia dalam inisiatif terbarukan ini untuk mendukung komitmen Dynapack Asia bersama Ellen McArthur Foundation untuk menggunakan setidaknya 25 persen bahan resin daur ulang dalam kemasan produk pada tahun 2025.”

Solusi Pengelolaan Sampah Plastik

Sementara itu, dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Bekasi Effendi bahwa fasilitas pusat daur ulang ini menjadi bagian dari solusi pengelolaan kemasan plastik paskakonsumsi dalam kerangka circular economy.

“Untuk mengatasi masalah ini, setiap pihak baik dari segi pemakai dan produsen, harus bekerja sama untuk mengatasinya. Masing-masing memiliki peran tersendiri untuk menjadi bagian dari solusi. Salah satunya dicontohkan oleh Coca Cola Amatil dan Dynapack Asia, yang melakukan daur ulang botol plastik,” ujar Efendi.

Selain itu, untuk mengurangi penggunaan plastik, Amatil Indonesia melakukan inisiatif light-weighting botol PET yang telah berhasil mengurangi konten plastik sebesar 28,5 persen sejak tahun 2014, serta mengubah warna kemasan menjadi bening untuk mempermudah proses daur ulang.

Bersama dengan Dynapack Asia, Amatil Indonesia telah mendukung banyak inisiatif untuk membantu mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan minuman, diantaranya program pembersihan pantai harian, Bali Beach Clean-Up, yang telah berjalan selama lebih dari 13 tahun untuk mengumpulkan lebih dari 40.000 ton serta beberapa program lingkungan lainnya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/fasilitas-daur-ulang-pet-seluas-2-ha-akan-dibangun-di-bekasi/feed/ 0
Berbagai Jenis Plastik di Sekitar Kita: Apa Aja Sich? https://www.greeners.co/gaya-hidup/jenis-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jenis-plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/jenis-plastik/#respond Fri, 29 Jan 2021 12:00:47 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10066 Bahan ini murah dan tahan lama, tidak heran bila kita mendapatinya setiap kali kita memandang. Greeners merangkum berbagai jenis plastik yang mudah kita temui di sekitar kita. ]]>

Bahan ini murah dan tahan lama, tidak heran bila kita mendapatinya setiap kali kita memandang. Greeners merangkum berbagai jenis plastik yang mudah kita temui di sekitar kita. 

Berbelanja merupakan salah satu kegiatan yang tidak luput dalam keseharian kita. Sebagian besar barang-barang yang kita beli umumnya terbungkus dengan macam-macam plastik kemasan. Sebenarnya, apa itu plastik? Kenapa plastik ada di mana-mana?

Plastik adalah istilah umum untuk mendeskripsikan berbagai bahan sintetis atau semi sintetis dalam berbagai aplikasi. Bahan polimer ini memiliki kemampuan untuk Anda cetak atau bentuk, biasanya dengan penerapan panas dan tekanan. Adanya kemudahan untuk merekayasa plastik sesuai kebutuhan, membuat merek-merek menggunakannya untuk produk mereka.

Namun, kepraktisan itu tidak datang tanpa efek samping. Mari kita cari tahu berbagai jenis plastik dan sifatnya, serta bahayanya bagi kesehatan.

Berbagai Jenis Plastik di Sekitar Kita

1. Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE)

Tipe plastik jenis PET ini paling umum penggunaannya dalam produk konsumen. Kita sering menemukannya pada botol minuman yang transparan atau tembus pandang seperti botol air kemasan.

Hampir semua botol minuman dengan gambar segitiga berisi angka 1. Tidak hanya terdapat pada botol minuman saja, jenis PETE bisa juga terdapat pada wadah makanan, karpet dan furnitur.

Jenis plastik PET atau PETE hanya untuk sekali pakai. Jika Anda gunakan untuk menyimpan air hangat dan panas akan menyebabkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik. Zat karsinogenik dapat menyebabkan kanker bila masuk ke dalam tubuh.

Penggunaan berulang jenis plastik ini meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Plastik PET sulit untuk Anda dekontaminasi. Pembersihannya membutuhkan bahan kimia berbahaya.

Plastik PET dapat didaur ulang. Caranya dengan menghancurkan PET, kemudian parut menjadi serpihan-serpihan kecil. Kemudian olah kembali menjadi botol PET baru, atau memintalnya menjadi serat poliester.

Serat daur ulang ini merupakan bahan untuk membuat tekstil seperti pakaian, karpet, isian bantal dan jaket pelampung, atau produk serupa lainnya.

Untuk menggunakan lebih sedikit plastik PET, pertimbangkan untuk beralih ke wadah minuman yang dapat Anda gunakan kembali.

Selain itu juga mengganti kemasan makanan sekali pakai dengan alternatif lain seperti wadah bekal yang bisa Anda cuci untuk Anda pakai kembali.

2. High Density Polyethylene (HDPE)

Plastik HDPE adalah plastik kaku yang biasa kita temukan pada botol susu, deterjen dan minyak, mainan anak, dan beberapa kantong plastik.

Plastik HDPE sangat tahan pakai dan tidak rusak di bawah paparan sinar matahari atau suhu panas dan beku yang ekstrem. Oleh karena itu, biasanya HDPE berguna dalam pembuatan meja piknik, tempat sampah, bangku taman, dan produk lainnya yang membutuhkan daya tahan yang kuat dan tahan cuaca. Walau memiliki bahan yang lebih kuat dan tahan terhadap suhu tinggi, namun HDPE juga hanya untuk sekali pemakaian.

Namun, hanya sekitar 30-35% plastik HDPE yang terpakai di Amerika melalui proses daur ulang setiap tahun. Sebaiknya gunakan sesedikit mungkin. Untuk menguranginya, pertimbangkan untuk mengganti tas produk sekali pakai Anda dengan alternatif seperti tote bag.

berbagai jenis plastik

Bagan beragam jenis plastik yang mudah kita temukan setiap hari. Foto: Shutterstock.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

Tidak hanya terdapat pada barang-barang tertentu seperti pipa, film insulasi, kantong darah dan tabung medis, plastik PVC juga dapat kita jumpai pada botol kecap, sambal dan pembungkus makanan. PVC relatif tahan terhadap sinar matahari dan cuaca. Maka dari itu PVC juga menjadi bahan untuk membuat bingkai jendela, selang taman, dan teralis.

PVC mendapat julukan “plastik beracun” karena mengandung banyak racun yang dapat luluh sepanjang siklus hidupnya. Hampir semua produk yang menggunakan PVC membutuhkan bahan murni untuk konstruksinya. Produk yang terbuat dari plastik ini tidak dapat Anda daur ulang. PVC mengandung DEHA yang dapat lumer pada suhu 80 derajat Celcius sehingga berbahaya bagi ginjal dan hati.

Beberapa produk PVC ada yang bisa Anda gunakan kembali. Tetapi, produk PVC tidak boleh Anda manfaatkan kembali untuk segala hal yang berkaitan dengan makanan dan anak-anak.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)

Biasanya, kita dapat menjumpai plastik dengan segitiga bernomor empat ini pada botol-botol yang mudah ditekan. Kita juga bisa menemukan plastik ini pada kantong kemasan roti. LDPE sulit dihancurkan walaupun relatif aman untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang terbungkus dalam plastik ini.

Produk yang terbuat menggunakan plastik LDPE dapat Anda gunakan kembali, tetapi tidak selalu dapat Anda daur ulang. Biasanya saat daur ulang, plastik LDPE berguna untuk membuat papan lansekap, pelapis tempat sampah, dan ubin lantai. Produk yang terbuat dari LDPE daur ulang tidak sekeras atau sekaku plastik HDPE daur ulang.

berbagai jenis plastik

Berbagai jenis plastik, kira-kira yang bisa didaur ulang yang mana yah? Foto: Shutterstock.

5. Polypropylene (PP)

Plastik polypropylene kuat dan ringan, serta memiliki kualitas tahan panas yang sangat baik. Ini berfungsi sebagai penghalang terhadap kelembaban, minyak dan bahan kimia.

Secara umum, plastik jenis PP bisa kita temukan pada lapisan plastik tipis di dalam kotak sereal, popok sekali pakai, ember, tutup botol plastik, wadah margarin dan yogurt, kantong keripik kentang, sedotan, selotip dan tali pengepakan.

Polypropylene dapat didaur ulang. Biasanya, PP daur ulang berguna untuk membuat pembungkus baterai, sapu, tempat sampah, dan baki. PP juga aman untuk digunakan kembali.

Untuk mengurangi jumlah PP yang Anda konsumsi, pilih sedotan dan botol yang dapat Anda gunakan kembali daripada yang plastik, dan popok kain.

6. Polystyrene (PS)

Polystyrene adalah plastik yang murah, ringan dan mudah dibentuk untuk berbagai macam kegunaan. Ia paling sering menjadi bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, karton wadah telur, dan nampan pada restoran siap saji.

Ciri plastik PS antara lain kaku, buram, dapat terpengaruh lemak dan pelarut, melunak pada suhu 95 derajat celcius. Pada plastik jenis polystyrene busa (styrofoam), bentuknya busa, beratnya lebih ringan, dan berwarna putih. Umumnya menjadi tempat makan di restoran cepat saji dan wadah kopi.

Secara struktural, polystyrene sangat lemah. Ia mudah rusak dan mudah tersebar ke lingkungan. Tak terhitung jumlah spesies laut yang telah menelan plastik ini yang sangat berbahaya bagi kesehatan mereka.

Polistiren dapat melarutkan stirena, kemungkinan membawa karsinogen ke dalam produk makanan (terutama bila Anda panaskan dalam microwave). Bahan kimia yang ada dalam polystyrene tidak baik bagi kesehatan manusia dan disfungsi sistem reproduksi.

Polystyrene harus kita hindari.

7. Other (BPA, Polycarbonate, dan LEXAN)

Plastik ini mengandung polikarbonat (PC) dan plastik “lainnya”, jadi protokol penggunaan ulang dan daur ulang dalam kategori ini tidak ada standarisasi.

Perhatian utama pada plastik ini adalah potensi luluhnya bahan kimia ke dalam produk makanan atau minuman yang terkemas dengan wadah polikarbonat yang mengandung BPA (Bisphenol A). BPA adalah xenoestrogen, yang dikenal sebagai pengganggu endokrin.

Jenis plastik ini bertanda logo segitiga berisi angka 7. Plastik ini terdapat pada nilon sebagai bulu pembersih pada sikat gigi, teflon sebagai pelapis tahan lengket pada penggorengan, dan suku cadang mobil.

Plastik ini tidak untuk Anda gunakan kembali, kecuali mereka yang memiliki kode kompos PLA. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari plastik dengan nomor 7 ini, terutama untuk makanan anak-anak.

Plastik berkode PLA harus Anda buang di kompos, bukan tempat sampah. Sebab plastik kompos PLA tidak dapat didaur ulang.

Penulis: Agnes Marpaung dan Gloria S.

Sumber:

Plastics Europe

Britannica

Eartheasy

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/jenis-plastik/feed/ 0
Komunitas Bring Your Tumbler: Belanja dan Gunakan dengan Bijak https://www.greeners.co/sosok-komunitas/komunitas-bring-your-tumbler-belanja-dan-gunakan-dengan-bijak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komunitas-bring-your-tumbler-belanja-dan-gunakan-dengan-bijak https://www.greeners.co/sosok-komunitas/komunitas-bring-your-tumbler-belanja-dan-gunakan-dengan-bijak/#respond Wed, 24 Jun 2020 23:56:32 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=27653 Komunitas Bring Your Tumbler ingin mengaktualisasikan penggunaan tumbler dalam kehidupan sehingga menjadi tren di kalangan anak muda.]]>

Masyarakat Indonesia masih terus bergantung kepada plastik karena dianggap praktis dan mudah didapatkan. Meskipun begitu, para aktivis lingkungan menilai sampah plastik khususnya botol menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran di lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan lamanya proses penguraian plastik yang membutuhkan waktu hingga 450 tahun.

Berbagai gerakan lingkungan mulai mencari solusi alternatif untuk menggantikan botol plastik yang banyak beredar di pasaran. Salah satu komunitas yang terus berkontribusi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat ialah Bring Your Tumbler.

Baca juga: Rampok Plastik, Gaya Komunitas ASEAN RBC Mengedukasi Masyarakat

Tirtha Kusuma Wardhani selaku Project Leader Bring Your Tumbler, mengatakan bahwa komunitas ini lahir dari sebuah proyek kompetisi pendanaan di 2015. Rencana tersebut berupaya menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global.

Ia menambahkan, tujuan dari BYT ialah untuk mengaktualisasikan penggunaan tumbler dalam kehidupan sehingga menjadi tren di kalangan anak muda. Salah satu cara yang efektif untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menyebarkan ‘virus tumbler’ pada anak muda di Bali khususnya.

Selain Bring Your Tumbler Goes to School, program rutin yang dilaksanakan BYT, yaitu Environment Talkshow, Kampanye Gerakan Indonesia Membawa Tumbler, dan One Day Eco Camp. “Awalnya kami turun ke sekolah dasar,” ucapnya saat di hubungi oleh Greeners, Minggu, 7 Juni 2020.

Komunitas Bring Your Tumbler

Komunitas Bring Your Tumbler. Foto: Intsgaram Komunitas Bring Your Tumblera

Membawa tumbler dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbulan sampah botol plastik sekali pakai. Namun, di lain sisi keberadaan tumbler juga menuai pro dan kontra di masyarakat. Dalam pembuatannya, tumbler membutuhkan energi yang lebih besar daripada plastik.

Tirtha membenarkan bahwa penggunaan barang-barang alternatif juga akan berdampak negatif terutama karena industri kerap melalui proses yang tidak ramah lingkungan. Menurutnya, setiap produk buatan pasti meninggalkan jejak karbon bagi ekosistem.

“Yang terpenting itu bagaimana cara mengurangi sikap konsumtif. Jangan beli barang apa pun hanya sekadar untuk koleksi, sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Belanja dengan bijak dan gunakan dengan bijak,” ujarnya.

Baca juga: Rampok Plastik, Gaya Komunitas ASEAN RBC Mengedukasi Masyarakat

Ia juga mengedukasi masyarakat bahwa tiap individu bertanggung jawab akan setiap sampah yang dihasilkan. “Dengan begitu masyarakat akan semakin bijak dalam menentukan  pilihan.”

Hingga saat ini, komunitas Bring Your Tumbler memiliki kurang lebih 30 relawan dan lebih dari 500 Eco Warrior di seluruh Indonesia. Mereka sudah diberikan sosialisasi untuk membantu kampanye.

Ia berharap agar masyarakat lebih peduli lagi dengan lingkungan karena perubahan apa pun mencerminkan individu-individu yang menghuninya. Kepada generasi penerus, ia berpesan untuk menggunakan tumbler. Meski sederhana, tetapi hal tersebut dapat membawa dampak yang luar biasa untuk Bumi. “Sehingga dapat mewariskan lingkungan lestari ini kepada anak cucu kita nantinya. Dimulai dari sayangi Bumi dan dimulai dari kita,” ucapnya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/komunitas-bring-your-tumbler-belanja-dan-gunakan-dengan-bijak/feed/ 0
Kaus Disney dari Limbah Botol Plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik/#respond Fri, 05 Jun 2020 01:43:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=27426 Koleksi retro baru Disney adalah inisiatif ekonomi sirkular yang menunjukkan anak-anak dari segala usia dapat mendaur ulang botol untuk diolah kembali.]]>

Membuat serat pakaian dari plastik daur ulang bukanlah sebuah hal baru. Namun, ketika brand ternama seperti Disney yang terlibat tentu akan menjadi berbeda. Nama Disney yang tidak asing bagi masyarakat menciptakan antusiasme yang cukup besar. Saat ini Disney telah bermitra dengan Unifi, Inc., pembuat RESERVE atau serat daur ulang terkemuka untuk menghasilkan koleksi Mickey & Co. retro gaya baru.

Unifi telah melakukan perjalanan sejak lama untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan yang dapat digunakan kembali. Merek tersebut telah digunakan oleh beberapa brand ternama seperti Chicobags, Ford, Patagonia, PrAna, dan banyak lagi perusahaan lain. Pada situs webnya, mereka melaporkan telah mendaur ulang sebanyak 20 miliar botol. Serat yang dihasilkan dari botol kemudian digunakan untuk membuat tas jinjing hingga tirai.

Unifi Disney

Foto: www.ui.com

Kemitraan perusahaan dengan Disney menawarkan kesempatan untuk anak-anak mengenal pentingnya daur ulang. Melansir inhabitat.com, Jay Hertwig, Wakil Presiden Senior untuk Penjualan dan Pemasaran Global, mengatakan bahwa koleksi retro baru Disney adalah inisiatif ekonomi sirkular yang menunjukkan anak-anak dari segala usia dapat mendaur ulang botol untuk diolah kembali. Jay Hertwig mengaku senang dapat bermitra dengan Disney pada koleksi ini dan membantu mempromosian pentingnya daur ulang dan keberlanjutan.

Produk daur ulang untuk pakaian sebagian datang dari inisiatif taman Disney sendiri yang membawa produk dari pra dan pascaproduksi. Koleksi retro Mickey & Co. retro 1984 saat ini tersedia di toko daring Disney. Terdapat sembilan desain berbeda untuk koleksi ini yang menampilkan karakter dari Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, Daisy Duck, Goofy, dan Pluto. Selain karakter individu, ada juga beberapa kaus dengan desain yang menampilkan seluruh karakter.

Disney menghitung waktu peluncuran kaus retro baru bertepatan dengan peringan 50 tahun Hari Bumi pada April 2020 lalu atau sebelum penutupan taman Disney karena pandemi virus corona.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik/feed/ 0
Jubah Biksu dari Daur Ulang Botol Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/jubah-biksu-dari-daur-ulang-botol-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jubah-biksu-dari-daur-ulang-botol-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/jubah-biksu-dari-daur-ulang-botol-plastik/#respond Fri, 20 Mar 2020 04:22:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=26516 Seorang biksu Buddha bernama Phra Maha Pranom Dhammalangkaro berinisiatif mendaur ulang botol plastik dan mengubahnya menjadi jubah biksu.]]>

Thailand menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang juga tengah melawan sampah plastik. Beberapa penduduk di Negeri Gajah Putih ini melakukan berbagai cara untuk memulihkan negaranya agar terbebas dari masalah sampah.

Seorang biksu Buddha bernama Phra Maha Pranom Dhammalangkaro berinisiatif mendaur ulang botol plastik dan mengubahnya menjadi jubah biksu. Phra adalah wakil kepala di Vihara Wat Chak Daeng, Thailand. Penduduk setempat mengumpulkan sampah botol untuk disumbangkan ke vihara ini. Botol plastik tersebut kemudian diubah menjadi kain sintetis berkualitas tinggi berwarna saffron sebagai material untuk membuat jubah baru.

Jubah ini merupakan nano-jubah yang menggunakan plastik olahan berkualitas tinggi. Plastik yang didaur ulang kembali tersebut dicampur serat kapas dan nanopartikel seng oksida untuk membuat serat sintetis atau nanofabrik. Salah satu kendala dalam prosesnya ialah mendinginkan plastik.

Baca juga: Ecoalf Hadirkan Sepatu dari Botol Plastik Daur Ulang

Thailand adalah produsen utama limbah plastik. Karena sebagian besar sampah dibiarkan tidak terkumpul atau tidak didaur ulang bahkan juga keduanya. Sampah lokal yang berasal dari kantong plastik menyumbang total 13 persen dari limbah. Melansir straittimes.com, sampah sedotan berjumlah 10 persen dan wadah makanan sebesar 8 persen.

Para bhikkhu telah memusnahkan limbah plastik selama dua tahun. Tujuannya untuk mengurangi laju limbah plastik yang memasuki Sungai Chao Phraya dan mengalir ke selatan Teluk Thailand di Samudera Pasifik Barat. Sejak diluncurkan tahun lalu, program daur ulang ini telah membantu mengurangi 40 ton sampah plastik.

Jubah dari Botol Plastik

Ilustrasi jubah dari hasil daur ulang botol plastik. Foto: www.greeners.co

Menurut Phra kesuksesan program dapat tercapai jika semua sektor turut berpartisipasi. Ia menilai upaya belum dikatakan berhasil jika hanya dilakukan sebagian kecil kelompok.

“Saya mendorong semua pihak untuk mengambil langkah lebih jauh bersama dengan kami. Saya sedang mempraktikkan ajaran Buddha yang juga sejalan dengan penyelesaian krisis lingkungan global,” ucap Phra dikutip dari dalam straitstimes.com.

Baca juga: 1,5 Juta Botol Plastik Membentuk Bangunan Tahan Gempa Ini

Tidak seperti kebanyakan kuil untuk tempat bersedekah makanan dan pakaian kepada biksu, para penderma ini menyumbang kantong plastik dan botol plastik. Sebagai gantinya para pemberi sedekah menerima berkat dari Phra. “Menyumbangkan satu kilogram botol plastik dapat membantu membuat satu set lengkap jubah biarawan yang memiliki nilai tinggi dari segi uang dan manfaat,” ujarnya.

Vihara Wat Chak Daeng telah menghasilkan setidaknya 800 set jubah dan masih dalam tahap produksi. Setiap set dijual dengan harga antara 2.000 baht ($ 89) dan 5.000 baht ($ 222) untuk mendanai proyek dan membayar relawan pemilah sampah. Umumnya mereka terdiri dari ibu rumah tangga lokal, pensiunan, dan penyandang cacat.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/jubah-biksu-dari-daur-ulang-botol-plastik/feed/ 0
I Am a Plastic Bag, Tas Daur Ulang dari Botol Plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/i-am-a-plastic-bag-tas-daur-ulang-dari-botol-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=i-am-a-plastic-bag-tas-daur-ulang-dari-botol-plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/i-am-a-plastic-bag-tas-daur-ulang-dari-botol-plastik/#respond Wed, 11 Mar 2020 02:44:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26395 “I Am a Plastic Bag” merupakan koleksi terbaru Hindmarch. Bahan tas berasal dari benang yang terbuat dari botol plastik dan menggunakan keahlian modern.]]>

Pengolahan kembali atau daur ulang limbah memang sudah cukup sering digerakkan. Sedikit berbeda dari yang lainnya, kali ini seorang perancang aksesoris mode asal Inggris membuat terobosan baru dengan mengatakan slogan “say NO to plastic” yang disertai dengan peluncuran mode terbarunya.

Dilansir dari theguardian.com, Anya Hindmarch, perancang aksesoris mode, menghabiskan waktu lebih dari dua tahun untuk mengembangkan mode bertema “I Am a Plastic Bag”. Setelah satu dekade lalu ia meluncurkan koleksi bertema “I Am Not a Plastic”.

I Am a Plastic Bag” merupakan koleksi terbaru dari Hindmarch yang menggunakan kain tenun sebagai bahan utama. Kain tersebut digunakan untuk membuat tas ramah lingkungan. Bahannya berasal dari benang yang terbuat dari botol plastik dan menggunakan keahlian modern.

I Am a Plastic Bag

I Am a Plastic Bag. Foto: www.anyahindmarch.com

Proses Produksi

Pertama, botol-botol plastik akan disortir, diparut, dicuci, dan diubah menjadi butiran berbentuk pelet. Pelet ini lalu dilebur menjadi serat yang kemudian dipintal dan ditenun untuk membuat kain.

Untuk menciptakan hasil akhir yang tahan terhadap cuaca, Hindmarch melapisi kain dalam dengan daur ulang PVB. PVB merupakan produk yang diekstraksi dari kaca depan mobil.

Awalnya, perusahaan mempertimbangkan untuk menggunakan kulit vegan atau daur ulang. Setelah melakukan penelitian dan mendapat saran, Hindmarch menyimpulkan bahwa kulit adalah bahan terbaik karena alternatif yang ditemukan mengandung poliuretan tingkat tinggi.

Baca juga: Kolaborasi Bottle Source, Lahirkan Pakaian dari Sampah Botol Plastik

Perancang mode ini mengakui bahwa prosesnya sangat rumit, namun tetap masuk akal. Ia juga menyadari dirinya bukanlah seorang ilmuan, juga bukan pejuang lingkungan. Namun, baginya ini bukan tentang menciptakan hal-hal baru dari apa yang sudah ada. Karena itu merupakan pemborosan energi dan sumber daya yang tidak baik untuk bumi.

Mode “I Am a Plastic Bag” yang pertama terdiri dari dua warna, yaitu putih dan dua warna abu-abu. Coraknya berbentuk logo huruf yang diulang pada kubus dan berpola geometris. Selanjutnya, Hindmarch juga akan merilis warna-warna lain.

Tas yang diluncurkan ini tidak akan tampil dalam pagelaran ternama di London saja. Hindmarch mengatakan seluruh toko miliknya akan ditutup dengan jendela berisi 90.000 botol plastik. Jumlah ini setara dengan total botol plastik yang dibeli secara global tiap enam detik.

Penulis: Krisda Tiofani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/i-am-a-plastic-bag-tas-daur-ulang-dari-botol-plastik/feed/ 0
Alumunium vs Plastik, Siapa yang Lebih Baik? https://www.greeners.co/ide-inovasi/alumunium-vs-plastik-siapa-yang-lebih-baik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alumunium-vs-plastik-siapa-yang-lebih-baik https://www.greeners.co/ide-inovasi/alumunium-vs-plastik-siapa-yang-lebih-baik/#respond Fri, 06 Mar 2020 07:44:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=26391 Botol plastik terbuat dari minyak bumi atau minyak mentah. Sementara kaleng alumunium tiga kali lebih mampu didaur ulang daripada plastik.]]>

Pernahkah merasa bersalah setelah membeli makanan atau minuman yang menggunakan kemasan plastik? Atau merasa bingung karena dihadapkan pilihan antara kemasan plastik atau kaleng alumunium?

Dilansir dari inhabitat.com, Badan Perlindungan Lingkungan memperkirakan saat ini 80 persen puing-puing di lautan berasal dari sampah daratan yang tidak didaur ulang. Lebih dari 90 persen plastik yang ditemukan di laut terdiri dari mikroplastik. Sampah tersebut dicerna oleh hewan-hewan laut yang dapat membunuh mereka. Bahkan yang lebih berbahaya adalah jika hewan laut yang tercemar mikroplastik tersebut dikonsumsi oleh manusia.

Botol Plastik

Botol Plastik. Foto: shutterstock.com

Botol Plastik

Pada 2018 National Geographic Society menemukan 91 persen dari plastik di dunia tidak didaur ulang. Statistik ini menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Botol plastik terbuat dari minyak bumi atau minyak mentah. Pengeboran minyak yang dikenal dengan fracking, menghasilkan limbah dan melepaskan metana ke atmosfer. Limbah berupa tumpahan minyak tersebut menjadi malapetaka bagi lingkungan. Di tahun yang sama, tingkat daur ulang untuk botol plastik hanya sekitar 29 persen.

Alumunium

Alumunium. Foto: shutterstock.com

Alumunium

Penggunaan kaleng alumunium pertama kali diperkenalkan pada 1959 oleh Coors. Kaleng alumunium dapat didaur ulang menjadi lebih banyak produk yang sama dalam proses daur ulang Closed Loop. Di 2018 tingkat daur ulang kaleng alumunium sebanyak 49 persen.

IFC International, sebuah perusahaan konsultan dan teknologi manajemen global, mengutip sebuah studi pada 2016. Riset tersebut mencatat bahwa emisi gas rumah kaca terkait dengan transportasi umum dan pendinginan alumunium sebanyak 7 sampai 21 persen. Angka ini lebih rendah dari plastik dan 35 hingga 49 persennya lebih rendah dari kaca.

Tahun 2016 Badan Perlindungan Lingkungan memperkirakan bahwa kaleng alumunium tiga kali lebih mampu didaur ulang daripada plastik. Mereka juga memperhitungkan rata-rata kaleng alumunium mengandung 73 persen bahan yang dapat diproses kembali.

Meskipun daur ulang dinilai lebih mudah, terdapat proses pembuatan yang tidak boleh dilupakan. Produksi alumunium dari bauksit biasanya melibatkan pemindahan vegetasi dan batuan. Jenis penambangan ini tentu berdampak negatif bagi ekosistem, menyebabkan polusi air dan udara, serta mengakibatkan masalah kesehatan bagi manusia maupun satwa.

Kombinasi elektrolisis dan proses kimia untuk mengubah bauksit menjadi alumunium konvensional juga membutuhkan banyak panas dan energi. Namun, Asosiasi Alumunium memastikan konservasi lahan menjadi fokus penting dalam penambangan bauksit.

Pastikan selalu membawa botol minum yang dapat digunakan kembali agar tidak menjadi kontributor polusi plastik.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/alumunium-vs-plastik-siapa-yang-lebih-baik/feed/ 0
23 Titik Pengisian Ulang Air #OneLess London https://www.greeners.co/ide-inovasi/23-titik-pengisian-ulang-air-oneless-london/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=23-titik-pengisian-ulang-air-oneless-london https://www.greeners.co/ide-inovasi/23-titik-pengisian-ulang-air-oneless-london/#respond Mon, 30 Dec 2019 08:10:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=25177 Kampanye pengisian ulang air #OneLess adalah inisiatif yang dipimpin oleh Zoological Society of London untuk mengurangi konsumsi modal dari botol plastik.]]>

Pengisi ulang air di London telah mengeluarkan lebih dari 69.000 liter air dalam 12 bulan terakhir, yang setara dengan 138.000 botol air plastik 500ml sekali pakai. Seperti di stasiun Liverpool Street, hampir lebih kurang 30.000 liter air telah dikeluarkan, dan menghemat hampir 60.000 botol agar tidak terbuang begitu saja.

Pengisi ulang air ini dilakukan oleh kampanye #OneLess. Kampanye pengisi ulang air #OneLess adalah inisiatif yang dipimpin oleh Zoological Society of London untuk mengurangi konsumsi modal dari botol plastik sekali pakai. Air mancur OneLess baru di seluruh ibukota telah mengeluarkan lebih dari 249.495 liter air sejak pertama kali diperkenalkan pada Februari 2018, setara dengan penghematan 499.184 500 ml botol air plastik sekali pakai.

Penelitian yang dilakukan oleh kampanye #OneLess telah menganalisis berapa banyak air yang digunakan di 23 lokasi pengisian ulang air yang didirikan oleh Walikota London Sadiq Khan tahun lalu sebagai bagian dari London Drinking Fountain Fund. Didanai oleh London Drinking Fountain Fund, pengisi ulang air ini bertujuan untuk memberikan warga London akses ke air bersih, mengurangi ketergantungan kota pada botol-botol plastik. Inisiatif ini sendiripun telah berhasil memenangkan predikat “revolusi isi ulang”.

Fiona Llewellyn, manajer proyek kampanye #OneLess, mengatakan botol air plastik sekali pakai tidak diperlukan di kota seperti London. Dirancang untuk tahan terhadap suhu di luar ruangan dan segala cuaca, pengisi ulang air ini tersambung dengan pasokan air utama dan menampilkan desain “tetesan air” raksasa berwarna biru yang khas, sehingga lebih mudah dikenali.

Di masa depan akan lebih banyak lagi titik pengisian ulang air. Otoritas London Raya baru-baru ini mengeluarkan dana lampu hijau untuk empat pengisi ulang air atau dispenser air baru untuk di wilayah Midtown. Ditetapkan untuk instalasi di WC1, mereka akan dipasok dan dikelola oleh perusahaan penyuplai air minum publik Thames Water, untuk 25 tahun ke depan.

Di tempat lain di distrik ini, dewan Islington juga sedang mempertimbangkan rencana untuk memperkenalkan pengisian ulang air ke delapan lokasi di EC1. Jika diberi lampu hijau mereka akan didukung oleh sponsor Evening Standard, BEE Midtown.

Dari rencana tersebut, kepala eksekutif BEE Midtown Tass Mavrogordato mengatakan, Midtown semakin dikenal di London sebagai mercusuar keberlanjutan ibukota. Hal itu sebagian besar berkat semangat inovasi, kemitraan, dan kolaborasi antara sektor publik dan swasta yang ada di area yang ramai ini.

“Misalnya, banyak bar, restoran, toko, kantor, dan hotel lokal, kami mencari alternatif selain plastik. Kami sangat berterima kasih kepada dewan Islington dan Camden karena mendukung pengenalan pengisian ulang air kepada publik di lokasi-lokasi utama di seluruh Midtown.”

Ia pun menambahkan masih banyak jalan yang harus ditempuh untuk mengurangi ketergantungan dengan kemasan plastik. “Masih banyak jalan yang harus ditempuh sebelum kita bebas dari plastik, tetapi kita membuat kemajuan pesat dan optimis tentang masa depan.”

Diperkirakan di seluruh dunia, delapan juta ton plastik berakhir di lautan setiap tahun. Sadiq Khan telah berjanji untuk memasang 100 pengisi ulang air antara musim semi tahun ini dan akhir tahun 2020, dan akan mengumumkan lokasi untuk tahap berikutnya dalam waktu dekat.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/23-titik-pengisian-ulang-air-oneless-london/feed/ 0
The Black Hole, Seri Penyelamat Lingkungan dari Patagonia https://www.greeners.co/gaya-hidup/the-black-hole-seri-penyelamat-lingkungan-dari-patagonia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=the-black-hole-seri-penyelamat-lingkungan-dari-patagonia https://www.greeners.co/gaya-hidup/the-black-hole-seri-penyelamat-lingkungan-dari-patagonia/#respond Sat, 07 Dec 2019 05:10:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24895 Brand Patagonia meluncurkan produk seri Black Hole berupa tas yang terbuat dari botol plastik daur ulang.]]>

Brand Patagonia meluncurkan produk baru berupa tas yang terbuat dari botol plastik daur ulang. Di tahun 2019, produk tersebut membantu mengurangi 10 juta botol plastik dan mengubahnya menjadi kain daur ulang.

Dilansir dari inhabitat.com, tas bercorak vintage ini dapat dipakai sebagai backpack atau duffel bag. Bahannya terbuat dari 100 persen kain poliester dan anyaman nilon daur ulang yang terbuat dari 33 botol plastik. Kualitas produk Patagonia diklaim melalui proses pengauditan bahan dan metode pembuatan. Menurut mereka kriteria produk terbaik terletak pada fungsi, perbaikan, dan terutama daya tahan. Secara langsung produsen juga membatasi dampak ekologis dengan cara memproduksi barang yang dapat bertahan selama beberapa generasi atau dapat didaur ulang.

Seri The Black Hole Bags dari Patagonia memiliki 24 desain dan beragam warna sehingga cocok saat dipadukan dengan bermacam gaya. Tidak hanya memiliki tampilan yang trendi, ia juga tahan lama dan anti air. Melalui Ironclad guarantee, mereka membuat program yang menjamin pembeli agar dapat memperbaiki, mengganti, dan mengembalikan uang  jika produk dirasa kurang baik.

Baca juga: Selimut Serbaguna Ini Terbuat Dari 100% Plastik Daur Ulang

Variasi Tas Patagonia

Variasi Tas Patagonia. Via: patagonia.com

Melalui situs web patagonia.com, produsen menilai semua kehidupan di bumi berada di bawah ancaman kepunahan. Seraya berbisnis Patagonia melakukan aksi sosial dengan cara memberikan setidaknya satu persen keuntungan penjualan pada kelompok lingkungan akar rumput, mendanai para aktivis pelindung alam, hutan, dan keanekaragaman hayati.

Brand ini juga menggunakan program Worn Wear sehingga pelanggan dapat mengirim barang dan pakaian bekas mereka untuk kredit toko. Melalui proses ini, perusahaan dapat menemukan cara untuk mendaur ulang produknya alih-alih menghancurkannya.

Koleksi The Black Hole seri 25 liter, misalnya, terbuat dari bahan yang sama kuatnya dengan The Black Hole Duffel. Seri tersebut dilengkapi dengan fitur panel belakang air-mesh atau penyaring udara. Di dalamnya dilengkapi internal padded sleeve yang didesain untuk melindungi laptop atau menahan reservoir hidrasi. Terdapat juga bagian kantung kecil yang dilengkapi dengan gantungan kunci dan organizer untuk menyimpan barang-barang seperti ponsel atau dompet.

Penulis: Mega Anisa Suandi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/the-black-hole-seri-penyelamat-lingkungan-dari-patagonia/feed/ 0
Menukar Botol Plastik Dapat Menghemat Tarif Perjalanan di Roma https://www.greeners.co/ide-inovasi/menukar-botol-plastik-dapat-menghemat-tarif-perjalanan-di-roma/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menukar-botol-plastik-dapat-menghemat-tarif-perjalanan-di-roma https://www.greeners.co/ide-inovasi/menukar-botol-plastik-dapat-menghemat-tarif-perjalanan-di-roma/#respond Mon, 04 Nov 2019 23:15:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=24605 Para pengguna komuter di Roma dapat menghemat tarif perjalanan dengan menukar sampah botol plastik menjadi saldo yang bisa digunakan untuk tiket bus.]]>

Kabar baik datang dari Roma, Italia. Para pengguna transportasi metro atau komuter di Roma, dapat membayar transportasi umumnya dengan cara memberikan sampah botol kemasan plastik untuk didaur ulang. Inovasi ini dinamakan “Ricicli+Viaggi (Recycle + Travel)” atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai ‘daur ulang’ + ‘perjalanan’.

Dilansir pada laman lonelyplanet.com, bahwa Italia merupakan negara penghasil sampah paling banyak keempat di Eropa. Bahkan sampah yang dihasilkan pun dapat mengisi bangunan bersejarah Colosseum sebanyak 12 kali lipat, berdasarkan laporan Expert Market 2017.

Selain itu, dikutip pada laman weforum.org, dalam musim panas ini, Roma berada dalam status darurat sampah. Bahkan sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) utama dan dua pabrik pengolahan kota telah ditutup. Disebutkan juga bahwa tidak ada tempat untuk menaruh setengah dari sampah ibukota.  Lonjakan sampah ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya konsumsi warga akan air minum kemasan.

Menurut data statista.com, orang Italia minum lebih banyak air botol setiap tahun daripada negara Eropa lainnya, yaitu 188 liter per orang. Hal ini menjadikan daur ulang botol kosong menjadi masalah utama.

Mengurangi sampah botol plastik

Berangkat dari permasalahan tersebut, inovasi ini pun muncul sebagai bentuk upaya dalam mengurangi sampah botol plastik yang ada di Roma. Inisiatif ini diluncurkan oleh Walikota Roma, Virginia Raggi, bekerjasama dengan jaringan transportasi Atac, seperti dilansir pada laman weforum.org.

Para pengguna komuter di Roma dapat menghemat tarif perjalanan, karena sampah botol plastik yang dibawa dapat ditukar menjadi saldo untuk melanjutkan perjalanan berikutnya menggunakan komuter.  Selain menghemat biaya perjalanan, tentunya inovasi ini sebagai bentuk gaya hidup ramah lingkungan.

Menukar Botol Plastik Dapat Menghemat Tarif Perjalanan Metro di Roma

Suasana Stsiun Metro Roma. Foto : iStockphoto

Di stasiun tersebut, penumpang mendaur ulang botol plastik melalui mesin penjual otomatis. Penumpang yang telah mendaur ulang botol plastik akan mendapatkan saldo yang bisa digunakan sebagai tiket bus atau komuter untuk perjalanan selanjutnya.

Penumpang akan menerima saldo/kredit sebesar lima sen untuk setiap botol yang didaur ulang. Artinya jika mereka mendaur ulang sekitar 30 botol, maka penumpang tersebut akan menerima sebesar € 1,50 atau seharga tiket standar.

Di Roma, terdapat tiga stasiun yang memiliki mesin penjual otomatis (vending machines), yakni stasiun Cipro (di jalur A), Piramide (di jalur B), dan San Giovanni (di jalur C). Mesin-mesin ini pun dalam tahap percobaan selama kurun waktu 12 bulan. Sejak Juli 2019, 350.000 botol telah didaur ulang, memungkinkan inisiatif diperluas di stasiun lain hingga Juli 2020.

Ukuran botol plastik yang didaur ulang pun mulai dari 0,25 cl (centi liter) hingga 2 liter. Selagi botol-botol tersebut dimasukan ke dalam mesin penjual otomatis untuk dihancurkan dan dipilah, penumpang akan menerima saldo yang dapat ditebus melalui aplikasi myCicero dan Tabnet.

Di Indonesia sendiri, inovasi ini sudah diterapkan di Surabaya dengan dikenalkannya Bus Suroboyo yang beroperasi pada tahun 2018 lalu. Seperti halnya di Roma, penumpang Bus Suroboyo juga tidak dikenakan tarif, namun diharuskan membawa botol plastik sebagai alat pembayaran.

Meskipun skema daur ulang nampaknya belum cukup untuk membendung gelombang sampah di kota yang dijuluki Eternal City atau Kota Kekal, namun hal tersebut sudah mengarah ke langkah perubahan yang benar. Seperti yang diungkapkan oleh Virginia dikutip pada laman lonelyplanet.com, “Bahkan gerakan sekecil apapun menjadi penting.”

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menukar-botol-plastik-dapat-menghemat-tarif-perjalanan-di-roma/feed/ 0
Magnet Kecil Yang Dapat Mengurai Mikroplastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/magnet-kecil-yang-dapat-mengurai-mikroplastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=magnet-kecil-yang-dapat-mengurai-mikroplastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/magnet-kecil-yang-dapat-mengurai-mikroplastik/#respond Mon, 02 Sep 2019 03:13:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=24084 Mikroplastik, serpihan kecil plastik yang ukurannya lebih kecil dari 5 mm keberadaannya saat ini sudah tersebar di mana-mana sehingga bisa ditemukan di lautan, salju Kutub Utara, bagian terdalam samudera, bahkan […]]]>

Mikroplastik, serpihan kecil plastik yang ukurannya lebih kecil dari 5 mm keberadaannya saat ini sudah tersebar di mana-mana sehingga bisa ditemukan di lautan, salju Kutub Utara, bagian terdalam samudera, bahkan di dalam air minum kita. Selain membutuhkan waktu yang lama untuk terurai, saat mikroplastik rusak, ukurannya yang mungil membuatnya semakin sulit untuk dikeluarkan dari air. Akan tetapi peneliti teknik kimia di University of Adelaide di Australia sedang menguji metode baru yang dapat mengurai mikroplastik secara aman dengan menggunakan magnet kecil berbentuk pegas.

Dilansir dari Fast Company, menurut Xiaoguang Duan, salah satu peneliti University of Adelaide sekaligus penulis makalah di jurnal Matter mengatakan bahwa teknologi yang berupa tabung magnet kecil “nano-coils/nanotube” ciptaannya ini dapat menguraikan plastik sepenuhnya menjadi karbon dioksida dan air.

Teknologi ini menggunakan nanotube karbon yang dilapisi dengan nitrogen dan logam magnetik yang disebut mangan. Kedua senyawa kimia ini berinteraksi dengan kumparan nano untuk menciptakan molekul oksigen yang sangat reaktif yang disebut radikal bebas yang berfungsi untuk menyerang mikroplastik.

Mengurai Mikroplastik

Logam dibangun ke dalam tabung memungkinkannya untuk menggunakan magnet kecil yang dapat menghapus nanotube dari air ketika proses mengurai mikroplastik selesai dan untuk digunakan kembali nanti. Di laboratorium, para peneliti menguji teknologi ini pada manik-manik mikroplastik yang digunakan dalam pasta gigi, scrub wajah, micro beads dan beberapa produk lainnya.

Selama delapan jam, sampel air yang terkontaminasi dengan polutan mikroplastik sebagian besar atau sekitar 30 persen hingga 50 persen mikroplastik telah berhasil diubah menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Nanotube yang dirancang dalam bentuk spiral ini membuatnya tetap stabil selama proses pemecahan mikroplastik.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti juga menguji apakah proses tersebut menciptakan bahan beracun. “Ternyata produk degradasi mikroplastik benar-benar tidak berbahaya, dan mereka juga dapat digunakan sebagai sumber karbon untuk pertumbuhan alga,” kata Duan.

Duan menambahkan bahwa mikroplastik sepenuhnya ditransformasikan menjadi karbon dioksida atau zat tidak berbahaya lainnya dan mereka tidak akan menyebabkan efek buruk atau toksik bagi mikroorganisme, ikan atau hewan lain di dalam air.

Ilustrasi Penelitian Magnet Kecil Yang Dapat Mengurai sampah Mikroplastik.

Ilustrasi Penelitian Magnet Kecil Yang Dapat Mengurai sampah Mikroplastik. Foto : Istimewa

Pengujian Laboratorium

Namun sayangnya, teknologi magnetik ini masih pada tahap pembuktian konsep di laboratorium, dan sejauh ini para ilmuwan hanya membuktikan bahwa ia bekerja pada manik-manik mikroplastik, bukan bentuk mikroplastik lain, seperti pecahan botol air plastik.

Tetapi menurut para peneliti ada tanda-tanda awal bahwa teknologi ini akan bekerja lebih luas. “Kami sudah melakukan beberapa percobaan pendahuluan, dan kami menemukan bahwa teknologinya masih berfungsi untuk jenis mikroplastik lainnya,” tegas Duan.

Tim peneliti rencananya akan terus meningkatkan efisiensi teknologi dan menguji toksisitasnya sehingga nantinya dapat digunakan di pabrik pengolahan air limbah. Selain itu, pengujian lebih lanjut diperlukan sebelum teknologi ini bisa siap digunakan dalam jangka panjang.

Kecil kemungkinan, teknologi ini akan digunakan secara langsung di lautan meskipun secara teori memungkinkan jika dilihat dari skala masalahnya atau setidaknya dapat mencegah beberapa mikroplastik mencapai saluran air sebelum mencapai lautan.

Duan mengatakan kepada Business Insider bahwa meskipun teknik ini masih dalam masa pertumbuhan, teknologi ini “memberikan solusi yang mungkin untuk mengatasi masalah global.”

Penulis: Diki Suherlan

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/magnet-kecil-yang-dapat-mengurai-mikroplastik/feed/ 0
Selimut Serbaguna Ini Terbuat dari 100% Plastik Daur Ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/selimut-serbaguna-dari-plastik-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selimut-serbaguna-dari-plastik-daur-ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/selimut-serbaguna-dari-plastik-daur-ulang/#respond Tue, 27 Aug 2019 00:30:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=24035 Sebuah kabar baik datang bagi para pecinta kegiatan outdoor. Pasalnya, sebuah perusahaan perlengkapan tidur yang bernama Rumpl telah menciptakan NanoLoft Puffy, selimut unik dan ramah lingkungan yang bahannya terbuat dari […]]]>

Sebuah kabar baik datang bagi para pecinta kegiatan outdoor. Pasalnya, sebuah perusahaan perlengkapan tidur yang bernama Rumpl telah menciptakan NanoLoft Puffy, selimut unik dan ramah lingkungan yang bahannya terbuat dari plastik hasil daur ulang.

Dilansir dari Treehugger, Rumpl didirikan sejak 2014 di San Fransisco, California, Amerika Serikat oleh Wylie Robinson. Melalui Rumpl, Robinson telah menciptakan selimut ramah lingkungan berkualitas premium yang modern, nyaman, bisa digunakan dimana saja dan tahan cuaca ekstrim.

Selain bisa digunakan sebagai selimut, NanoLoft Puffy juga bisa digunakan sebagai sleeping bag. Selimut serbaguna ini dapat memberikan kenyamanan seperti tidur di rumah bagi penggunanya. Karena tahan berbagai cuaca, selimut NanoLoft Puffy cocok digunakan untuk menemani kegiatan outdoor seperti camping, mendaki gunung dll.

Menurut situs web Rumpl, sejak pertama kali dibuat pada tahun 2014, selimut Puffy telah mendapatkan beberapa pembaruan. Versi terbaru dari selimut Puffy diberi nama NanoLoft ini sekarang lebih ramah lingkungan dan 100% terbuat dari plastik daur ulang.

Selimut Serbaguna Ini Terbuat dari 100% Plastik Daur Ulang. Foto : rumpl.com

Adapun transisi penggunaan bahan tersebut merupakan langkah Rumpl untuk menghilangkan penggunaan plastik dalam rantai pasokan produk buatannya. Dalam sebuah siaran pers, Rumpl menjelaskan bahwa setiap selimut Puffy setidaknya terdiri dari 60 botol plastik bekas yang telah dirubah menjadi benang poliester.

Rumpl mengatakan bahwa perusahaannya akan mendaur ulang tiga juta botol plastik bekas pada akhir 2019. Robinson, selaku CEO Rumpl mengatakan bahwa perusahaannya telah banyak berinvestasi dalam mencari solusi yang lebih ramah lingkungan dan berencana untuk melanjutkan transisi produk lainnya menjadi bahan daur ulang sepanjang tahun 2020.

“Jika kita dapat mengubah produk limbah menjadi sesuatu yang sudah dibeli orang dalam jumlah yang besar, itu sekaligus mengurangi permintaan untuk produk baru, itu akan, paling tidak, memberi kita waktu dalam menentukan pilihan yang lebih baik untuk mencuci produk tersebut agar aman ketika digunakan, di akhir siklus produknya ketika dibuang dapat didaur ulang dan dijadikan inovasi dalam mencari bahan berkelanjutan yang memiliki cara kerja yang mirip dengan bahan sintetis.” ujar Robinson.

Saat ini selimut NanoLoft Puffy dapat dibeli secara online melalui situs resmi Rumpl yaitu www.rumpl.com. Rumpl menyediakan selimut Puffy dengan berbagai warna dan motif yang cukup menarik. Untuk selimut yang memiliki motif Rumpl menjualnya seharga $149 per unitnya. Sedangkan untuk selimut tanpa motif Rumpl menawarkan harga yang lebih murah yakni $99 per unitnya.

Penulis: Diki Suherlan

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/selimut-serbaguna-dari-plastik-daur-ulang/feed/ 0
Coca-Cola Ciptakan Botol Plastik dengan Campuran Bahan Nabati https://www.greeners.co/ide-inovasi/coca-cola-ciptakan-botol-plastik-campuran-bahan-nabati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=coca-cola-ciptakan-botol-plastik-campuran-bahan-nabati https://www.greeners.co/ide-inovasi/coca-cola-ciptakan-botol-plastik-campuran-bahan-nabati/#respond Sat, 08 Jul 2017 05:02:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=17597 Coca-Cola Company berupaya menjadi salah satu brand yang turut berpartisipasi dalam menciptakan kemasan yang eco-friendly. Mereka telah menciptakan inovasi bernama PlantBottle.]]>

(Greeners) – Coca-Cola Company berupaya menjadi salah satu brand yang turut berpartisipasi dalam menciptakan kemasan yang eco-friendly. Raksasa produsen minuman berkarbonasi internasional tersebut telah menciptakan inovasi bernama PlantBottle.

PlantBottle merupakan botol PET (polyethylene terephthalate) pertama yang terbuat dari campuran bahan nabati dengan minyak bumi dan dapat didaur ulang. Meskipun masih menggunakan minyak bumi sebagai bahan baku, PlantBottle terbukti mampu mengurangi jumlah penggunaan minyak bumi dalam pembuatan botol plastik. Selain itu, PlantBottle juga dapat mengurangi jumlah pengeluaran emisi karbondioksida sebanyak 365.000 metrik ton per tahun.

“PlantBottle adalah botol PET yang dibuat dengan menggunakan campuran ampas tanaman sebagai salah satu bahan baku. Adanya PlantBottle telah berhasil mengurangi penggunaan minyak bumi hingga sebesar 743.000 barrel,” ujar Triyono Prijosoesilo, Public Affairs & Communications Director Coca-Cola Indonesia, di Jakarta (13/06).

coca-cola

Ilustrasi: coca-colacompany.com

Inovasi PlantBottle sendiri mulai diperkenalkan oleh Coca-Cola Company pada tahun 2009. Meskipun terlihat sama seperti botol PET pada umumnya, PlantBottle sebenarnya terbuat dari 30 persen ampas tanaman tebu dan 70 persen minyak bumi. Coca-Cola Company mendapatkan ampas tebu tersebut dari limbah sisa-sisa produksi.

“Botol PET tradisional (yang sepenuhnya terbuat dari minyak bumi) terdiri dari dua komponen, yaitu MEG (monoethylene glycol) dan PTA (purified terephthalic acid). Komponen MEG sendiri memiliki berat sekitar 30 persen dari keseluruhan berat botol. Untuk PlantBottle, kami berusaha untuk membuat komponen MEG yang terbuat dari bahan nabati (bio-MEG) untuk mengurangi penggunaan minyak bumi,” tulis Coca-Cola Company dalam situs resmi mereka.

“Saat ini, bahan nabati yang kami gunakan untuk dijadikan bio-MEG adalah ampas tanaman tebu. Kedepannya, kami akan menggunakan bahan nabati lain seperti limbah kulit buah-buahan, kulit kayu, dan tongkol jagung,” tambah Coca-Cola Company dalam situsnya.

coca-cola

Infografis: coca-colacompany.com

Sama seperti botol PET tradisional, PlantBottle juga dapat didaur ulang untuk dijadikan botol kembali ataupun dijadikan produk lain. Tidak seperti plastik biodegradable lainnya, Coca-Cola Company menyatakan bahwa PlantBottle dapat didaur ulang hingga berkali-kali dan kualitasnya akan tetap terjaga. Penggunaan ampas tebu sebagai salah satu komponen dalam pembuatan PlantBottle tidak memberikan pengaruh tertentu terhadap kualitas produk yang dikemas. Produk yang dikemas dengan PlantBottle kualitasnya akan tetap terjaga dengan baik.

Dari segi penampilan, PetBottle sekilas nampak sama saja seperti tampilan botol PET biasa. Untuk membedakannya, terdapat logo resmi PlantBottle pada kemasan tersebut. Selain itu, produk yang dijual dengan PlantBottle memiliki harga yang berbeda dari produk yang lainnya. Rumitnya proses pembuatan botol ini menjadikan produk yang dijual dengan kemasan PlantBottle memiliki harga yang lebih tinggi. Meski demikian, biaya tambahan tersebut akan digunakan oleh Coca-Cola Company sebagai investasi untuk melindungi lingkungan di masa depan.

Hingga saat ini, teknologi PlantBottle telah diaplikasikan di 44 negara dan sebanyak 43 miliar kemasan PlantBottle telah diproduksi oleh Coca-Cola Company. Pada tahun 2020, Coca-Cola Company memiliki misi untuk menggunakan PlantBottle pada seluruh produk mereka.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/coca-cola-ciptakan-botol-plastik-campuran-bahan-nabati/feed/ 0
Coca-Cola Gunakan Teknologi ASSP untuk Kurangi Penggunaan Plastik https://www.greeners.co/aksi/coca-cola-gunakan-teknologi-assp-kurangi-penggunaan-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=coca-cola-gunakan-teknologi-assp-kurangi-penggunaan-plastik https://www.greeners.co/aksi/coca-cola-gunakan-teknologi-assp-kurangi-penggunaan-plastik/#respond Wed, 14 Jun 2017 08:37:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=17345 Coca-Cola memperkenalkan teknologi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) di Indonesia yang memungkinkan Coca-Cola mengurangi penggunaan plastik hingga lebih dari 40 persen.]]>

Jakarta (Greeners) – Raksasa produsen minuman berkarbonasi internasional, Coca-Cola, baru-baru ini memperkenalkan teknologi terbaru mereka yang bernama Affordable Small Sparkling Package (ASSP) di Indonesia. ASSP merupakan suatu teknologi dalam pengemasan produk yang memungkinkan Coca-Cola untuk memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dan lebih ringan. Dengan adanya teknologi ini, Coca-Cola mampu mengurangi penggunaan plastik hingga lebih dari 40 persen per tahun di Indonesia.

“Kami secara aktif bekerja di seluruh bagian sistem Coca-Cola untuk menciptakan solusi yang bertujuan untuk mencegah pembuatan limbah yang berlebih, yang disebabkan oleh kemasan produk kami,” ujar Triyono Prijosoesilo, Public Affairs & Communication Director dari Coca-Cola Indonesia, di Jakarta, Selasa (13/06).

“Bagi kami, pencegahan limbah bukan sekadar mengurangi bahan-bahan kemasan. Kami juga ingin fokus bagaimana mengoptimalkan efisiensi kemasan, meningkatkan penggunaan bahan-bahan terkini, mengumpulkan kembali kemasan untuk digunakan kembali, dan meningkatkan penggunaan bahan daur ulang,” Triyono menambahkan.

teknologi assp

Foto: dok. Coca-Cola

Coca-Cola merupakan perusahaan pertama yang menerapkan teknologi ASSP dalam pembuatan botol plastik, dan Indonesia merupakan negara kedua setelah India yang menerapkan teknologi ini. Botol yang diproses dengan teknologi ASSP dibuat dengan mengggunakan plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang sudah di daur ulang. Setelahnya, botol akan dilapisi dengan lapisan kaca yang sangat tipis. Dengan teknologi ASSP, produk minuman soda yang terdapat di dalam botol dapat terjamin kualitasnya.

“Karena botol dilapisi oleh lapisan kaca yang sangat tipis, kualitas minuman soda dapat terjaga dengan baik karena pergerakan karbondioksida akan berkurang hingga tujuh kali lipat,” papar Stewart Edmed, Techincal Director Coca-Cola Indonesia di Jakarta, Selasa (13/06).

Dengan menggunakan teknologi ASSP, Coca-Cola telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan bahan plastik dalam proses pembuatan botol. Teknologi ASSP mampu mengurangi berat botol hingga sebesar 43 persen, yakni dari 20 gram menjadi 9,6 gram saja.

Ini berarti Coca-Cola telah menghemat penggunaan plastik PET sekitar 1.000 hingga 2.000 ton per tahunnya. Stewart menyatakan menerapkan teknologi ASSP merupakan salah satu cara bagi Coca-Cola untuk berkontribusi kepada tantangan pengelolaan limbah plastik tanpa mengorbankan integritas dan keamanan produk.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ir. Gabriel Soedarmini Boedi Andari, M.Eng, dosen dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali sampah plastik. Ia mengatakan bahwa berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 14 persen sampah di Indonesia merupakan sampah plastik.

“Jadi apa yang dilakukan Coca-Cola dengan teknologi ASSP merupakan suatu langkah yang amat positif dan sangat bertanggungjawab dari satu industri untuk menangani limbah,” ujar Gabriel.

Selain itu, Coca-Cola Indonesia juga berusaha untuk mengurangi sampah plastik dengan cara mendaur ulang sampah botol plastik. Triyono menambahkan bahwa Coca-Cola Indonesia mengolah kembali sampah botol plastik untuk dijadikan kaus, jaket, dan barang-barang merchandise lainnya.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/coca-cola-gunakan-teknologi-assp-kurangi-penggunaan-plastik/feed/ 0
Cincin Cahaya Mengapung di Trafalgar Square https://www.greeners.co/ide-inovasi/cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square https://www.greeners.co/ide-inovasi/cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square/#respond Fri, 18 Mar 2016 07:14:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=13217 Tampak cincin cahaya melingkari kolam air mancur di Trafalgar Square di London terlihat sangat indah. Jika mengamatinya lebih dekat maka akan terlihat bahwa cahaya berpendar dari cincin tersebut berasal dari ribuan plastik botol bekas.]]>

Pemandangan sebuah kolam air mancur di Trafalgar Square di London terlihat sangat indah. Tampak cincin cahaya yang menawan melingkari air mancur tersebut. Orang-orang terkecoh. Rupanya cincin berpendar itu bukanlah terbuat dari material emas atau zat lainnya yang kita kira. Jika mengamatinya lebih dekat maka akan terlihat bahwa cahaya berpendar dari cincin tersebut berasal dari ribuan plastik botol bekas.

Air mancur bercincin tersebut merupakan bagian dari Festival Cahaya Lumiere London 2016. Penciptanya adalah Luzinterruptus. Ia memenuhi air mancur tersebut dengan 13.000 botol plastik bekas dengan maksud meningkatkan kesadaran manusia tentang isu global mengenai sampah plastik.

"Pulau Plastik" yang mengapung di kolam air mancur Trafalgar Square tersusun dari 13.000 botol plastik bekas. Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

“Pulau Plastik” yang mengapung di kolam air mancur Trafalgar Square tersusun dari 13.000 botol plastik bekas. Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

“Pulau Plastik” yang mengeluarkan cahaya di Trafalgar Square tersebut menyatukan ribuan botol plastik dalam bentuk donat dan memakai sistem pencahayaan sendiri sehingga saat menyala seperti satu kesatuan cahaya yang utuh. Karya instalasi ini terdiri dari dua cincin. Cincin pertama diisi oleh 13.000 botol plastik bekas yang diambil dari tong sampah, dibersihkan dengan susah payah dan diberi tutup botol sebelum dipakai.

Luzinterruptus pada awalnya bermaksud untuk mengumpulkan botol plastik bekas dari pengunjung untuk digunakan di cincin yang kedua, namun ternyata mereka tidak bisa mendapatkan cukup banyak tutup botol jadi mereka memilih untuk meninggalkan struktur yang kedua tercahayai tanpa memakai botol plastik.

Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

Foto: Lola Martinez/Inhabitat.com

Selama empat malam di bulan Januari 2016, beberapa titik di London bertabur cahaya dengan seni instalasi yang indah sebagai bagian dari festival cahaya tersebut. Karya Luzinterruptus di Trafalgar Square terlahir berkat inspirasi dari karya mereka sebelumnya: Plastic Island atau Pulau Plastik.

Karya tersebut merupakan instalasi mengapung yang terbuat dari botol plastik yang menyimbolkan benua ke enam yang terbuat dari sampah dan mulai mengambil tempat di Samudera Pasifik. Instalasi ini dipajang pada tanggal 14 Januari sampai 17 Januari 2016 dan setelah selesai, botol-botol plastiknya diserahkan ke tempat daur ulang sampah.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/cincin-cahaya-mengapung-di-trafalgar-square/feed/ 0
Bikini Handmade Ramah Lingkungan Koleksi Priscilla Lynch https://www.greeners.co/gaya-hidup/bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch https://www.greeners.co/gaya-hidup/bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch/#respond Thu, 12 Nov 2015 10:18:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11874 Suatu yang baru kembali hadir ke industri fesyen baju renang. Kali ini giliran desainer Priscilla Lynch Hugo yang meluncurkan koleksi bikini bertajuk ‘Into the Water‘ pada Oktober 2015 lalu. Untuk […]]]>

Suatu yang baru kembali hadir ke industri fesyen baju renang. Kali ini giliran desainer Priscilla Lynch Hugo yang meluncurkan koleksi bikini bertajuk ‘Into the Water‘ pada Oktober 2015 lalu. Untuk koleksinya kali ini, Lynch menciptakan enam bikini yang terbuat dari material ramah lingkungan.

Lynch menggunakan kain berbahan dasar botol air plastik daur ulang untuk pembuatan bikini yang dibuat handmade ini. Bikini ini menjadi eksklusif karena koleksi ini dibuat dengan jumlah terbatas dan ditawarkan melalui website resminya. Desain yang ditampilkan pun terlihat elegan dan terinspirasi dari para wanita yang modern, klasik dan berseni.

“Saya suka cara saya menggambarkan bagaimana para perempuan itu hidup dan saya tahu saya menginginkannya dengan cara demikian,” ujar Lynch seperti dilansir situs Observer.com.

Bikin dalam koleksi "Into the Water" ini diluncurkan dalam 6 item. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Bikin dalam koleksi “Into the Water” ini diluncurkan dalam 6 item. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Lynch menciptakan enam macam bikini untuk koleksinya ini. Keenamnya adalah La Maja, Olympia, Sheba, The Picnic, Madam X dan Leda. Keenamnya memiliki desain yang berbeda dan unik. La Maja didesain menjadi bikini silhouette dan dilengkapi dengan removable cup yang dapat digunakan sesuai keinginan dan kebutuhan. Olympia pun tak kalah menarik. Bagian atas bikini dibuat lebih tertutup dengan aksen menyilang di bagian depan.

Untuk The Picnic dan Sheba dibuat dengan motif renda yang cantik dengan tali mengikat bagian atas bikini, sedangkan untuk Anda yang tidak percaya diri dengan bentuk pundak, bisa mencoba Madam X yang dapat menyamarkan kekurangan pada pundak Anda lewat desain atasan bikini yang memiliki tali lebar dan lurus. Last but not least, Leda yang mampu membuat Anda tampil lebih seksi dengan maksimal lewat aksen tali melintang dibagian depan.

Bikini handmade ramah lingkungan karya Priscilla Lynch Hugo. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Bikini handmade ramah lingkungan karya Priscilla Lynch Hugo. Foto: Priscilla Lynch/observer.com

Keenam bikini tersebut dibanderol dengan harga 200 hingga 300 dollar Amerika atau setara dengan kisaran 2,7 jutaan per bikini. Harga yang cukup mahal namun sepadan dengan desain elegan dan upayanya untuk mengurangi sampah plastik.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bikini-handmade-ramah-lingkungan-koleksi-priscilla-lynch/feed/ 0