denim berkelanjutan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/denim-berkelanjutan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 15 Nov 2022 04:17:32 +0000 id hourly 1 Kurangi Sampah, Fanfare Label Luncurkan Denim Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/kurangi-sampah-fanfare-label-luncurkan-denim-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kurangi-sampah-fanfare-label-luncurkan-denim-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/kurangi-sampah-fanfare-label-luncurkan-denim-daur-ulang/#respond Tue, 15 Nov 2022 03:29:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=37973 Tidak hanya sampah plastik, fesyen juga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia. Menurut beberapa sumber, dampak yang dihasilkan tidak main-main. Berdasarkan data dari Our Reworked World, sebanyak 33 […]]]>

Tidak hanya sampah plastik, fesyen juga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia. Menurut beberapa sumber, dampak yang dihasilkan tidak main-main. Berdasarkan data dari Our Reworked World, sebanyak 33 juta ton tekstil di Indonesia, satu juta ton di antaranya berakhir menjadi limbah tekstil.

Selain itu, menurut Direktur Asosiasi Daur Ulang Tekstil Inggris Alan Wheeler, industri pakaian berkontribusi sebagai penyumbang polusi terbesar kedua di dunia.

Begitu juga dengan proses pembuatan celana kesayangan kita semua yakni denim. Tidak hanya limbah tekstil, ternyata proses ini bisa mengakibatkan polusi air yang bisa mengancam sungai dan laut menjadi tercemar.

Menjadi pekerja dalam industri fesyen selama beberapa tahun, ternyata Ester Knight juga merasakan kekhawatiran yang sama. Alih-alih meninggalkan industri yang membesarkannya, ia justru membuat brand lokal Inggris berkelanjutan yang fokus pada lingkungan dan sosial bernama Fanfare Label.

Sejalan dengan misinya, Fanfare Label baru saja meluncurkan koleksi denim daur ulang pertamanya yang menggunakan kapas daur ulang pascakonsumsi dan kapas organik. Koleksi ini mereka produksi di pabrik bersertifikat dan terbuat dari 69 % katun organik, 20 % denim daur ulang pascakonsumsi. Kemudian 9 % botol daur ulang dan 2 % poliester daur ulang.

“Kita dapat menggunakan pakaian untuk menekankan perubahan, keadilan, dan kebebasan. Label membuat pakaian unik dengan menggabungkan tekstil lama dan baru,” papar Ester pada situs resmi Fanfare Label.

Denim ini mengantongi sertifikat keberlanjutan dunia. Foto: Fashion United

Denim Kantongi Sertifikat Berkelanjutan Dunia

Fanfare Label juga menggunakan teknologi terbaru untuk mencegah polusi air pada pembuatan denim. Brand lokal Inggris ini menggunakan teknologi laser untuk menentukan warna jeans. Sehingga, hal ini dapat menghemat air hingga 92 % daripada produksi denim secara konvensional pada umumnya.

Karena itu, tidak heran jika denim ini mengantongi empat sertifikat berkelanjutan internasional sekaligus. Seperti Global Organic Textile Standard (GOTS), Global Recycle Standard (GRS), Organic Content Standard (OCS), dan Oeko-Tex.

Meski terbuat dari bahan-bahan daur ulang, jeans keluaran Fanfare Label juga Ester rancang agar memiliki masa waktu pakai yang lama dan mudah untuk didaur ulang. Mereka melepas semua aksesoris dan menggantinya dengan bordir untuk memastikan celana ini dapat mereka daur ulang seluruhnya.

“Fanfare Label menawarkan solusi sederhana untuk masalah fesyen. Koleksi kami menuju perubahan yang positif. Menetapkan standar untuk keberlanjutan dan industri baru yang sangat menghormati manusia dan planet,” jelasnya.

Mereka juga mengurangi jumlah label pada jeans dengan mencetaknya di saku bagian dalam. Bahkan tidak hanya bahan, mereka juga menggunakan kancing dan risleting daur ulang yang dapat konsumen lepas pakai.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Situs Resmi Fanfare Label

Fashion United 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kurangi-sampah-fanfare-label-luncurkan-denim-daur-ulang/feed/ 0
Wrangler Luncurkan Koleksi Jeans Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/wrangler-luncurkan-koleksi-jeans-berkelanjutan-dan-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wrangler-luncurkan-koleksi-jeans-berkelanjutan-dan-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/wrangler-luncurkan-koleksi-jeans-berkelanjutan-dan-ramah-lingkungan/#respond Mon, 08 Nov 2021 04:06:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33872 Produsen jeans kenamaan asal Amerika Serikat, Wrangler, baru saja meluncurkan koleksi jeans terbaru mereka yang tergabung dalam seri Infinited Blue FW21. Tidak seperti produk-produk sebelumnya, kali ini mereka menghadirkan koleksi […]]]>

Produsen jeans kenamaan asal Amerika Serikat, Wrangler, baru saja meluncurkan koleksi jeans terbaru mereka yang tergabung dalam seri Infinited Blue FW21. Tidak seperti produk-produk sebelumnya, kali ini mereka menghadirkan koleksi jeans yang lebih berkelanjutan dan juga lebih ramah lingkungan.

“Ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk terus mendorong standar keberlanjutan dalam proses produksi jeans,” tutur Dhruv Agarwal, Direktur Senior Inovasi, Keberlanjutan, dan Pengembangan Produk dari Kontoor Brands, perusahaan induk yang menaungi Wrangler.

Untuk menghadirkan koleksi jeans Infinited Blue FW21 yang berkelanjutan, Wrangler bekerja sama dengan perusahaan tekstil daur ulang bernama Infinited Fiber Company. Bersama perusahaan tekstil tersebut, Wrangler menciptakan beragam koleksi pakaian jeans yang sepenuhnya terbuat dari serat Infinna.

Infinna sendiri merupakan serat daur ulang yang terbuat dari selulosa dan limbah tekstil. Ia merupakan serat premium yang kokoh dan bertekstur layaknya katun lembut. Serat tersebut dapat didaur ulang terus menerus dan dapat sepenuhnya terurai secara hayati. Meskipun terbuat dari bahan daur ulang, koleksi jeans terbaru Wrangler tetap memiliki kualitas yang prima.

Selain itu, Wrangler juga mewarnai koleksi Infinited Blue FW21 mereka dengan menggunakan teknologi Indigood Foam-Dye. Teknologi tersebut mampu mewarnai jeans dengan dampak lingkungan yang minim, minim penggunaan bahan kimia dan juga hemat air.

Dengan memanfaatkan teknologi Indigood dan bahan baku Infinna, Wrangler telah menghemat penggunaan kapas murni dan air hingga 99 persen. Tak hanya itu, produsen jeans tersebut juga telah memangkas penggunaan energi mereka hingga 60 persen.

Wrangler Berkomitmen Terus Hadirkan Koleksi Jeans Berkelanjutan

Demi menjaga kelestarian lingkungan, Wrangler berkomitmen untuk terus menghadirkan koleksi jeans berkelanjutan. Kontoor Brands menyatakan bahwa Wrangler telah mengumumkan komitmen keberlanjutannya kurang dari satu tahun lalu.

Wrangler mengakui bahwa selama ini mereka telah memproduksi produk jeans dengan cara yang kurang ramah bagi lingkungan. Selama ini, rumah fesyen tersebut menggunakan metode tradisional dalam proses pembuatan produk-produk mereka.

Proses produksi jeans yang mereka lakukan membutuhkan banyak sumber daya dan menciptakan limbah serta polusi dalam jumlah yang begitu banyak. Mereka membuat jeans dengan menggunakan bahan baku berupa kapas murni yang secara umum membutuhkan sejumlah besar air dan bahan kimia.

Tak berhenti sampai di situ, selama ini Wrangler menggunakan bahan tambahan tertentu seperti elastane, poliester dan serat buatan lainnya dalam produk-produk jeans mereka. Bahan tersebut memang dapat menambah daya tahan dan elastisitas pada produk jeans, namun tidak ramah bagi lingkungan. Campuran dari bahan-bahan tersebut tidak mudah terurai, dapat mencemari lingkungan dan menghasilkan puluhan ribu serat mikro dalam sekali cuci.

“Bertolak dari permasalahan tersebut, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar dalam sistem keberlanjutan kami. Bersama dengan Infinited Fiber Company, Wrangler akan terus meningkatkan performa dalam upaya menjaga lingkungan, namun tetap tidak lupa untuk konsisten menghadirkan produk fesyen yang nyaman dan berkualitas tinggi,” ujar Dhruv.

Sebagai informasi, seri Infinited Blue FW21 terdiri dari berbagai koleksi jeans berupa jaket dan celana. Seluruh koleksi tersebut memiliki desain klasik khas Wrangler dan kental akan nuansa western. Meskipun terlihat klasik, koleksi jeans tersebut tetap terlihat modis dan dapat meningkatkan rasa percaya diri bagi siapa saja yang mengenakannya.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

Kontoor

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/wrangler-luncurkan-koleksi-jeans-berkelanjutan-dan-ramah-lingkungan/feed/ 0
Subo Family: Ziarah Fesyen Berkelanjutan ke Prancis bersama Badjatex https://www.greeners.co/gaya-hidup/subo-family-badjatex/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=subo-family-badjatex https://www.greeners.co/gaya-hidup/subo-family-badjatex/#respond Fri, 26 Feb 2021 12:00:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=31720 Subo Family akan menempuh perjalanan keluarga Indonesia – Prancis bersama Badjatex; untuk Paris Fashion Week, sebagai salah satu desainer yang mengikuti gelaran dan menjadi bagian dari Fashion Division 2021.]]>

Menggandeng Badjatex, keluarga ini akan membawa nilai fesyen ramah lingkungan dari Tanah Air ke negeri Menara Eiffel, mereka lah Subo Family. Berhubung pandemi Covid-19 belum berlalu, mereka bernazar akan melakukan perjalanan darat ke negara Marie Antoinette. Yuk, kita simak kisah mereka!

“Menyenangkan sekali rasanya bila menjalani apa yang kita suka, bersama orang yang kita cinta.”

Tak sekadar penggalan kalimat, ini mungkin menjadi ungkapan hati sejuta umat ketika melihat Subo Family; keluarga penggelut seni yang peduli lingkungan.

Pada twitter @SuboFamily, mereka menyatakan akan menempuh perjalanan keluarga Indonesia – Prancis bersama Badjatex untuk Paris Fashion Week, sebagai salah satu desainer yang mengikuti gelaran dan menjadi bagian dari Fashion Division 2021.

Keluarga Pecinta Seni dan Alam

Selama hidupnya, Subo Family, yang terdiri dari Aria Anggadwipa (ayah), Intan Anggita Pratiwie (ibu), dan Irama Lautan Teduh (anak), memang sudah mengabdi pada seni dan alam.

Mulai dari Aria yang suka berpetualang, menyelam dan menjelajah pelosok pedesaan di Flores, sampai membuat situs menujutimur.com. Kemudian akhirnya menikah dengan Intan dan mengembangkan sebuah record store bernama Substore yang sekarang bertransformasi menjadi Listening Bar.

Sementara itu, Intan Anggita Pratiwie adalah artis daur ulang yang mendaur ulang pakaian sejak 2004. Ia memiliki brand daur ulang di tahun 2012 bernama Sight from The East yang kemudian bertransformasi menjadi Sight from The Earth.

Platform ‘Menuju Timur’ yang Aria dan dirinya gagas, hidup dari hasil upcycle denim dan tenun Indonesia Timur. Mereka juga mengangkat cerita inspiratif dari timur, membuat film pendek dan membuat komik anak-anak tentang lingkungan hidup.

Kegiatannya yang menginspirasi ini mendapatkan banyak penghargaan, mulai dari Kartini Next Generation Award (penghargaan dari Menkominfo dan Menteri Pemberdayaan Perempuan) bidang art and culture di tahun 2014; 50 Young, Women and Enterpreneur versi majalah Marketers dan Tokoh Sosial Media versi Beritagar.com di tahun 2012 dengan nama akun Twitter @badutromantis yang kini berganti menjadi @subofamily.

Intan bergabung menjadi co-founder Setali Indonesia bersama Andien Aisyah di tahun 2018 hingga kini. Ia juga dipercaya oleh Greenpeace Asia Tenggara untuk mendaur ulang bahan sisa kampanye dalam rangka ulang tahun 20 tahun mereka.

Kolaborasi dengan Artis Lokal

Perjalanan yang akan mereka terjang selama enam bulan ini beriringan dengan rencana mereka yang akan mengenalkan sustainable fashion dan berkolaborasi dengan seniman lokal.

“Kami membuka semua kemungkinan kolaborasi. Baik itu bersama artis, komunitas, maupun gerakan lingkungan hidup. Sekarang kami dalam tahap menjalin komunikasi dengan komunitas lokal di negara-negara yang kami lewati,” tutur Intan kepada Greeners (23/2/2021).

Misi Mengenalkan Badjatex

Keluarga ini akan melakukan perjalanan darat dengan menggunakan daur ulang camper van dari mobil caravelle T4 mereka. Bersama dengan itu, mereka akan mengenalkan Badjatex — produk denim berkelanjutan buatan Bandung– sebagai partner mereka.

“Kami mengkolaborasikan karya daur ulang dengan denim organik karya Badjatex serta dalam perjalanan akan mengenalkan mereka dengan segala movement sustainable yang sudah dijalankan,” kata Intan.

Intan juga menambahkan, sebenarnya Indonesia sudah mulai masuk dalam industri sustainable fashion, tetapi jarang ada orang yang mengetahuinya.

Denim Ramah Lingkungan dari Badjatex

Badjatex adalah pabrik yang memproduksi denimnya dengan proses yang ramah lingkungan.

“Usaha-usaha yang dilakukan Badjatex sendiri adalah mengurangi pemakaian air secara signifikan dengan memodifikasi proses produksi, berinvestasi di mesin berteknologi mutakhir yang menggunakan ozone dan menggunakan bahan baku dan bahan kimia yang ramah lingkungan,” kata Intan.

Di luar proses produksi, Badjatex juga memiliki program Bank Sampah (Garbage Bank) bagi karyawan dan masyarakat sekitar dengan harapan mendorong kepedulian karyawan dan masyarakat sekitar terhadap lingkungan.

badjatex

Baca juga: Belajar dari Kota Prato, Pusat Daur Ulang Pakaian di Italia

Transformasi Karbon ke Mangrove

Menurut mereka, opsi perjalanan darat menjadi pilihan yang paling mumpuni di kala pandemi. Ini karena mereka bisa karantina mandiri setiap keluar masuk perbatasan. Tentunya, ini akan menghasilkan banyak karbon; karena jarak Indonesia – Prancis yang membentang begitu jauh.

Namun, mereka menjalin kerja sama dengan Carbon Ethics, untuk menghitung dan mengkonversi jejak karbon dalam perjalanan mereka; seperti emisi dan electricity, menjadi penanaman mangrove yang akan mereka gunakan ketika pulang untuk menjadi pewarna alami.

“Kami melakukan penggalangan dana agar publik yang menyukai aksi kami bisa turut serta dengan membeli mangrove,” ujar Intan.

Mereka terinspirasi untuk mengekstraksi mangrove menjadi natural dyeing dari jurnal terbitan Universitas Diponegoro, Semarang, yang berjudul Pemanfaatan Limbah Daun dan Kulit Mangrove (Rhizophora mucronata) sebagai Bahan Pewarna Alami pada Kain Batik di Pesisir Semarang.

Intan sendiri memiliki latar belakang sebagai co-founder Setali Indonesia, yang mengusung circular fashion.

“Masalah limbah fashion adalah kerja kolektif bukan kerja panjang sendiri. Berjejaring dan berkolaborasi adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Dengan perjalanan ke Prancis diharapkan masalah limbah fashion menjadi sebuah urgensi untuk diperbincangkan,” tegas Intan.

Penulis: Agnes Marpaung.

Sumber:

Twitter Subo Family

Website Badjatex

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/subo-family-badjatex/feed/ 0