busana - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/busana/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 17 Jan 2021 03:22:05 +0000 id hourly 1 Pakaian dari Serat Rami untuk Tren Mode Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/pakaian-serat-hemp/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pakaian-serat-hemp https://www.greeners.co/gaya-hidup/pakaian-serat-hemp/#respond Wed, 30 Dec 2020 10:00:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9821 Pernahkah Sobat Greeners mendengar kata “Hemp”? Hemp atau rami merupakan salah satu jenis dari tanaman Cannabis yang mulai dikembangkan dalam industri fesyen.]]>

Pernahkah Sobat Greeners mendengar kata “Hemp”? Hemp atau rami merupakan salah satu jenis dari tanaman Cannabis yang mulai dikembangkan dalam industri fesyen. Simak artikel Greeners tentang pakaian dari serat rami berikut.

Industri fesyen mendapatkan reputasi buruk dalam tanggung jawabnya akan lingkungan. Faktanya, industri ini adalah pencemar terbesar kedua di dunia, setelah industri bahan bakar fosil.

Kerusakan lingkungan pun meningkat seiring pertumbuhan industri mode. Konsumen, terutama generasi muda, menuntut produk yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Tanaman rami alias hemp akhirnya menjadi salah satu alternatif, untuk menjadi bahan mode yang berkelanjutan.

Apa itu tanaman rami?

Rami adalah varietas tanaman Cannabis sativa. Sebagai tanaman, ia memiliki implikasi industri yang luar biasa.

Rami bisa berguna untuk pembuatan tekstil, minyak, makanan, bahan konstruksi, dan banyak lagi. Ia bisa tumbuh tinggi. Batangnya berserat dan memiliki kadar THC atau zat aditif yang tidak terlalu signifikan (kurang dari 0,3%).

Ia merupakan tanaman yang sangat berkelanjutan yang tidak membutuhkan banyak perawatan seperti air, pupuk kimia, insektisida atau pestisida. Rami tumbuh seperti gulma. Ia tumbuh cepat dan secara alami mengusir serangga.

Tidak seperti kapas yang menguras tanah, tanaman rami menyuburkan tanah. 

Rami juga diklaim mampu menghilangkan polutan dari tanah (seperti kadmium) dalam proses fitoremediasi. Ini merupakan proses dekontaminasi tanah dengan menggunakan tanaman untuk menyerap logam berat atau polutan lain.

Keluaran dari produk kain rami

Sebagian besar industri rami berfokus pada pakaian jadi. Awalnya, rami masih populer di kalangan penyuka tanaman ganja. 

Namun, selama bertahun-tahun orang-orang dari seluruh dunia mulai menghargai manfaat seratnya sebagai kain daripada hubungannya dengan ganja yang biasanya memiliki konotasi negatif.

Hasil olahan kain rami ternyata efisien dan tahan lama. Sehingga Anda dapat menemukan pakaian rami seperti dalam model gaun, celana, jaket, rok, pakaian anak-anak, taplak meja, kain pelapis, perlengkapan tempat tidur seperti seprai dan selimut.

Manfaat Pakaian dari Serat Rami untuk Tren Mode Berkelanjutan

1. Membantu lingkungan dengan mengurangi karbon

Setiap industri harus memikirkan jejak karbon dan dampak pemanasan global atas keseluruhan proses, baik saat produksi, ataupun saat pemakaiannya. 

Mode cepat atau fast fashion saat ini telah menciptakan budaya produksi dan pembuangan pakaian yang cepat yang tidak baik bagi bumi.

Pakaian dari tanaman rami membantu masalah ini karena, sebagai tanaman, ia menyerap karbondioksida dari atmosfer. Banyak tanaman konvensional lainnya termasuk kapas yang merusak bumi. 

Rami dapat membantu memerangi tantangan iklim semacam ini.

2. Pakaian dari serat rami menggunakan lebih sedikit air

Tanaman seperti kapas yang biasa digunakan untuk bahan pakaian membutuhkan banyak air dan irigasi yang berat. Hal ini membebani sumber daya air. Rami adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh subur tanpa membutuhkan irigasi yang berat.

Kebutuhan konsumsi airnya jauh lebih sedikit daripada tanaman lain. Itulah mengapa beralih ke pakaian rami cara terbaik untuk menghemat air.

Penggunaan bahan kimia yang minimal dapat menghindari erosi tanah yang terjadi karena penebangan. Ini secara tidak sengaja membantu danau dan sungai terhindar dari polusi.

3. Menunjang kesehatan tanah

Anda bisa menanam rami di hampir semua jenis tanah. Ia tidak merampas nutrisi dari tanah. Justru tanaman ini membantu memulihkan beberapa nutrisi penting yang sebelumnya mungkin telah hilang. 

Rami memiliki sifat tahan terhadap hama. Ia juga tidak membutuhkan pupuk karena pengguguran daunnya memupuk tanah secara alami. Rami juga dapat terurai secara hayati.

4. Pakaian dari serat rami lebih tahan lama

Rami sebagai kain memiliki ketahanan yang sangat baik. Ia juga nyaman untuk kulit karena memiliki sirkulasi udara yang baik. Kainnya juga menyerap keringat dan juga mudah untuk Anda warnai. Ia pun sulit memudar. 

Pakaian rami tidak mudah rusak, bahannya terus mempertahankan bentuk. Kainnya tidak mudah luntur bahkan setelah beberapa kali pencucian.

5. Rami memiliki sifat antimikroba

Selain tahan lama, kain rami juga dapat melawan mikroba. Jika tubuh Anda memancarkan bau yang tidak sedap, pakaian dari rami mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Kain rami secara alami bersifat antibakteri yang juga melawan jamur dan lumut, sehingga cocok menjadi pakaian karena bersentuhan dengan bagian tubuh yang lebih lembap seperti kaki, ketiak, kemaluan, dan area mana pun yang mudah berkeringat.

Tidak seperti banyak kain antibakteri yang sintetis dengan campuran bahan kimia, rami benar-benar alami dan organik. Sangat cocok untuk Anda yang memiliki kulit sensitif.

Bahannya mengemas sifat antimikroba yang sangat baik, membuatnya bertahan lebih lama daripada serat tekstil lainnya seperti kapas, poliester, dan lain-lain. Pakaian rami tidak terdistorsi bahkan setelah beberapa kali Anda cuci dan gunakan.

pakaian dari rami

Tidak seperti banyak serat lainnya, rami organik dapat Anda petik dan proses tanpa bahan kimia beracun. Foto: Shutterstock.

6. Semakin Anda cuci, semakin lembut

Pakaian rami sangat nyaman Anda pakai. Hal yang membuatnya semakin menarik adalah setelah pencucian, Anda akan merasakan kain menjadi lebih lembut (tetapi tidak semakin lemah).

7.  Pakaian dari serat rami tahan terhadap sinar UV

Sinar matahari bisa merusak kulit. Namun, Jumlah untaian benang pada pakaian rami yang tinggi berarti tenunannya rapat. Inilah yang menyebabkan sinar matahari tidak mampu menembus materialnya. 

Oleh karena itu, kain rami melindungi Anda dari efek berbahaya sinar UV. Anda bisa menangkal sengatan matahari dan terhindar dari kerusakan kulit dan kanker kulit.

Daya tahan yang tinggi, perlindungan UV, dan kualitas tahan api menjadikannya kain yang ideal untuk Anda kenakan saat pergi ke luar.

Berjalan kaki di jalan setapak, mendaki, mengendarai sepeda, ataupun kegiatan luar ruang lainnya, merupakan momen yang cocok untuk menggunakan pakaian rami Anda. Tidak perlu lagi khawatir tentang keausan kain, atau terus-menerus menjahit pakaian favorit Anda. 

8. Pakaian dari serat rami termasuk mode lambat (slow fashion)

Setelah panen, tanaman rami akan melalui proses retting atau pemisahan serat dari komponen-komponen yang mengikatnya dalam suatu sel tanaman.

Proses ini membutuhkan waktu hingga lima minggu agar serat dapat melunak dan mudah untuk diekstraksi dari tanaman. Ini menghasilkan kain rami yang tahan lama, sehingga ramah lingkungan karena slow fashion.

9. Nol sampah

Rami adalah bahan tanaman tanpa limbah berkat proses pertanian multi guna yang super efisien. Selama rotasi tanaman, batang rami digunakan sebagai serat, dan daun serta umbinya dapat Anda tanam kembali ke dalam tanah sebagai pupuk alami.

Proses bebas limbah ini meningkatkan kesuburan tanah untuk membantu pertumbuhan tanaman rami berikutnya.

10. Menanam rami menjaga standar etis bagi pekerja

Tidak seperti banyak serat lainnya, rami organik dapat Anda petik dan proses tanpa bahan kimia beracun. Ini membuat rami sepenuhnya aman bagi pekerja di sepanjang rantai pasokan. 

Sebagian besar tekstil rami saat ini berasal dari China. Negara tersebut memimpin dunia dalam produksi rami, mengendalikan lebih dari sepertiga industri rami dunia.

Selain etis bagi pekerja, penanaman rami 100 persen alami dan bebas kejahatan atau cruelty-free sehingga tidak membahayakan manusia atau hewan. Ini membuat rami lebih baik bagi lingkungan.

Setiap makhluk hidup di planet ini dapat menghindari bahan kimia beracun yang biasanya digunakan dalam proses produksi pakaian.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Retail Insider

Wama Underwear

Sustain Your Style

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/pakaian-serat-hemp/feed/ 0
Busana Berkelanjutan dari Poliester Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/busana-berkelanjutan-dari-poliester-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=busana-berkelanjutan-dari-poliester-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/busana-berkelanjutan-dari-poliester-daur-ulang/#respond Sun, 23 Aug 2020 23:56:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=28284 Mara Hoffman memakai serat repreve yang merupakan bahan poliester dari botol plastik daur ulang sehingga menghasilkan serat berperforma unggul.]]>

Dari tahun ke tahun perkembangan industri fashion mulai bergerak maju menuju sistem keberlanjutan. Sejumlah produsen dunia saat ini mulai mengganti poliester plastik dengan memanfaatkan limbah daur ulang sebagai upaya meninggalkan jejak karbon yang besar bagi lingkungan.

Sebuah produsen baju renang asal New York City, Mara Hoffman meluncurkan mode yang memakai bahan repreve poliester atau hibrida poliester berkelanjutan. Upaya ini digagas oleh Mara Hoffman, sejak ia lulus dari Parsons School of Design di New York pada 2000. Saat  itu ia berpikir untuk membuat produk mode yang dapat menumbuhkan kebiasaan konsumsi dengan cermat dan mendorong sistem yang keberlanjutan.

Baca juga: Aksesori Unik dari Kulit Kayu

Menurutnya industri fashion memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Ia mulai menerapkan strategi untuk mendorong perubahan yang efektif sejak 2015. Dengan melakukan pendekatan yang berpusat pada bahan, proses, dan produksi, desainer ini membuat pakaian yang berkelanjutan untuk meningkatkan dan memperpanjang umur pemakaian.

“Kami melakukannya dengan tujuan untuk membangkitkan kesadaran tentang dampak industri terhadap planet,” ujarnya.

Mara Hoffman mengklaim dalam proses produksinya telah menggunakan serat repreve di produk pakaian renangnya sejak 2017. Repreve sendiri merupakan bahan poliester yang terbuat dari botol plastik daur ulang sehingga menghasilkan serat  berperforma unggul. Pemanfaatan ini bertujuan agar produknya mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca dan menggunakan lebih sedikit air dan energi.

Mara Hoffman

Foto: Mara Hoffman

Melansir marahoffman.com, industri ini memproduksi dua konsep yakni fashion ready to wear dan swim wear. Tiap model yang siap dipakai dibanderol dengan harga berkisar 4 juta sampai 11 juta rupiah. Sedangkan produk swim wear dihargai sekitar satu juta hingga empat juta rupiah.

Selain itu dari segi pengemasan, Mara Hoffman menggunakan pembungkus yang terbuat dari kompos. Dengan memanfaatkan kain daur ulang, organik, dan bersumber secara bertanggung jawab, upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Baca juga: Kreasi Rajut dari Bahan Tak Terpakai

Atas komitmennya dalam meminimalisir jejak karbon perusahaan, Mara Hoffman mendapatkan penghargaan sebagai Leading the Change  Champions of Sustainability Awards. Presiden Keberlanjutan Perusahaan Global, Unifi Helen Sahi mengatakan fashion Mara Hoffman secara sempurna mewakili capaian industri mode sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan.

Hoffman menyebut pengharagaan ini sebagai tantangan baginya dan tim untuk menerapkan proses dan produksi berkelanjutan guna menetapkan standar baru. “Brand Mara Hoffman telah terikat kemitraan dengan organisasi sebagai pilar utama dalam memenuhi tujuan industri bisnis yang berkelanjutan,” ucapnya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/busana-berkelanjutan-dari-poliester-daur-ulang/feed/ 0
Paula Verhoeven, Bangga Kenakan Kebaya https://www.greeners.co/gaya-hidup/paula-verhoeven-bangga-kenakan-kebaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=paula-verhoeven-bangga-kenakan-kebaya https://www.greeners.co/gaya-hidup/paula-verhoeven-bangga-kenakan-kebaya/#respond Wed, 27 May 2015 08:57:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9274 Jakarta (Greeners) – Berprofesi sebagai model membuatnya dapat membuka mata terhadap busana tradisional di Indonesia. Busana yang dulunya dianggap kuno menjadi salah satu daftar busana untuk dikenakannya dalam menghadiri berbagai […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berprofesi sebagai model membuatnya dapat membuka mata terhadap busana tradisional di Indonesia. Busana yang dulunya dianggap kuno menjadi salah satu daftar busana untuk dikenakannya dalam menghadiri berbagai acara.

Mengingat profesinya sebagai model, Paula Verhoeven, mulai terbiasa ketika diminta mengenakan kebaya oleh para desainer. Kekaguman gadis kelahiran Semarang ini pun meningkat ketika ia menggunakan kebaya lengkap dengan tata rias dan sanggul budaya Jawa.

“Pernah aku isi acara menggunakan kebaya yang klasik dan tata rias dengan sanggul ala budaya Jawa gitu dan rasanya bangga banget. Dulu kan enggak pernah (pakai kebaya) karena kelihatannya kuno tapi sekarang itu menjadi hal yang modern dan beda,” ujarnya.

Paula yang mengaku menyukai kebaya model encim ini mengatakan meksipun kebaya sudah ada sejak dulu namun kebaya tetap bisa mengambil posisi dalam industri fashion yang terus berkembang. Hal ini membuktikan bahwa pesona kebaya tidak pernah padam.

Fashion itu sebuah inovasi yang enggak monoton, selalu berubah dan berkembang. Dulu orang mungkin malas memakai kebaya tapi kan mengikuti perkembangan jaman juga, kebaya bisa dikemas mengikuti gaya anak muda,” katanya.

Kebanggaannya memakai kebaya tidak hanya saat melakukan peragaan busana dan pemotretan saja, namun sering ia tunjukkan dalam acara sehari-hari seperti acara pernikahan dan acara resmi lainnya.

“Saat memakai kebaya, aku biasa padu-padanin dengan kain atau ketika ingin kasual, aku suka pakai celana bahan dengan panjang tiga per empat agar tidak meninggalkan sisi keanggunan dari kebaya sendiri,” tutupnya.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/paula-verhoeven-bangga-kenakan-kebaya/feed/ 0
Mempertahankan “Rasa” Tradisional Dalam Busana Pria Siap Pakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/mempertahankan-rasa-tradisional-dalam-busana-pria-siap-pakai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mempertahankan-rasa-tradisional-dalam-busana-pria-siap-pakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/mempertahankan-rasa-tradisional-dalam-busana-pria-siap-pakai/#respond Wed, 27 May 2015 07:56:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9271 Jakarta (Greeners) – Keeksotisan kain tenun Indonesia selalu menarik bagi perancang busana dalam negeri. Banyak motif dari kain tenun yang bisa menginspirasi lahirnya karya fesyen yang indah. Perancang busana kenamaan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Keeksotisan kain tenun Indonesia selalu menarik bagi perancang busana dalam negeri. Banyak motif dari kain tenun yang bisa menginspirasi lahirnya karya fesyen yang indah. Perancang busana kenamaan Musa Widyatmodjo pun tidak ketinggalan mengeksplorasi kain tenun. Ia menampilkan tenun dalam rancangan terbarunya yang ditujukan untuk pria dalam tema “Luxury Man”.

Dalam koleksinya kali ini, Musa menampilkan perpaduan kain tenun Bali, Nusa Tenggara Timur, Pekalongan, Troso, Tuban, Jogja, dan daerah lainnya dengan bahan modern.

“Saya banyak menggunakan kain dari penjuru tanah air karena saya memiliki keinginan untuk mengangkat kain tradisional dari Indonesia. Saya lebih banyak menggunakan kain dari Nusa Tenggara Timur dalam karya ini,” ujar Musa saat ditemui usai “Luxury Man” digelar di Jakarta Fashion and Food Festival , Jakarta (21/05/2015).

Walau nuansa etnik begitu lekat pada rancangannya, namun Musa memasukkan cita rasa urban sehingga membuat busana tersebut tampil elegan serta modern. Seperti pada jas yang lekat dengan busana Eropa, Musa menambahkan potongan-potongan kain tradisional pada bagian leher serta saku jas untuk memunculkan unsur etnik Indonesia.

“Walaupun saya membuat busana yang bergaya Eropa, tapi saya tetap memasukkan unsur budaya kita, seperti ada unsur Padang-nya, Sumatera, NTT dan lainnya yang mencerminkan negeri ini,” ujar pria yang sudah 24 tahun berkiprah dalan dunia fesyen Indonesia ini.

"Saya banyak menggunakan kain dari penjuru tanah air karena saya memiliki keinginan untuk mengangkat kain tradisional dari Indonesia." Musa Widyatmodjo (jas putih). Foto: greeners.co/Gloria Safira

“Saya banyak menggunakan kain dari penjuru tanah air karena saya memiliki keinginan untuk mengangkat kain tradisional dari Indonesia.” Musa Widyatmodjo (jas putih). Foto: greeners.co/Gloria Safira

Dalam koleksi “Luxury Man”, baju atasan yang menonjolkan rasa tradisional dapat dipadukan dengan celana 3/4 agar terlihat kasual dan santai. Selain itu, kemeja ini dapat dipadukan dengan aksesori seperti dasi dan bowler hat atau topi chaplin.

Musa memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meluncurkan karya terbarunya, namun waktu bukanlah perkara besar baginya. Menurutnya, menampilkan kualitas suatu budaya adalah yang paling penting dalam rancangannya.

“Saya lebih menikmati prosesnya. Kalau prosesnya lama, kenapa harus terburu-buru dan bisa dilakukan dengan bertahap, jadi nggak perlu secara instan dan tergesa-gesa. Saya pun menggunakan cara menjahit manual serta tradisional dan tentu saja harus diperkuat unsur budayanya,” ujarnya.

Dalam berkarya, Musa memiliki filosofi yang menjadi motivasi dalam setiap rancangannya. Menurutnya, fesyen bukanlah hanya sebuah tontonan tetapi harus bisa digunakan dan untuk menciptakan fesyen, seorang desainer harus realistis dalam membuat sesuatu yang tradisional namun bercita rasa kota.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mempertahankan-rasa-tradisional-dalam-busana-pria-siap-pakai/feed/ 0