buah lokal - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/buah-lokal/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 04 Feb 2021 03:22:34 +0000 id hourly 1 Apel Malang, Baik untuk Diet hingga Turunkan Risiko Kanker https://www.greeners.co/flora-fauna/apel-malang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=apel-malang https://www.greeners.co/flora-fauna/apel-malang/#respond Thu, 04 Feb 2021 03:00:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=21352 Apel Malang adalah sebuah istilah yang dipakai oleh publik, untuk menandakan berbagai varietas apel yang berasal dari Jawa Timur. Di daerah tersebut, setidaknya ada tiga jenis apel yang paling banyak dibudidayakan dan terkenal di masyarakat, yakni Manalagi, Rome Beauty serta Anna.]]>

Apel Malang adalah sebuah istilah yang publik pakai guna menandakan berbagai varietas apel yang berasal dari Jawa Timur. Di daerah tersebut, setidaknya ada tiga jenis apel yang paling banyak masyarakat budi dayakan, yakni Manalagi, Rome Beauty serta Anna.

Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia Tengah. Peta persebaran buah ini terbilang cukup luas, mulai dari Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan hingga kawasan Xinjiang di Cina.

Pertumbuhan apel sendiri sebagian besar terpengaruh oleh suhu dan lingkungan sekitar habitatnya. Mereka dapat tumbuh dan berbiak secara baik di dataran tinggi sekitar 700-1.200 mdpl.

Kendati demikian, tahukah Anda jika tanaman apel pertama yang ada di Indonesia justru tidak berasal dari Malang Raya? Untuk mengetahui faktanya, simak ulasan lengkap di bawah ini.

Asal Usul dan Sejarah Apel Malang

Tanaman apel mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930-an. Seorang Belanda bernama Kreben membawa flora ini, yang kemudian menanamnya di daerah Nongkojajar (Kabupaten Pasuruan).

Pada tahun 1953, Bagian Perkebunan Rakyat (sekarang bernama Lembaga Penelitian Hortikultura) mendatangkan beberapa jenis apel dari luar negeri, termasuk rome beauty dan princess noble.

Selanjutnya, mulai dari tahun 1960 tanaman tersebut sudah banyak tumbuh di Kota Batu dan Malang. Kala itu, pembiakan tanaman ini untuk mengganti tanaman jeruk yang mati terserang hama.

Dari situlah nama apel Malang mulai khalayak kenali. Tidak cuma warga konsumsi, buah tersebut bahkan pernah menjadi komoditi unggulan bagi Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur.

Sebagai informasi, jenis apel yang paling banyak tersedia di pasaran adalah manalagi (Malus sylvestris). Jika kita bandingkan dengan dua jenis lainnya, apel ini terbilang cukup mudah kita jumpai dan berharga lebih murah.

Morfologi dan Ciri-Ciri Apel Malang

Dari ukurannya, apel manalagi lebih kecil dari pada apel rome beauty dan apel anna. Bentuk apel ini bulat simetris, bagian pucuk buah berlekuk dangkal, kulitnya tebal dan agak kasar.

Diameter buah tersebut berkisar antara 5-7 cm, daging buah berwarna putih halus dan beratnya sekitar 75-100 gram per buah. Saat musim panen, setiap pohon dapat menghasilkan 7,5 kg buah.

Kulit buah apel Malang berwarna hijau kekuning-kuningan. Kulitnya mengandung flavanoid bernama quercitinQuercitin ini mengandung zat antioksidan yang tinggi nan baik bagi tubuh.

Dari segi tekstur, apel manalagi terbilang lebih renyah ketimbang apel rome beauty dan apel anna. Buahnya juga memiliki rasa yang lebih manis bila kita tandingkan dengan kedua jenis apel tersebut.

Uniknya, meskipun mereka belum matang namun aroma dari buah tersebut biasanya sudah cukup semerbak dan khas. Maka dari itu, tak heran jika apel manalagi merajai pasaran buah apel lokal.

Perlu kita ketahui, apel Malang banyak diolah dalam industri besar dan menjadi produk awetan. Meski sangat bermanfaat, nyatanya jenis apel ini juga memiliki sejumlah kekurangan.

Malus sylvestris tergolong sebagai buah dengan waktu simpan yang pendek. Apabila kulit buahnya tergores, maka daging buah tersebut akan lebih cepat busuk dan berubah warna jadi lebih gelap.

Manfaat Buah Apel bagi Kesehatan

Apel mengandung flavonoids, fruktosa dan serat. Jika dihitung dalam 100 g buah apel, terdapat kandungan serta sebesar 2,1 g. Bila kulitnya kita kupas, kandungan serat tersebut masih tetap tinggi.

Pada kulit buah apel yang telah terkupas, kandungan serat yang tersisa berkisar 1,9 g. Menurut penelitian, serat buah ini mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan resiko penyakit jantung koroner.

Serat tak larut dalam apel berfungsi untuk mengikat kolesterol LDL dalam saluran cerna. Serat tersebut lantas menyingkirkan zat-zat yang tidak tubuh kita butuhkan. 

Sementara itu serat larutnya (pektin) akan mengurangi produksi kolesterol LDL di hati, menurunkan kolesterol, dan bermanfaat untuk mengatasi diare serta beragam penyakit lainnya.

Berkat kandungan serat yang tinggi, buah apel Malang juga baik Anda konsumsi jika ingin menurunkan berat badan. Daging buahnya mengenyangkan sehingga dapat menunda rasa lapar.

Para ilmuwan dari American Association for Cancer Research setuju, bahwa mengkonsumsi flanovol yang ada di dalam buah apel membantu mengurangi risiko penyakit kanker pankreas hingga 23%.

Dalam beberapa penelitian bahkan disebutkan, senyawa triterpenoid yang terdapat pada apel Malang memiliki efek menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di usus besar, hati serta payudara.

Taksonomi Apel Manalagi 

Referensi:

Vicario Absalom Amandus Abbas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Oktania Rahma Kurnia, Universitas Muhammadiyah Malang

Didiek Kristianto, Balai Peneltian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik

Suhariyono, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/apel-malang/feed/ 0
Nicky Tirta Berharap Buah Lokal Merajai Toko Buah https://www.greeners.co/gaya-hidup/nicky-tirta-berharap-buah-lokal-merajai-toko-buah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nicky-tirta-berharap-buah-lokal-merajai-toko-buah https://www.greeners.co/gaya-hidup/nicky-tirta-berharap-buah-lokal-merajai-toko-buah/#respond Mon, 24 Jul 2017 09:20:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=17858 Bagi Nicky Tirta, kualitas buah-buahan lokal sebenarnya tidak kalah dengan buah impor. Namun, ia mengaku sering merasa kesulitan untuk mendapatkan buah lokal di toko buah dan supermarket.]]>

Jakarta (Greeners) – Buah-buahan merupakan sumber makanan yang bergizi tinggi dan kaya akan vitamin. Jika dikonsumsi secara rutin, buah-buahan dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Hal tersebut juga telah dirasakan oleh aktor Nicky Tirta. Pria yang hobi memasak ini mengaku memiliki kebiasaan mengonsumsi buah-buahan segar setiap hari.

“Saya suka sekali makan buah-buahan dan saya selalu stok buah segar di rumah. Pokoknya, hampir semua jenis buah-buahan saya suka deh. Sehabis makan buah, saya selalu merasa sehat dan segar,” ungkap Nicky pada Greeners saat ditemui minggu lalu di Grand Ballroom Hotel Indonesia di Jakarta.

Nicky mengungkapkan bahwa kebiasaan dirinya untuk mengonsumsi buah setiap hari ternyata menurun pada putrinya, Ellyna. Ia bercerita bahwa putrinya yang masih berusia 4 tahun tersebut tidak suka mengonsumsi cemilan lain selain buah-buahan.

“Anak saya sangat suka buah-buahan, mungkin dia terbawa kebiasaan keluarga saya untuk menerapkan pola hidup sehat. Saya selalu menyiapkan buah-buahan untuk Ellyna setiap saat. Setiap hari dia selalu ingin makan buah, bukan camilan yang lain seperti eskrim, coklat, atau permen,” ujar pria kelahiran Jakarta tersebut.

Buah lokal menjadi pilihan Nicky. Menurutnya, buah-buahan lokal memiliki citarasa yang lebih lezat dibandingkan dengan buah-buahan impor.

“Saya suka banget makan buah-buahan lokal, terutama sawo. Saya sangat suka makan sawo. Saya biasanya sengaja pergi ke pasar tradisional untuk beli buah-buahan lokal. Buah-buahan lokal rasanya enak sekali dan bikin kangen, pokoknya tidak kalah dengan buah impor lah rasanya. Tapi ada satu buah lokal yang saya kurang suka, yaitu durian. Saya enggak kuat dengan baunya,” tutur Nicky sambil terkekeh.

Meski senang dengan buah-buahan lokal, Nicky mengaku sering merasa kesulitan untuk mendapatkan buah-buahan lokal. Ia jarang menemukan buah lokal dipajang di etalase toko buah dan supermarket, sehingga ia harus pergi ke pasar tradisional untuk sengaja membeli buah lokal. Bahkan, ia bercerita bahwa dirinya harus rela pergi jauh-jauh dari rumah demi mendapatkan buah yang ia idam-idamkan.

“Zaman sekarang ternyata agak susah untuk mencari buah lokal di toko buah modern dan supermarket. Setiap saya pergi ke toko buah, saya jarang melihat buah lokal dipajang di etalase. Kalaupun ada, jumlahnya tidak banyak dan tidak sering dijual. Saya pernah tuh rela pergi jauh-jauh dari rumah hanya untuk membeli buah jambu air madu yang rasanya enak sekali karena di Jakarta tidak ada yang jual,” ujar Nicky.

Bertolak dari pengalamannya tersebut, Nicky berharap bahwa toko-toko buah dan supermarket di ibu kota mulai menjual kembali buah-buahan lokal. Ia juga berharap bahwa buah-buahan lokal lebih dikembangkan agar toko-toko buah yang ada di ibukota tidak hanya didominasi oleh buah-buahan impor.

“Harapan saya sih semoga toko-toko buah yang ada di kota-kota besar bisa menyediakan buah-buahan lokal, lebih bagus lagi kalau buah-buahan lokal yang dijual merupakan buah lokal yang sudah jarang ditemui. Jadi kalau kita rindu untuk makan buah-buahan lokal, kita tidak akan mengalami kesulitan lagi. Buah-buahan lokal kualitasnya tidak kalah oke dari buah-buahan impor kok,”pungkas Nicky.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nicky-tirta-berharap-buah-lokal-merajai-toko-buah/feed/ 0
Rianti Cartwright, Gunakan Buah Lokal untuk Perawatan Tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/rianti-cartwright-gunakan-buah-lokal-untuk-perawatan-tubuh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rianti-cartwright-gunakan-buah-lokal-untuk-perawatan-tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/rianti-cartwright-gunakan-buah-lokal-untuk-perawatan-tubuh/#respond Wed, 08 Jul 2015 10:13:53 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10213 Jakarta (Greeners) – Bertahan untuk menggunakan produk lokal ditengah gempuran produk impor menjadi hal yang “gampang-gampang susah” untuk dilakukan. Kenyataannya, banyak produk impor yang dijual dengan harga murah bersaing dengan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bertahan untuk menggunakan produk lokal ditengah gempuran produk impor menjadi hal yang “gampang-gampang susah” untuk dilakukan. Kenyataannya, banyak produk impor yang dijual dengan harga murah bersaing dengan produk lokal. Padahal, dari segi kualitas produk lokal tidak kalah dari produk impor.

Produk lokal, khususnya buah lokal, mendapat tempat di hati Rianti Cartwright. Mantan VJ yang kini menjalankan usaha spa sekaligus salon kecantikan ini mengaku lebih memilih buah lokal Indonesia ketimbang buah impor. Ia menggunakan buah-buahan ini sebagai bahan perawatan di spa dan salon miliknya.

“Dalam mengurus usahaku yang berupa spa tradisional, aku membeli bahan-bahannya di pasar tradisional, seperti buah-buahan alpukat, stroberi, coklat dan kopi. Bahan-bahan ini lebih mudah dicari karena kita enggak harus impor,” ujarnya kepada Greeners saat ditemui dalam sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Buah lokal yang diolah menjadi bahan perawatan tubuh ini, menurut Rianti, membuat kulit lebih bersih dan sehat ketimbang menggunakan produk perawatan dengan bahan kimia. “Perawatan kecantikan merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang memang harus kita perhatikan dan kembangkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rianti menjelaskan bahwa bahan alami akan memberikan aroma dan tekstur yang alami pula. Itu sebabnya, pada saat melakukan lulur dan spa dengan buah-buahan dapat memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Selain itu, kandungan anti oksidan yang tinggi pada beberapa jenis buah yang digunakan, seperti alpukat dan kopi, dapat membuat kulit menjadi lembab dan bersih.

“Aku menyukai semua yang natural dan jauh dari bahan kimia dan ini akan sangat berpengaruh besar bagi kita yang mengonsumsinya karena dapat menaikkan keberadaan dan manfaat dari pangan lokal sendiri,” katanya.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/rianti-cartwright-gunakan-buah-lokal-untuk-perawatan-tubuh/feed/ 0