drummer - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/drummer/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 17 Jun 2015 11:39:12 +0000 id hourly 1 Gilang Ramadhan, Tak Lagi Melihat Kunang-kunang https://www.greeners.co/gaya-hidup/gilang-ramadhan-tak-lagi-melihat-kunang-kunang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gilang-ramadhan-tak-lagi-melihat-kunang-kunang https://www.greeners.co/gaya-hidup/gilang-ramadhan-tak-lagi-melihat-kunang-kunang/#respond Wed, 17 Jun 2015 10:39:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9733 Jakarta (Greeners) – Pemanasan bumi atau global warming membuat lingkungan di sekitar kita berubah secara perlahan namun pasti. Secara sederhana, hal ini dirasakan Gilang Ramadhan dengan tidak adanya lagi kunang-kunang, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemanasan bumi atau global warming membuat lingkungan di sekitar kita berubah secara perlahan namun pasti. Secara sederhana, hal ini dirasakan Gilang Ramadhan dengan tidak adanya lagi kunang-kunang, salah satu jenis serangga yang dapat mengeluarkan cahaya di tubuhnya, yang biasanya dapat ia lihat di sekitar rumahnya.

“Setahun lalu, di tempat tinggal saya di Bogor, saya masih dapat melihat kunang-kunang. Namun saat ini sudah tidak terlihat lagi kunang-kunang di sana,” ujarnya.

Meski terkesan remeh, namun drummer yang senang mengeksplorasi musik tradisional daerah ini merasakan bahwa hal itu sudah cukup menyatakan adanya perubahan yang serius pada bumi. Dari pengamatannya ini, ia merasa perlu untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian ini bisa ditumbuhkan melalui pendidikan, mulai dari materi pendidikan hingga pada konsep bangunan sekolah.

“Ada sekolah di Bali, sekolah itu yang masuk orang-orang menengah ke atas, namun siswanya datang menggunakan sandal jepit. Dari segi bangunan pun, sekolah tersebut memiliki konsep yang asri sehingga dapat memberikan pandangan (tentang lingkungan) kepada muridnya,” katanya.

Dengan memberikan konsep “hijau” pada bangunan sekolah seperti menanam berbagai tanaman dan pepohonan di lingkungan sekolah dan menggunakan “tembok” bambu, lanjut Gilang, akan memberikan pemahaman yang berbeda di benak anak-anak tersebut.

Ia juga mendukung agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mau menggalakkan pembatasan transportasi kendaraan pribadi. “Pemprov DKI bisa membuat peraturan seperti hari Senin dan Jumat, masyarakat Jakarta harus menggunakan sepeda dan hanya membolehkan kendaraan umum saja yang melaju,” tambahnya.

Menurut Gilang, keprihatinan terhadap negeri ini semakin dalam karena kemajuan yang dikejar ternyata hanyalah sebuah kemunduran. Segala upaya dilakukan namun tidak memperhatikan dampak yang akan terjadi. Padahal, lanjutnya lagi, pemanasan yang dialami oleh bumi ini merupakan tanggung jawab semua insan.

“Ketika pembangunan digencarkan di negeri ini, banyak yang hanya menyalahkan negeri ini saja padahal negara-negara maju yang sudah “ngebotakin” duluan. Itulah kenapa kita bersama-sama harus bertanggung jawab pada apa yang sudah terjadi,” tutupnya.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/gilang-ramadhan-tak-lagi-melihat-kunang-kunang/feed/ 0
Rani Ramadhany, “Olahraga” Drum https://www.greeners.co/gaya-hidup/rani-ramadhany-olahraga-drum/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rani-ramadhany-olahraga-drum https://www.greeners.co/gaya-hidup/rani-ramadhany-olahraga-drum/#respond Wed, 20 May 2015 08:36:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9153 Jakarta (Greeners) – Berolahraga bisa menjadi penyeimbang dalam gaya hidup sehat. Tidak harus selalu dengan lari atau mengikuti latihan fitness, melakukan hobi pun bisa menjadi sarana untuk berolahraga. Seperti yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berolahraga bisa menjadi penyeimbang dalam gaya hidup sehat. Tidak harus selalu dengan lari atau mengikuti latihan fitness, melakukan hobi pun bisa menjadi sarana untuk berolahraga.

Seperti yang dilakukan Rani Ramadhany (22). Perempuan muda yang dikenal sebagai solo drummer ini mengakui bahwa profesinya sebagai pemain drum solo ini menjadi salah satu cara bagi dirinya untuk berolahraga.

“Aku tipe orang yang bermain drum sehari 15 menit tapi rutin. Dalam sehari aku bisa bermain tiga kali bahkan lebih dari itu,” ujar wanita yang sedang menempuh pendidikan dalam bidang Performing Art di salah satu kampus ternama di Jakarta.

Menurut Rani, bermain drum sama halnya dengan menggerakkan seluruh tubuh. Kaki dan tangan yang digunakan untuk membuat irama memerlukan tenaga yang besar.

“Bermain drum itu membakar kalori banget karena menggunakan dua tangan dan dua kaki, jadi sama saja dengan berolahraga,” tambah mantan atlet bowling ini.

Rani yang mulai belajar memainkan drum sejak umur 11 tahun ini juga mengaku aktif dalam kegiatan kampus yang berbau lingkungan. Ia pun pernah mengikuti kegiatan menanam pohon dan mendaur ulang kantong kertas (paper bag). Mengurangi penggunaan kantong plastik menjadi salah satu goal-nya saat ini. Menurutnya, hal kecil yang dilakukan setiap orang terhadap lingkungan nantinya dapat membawa perubahan besar yang berarti bagi lingkungan.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/rani-ramadhany-olahraga-drum/feed/ 0