Diet - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/diet/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 19 Jul 2024 05:48:50 +0000 id hourly 1 Umbi Porang, Pangan Alternatif yang Rendah Kalori https://www.greeners.co/flora-fauna/umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori https://www.greeners.co/flora-fauna/umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori/#respond Fri, 19 Jul 2024 05:48:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44291 Bagi kamu yang sedang menjalankan diet sehat, pasti sudah tak asing lagi dengan Porang atau iles-iles. Beras porang adalah salah satu yang sering dikonsumsi banyak orang. Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) […]]]>

Bagi kamu yang sedang menjalankan diet sehat, pasti sudah tak asing lagi dengan Porang atau iles-iles. Beras porang adalah salah satu yang sering dikonsumsi banyak orang.

Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) berasal dari famili Araceae yang pertama kali terpublikasi pada tahun 1837. Ada banyak nama ilmiah sinonim, di antaranya Amorphophallus burmanicus, Amorphophallus planus, Conophallus muelleri (Blume), dan Amorphophallus blumei.

Tanaman ini awalnya ditemukan di Kepulauan Andaman India, kemudian menyebar ke beberapa negara seperti Myanmar, Thailand, dan Indonesia. A. muelleri dapat tumbuh dan kita temukan di mana saja, seperti di bawah rumpun bambu, tepi sungai, semak belukar, ataupun tepi hutan jati.

Taksonomi umbi porang. Foto: Greeners

Taksonomi umbi porang. Foto: Greeners

Bunga Porang Berbentuk seperti Tombak

Warna tangkai daun porang cukup bervariasi, dari hijau muda, hijau tua, hingga kecokelatan. Terdapat bercak-bercak putih kehijauan, abu-abu, atau kecokelatan. Permukaan daunnya halus bergelombang dengan permukaan batangnya yang halus dan licin. Daunnya berbentuk elips dengan ujung daun yang runcing.

Di samping itu, warna daun porang sama dengan warna tangkai daunnya. Kemudian, bagian tepi daunnya berwarna ungu muda, hijau, hingga kuning.

BACA JUGA: Jamur Tudung Pengantin, Kecantikan Alam yang Mulai Langka

Bunga porang berbentuk seperti tombak dengan ujung yang tumpul, berukuran tinggi 10-20,5 cm. Biasanya, bunga ini akan muncul pada awal musim hujan atau pada akhir musim kemarau. Buah porang berwarna hijau saat masih muda dan berubah menjadi oranye kemerahan saat masak. Buahnya berdaging dan majemuk, akan masak ketika berumur 8-9 bulan dari mulai masa perbungaan.

Bagian umbi batangnya berwarna kecokelatan dengan bagian dalam yang berwarna putih susu. Di dalam umbinya terlihat butiran-butiran kristal glukomanan berwarna kekuningan. Umbi ini berbentuk bulat agak lonjong, permukaan kasar, dan bobotnya berkisar antara 50 hingga 3000 gram. Bagian umbi inilah yang kerap petani panen dan dapat kamu konsumsi.

Tinggi Glukomanan dan Rendah Kalori

Porang mengandung glukomanan yang tinggi sehingga dapat menjadi pangan alternatif yang rendah kalori dan menyehatkan. Indonesia Journal of Biomedical Science melansir bahwa A. muelleri terbukti dapat mengurangi berat badan dan parameter obesitas. Selain itu, dapat menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki profil lipid.

Glukomanan yang terkandung memiliki potensi anti-inflamasi, anti-tumor, imunomodulator, serta menjadi terapi tambahan sebagai pencahar dan prebiotik. Jika ingin konsumsi umbi porang dengan olahan alami, kamu bisa merebus, mengukus, memanggang, ataupun menjadikannya keripik.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/umbi-porang-pangan-alternatif-yang-rendah-kalori/feed/ 0
Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini pada Malam Hari https://www.greeners.co/gaya-hidup/hindari-konsumsi-5-makanan-ini-pada-malam-hari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hindari-konsumsi-5-makanan-ini-pada-malam-hari https://www.greeners.co/gaya-hidup/hindari-konsumsi-5-makanan-ini-pada-malam-hari/#respond Wed, 15 Nov 2023 03:00:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=42256 Banyak orang  mungkin merasa lapar di malam hari dan memutuskan untuk makan sebelum tidur. Faktanya, banyak makanan yang sebaiknya dihindari karena berbahaya jika dikonsumsi di malam hari. Melansir Mind Body […]]]>

Banyak orang  mungkin merasa lapar di malam hari dan memutuskan untuk makan sebelum tidur. Faktanya, banyak makanan yang sebaiknya dihindari karena berbahaya jika dikonsumsi di malam hari.

Melansir Mind Body Green, Ahli Diet Julie Stefanskie mengatakan tidur dalam keadaan perut kosong dapat memicu hormon kortisol atau hormon stres. Namun demikian, mengonsumsi makanan tertentu terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur. Selain itu, makan terlalu malam juga bisa memicu kenaikan berat badan.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya Sobat Greeners hindari saat malam hari.

1. Makanan pedas

Makanan pedas bisa mengganggu pencernaan seseorang di tengah malam, bahkan saat dirinya sedang tidur. Selain itu, makanan pedas mengandung capsaicin tingkat tinggi, senyawa fitokimia yang merangsang metabolisme dan termogenesis, sehingga menyebabkan gangguan tidur. Suplementasi capsicum, khususnya konsumsi 2,5 miligram saat makan (7,68 mg/hari) terbukti dapat mengembalikan keseimbangan energi dalam tubuh. 

2. Minuman beralkohol

Minum alkohol di malam hari sebelum tidur bisa memberikan efek sebaliknya jika kamu ingin tidur malam yang nyenyak. Minum alkohol atau merasa lelah bisa menyebabkan seseorang menjadi tertidur lebih cepat, seperti dilansir CNet.

Akan tetapi, perubahan kadar alkohol dalam darah di malam hari dapat menyebabkan gangguan tidur. Konsumsi alkohol yang berlebihan bahkan sangat terkait dengan insomnia.

3. Makanan berlemak 

Makan makanan berlemak di malam hari juga dapat mengganggu tidur seseorang. Sebab, sistem pencernaan bekerja hingga larut malam untuk memecah dan mencerna lemak tersebut. Itu sebabnya, para ahli menganjurkan kita untuk tidak mengonsumsinya di malam hari.

4. Soda dan kopi 

Mengonsumsi berbagai minuman berkarbonasi, termasuk kopi dan soda berkafein, dapat memicu gaya hidup tidak sehat. Kedua minuman ini akan membuat seseorang tetap terjaga meski tubuh lelah dan butuh istirahat. Selain itu, minuman berkarbonasi dapat mengganggu fungsi normal pencernaan.

5. Makanan berat 

Stefanki mengatakan, sebaiknya hindari konsumsi makanan berat terlalu banyak di malam hari. Tidur dengan perut kenyang bukanlah hal yang menyenangkan. Sebab, butuh energi untuk terus mencernanya sepanjang malam.

Untuk mengatasi hal ini, kamu dapat mengonsumsi makan siang berat dan makan malam ringan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tak hanya itu, makan pada waktu yang tepat juga merupakan pilihan yang tepat.

 

Penulis: Maula Sulthoni

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/hindari-konsumsi-5-makanan-ini-pada-malam-hari/feed/ 0
5 Efek Samping Diet Rendah Karbohidrat https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-efek-samping-diet-rendah-karbohidrat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-efek-samping-diet-rendah-karbohidrat https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-efek-samping-diet-rendah-karbohidrat/#respond Thu, 16 Mar 2023 04:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=39341 Diet rendah karbohidrat masih menjadi pilihan bagi sebagian besar orang untuk mempercepat penurunan berat badan. Caranya dengan membatasi asupan karbohidrat sehari-hari. Namun, hal ini justru dapat berdampak negatif bagi kesehatan. […]]]>

Diet rendah karbohidrat masih menjadi pilihan bagi sebagian besar orang untuk mempercepat penurunan berat badan. Caranya dengan membatasi asupan karbohidrat sehari-hari.

Namun, hal ini justru dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Sebab karbohidrat memiliki fungsi penting bagi tubuh sebagai sumber energi utama serta membantu menyediakan banyak vitamin dan mineral.

Jika menghindari karbohidrat untuk menurunkan berat badan, akan timbul masalah kesehatan dalam jangka panjang. Sebab, tubuh kita sangat membutuhkan asupan karbohidrat yang cukup.

Menurut Ahli diet Hari Lakshmi, salah satu dari tiga makronutrien penting yang tubuh butuhkan agar berfungsi dengan baik adalah karbohidrat.

Mereka memberi glukosa tubuh, yang kemudian diubah menjadi energi untuk mempertahankan fungsi tubuh dan aktivitas fisik. Menurut Lakshmi, setiap nutrisi memiliki tanggung jawabnya masing-masing, sehingga semuanya penting.

Berikut efek samping diet rendah karbohidrat yang dapat memengaruhi tubuh kamu, Sobat Greeners!

1. Kelelahan

Kekurangan energi adalah salah satu efek samping dari pengurangan karbohidrat. Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utamanya, jika tidak maka harus menggunakan sumber lain, seperti lemak dan protein.

Meskipun diet rendah karbohidrat dapat membantu kamu menurunkan berat badan, tetapi terdapat efek samping yang menyebabkan kelelahan fisik dan kantuk. Hal ini dapat memperparah kekurangan energi hingga menghambat aktivitas sehari-hari.

2. Meningkatkan Rasa Lapar

Menghindari karbohidrat juga dapat meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan loh Sobat Greeners. Karbohidrat sangat penting untuk mengatur kadar gula darah. Kurangnya asupan karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula darah menurun, hingga menyebabkan rasa lapar.

Hal ini dapat membuat makan menjadi berlebihan hingga penambahan berat badan. Hal ini membatalkan manfaat potensial dari diet rendah karbohidrat yang kamu lakukan.

3. Sembelit

Efek samping lain dari menghindari karbohidrat adalah sembelit. Karbohidrat dapat memberikan banyak serat untuk tubuh, yang membantu mengatur pencernaan dan menjaga semuanya berjalan lancar. Tanpa serat yang cukup, besar kemungkinan kamu akan mengalami sembelit, kembung, dan masalah pencernaan lainnya.

4. Sulit berpikir

Jika kamu tidak mengonsumsi karbohidrat dengan cukup, otak kamu tidak akan mendapatkan jumlah glukosa yang tubuh butuhkan untuk menjaga kesehatan emosi dan mental. Akibatnya, kamu akan mengalami perubahan emosional, masalah tidur, dan perasaan pusing saat tubuh kamu berjuang untuk mempertahankan kadar gula darah normal.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : Healthshots

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-efek-samping-diet-rendah-karbohidrat/feed/ 0
Diet Mediterania, Tanpa Ribet dan Menyehatkan https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-mediterania-tanpa-ribet-dan-menyehatkan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-mediterania-tanpa-ribet-dan-menyehatkan https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-mediterania-tanpa-ribet-dan-menyehatkan/#respond Wed, 23 Nov 2022 03:30:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38050 Bayangan tentang diet yang harus menahan lapar dalam waktu tertentu tentu sangat menyiksa. Namun, Sobat Greeners tak perlu khawatir karena bisa menerapkan diet Mediterania. Diet jenis ini tidak memiliki aturan […]]]>

Bayangan tentang diet yang harus menahan lapar dalam waktu tertentu tentu sangat menyiksa. Namun, Sobat Greeners tak perlu khawatir karena bisa menerapkan diet Mediterania. Diet jenis ini tidak memiliki aturan ketat dengan menghilangkan kelompok makanan tertentu. Juga tak perlu ribet menghitung kalorinya.

Diet Mediterania merupakan salah satu diet paling populer. Selain membantu menurunkan berat badan, diet ini mampu membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan penurunan daya ingat terkait usia.

Seperti halnya namanya, diet ini diterapkan oleh orang-orang yang tinggal di negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania. Berbagai jenis makanan yang biasa mereka gunakan termasuk banyak sayuran, biji-bijian, lemak sehat, hingga ikan.

Sayuran dan Buah-buahan

Orang yang mengikuti diet Mediterania makan minimal empat porsi sayuran dan tiga porsi buah atau lebih setiap hari.

Vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang ada dalam buah dan sayuran dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, dua penyebab utama kematian di Amerika Serikat.

Sebuah studi tahun 2020 di Jurnal Nutrients menemukan, orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya lima porsi jenis tersebut setiap hari mengalami peningkatan kualitas tidur. Di samping itu juga meningkatkan suasana hati, optimisme, harga diri, dan kebahagiaan. Para peneliti juga mengamati penurunan stres, kegugupan, dan kecemasan.

Biji-bijian Utuh

Orang-orang yang tinggal di Mediterania cenderung mengkonsumsi tiga hingga empat porsi biji-bijian setiap hari. Satu porsi setara dengan setengah cangkir biji-bijian atau sepotong roti matang.

Beberapa biji-bijian yang ada dalam diet Mediterania di antaranya, gandum, gandum hitam, dan jelai.
Sebuah studi tahun 2018 yang European Journal of Clinical Nutrition terbitkan mengungkap, konsumsi biji-bijian utuh yang tinggi menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, dan kematian.

Pulses

Pulses mencakup semua varietas kacang, lentil, kacang polong, dan buncis. Pada diet Mediterania, tiga porsi atau lebih kacang-kacangan mereka konsumsi per minggu.

Sebuah studi tahun 2021 yang terbit di Nutrients menemukan, orang yang mengonsumsi kacang-kacangan juga memiliki asupan serat, folat, dan magnesium yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Mereka yang mengonsumsi 2,5 ons juga mendapatkan lebih banyak potasium, seng, besi, dan kolin, bersama dengan jumlah lemak yang lebih rendah. Beberapa contoh kacang-kacangan dalam diet Mediterania meliputi buncis, kacang-kacangan, hingga kacang polong.

Lemak Sehat

Jika lemak berdampak buruk, maka lemak sehat minyak zaitun sangat penting untuk kesehatan kita. Minyak zaitun—sekitar empat sendok makan setiap hari—merupakan makanan pokok bagi masyarakat Mediterania.

Sebuah laporan tahun 2019 yang terbit di Nutrients menyatakan, “minyak zaitun extra virgin (EVOO) seharusnya menjadi lemak pilihan dalam hal kesehatan manusia”.

Konsumsi EVOO membantu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, tekanan darah tinggi, penyakit autoimun, dan kondisi peradangan seperti kolitis ulserativa. Lemak Mediterania sehat lainnya termasuk alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Beberapa kacang yang biasa masyarakat konsumsi pada diet mediterania di antaranya kacang mete, kacang hazel, kacang brazil, kenari, dan kacang almond.

Ikan

Orang yang mengikuti diet Mediterania makan tiga hingga empat ons ikan tiap tiga kali seminggu. Beberapa jenis ikan yang paling umum masyarakat konsumsi antara lain yang kaya akan asam lemak omega-3 seperti, ikan salmon, ikan kembung, ikan tuna, dan sarden.

Penelitian menunjukkan bahwa makan ikan dapat memperpanjang kuantitas dan kualitas hidup. Sebuah analisis tahun 2020 di Nutrients menemukan bahwa untuk setiap tambahan 20 gram ikan yang masyarakat konsumsi per hari menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 4 %.

Selain itu, sebuah studi tahun 2018 yang terbit dalam American Journal of Epidemiology menemukan bahwa asupan ikan yang lebih tinggi menurunkan tingkat kepikunan.

Rempah- Rempah

Bumbu alami adalah bagian penting dari diet Mediterania karena menawarkan aroma, warna, rasa, nutrisi tambahan, dan manfaat kesehatan.

Menurut tinjauan tahun 2019 dalam Journal of AOAC International, herba dan rempah-rempah memiliki sifat antioksidan, anti radang, dan antikanker. Selain itu juga menurunkan kadar gula darah dan kolesterol dan berdampak positif pada suasana hati, dan kognisi.

Herbal dan rempah-rempah yang masyarakat Mediterania gunakan di antaranya, daun adas, kemangi, jintan, cengkih, bawang putih, dan oregano.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber : Health

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-mediterania-tanpa-ribet-dan-menyehatkan/feed/ 0
Ingin Diet saat Puasa? Perhatikan 5 Hal ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-diet-saat-puasa-perhatikan-5-hal-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ingin-diet-saat-puasa-perhatikan-5-hal-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-diet-saat-puasa-perhatikan-5-hal-ini/#respond Wed, 28 Apr 2021 01:25:17 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=32452 Banyak orang beranggapan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mejalankan program diet. Menjalankan diet saat puasa memang memungkinkan, tapi tahukah kamu bahwa diet saat puasa tidak bisa kita […]]]>

Banyak orang beranggapan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mejalankan program diet. Menjalankan diet saat puasa memang memungkinkan, tapi tahukah kamu bahwa diet saat puasa tidak bisa kita lakukan secara sembarangan?

Supaya program diet saat puasa bisa membuahkan hasil yang maksimal, ada beberapa poin yang harus Sobat Greeners garisbawahi. Dr. Dion Haryadi, PN1, dokter umum yang juga ahli dalam bidang nutrisi dan fitness, menjelaskan bahwa ada lima hal yang harus kita perhatikan jika akan menjalankan diet saat puasa. Daripada penasaran, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Tetap Perhatikan Asupan Kalori saat Puasa

Meskipun saat berpuasa kita hanya bisa makan dalam jangka waktu yang terbatas, asupan kalori harus tetap kita perhatikan. Jika jumlah kalori yang masuk lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kalori yang keluar, maka jangan harap berat badan dapat turun dengan mudah.

“Kalori merupakan hal yang paling menentukan dalam proses penurunan ataupun peningkatan berat badan. Supaya berat badan dapat turun saat berpuasa, usahakan untuk mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori lebih rendah dari seharusnya. Dengan kata lain, usahakan untuk melakukan defisit kalori,” ujar dr. Dion dalam live Instagram pada Kamis (14/04/2021).

Tapi perlu Sobat Greeners ingat, jangan sampai kita memangkas asupan kalori dalam jumlah yang berlebihan. Mengonsumsi kalori terlalu sedikit tentu saja dapat membahayakan kondisi kesehatan tubuh.

Jaga Asupan Nutrisi

Selain harus memerhatikan asupan kalori, asupan nutrisi juga harus kita perhatikan dengan baik. Jangan melakukan defisit kalori secara sembarangan.

“Kita harus memerhatikan juga asupan nutrisi dalam setiap makanan yang kita makan, baik pada saat sahur maupun berbuka. Pastikan kita mendapatkan asupan protein, karbohidrat, dan lemak yang cukup. Jangan lupa untuk menjaga asupan micronutrients juga, seperti vitamin, mineral, dan serat,” tutur dokter yang juga merupakan seorang influencer dan Youtuber ini.

Tetap Seimbangkan Prioritas antara Ibadah dan Diet

Dr. Dion juga berpesan bahwa kita harus selalu sadar dengan tujuan utama dari berpuasa Ramadan. Perlu kita ingat bahwa tujuan utama dari puasa Ramadan adalah untuk beribadah, dan menjadi lebih ramping adalah bonusnya. Jangan sampai Sobat Greeners hanya berfokus pada salah satu aspek saja ya! Tetap seimbangkan prioritas antara beribadah dan menjaga kondisi fisik ketika sedang berpuasa.

Menjaga Pola Tidur

Menurut dr. Dion, menjaga pola tidur merupakan salah satu kunci sukses dari proses penurunan berat badan. Melansir pada situs Healthline, jika kita tidak menjaga pola tidur, tubuh akan lebih berisiko untuk mengalami peningkatan berat badan. Kok bisa begitu?

Ternyata, otak akan menghasilkan hormon ghrelin dalam jumlah yang banyak ketika kita tidur dalam jumlah waktu yang kurang. Akibatnya, kita akan merasa kelaparan dan makan dalam jumlah yang lebih besar.

Tetap Terhidrasi

Supaya tetap sehat saat menjalankan diet di bulan Ramadan, dr. Dion mengingatkan kita untuk selalu tetap terhidrasi. Dr. Dion menyarankan kita untuk mengonsumsi cairan sebanyak tiga liter per hari selama berpuasa. Tak harus selalu air putih, asupan cairan dapat kita peroleh dari mengonsumsi buah-buahan atau makanan lainnya yang kaya akan air.

Penulis: Anggi R. Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ingin-diet-saat-puasa-perhatikan-5-hal-ini/feed/ 0
Diet Bebas Gluten: Apakah Bermanfaat untuk Anda? https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-bebas-gluten-bermanfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-bebas-gluten-bermanfaat https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-bebas-gluten-bermanfaat/#respond Wed, 24 Feb 2021 12:00:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=15347 Diet bebas gluten semakin populer setelah banyak selebriti Hollywood mengaku melakukannya. Banyak orang meniru melakukan diet ini termasuk di Indonesia. Namun apakah diet ini bermanfaat?]]>

 Obsesi mendapatkan tubuh ideal membuat banyak orang menempuh berbagai cara. Salah satunya dengan mengatur konsumsi makanan atau diet. Beragam jenis dan pola diet pun bemunculan, dari yang sekadar mengurangi porsi makan sampai membatasi konsumsi asupan makanan tertentu. Diet bebas gluten salah satunya.

Penerapan diet bebas gluten atau free gluten diet dilakukan dengan tidak sama sekali mengonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, termasuk jenis makanan olahan. Lalu apa manfaat dari diet bebas gluten ini?

Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, dr. Marya Warascesaria Hayono, Sp.GK menjelaskan gluten merupakan komponen protein yang biasanya terkandung pada jenis tanaman serelia tertentu seperti gandum dan barley.

Sifatnya yang lengket dan kenyal (glue) membuat tanaman mengandung gluten banyak menjadi bahan dasar tepung, roti, kue termasuk juga sereal, malt dan bir.

“Selain itu kandungan gluten juga biasanya banyak ditemui pada berbagai jenis makanan olahan yang ada di supermarket,” jelasnya.

Dalam Kondisi Normal, Gluten Tidak Berdampak Buruk

Dalam kondisi normal sebenarnya gluten tidak memiliki dampak yang buruk bagi tubuh seseorang, namun dalam beberapa kasus ada orang yang mengalami intolerasi tehadap gluten.

“Gluten sebenarnya bukan tidak bagus,namun ada kondisi seseorang yang mengalami intoleransi gluten. Untuk kasus ini, bisa bahaya karena saluan cernanya tidak mampu beradaptasi terhadap gluten dan bisa menyebabkan lapisan saluran cerna rusak. Jika terjadi terus-menerus akan menyebabkan diare akut, gangguan penyerapan makanan,bahkan anemia,” jelasnya.

Meski demikian, Marya menegaskan manifestasi klinis akan berbeda pada setiap orang. Untuk itu kondisi intoleransi gluten atau yang mengarah pada alergi gluten (celiac disease) pada seseorang perlu pemeriksaan khusus dan panjang. “Tidak bisa langsung terdiagnosis,” imbuhnya.

Celiac Disease, Kondisi yang Mengharuskan Pasien Menghindari Gluten

Untuk orang yang sudah terdiagnosis celiac disease, diet bebas gluten jelas memberikan manfaat, bahkan menjadi suatu keharusan. Namun untuk orang tanpa celiac disease, diet bebas gluten tidak memberikan manfaat apa-apa, termasuk manfaat menguruskan badan.

“Kalau orang tanpa sensitifitas gluten tetap melakukan diet bebas gluten, ya, itu menjadi pilihan saja, dampak positif tidak ada, hanya mindset saja yang didapat,” katanya.

Menurut Marya, dampak negatif diet gluten relatif tidak ada. Karena gluten pada dasarnya merupakan protein, selagi seseorang masih mengkonsumsi makanan sumber protein lain seperti dari ikan atau daging, tidak akan ada defisiensi (kelebihan atau kekuangan gizi) tertentu.

“Yang paling penting gizi seimbang. Tidak lazim memang untuk menghindari gluten karena gluten sendiri bukan kandungan yang esensial dari protein, terlebih bahan makanan bebas gluten yang dijual di pasaran relatif mahal,” pungkasnya.

diet bebas gluten

Untuk orang yang sudah terdiagnosis celiac disease, diet bebas gluten jelas memberikan manfaat, bahkan menjadi suatu keharusan. Ilustrasi: Ist.

Berbagai Manfaat Diet Gluten: Mau Coba?

Makanan yang mengandung gluten sangat umum di Indonesia. Menghilangkannya dari makanan Anda sehari-hari kemungkinan besar mengubah keseluruhan asupan serat, vitamin, dan nutrisi lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memilih makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi Anda secara keseluruhan.

Tujuan Diet Bebas Gluten

Diet bebas gluten sangat penting untuk mengelola tanda dan gejala penyakit celiac dan kondisi medis lain yang terkait dengan gluten.

Diet gluten free juga populer di kalangan orang yang belum terdiagnosis dengan kondisi medis terkait gluten. Banyak klaim yang mengatakan bahwa manfaat dari diet ini adalah meningkatnya kesehatan, penurunan berat badan, dan bertambahnya energi. Tetapi, perlu lebih banyak penelitian untuk membuktikannya.

  • Penyakit celiac adalah kondisi di mana gluten memicu aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan usus kecil. Seiring berjalannya waktu, kerusakan ini mencegah penyerapan nutrisi dari makanan. Penyakit seliaka adalah kelainan auto imun.
  • Sensitivitas gluten non-celiac menyebabkan beberapa tanda dan gejala yang terkait dengan penyakit celiac – termasuk sakit perut, kembung, diare, sembelit, ruam atau sakit kepala – meskipun tidak ada kerusakan pada jaringan usus kecil. Studi menunjukkan bahwa sistem kekebalan berperan, tetapi prosesnya tidak dapat berjalan seutuhnya.
  • Ataksia gluten, gangguan auto imun, memengaruhi jaringan saraf tertentu dan menyebabkan masalah dengan kontrol otot dan gerakan otot sukarela.
  • Alergi gandum, hasil dari sistem kekebalan yang salah mengira gluten atau protein lain yang ada dalam gandum sebagai agen penyebab penyakit, seperti virus atau bakteri. Sistem kekebalan menciptakan antibodi terhadap protein, memicu respons sistem kekebalan yang dapat menyebabkan hidung tersumbat, kesulitan bernapas, dan gejala lainnya.

Menu Diet Gluten yang Boleh Anda Konsumsi

Banyak makanan bebas gluten alami yang bisa menjadi bagian dari diet sehat; yaitu buah-buahan dan sayur-sayuran, biji-bijian, legum, dan kacang-kacangan dalam bentuk alami yang belum diolah, telur, daging segar yang tidak diproses, ikan, dan unggas; serta sebagian besar produk susu rendah lemak.

Biji-bijian, pati, atau tepung yang dapat menjadi bagian dari diet bebas gluten meliputi amaranth, arrowroot, buckwheat atau gandum kuda, jagung – tepung jagung, bubur jagung dan polenta berlabel bebas gluten, flaks, tepung bebas gluten – tepung beras, kedelai, jagung, kentang dan kacang, hominy (jagung), millet, kinoa, beras, sorgum, kedelai, tapioka (singkong), dan teff.

Biji-bijian yang Tidak Dianjurkan

Hindari semua makanan dan minuman yang mengandung gandum, jelai, gandum hitam, triticale, dan oat tertentu. Meskipun oat secara alami bebas gluten, ada kemungkinan oat terkontaminasi selama produksi dengan gandum, barley, atau gandum hitam. Beberapa orang dengan penyakit celiac tidak dapat mentolerir oat berlabel bebas gluten.

diet bebas gluten

Selain itu, gluten gandum juga biasanya ditambahkan sebagai zat pengental atau pengikat, penyedap, atau pewarna. Foto: Shutterstock.

Makanan Olahan yang Sering Mengandung Gluten

Selain makanan yang menjadikan gandum, barley, dan gandum hitam sebagai bahan baku, biji-bijian juga merupakan bahan-bahan yang sering menjadi campuran di sejumlah produk makanan. 

Selain itu, gluten gandum juga biasanya ditambahkan sebagai zat pengental atau pengikat, penyedap, atau pewarna. Penting untuk membaca label makanan olahan untuk menentukan apakah makanan tersebut mengandung gandum, serta barley dan gandum hitam.

Secara umum, hindari makanan berikut kecuali jika ada label bebas gluten atau pembuatannya memakai jagung, nasi, kedelai, dan biji-bijian bebas gluten lainnya:

  • Bir
  • Roti
  • Gandum bulgur
  • Kue dan pai
  • Permen
  • Sereal
  • Wafer
  • Kue kering dan kerupuk
  • Kentang goreng
  • Daging atau seafood imitasi
  • Malt, perasa malt dan produk malt lainnya (barley)
  • Matzo
  • Pasta
  • Hot dog dan daging olahan
  • Salad dressing
  • Saus, termasuk kecap (gandum)
  • Campuran nasi berbumbu
  • Makanan ringan berbumbu, seperti keripik kentang dan tortilla
  • Sup, kaldu, atau campuran sup

Makan Bebas Gluten di Rumah dan Restoran

Untuk orang dengan penyakit celiac, khususnya, penting untuk menghindari paparan gluten. Kiat berikut dapat membantu Anda mencegah kontaminasi silang pada olahan makanan yang Anda siapkan sendiri di rumah dan menghindari makanan yang mengandung gluten saat Anda makan di luar.

  • Simpan makanan bebas gluten dan mengandung gluten di tempat berbeda.
  • Jaga kebersihan permukaan alat masak dan tempat penyimpanan makanan.
  • Cuci piring dan peralatan masak sampai bersih.
  • Pertimbangkan memanggang roti terpisah – untuk menghindari kontaminasi silang.
  • Bacalah menu restoran secara daring terlebih dulu jika memungkinkan, untuk memastikan ada pilihan untuk Anda.
  • Makan di luar lebih awal atau larut saat restoran tidak terlalu ramai dan bisa memenuhi kebutuhan Anda.

Risiko

Walaupun ada efek samping gluten, menghilangkannya dari makanan Anda juga bisa berdampak buruk. Misalnya, roti gandum yang Anda hindari mengandung nutrisi penting.

Anda bisa saja mengalami defisiensi zat besi, kalsium, serat, folat, thiamin, riboflavin, dan niacin. Maka dari itu Anda perlu konsultasi dengan dokter atau ahli diet sebelum menjalani diet bebas gluten. Ini membantu Anda untuk membuat pilihan diet yang tepat, sehingga diet Anda teratur.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Mayo Clinic

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-bebas-gluten-bermanfaat/feed/ 0
Bagaimana Cara Menerapkan Diet Emisi Karbon? Yuk, Ikuti Langkah Ini! https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-emisi-karbon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-emisi-karbon https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-emisi-karbon/#respond Sun, 20 Dec 2020 10:00:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=4810 Kini sudah saatnya mengubah gaya hidup untuk mengurangi emisi karbon hingga kembali ke ambang batas normal, bahkan di bawah itu. Jika tidak, kita akan mencapai satu titik di mana emisi karbon di atmosfer tidak dapat berkurang lagi sehingga dampak dari perubahan iklim tidak dapat kita cegah. Berikut beberapa tips gaya hidup rendah emisi karbon yang dapat kita terapkan dalam keseharian kita.]]>

Diet emisi karbon merupakan salah satu langkah ramah lingkungan yang urgen untuk kita lakukan. Kita sering tidak sadar atau bahkan tidak peduli dengan peninggalan kita akan karbon. Jejak karbon adalah jumlah total emisi gas rumah kaca yang berasal dari produksi, penggunaan, dan akhir masa pakai suatu produk atau layanan. Ini termasuk karbon dioksida – gas yang paling sering manusia keluarkan – dan lainnya, termasuk metana, dinitrogen oksida, dan gas berfluorinasi, yang memerangkap panas di atmosfer, menyebabkan pemanasan global.

Biasanya, sebagian besar jejak karbon individu berasal dari transportasi, perumahan, dan makanan. Ambang batas emisi karbon di atmosfer adalah 350 parts per million (ppm). Namun, saat ini emisi karbon di atmosfer sudah melewati ambang batas dengan kadar 400 ppm, dan terus meningkat 2 ppm per tahun seiring dengan gaya hidup boros karbon yang belum berubah.

Kini sudah saatnya mengubah gaya hidup untuk mengurangi emisi karbon hingga kembali ke ambang batas normal, bahkan di bawah itu. Jika tidak, kita akan mencapai satu titik di mana emisi karbon di atmosfer tidak dapat berkurang lagi sehingga dampak dari perubahan iklim tidak dapat kita cegah. Berikut beberapa tips gaya hidup rendah emisi karbon yang dapat kita terapkan dalam keseharian kita.

Cara Lengkap untuk Diet Emisi Karbon 

Diet Emisi Karbon dengan Konsumsi Makanan Lokal

Konsumsi makanan lokal yang terbuat dari bahan-bahan produksi lokal. Makanan impor berarti memerlukan transportasi yang menggunakan bahan bakar. Tentu saja, bahan bakar yang digunakan menghasilkan emisi karbon. Jarak makanan yang lebih sedikit berarti lebih sedikit emisi.

Makan makanan yang ditanam secara lokal selama satu tahun akan menghemat gas rumah kaca yang setara dengan mengemudi 1.000 mil, tetapi makan hidangan vegetarian satu kali seminggu selama setahun menghemat 1160 mil, menurut studi dari para peneliti di Carnegie Mellon.

Kurangi Konsumsi Daging Merah

Mengurangi konsumsi daging merah seperti daging sapi dan kambing. Kotoran hewan ternak ini menghasilkan metana yang berdampak 72 kali lebih besar daripada karbon dioksida, yang mana kotoran ini masih belum terolah dengan tepat oleh para peternak.

Semakin tinggi permintaan daging merah, semakin banyak peternakan sapi dan kambing, akan semakin besar pula produksi metana dari kotoran hewan ternak ini. Selain itu, produksi daging merah juga banyak membutuhkan pakan, air dan lahan.

Maka dari itu mulai banyak orang yang beralih menjadi vegan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 di jurnal Environmental Research Letters, daging merah memiliki berdampak 100 kali lebih buruk untuk lingkungan daripada makanan nabati.

Menurut beberapa perkiraan, daging sapi mengeluarkan lebih dari enam pon karbon dioksida per sajian; jumlah emisi beras, wortel, apel, atau kentang per sajian kurang dari setengah pon.

Mengikuti pedoman kesehatan nasional, dengan pengurangan lebih lanjut dalam konsumsi daging, ikan dan susu juga merupakan pilihan yang baik, kata Dr. Marco Springmann, peneliti senior kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat di Universitas Oxford. Ini juga bermanfaat bagi kesehatan.

Diet Emisi Karbon dengan Berjalan Kaki, Bersepeda, atau Gunakan Transportasi Umum

Pada November 2017, emisi karbon dioksida dari transportasi melampaui emisi dari pembangkit listrik sebagai sumber utama gas rumah kaca.  Ini karena pembangkit listrik beralih dari penggunaan batu bara ke sumber yang lebih terbarukan dan gas alam. 

Bepergian tanpa kendaraan bermotor pribadi selama setahun dapat menghemat sekitar 2,6 ton karbon dioksida. Bagaimana Anda bisa berhenti menggunakan mobil atau motor? Cobalah naik kereta, MRT, bus, atau opsi yang lebih baik lagi, naik sepeda.

Jika Anda memang harus menggunakan kendaraan pribadi, maka ada beberapa tips untuk membuat perjalanan Anda lebih ‘ramah lingkungan’.

Tips mengurangi emisi saat berkendara pribadi:

  • Hemat gas dan rem: mengemudi secara efisien dapat membantu mengurangi emisi. Berkendara “seolah-olah ada telur di bawah kaki Anda”, saran Brian West, pakar bahan bakar dan penelitian mesin dari Laboratorium Nasional Oak Ridge, yang meneliti penggunaan dan solusi energi di Amerika Serikat.
  • Servis mobil Anda secara teratur.
  • Periksa ban: “Tekanan ban yang rendah akan merusak penghematan bahan bakar Anda,” kata Mr. West.
  • Pendingin udara (AC) dan berkendara di kota yang padat dapat membuat emisi meningkat. Kurangi ini sesering mungkin.
  • Gunakan cruise control pada perjalanan panjang
  • Jangan membebani mobil Anda dengan barang-barang ekstra yang tidak Anda perlukan.
  • Berbagi ruang mobil Anda dengan orang lain, sehingga Anda membagi emisi dengan jumlah orang yang ada di dalam mobil.
diet emisi karbon

Menggunakan bahan makanan yang tumbuh lokal juga memangkas emisi karbon ketimbang membeli dari tempat yang jauh. Foto: Shutterstock.

Minum Air Putih dari Tumbler Sendiri

Air minum dalam kemasan melalui proses yang panjang di pabrik yang menghasilkan emisi karbon. Belum lagi bahan baku air minum dalam kemasan produsen ambil dari sumber yang jauh sehingga menambah emisi karbon melalui transportasinya.

Matikan Lampu dan Cabut Semua Listrik Ketika Tidak Terpakai

Konsumsi listrik menghasilkan emisi karbon karena saat ini listrik sebagian besar dihasilkan dari bahan bakar fosil, seperti batu bara dan solar. Di rumah tangga Amerika Serikat, rata-rata 25 persen energi untuk memanaskan ruang, 13 persen untuk memanaskan air, 11 persen  untuk pendinginan dan sisanya untuk peralatan. Menurut perkiraan dari Natural Resources Defense Council.

“Membuat perubahan kecil pada hal ini dapat membuat perbedaan besar,” kata Noah Horowitz, ilmuwan senior dan direktur NRDC’s Center for Energy Efficiency.

Berikut adalah cara yang dapat membantu Anda untuk mengurangi penggunaan energi:

  • Suhu penghangat jangan terlalu tinggi. Tutup tirai untuk membantu menjaga suhu tetap stabil di dalam ruangan.
  • Matikan pemanas air Anda, 120 derajat fahrenheit sudah cukup.
  • Matikan lampu dan peralatan saat Anda tidak menggunakannya. Perangkat elektronik yang tidak sedang dipakai tetap akan mengonsumsi listrik jika listrik tetap tersambung.
  • Streaming film melalui smart TV Anda, bukan konsol game Anda. Smart TV dan pluginnya hanya menggunakan beberapa watt untuk streaming film, kata Horowitz, tetapi jika Anda menggunakan konsol game Anda, penggunaan energi sekitar 10 kali lebih tinggi, karena mereka tidak dioptimalkan untuk memutar film.
  • Pakailah laptop, bukan komputer desktop. Laptop membutuhkan lebih sedikit energi untuk mengisi daya dan bekerja.
  • Ganti lampu. Lampu LED menggunakan energi hingga 85 persen lebih sedikit, bertahan hingga 25 kali lebih lama dan lebih murah untuk dijalankan daripada lampu pijar.
  • Jangan mengatur suhu lemari es dan freezer lebih rendah dari yang diperlukan. Departemen Energi Amerika Serikat merekomendasikan sekitar 35 hingga 38 derajat Fahrenheit untuk kompartemen makanan segar dan 0 derajat untuk freezer.
  • Tanam semak dan pohon di sekitar rumah Anda agar suasana sejuk, sehingga Anda tidak perlu menggunakan pendingin ruangan setiap waktu.
Empat Langkah Awal Mendaur Ulang

Diet emisi karbon dengan mengurangi limbah. Foto: Shutterstock.

Diet Emisi Karbon dengan Mengurangi Limbah

Rata-rata orang Amerika menyia-nyiakan sekitar 40 persen makanan yang mereka beli. Sedangkan Indonesia menghasilkan sampah makanan hingga 13 juta ton per tahunnya.

Berikut adalah tips mengurangi limbah makanan:

  • Atur lemari es Anda untuk memeriksa apa saja yang Anda miliki, dan buat daftar belanjaan sebelum Anda pergi ke toko untuk mencegah membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan.
  • Makanan dengan potongan harga mungkin penawaran yang bagus, tapi Anda harus berpikir apakah Anda benar-benar akan mengonsumsinya.
  • Jangan memasak makanan lebih banyak dari yang bisa Anda makan. Perhitungkan jumlah yang tepat untuk jumlah orang yang makan dan sesuaikan resep dengan kebutuhan Anda.
  • Gunakan kembali sisa makanan daripada membuangnya.
  • Perpanjang umur makanan Anda dengan memasukkannya ke kulkas.
  • Bawa pulang porsi restoran yang terlalu banyak untuk Anda.

Hindari penggunaan wadah atau kemasan sekali pakai. Jika memang perlu menggunakan piring, mangkuk, atau peralatan sekali pakai, ada banyak opsi saat ini yang ramah lingkungan. Misalnya membuatnya sebagai bahan kompos atau membiarkannya terurai secara hayati.

Diet Emisi Karbon dengan Mendaur Ulang

Warga Amerika Serikat menghasilkan sekitar 258 juta ton sampah setahun. 169 juta ton di antaranya berakhir di tempat pembuangan sampah dan incinerator. Menurut laporan EPA tahun 2014, warga AS mendaur ulang dan membuat kompos dari 89 juta ton sampah kota. Ini menyelamatkan jumlah energi yang sama seperti yang dihasilkan oleh 25 juta rumah. Namun sebagian besar sampah yang bisa didaur ulang masih berakhir di tempat pembuangan akhir. 

Beberapa panduan untuk mendaur ulang sampah Anda:

  • Temukan angka dalam segitiga di bagian bawah wadah plastik, ini menunjukkan jenis resin yang digunakan.
  • Kosongkan dan bilas wadah makanan sebelum memasukkannya ke tempat sampah daur ulang.
  • Daur ulang kertas, baja, dan kaleng.
  • Donasikan peralatan elektronik yang masih berfungsi. Daur ulang barang elektronik yang sudah rusak.
  • Hubungi dealer mobil setempat untuk mendaur ulang aki mobil.

Baca juga: 15 Manfaat Kesehatan Pepaya: Bantu Kurangi Mual dan Inflamasi

Gunakan Pakaian yang Berkelanjutan

Menurut World Resources Institute, setiap tahunnya ada produksi 20 pakaian per orang. Hal ini karena adanya fast fashion, produksi pakaian yang cepat, murah, namun tidak berkelanjutan. Anda perlu mempertimbangkan merek-merek yang mulai mengusung keberlanjutan. Bisa juga belanja barang-barang vintage.

Selain itu Anda perlu mempertimbangkan kain dari pakaiannya, bagaimana dampak bahannya pada lingkungan. Anda juga sebaiknya mendonasikan pakaian lama Anda. Setiap membeli barang, Anda harus selalu menggaungkan ini pada pikiran Anda, ‘berapa kali Anda akan memakainya?’.

Diet Emisi Karbon dengan Berbelanja Secara Sirkular

Ketika membeli apapun, bawalah tas yang dapat Anda gunakan kembali. Hindari penggunaan kemasan plastik. Berinvestasilah pada produk berkualitas yang tahan lama.

Anda bisa mencari tahu perkumpulan pecinta lingkungan di daerah Anda supaya bisa saling berdiskusi cara lainnya dalam mengurangi emisi karbon. Selain itu, menyuarakan kebijakan-kebijakan peduli lingkungan sehingga bumi jadi lestari, tubuh lebih sehat, dan pengeluaran pun lebih hemat.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

New York Times

DBS

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-emisi-karbon/feed/ 0
Gaya Hidup Diet Rest: Diet Long Life Style https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-diet-rest-diet-long-life-style/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gaya-hidup-diet-rest-diet-long-life-style https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-diet-rest-diet-long-life-style/#respond Wed, 06 Nov 2019 00:23:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24523 Diet Rest merupakan diet long life style, jadi diet sepanjang kehidupan yang setelah itu dapat diteruskan menjadi gaya hidup.]]>

Diet Rest (Rendah Energi Serat Teratur)  berbeda dengan diet-diet lainnya yang biasanya melarang untuk memakan makanan tertentu atau membatasi jam untuk makan. Diet Rest ini membebaskan untuk makan apa saja dan kapan saja. Pada diet ini berat badan turun secara bertahap, walaupun begitu komposisi lemak, air, dan otot tetap terjaga dengan baik. Diet rest merupakan diet long life style, jadi diet sepanjang kehidupan yang setelah itu dapat diteruskan menjadi gaya hidup.

Pada Diet Rest energinya rendah, gizinya seimbang dan teratur yang artinya nilai kalori dari makanan itu lebih rendah atau sama dengan berat makanan itu sendiri. Saat melakukan Diet Rest manfaat lainnya yang dirasakan adalah terjadinya peremajaan sel, rata-rata setelah melakukan Diet Rest sel dapat 4-5 tahun lebih muda dari sebelumnya.

Ahli gizi, Rita Ramayulis mengatakan bahwa setelah 21 hari melakukan Diet Rest orang mulai kembali mampu merasakan sensitifitas rasa, mulai merasakan ambang batas manis dan lain-lain. Diet Rest juga bukanlah diet yang ‘memusuhi’ makanan karena semuanya boleh hanya saja komposisinya yang diatur.

Diet Rest memiliki tiga prinsip yakni istirahat dari makanan dan minuman bergula, makanan lemak jenuh dan trans fat, dan istirahat dari hidup bermalasan.

“Diet Rest itu tidak pernah memusuhi makanan apapun jadi semuanya boleh karena Diet Rest itu sangat percaya bahwa semua makanan yang ada di bumi ini itu baik adanya tapi yang tidak benar adalah ketika padu padannya tidak pas,” ungkap Rita Ramayulis saat ditemui Greeners.

Ingin tahu tips dan trik untuk melakukan Diet Rest dari Rita Ramayulis? Yuk simak dibawah ini!

Gaya Hidup Diet Rest

Pict: Freepik

1. Pahami Kelompok Makanan

Untuk dapat berhasil melakukan Diet Rest, kita harus memahami betul tentang kelompok makanan berdasarkan kandungan energinya, dengan ini kita bisa mengetahui komposisi makanan yang tepat.

Diet Rest berlaku untuk semua kalangan usia mulai dari anak-anak sampai lanjut usia, yang membedakan hanyalah komposisi makanannya saja. Komposisi makanan ini disesuaikan dengan usia karena setiap usia memiliki kebutuhan gizi yang berbeda.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/gaya-hidup-diet-rest-diet-long-life-style/feed/ 0
Bahayakah Kandungan Gula pada Buah? https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahayakah-kandungan-gula-pada-buah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bahayakah-kandungan-gula-pada-buah https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahayakah-kandungan-gula-pada-buah/#respond Thu, 27 Dec 2018 07:04:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=22064 Sebagian orang beranggapan bahwa rasa manis pada buah dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Tidak sedikit dari penderita diabetes menghindari mengonsumsi buah-buahan karena alasan ini.]]>

(Greeners) – Sebagian orang beranggapan bahwa rasa manis pada buah dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Tidak sedikit dari pasien yang didiagnosis menderita diabetes ataupun sedang melakukan diet rendah gula menghindari mengonsumsi buah-buahan karena alasan ini.

Pengaruh konsumsi pangan berkarbohidrat termasuk buah terhadap kadar glukosa darah (yang juga disebut respon glikemik) telah menjadi isu penting, baik untuk pasien diabetes melitus, pra diabetes, maupun orang sehat. Sejumlah studi epidemiologi menunjukkan tingginya konsumsi buah berkorelasi negatif dengan risiko penyakit-penyakit kardiovaskular, kanker dan kronis seperti obesitas dan diabetes (dikutip dalam kajian ilmiah Hoerudin dalam Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Volume 8, 2012).

Buah merupakan pangan penting yang dapat menjadi sumber karbohidrat, vitamin, mineral, serat, dan senyawa fenolat yang berfungsi sebagai antioksidan. Buah memiliki kandungan gula sederhana yang cukup tinggi. Gula sederhana terdiri atas monosakarida dan disakarida merupakan karbohidrat utama dalam buah.

Sejak tahun 1960-an gula sederhana dianggap sebagai penyebab terjadinya sejumlah gangguan kesehatan dan penyakit pada manusia seperti obesitas, diabetes, dan coroner. Hingga saat ini mekanismenya masih diperdebatkan dan banyak mendapat perhatian, khususnya dalam penelitian-penelitian ilmu nutrisi.

Setiap jenis buah mengandung komponen gula dan kadar gula yang berbeda. Di samping monosakarida (glukosa, fruktosa) dan disakarida (sukrosa), sorbitol yang merupakan polyols (gula alkohol) juga terkandung dalam buah. Campuran komponen-komponen gula tersebut yang menentukan derajat kemanisan buah.

Respon glikemik buah ditentukan oleh sejumlah faktor, seperti jenis gula yang dikandungnya dan sifat-sifat intrinsik yang berkaitan dengan pelepasan gula (sugar release properties) dari buah tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan nilai indeks glikemik (IG) buah yang berbeda-beda.

Lektor Kepala Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Jakarta II, DR. Ir. Trina Astuti, MPS menjelaskan bahwa di dalam buah terdapat kandungan gula seperti fruktosa atau glukosa. “Kalau untuk orang diabet memang harus bisa memilih jenis buahnya dan jumlahnya diatur. Itu tergantung dari IG buah tersebut. Semakin kecil angka IG, maka akan semakin kecil dampaknya terhadap kadar gula darah. Sedangkan semakin tinggi IG semakin cepat dicerna dan cepat meningkatkan kadar gula darah,” kata Trina saat dihubungi Greeners melalui telepon, (12/12/2018).

IG dikelompokkan menjadi tiga rentang yaitu: IG < 55 kategori rendah; IG 56-69 kategori sedang; dan IG >70 kategori tinggi. Menurut Trina buah dengan nilai IG rendah atau dibawah 50 antara lain apel, jeruk, stroberi, pisang, anggur, pir, dan jambu. Sedangkan buah dengan nilai IG tinggi atau diatas 70 diantaranya adalah melon, semangka, nanas, dan mangga.

Trina menjelaskan bahwa kebutuhan gula setiap orang berbeda-beda dan penderita diabetes pun masih dapat mengonsumsi gula namun dengan jumlah yang berbeda. Ia menyarankan untuk mengonsumsi buah daripada gula murni karena buah juga memiliki kandungan gula alami, serat, vitamin dan mineral.  

“Usahakan makan buah beragam. Boleh dikombinasi antara buah yang IG-nya rendah dan tinggi. Sebaiknya buah tersebut dimakan segar jangan dibuat jus. Dengan memakan langsung akan memberikan waktu untuk mengunyah lebih lama, sehingga ada prosesnya,” ujar Trina menambahkan.

Trina menegaskan bahwa pasien yang didiagnosis menderita diabetes tidak perlu khawatir dengan gula pada buah. “Orang penderita diabet atau sedang diet rendah gula tidak harus pantang makan buah, kalau mau dipilih buah yang indeksnya rendah saja.  Buah adalah zat gizi alami dimana termasuk bagian dari gizi seimbang.  Gizi seimbang itu didapat dari kita makan buah atau sayur lima porsi. Misalkan makan buahnya dua atau tiga porsi, ambil satu porsi yang IG-nya tinggi ataupun rendah, sehingga buah yang dimakan bisa lebih dari satu,” katanya.

Saat dihubungi oleh Greeners, Kepala Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Taufik Maryusman, S.Gz, M.Pd, M.Gizi menerangkan bahwa kandungan gula pada buah tidak berbahaya namun tidak boleh berlebihan. Menurutnya, kandungan gula yang terdapat pada buah akan berpengaruh bagi pasien diabetes atau yang sedang diet rendah gula apabila kadar IG buah tinggi dan dikonsumsi secara berlebihan.

“Gula pada buah itu mengandung fruktosa dimana lebih lama diserapnya oleh tubuh. Apabila dikonsumsi berlebih dan dalam jangka panjang maka akan memberikan efek kenaikan gula darah,” ungkap Taufik. Senada dengan Trina, Taufik mengimbau untuk mengonsumsi gula yang terkandung di dalam buah dan mengurangi konsumsi gula sederhana yang terkandung pada makanan manis.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bahayakah-kandungan-gula-pada-buah/feed/ 0
6 Manfaat Buah Pisang bagi Kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-manfaat-buah-pisang-bagi-kesehatan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-manfaat-buah-pisang-bagi-kesehatan https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-manfaat-buah-pisang-bagi-kesehatan/#respond Thu, 19 Oct 2017 10:44:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19050 Selain dapat membantu menurunkan berat badan, ternyata pisang juga menawarkan berbagai manfaat lain bagi tubuh. Berikut adalah enam manfaat dari mengonsumsi buah pisang.]]>

Pisang merupakan salah satu buah tropis dan di Indonesia buah ini mudah ditemukan. Selain memiliki rasa manis dan tekstur legit yang enak, buah yang satu ini juga mengandung beberapa kandungan nutrisi penting yang berguna bagi tubuh. Pisang kaya akan kandungan serat, karbohidrat, potasium, vitamin, dan juga mineral. Tak heran, banyak orang yang memanfaatkan pisang sebagai makanan penunjang diet.

Selain dapat membantu menurunkan berat badan, ternyata pisang juga menawarkan berbagai manfaat lain bagi tubuh. Berikut adalah enam manfaat dari mengonsumsi buah pisang.

buah pisang

Ilustrasi. Foto: pxhere.com

1. Menstabilkan kadar gula darah

Pisang kaya akan serat larut bernama pektin yang mampu menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah setelah makan dan dapat mengurangi nafsu makan berlebih. Tak salah jika banyak orang mengonsumsi buah pisang setelah makan besar. Meski demikian, mengonsumsi pisang matang secara berlebihan sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

(Selanjutnya…)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-manfaat-buah-pisang-bagi-kesehatan/feed/ 0
Diet Hanya Mengonsumsi Buah, Bolehkah? https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-mengonsumsi-buah-bolehkah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-mengonsumsi-buah-bolehkah https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-mengonsumsi-buah-bolehkah/#respond Thu, 27 Jul 2017 08:15:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=17905 Tidak sedikit orang melakukan diet dengan cara tidak mengonsumsi nasi dan hanya mengonsumsi buah-buahan saja. Mereka melakukan diet ini dengan tujuan agar berat badannya turun dalam waktu singkat.]]>

(Greeners) – Memiliki tubuh yang ramping dan ideal merupakan dambaan bagi banyak orang. Demi mewujudkan bentuk tubuh yang diidam-idamkan, banyak orang melakukan berbagai metode diet. Salah satunya adalah dengan cara menghindari nasi dan hanya mengonsumsi buah-buahan saja setiap hari. Tidak sedikit orang melakukan diet dengan cara ini dengan tujuan agar berat badannya turun dalam waktu singkat.

Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi nasi dapat membuat badan menjadi lebih gemuk sehingga mereka beralih mengonsumsi hanya buah-buahan saja. Mereka beranggapan bahwa mengonsumsi buah saja tanpa diiringi dengan mengonsumsi makanan lain sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dr. Reisa Broto Asmoro, dokter yang juga mantan Puteri Indonesia Lingkungan 2010, menyatakan bahwa pemikiran tersebut tidaklah tepat. Tindakan mensubstitusi nasi dengan buah-buahan merupakan tindakan yang keliru.

“Diet dengan menghindari nasi dan hanya makan buah-buahan saja merupakan contoh diet yang kurang tepat. Buah-buahan itu bukan makanan yang bersifat free flow. Artinya, buah-buahan bukan merupakan makanan yang dapat dikonsumsi sebanyak mungkin. Setiap harinya, tubuh kita membutuhkan macro nutrients seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang tidak bisa didapatkan dengan hanya mengonsumsi buah-buahan saja,” papar Reisa saat ditemui di Grand Ballroom Hotel Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Reisa menyatakan bahwa kekurangan macro nutrients dalam tubuh dapat mengakibatkan tubuh merasa sangat lapar. Akibatnya, tubuh akan merasa kewalahan dan pada akhirnya mendorong kita untuk makan dalam porsi yang lebih banyak.

“Apabila kita hanya mengonsumsi buah-buahan saja, tubuh kita akan kekurangan macro nutrients. Akibatnya, kita akan mengalami kelaparan yang luar biasa. Biasanya, orang yang menjalani diet hanya dengan mengonsumsi buah-buahan saja akan ‘lari’ dengan mengonsumsi makan makanan yang tidak sehat dan dalam porsi yang banyak di malam hari,” katanya.

Imbangi dengan sayuran

Meski demikian, diet dengan cara menghindari nasi bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Reisa menyatakan bahwa karbohidrat dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi sayuran.

“Kalau kita ingin diet dengan cara menghindari mengonsumsi nasi, kita bisa menggantinya dengan mengonsumsi sayuran. Tidak bisa diganti dengan cara memakan buah-buahan saja, harus diimbangi dengan sayur-sayuran. Sayur kaya akan serat, vitamin, dan karbohidrat, sehingga sayur dapat memberikan efek lebih mengenyangkan dibandingkan dengan buah-buahan,” tuturnya.

Reisa juga mengingatkan apabila seseorang menjalankan diet dengan menjadi vegetarian dan tidak mengonsumsi nasi, orang tersebut harus mengonsumsi sayuran dalam porsi yang lebih besar daripada buah. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap ternutrisi dengan baik.

Menjalankan diet untuk mendapatkan tubuh yang ideal juga perlu diimbangi dengan kegiatan penunjang seperti olahraga. Selain itu, pelaku diet juga harus peduli terhadap jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuhnya dan tidak boleh hanya berpatokan pada angka yang ada di timbangan saja.

“Sebenarnya jangan dicari langsingnya saja, tapi cari sehatnya. Tubuh yang sehat tidak hanya didapatkan dengan cara mengonsumsi buah dan sayuran saja, tapi juga harus diimbangi dengan olahraga dan pikiran yang positif. Selain itu, jangan hanya berpatokan dengan angka di timbangan saja. Menjadi kurusan belum tentu lebih sehat. Bisa saja seseorang yang memiliki berat badan ideal, ternyata memiliki kadar lemak yang tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-mengonsumsi-buah-bolehkah/feed/ 0
Diet dengan Efek “Yoyo” Dapat Memicu Kematian https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-efek-yoyo-dapat-memicu-kematian/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-efek-yoyo-dapat-memicu-kematian https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-efek-yoyo-dapat-memicu-kematian/#respond Tue, 02 May 2017 08:47:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16913 Di dalam dunia diet terdapat istilah "efek yoyo", yang juga dikenal sebagai siklus diet. Pola ini tidak dianjurkan oleh dokter karena dapat meningkatkan kematian dua kali lebih cepat.]]>

Tahukah kamu? Di dalam dunia diet terdapat istilah “efek yoyo”, yang juga dikenal sebagai siklus diet. Siklus ini merupakan istilah untuk menjelaskan keadaan di mana setelah dietmu berhasil, pola makanmu bertambah bahkan tidak lagi teratur. Kemudian setelah merasa tidak lagi ideal, kamu akan menurunkan berat badanmu dengan berdiet lagi. Seperti halnya alur permainan yoyo yang setelah turun akan melambung lagi ke atas.

Pola seperti ini sebenarnya tidak dianjurkan oleh para dokter, terlebih lagi bagi orang dengan berat berlebih (overweight) dan penyakit jantung. Bagi mereka, gagal menurunkan berat badan akan menjadi lebih berbahaya daripada tidak kehilangan massa tubuh sama sekali. Padahal, kelebihan berat badan saja sudah diketahui secara umum dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Berdasarkan sebuah studi terdahulu, orang yang berat badannya sering berfluktuasi memiliki potensi risiko serangan jantung dan stroke dua kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya stabil. Risiko terkena diabetes bagi mereka pun tumbuh sebesar 78%. Lebih buruknya lagi, efek yoyo dalam diet juga dapat meningkatkan kematian dua kali lebih cepat.

Riset tersebut kemudian dikembangkan pada tahun 2017 untuk menjawab apakah benar orang-orang dengan penyakit jantung memiliki kemungkinan mati lebih tinggi. Penyakit jantung yang dimaksudkan khususnya penyakit arteri koroner, di mana timbunan lemak tersusun, menumpuk dan menyebar di otot jantung dengan meneliti 9.509 relawan yang diteliti pada studi sebelumnya tahun 2005.

Studi lanjutan tersebut memperhitungkan faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, ras, jenis kelamin, tingkatan penyakit diabetes dan pengobatan dengan Lipitor (penurun kadar lemak sintetis). Hasilnya, dalam waktu sekitar 5 tahun pasien dengan berat yang paling fluktuatif memiliki kemungkinan kematian 2,24 kali karena sebab apapun, 2,17 kali kemungkinan terkena serangan jantung dan 2,36 kali lebih mungkin terkena stroke daripada orang yang beratnya stabil.

Dilansir dari Reuters, Dr. Ira Ockene, dosen kedokteran Universitas Massachusetts di Worcester mengajurkan untuk serius dalam menurunkan berat badan dan melakukannya dengan benar. “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang menetapkan tujuan yang tidak terjangkau, misalnya “Saya perlu menurunkan 18 kg”. Namun saat hanya turun 10 kg, mereka merasa kecewa dan berpikir apa sih yang sedang mereka lakukan. Kemudian berat badannya naik lagi,” ujar Dr. Ira.

“Tetapi jika kamu kehilangan 4,5 kg dan mempertahankannya (pada titik tersebut), diabetes anda akan menjadi lebih baik, lemak (dalam tubuh) anda akan menjadi lebih baik, dan banyak yang akan menjadi lebih baik. Kamu tidak perlu sampai menurunkan 13-18 kg. Hal ini sangat penting untuk dipahami orang-orang,” tambahnya.

Namun, sebuah studi dari American Psychological Association menyatakan bahwa diet dengan efek yoyo pada dasarnya tidak cukup memberikan bukti adanya risiko penyakit jantung yang signifikan. Menurut penelitian tersebut, efek yoyo pada diet akan memberikan tekanan berat bagi orang yang ingin menurunkan berat badan dengan sangat cepat baik secara fisik maupun psikis. Akhirnya, orang tersebut justru akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih cepat.

Oleh karena itu, jika ingin berdiet, usahakan agar berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebagai seorang profesional, dokter akan membantu menentukan pola diet seperti apa dan target berat badan yang ideal bagimu. Atau, kamu bisa saja melakukannya dengan makan secukupnya dalam porsi yang wajar.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/diet-efek-yoyo-dapat-memicu-kematian/feed/ 0
Diet Sehat Berkontribusi Menurunkan Emisi https://www.greeners.co/berita/diet-sehat-berkontribusi-menurunkan-emisi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diet-sehat-berkontribusi-menurunkan-emisi https://www.greeners.co/berita/diet-sehat-berkontribusi-menurunkan-emisi/#respond Sun, 16 Apr 2017 09:03:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16722 Para peneliti berhasil mengetahui cara mengatasi perubahan iklim dan memperbaiki kesehatan manusia dalam waktu yang bersamaan. Jawabannya, sangat familiar: diet sehat.]]>

LONDON, 14 Maret 2017 – Para peneliti berhasil mengetahui cara mengatasi perubahan iklim dan memperbaiki kesehatan manusia dalam waktu yang bersamaan.

Jawabannya sangat familiar, mereka mengkalkulasikan perubahan sederhana ke diet berbasis sayuran, setidaknya di AS, yang bisa menurunkan 222kg emisi gas rumah kaca per orang per tahun. Ini sekaligus menurunkan risiko penyakit koroner hati, kanker kolorektal, dan diabetes tipe 2, dari 20 persen hingga 40 persen. Ditambah lagi, bisa mengurangi biaya kesehatan setidaknya 77 miliar dolar per tahun dan kemungkinan mencapai 93 miliar dolar.

AS menghabiskan tiga triliun dolar untuk jaminan kesehatan setiap tahun, 18 persen dari total produk domestik bruto. Biaya kesehatan yang terkait dengan obesitas dan penyakit disebabkan dari diet makanan.

Diet Daging

Para peneliti telah mengkaitkan risiko kesehatan dengan diet daging merah dan daging olahan, dan para ilmuwan lingkungan hidup sudah mengidentifikasi ternak sapi dan lainnya merupakan cara yang mahal, dari segi kontribusi emisi gas rumah kaca. Sementara untuk menghadirkan kalori dan protein yang lebih efisien bisa didapatkan dari biji-bijian dan polong-polongan.

Tidak hanya peternakan menghasikan emisi gas rumah kaca, pemanasan global dapat mengancam ladang dan bisa mengancam harapan untuk diet yang lebih sehat. Cina telah mendeklarasikan untuk menurunkan konsumsi daging dalam diet nasional mereka.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Climate Change menggambarkan dampak perubahan diet terhadap iklim dan kesehatan manusia di satu negara. “Sepengetahuan saya, ini merupakan pertama kali dilakukan,” jelas David Cleveland, profesor dan ahli geografi di Universitas California, Santa Barbara, yang melakukan studi tersebut.

“Manusia telah melihat dampak diet terhadap perubahan iklim dan kesehatan, namun mereka tidak pernah melihat potensi mitigasi perubahan iklim melalui sistem makan dan kesehatan secara bersamaan.”

Produksi makanan di AS berkontribusi 30 persen dari total gas rumah kaca. Para peneliti, dari Oxford di Inggris dan Lund di Swedia, juga California, menggunakan data yang sudah tersedia untuk melihat kaitan antara diet dan penyakit.

Mereka mengumpukan penelitian terkait dengan konsekuensi diet yang lebih sehat dan dampak terhadap emisi. Mereka juga melihat sejauh mana perubahan diet untuk biaya kesehatan.

Lalu, mereka mengambil standar yang direkomendasikan yaitu 2000 kalori dan melakukan perubahan terhadap sumber dari setengah kalori tersebut. Mereka menurukan jumlah daging merah dan olahan, menggandakan buah dan sayuran, dan mengusulkan polong dan kacang-kacangan untuk menggantikan protein dari daging merah tersebut.

Mereka mengganti sereal olahan dengan gandum. Mereka tidak mengganti takaran gula tambahan dengan susu, telur, ikan dan daging putih. Perubahan ini, menurut perhitungan mereka, mampu menurunkan gas rumah kaca sebesar 222kg hingga 826kg setiap orang setiap tahunnya.

Biaya Kesehatan Nasional

Para peneliti menemukan bahwa ketatnya diet yang diusulkan, tanpa daging merah dan olahan, telah menghasilkan perbedaan yang berarti bagi biaya kesehatan nasional, terutama untuk kanker kolorektal, penyakit koroner dan diabetes tipe 2.

“Ada simpanan sebesar 95 miliar dolar dari total 230 miliar dolar untuk tiga jenis penyakit tersebut,” jelas Profesor Cleveland. “Memang tidak besar dibandingkan dengan tiga triliun dolar dari biaya kesehatan tapi itu sebuah permulaan. Hasil seperti ini dapat memotivasi individual dan perubahan kebijakan.” – Climate News Network

]]>
https://www.greeners.co/berita/diet-sehat-berkontribusi-menurunkan-emisi/feed/ 0
5 Kunci Diet Sehat https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-kunci-diet-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-kunci-diet-sehat https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-kunci-diet-sehat/#respond Thu, 02 Feb 2017 10:05:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=15815 Diperlukan pengaturan pola makan yang baik dan sehat atau yang lazim disebut diet untuk membantu mencegah kekurangan gizi serta serangan berbagai penyakit tidak menular. Berikut ini 5 kunci diet sehat menurut WHO.]]>

Mengonsumsi makanan sehat sejak usia dini dapat membantu mencegah kekurangan gizi serta serangan berbagai penyakit tidak menular. Namun perubahan gaya hidup, peningkatan produksi pangan olahan, dan urbanisasi telah menyebabkan pergeseran dalam pola konsumsi. Orang-orang jadi mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi energi, lemak, gula atau garam. Lebih diperparah dengan tidak makan cukup buah-buahan, sayuran, juga serat.

Untuk itu diperlukan pengaturan pola makan yang baik dan sehat atau yang lazim disebut diet. Diet yang baik akan bervariasi tergantung pada kebutuhan individu misalnya umur, jenis kelamin, gaya hidup, tingkat aktivitas fisik); konteks budaya; makanan lokal yang tersedia; juga kebiasaan makan. Namun prinsip-prinsip dasar diet sehat tetap sama secara umum.

Berikut ini 5 kunci diet sehat menurut badan kesehatan dunia WHO:

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-kunci-diet-sehat/feed/ 0