daging anjing - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/daging-anjing/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 21 Jun 2015 12:02:48 +0000 id hourly 1 Jutaan Orang Tandatangani Petisi untuk Hentikan Festival Daging di Yulin https://www.greeners.co/berita/jutaan-orang-tandatangani-petisi-untuk-hentikan-festival-daging-di-yulin/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jutaan-orang-tandatangani-petisi-untuk-hentikan-festival-daging-di-yulin https://www.greeners.co/berita/jutaan-orang-tandatangani-petisi-untuk-hentikan-festival-daging-di-yulin/#respond Sun, 21 Jun 2015 11:51:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9887 Jakarta ( Greeners) – Jutaan orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia melakukan penolakan terhadap Festival Daging di Yulin yang berlangsung pada tanggal 21 Juni 2015 (hari ini) di provinsi […]]]>

Jakarta ( Greeners) – Jutaan orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia melakukan penolakan terhadap Festival Daging di Yulin yang berlangsung pada tanggal 21 Juni 2015 (hari ini) di provinsi Guangxi, Tiongkok. Melalui petisi yang disebarkan secara daring di situs Change.org, komunitas “Raise Your Paw” bersama dengan tiga juta lebih netizan dari berbagai belahan dunia mendesak Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menghentikan festival yang akan membantai ribuan anjing dan kucing untuk dimakan tersebut.

Davina Veronica, Ketua Garda Satwa Indonesia (GSI) yang juga mengampanyekan “Dogs Are Not Food” (anjing bukan makanan, Red.) di Indonesia dalam pesannya mengatakan, walaupun pembantaian anjing pada Festival Daging Yulin berlangsung di Tiongkok, tapi hal yang sama juga terjadi di Indonesia dan di banyak negara Asia. Setiap hari, orang membunuh anjing secara brutal untuk dimakan.

“Kita harus hentikan ritual yang keji ini dan menjadikan aktivitas festival ini sebagai tindakan yang ilegal. Anjing-anjing malang ini tak pantas diperlakukan secara kejam seperti itu,” katanya, Jakarta, Jumat (19/06/2015).

Selain Davina, model yang juga pencinta anjing Aline Adita, aktris sinetron Velove Vexia, dan beberapa selebritas dunia termasuk aktor Amerika Ian Somerhalder, penyanyi Sia, aktris dan model Nikki Reed serta aktris Bollywood Sonakshi Sinha pun turut mengajak para followernya untuk menolak festival ini.

Sebagai informasi, hingga Minggu (21/06) pukul 18.00 WIB, petisi pada laman www.change.org/Yulin2015 telah ditandatangani oleh 3.601.786 pendukung dan masih perlu 898.214 dukungan lagi untuk mencapai 4.500.000 tandatangan. Secara garis besar, petisi ini berisi ajakan dari komunitas “Raise Your Paw” yang membutuhkan suara dan bantuan seluruh warga dunia untuk menghentikan Festival Makan Daging Anjing di Yulin yang akan diadakan pada 21 Juni 2015.

Festival ini, seperti dikutip dalam petisinya, melibatkan apa yang disebut sebagai menikmati “kelezatan” hotpot daging anjing, membunuh anjing dengan lebih dulu menggantung tubuhnya dan memadukannya dengan minuman beralkohol keras. Festival ini juga mengakibatkan peningkatan angka penculikan anjing liar dan hewan peliharaan, serta penangkapan dan penyiksaan yang tak manusiawi di peternakan daging anjing.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jutaan-orang-tandatangani-petisi-untuk-hentikan-festival-daging-di-yulin/feed/ 0
Demi Selamatkan Hewan, Davina Panjat Pagar Rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/demi-selamatkan-hewan-davina-panjat-pagar-rumah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=demi-selamatkan-hewan-davina-panjat-pagar-rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/demi-selamatkan-hewan-davina-panjat-pagar-rumah/#respond Thu, 19 Feb 2015 08:40:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_green_carpet&p=7475 Jakarta (Greeners) – Memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing ternyata membutuhkan keseriusan dan tanggung jawab yang cukup besar. Karena jika tidak, alih-alih tumbuh sehat, hewan peliharaan tersebut malah sakit […]]]>

Jakarta (Greeners) – Memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing ternyata membutuhkan keseriusan dan tanggung jawab yang cukup besar. Karena jika tidak, alih-alih tumbuh sehat, hewan peliharaan tersebut malah sakit dan mati karena tidak terawat.

Davina Veronica Hariadi, model cantik kelahiran Jakarta, 36 tahun yang lalu, adalah satu dari beberapa pecinta hewan yang mengaku sangat peduli terhadap nasib dan keselamatan hewan-hewan domestik di Jakarta.

Ditemui di sela acara peluncuran “Jakarta Smart City” beberapa waktu lalu, anak sulung dari dua bersaudara ini bahkan telah mendirikan gerakan penyelamat hewan, khususnya hewan domestik bersama dengan beberapa orang lainnya. Organisasi ini dinamakan Garda Satwa Indonesia.

Bagi Davina sendiri, membantu hewan-hewan yang terlantar di jalanan tidak bisa dilakukan sendirian, harus ada sebuah wadah agar bisa mengkoordinasikan proses menyelamatkan hewan. “Untuk itulah Garda Satwa Indonesia ini berdiri,” tutur Ketua Umum Garda Satwa Indonesia ini.

Selain memang karena perempuan berdarah Jawa-Manado ini menyukai anjing, ia pun merasa bahwa selain manusia, siapalagi yang mampu menolong hewan-hewan tersebut dari rasa lapar dan rasa aman.

Bersama Garda Satwa, Davina juga mengampanyekan "Dogs Are Not Food" (anjing bukan untuk konsumsi). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Bersama Garda Satwa, Davina juga mengampanyekan “Dogs Are Not Food” (anjing bukan untuk konsumsi). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Anjing dan kucing menjadi hewan yang banyak diselamatkan oleh Garda Satwa Indonesia karena kedua jenis hewan ini yang paling banyak dipelihara di rumah. Lebih jauh Davina bercerita ia pernah mendapat laporan ada anjing tertabrak yang ditelantarkan pemiliknya di daerah Kelapa Gading. Wanita berlesung pipit itu pun mendatangi rumah tersebut dan mengawasinya beberapa hari.

“Itu anjingnya sangat memprihatinkan. Tubuhnya kurus dan dikerubungi lalat karena buang air di situ. Anjing itu tidak bisa bergerak karena tulang kakinya patah,” ceritanya.

Tanpa ragu, Davina lalu nekat memanjat pagar karena tidak dibukakan pintu oleh sang pemilik. Saat sudah loncat, ternyata pembantu rumah itu keluar dari dalam rumah. “Bilang ibu, saya ambil anjing ini dan tidak akan saya kembalikan lagi karena jelas-jelas mereka enggak peduli,” kata Davina menirukan ucapannya kepada si pembantu saat itu.

Garda Satwa Indonesia, lanjutnya, juga kerap mengkritisi para pemilik petshop. Dia melihat kucing dan anjing yang bagus kerap dipaksa berkembang biak lebih dari 2 hingga 3 kali seumur hidupnya. Belum lagi, ketika lahir, anakan yang jelek atau cacat dibuang karena tidak komersil.

Menurut Davina, anjing dan kucing yang diselamatkan oleh Garda Satwa Indonesia dapat diadopsi oleh siapa saja. Namun, Garda Satwa Indonesia tidak sembarangan menerima tawaran adopsi. Para calon adopter harus melalui serangkaian tes untuk bisa membawa pulang hewan tersebut.

Ia menjelaskan, para calon adopter harus mengisi formulir terlebih dahulu. Di dalamnya ada pertanyaan-pertanyaan yang menjadi penilaian apakah orang tersebut benar-benar pecinta hewan rumahan atau tidak.

“Setelah itu wawancara. Saya harus bertemu langsung dengan calon pengadopsi dan mensurvey rumah mereka,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/demi-selamatkan-hewan-davina-panjat-pagar-rumah/feed/ 0
Marak Dikonsumsi, Lembaga Pecinta Hewan Galang Petisi Ilegalkan Konsumsi Daging Anjing https://www.greeners.co/berita/marak-dikonsumsi-lembaga-pecinta-hewan-galang-petisi-ilegalkan-konsumsi-daging-anjing/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=marak-dikonsumsi-lembaga-pecinta-hewan-galang-petisi-ilegalkan-konsumsi-daging-anjing https://www.greeners.co/berita/marak-dikonsumsi-lembaga-pecinta-hewan-galang-petisi-ilegalkan-konsumsi-daging-anjing/#respond Mon, 16 Feb 2015 08:17:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7437 Jakarta (Greeners) – Hingga saat ini, anjing lebih dikenal sebagai hewan peliharaan (pet animal) dan bukan hewan potong. Namun, kasus perdagangan anjing untuk konsumsi di berbagai kota besar di Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hingga saat ini, anjing lebih dikenal sebagai hewan peliharaan (pet animal) dan bukan hewan potong. Namun, kasus perdagangan anjing untuk konsumsi di berbagai kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bandung, Bali, Medan dan Manado serta berbagai kota lain di Jawa semakin marak.

Ketua Umum Garda Satwa Indonesia, Davina Veronica mengatakan, penganiayaan anjing untuk konsumsi merupakan hal yang sangat disayangkan mengingat anjing merupakan hewan yang sangat bersahabat dengan manusia dan keberadaannya pun tidak harus dianggap sebagai gangguan. Ia pun aktif menyerukan kepada publik untuk tidak lagi menjadikan anjing sebagai hewan konsumsi dalam kampanye “Dogs Are Not Food”.

“Memang sudah seharusnya kita sesama mahkluk hidup saling menghargai dan menyayangi satu sama lain termasuk juga pada anjing,” terangnya saat ditemui dalam acara “My Furry Valentine” di Taman Langsat, Jakarta Selatan, Minggu (15/02).

Senada dengan Davina, aktris dan penyanyi Sophia Latjuba yang ditemui Greeners di lokasi yang sama juga menyatakan bahwa dirinya turut mendukung kampanye tersebut karena anjing adalah sahabat manusia.

“Anjing punya perasaan yang sangat tajam. Mereka tahu kapan akan disembelih, kapan akan dibunuh, kapan akan dimakan, mereka (anjing) tahu. Menurut saya sih agak kurang manusiawi,” ujar perempuan yang memelihara tiga ekor anjing dan satu ekor kucing ini.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sophia Latjuba (tengah) dan para pecinta hewan, khususnya anjing, turut mendukung kampanye “Dogs Are Not Food”. Mereka sepakat bahwa anjing adalah sahabat manusia dan bukan untuk dikonsumsi. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kampanye “Dogs Are Not Food” pun semakin serius disuarakan agar dapat ditetapkan secara hukum. Langkah yang diinisiasi oleh Garda Satwa Indonesia bersama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Animal Friends Jogja tersebut disebarkan dalam petisi dalam situs change.org. Pernyataan dukungan yang terkumpul dalam petisi ini nantinya akan diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk menghentikan dan mengilegalkan perdagangan daging anjing untuk konsumsi di Indonesia.

Efransjah, CEO dari World Wildlife Fund (WWF) Indonesia pun turut mengapresiasi kampanye Garda Satwa dalam usahanya menyelamatkan hewan yang dianiaya walaupun tidak bersalah. Menurutnya, data yang ditemukan terkait konsumsi daging anjing sungguh sangat memprihatinkan.

“Walaupun perdagangan daging anjing di Indonesia tidak berada pada skala yang sama dengan Korea misalnya, kita tidak boleh menganggap remeh jumlah anjing yang dibunuh tiap minggu untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dikutip dari petisi “Stop dan Ilegalkan Perdagangan Daging Anjing untuk Konsumsi di Indonesia” ini disebutkan bahwa di Yogyakarta saja diperkirakan 360 ekor anjing dibunuh tiap minggunya.

Di Manado dan Sumatra, di mana daging anjing dianggap sebagai makanan yang lezat, konsumsi daging ini diperkirakan setidaknya 5 kali lebih banyak (1.800 per minggu dalam satu area sehingga totalnya menjadi 3.600 ekor anjing). Kemudian kota besar seperti Jakarta juga memiliki jumlah yang lebih besar dari Yogyakarta dan paling sedikit dua kali lipat jumlah yang di Yogya, yang berarti kira-kira 720 anjing per minggu.

“Jadi, jika dijumlahkan semua, didapat angka 4.680 anjing per minggu, 18.720 per bulan dan 224.640 per tahun. Dan jangan lupa estimasi tersebut hanya di 4 daerah saja di Indonesia,” seperti dikutip dari petisi tersebut.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/marak-dikonsumsi-lembaga-pecinta-hewan-galang-petisi-ilegalkan-konsumsi-daging-anjing/feed/ 0