edukasi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/edukasi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 09 Apr 2022 05:21:00 +0000 id hourly 1 Green Library dari Botol Bekas Edukasikan Lingkungan ke Anak-Anak https://www.greeners.co/aksi/green-library-dari-botol-bekas-edukasikan-lingkungan-ke-anak-anak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=green-library-dari-botol-bekas-edukasikan-lingkungan-ke-anak-anak https://www.greeners.co/aksi/green-library-dari-botol-bekas-edukasikan-lingkungan-ke-anak-anak/#respond Sat, 09 Apr 2022 05:21:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=35830 Jakarta (Greeners) – Demi memastikan komitmennya dalam gerakan sustainable beauty brand, The Body Shop membangun Green Library di tiga wilayah timur Indonesia, yaitu Makassar, Kupang dan Lombok. Kolaborasi bersama Taman […]]]>

Jakarta (Greeners) – Demi memastikan komitmennya dalam gerakan sustainable beauty brand, The Body Shop membangun Green Library di tiga wilayah timur Indonesia, yaitu Makassar, Kupang dan Lombok. Kolaborasi bersama Taman Bacaan Pelangi ini tak sekadar menggunakan konsep green, tapi juga mengemban misi edukasi lingkungan sejak dini.

Green Library dilengkapi dengan recycled furniture. Bahan furnitur ini berasal dari kemasan kosong yang konsumen The Body Shop kembalikan melalui program Bring Back Our Bottles melalui kampanye #KerenTanpaNyampah.

Head of Values Community & PR The Body Shop Ratu Ommaya menyatakan, anak-anak Indonesia masih belum memiliki kesadaran akan isu-isu lingkungan dan perubahan iklim. Terobosan melalui pendekatan literasi dengan memanfaatkan perpustakaan yang mendekatkan isu lingkungan merupakan langkah penting yang The Body Shop lakukan.

“Mereka tidak hanya punya akses untuk membaca buku. Tapi ada konsep recycled furniture sehingga begitu masuk ke perpustakaan mereka akan terinspirasi untuk memiliki jiwa go green sejak dini. Kita melihat isu ini menjadi salah satu hal yang penting,” katanya dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Jumat (8/4).

Ia menyebut, tingkat literasi Indonesia di dunia termasuk rendah. Berdasarkan hasil survei Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) tahun 2019, tingkat literasi Indonesia di dunia termasuk rendah, yaitu di posisi 62 dari 70 negara.

“Dukungan kami terlahir dari sebuah pemikiran bahwa kebiasaan membaca, terutama pada anak, dapat mendorong hidup yang berkelanjutan,” ucapnya.

Green Library Gunakan Furnitur dari Botol Bekas

Hadirnya ini Green Library ini berkat dukungan komitmen #Kerentanpanyampah. Program Bring Back Our Bottle The Body Shop ini mengajak konsumennya mengembalikan kemasan botol kosong yang dimulai tahun 2021 lalu.

Program ini berlangsung mulai dari 24 Maret hingga 18 Mei 2022. Konsumen The Body Shop dapat berpartisipasi dengan melakukan donasi di kasir pada gerai The Body Shop, melalui official website dan juga mobile apps. Dukungan juga bisa konsumen lakukan dengan mengembalikan kemasan botol bekas di semua store.

CEO The Body Shop Aryo Widiwardhono mengungkapkan, pembangunan Green Library bertepatan dengan momen Ramadan tahun ini harapannya bisa meningkatkan literasi. “Lebih spesial maknanya karena kita bisa berbagi kebaikan bukan hanya kepada keluarga dan sahabat tercinta, tetapi juga kepada sesama dan semesta,” kata Aryo.

Sementara itu, Founder Taman Bacaan Pelangi Nila Tanzil menilai edukasi melalui buku-buku cerita terkait lingkungan merupakan langkah penting. Tokoh-tokoh utama dalam buku cerita dapat menjadi role model yang menginspirasi anak-anak agar lebih sadar terhadap isu lingkungan.

“Saya percaya buku bisa menginspirasi dan menyampaikan pesan secara halus terkait dengan lingkungan. Melalui cerita, pesan itu lebih bisa masuk dan mereka ingat,” ucap Nila.

Nila menyebut, menumbuhkan literasi lingkungan pada anak tidak sekadar tanggung jawab guru tetapi juga ada peran besar orang tua.

Kampanye Sustainable Beauty di Bulan Suci Ramadan

Sementara itu, dalam gerakan sustainable beauty di bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, The Body Shop Indonesia hadir dengan sebuah kampanye bertajuk Share More Kindness with The Body Shop Green Ramadan.

The Body Shop Indonesia sebagai sustainable beauty brand hadir dengan berbagai pilihan gift yang lebih personal dalam paket Create Your Own Gift, yang Body Shop kemas dari bahan yang bisa konsumen pakai berulang.

Gift dan kartu ucapan yang ramah lingkungan contohnya adalah upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai. Hal ini untuk menekan peningkatan volume sampah plastik selama bulan Ramadan.

Menurut data yang Greenpeace rilis di tahun 2019, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat jumlah sampah plastik selama Ramadan rata-rata meningkat 4 % setiap tahunnya. Besarnya volume sampah plastik ini karena tingkat daur ulang yang sangat rendah yakni hanya 9 % secara global. Berdasarkan tren historis, timbunan sampah plastik kumulatif global akan mencapai lebih dari 25.000 juta metrik ton pada tahun 2050.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/green-library-dari-botol-bekas-edukasikan-lingkungan-ke-anak-anak/feed/ 0
Kampanye Ramadan Bersih Sampah, KLHK Edukasi Masyarakat di Rest Area Cibubur https://www.greeners.co/berita/kampanye-ramadan-bersih-sampah-klhk-edukasi-masyarakat-di-rest-area-cibubur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kampanye-ramadan-bersih-sampah-klhk-edukasi-masyarakat-di-rest-area-cibubur https://www.greeners.co/berita/kampanye-ramadan-bersih-sampah-klhk-edukasi-masyarakat-di-rest-area-cibubur/#respond Sat, 18 May 2019 12:37:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=23363 Untuk mendorong masyarakat mudik tanpa sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kampanye Ramadan Bersih Sampah di beberapa lokasi, salah satunya di rest area tol Jagorawi KM 10, Cibubur.]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk mendorong masyarakat mudik tanpa sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kampanye Ramadan Bersih Sampah di beberapa lokasi, salah satunya di rest area tol Jagorawi KM 10, Cibubur. Pada kesempatan tersebut, dengan mengajak anak-anak sekolah, KLHK mengedukasi pengunjung rest area untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mengatakan bahwa ada dua hal besar yang akan dilakukan KLHK pada kampanye Ramadan Bersih Sampah. Pertama, melakukan edukasi, sosialisasi, dan kampanye ke publik secara langsung. Kedua, melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder dalam hal ini Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan kampanye Ramadan Bersih Sampah ini.

“Untuk edukasi, kemarin kami sudah meluncurkan film animasi, lalu kami juga melakukan sosialisasi ke Pasar Cibubur, Bendungan Hilir, dan pasar modern hingga terminal. Di rest area Cibubur ini kami juga melibatkan anak-anak sekolah untuk melakukan edukasi kepada pengunjung,” ujar Novrizal saat dihubungi Greeners melalui telepon, Sabtu (18/05/2019).

BACA JUGA: Edukasi Bersih Sampah, KLHK Luncurkan Film Animasi Pulau Akko 

Sebanyak 60 murid dan 15 guru dari 7 sekolah dengan predikat adiwiyata nasional melakukan kampanye di kawasan rest area Cibubur. Para pelajar berinteraksi dengan para pengunjung rest area, menukar kantong plastik yang masih digunakan masyarakat dan menggantinya dengan tas guna ulang ramah lingkungan serta membagikan tempat minum.

Dilansir dari siaran pers PPID KLHK, sejumlah pengunjung masih kedapatan menggunakan kantong plastik sekali pakai. “Saya sering lupa untuk membawa tas belanja sendiri dan menggunakan kantong plastik yang disediakan oleh supermarket karena praktis. Saya berterima kasih melalui kampanye KLHK ini apalagi ada anak-anak sekolah yang mengingatkan untuk membiasakan budaya ramah lingkungan,” ungkap salah satu pengunjung rest area.

Chelsea, salah satu murid kelas 5 SDN Ciracas 06, membagikan tips kepada para pengunjung rest area yang dijumpainya. “Dengan menggunakan tas guna ulang maupun menggunakan tumbler, kita bisa mengurangi sampah sehingga lingkungan semakin bersih,” ujarnya.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Pemerintah Ajak Masyarakat “Mudik Tanpa Sampah” 

Novrizal kembali mengingatkan bahwa Ramadan Bersih Sampah bertujuan mendorong masyarakat untuk tidak menghasilkan sampah plastik.

“Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Jasa Marga dan perhubungan darat dan laut untuk memperhatikan, menjaga, dan menjalankan mudik tanpa sampah plastik. Selain itu, nanti kami buat surat edaran secara struktural yang kita siapkan ke daerah-daerah untuk membantu bergerak menjalankan mudik tanpa sampah plastik,” ujarnya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kampanye-ramadan-bersih-sampah-klhk-edukasi-masyarakat-di-rest-area-cibubur/feed/ 0
Jakarta Outdoor Festival 2018, Edukasi Pesertanya untuk Survive di Alam Terbuka https://www.greeners.co/aksi/jakarta-outdoor-festival-2018-edukasi-pesertanya-untuk-survive-di-alam-terbuka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jakarta-outdoor-festival-2018-edukasi-pesertanya-untuk-survive-di-alam-terbuka https://www.greeners.co/aksi/jakarta-outdoor-festival-2018-edukasi-pesertanya-untuk-survive-di-alam-terbuka/#respond Sat, 21 Apr 2018 05:52:53 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=20423 Menurut Ketua Pelaksana Jakarta Outdoor Festival, Muprian Permana, saat ini tidak sedikit anggota pecinta alam yang belum menguasai keterampilan dasar saat berkegiatan di alam terbuka.]]>

Jakarta (Greeners) – Generasi Super Indonesia (Genesis) untuk pertama kalinya menggelar Jakarta Outdoor Festival dan diikuti oleh komunitas-komunitas pecinta alam. Acara yang berlangsung pada 20-21 April 2018 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, ini memberikan edukasi dan keterampilan bertahan hidup di alam terbuka kepada para peserta.

Menurut Ketua Pelaksana Jakarta Outdoor Festival, Muprian Permana, saat ini tidak sedikit anggota pecinta alam yang belum menguasai keterampilan dasar saat berkegiatan di alam terbuka. Oleh karena itu, rangkaian acara yang diadakan dalam Jakarta Outdoor Festival bertujuan memberikan pengetahuan dan pelatihan dasar survival di alam. Materi edukasi ini disampaikan langsung oleh perwakilan dari Kodam Jaya.

“Para penggiat alam ataupun komunitas khususnya yang ada di Jakarta ingin kita berikan edukasi secara langsung oleh pakarnya yakni Kodam Jaya. Ada beberapa materi edukasi yang diberikan, antara lain navigasi darat, penanggulangan bencana, dan bela negara. Jadi acara ini tidak hanya sekadar acara senang-senang saja tapi ada ilmu dan pembelajaran yang kami berikan kepada peserta,” kata Muprian atau akrab disapa Rian, saat ditemui di lokasi acara, Jumat (20/04/2018).

jakarta outdoor festival

Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Pabanda Wanwil Sterdam Jaya Mayor Inf Okky Risdianto mengatakan, edukasi yang diberikan dalam acara ini bertujuan untuk membina dan membentuk komponen masyarakat Indonesia yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil dan memiliki semangat serta memiliki kesadaran cinta tanah air.

“Para penggiat cinta alam tentu harus punya pembekalan bagaimana cara hidup di alam meskipun terbatas. Kami dari Kodam Jaya senang melihat kegiatan seperti ini, antusias adik-adik di sini, apa yang kami punya bisa kami berikan kepada mereka,” ujar Mayor Inf Okky.

Ia mengharapkan kegiatan Jakarta Outdoor Festival 2018 ini dapat mewujudkan warga negara Indonesia khususnya para pecinta alam yang mempunyai sikap mental dan karakter cinta tanah air, berwawasan kebangsaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban jiwa dan raga bagi Bangsa dan Negara, serta meningkatnya pembinaan kesadaran bela Negara di manapun berada.

jakarta outdoor festival

Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Mayor Inf Okky juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga lingkungan di darat, udara serta di laut. Ia berharap seluruh peserta kegiatan maupun para penggiat alam dapat memberikan kontribusi yang kuat dalam menjaga alam dan lingkungan. “Pecinta alam tidak akan mengotori lingkungan. Justru sebaliknya, pecinta alam harus menjaga alam dan bumi ini,” katanya tegas.

Dimas, salah satu peserta, mengaku senang atas pembelajaran yang ia dapatkan selama kegiatan berlangsung. “Acara Jakarta Outdoor Festival sangat membantu khususnya untuk pendaki seperti kami. Ilmu yang diberikan dan diajarkan pun bermanfaat untuk kami semua,” katanya.

Sebanyak 113 peserta yang mengikuti acara ini, terdiri dari anggota komunitas dan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Jakarta serta didukung oleh 4 komunitas, seperti Jek Packer, Batavia Adventure, Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya (KPGIR), dan Skot Hammock.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/jakarta-outdoor-festival-2018-edukasi-pesertanya-untuk-survive-di-alam-terbuka/feed/ 0
Edukasi Primata, Habitat Primata Adalah di Alam https://www.greeners.co/aksi/edukasi-primata-habitat-primata-adalah-alam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=edukasi-primata-habitat-primata-adalah-alam https://www.greeners.co/aksi/edukasi-primata-habitat-primata-adalah-alam/#respond Sun, 05 Feb 2017 10:44:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=15844 Primata merupakan komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Namun, perubahan kawasan hutan menjadi area pertanian dan pemukiman mengancam kelestarian populasi primata.]]>

Jakarta (Greeners) – Keanekaragaman hayati merupakan harta kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan karena penting untuk kehidupan manusia. Keanekaragaman hayati memberikan banyak kontribusi untuk keberlanjutan kehidupan manusia, salah satunya adalah primata.

Sejak tanggal 30 Januari 2001, upaya pelestarian primata mendapat perhatian lebih dengan ditetapkannya tanggal tersebut sebagai Hari Primata Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan tren perburuan primata yang semakin meningkat.

Primata merupakan komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang memiliki fungsi utama sebagai penebar biji. Namun, perubahan kawasan hutan menjadi area pertanian dan pemukiman menyebabkan hilangnya sebagian habitat alami sehingga mengancam kelestarian populasi primata.

Ketua Pusat Riset Primata Universitas Nasional, Dr. Sri Suci Utami Atmoko, mengatakan, saat ini lebih dari 70 persen primata Indonesia terancam punah akibat konversi lahan dan perburuan. Jika dahulu orang berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup, saat ini sebagian besar alasan orang berburu primata untuk kesenangan saja dan primata tersebut dianggap sebagai hama.

“Jika menjadikan primata sebagai pet atau hewan peliharaan, kita dapat tertular penyakit hepatitis (A,B,C), TBC, herpes, malaria, tifus, cacingan atau sebaliknya,” kata Sri Suci dalam kegiatan edukasi tentang pengenalan dan pelestarian primata Indonesia di SMA Sumbangsih, Jumat (03/02).

edukasi primata

Foto: BScC Indonesia

Beberapa jenis primata yang terancam punah saat ini hidup di habitat hutan yang terfragmentasi. Degradasi dan fragmentasi hutan secara langsung menyebabkan terjadinya isolasi habitat, penurunan daya dukung alam serta meningkatkan efek tepi akibat dari semakin luasnya batas pinggiran hutan yang terbuka. Kondisi demikian sangat mengancam kelestarian populasi primata dan satwa liar yang lain.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Rahmaeti, delegasi dari LUTUNG Forum Studi Primata Fakultas Biologi Universitas Nasional, turut memaparkan hasil penelitian yang dilakukan di Bumi Perkemahan dan Wisata (Buperta) Cibubur serta Hutan Desa Dayeuh Luhur, Ganeas, Sumedang, Jawa Barat.

“Keberadaan primata di habitat alaminya dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan bagi pelajar. Kami mengenalkan primata Indonesia kepada siswa SMA Sumbangsih agar mereka peduli dan bersama-sama melestarikan primata Indonesia,” ujar Tri.

Kegiatan edukasi tentang pengenalan dan pelestarian primata Indonesia yang dilaksanakan di SMA Sumbangsih diselenggarakan berkat kerjasama antara BScC Indonesia, LUTUNG Forum Studi Primata Fakultas Biologi Universitas Nasional, Sekolah Pascasarjana Prodi Magister Biologi Universitas Nasional, Pusat Riset Primata Universitas Nasional, Profauna dan Simpul Indonesia.

Dalam kegiatan ini, dibagikan juga stiker dan poster yang berisi imbauan untuk tidak membeli, memburu dan memelihara primata, serta diputar juga film mengenai habitat dan ancaman terhadap orangutan.

Penulis: Ahmad Baihaqi

]]>
https://www.greeners.co/aksi/edukasi-primata-habitat-primata-adalah-alam/feed/ 0
Hello Nature 2015, Cara Unik Memperkenalkan Puspa dan Satwa https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa/#respond Sat, 14 Nov 2015 09:57:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11887 Jakarta (Greeners) – Belajar mengenali jenis puspa dan satwa di sekitar kita akan menjadi menarik ketika dikemas dalam konsep yang tidak biasa. Untuk itu, Hello Nature 2015 hadir untuk memberikan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Belajar mengenali jenis puspa dan satwa di sekitar kita akan menjadi menarik ketika dikemas dalam konsep yang tidak biasa. Untuk itu, Hello Nature 2015 hadir untuk memberikan informasi dan edukasi bagi masyarakat tentang keanekaragaman hayati, diantaranya melalui interaksi langsung dengan satwa yang umum dikenal masyarakat.

Syaiful Rochman selaku Penanggung Jawab Hello Nature 2015 dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui kegiatan Hello Nature 2015, pengunjung akan dilibatkan dalam interaksi bersama satwa seperti bagaimana cara memerah susu sapi atau mengendarai kuda poni dengan ramah.

“Saat ini generasi muda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta sudah semakin jauh dengan lingkungan yang alami. Mereka (generasi muda) lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan waktu mereka tersitas pada aktivitas di gawai pribadi. Untuk itu, Hello Nature hadir untuk memperkenalkan kembali jenis satwa dan puspa yang ada di sekitar kita,” ujar Syaiful, Jakarta, Jumat (13/11).

Lebih lanjut, Drs. Ade Palguna Ruteka, Sekretaris Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang turut hadir pada pembukaan Hello Nature 2015 menambahkan bahwa upaya memperkenalkan, memelihara dan menjaga puspa dan satwa, baik umum ataupun yang dilindungi, adalah tanggung jawab semua pihak. Termasuk masyarakat secara keseluruhan.

“Mengenali jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi satu keharusan tersendiri bagi masyarakat mengingat keberadaan puspa dan satwa tersebut sangat penting sebagai penunjang hidup manusia dan alam,” tambahnya.

Untuk itu, Ade menyatakan bahwa KLHK akan selalu terbuka untuk bekerjasama dengan lembaga maupun masyarakat yang berupaya memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan hidup puspa dan satwa di Indonesia.

Terkait keberlangsungan hidup puspa dan satwa, Akademisi dari Universitas Nasional Imran S.L Tobing, menyatakan, banyak dari jenis puspa dan satwa di Indonesia, baik yang umum maupun langka, tengah berada dalam kondisi yang memprihatinkan akibat dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat.

Imran menyatakan, ketidakpedulianlah yang membuat puspa dan satwa di Indonesia mengalami ancaman kepunahan. Kegiatan perekonomian yang terus mengincar keuntungan besar tanpa memedulikan konservasi dan keberlangsungan habitat hewan dan tumbuhan di banyak tempat, menurutnya, jelas akan membuat keanekaragaman hayati yang ada akan terus tergerus dan mengalami kepunahan.

“Yang tidak peduli ini yang bahaya. Mencari keuntungan tanpa peduli akan lingkungan yang rusak, tanpa peduli sumber daya alam atau flora fauna menyebabkan kepunahan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan “Hello Nature 2015”. Acara ini diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta, pada tanggal 13-15 November 2015.

Dalam acara ini ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya. Acara ini bertujuan untuk kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-cara-unik-memperkenalkan-puspa-dan-satwa/feed/ 0
Sambut Hari Diplomasi Iklim, Uni Eropa Adopsi Anak Gajah https://www.greeners.co/berita/sambut-hari-diplomasi-iklim-uni-eropa-adopsi-anak-gajah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sambut-hari-diplomasi-iklim-uni-eropa-adopsi-anak-gajah https://www.greeners.co/berita/sambut-hari-diplomasi-iklim-uni-eropa-adopsi-anak-gajah/#respond Sun, 21 Jun 2015 02:30:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9878 Jakarta (Greeners) – Dalam rangka “European Climate Diplomacy Day 2015” atau Hari Diplomasi Iklim yang berlangsung setiap tanggal 17 Juni, Delegasi Uni Eropa yang bertempat di Jakarta mengadopsi seekor anak […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka “European Climate Diplomacy Day 2015” atau Hari Diplomasi Iklim yang berlangsung setiap tanggal 17 Juni, Delegasi Uni Eropa yang bertempat di Jakarta mengadopsi seekor anak gajah dari Kawasan Ekosistem Leuser di Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Bagian Kerjasama Delegasi UE untuk Indonesia, Franck Viault mengatakan bahwa adopsi anak gajah bernama Aras ini dilakukan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim. Selain itu, adopsi anak gajah ini juga dilakukan untuk menjadikan Aras sebagai maskot resmi dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

“Dengan adanya masalah perubahan iklim yang semakin memprihatinkan, upaya menjaga keutuhan Kawasan Ekosistem Leuser menjadi semakin penting dan menjadi tanggung jawab mendesak kita untuk memiliki komitmen dengan semangat seperti yang ditunjukkan oleh Aras muda dalam kesehariannya di Unit Patroli Gajah,” ungkapnya seperti yang tercantum dalam keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Kamis (18/06).

Unit Patroli Gajah (UPG) Aras Napal merupakan salah satu aktivitas yang berhasil bertahan lama setelah berakhirnya pendanaan lembaga donor untuk Program Pembangunan Leuser (LDP) yang berlangsung pada tahun 1997-2004. Program ini untuk mendukung pelestarian jangka panjang ekosistem Leuser dan pembangunan berkelanjutan dari kawasan sekitarnya.

Bertempat di tepi areal Taman Nasional Gunung Leuser, UPG dibentuk oleh LDP pada tahun 2000 dengan mendatangkan gajah-gajah terlatih dari selatan Sumatra. UPG dibentuk dengan tujuan untuk mengawasi dan melindungi bagian timur Kawasan Ekosistem Leuser serta kawasan sekitar Hutan Aras Napal.

Foto: dok. Uni Eropa

Foto: dok. Uni Eropa

Saat ini, UPG beroperasi penuh. Bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Leuser dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, UPG menjalankan kegiatannya dengan pendanaan sektor swasta dan lembaga donor. UPG bertugas untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, serta melaksanakan pengawasan terhadap hutan dengan tujuan untuk mencegah kegiatan-kegiatan yang merusak seperti perambahan, pembalakan liar dan perburuan. Kegiatan edukatif untuk sekolah, kegiatan ekowisata dan penelitian juga berlangsung di Aras Napal.

“Aras kecil yang kami adopsi kurang dari 2 minggu sebelum ulang tahunnya yang ke tujuh melambangkan upaya para pemangku kepentingan yang berkomitmen membuat UPG Aras Napal menjadi sebuah kisah yang sukses,” kata Viault melanjutkan.

Sejak adanya UPG pada tahun 2000, hutan Besitang Sekundur dekat Aras Napal juga pulih secara perlahan dari pembalakan yang terjadi selama tahun 1980an. Dibandingkan dengan hutan-hutan di selatan areal ini yang sebagian besar telah musnah dan menjadi perkebunan kelapa sawit, hutan dataran rendah dibawah pengawasan UPG berkondisi baik dan memiliki sebagian besar megafauna yang sangat terkenal di seluruh dunia, termasuk orangutan Sumatera dan gajah liar.

Melalui pencapaian ini, UPG telah memberi kontribusi meski kecil namun stabil dan nyata bagi upaya mengatasi permasalahan perubahan iklim. Aras muda melambangkan pula upaya-upaya baik ini, saat hutan alami Sumatera telah menyusut setengah dalam kurun waktu satu generasi.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/sambut-hari-diplomasi-iklim-uni-eropa-adopsi-anak-gajah/feed/ 0
Utusan Khusus Presiden Resmi Buka ICCEFE Ke Lima https://www.greeners.co/aksi/utusan-khusus-presiden-resmi-buka-iccefe-ke-lima/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=utusan-khusus-presiden-resmi-buka-iccefe-ke-lima https://www.greeners.co/aksi/utusan-khusus-presiden-resmi-buka-iccefe-ke-lima/#respond Sat, 16 May 2015 05:49:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9041 Jakarta (Greeners) – Guna mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, Cendekia Mulia Komunikasi bekerjasama dengan The Climate Reality Project Indonesia kembali menggelar Indonesia Climate Change Education Forum […]]]>

Jakarta (Greeners) – Guna mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, Cendekia Mulia Komunikasi bekerjasama dengan The Climate Reality Project Indonesia kembali menggelar Indonesia Climate Change Education Forum and Expo (ICCEFE) untuk yang ke lima kalinya.

Acara yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman ini resmi dibuka oleh utusan khusus presiden untuk pengendalian perubahan iklim, Rachmat Witoelar. Dalam sambutannya, Rachmat mengatakan bahwa tujuan utama dari diselenggarakannya ICCEFE ini adalah untuk menyediakan sarana komunikasi dan sosialisasi program perubahan iklim di Indonesia.

“Khususnya untuk meningkatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam menyikapi perubahan iklim yang semakin bisa dirasakan,” jelasnya saat membuka ICCEFE ke lima di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (15/05).

Dalam acara pembukaan ICCEFE ke lima, Jumat (15/05), utusan khusus presiden untuk pengendalian perubahan iklim, Rachmat Witoelar menyatakan bahwa  perubahan iklim adalah masalah semua orang. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Dalam acara pembukaan ICCEFE ke lima, Jumat (15/05), utusan khusus presiden untuk pengendalian perubahan iklim, Rachmat Witoelar menyatakan bahwa perubahan iklim adalah masalah semua orang. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Dalam rangkaian kegiatan ini, lanjutnya, akan diisi oleh edukasi dan penyebaran informasi secara luas agar masyarakat dapat memahami lebih dalam mengenai permasalahan perubahan iklim dan dampaknya bagi ekonomi, pertanian dan aspek kehidupan yang lainnya.

“Acara ini sangat menekankan pada pendidikan agar semua masyarakat, baik anak, remaja maupun dewasa, paham akan perubahan iklim. Perubahan iklim adalah masalah semua orang. Jangan sampai Indonesia menunggu hingga terjadi bencana yang fatal baru semuanya bertindak,” tukasnya.

Sebagai informasi, ICCEFE ke lima kali ini mengangkat tema “Penguatan pembangunan rendah emisi untuk masa depan berkelanjutan dan menudukung Indonesia menjadi poros maritim dunia”.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai Kementrian dan Lembaga, Pemerintah daerah, Pemerintah provinsi, Kabupaten dan Kota, BUMN, Perusahaan swasta, Lembaga pendidikan, serta kelompok-kelompok masyarakat.

Setiap peserta menggelar kegiatan unggulan masing-masing daerah dan lembaga melalui pameran, seminar, workshop, gelar budaya, bedah buku, demo memasak sehat dan rendah karbon untuk anak, pemutaran film, pertunjukan musik, field trip serta bike for the earth.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/utusan-khusus-presiden-resmi-buka-iccefe-ke-lima/feed/ 0
“Petualangan Banyu” Ajak Anak-Anak Lebih Hemat Energi https://www.greeners.co/aksi/petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi https://www.greeners.co/aksi/petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi/#respond Wed, 25 Mar 2015 11:54:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8300 Jakarta (Greeners) – Kegiatan bisnis dewasa ini sudah mulai memperlihatkan perhatiannya pada keberlangsungan lingkungan hidup, selain memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility bertajuk “Banyu Berpetualang Bersama Bank Ekonomi,” […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kegiatan bisnis dewasa ini sudah mulai memperlihatkan perhatiannya pada keberlangsungan lingkungan hidup, selain memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility bertajuk “Banyu Berpetualang Bersama Bank Ekonomi,” Greeneration Foundation sebagai mitra kerjasama Bank Ekonomi kembali berkampanye dengan mengangkat isu energi.

Pembina Greeneration Foundation, Mufti Alem mengatakan bahwa program edukasi lingkungan yang telah berjalan selama Februari sampai dengan Maret 2015 di tiga sekolah, seperti SDN Tanjung Barat 05, SDN Manggarai 03, dan SDN Kembangan Utara 09 Jakarta ini juga melibatkan karyawan Bank Ekonomi sebagai relawan. Mereka turun langsung mendampingi siswa-siswi SDN tersebut dalam menjalankan rangkaian kegiatan dengan metode edukasi yang interaktif.

Program ini, lanjut Mufti, juga ditandai dengan peluncuran situs www.petualanganbanyu.com yang berupa portal informasi dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai media Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), baik di sekolah maupun di berbagai komunitas luar sekolah.

“Kami berharap situs ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia sebagai metode alternatif untuk bermain dan belajar serta mendorong perilaku ramah lingkungan dalam keseharian anak-anak,” jelasnya pada peluncuran situs petualanganbanyu.com di Jakarta, Rabu (25/03).

Tampilan laman petualanganbanyu.com. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Tampilan laman petualanganbanyu.com. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Head of Corporate Communication Bank Ekonomi, Wahyu Adiguna, menyatakan bahwa inisiatif ramah lingkungan ini juga diterapkan melalui sisi kebijakan sustainability risk dan sisi operasional sehari-hari dalam payung program BEgreen atau Bank Ekonomi goes green. Program ini menunjukkan upaya pelestarian lingkungan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Sebagi informasi, “Petualangan Banyu” adalah paket modul edukasi lingkungan tematik untuk anak-anak 8-12 tahun. Salah satunya serial film animasi berdurasi pendek (4 – 7 menit) dan permainan.

Dimulai dari satu inisiatif yang sederhana pada tahun 2009 lalu, Greeneration Indonesia (GI) yang menjadi tuan rumah Berbuka Sambil Ingat Lingkungan (BERSALING) berinisiatif membuat edukasi untuk mengajar anak-anak yatim-piatu tentang air dan banjir. GI kemudian mengajak Komunitas Sahabat Kota (KSK) untuk menjalankan inisiatif tersebut. Hasilnya, mucullah ide untuk membuat film animasi Banyu.

Nama Banyu terbentuk, sesederhana ide film animasi Petualangan Banyu seri pertama yang bertema air. Setelah film Banyu bertema air ini dibuat, KSK mengembangkan modul edukasi tentang air berbasis film Banyu.

Tahun 2011, muncullah film Banyu yang kedua bertema sampah yang sudah didesain beserta dengan modulnya. Tahun berikutnya GI membuat lagi serial Banyu yang ketiga bertema energi yang sudah di rebranding dan dibenahi konsepnya. Terbentuklah “Petualangan Banyu” dimana Banyu bukan sekedar film animasi, tetapi sebuah modul edukasi dengan film animasi yang bertujuan agar anak-anak mempunyai seorang tokoh sebagai panutan untuk ramah lingkungan.

Petualangan Banyu seri ketiga ini memakai sistem crowdfunding (mengumpulkan dana dengan bantuan publik). Petualangan Banyu seri ketiga ini didukung oleh World Wildlife Fund (WWF).

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/petualangan-banyu-ajak-anak-anak-lebih-hemat-energi/feed/ 0
Pertama Kalinya Edukasi Sampah di Java Jazz Festival 2015 https://www.greeners.co/berita/pertama-kalinya-edukasi-sampah-di-java-jazz-festival-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertama-kalinya-edukasi-sampah-di-java-jazz-festival-2015 https://www.greeners.co/berita/pertama-kalinya-edukasi-sampah-di-java-jazz-festival-2015/#respond Sat, 07 Mar 2015 12:16:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8064 Jakarta (Greeners) – Tahun ini, ada yang berbeda dari Jakarta International Java Jazz Festival atau sering disingkat Java Jazz Festival. Kali ini, edukasi pengunjung untuk menjaga kebersihan dan memilah sampah […]]]>

Jakarta (Greeners) – Tahun ini, ada yang berbeda dari Jakarta International Java Jazz Festival atau sering disingkat Java Jazz Festival. Kali ini, edukasi pengunjung untuk menjaga kebersihan dan memilah sampah di area pagelaran musik menjadi perhatian penting bagi perhelatan musik jazz terbesar di dunia ini.

Ressanda Tamaputra, Head of Promotion Java Jazz Festival 2015, mengatakan, sangat sulit mengendalikan puluhan ribu orang mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, khususnya dalam lokasi konser musik yang cukup besar seperti Java Jazz. Oleh karena itu, Ressa menyatakan perlu adanya satu himbauan berupa ajakan dan kampanye terhadap para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan selama acara berlangsung.

“Ini project yang diadakan untuk pertama kalinya di Java Jazz. Kami sangat berharap imbauan ini mampu mengedukasi para pengunjung dan meminimalisir sampah-sampah yang berserakan selama acara Java Jazz 2015 ini berlangsung,” katanya saat melakukan jumpa pers “Less Waste More Jazz” yang bekerjasama dengan Yayasan Unilever Indonesia dan Jakarta International Java Jazz Festival 2015, Jakarta, Jumat (06/03).

Project "Less Waste More Jazz" untuk pertama kalinya diadakan dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival. Edukasi tentang sampah ini diadakan oleh Java Jazz Festival 2015 dengan Greeners.co dan didukung oleh Yayasan Unilever Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Project “Less Waste More Jazz” untuk pertama kalinya diadakan dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival. Edukasi tentang sampah ini diadakan oleh Java Jazz Festival 2015 dengan Greeners.co dan didukung oleh Yayasan Unilever Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Syaiful Rochman, Chief Editor Greeners.co yang juga selaku penanggung jawab program “Less Waste More Jazz” menjelaskan bahwa “Less Waste More Jazz” merupakan sebuah project pengelolaan sampah yang terintegrasi selama penyelenggaraan Java Jazz Festival 2015 berlangsung. Menurutnya, dengan jumlah pengunjung harian yang mencapai puluhan ribu, tentu festival musik sebesar ini akan memiliki potensi timbulan sampah yang cukup besar.

“Kami menyambut positif penerapan project ‘Less Waste More Jazz’ di Java Jazz Festival 2015 ini. Kami juga berharap agar pengunjung bisa terlibat aktif dalam memperhatikan bagaimana mereka harus membuang sampah,” jelasnya.

Selain itu, “Less Waste More Jazz”, tambahnya, juga menyediakan beberapa wadah sampah tambahan dari yang sudah disediakan oleh pihak JIExpo Kemayoran, dengan desain yang menarik. Pada wadah sampah tersebut, katanya, pengunjung diajak untuk memilah antara sampah sisa makanan (Food Waste), sampah kemasan makanan (Food Packaging Waste) dan sampah untuk kertas (Paper Waste).

Perwakilan dari Yayasan Unilever Indonesia, Maya Tamimi menuturkan kalau seluruh sampah yang dikelola melalui wadah “Less Waste More Jazz” tersebut telah dijamin agar tidak mencemari lingkungan atau bahkan disalurkan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).

“Sampah-sampah itu nantinya akan disalurkan kepada pihak-pihak yang akan memproses sampah tersebut dengan benar dan akan disalurkan juga ke bank sampah yang telah disediakan,” jelasnya.

Less Waste More Jazz di Java Jazz Festival 2015. Acara yang menampilkan puluhan musisi  jazz ini berlangsung selama tiga hari, tanggal 06-08 Maret 2015. Foto: greeners.co/Rifky Fadzri

Less Waste More Jazz di Java Jazz Festival 2015. Acara yang menampilkan puluhan musisi jazz ini berlangsung selama tiga hari, tanggal 06-08 Maret 2015. Foto: greeners.co/Rifky Fadzri

Lebih lanjut, Maya menyatakan bahwa program Unilever Green and Clean yang bekerjasama dengan proyek Less Waste More Jazz juga ingin memberikan edukasi pada masyarakat tentang bagaimana memilah sampah yang benar dan kemana sampah yang masyarakat hasilkan akan berakhir di mana. Karena menurutnya, menangani masalah sampah tidak hanya dengan membangun sebuah sistem namun juga harus memperhatikan aspek manusianya.

“Untuk masalah sampah ini perlu juga ada kesadaran dari masyarakat untuk turut ambil peran dan project ‘Less Waste More Jazz’ ini diharapkan dapat menjadi pelopor dan inspirasi bagi penyelenggaraan event kelas International dengan manajemen sampah yang lebih ramah lingkungan,” katanya berharap.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pertama-kalinya-edukasi-sampah-di-java-jazz-festival-2015/feed/ 0
Setelah Tanam, Saatnya Panen! https://www.greeners.co/aksi/setelah-tanam-saatnya-panen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=setelah-tanam-saatnya-panen https://www.greeners.co/aksi/setelah-tanam-saatnya-panen/#respond Wed, 21 Jan 2015 06:00:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=7125 (Greeners) – Setelah sebelumnya mengadakan “Tanam Ria” pada Desember 2014 lalu, komunitas Bekasi Berkebun kembali menyebarkan semangat gemar berkebun melalui kegiatan “Panen Ria”. Tanaman sayur kangkung dan bayam berhasil tumbuh […]]]>

(Greeners) – Setelah sebelumnya mengadakan “Tanam Ria” pada Desember 2014 lalu, komunitas Bekasi Berkebun kembali menyebarkan semangat gemar berkebun melalui kegiatan “Panen Ria”. Tanaman sayur kangkung dan bayam berhasil tumbuh dengan baik di lahan seluas 500 meter persegi dan dipanen bersama warga pada Minggu (18/01).

Kegiatan yang merupakan rangkaian “Gemar Berkebun” tersebut digagas oleh komunitas Bekasi Berkebun dan bekerjasama dengan komunitas Waste4Change dan didukung oleh Grand Bekasi. Dua komunitas ini berperan sebagai edukator untuk mengajak masyarakat kota Bekasi untuk peduli lingkungan. Edukasi yang diberikan, antara lain dengan menghijaukan area perumahan dengan berkebun dan bijak dalam mengelola sampah agar tercapai nol sampah atau zero waste.

Selain panen bersama, warga diajak menikmati hasil panen secara langsung dengan mengolah sayuran menjadi smoothie. Smoothie yang diolah adalah minuman berbahan baku sayuran, buah-buahan sebagai pemanis alami pengganti gula atau sirup dan es batu. Antusiasme warga terhadap minuman smoothies ini di luar ekspektasi karena banyak anak-anak yang ternyata menyukai minuman tersebut meski berbahan dasar sayuran.

Dengan adanya kegiatan berkebun yang rutin dilakukan oleh warga Grand Bekasi dapat menjalin kebersamaan di antara warga, menghijaukan lingkungan dengan menggunakan lahan tidur yang tidak terpakai serta menuju kepada kemandirian pangan di skala terkecil yaitu keluarga.

Sebelumnya, komunitas Bekasi Berkebun mengawali rangkaian “Gemar Berkebun” dengan kegiatan “Tanam Ria” yang dibuka di rumah dinas Wakil Walikota Bekasi pada Desember 2014 lalu.

Koordinator Bekasi Berkebun yang juga penanggung jawab kegiatan “Tanam Ria”, Winartania Massie, mengungkapkan bahwa kegiatan “Tanam Ria” merupakan langkah percontohan bagi masyarakat luas tentang bagaimana cara berkebun dan memanfaatkan lahan yang ada agar menjadi lahan yang lebih bermanfaat.

Staf Humas Wakil Walikota Bekasi, Adi Samsuito pun merasa bahwa keterlibatan berbagai komunitas yang ada di Kota Bekasi memiliki pengaruh yang besar bagi perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, mungkin beberapa komunitas masih perlu meningkatkan intensitas komunikasi dan Pemerintah Kota Bekasi telah memfasilitasi beberapa kegiatan komunitas agar masalah komunikasi tersebut dapat dikurangi.

(G08)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/aksi/setelah-tanam-saatnya-panen/feed/ 0
Pentingnya Edukasi Tentang Air Bagi Anak https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak/#respond Wed, 10 Dec 2014 10:14:27 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=6701 Jakarta (Greeners) – Air memiliki fungsi penting untuk kesehatan manusia. Namun sayangnya, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa untuk tetap sehat, kualitas air sama pentingnya dengan jumlah air yang diminum. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Air memiliki fungsi penting untuk kesehatan manusia. Namun sayangnya, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa untuk tetap sehat, kualitas air sama pentingnya dengan jumlah air yang diminum. Karena tidak semua air sama, aman dan sehat untuk dikonsumsi, maka edukasi tentang air sangat penting, tidak hanya bagi orang dewasa, namun juga anak-anak.

Psikolog sekaligus Direktur dari Personal Growth, Counseling and Development Center, Ratih Ibrahim, menyatakan bahwa edukasi yang diberikan sejak dini kepada anak-anak akan memberikan pengaruh yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak tersebut.

Dalam konteks edukasi air, Ratih mengatakan kalau upaya tersebut akan memengaruhi anak-anak agar bisa menghargai air dan alam yang memberikan sumberdaya tersebut.

“Cara paling baik dalam mengedukasi anak tersebut bisa dilakukan dengan cara ‘experiential learning’ atau belajar sambil melakukan dan mengalami apa yang sedang dia pelajari seperti yang dilakukan oleh Aqua dan Kidzania ini,” terang Ratih saat menghadiri peresmian wahana Aqua Water Research Training Center di Kidzania, Jakarta, Rabu (10/12).

Senada dengan Ratih, Manager Marketing Danone Aqua, Melda Rachman, menyatakan bahwa edukasi untuk anak yang dilakukan sejak dini akan berpengaruh terhadap peran anak-anak saat dewasa nanti. Selain itu, tambahnya, tidak hanya menitikberatkan edukasi pada pemilihan air yang baik untuk kesehatan, anak pun perlu mengetahui bagaimana cara menjaga kualitas air dan merawat lingkungan.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Merek air minum dalam kemasan yang baru saja mendapatkan penghargaan Proper Hijau 2014 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini juga menyatakan kepeduliannya terhadap nasib dan keberlangsungan air bersih di Indonesia. Khususnya, terang Melda, untuk edukasi pada anak sejak usia dini.

“Kita sangat berharap anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya merawat alam sekitar agar tercapai harmoni antara alam dan manusia,” katanya.

Director Marketing and Creative Kidzania Jakarta, George Aly Razy, mengatakan, melalui konsep edukasi dalam permainan ini diharapkan anak-anak Indonesia mampu mendapatkan gambaran yang lebih baik dan pengalaman yang lebih menyenangkan tentang air.

Pengalaman itu berupa pengetahuan memilih air yang berkualitas untuk dikonsumsi, proses untuk menjaga kualitas dari sumber mata air hingga ke konsumen, dan juga merawat sumber mata air dan lingkungan agar terus tercipta generasi sehat Indonesia.

“Anak-anak memiliki peranan penting untuk kelangsungan lingkungan di masa depan. Karena itu, mereka perlu mendapatkan edukasi,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pentingnya-edukasi-tentang-air-bagi-anak/feed/ 0
Tanam Ria Ajak Warga Bekasi Peduli Lingkungan Hidup https://www.greeners.co/aksi/tanam-ria-ajak-warga-bekasi-peduli-lingkungan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanam-ria-ajak-warga-bekasi-peduli-lingkungan-hidup https://www.greeners.co/aksi/tanam-ria-ajak-warga-bekasi-peduli-lingkungan-hidup/#respond Sat, 06 Dec 2014 00:00:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=6599 Jakarta (Greeners) – Berkebun sekaligus bermain dan berkumpul untuk saling mengakrabkan diri antar masyarakat dan komunitas yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup tentunya menjadi hal yang menyenangkan. Selain mengikat tali […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berkebun sekaligus bermain dan berkumpul untuk saling mengakrabkan diri antar masyarakat dan komunitas yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup tentunya menjadi hal yang menyenangkan. Selain mengikat tali silaturahmi, masyarakat yang terlibat pun akan mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang tentunya akan sangat bermanfaat dari banyak sisi.

Setidaknya begitulah yang ingin disampaikan oleh komunitas Bekasi Berkebun melalui kegiatan “Tanam Ria” yang diadakan di rumah dinas Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu. Koordinator Bekasi Berkebun yang juga sekaligus penanggung jawab kegiatan “Tanam Ria”, Winartania Massie, mengungkapkan bahwa kegiatan “Tanam Ria” merupakan langkah percontohan bagi masyarakat luas tentang bagaimana cara berkebun dan memanfaatkan lahan yang ada agar menjadi lahan yang lebih bermanfaat.

“Kegiatan ‘Tanam Ria’ ini diadakan sebagai percontohan bagi masyarakat dalam pemanfaatan lahan. Sebelumnya juga kami melakukan beberapa pelatihan dan edukasi terhadap masyarakat yang melibatkan beberapa komunitas,” jelas perempuan yang biasa disapa Wina ini saat melakukan penanaman perdana di rumah dinas Wakil Walikota Bekasi, Jakasampurna, Bekasi Selatan, Sabtu (29/11).

Komunitas Bekasi Berkebun mengajak warga Bekasi untuk memanfaatkan lahan sempit yang menganggur  dengan berkebun melalui kegiatan  "Tanam Ria". Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Komunitas Bekasi Berkebun mengajak warga Bekasi untuk memanfaatkan lahan sempit yang menganggur dengan berkebun melalui kegiatan
“Tanam Ria”. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Wina menerangkan, keterlibatan beberapa komunitas yang dimaksud diantaranya seperti pembuatan pupuk kompos yang diberikan oleh Rumah Sopan, dan sesi berbagi pengalaman tentang benih dari orang yang telah lama berkecimpung dalam pertanian organik. Selain itu, ada pula kegiatan edukasi tentang bagaimana cara pemilihan dan pengolahan sampah rumah tangga yang baik dari komunitas waste4change.

Meski begitu, Wina menyayangkan minimnya minat dan ketertarikan masyarakat, khususnya di Kota Bekasi, akan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Padahal, menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kota Bekasi telah terlihat jelas. Namun, entah kenapa, setiap kali melakukan kegiatan yang berhubungan lingkungan hidup selalu minim peminat.

“Padahal Bekasi ini memiliki banyak komunitas, tapi enggak tahu kenapa semuanya seperti berjalan sendiri-sendiri. Padahal kita bisa saling support antar komunitas setiap kali ingin melakukan acara. Pemerintah kota bahkan sudah membukakan jalan,” ungkap Wina.

Senada dengan Wina, Staf Humas Wakil Walikota Bekasi, Adi Samsuito pun merasa bahwa keterlibatan berbagai komunitas yang ada di Kota Bekasi memiliki pengaruh yang besar bagi perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Hanya saja, menurutnya, mungkin beberapa komunitas tersebut masih perlu meningkatkan intensitas komunikasi, sehingga Pemerintah Kota Bekasi memfasilitasi beberapa kegiatan komunitas agar mampu meningkatkan intensitas komunikasi yang kurang tersebut.

“Coba dibayangkan, misalnya komunitas Bekasi Berkebun ini punya cabang di kelurahan, lalu di kecamatan atau bahkan sampai tingkat RT dan RW, tentunya akan sangat luar biasa pengaruhnya terhadap masyarakat,” pungkas Adi.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tanam-ria-ajak-warga-bekasi-peduli-lingkungan-hidup/feed/ 0
Hijaukan Bekasi Dengan Berkebun https://www.greeners.co/aksi/hijaukan-bekasi-dengan-berkebun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hijaukan-bekasi-dengan-berkebun https://www.greeners.co/aksi/hijaukan-bekasi-dengan-berkebun/#respond Tue, 21 Oct 2014 07:39:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_community_act&p=6206 Jakarta (Greeners) – Mau beli cabe, tapi harganya mahal. Mau bikin sup, tapi tukang sayur tidak kunjung lewat. Terus harus bagaimana? Tenang, kenapa tidak mencoba untuk berkebun sendiri di pekarangan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Mau beli cabe, tapi harganya mahal. Mau bikin sup, tapi tukang sayur tidak kunjung lewat. Terus harus bagaimana? Tenang, kenapa tidak mencoba untuk berkebun sendiri di pekarangan rumah? Atau, kalau tidak tahu bagaimana cara berkebun yang baik hingga menghasilkan panen yang sesuai dengan keinginan, kita juga bisa bergabung di beberapa komunitas peduli lingkungan yang memang fokusnya pada bercocok tanam.

Berkebun bisa jadi kegiatan yang sangat menyenangkan, terlebih saat mendapati hasil kebun yang kita tanam tumbuh segar dan berbuah. Rasa puas pun akan datang menyelimuti. Namun sayangnya, begitu minim jumlah ruang terbuka hijau selalu menjadi kendala.

Komunitas Bekasi Berkebun, salah satu dari jejaring komunitas Indonesia Berkebun, adalah komunitas yang juga merasakan minimnya ruang terbuka hijau ini, khususnya untuk wilayah kota Bekasi.

Padahal, dengan suasana kebun yang asri, pemandangan kota akan menjadi nyaman dan mengurangi tingkat stres orang-orang yang telah lelah dengan padatnya aktivitas kota. Dengan berkebun, badan pun akan menjadi lebih sehat karena lingkungan menjadi bersih dan udara pun semakin segar.

Bekasi Berkebun sendiri memiliki konsep 3E yang diusung sebagai dasar untuk mengampanyekan Bekasi hijau. Humas Bekasi Berkebun, Winartania Massie, menjelaskan, 3E yang dimaksud itu adalah Edukasi, Ekologi dan Ekonomi, yang mana ketiga hal tersebut dirangkum menjadi satu kegiatan untuk menghijaukan lingkungan.

]]>
https://www.greeners.co/aksi/hijaukan-bekasi-dengan-berkebun/feed/ 0
Paviliun Interaktif Dari Material Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/paviliun-interaktif-dari-material-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=paviliun-interaktif-dari-material-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/paviliun-interaktif-dari-material-bekas/#comments Tue, 29 Jul 2014 01:05:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=5279 Sepetak lahan penuh dengan barang-barang tak terpakai seketika berubah menjadi sebuah ruang belajar interaktif! Ruang belajar interaktif ini dibangun selama 10 minggu dalam kegiatan workshop desain bangunan pada musim panas […]]]>

Sepetak lahan penuh dengan barang-barang tak terpakai seketika berubah menjadi sebuah ruang belajar interaktif! Ruang belajar interaktif ini dibangun selama 10 minggu dalam kegiatan workshop desain bangunan pada musim panas tahun 2011 lalu di Asheville, Carolina Utara. Mahasiswa dari berbagai universitas di negara bagian Carolina Utara, negara bagian Appalachian dan Virginia Tech bekerja sama dengan Asheville Design Center membangun ruang belajar ini untuk Peace Gardens.

Ruang belajar ini menggunakan energi matahari untuk menghangatkan atau mendinginkan ruangan dan dilengkapi juga dengan sistem penangkap dan pengolah air hujan. Saat ini ruang belajar interaktif tersebut sudah digunakan oleh masyarakat sebagai pusat kegiatan edukasi dan pelatihan. Plang Texaco berukuran besar, papan setrika, jendela, layar dan barang-barang bekas lainnya menjadi dekorasi artistik sekaligus fungsional bagi ruang belajar ini.

Foto: Asheville Design Center

Peace Gardens berawal dari inisiatif sepasang warga lokal yang mulai membersihkan lahan tersebut dan menyediakan ruang bagi anak muda untuk belajar mengenai lingkungan dan keadilan sosial melalui pengalaman dan interaksi langsung.

Lahan tersebut sebelumnya memang sudah dipercantik dengan karya-karya seni yang terbuat dari barang-barang tak terpakai. Walaupun sudah terdapat beberapa bangunan disana, Asheville Design Center, yang telah membantu masyarakat dalam hal master planning, berpikir sebuah ruang belajar mungkin akan bermanfaat bagi masyarakat.

Beberapa kelompok tim desain didatangkan dari negara bagian Carolina Utara, negara bagian Appalachian, dan Virginia Tech dengan berbagai latar belakang keahlian, seperti arsitektur bangunan, arsitektur lanskap dan manajemen konstruksi untuk membantu mendesain dan membangun ruang belajar ini sepanjang musim panas sebagai bagian dari workshop desain bangunan.

Foto: Asheville Design Center

Ruang belajar ini menggunakan rangka yang sangat kuat dan kokoh yang sebelumnya telah dirancang dan dirangkai. Namun sisanya menggunakan material bekas. Keempat sisi dinding semuanya berbeda tergantung dari kondisi lokasi. Sisi utara dan barat didesain untuk ruang privat dan terbuat dari kayu, logam, jendela dan plang nama ukuran besar yang bisa digeser dan berfungsi sebagai pintu. Sedangkan sisi selatan dan timur dibangun dari jendela dan layar yang lebih terbuka dan memungkinkan cahaya untuk masuk dan seakan menyatu dengan taman.

Air hujan ditampung di bagian atap dan kemudian dialirkan dengan menggunakan pipa terbuka yang terbuat dari plang vynil tua. Air kemudian disimpan di tangki air dan digunakan untuk mengairi kebun sayur atau dibiarkan mengalir melalui seluncuran dari bekas taman bermain McDonald’s.

Di bagian dalam, meja-meja kerja dibuat dari papan setrika bekas dan papan penunjuk jalan. Pencahayaan bangunan ini sepenuhnya menggunakan pencahayaan alami, yang masuk dari jendela dan atap transparan. Ruang belajar interaktif yang diberi nama ‘Mystic Dreams’, berdasarkan salah satu papan nama yang ditemukan di lokasi, menghabiskan biaya 3.900 dollar untuk keseluruhan proses pembangunan.

(G33)

Sumber: inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/paviliun-interaktif-dari-material-bekas/feed/ 1