desain furnitur - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/desain-furnitur/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 31 Dec 2022 06:19:18 +0000 id hourly 1 Desain Biofilik Dekatkan Manusia dengan Alam https://www.greeners.co/ide-inovasi/desain-biofilik-dapat-mendekatkan-dengan-alam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desain-biofilik-dapat-mendekatkan-dengan-alam https://www.greeners.co/ide-inovasi/desain-biofilik-dapat-mendekatkan-dengan-alam/#respond Sat, 31 Dec 2022 04:00:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=38442 Pandemi Covid-19 selama tiga tahun terakhir membawa banyak perubahan dan transisi gaya hidup yang berkelanjutan. Salah satunya tren desain. Kini, tren global memiliki kecenderungan pada desain biofilik yang semakin mendekatkan […]]]>

Pandemi Covid-19 selama tiga tahun terakhir membawa banyak perubahan dan transisi gaya hidup yang berkelanjutan. Salah satunya tren desain. Kini, tren global memiliki kecenderungan pada desain biofilik yang semakin mendekatkan manusia dengan lingkungan alami.

Desain biofilik ini meniru bentuk dan sistem di alam yang kemudian kita bawa lebih dekat ke dalam rumah. Misalnya eksplorasi bentuk batu dan memastikan cahaya jatuh di dalam rumah, hingga penggunaan bahan alami. Berikut ulasan cara sederhana memasukan desain biofilik ke dalam ruangan kalian!

Beli Lebih Banyak Tanaman

Desain biofilik bisa sesederhana menghadirkan lebih banyak alam di dalam ruangan!

Gunakan Bahan Alami untuk Membuat Furniture Fungsional

Bisakah kalian membuat rak buku sendiri dari kayu daur ulang? Atau ubah dapur kalian menjadi pusat biofilik di rumah dengan lesung dan alu batu hingga peralatan kayu? Jawabannya pasti bisa!

Cat dan Dekorasi Ulang dengan Tema Alam

Mulailah dengan mengecat ruangan kalian dengan cat hijau bernuansa daun hingga memastikan cahaya alami matahari masuk ke dalam rumah.

Ciptakan Ruang Meditasi

Kalian bisa mencoba ruang meditasi dengan inspirasi Taman Zen dan berbentuk seperti bebatuan alami.

Desain Biofilik. Foto: Inhabitat

Gunakan Kembali Kayu Mati Alami dari Pekarangan

Kayu mati dapat kita manfaatkan menjadi berbagai furniture. Mulai dari meja kopi, atau untuk tongkat berjalan saat mendaki.

Pada akhirnya, desain biofilik membawa kita lebih dekat rumah kita dengan alam di bumi. Mungkin kalian tidak memiliki anggaran cukup  untuk mendesain ulang ruang dengan memenuhi ruangan dengan banyak tanaman spesies asli. Tapi, kalian dapat mengambil langkah setiap hari untuk hidup lebih berkelanjutan dengan bahan yang kalian punya.

Produk furnitur biofilik sangat beragam dapat kita sesuaikan dengan selera masing-masing. Berikut adalah beberapa desain furnitur biofilik yang mungkin bisa menjadi inspirasi.

  • Meja Kopi Ho Aco

Jiun Ho Furniture menghadirkan Meja kopi Ho Aco. Kaki-kakinya terbuat dari perunggu. Meja ini akan bertahan seumur hidup dan bisa mengingatkan kita pada aliran air di atas bebatuan sungai.

  • Tempat Duduk Pendakian

Green Furniture Concept berhasil mengubah bangku seolah menjadi bentuk ekstrusi bergelombang yang mengalir lewat Ascent Seating. Merek Swedia ini mendapat penghargaan Red Dot desain produk 2021 untuk produk tempat duduk modular berkelanjutan.

  • Koleksi Biofilia

Koleksi Biofilia Vondom oleh Ross Lovegrove mengeksplorasi desain biofilik melalui bentuk furniture luar ruangan. Meja, kursi, dan barang luar ruangan lainnya terinspirasi oleh Art Nouveaux.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: Inhabitat

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/desain-biofilik-dapat-mendekatkan-dengan-alam/feed/ 0
Mebel yang Tumbuh Alami https://www.greeners.co/ide-inovasi/mebel-tumbuh-alami/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mebel-tumbuh-alami https://www.greeners.co/ide-inovasi/mebel-tumbuh-alami/#respond Wed, 20 Sep 2017 11:55:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=18747 Pohon adalah salah satu bahan dasar yang paling banyak digunakan untuk membuat mebel. Namun bagaimana jika kita tidak perlu memotongnya dan membiarkan pohon tumbuh menjadi mebel dengan sendirinya?]]>

Pohon adalah salah satu bahan dasar yang paling banyak digunakan untuk membuat mebel. Namun bagaimana jika kita tidak perlu memotongnya dan membiarkan pohon tumbuh menjadi mebel dengan sendirinya?

Arbortektur adalah nama lain dari seni membentuk pohon. Seni tersebut telah dipraktikkan selama berabad-abad. Bahkan beberapa masyarakat di timur laut India telah memakai jembatan dari akar hidup yang telah diciptakan beratus-ratus tahun silam.

Salah satu yang serius menekuni seni arbortektur adalah Peter Cook dan Becky Northey dari Australia, mereka akhirnya membentuk Pooktree Tree Shapers pada 1995. Ketika pertama kali dibuat, Peter dan Becky lebih fokus membentuk pohon sebagai karya seni. Kini produk mereka lebih beragam, salah satunya menjadi mebel seperti bangku yang bisa dipakai.

mebel

Foto: Jody McCutcheon/eluxemagazine.com

Dilansir Eluxemagazine, pohon yang dibentuk menjadi barang-barang kecil membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk tumbuh mengering, sedangkan yang besar membutuhkan waktu bertahun-tahun. Beberapa pohon, yang berbentuk manusia dibiarkan hidup dan tidak dipotong, ada juga pohon yang dipanen dan dimanipulasi kedalam bentuk-bentuk tertentu.

Pembengkokkan mendadak bisa membebani pohon tersebut, terlebih jika ia dibengkokkan dan dimanipulasi jauh dari tingkat fleksibilitas batang. Pooktree memiliki metode yang lebih halus, termasuk didalam inoskulasi, menggabungkan dua pohon menjadi satu dan proses pembentukan yang bertahap.

mebel

Foto: Jody McCutcheon/eluxemagazine.com

Pohon tumbuh mengikuti desain akhir yang telah ditentukan. Dengan memfokuskan diri pada bagian-bagian yang dimanipulasi, proses pembengkokkan bisa terjadi tanpa harus merusak batang pohon. Metode ramah ini bisa berhasil karena Pooktree memakai pohon khusus yang mereka sebut sebagai pohon ‘otot’, pohon yang mampu beradaptasi dan mengganti orientasi batang dan cabangnya.

Seni arbortektur; salah satunya mebel ini mampu membuka kemungkinan produk-produk hijau dan lebih ramah lingkungan. Selain itu, mebel ini juga mengonsumsi karbon dioksida lebih rendah dari mebel pada umumnya dan sebagai pohon, mebel ini mampu mengurangi emisi gas buang.

Penulis: MFA/G41

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mebel-tumbuh-alami/feed/ 0
Furnitur dari Bakteri dan Jamur https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bakteri-dan-jamur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=furnitur-bakteri-dan-jamur https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bakteri-dan-jamur/#respond Sun, 25 Dec 2016 05:36:19 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15495 Ternyata jamur bisa lebih dari sekadar penganan. Ecovative, bekerjasama dengan bioMASON untuk menciptakan furnitur yang seluruhnya terbuat dari jamur dan mikroorganisme.]]>

Ternyata jamur bisa lebih dari sekadar penganan. Ecovative, sebuah perusahaan yang menciptakan Mushroom Packaging (kemasan dari jamur) telah bekerjasama dengan perusahaan pembuat semen bioMASON untuk menciptakan furnitur yang seluruhnya terbuat dari jamur dan mikroorganisme. Kedua perusahaan ini baru saja mengungkapkan produk terbaru mereka di acara Biofabricate 2016.

Organisme hidup digunakan untuk membentuk furnitur berbahan jamur dalam proses inovatif yang radikal. Furnitur tersebut ditumbuhkan dengan jamur, mikroorganisme dan limbah pertanian dengan konsumsi energi yang minimal saat produksinya, bahkan dibandingkan dengan cara pembuatan furnitur secara tradisional. Menggunakan jamur miselium untuk kaki-kakinya, biosemen dengan bantuan bakteri untuk mejanya. Hasilnya adalah furnitur yang bebas toksin.

furnitur

Foto: bioMason/inhabitat.com

CEO Ecocative menyatakan dalam pernyataannya, “dengan peluncuran produk furnitur baru dari Ecovative dan produk meja yang merupakan hasil kolaborasi, kami telah beralih dari pembicaraan “bagaimana kalau” menjadi “di mana saya bisa beli?” terutama menyangkut produk yang dibuat secara biologis. Semakin jelas bahwa konsumen dan dunia usaha telah mengarahkan dunia usaha untuk produk-produk yang dirancang dengan baik namun ramah lingkungan.”

furnitur

Foto: Ecovative Design/inhabitat.com

Dengan produk yang sudah mereka tampilkan tersebut, tantangan utamanya saat ini adalah untuk memotong biaya produksi sehingga produk tersebut makin terjangkau. CEO bioMASON, Ginger Krieg Dosier berkata bahwa perusahannya sedang melakukan proses tersebut dengan cara memodifikasi proses manufakturnya dan bekerjasama dengan pabrik-pabrik lokal.

Mereka yakin bahwa barang-barang yang diproduksi secara biofabrikasi akan semakin mendapatkan tempat di masa depan. Setelah masyarakat umum mulai mengetahui dan merasakan produk mereka, kebutuhannya akan meningkat dan akan semakin mendorong inovasi di bidang biofabrikasi.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bakteri-dan-jamur/feed/ 0
Komposter Tanpa Bau https://www.greeners.co/ide-inovasi/komposter-tanpa-bau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komposter-tanpa-bau https://www.greeners.co/ide-inovasi/komposter-tanpa-bau/#respond Thu, 06 Oct 2016 08:08:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=14903 Melakukan pengomposan sisa makanan di sebuah apartemen kecil bisa menjadi proses yang merepotkan karena baunya. Namun tidak lagi berkat alat bernama Biovessel ini.]]>

Melakukan pengomposan sisa makanan di sebuah apartemen kecil bisa menjadi proses yang merepotkan karena baunya. Namun tidak lagi berkat alat bernama Biovessel ini.

Diciptakan oleh perusahaan Bionicraft yang berbasis di Taipei, Biovessel ini pada dasarnya adalah sebuah alat komposter yang bisa disimpan di atas meja, di dalam ruangan, dan menawarkan solusi pengomposan tanpa bau untuk sisa-sisa makanan. Ekosistem yang ada di dalam komposter ini adalah mikroba dan cacing tanah yang akan mengurai sisa-sisa makanan menjadi kompos yang kaya nutrisi.

biovessel

Desain Biovessel rancangan Bionicraft memiliki desain yang menarik sehingga tidak nampak seperti komposter. Foto: Bionicraft/inhabitat.com

Menurut United Nations Environment Programe (UNEP), ada sekitar 1,3 miliar ton sampah makanan tiap tahunnya. Jumlah yang sangat banyak ini tentu saja mempunyai efek negatif terhadap lingkungan.

Tidak seperti komposter lainnya, Biovessel dirancang dengan baik dan terlihat indah dipajang di ruangan, sementara itu desain produk yang dibantu oleh komputer membuat alat ini mampu mengoptimasikan aliran udara sehingga tidak ada bau yang keluar.

Cara memakai alat ini sangat mudah dan dengan bantuan 500 gram cacing tanah dicampur dengan humus dan bubuk gergaji bisa mengurai 500 – 1 kilogram sampah makanan tiap minggunya.

biovessel

Bionicraft menawarkan solusi pengomposan tanpa bau untuk sisa-sisa makanan. Foto: Bionicraft/inhabitat.com

Biovessel diciptakan setelah melalui penelitian biologis dan observasi selama 20 bulan. Penelitian tersebut di antaranya mencakup reka bentuk, alat pengatur di dalam struktur, tutup dari kayu yang berlubang sebanyak 3 buah. Studi aerodinamis memberikan informasi mengenai ukuran dan posisi tiga tutup kayunya, yang masing-masing memiliki fungsi : lubang memasukan sampah makanan, lubang pengamatan dan lubang kompos untuk hasil akhirnya.

“Tujuan kami menciptakan alat ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu sampah makanan di rumah dan proses pembuangannya,” ujar Brooklyn Chao, Pendiri Bionicraft. Ia menambahkan, “kami mencoba membuat sebuah solusi yang bisa diaplikasikan di rumah-rumah di perkotaan sehingga bisa membantu terciptanya ekosistem yang berkelanjutan terutama dalam menghadapi permasalahan sampah makanan.”

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/komposter-tanpa-bau/feed/ 0
Sampah Jalanan untuk Dekorasi Rumah https://www.greeners.co/ide-inovasi/sampah-jalanan-dekorasi-rumah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sampah-jalanan-dekorasi-rumah https://www.greeners.co/ide-inovasi/sampah-jalanan-dekorasi-rumah/#respond Tue, 30 Aug 2016 10:46:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=14615 Seorang fotografer yang berasal dari kota Tel Aviv bernama Or Kaplan berhasil mengisi sebagian besar apartemen tempat tinggalnya dengan barang-barang yang dia temukan di jalan.]]>

Berjalan-jalan keluar rumah dan menemukan banyak sampah di sepanjang jalan bukanlah hal yang aneh. Sampah pun macam-macam jenisnya. Dari buku-buku bekas, baju bekas bahkan kadang sampai furnitur bekas bisa ditemukan di pinggir jalan. Ada banyak orang yang abai pada sampah-sampai tersebut. Walau begitu, masih ada pula orang yang memanfaatkan ‘harta’ yang tak diinginkan lagi ini dan menggunakannya dengan baik.

Seorang fotografer yang berasal dari kota Tel Aviv bernama Or Kaplan sudah sepanjang hidupnya tertarik pada sampah yang ia anggap harta karun di pinggir jalan. Sebagai orang yang berprinsip DIY (Do-It-Yourself), Or Kaplan berhasil mengisi sebagian besar apartemen tempat tinggalnya dengan barang-barang yang dia temukan di jalan. Begitu sampah-sampah itu ia perbaiki bentuknya, dia berhasil menunjukkan pada kita betapa indah dan fungsional sampah-sampah tersebut.

dekorasi rumah

Foto: Or Kaplan/inhabitat.com

Or Kaplan memiliki mata yang jeli terhadap barang-barang yang berpotensi untuk diperbaiki, bahkan saat hal tersebut belum menjadi tren seperti sekarang. Kaplan bercerita, “Saya banyak melakukan perjalanan keliling dunia dan sejak masih kecil saya mempunyai cara yang kreatif untuk membuat sebuah benda dari benda-benda lain. Kalau saya temukan sebuah benda di jalan, saya akan bertanya : “apa yang bisa saya buat dari benda ini?” Benda yang saya temukan itu bisa saja berupa potongan dahan pohon, sebuah kotak kayu atau sebuah buku.”

Saat Kaplan memiliki apartemen sendiri, dia mulai mewujudkan mimpinya untuk menggunakan kembali barang-barang bekas yang dia temukan secara kreatif. Dibanding menghabiskan banyak uang di IKEA, dia mulai mengisi rumahnya dengan harta karun temuannya itu. Sebuah meja dari kayu bekas dan sepotong kaca, lengkap dengan laci tempat menyimpan barang dengan pegangan terbuat dari tali tambang. Rak dinding dia dapatkan dari sebuah kotak peralatan tentara yang antik dan tumpukan buku tua.

dekorasi rumah

Foto: Or Kaplan/inhabitat.com

Sebuah jendela bekas yang Kaplan temukan di tumpukan sampah dia olah menjadi sebuah tempat memajang foto karyanya, sementara sebuah panel langit-langit bekas dia jadikan tempat lampu yang berseni, terutama setelah dia tempelkan foto yang dia cetak transparan di atas tempat lampu tersebut.

Karya terbaiknya adalah sebuah dinding tanaman, terbuat dari kayu bekas, ram kawat, kaleng bekas minyak dan sekumpulan tanaman berbagai jenis yang menghasilkan dinding pemandangan yang indah di dalam apartemennya. Kaplan juga berhasil meminimalkan penggunaan benda dan bahan baru di apartemennya. Dia bahkan merenovasi kamar mandinya dengan keramik tua dan sebuah lampu buatan sendiri.

Benda buatan Kaplan ini merupakan karya seni yang bisa menginspirasi siapapun. Jadi lain kali Anda menemukan benda-benda ini di jalanan, bukalah mata Anda, sebuah harta karun dengan kemungkinan yang tak terbatas sedang menanti.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/sampah-jalanan-dekorasi-rumah/feed/ 0
Kesempatan Kedua Bagi Pohon Natal https://www.greeners.co/ide-inovasi/kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal https://www.greeners.co/ide-inovasi/kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal/#respond Mon, 04 Jan 2016 13:24:26 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12427 Jika Natal usai, ke mana perginya pohon yang menjadi simbol musim dingin tersebut? Desainer Fabien Capello menghadirkan kehidupan baru untuk pohon-pohon itu; tidak lagi sebagai dekorasi Natal, akan tapi sebagai furnitur yang cantik.]]>

Meskipun perayaan Natal sudah berlalu, tapi kita masih dapat melihat jejaknya. Sama halnya dengan perayaan besar lainnya, Natal menyisakan sampah yang tidak sedikit. Sampah tersebut termasuk pohon-pohon Natal. Jika Natal usai, ke mana perginya pohon yang menjadi simbol musim dingin tersebut?

Seorang desainer Fabien Cappello memberikan solusi. Ia menghadirkan kehidupan baru untuk pohon-pohon itu; tidak lagi sebagai dekorasi Natal, akan tapi sebagai furnitur yang cantik. Saat masih berstatus mahasiswa di Royal College of Art and Design, Fabien menyadari bahwa ada satu saat dalam satu tahun di mana kota tempat tinggalnya dipenuhi oleh kayu bekas. Ia mengamati bahwa terdapat hampir satu juta batang pohon natal bekas dari daerah pemukiman di London saja. Dia akhirnya menemukan ide mengatasi limbah kayu tersebut.

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Pohon-pohon natal yang dibuang ini menjadi sumber bahan utama untuk proyek desainnya. Ia memperoleh batang pohon ini secara gratis. Fabien mengerjakan sendiri proyek furnitur dari pohon natalnya sejak tahun 2009.

Kini ada pilihan untuk tidak membuang pohon natal. Banyak orang mendatangi Fabien dan menyewa jasanya untuk membut furnitur dari pohon natal mereka. Fabien pun akan mencari pohon-pohon berikutnya bila dirasa materialnya kurang. Tiga minggu kemudian, pohon natal tersebut diubah menjadi furnitur. Pemilik pohon mendapatkan kembali pohon natalnya dalam bentuk bangku, meja atau bahkan benda lain yang lebih mewah.

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Furnitur dari pohon natal yang sudah tidak dipakai karya Fabien Capello. Foto: inhabitat.com

Mengerjakan furnitur dari batang pohon natal ini mempunyai kesulitan tersendiri. Karena dipotong pada batang yang masih muda, kayunya kurang padat dan terlihat kasar. “Banyak percobaan yang saya lakukan terhadap pohon ini, membuang semua kulit kayu dan memotong-motongnya sehingga mejadi pola untuk kaki meja atau kursi. Pada akhirnya, saya menemukan banyak teknik untuk mengolah kayu ini,” ungkap Fabien seperti dirilis di Inhabitat.

“Pada intinya ini adalah sebuah ide dimana kamu membeli sebuah pohon dan merayakannya dalam sebuah periode yang pendek dan kemudian dibuang. Saya berpikir bahwa akan sangat menarik bila bisa kita gunakan kembali material ini. Saya melakukan sesuatu agar kayu ini bisa kembali ke rumah pembelinya,” ujar Fabien.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kesempatan-kedua-bagi-pohon-natal/feed/ 0
Menghidupkan Kembali Furnitur Lama https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-kembali-furnitur-lama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menghidupkan-kembali-furnitur-lama https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-kembali-furnitur-lama/#respond Mon, 19 Oct 2015 09:48:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11567 Zoe Murphy membeli furnitur bekas dan menyulapnya seperti baru. Desainer dari Inggris tersebut memberikan kehidupan baru pada furnitur-furnitur lama keluaran abad pertengahan ini dengan sentuhan desain yang kuat dan warna-warna […]]]>

Zoe Murphy membeli furnitur bekas dan menyulapnya seperti baru. Desainer dari Inggris tersebut memberikan kehidupan baru pada furnitur-furnitur lama keluaran abad pertengahan ini dengan sentuhan desain yang kuat dan warna-warna yang menarik.

Desain dan warna pilihan Zoe terinspirasi dari citarasa tahun 1950an dan kampung halamannya di pinggir laut, kota Margate, Kent. Dalam sebuah kalimat, Zoe menerjemahkan inspirasi tersebut menjadi “mencintai apa yang menjadi milikmu”.

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Desain Zoe Murphy pertama kali tampil saat Festival Desain London 2015. Renovasi furniturnya menghasilkan lebih dari sekedar alternatif furnitur ramah lingkungan. Warna-warna yang hidup dan pola-pola yang digunakan pada furnitur ini mengambil referensi dari “potensi yang belum terasah” dari kampung halamannya, Margate.

Margate sendiri adalah sebuah kota di Inggris yang berada di pinggir laut dan terkenal pada tahun 1950an sebagai destinasi wisata. Namun kota ini bangkrut. Banyak tempat wisata yang kemudian ditutup, terbakar atau dipindahkan.

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Zoe Murpy menghidupkan kembali furnitur lama dengan sentuhan retro. Foto: inhabitat.com

Jajaran karya desainer yang unik ini diantaranya berupa meja dengan laci-laci, meja kecil yang semuanya didesain terinsipirasi oleh café pinggir pantai dengan meja formikanya. Dalam situs internet pribadinya, Zoe menuliskan, “Furnitur ini berbicara mengenai sebuah tempat atau sebuah benda yang kembali dihidupkan dengan penuh cinta dan dengan desain yang baik. Mereka kembali hidup menjadi sesuatu yang cantik, diinginkan dan dihargai.”

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-kembali-furnitur-lama/feed/ 0
Furnitur Bambu Pengisi Daya Nirkabel https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/#respond Thu, 08 Oct 2015 07:29:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11399 Menggabungkan teknologi dan cita rasa adalah salah satu tantangan terbesar untuk desainer saat ini. FurniQi menjawab tantangan tersebut. Mereka menciptakan produk yang merupakan gabungan terbaik dari teknologi dan keindahan dalam rangkaian […]]]>

Menggabungkan teknologi dan cita rasa adalah salah satu tantangan terbesar untuk desainer saat ini. FurniQi menjawab tantangan tersebut. Mereka menciptakan produk yang merupakan gabungan terbaik dari teknologi dan keindahan dalam rangkaian furnitur. Furnitur canggih tersebut mampu melakukan pengisian daya dengan cara nirkabel.

Furnitur FurniQi menggunakan bambu mao zhu (Phyllostachys edulis) untuk produknya. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Furnitur FurniQi menggunakan bambu mao zhu (Phyllostachys edulis) untuk produknya. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Sebagai salah satu pemimpin di teknologi ini, sistem pengisian daya nirkabel buatan FurniQi mulai tersedia dalam beberapa variasi yang dapat digunakan untuk mengisi daya berbagai alat elektronik. IKEA juga mulai menggunakan teknologi nirkabel yang sama dalam produk furniturnya yang diluncurkan musim semi kemarin.

Sekarang, FurniQi meluncurkan produk baru untuk rangkaian produk yang terinspirasi oleh alam namun dengan suntikan teknologi khas Qi di dalamnya. Salah satunya adalah meja kecil dari bambu mao zhu (Phyllostachys edulis).

Furnitur FurniQi. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Furnitur FurniQi. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Penggabungan sistem pengisian daya nirkabel ke dalam furnitur yang bisa kita jumpai sehari-hari adalah sebuah pendekatan desain yang unik untuk menjawab ketergantungan kita terhadap telepon-pintar dan tablet. Pengisian daya nirkabel memungkinkan pengguna untuk melakukan pengisian daya tanpa harus berurusan dengan charger dan kabel-kabelnya. Apalagi kalau kita pindah ruangan, charger tersebut harus dipindahkan juga, sementara dengan memiliki beberapa furnitur ini, kita semakin bebas dari charger.

Meja bambu FurniQi dipamerkan di pameran DigitalFocus Global pada 4 September 2015 lalu di Hotel Grand Hyatt Berlin.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/feed/ 0
5 Wujud Baru Kulkas Bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-wujud-baru-kulkas-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-wujud-baru-kulkas-bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-wujud-baru-kulkas-bekas/#respond Fri, 10 Jul 2015 10:39:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10273 Terkadang kita enggan membuang barang-barang yang sudah rusak dan hanya menyimpan barang-barang tersebut di gudang. Nah, bagaimana kalau yang kita simpan itu adalah kulkas rusak? Ternyata, kulkas yang rusak dapat […]]]>

Terkadang kita enggan membuang barang-barang yang sudah rusak dan hanya menyimpan barang-barang tersebut di gudang. Nah, bagaimana kalau yang kita simpan itu adalah kulkas rusak? Ternyata, kulkas yang rusak dapat dikreasikan menjadi barang lain yang memiliki fungsi sama sekali berbeda dari sebelumnya. Seperti dikutip dari situs mnn.com, berbagai wujud baru kulkas bekas berikut ini cukup menarik untuk dipraktikan.

Ilustrasi: www.mnn.com

Ilustrasi: www.mnn.com

1. Sofa kulkas
Dengan kreatifitas yang cukup tinggi, Fridgecouch mengubah kulkas bekas dan serta kursi mobil pada jenis BMW 325e menjadi sofa kulkas. Desainer Adrian Johnson membongkar kulkas bekas dan memasukkan kursi mobil tersebut sehingga menjadi sebuah sofa dengan tampilan yang unik.

2. Rak penyimpanan
Lepaskan pintu kulkas dan gunakan pintu kulkas sebagai rak. Sebelum digunakan, bersihkan permukaan dan bagian-bagian yang terdapat dalam pintu kulkas tersebut. Setelah itu, Sobat Greeners dapat menggantungnya di tembok atau menempatkannya di dapur. Rak unik ini siap menampung buku, pajangan, dan lainnya.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-wujud-baru-kulkas-bekas/feed/ 0
Sofa Modular: Ringan, Ringkas, dan Hemat Tempat! https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat/#comments Wed, 06 May 2015 07:10:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8874 Memindah-mindahkan kursi sofa bukan perkara mudah. Sofa umumnya berukuran besar dan lumayan berat jika diangkat seorang diri. Berangkat dari pemikiran tersebut, seorang desainer asal Perancis menciptakan sofa yang dapat dipindah-pindahkan […]]]>

Memindah-mindahkan kursi sofa bukan perkara mudah. Sofa umumnya berukuran besar dan lumayan berat jika diangkat seorang diri. Berangkat dari pemikiran tersebut, seorang desainer asal Perancis menciptakan sofa yang dapat dipindah-pindahkan semudah memindahkan sebuah koper.

Dalam rancangannya, Matali Crasset mengadaptasi berbagai bentuk tipologi dan teknik pembuatan. Mulai dari teknik tenun tradisional dari Zimbabwe hingga teknik modern. The Self-made Seat ini dibuatnya berdasarkan konsep produk yang pernah ia ciptakan sebelumnya, furnitur modular yang ia namakan Concentré de Vie. Terdiri dari dua macam kursi dan dua bantal yang dapat dibentuk menjadi sebuah tempat tidur kecil (single bed).

Sofa modular "The Self-made Seat" karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

Sofa modular “The Self-made Seat” karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

The Self-made Seat yang dipamerkan di Salone del Mobile- Milan Design Week ini dibuat dengan sistem modular. Modul-modul ini dapat kita bentuk sesuai selera, menjadi tempat duduk tanpa sandaran atau dengan sandaran. Salah satu sisinya berfungsi sebagai lengan sofa.

Tiap modul sofa ini dilengkap dengan fitur berupa tali berwarna oranye. Fitur tali ini berperan jika kita ingin menggunakan modul secara bersamaan sebagai suatu paket sofa dan menjaganya supaya tidak berubah posisi.

Sofa modular "The Self-made Seat" karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

Sofa modular “The Self-made Seat” karya Matali Crasset. Foto: www.inhabitat.com

Sofa yang well-designed ini praktis dan tidak memakan banyak ruang untuk digunakan sekaligus jika kita ingin mengubah-ubah bentuknya. Sekali waktu ia dapat menjadi sofa, di lain waktu wujudnya dapat berubah menjadi tempat tidur.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/sofa-modular-ringan-ringkas-dan-hemat-tempat/feed/ 1