danone aqua - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/danone-aqua/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 07 Mar 2018 10:26:10 +0000 id hourly 1 IZWCC 2018, Industri Diminta Mencari Solusi Jangka Panjang atas Residual Waste https://www.greeners.co/berita/izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste https://www.greeners.co/berita/izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste/#respond Wed, 07 Mar 2018 05:15:20 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20162 Untuk mewujudkan "circular city" atau kota dengan konsep berkelanjutan, dibutuhkan tidak hanya peran aktif pemerintah melainkan juga pihak swasta, termasuk industri.]]>

Bandung (Greeners) – Untuk mewujudkan circular city atau kota dengan konsep berkelanjutan, dibutuhkan tidak hanya peran aktif pemerintah melainkan juga pihak swasta, termasuk industri. Danone-AQUA, salah satu perusahaan air minum dalam kemasan yang cukup besar di Indonesia, menyatakan diri berkomitmen mendukung konsep ini di Indonesia dengan menciptakan kemasan yang mudah di daur ulang. Namun demikian, Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) menyatakan hal yang bertolak belakang terkait komitmen tersebut.

Dalam acara International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) pada sesi “The Role Corporations Play”, Senin (05/03), GAIA menyampaikan data yang menunjukkan bahwa Danone berada di peringkat ke-7 (2,16 %) penghasil residual waste atau sampah residu terbanyak di Indonesia.

Secara lebih rinci, 10 perusahaan yang memproduksi residual waste berdasarkan data GAIA, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebesar 8,36%, PT Santos Jaya Abadi 7,17%, PT Unilever Indonesia Tbk 6,99%, PT Mayora Indah Tbk 4,95%, Wings Corporation 4,91%, PT Djarum 2,28%, Group Danone 2,16%, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 2,00%, Orang Tua (OT) 1,81%, PT Garuda Food Putra Putri Jaya 1,79%.

“Jadi perusahaan-perusahaan ini sudah melakukan sesuatu tapi tidak banyak. Contohnya Nestle yang mencoba mengumpulkan sampah-sampah yang dari sachet itu, dijadikan batu bata, tapi menurut saya itu bukan solusi yang bagus dan bukan untuk jangka panjang,” ujar perwakilan dari GAIA Asia Pasific, Froilan Grate, di Bandung, Senin (05/03).

BACA JUGA: International Zero Waste Cities Conference Digelar di Bandung

Froilan mengatakan bahwa perusahaan harus mulai memikirkan produknya dengan memakai bahan-bahan ramah lingkungan. Ia menyatakan bahwa produk harus di re-design kembali agar tidak menggunakan material plastik sekali pakai.

Menanggapi hal ini, Direktur Sustainable Development Danone-AQUA, Karyanto Wibowo, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa perusahaannya akan menjalankan komitmen yang telah dibuat dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Siapapun boleh mengeluarkan riset atau analisa seperti itu, tapi kami mempunyai komitmen dan akan melakukan inisiatif pada komitmen kami. Feedback dari mereka (GAIA) kami gunakan sebagai referensi,” kata Karyanto.

Karyanto menjelaskan, sejak tahun 2010, Danone-AQUA telah menginisiasi pembangunan 6 Recycling Business Unit (RBU) di Tangerang Selatan, Bali dan Bandung bekerjasama dengan Namasindo untuk menarik sampah kemasan di lingkungan. Danone-AQUA juga berambisi untuk me-recover lebih banyak sampah kemasan plastik dari yang diproduksinya pada tahun 2030.

“Dari 15 persen jumlah produksi yang dikeluarkan Aqua setiap harinya, kami sudah mendaur ulang 12 ribu ton per tahun yang kita kelola dengan 6 RBU. Kami punya ambisi untuk sampai ke 2030, makanya kita mempunyai milestone untuk collect dan recycle sesuai target yang didefinisikan. Seperti tahun 2020, kami menargetkan 25 persen untuk me-recover yang di mana target tersebut terus bertambah di setiap tahunnya,” lanjutnya.

BACA JUGA: Industri Daur Ulang Sampah Menjadi Contoh Sistem Ekonomi Melingkar

Menurut Karyanto, Danone-AQUA menerima produk recycle hanya dari tempat-tempat yang sudah terkoneksi dan terjaring oleh perusahaan Danone-AQUA. Alasannya adalah supaya koleksi jaringan terutama pada sektor informal langsung memberikan pengaruh kepada pemulung.

“Saat ini kami sedang membangun pilot model yang selanjutnya kami replika. Harus diakui bank sampah saat ini banyak yang tidak sustainable, banyak yang mati, karena bank sampah seharusnya diberikan jalur untuk menyuplai produknya. Maka itu, bank sampah yang ada di Jakarta Barat kami established dengan BSI (Bank Sampah Induk). BSI merupakan bank-bank sampah unit sehingga mereka punya outlet produknya. Dari bank sampah induk itu akan ke recycling unit, kemudian baru diproses produk-produknya ke Danone-AQUA,” kata Karyanto.

Sebagai informasi, acara International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) diselenggarakan pada 5-7 Maret 2018 di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Acara ini mengangkat tema “Circular City adalah Kota Masa Depan”.

IZWCC 2018 dihadiri oleh perwakilan kota-kota dari dalam dan luar negeri yang sudah ataupun yang sedang mengembangkan konsep zero waste cities. Konferensi ini juga menghadirkan para ahli dan praktisi dari kota-kota model zero waste di India, Filipina, Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia. Mereka menunjukkan bagaimana mengurangi limbah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui cara yang telah teruji, terbukti, dan relatif mudah direplikasi.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/izwcc-2018-industri-diminta-mencari-solusi-jangka-panjang-residual-waste/feed/ 0
Bagaikan Air, Menginspirasi Orang untuk Berbuat Kebaikan https://www.greeners.co/aksi/bagaikan-air-menginspirasi-orang-untuk-berbuat-kebaikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bagaikan-air-menginspirasi-orang-untuk-berbuat-kebaikan https://www.greeners.co/aksi/bagaikan-air-menginspirasi-orang-untuk-berbuat-kebaikan/#respond Thu, 20 Aug 2015 05:02:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=10823 Jakarta (Greeners) – Air identik dengan kebaikan, dimana air telah memberikan kehidupan bagi banyak makhluk hidup di bumi. Atas dasar filosofi air itu, Danone AQUA Danone pun meluncurkan inisiatif “Bagaikan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Air identik dengan kebaikan, dimana air telah memberikan kehidupan bagi banyak makhluk hidup di bumi. Atas dasar filosofi air itu, Danone AQUA Danone pun meluncurkan inisiatif “Bagaikan Air” yang artinya dengan berbuat baik tentu akan menjadikan Indonesia lebih baik.

Brand Director Danone AQUA, Febby Intan menyatakankan bahwa dengan inisiatif ini, AQUA ingin sekali menyebarluaskan inspirasi kebaikan yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

“Kami ingin menceritakan kepada seluruh masyarakat bahwa kebaikan itu masih ada di negeri ini. Semua hanya perlu diawali dengan niat baik yang sederhana dan tulus, maka kebaikan pasti akan menular terhadap sesama,” jelasnya saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/08).

Inisiatif “Bagaikan Air” ini ternyata mendapat perhatian dan dukungan dari banyak pihak. Seperti Marzuki “Kill the DJ” Mohamad, penyanyi rap yang identik dengan lirik-lirik berbahasa Jawa. Ia menyatakan sangat mendukung inisiatif “Bagaikan Air” yang diusung oleh Danone AQUA.

Pria yang memberdayakan petani di Dusun Banjarsari, Desa Kokosan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah ini bahkan menciptakan lagu berjudul “Bagaikan Air” agar seluruh masyarakat yang mendengarnya bisa menularkan segala jenis kebaikan kepada masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Saya berharap melalui lagu yang saya ciptakan untuk mendukung inisiatif ini mampu menginspirasi banyak orang agar mulai berpikir dan melakukan sesuatu untuk orang lain dan untuk Tanah Air tercinta,” tambahnya.

Tidak hanya Marzuki, artis seperti Melanie Subono yang mendirikan Rumah Harapan, aktivis jalanan seperti Abdul Rohim yang sejak tahun 2011 tanpa pamrih membersihkan paku-paku di jalanan Ibukota, hingga gerakan-gerakan pendidikan, lingkungan, sosial dan kesehatan pun memberikan dukungannya terhadap inisiatif ini.

Sebagai informasi, Danone AQUA mempersilakan masyarakat untuk dapat mengakses cerita-cerita inspiratif tentang aksi kebaikan di situs www.bagaikanair.com. Selain itu, para pengunjung situs tersebut juga bisa berbagi kebaikan yang akan mereka lakukan terhadap siapapun di lingkungannya.

Berbuat baik bak mencari harta yang terpendam karena kebaikan harus selalu diikuti dengan alasan. Namun, Danone AQUA percaya ada kebaikan di setiap orang. Inisiatif ini bertujuan untuk menyebarkan inspirasi kepada masyarakat yang mempunyai niat baik agar memulai dan mengalirkan kebaikan. “Bagaikan Air” yang diluncurkan secara nasional ini melibatkan dan didukung sejumlah tokoh inspirasional dan komunitas sosial dari berbagai daerah di Indonesia. Sudahkah Anda berbuat baik hari ini ?

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bagaikan-air-menginspirasi-orang-untuk-berbuat-kebaikan/feed/ 0
AQUA Grup Raih 13 Penghargaan GPMB 2015 https://www.greeners.co/aksi/aqua-grup-raih-13-penghargaan-gpmb-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aqua-grup-raih-13-penghargaan-gpmb-2015 https://www.greeners.co/aksi/aqua-grup-raih-13-penghargaan-gpmb-2015/#respond Thu, 30 Jul 2015 07:51:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=10551 Jakarta ( Greeners) – Dalam mencapai pembangunan berkelanjutan pasca Millenium Development Goals (MDGs) 2015, AQUA Grup telah melakukan berbagai macam kontribusi dan sinergi pada berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh […]]]>

Jakarta ( Greeners) – Dalam mencapai pembangunan berkelanjutan pasca Millenium Development Goals (MDGs) 2015, AQUA Grup telah melakukan berbagai macam kontribusi dan sinergi pada berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Atas dasar kontribusi dan sinergi tersebut, AQUA Grup mendapatkan 13 penghargaan dari Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya (GPMB) 2015 yang diberikan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia.

Parmaningsih Hadinegoro, Pimpinan AQUA Grup dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan yang diterima oleh AQUA Grup merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh pihak untuk mewujudkan komitmen bersama menuju pembangunan berkelanjutan pasca MDGs 2015.

“Tanpa dukungan dari seluruh pihak, terutama pemerintah dan masyarakat sekitar, program pemberdayaan yang kami inisiasi tidak dapat berjalan dengan baik. Karenanya, penghargaan ini bukan hanya milik AQUA Grup, tetapi juga seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan kami selama ini,” tegas Parmaningsih, di Hotel Kartika Chandra, Rabu (29/07) malam.

Selain itu, ia melanjutkan, seluruh pemberdayaan yang dikembangkan oleh AQUA Grup selalu didahului dengan kajian kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan program-program yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Sehingga, program pemberdayaan tersebut dapat dijalankan dengan kerja sama multi pihak agar dapat tercapai tujuannya dan manfaatnya berkelanjutan.

Dalam GPMB Award 2015 ini, AQUA Grup berhasil meraih penghargaan berupa delapan platinum, empat gold dan satu silver. Selain itu juga, Kepala Pabrik AQUA Klaten, Dudun Ari Wibowo berhasil meraih posisi terbaik kedua untuk kategori perorangan atas keberhasilannya dalam mengelola program-program pemberdayaan di sekitar pabrik AQUA Klaten.

Beberapa penghargaan tersebut antara lain:
Penghargaan Platinum
1. Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan di Kecamatan Polanhardjo, Kabupaten Klaten
2. Program Kali Bersih (Prokasih) dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat di Desa Karanglo, Polan, Ploso, Keprabon, Wareng dan Margod, Kabupaten Klaten
3. Program Kesehatan Ibu & Anak (Posyandu) di Kecamatan Polanhardjo, Kabupaten Klaten
4. Program Sekolah Lapang, Pengendalian Hama Wereng dan Tikus dengan Burung Hantu di Desa Karanglo dan Ponggok, Kecamatan Polanharjo dan Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
5. Program Kampung Sehat dan Bersih (Peningkatan Akses Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan) di Desa Ciburuy dan Cigombong, Kabupaten Bogor
6. Program Koperasi Bina Usaha Mandiri (Biru Mandiri) di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor
7. Program Konservasi Berbasis Masyarakat di Desa Pancawati, Kabupaten Bogor
8. Program Ayung Lestari di Dusun Bukian, Desa Plaga, Jempanang, Desa Beloksidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung

Penghargaan Gold
1. Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Cianjur
2. Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan di Dusun Kelok Batuang Jorong Lubuk Selasih Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok
3. Program Usaha Ternak Lebah Madu di Desa Doulu Dalam dan Doulu Pasar, Kecamatan Brastagi dan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo
4. Program Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kabupaten Klaten

Penghargaan Silver
1. Program Integrated Community Development (ICD) di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Sebagai informasi, acara yang telah dihelat ketujuh kalinya ini bertema “Gerakan Desa Untuk Masyarakat Yang lebih berdaya, Berkarakter, dan Berbudaya Menuju Indonesia Hebat”. Tema ini sejalan dengan mulai dilaksanakannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/aqua-grup-raih-13-penghargaan-gpmb-2015/feed/ 0
Pola Minum untuk Nutrisi Seimbang di Bulan Puasa https://www.greeners.co/aksi/pola-minum-untuk-nutrisi-seimbang-di-bulan-puasa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pola-minum-untuk-nutrisi-seimbang-di-bulan-puasa https://www.greeners.co/aksi/pola-minum-untuk-nutrisi-seimbang-di-bulan-puasa/#respond Fri, 05 Jun 2015 05:39:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9459 Jakarta (Greeners) – Menjelang bulan puasa, Aqua bersama dengan dr. Sri Sukmaniah, MSc, SpGK, dr. Pradono Handojo, MHA dan Ferdi Hasan kembali mengingatkan pola minum 242 saat puasa. Pola minum […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menjelang bulan puasa, Aqua bersama dengan dr. Sri Sukmaniah, MSc, SpGK, dr. Pradono Handojo, MHA dan Ferdi Hasan kembali mengingatkan pola minum 242 saat puasa. Pola minum 242 ini adalah 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas saat malam dan 2 gelas saat sahur.

Air menjadi komponen penting bagi masyarakat dalam menjaga hidrasi tubuh terlebih saat berpuasa. Fenomena yang kerap terjadi, masyarakat lebih senang memilih untuk minum yang manis dan meninggalkan air putih saat berbuka puasa. Namun, seperti dianjurkan oleh dr Sri Sukmaniah, MSc, SpGK, kebutuhan air dalam tubuh minimal 75% harus terpenuhi setidaknya dengan mengonsumsi 2 liter air sehari.

“Tubuh dewasa membutuhkan dua liter air sehari dan itu hanya dari air mineral, belum dari air yang terkandung dalam makanan. Kebutuhan dua liter air tersebut harus terpenuhi setiap harinya,” ujarnya saat konferensi pers #AQUA242 di Restoran Harum Manis, Jakarta (03/06/2015).

Health Marketing Director Danone AQUA, dr Jack Pradono Handojo, MHA juga menyatakan bahwa kurangnya konsumsi air pada tubuh akan menurunkan fokus seseorang saat beraktifitas.

“Kita perlu mengatur pola minum agar kita tidak kurang minum air putih dengan cara yang mudah yaitu 242 yang berarti dua gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur,” ujar dokter Jack.

Metode ini dipercaya dapat mengoptimalkan asupan nutrisi yang seimbang pada tubuh agar tidak kekurangan mineral. Pasalnya, tubuh tidak memproduksi mineral sehingga tubuh tetap mengonsumsi air sebagai pemenuhan nutrisi tubuh.

“Mengetahui kecukupan minun kita di bulan puasa bisa dengan mencermati warna urin kita. Bila urin terlihat kuning cerah, maka kita telah cukup terhidrasi, namun bila urin terlihat kuning pekat maka kita telah mengalami dehidrasi. Bila dehidrasi, lebih baik segera minum dalam jumlah yang cukup,” tambahnya.

Hadir pula presenter Ferdi Hasan yang telah menjalani metode 242 selama satu tahun. Ia mengakui bahwa metode ini akan mempermudah masyarakat untuk mengingat betapa pentingnya asupan air bagi tubuh.

“Menerapkan 242 sudah saya lakukan sejak campaign Aqua setahun lalu, efeknya badan terasa lebih enak. Karena kebutuhan mineral kita tidak diproduksi oleh tubuh, maka dengan minum air putih badan akan terasa enak,” ujarnya.

Air putih merupakan cairan paling alami untuk menghidrasi tubuh. Selain itu, air putih tidak mengandung pemanis (kalori), pewarna ataupun pengawet (preservative). Selain itu, air mineral mengandung florida yang penting menjaga kekuatan gigi, natrium yang penting menjaga cairan dalam tubuh, kalsium dan magnesium untuk tulang, kalium penting di dalam mekanisme transfer syaraf, silika untuk menjaga keutuhan kulit, dan zat besi yang merupakan salah satu kebutuhan dari co-enzim.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pola-minum-untuk-nutrisi-seimbang-di-bulan-puasa/feed/ 0
Kesadaran Masyarakat Tentang Kesehatan Ginjal Masih Kurang https://www.greeners.co/aksi/kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang https://www.greeners.co/aksi/kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang/#respond Fri, 13 Mar 2015 05:11:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8132 Jakarta (Greeners) – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang besar baik bagi penderitanya maupun bagi masyarakat dan negara. Untuk di Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang besar baik bagi penderitanya maupun bagi masyarakat dan negara. Untuk di Indonesia sendiri, prevalensi (jumlah kejadian) penyakit ginjal kronik terus meningkat setiap tahunnya.

Hasil studi epidemiologi Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 12,5 persen dari masyarakat diketahui mengalami penyakit ginjal kronik. Bahkan, berdasarkan data sampai dengan tahun 2012 ada sekitar 100.000 pasien yang menderita Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA).

Ketua Pernefri, dr. Dharmeizer mengatakan kalau Pernefri di bawah naungan International Society of Nephrology (ISN) selalu berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan ginjal dengan mengedukasi mengenai pengenalan faktor resiko dan upaya pencegahannya.

“Dampak penyakit ini sangat besar pengaruhnya bagi sosial ekonomi penderita maupun negara karena biaya mahal yang dikeluarkan,” terangnya pada peringatan hari ginjal sedunia yang mengangkat tema “Ginjal Sehat Untuk Semua” di Jakarta, Kamis (12/03).

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar menjelaskan bahwa sebenarnya ada delapan langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal.

Delapan langkah tersebut, lanjutnya, seperti menjaga badan agar tetap bugar dan aktif dengan berolah raga, menjaga kadar gula darah, menjaga tekanan darah agar tetap stabil, mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan agar tetap ideal, mengonsumsi air yang cukup dan tidak merokok.

“Yang paling penting dan sebenarnya berbahaya itu ya jangan mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang dan selalu memeriksakan fungsi ginjalnya secara berkala,” tambahnya.

Selain itu, kata Parlindungan, peran air dalam tubuh juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya dalam menjaga kesehatan ginjal, maka masyarakat juga diimbau untuk minum air putih yang cukup.

Menurut Parlindungan, pada orang yang sehat dan aktif meminum setidaknya dua liter air putih sehari, maka jumlah urin yang dikeluarkan akan bertambah sehingga akan mengencerkan zat-zat pembentuk batu yang juga akan mengakibatkan batu pada salurah kemih.

Sebagai informasi, dalam memperingati hati ginjal sedunia 2015, Health Marketing Director Danone Aqua, dr. Pradono Handojo menyatakan bahwa sebagai produsen air minum dalam kemasan terkemuka di Indonesia, Danone Aqua senantiasa akan ambil bagian dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga hidrasi tubuh bagi kesehatan termasuk dengan ginjal.

“Ini kali keenam Danone Aqua mendukung peringatan Hari Ginjal Sedunia dan diharapkan masyarakat akan sadar dan teredukasi tentang pentingnya minum air putih bagi kesehatan tubuh,” tandasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang/feed/ 0
Pentingnya Edukasi Tentang Air Bagi Anak https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak/#respond Wed, 10 Dec 2014 10:14:27 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=6701 Jakarta (Greeners) – Air memiliki fungsi penting untuk kesehatan manusia. Namun sayangnya, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa untuk tetap sehat, kualitas air sama pentingnya dengan jumlah air yang diminum. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Air memiliki fungsi penting untuk kesehatan manusia. Namun sayangnya, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa untuk tetap sehat, kualitas air sama pentingnya dengan jumlah air yang diminum. Karena tidak semua air sama, aman dan sehat untuk dikonsumsi, maka edukasi tentang air sangat penting, tidak hanya bagi orang dewasa, namun juga anak-anak.

Psikolog sekaligus Direktur dari Personal Growth, Counseling and Development Center, Ratih Ibrahim, menyatakan bahwa edukasi yang diberikan sejak dini kepada anak-anak akan memberikan pengaruh yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak tersebut.

Dalam konteks edukasi air, Ratih mengatakan kalau upaya tersebut akan memengaruhi anak-anak agar bisa menghargai air dan alam yang memberikan sumberdaya tersebut.

“Cara paling baik dalam mengedukasi anak tersebut bisa dilakukan dengan cara ‘experiential learning’ atau belajar sambil melakukan dan mengalami apa yang sedang dia pelajari seperti yang dilakukan oleh Aqua dan Kidzania ini,” terang Ratih saat menghadiri peresmian wahana Aqua Water Research Training Center di Kidzania, Jakarta, Rabu (10/12).

Senada dengan Ratih, Manager Marketing Danone Aqua, Melda Rachman, menyatakan bahwa edukasi untuk anak yang dilakukan sejak dini akan berpengaruh terhadap peran anak-anak saat dewasa nanti. Selain itu, tambahnya, tidak hanya menitikberatkan edukasi pada pemilihan air yang baik untuk kesehatan, anak pun perlu mengetahui bagaimana cara menjaga kualitas air dan merawat lingkungan.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Merek air minum dalam kemasan yang baru saja mendapatkan penghargaan Proper Hijau 2014 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini juga menyatakan kepeduliannya terhadap nasib dan keberlangsungan air bersih di Indonesia. Khususnya, terang Melda, untuk edukasi pada anak sejak usia dini.

“Kita sangat berharap anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya merawat alam sekitar agar tercapai harmoni antara alam dan manusia,” katanya.

Director Marketing and Creative Kidzania Jakarta, George Aly Razy, mengatakan, melalui konsep edukasi dalam permainan ini diharapkan anak-anak Indonesia mampu mendapatkan gambaran yang lebih baik dan pengalaman yang lebih menyenangkan tentang air.

Pengalaman itu berupa pengetahuan memilih air yang berkualitas untuk dikonsumsi, proses untuk menjaga kualitas dari sumber mata air hingga ke konsumen, dan juga merawat sumber mata air dan lingkungan agar terus tercipta generasi sehat Indonesia.

“Anak-anak memiliki peranan penting untuk kelangsungan lingkungan di masa depan. Karena itu, mereka perlu mendapatkan edukasi,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak/feed/ 0
Danone AQUA Tingkatkan Kesadaran Minum Air Putih https://www.greeners.co/aksi/danone-aqua-tingkatkan-kesadaran-minum-air-putih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=danone-aqua-tingkatkan-kesadaran-minum-air-putih Sat, 24 May 2014 03:59:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=4696 Jakarta (Greeners) – Pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, Danone AQUA, menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Salah satunya dengan menggelar diskusi kesehatan bertajuk Memahami serta Mencegah Dehidrasi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, Danone AQUA, menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Salah satunya dengan menggelar diskusi kesehatan bertajuk Memahami serta Mencegah Dehidrasi Ringan pada Jumat (23/5) kemarin, di The Only One Club (The O1 Club), FX Lifestyle X’nter, Jakarta.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh tiga orang pembicara, dr. Saptawati Bardosono, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Pradono Handojo, MHA, Health Marketing Director Danone AQUA, serta aktor sekaligus model Mischa Chandrawinata itu antara lain disosialisasikan dampak dehidrasi ringan bagi kesehatan seseorang. Gangguan-gangguan kecil seperti mudah lelah, mudah cemas, mood turun, daya konsentrasi dan kewaspaadan visual berkurang, hingga sakit kepala adalah dampak yang akan dialami seseorang ketika kehilangan 1 – 5% cairan dalam tubuh atau dehidrasi ringan.

“Sebagai komponen utama dalam tubuh seseorang, air yang cukup dibutuhkan agar organ-organ dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Air putih adalah sumber air paling baik dan menyehatkan,” ujar dr. Saptawati.

Setiap saat tubuh mengalami kehilangan cairan secara alami melalui bernafas, berkeringat, buang air kecil dan besar. Rasa haus dapat dijadikan penanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Jika rasa haus itu dibiarkan hingga tidak terasa lagi, malah akan berdampak buruk.

“Hilangnya dahaga justru merupakan indikasi bahwa tingkat dehidrasi yang dialami seseorang sudah lebih tinggi. Jadi, saat merasa haus sebaiknya segera minum secukupnya. Karena kalau dibiarkan terus-menerus dapat berpotensi menyebabkan penyakit serius seperti konstipasi (susah buang air besar), infeksi saluran kemih, dan infeksi batu ginjal,” jelasnya.

Agar tubuh terhidrasi dengan baik, ia menyarankan minum air yang tidak diberi zat tambahan apapun atau air putih biasa minimal dua liter per hari. Dan, kondisi air yang layak konsumsi harus memenuhi kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Dalam acara tersebut dibahas pula hasil penelitian Danone AQUA bersama tiga universitas ternama, yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin dan Universitas Airlangga. Dari penelitian The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2010 tersebut terungkap, bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami dehidrasi ringan. Berdasarkan pemeriksaan berat jenis urin terhadap 1.200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makassar dan Malino tampak bahwa kondisi dehidrasi ringan didominasi remaja (49,5%). Penyebab terjadinya dehidrasi ringan tersebut antara lain kurangnya pengetahuan dan kesulitan akses secara fisik dan ekonomi dalam memperoleh air minum.

“Menurut penelitian yang kami lakukan pada 2010, satu dari 2 orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Kita dapat memonitor apakah sudah terdehidrasi dengan cukup di antaranya melalui pemeriksaan grafik warna urin sendiri (PURI). Bila warnanya makin bening berarti terhidrasi dengan baik. Dan sebaliknya, jika semakin pekat artinya mengalami kekurangan cairan. Tapi, harus dicermati juga apakah sebelumnya kita mengonsumsi minuman atau makanan yang berpengaruh pada warna urin,” ucap dr. Pradono Handojo.

 

Dyah Wisnuwardani

]]>