celana jeans - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/celana-jeans/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 05:37:20 +0000 id hourly 1 Madewell Warnai Jeans dengan Kulit Udang https://www.greeners.co/gaya-hidup/madewell-warnai-jeans-dengan-kulit-udang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=madewell-warnai-jeans-dengan-kulit-udang https://www.greeners.co/gaya-hidup/madewell-warnai-jeans-dengan-kulit-udang/#respond Fri, 08 Mar 2019 09:33:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=22727 Madewell kali ini mencoba membuat perubahan besar pada jeans andalannya dengan pewarna bahan denim yang ramah lingkungan. Ia meluncurkan koleksi jeans yang menggunakan pewarna dari kulit udang.]]>

Pakaian jeans merupakan salah satu jenis pakaian kasual yang paling banyak digemari berbagai kalangan. Selain cocok untuk dipakai sehari-hari, jeans terbuat dari bahan yang kuat. Seiring dengan berkembangnya tren fesyen yang ramah lingkungan, beberapa produsen pakaian terpacu untuk berinovasi menciptakan jeans yang modis dan tentunya ramah lingkungan.

Salah satunya Madewell, perusahaan pakaian jeans yang telah didirikan sejak 1937. Madewell kali ini mencoba membuat perubahan besar pada jeans andalannya dengan pewarna bahan denim yang ramah lingkungan. Pada 28 Agustus, Madewell mengumumkan bahwa mereka secara resmi membuat denim mereka lebih berkelanjutan. Keseriusan Madewell dalam hal ini dibuktikan dengan meluncurkan koleksi jeans yang menggunakan pewarna dari kulit udang.

kulit udang

Foto: Madewell via Greenmatters.com

Umumnya, denim menggunakan pewarna kimia untuk mendapatkan warna biru pada jeans. Sayangnya pewarna ini berbahaya bagi lingkungan. Tidak ingin melakukan hal yang sama, Madewell menggunakan serat dari kulit udang untuk mendapatkan warna biru klasik namun tetap bebas racun. Secara khusus, Madewell mengembangkan serat yang berasal dari kulit udang yang kemudian diberi nama “chitosan.”

Dilansir pada Teen Vogue, dalam sebuah siaran pers Madewell mengatakan bahwa mereka telah “menggunakan kapas organik dari pabrik Candiani di Italia, di mana kapas berasal dari biji yang bebas GMO (genetically modified organism), yang tidak diolah dengan bahan kimia beracun.” Dengan demikian, denim yang mereka produksi hanya membutuhkan bahan kimia 65 persen lebih sedikit dan menggunakan air 75 persen lebih sedikit daripada kain rata-rata.

kulit udang

Foto: Madewell via Greenmatters.com

Upaya keberlanjutan dari Madewell patut diacungi jempol. Mereka tidak terbatas hanya membuat koleksi jeans ramah lingkungan saja, bahkan dalam praktik proses produksinya mereka memprioritaskan energi terbarukan. Limbah yang dihasilkan diubah menjadi batu bata yang kemudian digunakan untuk membuat perumahan dengan harga terjangkau.

Untuk saat ini, koleksi jeans “kulit udang” Madewell hanya dapat dipesan secara online dan tersedia untuk waktu yang terbatas. Jeans ramah lingkungan yang diluncurkan oleh Madewell merupakan bagian dari koleksi musim gugur 2018. Kedepannya, Madewell berencana akan terus membuat perubahan yang ramah lingkungan dan mempertahankannya secara permanen.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/madewell-warnai-jeans-dengan-kulit-udang/feed/ 0
3 Merek Fesyen Ini Hadirkan Koleksi Jeans Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-merek-fesyen-hadirkan-koleksi-jeans-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=3-merek-fesyen-hadirkan-koleksi-jeans-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-merek-fesyen-hadirkan-koleksi-jeans-ramah-lingkungan/#respond Tue, 17 Oct 2017 12:28:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19023 Di balik popularitasnya yang tinggi dan modelnya yang bersifat "evergreen", proses pembuatan celana jeans banyak yang dibuat secara tidak ramah lingkungan dan tidak beretika.]]>

Siapa yang tak suka dengan jenis pakaian yang satu ini? Ya, jeans merupakan salah satu bahan pakaian yang digemari oleh banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Celana jeans identik dengan kesan kasual dan dapat dipadupadankan dengan banyak model pakaian. Selain itu, celana jeans juga bersifat kuat dan tidak mudah robek, sehingga cocok untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Celana jeans merupakan salah satu model pakaian yang tak akan lekang oleh waktu dan akan selalu mendapat tempat di hati para penggemarnya.

Namun di balik popularitasnya yang tinggi dan modelnya yang bersifat evergreen, proses pembuatan celana jeans banyak yang dibuat secara tidak ramah lingkungan dan tidak beretika. Proses pewarnaan celana jeans dapat mencemari air. Perlu diketahui, pewarna biru pada celana jeans kebanyakan mengandung zat berbahaya seperti merkuri, cadmium, dan lainnya. Selain itu, tidak sedikit dari para pekerja yang membuat celana jeans mengalami keracunan dan kanker paru-paru karena terpapar oleh zat-zat berbahaya tersebut.

Meski demikian, bukan berarti semua produsen celana jeans di dunia ini memproduksi produk jeans dengan cara yang tidak ramah lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Ada juga beberapa merek fesyen yang menghadirkan koleksi celana jeans nan modis namun tetap ramah lingkungan dan memperhatikan kesehatan para pekerjanya. Seperti dilansir dari Ecocult.com, ini tiga merek fesyen yang menghadirkan koleksi jeans yang ramah lingkungan.

jeans ramah lingkungan

Foto: ecocult.com

1. Levi’s

Siapa yang tak kenal dengan merek yang satu ini? Levi’s merupakan merek fesyen asal Amerika Serikat yang memperkenalkan celana blue jeans pada 1873 kepada masyarakat luas. Sebagai salah satu pionir dari munculnya celana jeans, Levi’s tentunya tidak sembarangan ketika memproduksi koleksi celana jeans mereka. Levi’s berkomitmen untuk membuat celana jeans dengan konsep waterless. Selain itu, mereka juga melakukan “Screened Chemistry” terhadap semua produk jeans yang mereka produksi, sehingga dijamin produk yang mereka hasilkan tidak mengandung kandungan zat kimia yang berbahaya.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/3-merek-fesyen-hadirkan-koleksi-jeans-ramah-lingkungan/feed/ 0
Levi’s: Tidak Perlu Mencuci Jeans Terlalu Sering https://www.greeners.co/gaya-hidup/levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering https://www.greeners.co/gaya-hidup/levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering/#respond Sat, 06 Jun 2015 08:24:10 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9489 Siapa yang tidak mengenal dan menyukai celana jeans? Celana berbahan denim yang sudah ada sejak 1950-an ini tak pernah kehilangan penggemarnya. Selain modelnya yang tidak ketinggalan jaman, celana jeans atau jins […]]]>

Siapa yang tidak mengenal dan menyukai celana jeans? Celana berbahan denim yang sudah ada sejak 1950-an ini tak pernah kehilangan penggemarnya. Selain modelnya yang tidak ketinggalan jaman, celana jeans atau jins nyaman dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Baik dewasa ataupun remaja pasti memiliki sepotong jins di lemarinya.

Namun, pernahkah terpikirkan oleh kalian untuk tidak mencuci jins sehabis dikenakan? Mungkin hal ini terdengar aneh namun dengan menunda mencuci jins hingga beberapa kali pemakaian ternyata memberikan dampak besar bagi keberlangsungan bumi.

Podusen jins Levi Strauss melakukan penelitian yang menyatakan bahwa dengan mencuci jins terlalu sering maka kita telah ‘berpartisipasi’ dalam merusak lingkungan. Penelitian ini mengatakan jika kita terlalu sering mencuci jins sama saja kita telah menghabiskan hampir 3.800 liter air selama masa pakai sepotong jins tersebut.

“Inilah saatnya memikirkan kembali cara kita yang seringkali mencuci celana jins setelah pemakaian, karena sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan,” ujar Chip Bergh selaku CEO dan Presiden Levi Strauss.

Menurut Chip, pengguna denim harus mulai bertanggung jawab dan mengetahui cara untuk merawat celananya dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. Secara tidak disadari, jins mengeluarkan 37 % karbon dioksida selama penggunaannya. Kepedulian dari label jins ternama ini terkait dengan masih banyaknya kesulitan untuk mendapatkan air bersih di beberapa daerah di dunia yang sangat memprihatinkan.

Gambar: levistrauss.com

Gambar: levistrauss.com

Levi Strauss juga melakukan Lifecycle Analysis (LCA). Mereka melakukan penelitian terhadap masyarakat negara maju seperti Cina, Perancis, Inggris dan Amerika perihal seberapa sering melakukan pencucian terhadap celana jins mereka. Hasilnya, pengguna denim di Amerika lebih banyak menghabiskan air untuk mencuci jins dibanding tiga negara lainnya. Sebaliknya, sebagian masyarakat Cina mencuci jins setelah empat kali pemakaian.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan serta penghematan ketersediaan air, masyarakat disarankan untuk menyontoh yang dilakukan oleh negara Cina karena dapat membantu menurunkan perubahan iklim serta penghematan air. Chip juga mengatakan bahwa tidak mencuci jins setelah pemakaian tidak akan membuat seseorang mengalami penyakit kulit.

“Walaupun jarang mencuci jins terdengar menjijikan dan jorok, namun sampai saat ini hal tersebut tidak pernah membuat seseorang menderita penyakit kulit,” ujarnya seperti dikutip dari laman ecouterre.com.

Penulis : Gloria Safira

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering/feed/ 0