Botol - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/botol/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 22 Jul 2020 02:29:10 +0000 id hourly 1 Botol Hand Sanitizer Isi Ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-hand-sanitizer-isi-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=botol-hand-sanitizer-isi-ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-hand-sanitizer-isi-ulang/#respond Tue, 21 Jul 2020 23:58:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=27948 Setiap botol semprot terbuat dari plastik daur ulang 100 persen dengan sumber bahan-bahan manufaktur sehingga membuat limbah berkurang.]]>

Saat pandemi COVID-19 setiap orang menjadi lebih peduli akan kebersihan. Menjaga kebersihan tangan merupakan bagian penting saat ini sehingga permintaan hand sanitizer meningkat tajam.

Biasanya penggunaan dalam botol kecil lebih diminati karena mudah untuk dibawa. Namun, di balik itu terdapat dampak bagi lingkungan karena botol plastik yang mewadahinya. Tentunya kesehatan diri dan lingkungan harus dijaga dengan seimbang.

Baca juga: Potensi Serbuk Kayu Merbau dan Matoa sebagai Bahan Baterai

Sebuah produk inovasi Sanikid memberikan solusi berkelanjutan untuk pembersih tangan portable yang mudah diisi ulang. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan limbah dan tidak menghasilkan sampah bagi lingkungan. Dengan ini setiap individu tetap dapat menjaga kebersihan diri dan turut melestarikan lingkungan.

Ide yang diberikan untuk mengatasi polusi dan sampah plastik cukup sederhana. Saat hand sanitizer habis, tiap orang cukup mengisi ulang botol tanpa harus membuang atau membeli produk baru. Setiap botol semprot terbuat dari plastik daur ulang 100 persen dengan sumber bahan-bahan manufaktur sehingga membuat limbah berkurang. Selain itu, wadah isi ulangnya juga terbuat dari alumunium.

Hand Sanitizer

Pendiri Sanikid, Miles Pepper mengatakan bahwa perusahaan mengembangkan inovasi ini karena tidak dapat memilih antara menjaga kebersihan tangan dan laut.

Benda tersebut mudah dibawa meskipun saat bepergian tidak membawa tas karena dilengkapi dengan alat gantung. Sanikid dapat digantung dengan mengikatnya pada sabuk di celana, di tas, bahkan di dompet.

Baca juga: Pupuk Cair Organik dari Limbah Tahu

Selain memberikan solusi berkelanjutan bagi masalah limbah plastik, mereka mempekerjakan pekerja penyulingan untuk memproduksi barang sesuai dengan pedoman World Health Organization (WHO) dan Food and Drugs Administration (FDA). Semua pengiriman Sanikid 100 persen terbebas dari plastik dan akan mengimbangi jejak karbon.

Dengan botol hand sanitizer yang dibuat dari limbah dan dapat digunakan kembali diharapkan dapat membantu mencegah jutaan sampah botol pembersih tangan plastik di laut.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-hand-sanitizer-isi-ulang/feed/ 0
Hitch, Perpaduan Botol dan Cangkir yang Dapat Digunakan Kembali https://www.greeners.co/ide-inovasi/hitch-perpaduan-botol-dan-cangkir-yang-dapat-digunakan-kembali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hitch-perpaduan-botol-dan-cangkir-yang-dapat-digunakan-kembali https://www.greeners.co/ide-inovasi/hitch-perpaduan-botol-dan-cangkir-yang-dapat-digunakan-kembali/#respond Tue, 26 May 2020 00:21:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=27308 Remaker Labs, sebuah perusahaan yang terletak di Santa Barbara telah merancang botol dan cangkir kopi bernama Hitch yang mudah untuk dibawa.]]>

Kopi menjadi favorit bagi banyak orang bahkan telah menjadi minuman yang wajib dikonsumsi setiap hari. Umumnya, para peminum kopi lebih memilih untuk membeli daripada membuatnya sendiri. Mayoritas minuman yang dibeli juga disajikan dengan gelas sekali pakai, misalnya, pada penyajian kopi hangat yang menggunakan gelas kertas dan es kopi yang disajikan dengan gelas plastik.

Setiap tahun, diperkirakan terdapat 3 miliar gelas kertas yang berakhir di pembuangan sampah. Gelas sebagian tidak dapat didaur ulang karena bahan campuran yang digunakan. Solusi untuk permasalahan ini adalah cangkir kopi yang dapat digunakan kembali.

Baca juga: Printer 3D untuk Mencetak Rumah dari Tanah Liat 

Remaker Labs, sebuah perusahaan yang terletak di Santa Barbara telah merancang botol dan cangkir kopi bernama Hitch yang mudah untuk dibawa. Melansir inhabitat.com, salah satu pendiri perusahaan, Sky Gilbar menjelaskan bahwa inti dari masalah tersebut adalah keengganan orang-orang untuk membawa cangkir kopi saat bepergian.

Hitch

Foto: facebook.com/pg/carryhitch

Hitch merupakan produk pertama yang diluncurkan di Kickstarter oleh Sky Gilbar dan Davis Silverander. Cangkir dengan ukuran 12 ons dan anti bocor ini membuatnya mudah untuk dibawa. Hitch dapat mengurangi penggunaan gelas sekali pakai dan memudahkan untuk membawa botol dan gelas secara bersamaan agar lebih efisien. Dengan cukup memutar bagian bawahnya, maka cangkir akan terlepas dari botol.

Baca juga: Liontin Lampu dari Bahan Daur Ulang

Gelas Hitch mudah dimasukan ke dalam botol stainless steel berukuran 18 ons. Selain itu, cangkir juga mudah untuk dikeluarkan dari dalam botol. Botol dan gelas berdinding ganda, terisolasi, berstainless steel, anti bocor, dan bebas BPA. Selain itu, juga terdapat tutup anti bocor untuk cangkir.

Cangkir ini juga bisa ditaruh di atas botol untuk memudahkan membawanya dengan satu tangan. Hasil penjualan mereka digunakan untuk menanam pohon melalui One Tree Planted dan menghapus satu kilogram plastik yang berada di laut melalui Bank Plastik.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/hitch-perpaduan-botol-dan-cangkir-yang-dapat-digunakan-kembali/feed/ 0
Menghidupkan Pohon Musim Dingin Dengan Bunga Plastik LED https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led/#respond Sun, 15 Mar 2015 11:50:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8164 Nottingham, sebuah kota di timur Inggris mengadakan acara tahunan yang unik bernama “Light Night”. Beberapa orang terlibat di dalamnya, termasuk Sarah Turner yang memboyong karyanya berupa ribuan bunga lampu LED […]]]>

Nottingham, sebuah kota di timur Inggris mengadakan acara tahunan yang unik bernama “Light Night”. Beberapa orang terlibat di dalamnya, termasuk Sarah Turner yang memboyong karyanya berupa ribuan bunga lampu LED dari botol plastik.

Karya instalasi Turner tersebut dipasang di ruang bawah tanah gereja St Mary. Turner terkenal karena desainnya yang mampu mengubah bahan limbah menjadi potongan-potongan seni yang indah.

Foto: www.sarahturner.co.uk

Foto: www.sarahturner.co.uk

Lebih dari seribu bunga lampu LED dari botol plastik dibuat dengan tangan. Setiap botol plastik dipotong dan digunting menjadi bentuk bunga yang berbeda-beda. Sebagian boesar “bunga” ini kemudian ditempelkan pada sebuah pohon magnolia berukuran besar tanpa daun, sementara sisanya diserakan di bawah pohon agar terlihat seperti bunga yang telah gugur.

Foto: www.sarahturner.co.uk

Foto: www.sarahturner.co.uk

“Inspirasi dibalik ide ini adalah untuk membuat pohon yang kehilangan daun dan bunganya karena musim dingin dan menjadikannya berbunga seperti di musim semi, membawanya pada kehidupan,” terang Sarah Turner. Ia melanjutkan, “Saya mengaplikasikan produk buatan manusia, yaitu botol, dan mengubahnya menjadi bentuk yang alami dan cantik”.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led/feed/ 0
Dinding Artistik Dengan Bata Botol Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas/#respond Wed, 09 Jul 2014 00:30:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=5092 Upcycling, sebuah istilah yang muncul di abad 21, dicetuskan oleh seorang penulis buku Cradle to Cradle, William McDonough dan Michael Braungart. Ide dasar upcycling, yakni mengubah sampah menjadi produk yang […]]]>

Upcycling, sebuah istilah yang muncul di abad 21, dicetuskan oleh seorang penulis buku Cradle to Cradle, William McDonough dan Michael Braungart. Ide dasar upcycling, yakni mengubah sampah menjadi produk yang bermanfaat, dengan cerdas diwujudkan pada tahun 1963 dalam produk Heineken WOBO (World Bottle). Ide ini dicetuskan oleh Alfred Heineken dan arsitek Belanda John Habraken, dengan desain ramah lingkungan.

Mr. Heineken terinspirasi dari kunjungannya ke Karibia dimana ia melihat ada 2 masalah, yaitu pantai-pantai yang dikotori oleh botol bekas dan ketiadaan material bangunan yang murah dan berkualitas. Lalu WOBO menjadi visinya untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut, yakni tantangan pengolahan sampah dan pemukiman yang ia lihat di pulau tersebut.

Foto: inhabitat.com

Foto: inhabitat.com

Desain final WOBO terdiri dari dua ukuran, versi 350 dan 500 mm, yang nantinya diletakan dalam posisi horizontal, dipasang dengan cara yang sama seperti konstruksi batu bata dan semen. Pada produksi tahun 1963 yang menghasilkan 100.000 botol, sebagian diantaranya digunakan untuk membangun gudang kecil di rumah Mr. Heineken di Noordwijk, Belanda.

Salah satu tantangan dalam proses pembangunan tersebut adalah, “bagaimana caranya agar bagian sudut dan bagian terbuka bangunan bisa dibuat tanpa memotong botol-botol tersebut,” kata Mr. Habraken.

Dibalik kesuksesan proyek WOBO pertama, perusahaan Heineken tidak mendukung WOBO dan ide tersebut seakan mati suri. Daya tarik dari WOBO sempat hidup kembali pada tahun 1975 ketika Martin Pawley mempublikasi Garbage Housing yang mana terdapat halaman ‘WOBO: Sebuah Pesan Dalam Botol.’

Heineken sekali lagi mendekati Habraken dan timnya, Rinus van den Berg, seorang desainer, dan mendesain sebuah bangunan yang menggunakan drum minyak sebagai kolom, atap bis Volkswagen untuk atapnya dan botol WOBO untuk dindingnya, namun struktur bangunan itu hingga sekarang tidak pernah terwujud.

Sisi luar dinding ‘bata botol bekas’ di Green Building Rasuna Epicentrum, Jakarta. Foto: skyscrapercity.com

Saat ini, gudang kecil di rumah Heineken dan sebuah dinding terbuat dari WOBO di Museum Heineken di Amsterdam adalah satu-satunya bangunan yang menggunakan ‘bata botol bekas bir‘. Di Indonesia, ide desain ini sudah diterapkan. Misalnya, bangunan Rumah Botol di Bandung dan Green Building Rasuna Epicentrum di Jakarta karya Ridwan Kamil. Semua bangunan ini menggunakan ‘bata botol bekas’.

Mengenai botol WOBO lainnya, masih belum jelas ada berapa yang tersisa dan dimana lokasinya, namun idenya, bahkan setelah beberapa dekade berlalu, tetap menjadi inovasi cerdas.

(G33)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas/feed/ 0
Ayo Diet Air Minum Kemasan! https://www.greeners.co/berita/ayo-diet-air-minum-kemasan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ayo-diet-air-minum-kemasan https://www.greeners.co/berita/ayo-diet-air-minum-kemasan/#respond Fri, 10 Feb 2012 03:02:32 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2014 Surabaya (Greeners) – Pilar 11 yang terdiri dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), Komunitas Nol Sampah, dan sejumlah kelompok mahasiswa mengajak warga Surabaya untuk melakukan diet air minum kemasan. […]]]>

Surabaya (Greeners) – Pilar 11 yang terdiri dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), Komunitas Nol Sampah, dan sejumlah kelompok mahasiswa mengajak warga Surabaya untuk melakukan diet air minum kemasan. Prigi Arisandi, Direktur ECOTON mendorong warga untuk menggunakan botol minum yang bisa dipakai lagi. Ini disampaikan Pilar 11 ke sejumlah jurnalis dan media. “Solusinya mudah.” kata Prigi Arisandi. “Gunakan saja botol minum dari bahan stainless steel. Memang harganya agak mahal, tapi aman untuk kesehatan.” lanjut Prigi.

Menurut para aktivis lingkungan ini, penggunaan plastik sebagai kemasan air minum bisa berakibat buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Plastik sangat sulit diuraikan oleh alam. Bahkan mustahil karena membutuhkan ratusan tahun.

Botol plastik yang dipakai berulang-ulang juga bisa membahayakan kesehatan. Sheryl Crow, penyanyi asal Amerika Serikat, terkena kanker payudara akibat minum dari air kemasan yang terpapar matahari. Dia selalu menyimpan air minum kemasan di dalam mobilnya. Sejumlah riset di luar negeri menyatakan, penggunaan plastik sebagai kemasan bisa memicu kanker dan gangguan sistem reproduksi. Untuk perempuan juga bisa menyebabkan gangguan menstruasi.

Sementara Komunitas Nol Sampah meminta masyarakat untuk berhenti menggunakan tas plastik yang biasa digunakan untuk belanja atau membawa barang bawaan. Wawan Some, koordinator Komunitas Nol Sampah, menganjurkan warga untuk menggunakan tas yang terbuat dari kain.

Selain bisa digunakan berkali-kali, dan kain tidak merusak lingkungan. Jika kotor bisa dicuci dan kembali bersih untuk digunakan kembali. ”Tiap minggu Komunitas Nol Sampah rutin membagikan tas kain ke masyarakat. Tempatnya berpindah-pindah supaya penyebaran merata.” tegas Wawan Some.

Pilar 11 meminta masyarakat juga mewaspadai kode angka yang tertera di bawah kemasan makanan. Tanda angka ini biasanya tercetak timbul dan terbingkai dengan tiga anak panah membentuk segi tiga. Di bawah segitiga juga tertera nama jenis plastik yang digunakan sebagai bahan kemasan tersebut.

Pilar 11 menegaskan, pemenuhan air minum bukan tanggung jawab pabrik air minum kemasan. ”Negara sebagai satu-satunya lembaga yang menguasai air untuk kemakmuran rakyat harus bertanggung jawab.” tulis Nirmala. ”Maka kami mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan PDAM untuk menyediakan fasilitas air minum di tempat-tempat umum dan membuat aturan tentang pembatasan penggunaan plastik.” tutup Nirmala.(G13)

]]>
https://www.greeners.co/berita/ayo-diet-air-minum-kemasan/feed/ 0