disney - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/disney/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 05 Jun 2020 09:51:20 +0000 id hourly 1 Kaus Disney dari Limbah Botol Plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik/#respond Fri, 05 Jun 2020 01:43:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=27426 Koleksi retro baru Disney adalah inisiatif ekonomi sirkular yang menunjukkan anak-anak dari segala usia dapat mendaur ulang botol untuk diolah kembali.]]>

Membuat serat pakaian dari plastik daur ulang bukanlah sebuah hal baru. Namun, ketika brand ternama seperti Disney yang terlibat tentu akan menjadi berbeda. Nama Disney yang tidak asing bagi masyarakat menciptakan antusiasme yang cukup besar. Saat ini Disney telah bermitra dengan Unifi, Inc., pembuat RESERVE atau serat daur ulang terkemuka untuk menghasilkan koleksi Mickey & Co. retro gaya baru.

Unifi telah melakukan perjalanan sejak lama untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan yang dapat digunakan kembali. Merek tersebut telah digunakan oleh beberapa brand ternama seperti Chicobags, Ford, Patagonia, PrAna, dan banyak lagi perusahaan lain. Pada situs webnya, mereka melaporkan telah mendaur ulang sebanyak 20 miliar botol. Serat yang dihasilkan dari botol kemudian digunakan untuk membuat tas jinjing hingga tirai.

Unifi Disney

Foto: www.ui.com

Kemitraan perusahaan dengan Disney menawarkan kesempatan untuk anak-anak mengenal pentingnya daur ulang. Melansir inhabitat.com, Jay Hertwig, Wakil Presiden Senior untuk Penjualan dan Pemasaran Global, mengatakan bahwa koleksi retro baru Disney adalah inisiatif ekonomi sirkular yang menunjukkan anak-anak dari segala usia dapat mendaur ulang botol untuk diolah kembali. Jay Hertwig mengaku senang dapat bermitra dengan Disney pada koleksi ini dan membantu mempromosian pentingnya daur ulang dan keberlanjutan.

Produk daur ulang untuk pakaian sebagian datang dari inisiatif taman Disney sendiri yang membawa produk dari pra dan pascaproduksi. Koleksi retro Mickey & Co. retro 1984 saat ini tersedia di toko daring Disney. Terdapat sembilan desain berbeda untuk koleksi ini yang menampilkan karakter dari Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, Daisy Duck, Goofy, dan Pluto. Selain karakter individu, ada juga beberapa kaus dengan desain yang menampilkan seluruh karakter.

Disney menghitung waktu peluncuran kaus retro baru bertepatan dengan peringan 50 tahun Hari Bumi pada April 2020 lalu atau sebelum penutupan taman Disney karena pandemi virus corona.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaus-disney-dari-limbah-botol-plastik/feed/ 0
Big Hero 6, Ketika Menghancurkan Lawan Bukan Jawaban https://www.greeners.co/gaya-hidup/big-hero-6-ketika-menghancurkan-lawan-bukan-jawaban/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=big-hero-6-ketika-menghancurkan-lawan-bukan-jawaban https://www.greeners.co/gaya-hidup/big-hero-6-ketika-menghancurkan-lawan-bukan-jawaban/#respond Sun, 09 Nov 2014 13:00:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_review&p=6369 Judul film: Big Hero 6 Sutradara: Don Hall & Chriss William Penulis naskah: Don Hall, Jordan Roberts, Daniel Gerson, Robert L. Baird Pengisi suara: Scott Adsit (Baymax), Ryan Potter (Hiro), […]]]>

Judul film: Big Hero 6
Sutradara: Don Hall & Chriss William
Penulis naskah: Don Hall, Jordan Roberts, Daniel Gerson, Robert L. Baird
Pengisi suara: Scott Adsit (Baymax), Ryan Potter (Hiro), Daniel Henney (Tadashi), T.J. Miller (Fred), Jamie Chung (Gogo), Damon Wayans (Wasabi), Genesis Rodriguez (Honey)
Produksi: Walt Disney Pictures, USA, 2014
Durasi: 108 menit

Rasa kehilangan terhadap kehadiran seseorang yang kita cintai, terutama anggota keluarga, akan sangat membekas dalam perasaan. Perbuatan yang tidak masuk akal, bahkan membahayakan diri dan orang lain, bisa saja dilakukan untuk melampiaskan rasa kehilangan itu. Namun, apakah tindakan itu dapat dibenarkan?

Film animasi terbaru produksi Disney berjudul “Big Hero 6” mencoba menggambarkan konsekuensi dari pelampiasan amarah yang berlebihan, dan “menghancurkan” bukanlah pilihan yang bijak. Dalam banyak film produksinya, Disney memang dikenal membagi karakter antagonis (tokoh jahat) dan protagonis (tokoh baik) dengan jelas. Untungnya, Disney memegang prinsip “happy ending” atau akhir yang bahagia pada hampir semua filmnya.

Film yang ditujukan untuk keluarga ini mengisahkan Hiro Hamada, bocah 14 tahun yang karena terlalu pintar namun tidak suka sekolah, nyaris menyia-nyiakan seluruh waktunya dengan mengikuti berbagai pertarungan adu robot ilegal. Berbeda dengan kakaknya, Tadashi Hamada, sosok ramah dan penyayang yang menghabiskan waktunya di kampus untuk mengerjakan robot yang akan menolong banyak orang. Robot ini ia beri nama Baymax.

Ketimbang melarang kegiatan yang sedang digandrungi sang Adik, Tadashi sengaja membawa Hiro ke kampusnya untuk melihat berbagai percobaan yang tengah dilakukan oleh teman-temannya yang berbakat. Disinilah Hiro mengenal Fred, Gogo Tomago, Wasabi, dan Honey Lemon.

Gambar: Disney Pictures

Gambar: Disney Pictures

Hiro akhirnya berusaha untuk dapat masuk ke kampus yang sama dengan Tadashi. Karena presentasi mikrobotnya menuai banyak kekaguman, Hiro sempat ditawari untuk bergabung dengan perusahaan robot terkemuka Krei Tech Industri. Namun Hiro lebih memilih tawaran profesor Callagahn untuk menjadi muridnya. Sayang, kebakaran hebat membakar gedung kampus termasuk mikrobot ciptaan Hiro. Tadashi yang mencoba menolong profesor Callaghan yang berada di dalam gedung justru ikut menjadi korban.

Suatu hari, Hiro yang masih dirundung sedih karena ditinggal abangnya, mengaduh kesakitan ketika kakinya kejatuhan benda. Saat itulah Baymax aktif dan mencoba memberikan pertolongan. Baymax yang merupakan robot perawat, didesain oleh Tadashi untuk memberikan pertolongan ketika dibutuhkan.

Tidak berapa lama, keadaan menjadi “liar” ketika Hiro mengetahui bahwa mikrobot karyanya digunakan untuk maksud jahat oleh profesor Callaghan yang ternyata masih hidup. Hiro yang tidak terima dengan kenyataan bahwa kakaknya meninggal demi menyelamatkan profesor Callagahn menjadi gelap mata dan ingin membalas dendam. Ia lantas menjejali Baymax dengan program beladiri dan perlengkapan canggih yang dapat memberi efek menghancurkan.

Di lain pihak, profesor Callaghan pun ingin membalas dendam kepada Alistair Krei, pemilik perusahaan Krei Tech Industri. Ia mengancam akan mengambil semua yang dianggap penting dalam hidup Alistair. Alasannya? Tonton saja film ini.

Gambar: Disney Pictures

Gambar: Disney Pictures

The only limit is your imagination.” Kalimat yang diucapkan oleh Hiro Hamada, sangat pas menggambarkan teknologi animasi yang digunakan Disney untuk Big Hero 6. Terlebih, efek visual yang halus dan gerakan yang tepat mampu menghidupkan karakter Baymax, robot dengan wajah yang hanya terdiri dari sepasang mata, dan postur tubuh tinggi besar nyaris bulat.

Sama dengan Amerika dan Kanada, film ini tayang perdana di Indonesia pada tanggal 07 November 2014. Big Hero 6 dapat ditonton diseluruh bioskop jaringan  Cinema XXI dalam format 2D dan 3D.

(G08)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/big-hero-6-ketika-menghancurkan-lawan-bukan-jawaban/feed/ 0
Wall-E https://www.greeners.co/gaya-hidup/wall-e/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wall-e https://www.greeners.co/gaya-hidup/wall-e/#respond Fri, 01 Aug 2014 00:00:53 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_review&p=4772 Judul Film : Wall-E Sutradara : Andrew Stanton Pemain : Ben Burtt, Sigourney Weaver, Jeff Garlin, Fred Willard Produksi : Pixar, USA, 2008 (Colour Animation) Durasi : 92 menit, Animation […]]]>

Judul Film : Wall-E
Sutradara : Andrew Stanton
Pemain : Ben Burtt, Sigourney Weaver, Jeff Garlin, Fred Willard
Produksi : Pixar, USA, 2008 (Colour Animation)
Durasi : 92 menit, Animation

Pixar meluncurkan garapan animasinya berjudul Wall-E, yang isunya dekat dengan kepedulian lingkungan. Jangan selalu membayangkan kehidupan bumi di masa depan serba luxurious. Kehidupan modern adalah sampah, dalam artian sebenarnya.

Melalui film ini, kita diajak maju melihat bumi 700 tahun mendatang yang dipenuhi sampah, mirip seperti versi raksasa tempat pembuangan sapah akhir Bantar Gebang atau Leuwi Gajah. Manusia tidak tertarik lagi tinggal di bumi, dan melakukan migrasi massal ke sebuah kapal induk di luar angkasa bernama Axiom. Logikanya jadi terbalik, bukan bumi yang dibersihkan, namun malah bumi yang dilupakan.

Wall-E (Waste Allocation Load Lifter-Earth-Class) adalah robot yang diprogram khusus untuk mendaur ulang sampah di bumi. Kehidupan manusia di luar angkasa sendiri digambarkan amat terbuai oleh teknologi, sampai-sampai manusia pun berevolusi secara fisik. Bentuk fisik manusia semakin menggendut dan struktur tulangnya semakin mengendur, akibat malas bergerak dan hidup serba instan dengan bantuan teknologi.

Di tengah kesendirian Wall-E beraktivitas sebagai pembersih bumi, suatu hari ia bertemu robot periset yang cantik dan canggih (berbeda dengan Wall-E yang digambarkan serupa rongsokan) bernama Eve. Eve dikirim oleh Axiom untuk mencari tanaman yang keberadaannya sangat langka, sebagai salah satu gejala bahwa bumi siap dihuni kembali. Mereka kemudian mulai menjalin kisah kasih ala robot, sembari berjuang keras mengembalikan kehidupan manusia pada “hakikat”-nya untuk tinggal di bumi.

Wall-E menambah deretan film animasi yang menggambarkan sisi manusiawi robot. Kisah cinta Wall-E dan Eve memiliki kelucuan tersendiri. Bayangkan saja robot yang malu-malu mendekati pasangannya demi sekadar bergandengan tangan. Walau film ini minim dialog, namun mampu memancing tawa dan tetap terasa sisi emosionalnya. Dua jempol untuk mata dan bahasa tubuh Wall-E yang tampil ekspresif dan dirasa cukup menggantikan dialog.

Film dengan teknik animasi luar biasa bagus, cerita lucu, pengembangan karakter yang baik ini membuat kita tak membuang uang percuma untuk menontonnya. Terlebih lagi, kita sulit menolak muatan nilai moral yang diangkat film ini. Bahwa teknologi dan segala kecanggihan mesin tidak berhak dijadikan sandaran bagi manusia untuk “hidup”. Dan bagaimanapun juga, bumi adalah rumah. Kita tentu perlu menjaganya agar ia tetap nyaman untuk ditinggali. (deme)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/wall-e/feed/ 0
Never Cry Wolf https://www.greeners.co/gaya-hidup/never-cry-wolf/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=never-cry-wolf https://www.greeners.co/gaya-hidup/never-cry-wolf/#respond Sat, 08 Mar 2014 09:01:08 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_review&p=4036 Judul Film : Never Cry Wolf Sutradara  : Croll Ballard Pemeran    : Charles Martin Smith, Brian Dewnehy Produksi   : Walt Disney Pictures Durasi     : 105 Menit Film ini menceritakan tentang […]]]>

Judul Film : Never Cry Wolf
Sutradara  : Croll Ballard
Pemeran    : Charles Martin Smith, Brian Dewnehy
Produksi   : Walt Disney Pictures
Durasi     : 105 Menit

never-cry-wolfFilm ini menceritakan tentang kisah dari seorang ahli biologi bernama Farley Mowant ketika ia dikirim untuk bertugas di area padang rumput bersalju dataran pegunungan Kanada. Farley membawa misi untuk mengumpulkan bukti tentang keberadaan kelompok serigala yang dituduh telah mengancam keseimbangan populasi Karibou (sejenis Rusa) yang hampir mengalami kepunahan.

Sambil berjuang bertahan hidup di kondisi lingkungan yang sulit, Farley terus berusaha untuk mempelajari segala tingkah laku serigala yang ia temui, sampai akhirnya ia mempunyai keyakinan bahwa tuduhan terhadap serigala yang tengah menjadi ancaman bagi populasi Karibou adalah sepenuhnya salah.

Di lain pihak, ia mendapatkan analisis baru dimana justru keberadaan manusia dengan segala aktifitasnya adalah salah satu faktor utama yang mengancam kepunahan beberapa spesies termasuk Karibou.

Dalam film ini kita akan disuguhkan keindahan landscape dataran tinggi Kanada yang sangat mempesona dan tingkah lucu Farley Mowant selama ia menjalankan studinya. Jelas merupakan film yang harus ditonton apabila anda suka berkegiatan di alam bebas.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/never-cry-wolf/feed/ 0