budidaya - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/budidaya/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 19:01:58 +0000 id hourly 1 Kemenyan Menghasilkan Getah Beraroma Harum https://www.greeners.co/flora-fauna/kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum https://www.greeners.co/flora-fauna/kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum/#respond Sun, 16 Feb 2020 06:50:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=26153 Kemenyan (Styrax sp.) termasuk pohon berukuran besar dari famili Styracaceae. Styrax berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti berbau harum.]]>

Mendengar kata kemenyan pikiran spontan terhubung dengan cerita mistis. Padahal kemenyan merupakan sejenis pohon yang tumbuh di lereng bukit. Kemenyan (Styrax sp.) termasuk tanaman berukuran besar dari famili Styracaceae. Styrax berasal dari bahasa Yunani kuno storax atau nama untuk getah yang berbau harum.

Kemenyan merupakan pohon yang terdapat di Asia Tenggara dan India Timur (Claus, 1971). Di negara lain, kemenyan cukup banyak ditemukan di Thailand, Malaysia, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam. Di Indonesia, jenis ini terdapat di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan Barat.

Baca juga: Sedap Malam, Aromanya Harumkan Udara Malam

Daerah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan ialah dua daerah penghasil kemenyan di Indonesia. Di Sumatera Utara, kemenyan sampai saat ini masih dibudidayakan secara luas di Tapanuli Utara, Selatan, Tengah dan Kabupaten Dairi. Sedangkan di Sumatera Selatan seluruhnya tumbuhan dengan alami (Jayusman et al. 1999).

Kemenyan dapat hidup di tanah berpasir pada ketinggian 1.000 sampai 5.000 meter di atas permukaan laut. Ia juga dapat tumbuh pada tanah tinggi yang berpasir maupun lempung rendah di hutan alam. Namun, secara umum kemenyan menginginkan tanah yang memiliki kesuburan baik (Panggaribuan 2004).

Kemenyan

Foto: shutterstock.com

Ciri dari pohon kemenyan, yaitu berbatang lurus dengan kulit berwarna coklat kemerahan dan sedikit percabangan. Pohon kemenyan berdaun tunggal, tersusun spiral, daun berbentuk oval (bulat memanjang dan ujungnya meruncing). Pada buah, bentuknya bulat dan lonjong dengan biji berwarna coklat di dalamnya (Sasmuko 2003). Pohon kemenyan yang dapat disadap getahnya berkisar pada umur 7 hingga 8 tahun (Dede, 1998).

Bibit kemenyan berasal dari pohon yang bijinya jatuh ke tanah dan tumbuh secara alami. Cara menanam tumbuhan ini adalah dengan membuat lubang tanam dan menutupnya dengan tanah galian. Selanjutnya ditandai dengan ajir atau penyangga batang pohon (Sinaga, 2009).

Baca juga: Tanaman Pandan, Aroma Daunnya Menggugah Selera

Pohon kemenyan menghasilkan getah yang dikenal sebagai benzoin. Kata benzoin berasal dari bahasa Arab, yaitu ben yang berarti harum. Sementara, zoa bermakna getah jadi. Benzoin adalah getah yang berbau harum (Clause 1961, diacu dalam Widiyastuti et al. 1995). Getah kemenyan terdiri dari dua jenis yaitu Sumatra Benzoin dan Siam Benzoin. Sumatra Benzoin diperoleh dari Styrax Benzoin Dryand dan Siam Benzoin diperoleh dari Styrax tokinensis (Stahl, 1985).

Getah kemenyan memiliki banyak manfaat dalam pemanfaatan lokal maupun sebagai komoditi ekspor. Kemenyan berguna untuk upacara ritual, campuran rokok, bahan pengawet, ekspektoran, antiseptik, industri kosmetik, dan parfum.

Taksonomi Kemenyan

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum/feed/ 0
UNAS Adakan Penyuluhan Budidaya Cabai dan Tomat untuk Warga https://www.greeners.co/aksi/unas-adakan-penyuluhan-budidaya-cabai-dan-tomat-untuk-warga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=unas-adakan-penyuluhan-budidaya-cabai-dan-tomat-untuk-warga https://www.greeners.co/aksi/unas-adakan-penyuluhan-budidaya-cabai-dan-tomat-untuk-warga/#respond Sat, 19 Sep 2015 11:16:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=11163 Jakarta (Greeners) – Fakultas Biologi Universitas Nasional dan Kelompok Studi Ekologi Perairan Fakultas Biologi Universitas Nasional bekerja sama dengan warga kampung kreatif Bantaran Ciliwung (BACILI) menyelenggarakan penyuluhan budidaya tanaman cabai […]]]>

Jakarta (Greeners) – Fakultas Biologi Universitas Nasional dan Kelompok Studi Ekologi Perairan Fakultas Biologi Universitas Nasional bekerja sama dengan warga kampung kreatif Bantaran Ciliwung (BACILI) menyelenggarakan penyuluhan budidaya tanaman cabai dan tomat pada Selasa (15/09). Kegiatan yang bertujuan untuk berbagi informasi menanam tanaman cabai dan tomat yang baik dan benar tersebut bertempat di Rumah Sehat RT 06 RW 04 Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

“Warga kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi warga kampung kreatif BACILI” ujar Ketua RW 04 Kebon Baru, H. Rais Abbas, S.E. Selain untuk penghijauan, lanjut Rais, budidaya tanaman cabai dan tomat juga dapat mendatangkan keuntungan dengan memetik hasilnya ketika sudah berbuah.

Penyuluhan budidaya tanaman cabai dan tomat di Rumah Sehat, Kebon Baru, Tebet. Foto: Ahmad Baihaqi

Penyuluhan budidaya tanaman cabai dan tomat di Rumah Sehat, Kebon Baru, Tebet. Foto: Ahmad Baihaqi

Keynote Speaker pada penyuluhan budidaya tanaman cabai dan tomat Drs. Ikhsan Matondang, M.Si menyatakan bahwa pemeliharaan tanaman cabai dan tomat harus dilakukan setiap hari. Pemeliharaan dilakukan dengan pemberian pupuk dan penyiraman secara teratur, serta selalu melakukan pemeriksaan pada media tanaman.

“Jika terdapat gulma, gulma tersebut harus dibersihan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai dan tomat,” ujarnya.

Usai penyuluhan, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekologi Perairan Fakultas Biologi Universitas Nasional ditugaskan untuk melakukan pemantauan terhadap tanaman cabai dan tomat yang ditanam oleh warga Kebon Baru hingga tanaman tersebut dapat menghasilkan buah. Panitia juga menargetkan akan mengadakan panen raya cabai dan tomat hasil budidaya masyarakat.

Dekan Fakultas Biologi Universitas Nasional Drs. Imran S.L Tobing yang juga hadir dalam acara tersebut berharap kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif. “Semoga berbagi informasi dan kolaborasi seperti ini dapat berjalan terus sehingga dapat ditularkan kepada komunitas lain,” katanya.

Penulis: Ahmad Baihaqi/IWP

]]>
https://www.greeners.co/aksi/unas-adakan-penyuluhan-budidaya-cabai-dan-tomat-untuk-warga/feed/ 0
Vertikultur, Alternatif Berkebun Dengan Lahan Terbatas https://www.greeners.co/sosok-komunitas/vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas https://www.greeners.co/sosok-komunitas/vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas/#respond Sun, 16 Nov 2014 10:22:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=6437 Jakarta (Greeners) – Memiliki lahan yang terbatas kini bukan lagi halangan bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Sistem vertikultur merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan budidaya pertanian dengan lahan yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Memiliki lahan yang terbatas kini bukan lagi halangan bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Sistem vertikultur merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan budidaya pertanian dengan lahan yang sempit.

Ketua Dreamdelion Sehat, Euis Ratna Sari, menjelaskan, vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik dalam ruang (indoor) maupun luar ruang (outdoor). Sistem budidaya pertanian ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas.

Euis menyontohkan, jika lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman. Vertikultur juga tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun juga merupakan sebuah ide yang akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun.

“Vertikultur ini tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana alami yang menyenangkan, bahkan bisa mendapatkan pemasukan tambahan,” jelas Euis saat melakukan kegiatan vertikultur bersama warga RW 008 di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta, Sabtu (15/11), kemarin.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lebih lanjut ia menuturkan, kegiatan vertikultur yang dilakukan di Manggarai tersebut merupakan sebuah program kerjasama Dreamdelion dengan dosen arsitektur UI, Joko, yang pada awalnya hanya dilakukan di RW 04. Lalu pada perjalanannya, RW 04 merekomendasikan untuk melibatkan RW 08 hingga akhirnya dibuatlah instalasi vertikultur bersama warga dan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (PKK).

“Sejauh ini sudah ada kerjasama dengan pihak Lembaga Musyawarah Kelurahan Manggarai. Di RW 04 sudah dibikin dua instalasi dan di RW 08 ada tiga instalasi vertikultur,” tambahnya.

Ketua PKK RW 08, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Yeni Faisal pun menyambut baik kegiatan vertikultur ini. Menurutnya, kegiatan pertanian vertikultur ini merupakan langkah yang tepat bagi masyarakat RW 08 yang memiliki lahan terbatas. Bahkan, Yeni mengharapkan kegiatan ini bisa diikuti pula oleh seluruh warga di RW 08.

“Kami sangat mendukung. Harapannya, kegiatan ini bisa lebih berkembang lagi. Kami juga bisa mendapatkan income untuk pendapatan keluarga. Kalau bisa di rumah rumah juga,” tambahnya.

Founder Dreamdelion Indonesia, Alia Noor Anoviar, mengungkapkan, bahwa ada tiga divisi dari Dreamdelion yang dilakukan, seperti Dreamdelion Sehat, Dreamdelion Cerdas, dan Dreamdelion Kreatif. Untuk kegiatan vertikultur sendiri berada di bawah program dari Dreamdelion Sehat yang juga mengadakan kegiatan pendidikan kesehatan dan lingkungan serta gerakan masyarakat sehat.

“Untuk yang sehat dan kreatif, kami ada roadshow ke sekolah-sekolah. Kami juga ada taman bacaan untuk anak-anak. Lalu, ada juga pemberdayaan masyarakat dalam mendaur ulang sampah hingga menjadi kerajinan seperti tas dan lainnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Dreamdelion merupakan komunitas bisnis sosial yang memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Komunitas ini bekerja dengan mengembangkan berbagai komunitas lainnya di Jakarta dan beberapa daerah lainnya untuk membantu masyarakat mencapai hidup yang lebih baik dengan melatih dan memanfaatkan keterampilan masyarakat dalam berkarya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/vertikultur-alternatif-berkebun-dengan-lahan-terbatas/feed/ 0
Kemarau pengaruhi kondisi ikan budidaya https://www.greeners.co/berita/kemarau-pengaruhi-kondisi-ikan-budidaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kemarau-pengaruhi-kondisi-ikan-budidaya https://www.greeners.co/berita/kemarau-pengaruhi-kondisi-ikan-budidaya/#respond Wed, 12 Sep 2012 03:00:21 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3022 Yogya (Greenersmagz) – Musim kemarau yang tengah berlangsung berdampak pada penurunan kualitas dan hasil budidaya ikan di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penurunan hasil hingga 25 persen karena daya […]]]>

Yogya (Greenersmagz) – Musim kemarau yang tengah berlangsung berdampak pada penurunan kualitas dan hasil budidaya ikan di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penurunan hasil hingga 25 persen karena daya tahan tubuh ikan tidak optimal.

Kepala Bidang Perikanan, Dinas Petanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Suparmono menyampaikan, hasil budidaya ikan akan merata turun karena pengaruh cuaca dan lingkungan. “Musim kemarau oksigen dalam air terbatas, ikan tidak dalam kondisi baik,” jelasnya di Sleman, Selasa (11/9).

Pada musim panas diketahui pula produksi air tanah juga berkurang. Dengan demikian menurut Suparmono belum tentu semua petani bisa mengusahakan agar air bisa mengalir ke dalam kolam.

Kondisi seperti saat ini menurutnya sudah diantisipasi dengan mengurangi jumlah benih ikan yang dibudidaya baik untuk petani ikan maupun pengusaya budidaya. Biasanya, pembudidaya ikan dalam jumlah besar akan menutup kolam dengan menambah atap plastik yang ditambah semprotan air.

Sementara, untuk mempertahankan kondisi ikan, petani dan pembudidaya ikan disarankan untuk memberikan pangan ikan probiotik. Probiotik berfungsi meningkatkan daya tahan ikan dalam mengatasi pengaruh cuaca. ”Kalau keberatan soal biaya, bisa menggantinya dengan blimbing wuluh yang punya vitamin C tinggi,” lanjutnya.

Menurut pengurus Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Kepis, Suranto, pihaknya membenarkan adanya penurunan produksi. Hal tersebut terlihat dari menurunnya omset KPI Mina Kepis di Dusun Burikan, Sumberadi, Mlati, Sleman itu.

Ia mengatakan, rata-rata omset sehari sebelum lebaran mencapai Rp3 juta. Khusus pada bulan ramadan bisa mencapai Rp5juta. ”Sekarang jauh anjlok, rata-rata omset Mina Kepis Rp2,5 juta per hari,” terang dia saat diubungi kemarin.

Selain keluhan omset yang menurun mencapai 30 persen itu, Suranto juga mengatakan bahwa kondisi ikan saat musim kemarau tidak maksimal. Ia juga telah menyiapkan probiotik untuk mengurangi dampak buruk daya tahan ikan.

Probiotik untuk sumber energi ikan kini tersedia di Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Persediaan probiotik akan disalurkan untuk puluhan kelompok tani di wilayah kabupaten tersebut. (G18)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kemarau-pengaruhi-kondisi-ikan-budidaya/feed/ 0