cara berkebun - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/cara-berkebun/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 10 Mar 2016 08:23:10 +0000 id hourly 1 Belajar Berkebun Yuk Ke-5 Ajari Masyarakat Berkebun di Rumah https://www.greeners.co/aksi/belajar-berkebun-yuk-ke-5-ajari-masyarakat-berkebun-di-rumah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=belajar-berkebun-yuk-ke-5-ajari-masyarakat-berkebun-di-rumah https://www.greeners.co/aksi/belajar-berkebun-yuk-ke-5-ajari-masyarakat-berkebun-di-rumah/#respond Thu, 10 Mar 2016 07:46:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=13123 Para pegiat komunitas Bekasi Berkebun kembali mengadakan aksi Belajar Berkebun Yuk (#BBY). Kegiatan yang kelima kalinya ini mengangkat tema "Berkebun di Rumah" (home farming).]]>

Bekasi (Greeners) – Para pegiat komunitas Bekasi Berkebun kembali mengadakan aksi Belajar Berkebun Yuk (#BBY). Kegiatan yang kelima kalinya ini mengangkat tema “Berkebun di Rumah” (home farming). Berlokasi di Fit and Food Canteen, Jatikramat, Bekasi, yang juga merupakan markas dari Kedutaan Besar Bekasi, para pegiat berkebun ini mencoba untuk menampung rasa ingin tahu masyarakat yang ingin melakukan home farming di kediaman masing-masing.

Annisa Paramita, salah satu pegiat Bekasi Berkebun yang hadir pada acara itu mengatakan dipilihnya tema “Berkebun di Rumah” sebagai tema pembuka aksi Bekasi Berkebun di tahun 2016 karena rasa ingin tahu masyarakat yang besar tentang bagaimana cara berkebun di rumah dan memanfaatkan lahan kecil dengan maksimal.

“Dari awal perencanaan program, memang sengaja Belajar Berkebun Yuk ini dimulai dengan tema Berkebun di Rumah. Banyak yang memiliki minat untuk berkebun namun belum mendapatkan informasi secara lengkap. Anggapan bahwa berkebun di rumah dengan lahan terbatas itu sulit kita coba tepis dengan mengadakan kegiatan ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Nisa ini kepada Greeners di Bekasi, Minggu (06/03).

Aksi Belajar Berkebun Yuk ke-5 digelar dengan tema "Berkebun di Rumah" pada Minggu (06/03). Foto: dok. Bekasi Berkebun

Aksi Belajar Berkebun Yuk ke-5 digelar dengan tema “Berkebun di Rumah” pada Minggu (06/03). Foto: dok. Bekasi Berkebun

Selain itu, aksi ini juga melibatkan kolaborasi antar komunitas berkebun yang tergabung dalam Indonesia Berkebun, seperti materi berkebun yang diisi oleh Warid, SP. Msi, seorang dosen dan juga pegiat dari Bogor Berkebun. Kolaborasi antar jejaring kota ini, lanjut Nisa, menjadi sebuah keistimewaan dan kelebihan dari komunitas Indonesia Berkebun.

“Jadi, kegiatan dibuka oleh MC dengan perkenalan komunitas Bekasi Berkebun dan juga menyaksikan video dokumentasi dari kegiatan #‎700Bakau4Mugo‬ Bekasi Berkebun serta Rumah Kebun Campaign dari Jogja Berkebun. Ini termasuk salah satu kelebihan acara ini karena melakukan kolaborasi antar pegiat berkebun,” ujarnya.

Materi teori yang disampaikan dalam kegiatan ini menggunakan metode tanya jawab yang ikut melibatkan masyarakat sebagai peserta yang berjumlah 24 orang. Ada pula praktik menyemai dan memindahkan tanaman serta pengenalan terhadap macam-macam media tanam dan pupuk organik.

Berkebun di rumah, dikatakan Nisa, selain menghijaukan area rumah juga memiliki keuntungan yaitu sumber pangan yang jelas asalnya karena kita mengetahui darimana dan bagaimana perlakuan tanaman tersebut yang bonusnya adalah dapat menekan ekonomi rumah tangga.

“Ayo kita mulai berkebun di lahan rumah kita untuk kemandirian pangan keluarga,” ajaknya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/belajar-berkebun-yuk-ke-5-ajari-masyarakat-berkebun-di-rumah/feed/ 0
Mengenal Metode Hidroponik di NCYC https://www.greeners.co/aksi/mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc https://www.greeners.co/aksi/mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc/#respond Sat, 14 Mar 2015 00:00:22 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8145 Bandung (Greeners) – Alam merupakan salah satu unsur yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Pemanfaatan alam yang baik tentu dapat memberi pengaruh yang baik pula pada manusia. Namun, […]]]>

Bandung (Greeners) – Alam merupakan salah satu unsur yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Pemanfaatan alam yang baik tentu dapat memberi pengaruh yang baik pula pada manusia. Namun, bila tidak dimanfaatkan dengan baik, secara perlahan akan memunculkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran hingga kerusakan lingkungan.

“Perhatian kita terhadap alam untuk mengajak warga di sekitar kita untuk memulai dengan sesuatu yang mudah namun memberikan dampak yang sangat besar bagi pelakunya, baik dari aspek sosial maupun ekonomi,” ujar Zulfa, key speakers dari Bandung Berkebun saat berdiskusi dalam acara Nature and Culture Youth Conference (NCYC) di Saung Angklung Udjo, Bandung, Selasa (10/03) lalu.

Meski bertujuan baik, Zulfa mengingatkan agar izin dari warga sekitar untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat berkebun harus didapat. “Preparation before action,” katanya.

NCYC merupakan kegiatan berwawasan lingkungan yang digagas oleh Cijaringao EcoLand, sebuah komunitas konservasi lingkungan binaan Saung Angklung Udjo. Dalam pelaksanaanya, Green Technology & Eco-Movement menjadi tema kegiatan ini. Tema ini mewakili konsep alam pada kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 10-12 Maret 2015. Dalam kegiatan tersebut mengangkat topik Green Movement dan Farmers is Our Food Hero.

“Sesuatu yang dapat dilakukan mesti disebarkan agar pergerakan menjadi nyata dan dapat menjadi solusi,” ujar Zulfa.

Foto: dok. NCYC

Foto: dok. NCYC

Pada hari pertama pelaksanaan NCYC digelar kegiatan pelatihan pembuatan pot hidroponik dan penyaring air portable oleh Charlie Tjendapati, salah satu perintis metode bercocok tanam dengan hidroponik. Menurut Charlie, bercocok tanam dengan hidroponik dapat menjadi peluang yang sangat menguntungkan di masa depan untuk seluruh kalangan.

“Keuntungan dari hidroponik ini yakni tanpa menggunakan tanah, selalu bersih, tidak memerlukan pekerja dan lahan yang luas, serta indah dilihat,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat kebun hidroponik, seperti mengebor pipa plastik, memasang tanaman pada net pot, dan merakit rangka untuk media tanam hidroponik. Tanaman yang ditanam dalam kegiatan ini sebagian besar merupakan tanaman sayur yang dapat dipanen lima minggu sejak ditanam.

Salah satu peserta NCYC, Azril, murid kelas 5 SD, mengaku ingin menerapkan pengetahuan tentang hidroponik di sekolahnya. “Aku dapat menambah wawasan baru tentang bercocok tanam yang enggak aku dapatkan dari sekolah, jadi bisa aku terapin di rumah atau sekolah,” katanya antusias.

NCYC diikuti oleh puluhan peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai universitas. Dalam kegiatan ini, nampak pula beberapa turis mancanegara dan murid Sekolah Dasar ikut serta dalam kegiatan dan diskusi.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/aksi/mengenal-metode-hidroponik-di-ncyc/feed/ 0
Setelah Tanam, Saatnya Panen! https://www.greeners.co/aksi/setelah-tanam-saatnya-panen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=setelah-tanam-saatnya-panen https://www.greeners.co/aksi/setelah-tanam-saatnya-panen/#respond Wed, 21 Jan 2015 06:00:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=7125 (Greeners) – Setelah sebelumnya mengadakan “Tanam Ria” pada Desember 2014 lalu, komunitas Bekasi Berkebun kembali menyebarkan semangat gemar berkebun melalui kegiatan “Panen Ria”. Tanaman sayur kangkung dan bayam berhasil tumbuh […]]]>

(Greeners) – Setelah sebelumnya mengadakan “Tanam Ria” pada Desember 2014 lalu, komunitas Bekasi Berkebun kembali menyebarkan semangat gemar berkebun melalui kegiatan “Panen Ria”. Tanaman sayur kangkung dan bayam berhasil tumbuh dengan baik di lahan seluas 500 meter persegi dan dipanen bersama warga pada Minggu (18/01).

Kegiatan yang merupakan rangkaian “Gemar Berkebun” tersebut digagas oleh komunitas Bekasi Berkebun dan bekerjasama dengan komunitas Waste4Change dan didukung oleh Grand Bekasi. Dua komunitas ini berperan sebagai edukator untuk mengajak masyarakat kota Bekasi untuk peduli lingkungan. Edukasi yang diberikan, antara lain dengan menghijaukan area perumahan dengan berkebun dan bijak dalam mengelola sampah agar tercapai nol sampah atau zero waste.

Selain panen bersama, warga diajak menikmati hasil panen secara langsung dengan mengolah sayuran menjadi smoothie. Smoothie yang diolah adalah minuman berbahan baku sayuran, buah-buahan sebagai pemanis alami pengganti gula atau sirup dan es batu. Antusiasme warga terhadap minuman smoothies ini di luar ekspektasi karena banyak anak-anak yang ternyata menyukai minuman tersebut meski berbahan dasar sayuran.

Dengan adanya kegiatan berkebun yang rutin dilakukan oleh warga Grand Bekasi dapat menjalin kebersamaan di antara warga, menghijaukan lingkungan dengan menggunakan lahan tidur yang tidak terpakai serta menuju kepada kemandirian pangan di skala terkecil yaitu keluarga.

Sebelumnya, komunitas Bekasi Berkebun mengawali rangkaian “Gemar Berkebun” dengan kegiatan “Tanam Ria” yang dibuka di rumah dinas Wakil Walikota Bekasi pada Desember 2014 lalu.

Koordinator Bekasi Berkebun yang juga penanggung jawab kegiatan “Tanam Ria”, Winartania Massie, mengungkapkan bahwa kegiatan “Tanam Ria” merupakan langkah percontohan bagi masyarakat luas tentang bagaimana cara berkebun dan memanfaatkan lahan yang ada agar menjadi lahan yang lebih bermanfaat.

Staf Humas Wakil Walikota Bekasi, Adi Samsuito pun merasa bahwa keterlibatan berbagai komunitas yang ada di Kota Bekasi memiliki pengaruh yang besar bagi perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, mungkin beberapa komunitas masih perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan Pemerintah Kota Bekasi telah memfasilitasi beberapa kegiatan komunitas agar masalah komunikasi tersebut dapat dikurangi.

(G08)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/aksi/setelah-tanam-saatnya-panen/feed/ 0