earth hour - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/earth-hour/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 09 Apr 2025 05:56:40 +0000 id hourly 1 LSPR 4C Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan/#respond Wed, 09 Apr 2025 05:56:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=46327 Jakarta (Greeners) – LSPR 4C (Climate Change Champions Club) merayakan Earth Hour yang jatuh pada Sabtu, 22 Maret. Mereka mengadakan talkshow mengenai pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan konservasi energi. Menariknya, […]]]>

Jakarta (Greeners) – LSPR 4C (Climate Change Champions Club) merayakan Earth Hour yang jatuh pada Sabtu, 22 Maret. Mereka mengadakan talkshow mengenai pentingnya gaya hidup berkelanjutan dan konservasi energi. Menariknya, kegiatan ini berlangsung di tengah keramaian pusat perbelanjaan Main Atrium Mall of Indonesia (MOI).

Talkshow bertema “Earth Hour: Dim for a Brighter Future” ini berhasil menarik perhatian pengunjung mal dan masyarakat umum untuk ikut berdiksusi. Kegiatan tersebut juga berlangsung dalam dua sesi yang interaktif dan informatif.

Salah satu pembicara dalam acara ini adalah Belmiro Allie, seorang profesional komunikasi yang aktif menyuarakan isu lingkungan. Belmiro berbagi pengalaman terkait gerakan lingkungan yang pernah ia ikuti, seperti Bye Bye Plastic Bags, serta praktik-praktik berkelanjutan dalam kehidupan pribadinya.

BACA JUGA: Green Jaagat Insight, Komunitas yang Dukung Hidup Berkelanjutan

Ia menekankan bahwa banyak orang yang menganggap hidup berkelanjutan itu mahal, padahal kenyataannya tidak demikian. Di hadapan audiens yang hadir di mal, Belmiro menjelaskan bahwa gaya hidup berkelanjutan tidak harus rumit atau memerlukan biaya besar.

“Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil seperti mengurangi food waste, mendaur ulang barang bekas, atau menerapkan slow fashion. Semua itu bisa kita lakukan tanpa mengeluarkan biaya besar, bahkan tanpa biaya sama sekali,” ujarnya dalam talkshow tersebut.

Pentingnya Konservasi Energi

Sementara itu, talkshow berlanjut dengan membahas konservasi energi yang dipandu oleh Imam Pesuwaryantoro, seorang spesialis government relations. Saat ini, Imam juga menjabat sebagai Dewan Pakar ESG & Sustainability di Indonesian Circular Economy Award (ICEA).

Pada sesi kedua talkshow ini, Imam membahas pentingnya konservasi energi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa setiap orang dapat menerapkan gaya hidup berkelanjutan, namun tantangan terbesar terletak pada kemauan dan kesadaran untuk melakukannya.

“Semua orang bisa dengan mudah menerapkan gaya hidup berkelanjutan, tetapi semuanya kembali pada pertanyaan, apakah mereka mau? Apakah mereka siap meninggalkan ego mereka dan turun tangan untuk berkontribusi?” tambah Imam.

LSPR 4C berharap melalui acara ini masyarakat tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga tergerak untuk mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Ayo Berlanjut Selamatkan Bumi! Jangan Berhenti di Earth Hour

Acara “Earth Hour: Dim for a Brighter Future” ini juga sejalan dengan komitmen LSPR 4C terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan mengangkat isu konservasi energi dan gaya hidup berkelanjutan, acara ini turut berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan melindungi ekosistem daratan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/lspr-4c-ajak-masyarakat-terapkan-gaya-hidup-berkelanjutan/feed/ 0
Earth Hour 2023, Aksi 1 Jam Penuh Arti untuk Selamatkan Bumi https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2023-aksi-1-jam-penuh-arti-untuk-selamatkan-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=earth-hour-2023-aksi-1-jam-penuh-arti-untuk-selamatkan-bumi https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2023-aksi-1-jam-penuh-arti-untuk-selamatkan-bumi/#respond Sun, 26 Mar 2023 05:00:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=39465 Jakarta (Greeners) – Aksi memadamkan lampu dan peralatan elektronik selama 60 menit atau Earth Hour kembali berlangsung pada, Sabtu (25/3) waktu setempat. Aksi ini harapannya mendorong masyarakat berpartisipasi menyelamatkan alam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Aksi memadamkan lampu dan peralatan elektronik selama 60 menit atau Earth Hour kembali berlangsung pada, Sabtu (25/3) waktu setempat. Aksi ini harapannya mendorong masyarakat berpartisipasi menyelamatkan alam beserta isinya.

Earth Hour merupakan kegiatan global yang World Wide Fund for Nature (WWF) inisiasi sejak tahun 2007. Kepedulian aksi mematikan lampu dan perangkat elektronik selama 60 menit dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

CEO sekaligus Direktur Eksekutif WWF Aditya Bayunanda mengatakan, sejak pandemi Covid-19, antusiasme masyarakat yang terlibat aktif dalam aksi ini terus tinggi. Terlebih saat ini perayaan Earth Hour berlangsung secara tatap muka sehingga menjadi semangat tersendiri.

“Kita harus terus menerus mengigatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya penyelamatan alam. Setiap manusia berkewajiban menjaganya,” katanya kepada Greeners, Sabtu (25/3).

Earth Hour 2023 Targetkan Perubahan Perilaku 

Pelaksanaan aksi Earth Hour tahun ini berlangsung di 20 kota atau daerah di Indonesia secara serentak. Seperti tahun sebelumnya, target aksi ini juga menyasar perubahan gaya hidup terlepas dari aksi yang hanya berlangsung satu jam ini.

Lelaki yang akrab disapa Dito ini juga menambahkan, pada acara Earth Hour tahun ini menggunakan logo EH dengan flip clock. Ini tak sekadar simbol, tapi memiliki arti tersendiri.

“Ini menandakan waktu yang hampir habis untuk menyelamatkan bumi. Dan kita mengingatkan seluruh umat manusia untuk segera bertindak menyelamatkan bumi,” ucapnya.

Di Jakarta, komunitas Earth Hour menggelar kegiatan yang berpusat di PIK dengan berbagai aksi dan inisiatif masing-masing secara mandiri.

Wakil Presiden urusan media WWF Chris Conner menyatakan, makna Earth Hour yang berlangsung selama 16 tahun dan melibatkan jutaan orang di seluruh dunia tak sekadar mematikan lampu mereka selama 60 menit.

“Namun, alam membutuhkan kita. Orang membutuhkan kita. Iklim membutuhkan kita. Earth Hour adalah kesempatan bagi kita semua untuk bersatu melindungi planet kita,” ungkapnya melansir WWF.

Earth Hour 2020

Earth Hour 2020. Foto: WWF Indonesia

Earth Hour Kurangi Konsumsi Listrik

Menurut data PLN tahun 2017 DKI Jakarta berhasil menekan konsumsi listrik hingga 157 megawatt dengan reduksi kadar karbon mencapai 112,69 ton saat Earth Hour 2017. Sementara pada tahun 2016 penghematannya yaitu 148 megawatt dengan reduksi karbon sebanyak 57,51 ton.

Manager Komunikasi PLN DKI Jakarta Pandu Prastyani mendorong aksi Earth Hour, namun PLN  memastikan tak memadamkan listrik. “PLN tidak memadamkan listrik, tapi lebih ke kesadaran masyarakat,” imbuhnya.

Earth Hour 2023 juga berlangsung serentak pada 174 negara di dunia. Melansir Science Direct, Earth Hour berlangsung di 10 negara mampu mengurangi konsumsi listrik dengan rata-rata 4 %.

Kepala Pusat Kebijakan Keenergian Institut Teknologi Bandung Retno Gumilang Dewi berharap, agar aksi mitigasi ini tak sekadar aksi sesaat.

Tapi bisa kita implementasikan dalam perubahan perilaku secara berkelanjutan. “Ini menjadi tantangan kita agar aksi ini tak hanya sesaat,” tandasnya.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2023-aksi-1-jam-penuh-arti-untuk-selamatkan-bumi/feed/ 0
Earth Hour 2019: Encourages People to Reduce Emission by Using Public Transportation https://www.greeners.co/english/earth-hour-2019-encourages-people-to-reduce-emission-by-using-public-transportation/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=earth-hour-2019-encourages-people-to-reduce-emission-by-using-public-transportation https://www.greeners.co/english/earth-hour-2019-encourages-people-to-reduce-emission-by-using-public-transportation/#respond Fri, 29 Mar 2019 11:46:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_english&p=22943 WWF Indonesia and Earth Hour communities in 30 cities call out for Indonesian president, city leaders, local administrations, companies, and public, especially young generation to use public transportation to reduce greenhouse gas emission.]]>

Jakarta (Greeners) – WWF Indonesia and Earth Hour communities in 30 cities call out for Indonesian president, city leaders, local administrations, companies, and public, especially young generation to use public transportation to reduce greenhouse gas emission.

Through Earth Hour 2019, WWF aims to reach to more than five 5millions of young people to adopt with green and sustainable lifestyle by 2020.

Rizal Malik, CEO of WWF Indonesia, said Earth Hour movement is different from previous movement of switching lights as the symbol.

The important message is the change to green lifestyle. The target of Earth Hour is to reduce emissions from transportation.

“Switch off is just symbolic, the important [message] is to remind us on necessary electric consumption and will influence on our own lifestyle in the future,” said Malik. “This year, we are encouraging public to use mass transportation because transportation sector is one of factor for greenhouse gas emission increase,” said Malik in Jakarta on Wednesday (27/03/2019).

READ ALSO: Ministry of Environment and Forestry to Increase Environmental Quality Index in Indonesia 

Based on Handbook of Energy Economic Statistic of Indonesia 2018 by Energy and Mineral Resources Ministry, energy consumption in transportation sector in 2007 is 29 percent, increase to 47 percent in 2017.

In addition, the ministry’s Data and Energy Information Technology Center, transportation sector contributes to 1.28 million tons of emissions, with 6.7 percent of increase per year in average.

Malik said Earth Hour is a moment to rehabilitate the connection between human and nature, to prioritize environmental sustainability in the nation and local agenda.

Indonesian government is committed to reduce greenhouse gas emission 29 percent by 2030 and 11 percent coming from public transportation. Hence, public needs to participate by using public transportation.

“Hence, we are cooperating with MRT and Transjakarta on how to make public to use public transportation and stop using private vehicle,” he said. “The impacts [are] no traffic jams, energy efficiency and public can use comfortable and punctual public facilities.”

READ ALSO: Indonesia Faces Challenges for Its Organic Fuel Implementation 

Agung Wicaksono, director of Transjakarta, said that CO2 emissions from transportation contributes up to 46 percent for cities, in particular using private vehicles. Transjakarta is struggling to facilitate people to ride mass transportation by integrating the routes and bus stations with MRT, LRT, and the trains. Feeder routes from housing complex areas in the south to Lebak Bulus and Fatmawati to extended routes from MRT in the middle of the city, such as Dukuh Atas and HI.

“In the future, to reduce emissions, we will test electric mobility beforehand and will be used next year,” said Wicaksono.

To support Earth Hour 2019, MRT Jakarta secretary division head, Muhammad Kamaluddin, said MRT Jakarta is committed to reduce global warming impacts. MRT Jakarta has been actively engage with Indonesians to adopt green lifestyle by shift from private vehicles to public transportation and to implement energy efficiency to reduce greenhouse gas emissions.

“To support Earth Hour, we are planning to switch off one light in one of the corners of our 13 stations on 30 March 2019, from 8.30 pm to 9.30 pm, and it is guaranteed will not be affect security and safety. So, we have taken into considerations which corners are safe to be switched off and this is as our support for Earth Hour 2019,” he said.

Reports by Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/english/earth-hour-2019-encourages-people-to-reduce-emission-by-using-public-transportation/feed/ 0
Earth Hour 2019 Ajak Masyarakat Mengurangi Emisi dengan Transportasi Massal https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2019-ajak-masyarakat-mengurangi-emisi-dengan-transportasi-massal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=earth-hour-2019-ajak-masyarakat-mengurangi-emisi-dengan-transportasi-massal https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2019-ajak-masyarakat-mengurangi-emisi-dengan-transportasi-massal/#respond Thu, 28 Mar 2019 09:06:52 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22933 WWF berharap dengan gerakan Earth Hour tahun 2019 ini bisa meningkatkan kesadaran lebih dari 5 juta anak muda agar mengadopsi gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan pada tahun 2020.]]>

Jakarta (Greeners) – WWF Indonesia bersama dengan Komunitas Earth Hour di 30 kota mengajak Presiden RI, pemimpin kota, pemerintah lokal, pimpinan perusahaan dan masyarakat khususnya generasi muda untuk menggunakan transportasi umum demi mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). WWF berharap dengan gerakan Earth Hour tahun 2019 ini bisa meningkatkan kesadaran lebih dari 5 juta anak muda agar mengadopsi gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan pada tahun 2020.

CEO WWF Indonesia Rizal Malik mengatakan gerakan Earth Hour kali ini berbeda dengan sebelumnya, yakni mematikan lampu karena ini hanya simbol saja. Makna utama yang ingin disampaikan adalah perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Target dari Earth Hour ini adalah mengurangi emisi dari transportasi.

“Mematikan lampu itu hanya simbolik, yang terpenting mengingatkan kita mengenai konsumsi penggunaan listrik seperlunya saja dan akan berpengaruh kepada gaya hidup kita kedepannya. Tahun ini kami mengajak masyarakat untuk naik moda transportasi massal karena pengaruh peningkatan emisi gas rumah kaca salah satu faktor dari sektor transportasi,” ujar Rizal saat konferensi pers di MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (27/03/2019).

BACA JUGA: KLHK Targetkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Terus Meningkat 

Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi energi di sektor transportasi 2007 sebesar 29% dan meningkat menjadi 47% pada 2017 (sumber: Handbook of Energy economic Statistic of Indonesia 2018, Kementerian ESDM). Tercatat pada 2016, sektor transportasi menghasilkan emisi sebanyak 1,28 juta ton dengan rata-rata peningkatan 6,7% per tahun. Peningkatan emisi ini lebih besar 1,5 kali lipat dari konsumsi bahan bakarnya. (sumber: Kajian Penggunaan Faktor Emisi Lokal (tier 2) dalam inventarisasi GRK sektor energi, Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ESDM).

Rizal mengatakan Earth Hour adalah momen untuk mengembalikan hubungan yang lebih baik antara manusia dengan alam, serta menempatkan pelestarian lingkungan sebagai prioritas utama dalam agenda nasional dan lokal. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 29% pada 2030 dan 11 persennya adalah dari transportasi publik, untuk itu publik juga harus ikut serta dengan cara menggunakan transportasi publik.

“Oleh karenanya, kami bekerjasama dengan MRT dan Transjakarta bagaimana membuat masyarakat menggunakan transport publik dan berhenti memakai kendaraan pribadi. Efeknya jalan tidak macet, efisiensi energi, dan publik bisa menikmati fasilitas publik yang sudah nyaman dan tepat waktu,” ujar Rizal.

BACA JUGA: Kualitas Udara Jakarta, Sektor Energi Penyumbang Utama Emisi GRK 

Agung Wicaksono, Direktur TransJakarta, mengatakan bahwa emisi CO2 dari transportasi berkontribusi sampai 46% terhadap emisi di perkotaan, apalagi kalau menggunakan kendaraan pribadi. TransJakarta berjuang untuk memudahkan warga naik transportasi massal dengan mengintegrasikan rute dan haltenya dengan MRT, LRT, dan KRL. Baik rute pengumpan dari kawasan pemukiman di selatan ke Lebak Bulus dan Fatmawati maupun rute lanjutan dari MRT di tengah kota seperti Dukuh Atas dan HI.

“Ke depannya bahkan untuk menekan emisi ini kami akan uji coba electric mobility terlebih dahulu dan akan digunakan pada tahun depan,” ujar Agung.

Untuk mendukung gerakan Earth Hour 2019 ini, Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin menyampaikan bahwa MRT Jakarta berkomitmen mengurangi dampak pemanasan global. MRT Jakarta aktif mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dan mengutamakan penghematan energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Untuk mendukung Earth Hour rencananya kami akan mematikan satu lampu di salah satu sudut di 13 stasiun kami pada tanggal 30 Maret 2019 pukul 20.30-21.30 dan itu sudah dipastikan tidak akan menggangu keselamatan dan keamanan. Jadi kami sudah mempertimbangkan sudut-sudut mana yang aman untuk kita matikan dan ini sebagai bukti dari dukungan kami terhadap Earth Hour 2019,” ujar Kamaluddin.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2019-ajak-masyarakat-mengurangi-emisi-dengan-transportasi-massal/feed/ 0
Earth Hour 2018, WWF Gandeng INASGOC Padamkan Lampu Stadion GBK https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2018-wwf-gandeng-inasgoc-padamkan-lampu-stadion-gbk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=earth-hour-2018-wwf-gandeng-inasgoc-padamkan-lampu-stadion-gbk https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2018-wwf-gandeng-inasgoc-padamkan-lampu-stadion-gbk/#respond Sun, 25 Mar 2018 05:08:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20259 WWF-Indonesia bekerjasama dengan INASGOC dan Pusat Pengelolaan Komplek GBK melakukan pemadaman lampu di Stadion Utama GBK selama satu jam sebagai bentuk partisipasi dalam Earth Hour 2018. ]]>

Jakarta (Greeners) – Tahun ini, Stadion Gelora Bung Karno yang merupakan salah satu ikon Jakarta turut berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour. WWF-Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) dan Pusat Pengelolaan Komplek GBK melakukan pemadaman lampu penerangan dan dekorasi di Stadion Utama GBK selama satu jam sebagai simbol kepedulian pada isu-isu lingkungan dan perubahan iklim.

“Kami sangat mengapresiasi GBK mau terlibat dan menerima Earth Hour dalam melakukan aksi memadamkan lampu di Stadion Gelora Bung Karno sebuah ikon nasional dan kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta karena menjadi tempat perhelatan bertaraf nasional dan internasional Asian Games 2018,” ujar Director of Finance and Administration WWF Aria Nagasastra di GBK, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Aria melanjutkan, terpilihnya Stadion GBK sebagai lokasi aksi pemadaman lampu dalam kampanye Earth Hour karena energi yang digunakan di tempat ini sudah ramah lingkungan. Sebagian besar lampu di GBK merupakan lampu LED dan listrik yang digunakan merupakan energi dari panel surya.

BACA JUGA: IIIF 2018, Indonesia Ajak India Berinvestasi Dibidang Pembangkit Listrik

Direktur Pembangunan dan Bisnis Gelora Bung Karno, Gatot Tetuko, mengatakan bahwa komplek GBK bukan hanya berpartisipasi dalam Earth Hour, namun juga memiliki misi menjadi paru-paru kota bagi Jakarta, sebagai daerah resapan air dan ruang terbuka hijau, serta sebagai objek wisata dan prasarana komunikasi sosial.

“Kami sangat concern terhadap isu lingkungan, maka itu GBK mempunyai area hijau 70 hingga 80 persen dari 150 hektar total kawasan olahraga. Kemudian, GBK juga memakai energi ramah lingkungan dari panel surya yang totalnya 1 MegaWatt pada empat gedung, yaitu stadion utama, kolam renang, dan dua gedung elevated parking,” kata Gatot.

Kegiatan pemadaman lampu atau Switch Off ini dilakukan serentak pada Sabtu (24/03/2018), pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

“Tujuan dari acara ini untuk menghemat energi, karena energi per kapita di Indonesia tidak banyak jadi perlu digunakan secara bijaksana dan tidak boros. Hemat energi sebenarnya bukan berarti tidak memakai energi, tetapi memakai energi secara bijaksana. Jadi mari hemat energi, cintai lingkungan kita dan selamatkan bumi kita,” kata Direktur Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sugeng Mujiyanto.

BACA JUGA: Ambisius, Asosiasi Panas Bumi Targetkan Pemasangan 7.200 MW Energi Panas Bumi

Sebagai informasi, Earth Hour 2018 didukung oleh sedikitnya 180 negara di dunia dan 60 kota di Indonesia. Pihak-pihak yang juga berpartisipasi dalam Earth Hour 2018 antara lain Gerakan Pramuka, Pemprov DKI, berbagai gedung perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan, dan masyarakat umum yang tergabung dalam komunitas-komunitas. Tahun ini, 13 bandara yang tergabung dalam Angkasa Pura I juga akan berpartisipasi, yaitu bandara di Denpasar, Makassar, Mataram, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Banjarmasin, Ambon, Kupang, Manado dan Biak.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2018-wwf-gandeng-inasgoc-padamkan-lampu-stadion-gbk/feed/ 0
Earth Hour 2017, Jakarta Berhasil Hemat Listrik 157 Megawatt https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2017-jakarta-berhasil-hemat-listrik-157-megawatt/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=earth-hour-2017-jakarta-berhasil-hemat-listrik-157-megawatt https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2017-jakarta-berhasil-hemat-listrik-157-megawatt/#respond Mon, 27 Mar 2017 08:49:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16448 DKI Jakarta telah berhasil menekan konsumsi listrik hingga 157 Megawatt dengan jumlah kadar karbon yang berhasil direduksi hingga 112,69 ton saat pelaksaan Earth Hour 2017 di Jakarta.]]>

Jakarta (Greeners) – DKI Jakarta diakui telah berhasil menekan konsumsi listrik hingga 157 Megawatt dengan jumlah kadar karbon yang berhasil direduksi hingga 112,69 ton saat pelaksaan Earth Hour 2017 di Jakarta. Jumlah tersebut meningkat sekitar enam persen jika dibandingkan pada pelaksanaan Earth Hour tahun lalu.

“Tahun ini meningkat sekitar 6 persen. Earth Hour tahun 2016 itu kan penghematannya sebesar 148 Megawatt sementara CO2 yang mampu direduksi itu sebanyak 57,51 ton,” tutur Asisten Manajer Operasi Distribusi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya, Hendrix Reza melalui keterangan resminya, Minggu (26/03) pagi.

BACA JUGA: PLN Bangun Kabel Bawah Laut untuk Melistriki Gili Gede

Selain penghematan daya dan reduksi CO2, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan, pelaksanaan Earth Hour di lima titik simbol kota Jakarta serta ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) di 39 titik jalan yang dipadamkan pada pukul 20.30-21.30 pun telah berhasil menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebesar 47.000 liter serta menghemat penggunaan listrik sebesar Rp 172.400.000.

“Selama satu jam pemadaman 5.393 lampu PJU yang dilakukan mulai pukul 20.30-21.30 telah berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 1.037 Watt. Lampu yang dipadamkan itu 4.876 lampu PJU dengan daya 200 Watt dan 517 lampu PJU berdaya 120 Watt,” kata Isnawa.

BACA JUGA: Presiden Akui Pencapaian Proyek Listrik 35 Ribu MW Belum Memuaskan

Sebagai informasi, dukungan Pemprov DKI untuk pelaksanaan Earth Hour ini telah dituangkan dalam Instruksi Gubernur Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pemadaman Lampu Pada Pelaksanaan Kampanye Earth Hour 2017. Seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat dan lurah juga diinstruksikan untuk mengampanyekan Earth Hour 2017.

Pencahayaan di lima simbol kota Jakarta yakni Gedung Balai Kota, Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Pemuda dipadamkan. Air mancur pun dimatikan listriknya sementara.

“Kami berharap aksi ini bukan seremonial belaka. Tapi, menjadi kebiasaan warga untuk senantiasa hemat energi,” tutup Isnawa.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/earth-hour-2017-jakarta-berhasil-hemat-listrik-157-megawatt/feed/ 0
Candi Borobudur dan Prambanan Ikut Galakan Gerakan Earth Hour https://www.greeners.co/aksi/candi-borobudur-dan-prambanan-ikut-galakan-gerakan-earth-hour/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=candi-borobudur-dan-prambanan-ikut-galakan-gerakan-earth-hour https://www.greeners.co/aksi/candi-borobudur-dan-prambanan-ikut-galakan-gerakan-earth-hour/#respond Wed, 23 Mar 2016 05:59:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=13248 Candi Borobudur dan Prambanan, dua situs warisan budaya dunia di Indonesia, turut serta menjadi bagian dari pelaksanaan aksi global untuk perubahan iklim, Earth Hour.]]>

Jakarta (Greeners) – Candi Borobudur dan Prambanan, dua situs warisan budaya dunia di Indonesia, turut serta menjadi bagian dari pelaksanaan aksi global untuk perubahan iklim, Earth Hour. Hadir di tahun kedelapan, Earth Hour kali ini mengusung tema global “Shine A Light on Climate Action“. Partisipasi dua ikon besar Indonesia ini diharapkan mampu menjadi simbol komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Direktur Pemasaran dan Kerjasama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Ricky SP Siahaan mengatakan bahwa warisan budaya dunia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, nantinya tidak akan luput dari dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, Candi Borobudur dan Candi Prambanan pun ingin berpartisipasi dan menjadi bagian dari gerakan Earth Hour untuk turut menyiarkan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai salah satu cara memenuhi komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Candi Borobudur telah ikut berpartisipasi pada acara Earth Hour sebagai bentuk komitmen tentang perilaku hemat energi yang sudah dilakukan,” kata Ricky seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Minggu (20/03).

Partisipasi Candi Borobudur dan Candi Prambanan pada Earth Hour 2016 ini didukung penuh oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur dan Prambanan, serta UNESCO. Perayaan Earth Hour di Candi Borobudur dipusatkan di Lapangan Aksobya sejak pukul 19.30 WIB dan diisi dengan beragam kegiatan pentas seni masyarakat sekitar Borobudur yang tergabung dalam program UNESCO.

Direktur dan Representatif UNESCO di Jakarta, Shahbaz Khan, mengatakan, UNESCO Climate Change Initiative telah mencakup kegiatan untuk memantau dampak dari perubahan iklim di situs-situs UNESCO antara lain Situs Warisan Dunia dan taman biosfer. Earth Hour yang diadakan oleh WWF di dua situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan ikon Indonesia, Candi Borobudur dan Candi Prambanan ini menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya pelestarian sumber daya alam dan budaya untuk generasi mendatang.

“Kami berharap bahwa acara ini akan meningkatkan kesadaran publik untuk lebih memahami, mencegah dan beradaptasi terhadap perubahan iklim,” tambah Shahbaz.

Sementara itu secara khusus, Iskandar M. Siregar selaku Kepala Seksi Konservasi dari Balai Konservasi Borobudur menyampaikan kalau Balai Konservasi Borobudur mendukung sepenuhnya kegiatan Earth Hour di Candi Borobudur.

Selain untuk memberikan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, partisipasi Candi Borobudur dalam Earth Hour juga diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya secara lebih khusus, karena merupakan integritas yang tidak bisa dipisahkan dari Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia (World Heritage) yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 1991.

Dr. Efransjah, CEO WWF Indonesia mengatakan, perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini merupakan ancaman nyata bagi kelestarian kekayaan alam, keanekaragaman hayati dan kelangsungan hidup bumi dan isinya. Earth Hour sendiri, kembali mengingatkan bahwa setiap diri masyarakat sebenarnya memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan, yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim.

“Setiap dari kita berkewajiban untuk berkontribusi dalam perubahan tersebut agar mampu menjamin anak-cucu kita masih bisa menikmati sumber daya dan kekayaan yang dimiliki bumi kita untuk kesejahteraan mereka,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/candi-borobudur-dan-prambanan-ikut-galakan-gerakan-earth-hour/feed/ 0
PLN: Kampanye Earth Hour 2015 Belum Terlalu Berdampak https://www.greeners.co/berita/kampanye-earth-hour-2015-belum-terlalu-berdampak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kampanye-earth-hour-2015-belum-terlalu-berdampak https://www.greeners.co/berita/kampanye-earth-hour-2015-belum-terlalu-berdampak/#respond Sun, 29 Mar 2015 07:10:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8341 Jakarta (Greeners) – Jakarta dan beberapa kota lainnya, seperti Bandung, Surabaya, Bali dan Tangerang telah melaksanakan kampanye Earth Hour dengan memadamkan listrik selama satu jam pada hari Sabtu (28/3) kemarin. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Jakarta dan beberapa kota lainnya, seperti Bandung, Surabaya, Bali dan Tangerang telah melaksanakan kampanye Earth Hour dengan memadamkan listrik selama satu jam pada hari Sabtu (28/3) kemarin. Pemadaman listrik dilakukan pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

Namun sayangnya, pemadaman listrik secara sukarela tersebut tidak berdampak signifikan pada pengurangan beban konsumsi listrik di wilayah masing-masing. Manajer Senior Komunikasi Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bambang Dwiyanto mengatakan bahwa di beberapa daerah justru mengalami peningkatan penggunaan beban listrik tadi malam.

Untuk wilayah Jakarta, katanya, pada pukul 21.00 WIB beban penggunaan listrik dinyatakan sempat turun hingga sekitar 135 Megawatt jika dibandingkan pada Sabtu malam (14/03), dua minggu yang lalu. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama karena pada pukul 21.30 WIB beban penggunaan listrik kembali tinggi atau normal seperti biasa.

“Secara umum tidak ada penurunan beban ya. Di Jawa Barat saja hanya turun 30 persen dan itu hanya beberapa saat. Itu kan kecil untuk seluruh Jawa Barat,” ungkapnya kepada Greeners saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Minggu (29/03).

Lebih lanjut, Bambang juga menjelaskan beberapa faktor mengapa pelaksanaan Earth Hour kemarin malam tidak terlalu berdampak. Menurutnya, kebiasaan warga Jakarta yang menganggap bahwa pukul 21.30 WIB bukanlah waktu yang terlalu malam untuk istirahat. Kebiasaan ini mengakibatkan beban listrik yang terjadi setelah jam tersebut menjadi lebih tinggi dibandingkan pukul 21.00 WIB saat pelaksanaan Earth Hour berlangsung.

Selain itu, faktor cuaca kemarin malam dirasakan cukup panas sehingga banyak masyarakat yang berpartisipasi mematikan lampu namun tetap menyalakan pendingin ruangan. Padahal, tuturnya, beban penggunaan pendingin ruangan jauh lebih tinggi dibandingkan beban penggunaan lampu.

“Mungkin karena faktor cuaca juga ya karena tadi malam itu panas sekali. Lalu, mungkin juga pukul setengah sepuluh itu dianggap belum malam bagi warga Jakarta sehingga saat pelaksanaan Earth Hour selesai, masyarakat kembali menyalakan lampu dan beberapa alat elektronik lainnya,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kampanye-earth-hour-2015-belum-terlalu-berdampak/feed/ 0
Jakarta Akan Ikut Padamkan Listrik Dalam Earth Hour 2015 https://www.greeners.co/berita/jakarta-akan-ikut-padamkan-listrik-dalam-earth-hour-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jakarta-akan-ikut-padamkan-listrik-dalam-earth-hour-2015 https://www.greeners.co/berita/jakarta-akan-ikut-padamkan-listrik-dalam-earth-hour-2015/#respond Fri, 27 Mar 2015 05:10:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8317 Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali akan melaksanakan kampanye Earth Hour dengan memadamkan listrik selama satu jam pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2015 mendatang yang akan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali akan melaksanakan kampanye Earth Hour dengan memadamkan listrik selama satu jam pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2015 mendatang yang akan dimulai sejak pukul 20.30-21.30 WIB.

Hal ini disampaikan Direktur Komunikasi dan Advokasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Nyoman Iswarayoga usai konferensi pers “Earth Hour Indonesia 2015: Hijaukan Hutan, Birukan Laut” yang berlangsung di hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (26/03) kemarin. Sehari sebelumnya, Nyoman mengaku bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pertemuan tersebut diputuskan bahwa Pemprov DKI akan kembali melaksanakan kampanye penghematan energi tersebut.

Menurut Nyoman, Pemprov DKI harus bisa memberi contoh dan imbauan bagi pemerintah kota dan masyarakatnya untuk merubah perilaku agar sadar akan penghematan energi.

“Kampanye ini kan kalau dilakukan secara bersama-sama dan ada banyak pihak yang terlibat tentu akan berdampak besar. Nah, sekarang pertanyaannya masyarakat mau enggak mengikuti kampanye atau aksi penghematan energi ini?” katanya.

Direktur Komunikasi dan Advokasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Nyoman Iswarayoga. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Direktur Komunikasi dan Advokasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Nyoman Iswarayoga. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Nyoman juga menjelaskan,sebanyak delapan titik telah dipastikan akan memadamkan lampu pada waktu pelaksanaan Earth Hour, antara lain Gedung Balai Kota, Monumen Nasional (Monas) dan air mancurnya, Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, air mancur Arjuna Wiwaha, patung Pemuda, lampu di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, lampu di sepanjang Jalan Gatot Subroto-Jalan HR Rasuna Said, serta lampu papan reklame milik Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov DKI juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada para pemilik atau pengelola gedung-gedung di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan HR Rasuna Said untuk berpartisipasi dan menjadikan Earth Hour sebagai kebijakan yang berpihak pada efisiensi energi.

Pada pelaksanaan Earth Hour 2015 yang ketujuh kalinya ini, WWF Indonesia juga melakukan kampanye #IniAksiku dengan melakukan kegiatan konservasi lokal melalui aksi-aksi di sektor laut dan pesisir, deforestasi, keanekaragaman hayati, sampah, sungai dan air, transportasi publik dan energi.

Tahun ini WWF Indonesia juga mendukung kolaborasi antara komunitas Earth Hour di 11 kota dengan melibatkan komunitas Indorunners dengan mengusung tema “7 K, 7 Regions, 7 Causes.” Acara yang akan berlangsung pada 28 Maret pukul 20.30 -21.30 waktu setempat akan diisi dengan lari maraton malam di setidaknya 7 kawasan di Indonesia. Para pelari akan menempuh rute 7 kilometer selama satu jam untuk mendukung 7 program konservasi yang fokus pada upaya konservasi mangrove, terumbu karang, dan penyu.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jakarta-akan-ikut-padamkan-listrik-dalam-earth-hour-2015/feed/ 0
Sophia Latjuba, Davina, dan Nugie Ajak Publik Dukung Earth Hour https://www.greeners.co/gaya-hidup/sophia-latjuba-davina-dan-nugie-ajak-publik-dukung-earth-hour/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sophia-latjuba-davina-dan-nugie-ajak-publik-dukung-earth-hour https://www.greeners.co/gaya-hidup/sophia-latjuba-davina-dan-nugie-ajak-publik-dukung-earth-hour/#respond Thu, 26 Mar 2015 13:23:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=8315 Jakarta (Greeners) – Pada hari Sabtu (28/3) mendatang, Earth Hour akan diselenggarakan untuk ketujuh kalinya di Indonesia. Pada hari itu, pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, ajakan untuk mematikan lampu dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pada hari Sabtu (28/3) mendatang, Earth Hour akan diselenggarakan untuk ketujuh kalinya di Indonesia. Pada hari itu, pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, ajakan untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai secara serentak dilakukan. Hal ini untuk mengingatkan bahwa begitu besar energi yang diperlukan manusia untuk mendukung kehidupannya namun seringkali disia-siakan.

Mengenai pelaksanaan Earth Hour tersebut, aktris dan model iklan Sophia Latjuba menganggap Earth Hour bukan sekadar selebrasi mematikan listrik selama satu jam. Baginya, Earth Hour adalah momentum untuk belajar mencintai bumi dengan memulainya dari diri sendiri.

It starts from us. Tidak cuma mematikan listrik selama satu jam. Begitu banyak hal yang harus kita perhatikan, misalnya saja pencemaran. Jangan sampai hal ini terlalu sering terjadi sehingga orang menjadi biasa saja,” katanya saat menghadiri jumpa pers “Earth Hour Indonesia 2015: Hijaukan Hutan, Birukan Laut” di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (26/03).

Ibunda dari aktris Eva Celia ini juga bercerita bahwa dirinya menanamkan kebiasaan untuk tidak boros listrik kepada anak-anaknya dengan cara mematikan lampu dan listrik yang tidak terpakai. Selain itu, menjadi seorang vegetarian menjadi salah satu upaya Sophia berkontribusi terhadap kelangsungan bumi.

“Saya vegetarian untuk hidup yang sehat. Saya tidak makan daging juga karena saya ingin mengurangi dampak perubahan iklim,” katanya.

Model dan juga pendiri organisasi pecinta hewan Garda Satwa Indonesia, Davina Veronica, yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa kotoran hewan menghasilkan gas metan yang cukup tinggi.

“Industri peternakan menyumbangkan emisi gas buang yang cukup tinggi dan berpengaruh terhadap perubahan iklim,” jelas Davina.

Selain Sophia dan Davina, penyanyi Nugie juga turut menyatakan dukungannya terhadap kampanye Earth Hour. Penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagunya yang bertema alam ini mengingatkan untuk menerapkan pola konsumsi yang baik sebagai bagian dari perubahan gaya hidup karena pola konsumsi turut menentukan ketahanan dan kerentanan bumi terhadap dampak perubahan iklim.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada tiga prinsip utama untuk mendukung pola konsumsi yang baik, yaitu mengenal, mencari tahu, serta memahami tentang latar belakang produk sebelum mengonsumsinya. Komitmen ini merupakan bagian dari kampanye Earth Hour Indonesia 2015 yang dipromosikan dengan tagar #BeliYangBaik.

Sebagai informasi, Earth Hour merupakan salah satu kampanye global dari World Wildlife Fund (WWF) yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut peduli terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, dengan cara melakukan hal sederhana namun akan memberi dampak luar biasa jika dijadikan gaya hidup.

Kampanye ini pertama kali dilakukan pada tahun 2007 di Sidney, Australia dan mulai dilakukan di Indonesia pada tahun 2009.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/sophia-latjuba-davina-dan-nugie-ajak-publik-dukung-earth-hour/feed/ 0
EartHeartmony, Harmoni Dari Hati Untuk Bumi https://www.greeners.co/aksi/eartheartmony-harmoni-dari-hati-untuk-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=eartheartmony-harmoni-dari-hati-untuk-bumi Wed, 02 Apr 2014 07:40:44 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_event&p=4240 Jakarta (Greeners) – Untuk ke tujuh kalinya, gelaran seni bertajuk EartHeartmony diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation (STIKOM LSPR). Acara seni yang diadakan pada tanggal 29 […]]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk ke tujuh kalinya, gelaran seni bertajuk EartHeartmony diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation (STIKOM LSPR). Acara seni yang diadakan pada tanggal 29 Maret 2014 lalu di area parkir kampus LSPR Jakarta tersebut sekaligus bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk merayakan Earth Hour yang jatuh pada hari yang sama.

EartHeartmony merupakan acara puncak sekaligus pengujung dari rangkaian Environment Month 2014. Earth Heart ‘Put The Eart In Your Heart’ dipilih menjadi tema acara untuk tahun ini. Berbagai aktifitas lingkungan dilakukan setiap minggunya sepanjang bulan Maret.

Gardening Class yang menjadi acara pembuka, merupakan kegiatan berkebun di lahan terbatas yang digagas bersama dengan Jakarta Berkebun dan Indonesia Berkebun. Kampanye lingkungan dengan konsep Heart Mob menjadi kegiatan yang dilakukan pada minggu kedua saat hari bebas kendaraan berlangsung. Di minggu ketiga, berkunjung ke Pulau Pramuka untuk membersihkan pantai dan menanam koral menjadi kegiatan dari Heart Ocean. Dan pada minggu keempat, Heart Bike yang merupakan aktivitas bersepeda santai menjadi kegiatan terakhir yang dilangsungkan bersamaan dengan hari bebas kendaraan. Rangkaian ini kemudian diakhiri dengan EartHeartmony.

Jika empat kegiatan sebelumnya merupakan aksi lingkungan, EartHeartmony diisi dengan berbagai pertunjukan seni. Pertunjukan band akustik, tari, paduan suara, pertunjukan sulap, dan capoeira menjadi pertunjukan yang melibatkan tidak hanya internal kampus, melainkan juga eksternal kampus. Pihak penyelenggara, LSPR 4C (Climate Change Champions Club), juga mengundang anak-anak pengidap autis untuk turut berpartisipasi.

Dalam siaran pers yang dikirimkan Minggu (30/03), Deputy Director III, LSPR– Jakarta, Imanuel Hutagalung menyatakan, “Musik sudah sejak lama menjadi media kampanye yang efektif. Lewat EartHeartmony, kami menyampaikan pesan-pesan bahwa bumi kita hanya ada satu, kita yang harus menjaganya. Selain itu dengan melaksanakan Earth Hour bersama, diharapkan timbul rasa kebersamaan untuk lebih peduli terhadap penggunaan energi.”

(G08)

]]>
Tetap ‘Menyala’ Saat Earth Hour https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-menyala-saat-earth-hour/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tetap-menyala-saat-earth-hour https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-menyala-saat-earth-hour/#respond Sat, 29 Mar 2014 13:17:37 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_community_act&p=4222 Menjelang Earth Hour yang akan berlangsung pada tanggal 29 Maret, ada banyak kegiatan positif dan ramah lingkungan yang bisa Sobat Hijau lakukan, lho! Selain ikut memadamkan lampu dan peralatan listrik […]]]>

Menjelang Earth Hour yang akan berlangsung pada tanggal 29 Maret, ada banyak kegiatan positif dan ramah lingkungan yang bisa Sobat Hijau lakukan, lho! Selain ikut memadamkan lampu dan peralatan listrik selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 malam, Sobat Hijau bisa tetap aktif saat Earth Hour dengan berbagai kegiatan berikut ini:
• Meditasi
Selama satu jam, Sobat Hijau bisa bermeditasi sambil merenungkan tindakan apa saja yang sudah dilakukan untuk membuat lingkungan lebih hijau dan sehat. Siapa tahu dari meditasi ini, Sobat Hijau mendapatkan ide-ide baru untuk melakukan kegiatan ramah lingkungan yang lebih inovatif. Sobat Hijau bisa melakukan meditasi sendiri, bersama pasangan, mengajak keluarga, atau bersama teman-teman dekat. Untuk membuat suasana meditasi lebih terasa, memasang beberapa lilin aromaterapi disekitar tempat meditasi bisa menjadi pilihan yang layak dicoba.
• Bermain Bersama Keluarga
Kalau sudah jarang bertemu apalagi berkomunikasi secara langsung dengan anggota keluarga, Earth Hour bisa jadi saat yang tepat untuk berkumpul bersama. Sobat Hijau bisa mengajak anggota keluarga untuk bertukar pikiran membahas keadaan lingkungan sekitar atau bisa mengisinya dengan memainkan permainan yang tidak membutuhkan listrik atau gadget. Misalnya tebak kata, congklak, atau membuat pertunjukan boneka atau wayang dengan cerita bertema lingkungan di ruang keluarga.
• Melihat Bintang
Kegiatan melihat bintang sepertinya sudah jarang dilakukan, apalagi oleh Sobat Hijau yang tinggal di daerah perkotaan. Earth Hour adalah saat yang tepat untuk melihat bintang. Sobat Hijau cukup mematikan lampu di rumah, mencari tempat terbuka (atap, halaman, atau taman), dan menatap bintang. Siapa tahu, jika beruntung Sobat Hijau dapat menyaksikan ‘bintang jatuh’.
• Candle Light Dinner
Selagi Earth Hour, kenapa tidak mencoba untuk makan malam romantis dengan ditemani cahaya lilin? Candle light dinner bisa Sobat Hijau coba di ruang makan atau tempat terbuka. Jangan lupa untuk memastikan lilin yang menyala berada pada tempat yang aman.
Gowes Malam
Mau lebih sehat saat Earth Hour? Bersepeda atau gowes malam bisa menjadi pilihan. Bersepeda dengan menyalakan lampu sepeda dan mengaktifkan lampu kelap-kelip (tail light) saat gowes malam, akan membuat Sobat Hijau lebih aman di jalan. Coba Sobat Hijau ajak pasangan, keluarga dan teman-teman, tail light Sobat Hijau akan terlihat seperti kumpulan kunang-kunang.

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tetap-menyala-saat-earth-hour/feed/ 0
Komunitas Earth Hour Malang Terus Kampanye Green Life Hingga April https://www.greeners.co/berita/komunitas-earth-hour-malang-terus-kampanye-green-life-hingga-april/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komunitas-earth-hour-malang-terus-kampanye-green-life-hingga-april https://www.greeners.co/berita/komunitas-earth-hour-malang-terus-kampanye-green-life-hingga-april/#respond Tue, 26 Mar 2013 09:42:50 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3489 Malang (Greeners) – Sebanyak 15 komunitas di Malang, Jawa Timur, berkampanye hemat energi atau Earth Hour dengan menampilkan berbagai keunikan masing-masing. Pusat peringatan kampanye hemat energi ini dilakukan di halaman […]]]>

Malang (Greeners) – Sebanyak 15 komunitas di Malang, Jawa Timur, berkampanye hemat energi atau Earth Hour dengan menampilkan berbagai keunikan masing-masing. Pusat peringatan kampanye hemat energi ini dilakukan di halaman Mall Olympic Garden (MOG) Kota Malang, Sabtu (23/03/2013) malam.

Sebelum puncak peringatan dengan pemadaman lampu selama satu jam, berbagai acara digelar mulai dari pemilihan finalis putri hemat energi, hingga atraksi masing-masing komunitas yang turut berkampanye hemat energi.

Selain itu, pengunjung dan peserta juga tak mau ketinggalan foto-foto dengan latar tulisan logo Earth Hour 60+ selebar 4×3 meter. Sebagian dari mereka juga tak ingin melewatkan kesempatan berpose di foto boks yang disediakan panitia.

Pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB kawasan MOG dipadamkan, para peserta kampanye mulai melakukan aksi flash mob dengan berbagai variasi. Selain di kawasan MOG, lampu di sepanjang Jalan Ijen juga padam, kawasan Jalan Veteran dan Malang Town Square (Matos) juga mendukung aksi ini meski hanya 30 menit.

Koordinator Earth Hour Malang, Arfian Eka Wijaya, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kampanye hemat energi ini. Ia berharap masyarakat mulai menjalani hidup sehari-hari dengan menghemat energi seperti mematikan lampu yang tidak digunakan dan lain-lain. “Hemat energi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” ujarnya ditemui di sela-sela peringatan Earth Hour, Sabtu (23/03/2013).

Menurutnya, kampanye Earth Hour tahun ini tidak hanya berhenti selama 60 menit saja atau pada saat peringatan tanggal 23 Maret. Earth Hour Kota Malang, kata Arfian, masih mempunyai rangkaian kegiatan hingga bulan April ke depan. Di antaranya sosialisasi green life ke sekolah-sekolah SMA di Kota Malang. Selain itu, pihaknya juga menyediakan box testimony di pintu masuk MOG. Warga Kota Malang bisa memberikan masukan ide, gagasan maupun kritik untuk pelaksanaan Earth Hour 2014.

Sementara itu, Fund Raiser Earth Hour Malang, Pandu Pramudya, mengatakan, momentum Earth Hour diharapkan menjadi awal bagi masyarakat untuk perubahan perilaku hemat energi. Menurutnya, selain dilakukan di dua mal besar di Malang, aksi pemadaman lampu selama satu jam juga dilakukan di Alun-alun Kota Batu, Jawa Timur.

Untuk di Kota Batu, peringatan Earth Hour baru tahun ini dilakukan, dan di Kota Malang sudah dua tahun berturut-turut dilakukan. Tahun lalu, puncak peringatan Earth Hour di Kota Malang di laksanakan di halaman Balikota Malang dan Universitas Brawijaya. Sedangkan tahun ini di pusatkan di MOG, serta Matos dan beberapa jalan utama di Kota Malang. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/komunitas-earth-hour-malang-terus-kampanye-green-life-hingga-april/feed/ 0
Kampanye Earth Hour Jakarta Hemat Listrik Sebesar 214 Megawatt https://www.greeners.co/berita/kampanye-earth-hour-jakarta-hemat-listrik-sebesar-214-megawatt/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kampanye-earth-hour-jakarta-hemat-listrik-sebesar-214-megawatt https://www.greeners.co/berita/kampanye-earth-hour-jakarta-hemat-listrik-sebesar-214-megawatt/#respond Mon, 02 Apr 2012 03:00:32 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2590 Jakarta (Greeners) – Kegiatan kampanye Earth Hour 2012 yang dilakukan WWF Indonesia berupa pemadaman lampu dan alat elektronik selama satu jam dari 20.30 – 21.30 pada Sabtu (31/03/2012) di Jakarta […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kegiatan kampanye Earth Hour 2012 yang dilakukan WWF Indonesia berupa pemadaman lampu dan alat elektronik selama satu jam dari 20.30 – 21.30 pada Sabtu (31/03/2012) di Jakarta berhasil menghemat 214 megawatt.

Manager Area PLN Menteng, Agus Sutopo mengatakan berdasarkan penghitungan PLN selama pelaksanaan Earth Hour satu jam terjadi penghematan listrik yang signifikan dari 3.251 megawatt menjadi 3.037 megawatt”.

“Jika tahun lalu hanya mampu menghemat listrik sebesar 170 megawatt, pada tahun ini pemadaman listrik selama satu jam Jakarta berhasil menghemat listrik sebesar 214 megawatt,” katanya disela-sela pelaksanaan Earth Hour di Arena Tiberica Park, Central Park, Jakarta Barat, Sabtu.
Selain menghemat listrik, satu jam Earth Hour juga mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM) 64 kiloliter, dan menekan esensi emisi CO2 hingga 154 ton

“Artinya selama satu jam listrik dipadamkan untuk wilayah DKI Jakarta, bukan saja berhasil menghemat 214 megawatt listrik. Tapi, juga memiliki dampak pada penghematan lainnya,” ungkap Agus, Sabtu (31/3) malam.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengapresiasi positif warga Jakarta yang ikut menghemat listrik dengan menganggap sebagai pahlawan masa depan. “Saya bangga dengan warga Jakarta yang sudah menghemat energi, tetapi saya akan lebih bangga jika seluruh warga Jakarta menghemat energy,” kata Gubernur yang lebih akrab dipanggil Foke itu.
Dia mengajak warga Jakarta untuk mengubah gaya hidup dengan menghemat energi listrik, dari menghemat energi listrik kita dapat mengehemat BBM dan menekan emisi CO2.

Sedangkan Verena Puspawardani, Koordinator Kampanye Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia mengatakan kampanye Earth Hour 2012 mengusung tema “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”.dengan maksud untuk memancing publik mengubah gaya hidup dengan mengangkat keberhasilan yang sudah dilakukan agar tidak ada keraguan. Earth Hour 2012 diikuti oleh beberapa komunitas dari 26 kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta.

Menurut CEO WWF-Indonesia Efransjah mengatakan, “Jakarta harus menjadi contoh karena memiliki potensi besar penghematan energi, termasuk menjadi salah satu kota pelopor gerakan orang muda. “Diluar dugaan, dari aksi yang awalnya ditargetkan di 7 kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Surabaya, kini telah menjadi a ksi bersama di total 26 kota di Indonesia,” katanya.

Tepat pukul 20.30 – 21.30 WIB. seluruh lampu disekitar Arena Tibericca Park, Central Park, Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman dipadamkan. Lima ikon Jakarta juga ikut dipadamkan lampunya yaitu gedung balaikota Provinsi DKI Jakarta, Monas dan air mancurnya, air mancur patung Arjuna Wijaya di depan Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, air mancur Bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Pemuda di kawasan Senayan.

Di Arena Tibericca park, Mal Central Park ini sendiri penitia sudah menyiapkan 60 lilin sebagai pengganti lampu. Dan di jalan protokol seluruh lampu padam hanya rambu-rambu lalu lintas saja yang tetap dinyalakan. (G22)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kampanye-earth-hour-jakarta-hemat-listrik-sebesar-214-megawatt/feed/ 0