deep extreme indonesia - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/deep-extreme-indonesia/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 09 Apr 2019 10:44:00 +0000 id hourly 1 Minister Susi Pudjiastuti: It’s Time to Protect Indonesia’s Oceans https://www.greeners.co/english/minister-susi-pudjiastuti-its-time-to-protect-indonesias-oceans/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=minister-susi-pudjiastuti-its-time-to-protect-indonesias-oceans https://www.greeners.co/english/minister-susi-pudjiastuti-its-time-to-protect-indonesias-oceans/#respond Mon, 08 Apr 2019 14:32:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_english&p=23045 Apart from waste, Indonesian oceans are also facing massive exploitation. Ministry of Marine and Fisheries Affairs have issued regulations to support healthy marine management and beneficial for Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Minister of Marine and Fisheries Affairs, Susi Pudjiastuti, said government has issued regulations to keep Indonesian waters beautiful and productive as President Joko Widodo instructed the ministry to fight illegal, unreported, unregulated fishing (IUU Fishing).

“We have claimed sovereignty over our oceans to Indonesians by chase away foreign vessels stealing our fishes. We have regulated fishing zones, fishing tools, and stop destructive fishing activities. We are pushing for sustainable management. We are now protecting oceans together. Don’t trash oceans with plastic waste that can harm marine lives. No more hunting endangered fish species. Let’s protect oceans for the sake of our children and grandchildren,” said Minister Susi in Jakarta on Saturday (06/04/2019).

READ ALSO: Indonesia Allocates Big Budget for Sustainable Marine Tourism 

Furthermore, she said that one of the biggest threat for oceans is waste, especially plastic.

One easy way for all people, especially sea lovers communities, is to clean up beaches and oceans wherever they go or do their activities.

“President has issued presidential regulation in 2018 on marine waste management. I ask for all officials in the country to implement this regulation. Plastic straw is dangerous stuff, it’s better to drink coconut water directly [without straw],” she said.

Apart from waste, Indonesian oceans are also facing massive exploitation. Ministry of Marine and Fisheries Affairs have issued regulations to support healthy marine management and beneficial for Indonesia. Sustainable management will increase competitiveness of Indonesian fisheries in world market, through tracking and fish quality, either from catch and farming.

READ ALSO: World Ocean Day: Oceans Stick To Be Dumping Site in Indonesia  

Meanwhile, Kaka “Slank”, who is also co-founder of Pandu Laut Nusantara said that there are things to do to protect seas, such as follow the principles of responsible diver or “diver rese”.

These principles, he said, are related to the attitude while diving, including not destroying coral reefs, not disrupting marine lives and actively cleaning waste found in the sea or beach.

“Diver rese is another word for under the sea sanitary workers. Two years ago, I was given a net bag, I always bring the net every time I go dive up to this date. Unfortunately, plastic waste lies in the bottom of the seas are piling. Previously, nine years ago, the wastes piled up in the surface but now they are at the bottom of the sea. Hence, there are lots of incidents [where] whales ate plastics,” he said.

Ridho “Slank” also said that one of the inhabitant islands in Raja Ampat has massive waste, which came either by currents or dumped during transits.

“They got all kinds of waste, from instant noodles to oil plastics. The place is beautiful and neat but with piling wastes, it’s such a shame. We dived 30-40 meters yesterday, we found wastes, from car tires to canned drinks,” he said.

Marzuki of Kill The DJ, one of Pandu Laut Nusantara influencer, said “each of us has unique abilities. For me, I set up Youtube broadcast. All of those unique abilities if collaborated to protect seas will show impacts. So, instead of just thinking about how to get good spot, but we also help to protect the environment,” he said.

Reports by Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/english/minister-susi-pudjiastuti-its-time-to-protect-indonesias-oceans/feed/ 0
Menteri Susi: Saatnya Bersama-sama Jaga Laut Indonesia https://www.greeners.co/berita/menteri-susi-saatnya-bersama-sama-jaga-laut-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menteri-susi-saatnya-bersama-sama-jaga-laut-indonesia https://www.greeners.co/berita/menteri-susi-saatnya-bersama-sama-jaga-laut-indonesia/#respond Sun, 07 Apr 2019 07:21:17 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=23028 "Kini saatnya kita bersama-sama menjaga laut. Jangan kotori laut dengan sampah plastik yang dapat membahayakan kehidupan bawah laut," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam acara dialog Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019.]]>

Jakarta (Greeners) – Laut Indonesia membutuhkan perhatian dari masyarakat luas untuk menjaga dan merawat laut dari tangan-tangan nakal. Karena hanya dengan kerja bersama seluruh kalangan, laut Indonesia dapat terselamatkan dari ancaman perusakan, eksploitasi berlebihan dan pencemaran sampah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membuat aturan supaya laut Indonesia tetap indah dan produktif. Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan KKP untuk melawan Ilegal, Unreported, Unregulated Fishing (IUU Fishing).

“Kita sudah kembalikan kedaulatan atas laut ke tangan bangsa Indonesia dengan mengusir kapal-kapal asing yang mencuri ikan di laut kita. Kita sudah atur zonasi penangkapan ikan, alat penangkap ikan, dan menghentikan kegiatan penangkapan ikan yang merusak. Kita galakkan pengelolaan berkelanjutan. Kini saatnya kita bersama-sama menjaga laut. Jangan kotori laut dengan sampah plastik yang dapat membahayakan kehidupan bawah laut. Jangan lagi berburu spesies ikan yang langka dan dilindungi. Mari bersama jaga laut demi masa depan anak cucu kita,” kata Susi pada dialog yang diselenggarakan di pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019, Jakarta, Sabtu (06/04/2019).

BACA JUGA: Anggarkan Dana Besar, Pemerintah Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan 

Susi mengatakan bahwa salah satu ancaman besar yang saat ini dihadapi laut Indonesia adalah pencemaran sampah, terutama plastik yang menjadi momok di seluruh wilayah perairan Indonesia. Salah satu cara mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang terutama kalangan dan komunitas pencinta laut adalah dengan sukarela membersihkan pantai dan laut di manapun mereka beraktivitas.

“Presiden sudah buat Perpres No. 83/2018 tentang penanganan sampah di laut. Saya minta semua pejabat di NKRI wajib melaksanakan ini. Sedotan plastik itu dangerous stuff, minum kelapa muda lebih asyik kalau diminum langsung,” katanya kepada semua pengunjung DXI 2019.

Selain sampah, laut lndonesia sebelumnya juga mengalami eksploitasi berlebihan. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk mendukung pengelolaan laut lebih sehat dan memberikan banyak manfaat untuk Indonesia. Pengelolaan yang berkelanjutan juga meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar mancanegara, melalui jaminan ketelusuran dan peningkatan mutu ikan hasil tangkapan maupun budidaya.

BACA JUGA: Deep and Extreme 2019 Kampanyekan Konservasi Lingkungan 

Dalam acara yang sama, Kaka “Slank” yang merupakan salah satu pendiri Pandu Laut Nusantara mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga laut, salah satunya dengan mengikuti prinsip-prinsip Responsible Diver atau disingkat “Diver Rese” yang digagas oleh Pandu Laut Nusantara. Prinsip-prinsip ini, menurut Kaka terkait dengan sikap saat menyelam, diantaranya tidak merusak karang, tidak mengganggu hewan-hewan laut dan aktif membersihkan sampah yang ditemukan baik di dalam laut maupun di pantai.

“Diver rese’ kata lainnya tukang sampah bawah laut. Dua tahun lalu saya dikasih kantong jaring, akhirnya kantong jaring itu saya bawa terus setiap kali diving sampai hari ini. Mirisnya sampah plastik di bawah laut itu semakin banyak. Dulu, sembilan tahun lalu mungkin sampah banyaknya di permukaan sekarang yang paling banyak ternyata di dalam laut. Makanya sekarang banyak kejadian paus makan sampah plastik,” kata Kaka.

Ridho Slank juga mengatakan bahwa salah satu pulau yang tidak berpenghuni di Raja Ampat memiliki sampah yang sangat banyak. Ia tidak tahu apakah sampah tersebut sampah yang terbawa arus atau sampah yang dibuang saat transit.

“Semua jenis sampah ada, dari kemasan mie instan sampai plastik oli. Tempatnya indah rapi tapi keadaan penuh sampah membuat miris. Sampai kemarin kita diving di kedalaman 30-40 meter masih banyak sampah dari ban mobil sampai tempat minuman kaleng ada,” ujar Ridho.

Ajakan untuk menjaga laut juga disampaikan influencer Pandu Laut Nusantara, Marzuki “Kill The DJ”. “Kita masing-masing punya kemampuan unik. Kalau saya buat tayangan di Youtube. Semua kemampuan unik itu kalau dikolaborasikan untuk jaga laut pasti akan berdampak. Kalau bisa ketika diving tidak hanya memikirkan bagaimana bisa dapat spot bagus tapi bantu juga menjaga lingkungan,” katanya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/menteri-susi-saatnya-bersama-sama-jaga-laut-indonesia/feed/ 0
Indonesia Allocates Big Budget for Sustainable Marine Tourism https://www.greeners.co/english/indonesia-allocates-big-budget-for-sustainable-marine-tourism/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-allocates-big-budget-for-sustainable-marine-tourism https://www.greeners.co/english/indonesia-allocates-big-budget-for-sustainable-marine-tourism/#respond Fri, 05 Apr 2019 14:55:30 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_english&p=23039 Amid rising concerns for marine plastic waste, Indonesia allocates three percent of its state budget to support regions developing their sustainable marine tourism.]]>

Jakarta (Greeners) – Amid rising concerns for marine plastic waste, Indonesia allocates three percent of its state budget to support regions developing their sustainable marine tourism.

Kosmas Harefa, assistant deputy for Culture, Art and Sports of Coordinating Ministry of Maritime Affairs, said that Indonesia’s marine potential is not effectively explored in marine sports compare to other nations, while this could lift the country’s aim to become world’s maritime axis.

“We have oceans but has not fully utilized. Hence, we need to make our oceans as the world’s destination for marine activities, especially marine sports,” said Harefa to Greeners in Jakarta on Thursday (04/04/2019).

READ ALSO: Waste Still an Issue for Tourism in Indonesia 

Harefa said to develop marine tourism requires coordination with local governments as they are the ones who understand the areas and have the authority.

He said that Indonesia is still struggling with plastic waste for its sustainable marine tourism management. In addition, he expected for regional administration to create innovation to support sustainable marine tourism management.

“We [coordinating ministry for maritime issues] can only assist, guide, monitor and evaluate regional governments and public for this sustainable marine tourism development,” he said. “The government needs to be encouraged to develop the system that involves public because awareness is more important so that waste management is integrated to all stakeholders.”

READ ALSO: Two Ministries Collaborate on Developing Marine Tourism 

Meanwhile, Ali Mochtar Ngabalin, presidential special staff, said that the government had allocated budget for marine conservation and tourism.

“Indonesian government prepares a big budget for the working frame and tasks of maritime affairs, might it be clean-up seas or conservation [efforts]. More than three percent of maritime budget is allocated for marine conservation and tourism.”

Ngabalin did not provide more details in the budget, however, he ensures that the money will be distributed to several head of districts and mayors to be finance conservation program in regions.

Reports by Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/english/indonesia-allocates-big-budget-for-sustainable-marine-tourism/feed/ 0
Anggarkan Dana Besar, Pemerintah Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan https://www.greeners.co/berita/anggarkan-dana-besar-pemerintah-dorong-wisata-bahari-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggarkan-dana-besar-pemerintah-dorong-wisata-bahari-berkelanjutan https://www.greeners.co/berita/anggarkan-dana-besar-pemerintah-dorong-wisata-bahari-berkelanjutan/#respond Fri, 05 Apr 2019 13:24:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=23000 Pemerintah Indonesia mendorong wisata bahari berkelanjutan melalui peran pemerintah daerah dengan menganggarkan tiga persen dana APBN untuk membangun wisata bahari berkelanjutan.]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah Indonesia mendorong wisata bahari berkelanjutan melalui peran pemerintah daerah dengan menganggarkan tiga persen dana APBN untuk membangun wisata bahari berkelanjutan. Sistem berkelanjutan ini didorong karena isu sampah di laut khususnya sampah plastik semakin membahayakan perairan Indonesia dan dunia.

Asisten Deputi Budaya Seni Dan Olahraga Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Kosmas Harefa mengatakan bahwa potensi kelautan Indonesia belum tereksplorasi dengan baik di bidang wisata bahari terutama olahraga bahari yang belum ada apa-apanya dibandingkan negara lain. Padahal potensi ini bisa mengangkat Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kita sudah punya laut tapi belum dimanfaatkan dengan maksimal. Oleh karenanya kita harus bisa menjadikan kelautan kita sebagai tempat destinasi untuk para pecinta aktivitas bahari dunia terutama pada olahraga bahari,” kata Kosmas kepada Greeners saat ditemui di acara Deep and Extreme Indonesia 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (04/04/2019).

BACA JUGA: Masalah Sampah (Masih) Jadi Hambatan Pariwisata 

Kosmas mengatakan untuk mengembangkan destinasi wisata bahari ini perlu koordinasi dengan pemerintah daerah karena pemda mengetahui secara pasti dan memiliki otoritas terhadap daerahnya.

Ia mengatakan dalam pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan, Indonesia masih berkutat pada isu sampah terutama sampah plastik yang menjadi perhatian akhir-akhir ini. Ia berharap pemda memiliki inovasi untuk mewujudkan wisata bahari yang berkelanjutan.

“Kalau kami (Kemenko Maritim) hanya mengeksistensi, mendampingi, memantau dan mengevaluasi bagaimana sesungguhnya pemda dan masyarakat bergerak untuk masalah wisata bahari berkelanjutan ini. Pemda harus didorong supaya membangun sistem dengan keterlibatan masyarakat karena membangun kesadaran masyarakat secara menyeluruh jauh lebih penting sehingga penanganan sampah itu terintegrasi ke semua stakeholder yang ada,” ujar Kosmas.

BACA JUGA: KKP dan Kementerian Pariwisata Kembangkan Kepariwisataan Bahari Nasional 

Untuk menunjang sistem berkelanjutan di kawasan wisata bahari ini, Staf Khusus Kantor Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengatakan pemerintah telah menggolontorkan dana cukup besar untuk konservasi dan wisata bahari.

“Pemerintah Indonesia tidak sedikit menganggarkan dana cukup besar dalam rangka kerja dan tugas kemaritiman, baik itu yang bersih-bersih laut maupun konservasi yang dilakukan. Lebih dari tiga persen anggaran kemaritiman adalah bagian yang dialokasikan dalam rangka konservasi dan wisata bahari ,” kata Ali.

Ali menyatakan belum bisa merinci detail alokasi dana tersebut namun ia memastikan bahwa anggaran tersebut diberikan kepada beberapa bupati dan walikota untuk menjadi bagian program konservasi dari pemerintah daerah.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/anggarkan-dana-besar-pemerintah-dorong-wisata-bahari-berkelanjutan/feed/ 0
Deep and Extreme 2019 Kampanyekan Konservasi Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan/#respond Thu, 04 Apr 2019 12:44:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22994 Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 resmi digelar dengan mengampanyekan dan mensosialisasikan upaya-upaya konservasi lingkungan khususnya laut dan kawasan wisata.]]>

Jakarta (Greeners) – Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 resmi digelar dengan mengampanyekan dan mensosialisasikan upaya-upaya konservasi lingkungan khususnya laut dan kawasan wisata. Mengingat pentingnya menjaga alam dan lingkungan, DXl 2019 menetapkan tema tahun ini yaitu “Indonesia yang Bersih, Aman dan Nyaman Untuk Berwisata”. Tema ini merupakan manifestasi dari program pemerintah yang telah dicanangkan yaitu Gerakan lndonesia Bersih yang akan disosialisasikan secara luas pada pameran DXl 2019.

Darmawan Sutanto selaku CEO DXI mengatakan bahwa dalam DXI tahun ini banyak hal yang berbeda dan banyak inovasi baru dari segi acaranya. Salah satunya dengan mengampanyekan konservasi lingkungan terutama sampah plastik. Untuk mendukung kampanye konservasi ini digelar banyak talkshow yang membahas tentang konservasi laut.

“Banyak sekali talkshow kami yang akan membahas tentang lingkungan, ada talkshow bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk membicarakan wisata lingkungan. Aksi dan komitmen kami terhadap sampah plastik juga kami wujudkan dengan menggalakkan kampanye mengurangi penggunaan plastik sekali pakai karena DXI sadar bahwa masyarakat masih kesulitan untuk tidak menggunakan plastik,” ujar Darmawan Sutanto kepada Greeners usai membuka Deep and Extreme Indonesia 2019 di JCC, Kamis (04/04/2019).

Sejalan dengan kampanye tersebut, Executive Director DXI Denny Rachman mengatakan DXI 2019 akan lebih mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dalam acara ini dipamerkan karya seni dari sampah plastik atau Trash Art untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat agar berhenti menggunkan plastik sekali pakai.

“Jadi trash art ini terbuat dari plastik, lalu kita juga ada booth use less plastic yang dikelola oleh Putri Selam Indonesia (PSI). Booth ini terdiri dari orang-orang yang setiap harinya mempromosikan less plastic, less straw dan bawa tumbler sendiri. Mereka berkeliling melakukan kampanye itu. Selain itu di DXI juga ada zona Cerita Kopi Nusantara di mana sudah tidak menggunakan gelas plastik,” kata Denny kepada Greeners.

Bersamaan dengan acara DXI 2019, diselenggarakan juga pemilihan Putri Selam lndonesia (PSI) atau dikenal dengan Miss Scuba lndonesia dengan mengusung tema “use-less-plastic” sebagai dukungan untuk menjadikan laut Indonesia yang bersih dan bebas sampah plastik. PSI 2019 akan memilih putri terbaik Indonesia untuk menjadi duta selam Indonesia yang akan mempromosikan dan mengampanyekan kegiatan dan wisata selam di Indonesia.

“Pada pemilihan ini kami juga membangun karakter bela negara dengan mengajak semua peselam yang aktif maupun non aktif untuk memahami pentingnya kelestraian lingkungan laut dan kebersihan kita yang merupakan ikon Indonesia yang ke depannya menjadi poros maritim dunia,” ujar Aditya Vilyanto Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI)

Sebagai informasi, DXI 2019 diikuti oleh lebih dari 200 peserta dan digelar di area seluas 6.000 meter persegi. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 7 April 2019, dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB dan terbuka untuk umum. Masyarakat yang ingin mengunjungi pameran ini akan dikenakan Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar Rp40.000 orang/ kunjungan/ hari atau Rp90.000 per orang untuk tiket terusan selama 4 hari pameran.

DXI 2019 diselenggarakan atas kerjasama dan dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), media partner, asosiasi dan komunitas terkait, serta dukungan sponSOr utama (premier sponsor) PLN ElectricityforA Better Life dan sponsor pendukung (regular sponsor), FWD Life.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan/feed/ 0
Penyelam Juga Harus Berkontribusi dalam Konservasi Laut https://www.greeners.co/berita/penyelam-harus-berkontribusi-konservasi-laut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penyelam-harus-berkontribusi-konservasi-laut https://www.greeners.co/berita/penyelam-harus-berkontribusi-konservasi-laut/#respond Sun, 02 Apr 2017 11:27:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16529 Kawasan konservasi laut di Indonesia menarik minat banyak penikmat wisata selam. Untuk itu, penyelam yang berkunjung diingatkan agar berkontribusi dalam upaya-upaya konservasi laut.]]>

Jakarta (Greeners) – Kawasan konservasi laut di Indonesia menarik minat banyak penikmat wisata selam. Untuk itu, penyelam yang berkunjung diingatkan agar berkontribusi dalam upaya-upaya konservasi laut. Menurut instruktur selam dari Conservation Diving Club Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Yohanes Budoyo, hingga saat ini, ada tujuh taman nasional laut yang memiliki keindahan bawah laut dengan keunikan masing-masing sehingga menarik banyak peminat wisata selam.

Taman Nasional laut itu adalah TN Kepulauan Seribu, TN Karimun Jawa, TN Wakatobi, TN Takabonerate, TN Kepulauan Togean, TN Bunaken, dan TN Teluk Cendrawasih.

“Penyelam yang berkunjung ke sana harus menjunjung etika menyelam dan ikut menjaga kawasan konservasi,” ujar Yohanes saat mengisi talkshow di Deep Extreme Indonesia 2017, Jakarta, Sabtu (01/04).

BACA JUGA: KKP Libatkan Nelayan Capai Target Kawasan Konservasi Laut 2020

Etika menyelam tersebut diantaranya adalah selalu meningkatkan kemampuan menyelam sehingga aktivitas yang dilakukan tidak merusak terumbu karang. Penyelam juga diminta untuk tidak menyentuh biota laut yang ada. “Pilih juga operator selam yang ramah lingkungan. Hal penting lain adalah tidak membuang sampah,” kata pria yang akrab disapa Om Yo ini.

Petugas dari Taman Nasional Takabonerate, Sulawesi selatan, Ronald, mengungkapkan, pihaknya telah menawarkan setiap penyelam yang berkunjung untuk mengikuti berbagai kegiatan konservasi seperti transplantasi karang dan menanam pohon. Penyelam yang datang ke TN Takabonerate, katanya, juga dilarang untuk menggunakan sarung tangan.

“Pasalnya, pengguna sarung tangan cenderung berniat untuk menyentuh terumbu karang dan biota laut lainnya,” tambah Ronald.

BACA JUGA: Susi: KKP Akan Perhatikan Masalah Sampah Plastik di Laut dan Pesisir

Giri Andono, pengelola Mazu Diver dan operator selam di Taman Nasional Kepulauan Seribu mengungkapkan pihaknya mewajibkan setiap peserta untuk membawa kantong jaring untuk memungut sampah di bawah laut saat melakukan penyelaman. Selain itu, dengan dukungan dari Balai TN Kepulauan Seribu, pihaknya bekerjasama dengan masyarakat setempat juga membuat zonasi penyelaman.

“Zona ini tertutup sebagai lokasi penangkapan ikan sehingga wisata selam bisa terus berkelanjutan. Karena wisata selam yang berkembang akan memberi dampak positif juga bagi perekonomian masyarakat,” kata Giri Andono.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/penyelam-harus-berkontribusi-konservasi-laut/feed/ 0