energi listrik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/energi-listrik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 17 Nov 2021 07:13:02 +0000 id hourly 1 Energi Nuklir Mampu Tekan Emisi Karbon, Indonesia Ingin Segera Miliki? https://www.greeners.co/berita/energi-nuklir-mampu-tekan-emisi-karbon-indonesia-ingin-segera-miliki/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=energi-nuklir-mampu-tekan-emisi-karbon-indonesia-ingin-segera-miliki https://www.greeners.co/berita/energi-nuklir-mampu-tekan-emisi-karbon-indonesia-ingin-segera-miliki/#respond Wed, 17 Nov 2021 07:13:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34429 Jakarta (Greeners) – Harapan Indonesia untuk memakai energi nuklir sebagai pembangkit listrik nampaknya masih harus melewati jalan panjang. Selain kesiapan infrastruktur pembangunan reaktor, penerimaan publik pun menjadi pertimbangan penting mewujudkan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Harapan Indonesia untuk memakai energi nuklir sebagai pembangkit listrik nampaknya masih harus melewati jalan panjang. Selain kesiapan infrastruktur pembangunan reaktor, penerimaan publik pun menjadi pertimbangan penting mewujudkan hadirnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang pakar nuklir sebut rendah dan minim emisi karbon.

Dunia saat ini berupaya menekan emisi karbon. Kenaikan emisi akan terus mendorong laju perubahan iklim yang berdampak pada kehidupan manusia. Dampak yang mulai terasa, kenaikan suhu dan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir serta longsor.

Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Djarot S Wisnubroto mengatakan, dalam mendukung net zero emission 2060, Indonesia membuat peta jalan. Dalam peta jalan (roadmap) tersebut, ada target dan rencana Indonesia membangun PLTN pada tahun 2045.

“Pemerintah Indonesia menyatakan di samping menargetkan secara bertahap menghentikan operasi pembangkit listrik yang sumber energinya dari batu bara, juga memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). Bahkan Pemerintah Indonesia menyatakan opsi penggunaan nuklir rencananya akan dimulai di 2045 dengan kapasitas hingga mencapai 35 Giga Watt di tahun 2060,” kata Djarot dalam webinar di Jakarta, Selasa (16/11).

Dalam webinar bertajuk Siapkah Energi Nuklir Mendukung Net Zero Emission di Indonesia? Djarot yang juga mantan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional menjelaskan, dalam pembangunan PLTN ada pro dan kontra di masyarakat.

Sejumlah pihak pro PLTN menyebut emisi karbon yang PLTN hasilkan rendah, harga listriknya kompetitif dan harga bahan bakar tidak mempengaruhi harga listrik.

Sedangkan pihak yang kontra mengaku takut terjadi kebocoran reaktor. Lalu menyoal limbah radioaktifnya serta pembangunan reaktor mahal dan lama.

“Memang lebih lama dan mahal dari pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Lalu pertanyaan khas Indonesia, apakah kita bisa mengelola teknologi berisiko sementara kita budaya keselamatannya masih rendah,” tutur Djarot.

Legalitas Energi Nuklir Dalam Undang-Undang

Di Indonesia legalitas PLTN telah diatur dalam sejumlah undang-undang (UU), seperti UU No 10 Tahun 1997 Tentang Ketenaganukliran, kemudian UU No 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang mengamanatkan nuklir dapat dimanfaatkan pembangkit listrik antara tahun 2015-2019. Selanjutnya Peraturan Pemerintah (PP) No 76 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional, Energi Nuklir sebagai Pilihan Terakhir.

Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Deendarlianto mendorong pemerintah mengambil langkah baru untuk memanfaatkan PLTN dan sumber energi alternatif sebagai solusi sumber energi nasional.

Deendarlianto juga menegaskan bahwa PLTN merupakan suatu hal yang wajib. Dengan sejumlah peraturan yang telah ada, menurutnya PLTN ini perlu masuk ke dalam konsep ketersediaan dan prediksi sumber energi nasional untuk menjamin keamanan energi.

“Kami menyimpulkan bahwa PLTN merupakan sebuah keharusan. Konsep yang kami bangun adalah ketersediaan dari sumber energi nasional dan prediksi kebutuhan energi nasional mengharuskan kita perlu menjamin security energi dan konsep energi bersih. Sehingga PLTN harus masuk di dalamnya,” paparnya.

Anggota Dewan Energi Nasional sekaligus Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tahun 2008-2014 As Natio Lasman juga mengatakan, bahwa Indonesia telah siap dalam menerapkan energi nuklir dengan melakukan pembangunan PLTN. Kesiapan tersebut dapat terlihat dari sejumlah hal seperti sumber daya manusia, sumber daya energi, sampai dengan kesiapan lokasi.

“Sumber daya manusia (SDM) telah teruji dalam reaktor riset. Sumber daya energi ada dan perlu pendanaan yang memadai industri. Hal ini perlu, sayang jika dibiarkan begitu saja. Kemudian untuk lokasi telah ada beberapa lokasi potensial seperti ada di Kalimantan Barat dan di Bangka Belitung,” ungkapnya.

Reaktor riset GA Siwabessy mendukung penerapan teknologi nuklir di bidang kesehatan, pangan dan pertanian. Foto: Batan (BRIN)

Kesiapan Indonesia Bangun PLTN

Sebelum membangun reaktor untuk energi nuklir, Indonesia telah memiliki tiga reaktor riset nuklir. Reaktor riset tersebut berada di Bandung, Yogyakarta dan kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan. Tiga reaktor riset ini mendukung penerapan teknologi nuklir di bidang pangan, kesehatan, pertanian dan lingkungan.

Reaktor Triga 2000 sudah ada sejak tahun 1964 di Bandung dengan kekuatan mencapai 250 kW. Kedua, Reaktor Kartini Yogyakarta yang sudah ada sejak 1979 dan memiliki kekuatan 100 kW. Kemudian yang terakhir yaitu reaktor riset serba guna G.A Siwabessy. Reaktor riset nuklir ini sudah ada sejak 1987 dan berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan dengan kekuatan 30 MW.

Djarot mengungkapkan dalam pengelolaan limbah radioaktif Indonesia pun telah siap. Hal ini dapat terlihat dari adanya gudang penyimpanan limbah radioaktif yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. Selain itu juga tersedia penyimpanan bahan bakar nuklir bekas yang juga berlokasi di Serpong.

Survei untuk melihat seberapa jauh dukungan masyarakat khususnya yang berada di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat terhadap program PLTN di Indonesia juga telah terselenggara. Hasil survei pada tahun 2017 menunjukkan 48,25 % masyarakat Bangka Belitung setuju. Sementara, di Kalimantan Barat survei pada 2019 menunjukkan 87,17 % masyarakat setuju terhadap program PLTN di Indonesia.

“SDM dan infrastruktur Indonesia sudah siap dalam program pembangunan PLTN. Tidak hanya masalah reaktor saja, tetapi juga pendukung lainnya. Pengelolaan limbah radioaktif, bagaimana mengkajinya, termasuk kalau perlu ikut mendesain reaktornya, kita siap,” tandas Djarot.

Penulis : Fitri Annisa

]]>
https://www.greeners.co/berita/energi-nuklir-mampu-tekan-emisi-karbon-indonesia-ingin-segera-miliki/feed/ 0
Mengubah Tenaga Angin Menjadi Energi Listrik https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengubah-tenaga-angin-menjadi-energi-listrik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengubah-tenaga-angin-menjadi-energi-listrik https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengubah-tenaga-angin-menjadi-energi-listrik/#respond Thu, 27 Aug 2020 00:00:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=28322 Pemanfaatan energi angin sangat cocok di Indonesia, mengingat negara ini beriklim tropis dan memiliki potensi sumber daya angin.]]>

Kebutuhan akan listrik yang terus meningkat berbanding terbalik dengan ketersediaan yang semakin terbatas. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Salah satu sumber energi yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik adalah energi angin.

Pemanfaatan energi angin sangat cocok di Indonesia, mengingat negara ini beriklim tropis dan memiliki potensi sumber daya angin. Di sejumlah tempat, pembangkit listrik tenaga angin disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Bayu sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti angin.

Baca juga: Tas Laptop Elegan dari Limbah Ban

PLTB menggunakan alternator yaitu alat untuk mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Dalam penggunaannya alternator atau dinamo dimodifikasi beberapa tahap hingga mendapatkan hasil yang ekonomis dan efisien.

Alat tersebut juga berfungsi untuk membangkitkan arus listrik dengan cara memutar magnet listrik di dalam kumparan stator. Generator yang digunakan adalah alternator mobil dengan daya maksimum hingga 300 watt. Modifikasi ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi yang dapat bekerja pada putaran rendah hingga. Meskipun dalam kecepatan angin rendah pun, alternator dapat menghasilkan tegangan dan arus.

Alternator

Alternator atau dinamo membantu menggerakkan turbin. Foto: shutterstock

Sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Aceh, meneliti pemanfaatan energi angina untuk menggerakkan turbin. Inovasi ini juga dirancang agar dapat menghasilkan energi listrik melalui generator elektris.

Dalam pemanfaatan energi angin, dilakukan beberapa tahapan yakni merancang turbin dan memodifikasi alternator menjadi alat berkecepatan rendah. Dinamo tersebut dapat mengeluarkan tegangan listrik dengan memanfaatkan energi angin. Dengan kecepatan angin sebesar 3 hingga 7,1 meter per detik, kincir angin dapat berputar 50 sampai 500 rotasi per menit. Sementara tegangan yang keluar maksimal sebesar 12,37 volt.

Baca juga: Ladang Tenaga Surya yang Ramah Penyerbuk

Kincir angin yang bergerak dapat memutar rotor atau kontak untuk kemudian diteruskan ke sistem kinerja pembangkit tenaga angin. Hasilnya akan diperoleh suatu energi dari putaran tersebut. Prinsip dasar kincir angin adalah mengonversi energi mekanik dari putaran menjadi energi listrik dengan induksi elektro magnetik.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengubah-tenaga-angin-menjadi-energi-listrik/feed/ 0
Energi Listrik Terbarukan Jerman Capai 85 Persen https://www.greeners.co/ide-inovasi/energi-listrik-terbarukan-jerman-capai-85-persen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=energi-listrik-terbarukan-jerman-capai-85-persen https://www.greeners.co/ide-inovasi/energi-listrik-terbarukan-jerman-capai-85-persen/#respond Thu, 08 Jun 2017 07:19:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=17240 Jerman selalu berada di daftar puncak untuk investasi energi terbarukan dan semakin terpacu untuk mendapatkan mayoritas energinya dari sumber yang hijau.]]>

Negara Jerman konsisten dalam usahanya mencari energi terbarukan. Jerman selalu berada di daftar puncak untuk investasi energi terbarukan dan semakin terpacu untuk mendapatkan mayoritas energinya dari sumber yang hijau.

Jadi tidak heran kalau baru-baru ini Jerman memecahkan rekor untuk energi terbarukannya yang telah mencapai 85 % dari seluruh energi listrik di negaranya. Prestasi yang berhasil dicapai pada akhir bulan April 2017 ini merupakan campuran dari hasil memanen energi dari solar, angin, sampah biomassa dan hidroelektrik. Pemecahan rekor ini berjalan berkat cuaca yang cerah dan berangin di Jerman Utara dan iklim yang hangat di bagian selatan, sehingga cahaya matahari dan angin berlimpah di tempat tersebut.

energi listrik

Foto; pixabay.com

Banyak pembangkit listrik bertenaga batubara di Jerman yang tidak dioperasikan pada tanggal 30 April, sehingga energi terbarukan menghasilkan 85% listrik di seluruh negara tersebut. Pembangkit listrik tenaga nuklir, yang direncanakan untuk dihapus di tahun 2022, juga dikurangi secara drastis.

Jerman memiliki badan bernama Agora Energiewende Initiative, yang bertujuan untuk membuat sebuah revolusi energi bersih di tahun 2050. Patrik Graichen, pejabat badan tersebut, mengatakan bahwa gelombang energi bersih akan mulai terasa di tahun 2030 ketika banyak hasil investasi yang Jerman lakukan di tahun 2010 akan mulai berbuah dan mayoritas hari disana akan berasal dari energi terbarukan, bahkan mungkin semua hari.

Di tanggal 30 April tersebut tingginya tingkat energi bersih yang dihasilkan begitu banyak sampai listrik yang dihasilkan lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Jerman saat ini memimpin dibanding negara-negara Uni Eropa lainnya, negara lain saat ini berkomitmen untuk menghasilkan 20% energi terbarukan di tahun 2020.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/energi-listrik-terbarukan-jerman-capai-85-persen/feed/ 0
PLN Sepakat Beli Listrik dari Lima Proyek Energi Terbarukan https://www.greeners.co/berita/pln-sepakat-beli-listrik-dari-lima-proyek-energi-terbarukan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pln-sepakat-beli-listrik-dari-lima-proyek-energi-terbarukan https://www.greeners.co/berita/pln-sepakat-beli-listrik-dari-lima-proyek-energi-terbarukan/#respond Sun, 23 Aug 2015 08:00:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10869 Jakarta (Greeners) – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyepakati komitmen pembelian tenaga listrik dari sejumlah Independent Power Producer (IPP) yang dibeli dari pembangkit listrik jenis energi baru dan terbarukan seperti […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyepakati komitmen pembelian tenaga listrik dari sejumlah Independent Power Producer (IPP) yang dibeli dari pembangkit listrik jenis energi baru dan terbarukan seperti air, angin, dan matahari.

Sekretaris Perusahaan PLN, Adi Supriono melalui keterangan resminya mengatakan bahwa total investasi untuk kelima proyek tersebut akan mencapai 1,71 miliar dollar Amerika (setara Rp 23,6 triliun) dengan kapasitas total mencapai 622 MegaWatt (MW).

“Jadi, ada lima proyek yang telah disepakati di acara Energi Baru dan Terbarukan Conference Expo (EBT Conex) kemarin,” jelas Adi, Jakarta, Kamis (20/08).

Lima proyek tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru kapasitas 510 MW di Sumatera Utara yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy, PLTA Hasang kapasitas 3 X 13 MW di Sumatera Utara yang dikembangkan PT Binsar Natorang Energy, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap kapasitas 70 MW di Sulawesi Selatan yang dikembangkan PT UPC.

Selanjutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo kapasitas 2 MWp yang dikembangkan PT Brantas Adya Surya Energi, dan PLTS Sumba Timur kapasitas 1 Mega Watt peak (MWp) di Nusa Tenggara Timur yang dikembangkan PT Buana Energi Surya.

“Dengan adanya kesepakatan tersebut, maka komitmen tambahan pasokan listrik melalui pembangkit EBT yang sudah tertuang dalam power purchase agreement (PPA) adalah sebesar 5.014 MW. Diharapkan target penambahan pembangkit EBT tahun 2019 sebesar 4.116 MW akan dapat kita lampaui,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pln-sepakat-beli-listrik-dari-lima-proyek-energi-terbarukan/feed/ 0
Target 50 Persen Energi Terbarukan di Eropa https://www.greeners.co/ide-inovasi/target-50-persen-energi-terbarukan-di-eropa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=target-50-persen-energi-terbarukan-di-eropa https://www.greeners.co/ide-inovasi/target-50-persen-energi-terbarukan-di-eropa/#respond Thu, 09 Jul 2015 07:09:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10224 Secara keseluruhan, Uni Eropa memiliki target yang paling berani dalam hal energi terbarukan. Komitmen mereka saat ini adalah pada tahun 2030 setidaknya 27 persen dari konsumsi energi mereka berasal dari energi […]]]>

Secara keseluruhan, Uni Eropa memiliki target yang paling berani dalam hal energi terbarukan. Komitmen mereka saat ini adalah pada tahun 2030 setidaknya 27 persen dari konsumsi energi mereka berasal dari energi terbarukan. Namun sebuah laporan baru dari komisi di Uni Eropa, yang sudah bocor ke media The Guardian, menunjukkan bahwa target ini sudah berubah, Uni Eropa diharapkan menggunakan 50 persen energi terbarukan.

Saat ini, sekitar seperempat energi listrik Uni Eropa datang dari energi terbarukan. Sebagai tambahan dari target 27 persen energi bersih yang dipakai, mereka juga menetapkan target untuk mengurangi emisi karbon sebanyak 40 persen dibandingkan tahun 1990. Menurut The Guardian, komisi Uni Eropa itu melaporkan bahwa untuk mencapai target di bidang energi dan iklim di Uni Eropa tahun 2030 berarti meningkatkan penggunaan energi terbarukan sebanyak 50 persen dari kapasitas listrik terpasang.

Semua ini berarti peningkatan besar-besaran terhadap jaringan listrik di daratan tersebut akan datang lebih cepat sehingga memuluskan transisi penggunaan listriknya ke energi yang terbarukan. Lebih jauh lagi, komisi tersebut melaporkan bahwa diperlukan sebuah sistem pengalihan daya listrik yang lintas batas antar negara sehingga energi terbarukan bisa dipakai secara langsung untuk memenuhi kebutuhan yang ada, tanpa memerlukan tempat penyimpanan.

Namun komisi ini juga menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa telah membuat sendiri target energi terbarukan mereka, dimulai dari 10 persen oleh negara Malta sampai ke 49 persen oleh Swedia. Ditambahkan juga bahwa target 27 persen untuk 2030 dibuat sebagai perjanjian yang tidak mengikat dan bahwa Belanda, Inggris dan Perancis bisa jadi meleset dari target negara mereka masing-masing.

Berbicara kepada Guardian, Oliver Joy – juru bicara untuk Asosiasi Energi Angin untuk Eropa, meminta Uni Eropa untuk menciptakan sebuah sistem pemerintahan yang mencegah beberapa negara Uni Eropa tertinggal dibanding negara yang lain di bidang energi terbarukan ini.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/target-50-persen-energi-terbarukan-di-eropa/feed/ 0
Rayakan Nyepi 2015, Bali Hemat Energi Listrik Cukup Tinggi https://www.greeners.co/berita/rayakan-nyepi-2015-bali-hemat-energi-listrik-cukup-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rayakan-nyepi-2015-bali-hemat-energi-listrik-cukup-tinggi https://www.greeners.co/berita/rayakan-nyepi-2015-bali-hemat-energi-listrik-cukup-tinggi/#respond Sun, 22 Mar 2015 06:05:19 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8267 Jakarta (Greeners) – Perayaan Hari Raya Nyepi 2015 memberikan dampak yang signifikan terhadap konsumsi listrik di pulau Bali. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat penurunan yang sangat drastis terhadap penggunaan energi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perayaan Hari Raya Nyepi 2015 memberikan dampak yang signifikan terhadap konsumsi listrik di pulau Bali. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat penurunan yang sangat drastis terhadap penggunaan energi listrik saat umat Hindu menunaikan ibadah dan rangkaian ritual Tahun Baru Saka 1937 yang bertepatan dengan hari Sabtu 21 Maret 2015, kemarin.

Saat dihubungi oleh Greeners, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto mengatakan bahwa beban puncak pada siang hari kemarin terjadi pada pukul 15,30 WITA yaitu sebesar 471.5 Mega Watt (MW). Beban ini, terangnya, turun cukup drastis yaitu sebesar 165.9 MW dibandingkan beban yang terjadi pada siang hari yang sama pada minggu lalu (14 Maret 2015) yaitu sebesar 637.4 MW.

“Beban listrik ini turun cukup drastis karena kemarin umat Hindu tidak melakukan aktifitas selain ibadah sehingga tidak membutuhkan listrik terlalu besar,” jelasnya, Jakarta, Minggu (22/03).

Sedangkan, lanjutnya, untuk beban pada malam hari yaitu pukul 19.00 WITA adalah sebesar 478.7 MW. Jumlah itu turun 216.5 Mw dibandingkan beban puncak Bali saat malam hari pada Sabtu 14 Maret 2015 (minggu lalu) yang sebesar 695.2 MW dan terjadi pada pukul 19.30 WITA.

“Penurunan permintaan listrik sampai malam hari cukup membantu mengurangi beban pembangkit PLN. Karena selama ini, PLN harus bekerja keras memenuhi permintaan listrik masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Bali pada malam kemarin menjadi gelap gulita, karena seluruh penerangan listrik dipadamkan, baik di jalan maupun rumah penduduk, yang jumlah seluruhnya mencapai 1.090.000 pelanggan.

Sementara itu, semua hotel yang tersebar di kawasan Sanur, Kuta, Nusa Dua dan pusat-pusat kawasan wisata lainnya di Bali jauh sebelumnya telah diimbau agar sedapat mungkin tidak menyalakan listrik yang sinarnya sampai memantul ke luar.

Hampir tidak ada lampu yang menyala, hanya kegelapan dan kesunyiaan yang nyaris menjadikan Pulau Seribu Pura itu bagaikan pulau mati tanpa penghuni.

Walau begitu, PLN tetap tidak memadamkan obyek vital seperti Lapas atau Rutan, Rumah Sakit, Markas TNI dan Polri. Untuk penerangan jalan adalah tugas pemerintah daerah yang memadamkan. Pada saat Nyepi seperti ini, penurunan konsumsi energi listrik lebih banyak terasa pada sektor rumah tangga.

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/rayakan-nyepi-2015-bali-hemat-energi-listrik-cukup-tinggi/feed/ 0
PLTP Kamojang Buktikan Panas Bumi Mampu Jadi Sumber Energi Listrik Utama https://www.greeners.co/berita/pltp-kamojang-buktikan-panas-bumi-mampu-jadi-sumber-energi-listrik-utama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pltp-kamojang-buktikan-panas-bumi-mampu-jadi-sumber-energi-listrik-utama https://www.greeners.co/berita/pltp-kamojang-buktikan-panas-bumi-mampu-jadi-sumber-energi-listrik-utama/#respond Fri, 19 Sep 2014 07:19:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5866 Garut (Greeners) – Semakin meningkatnya ketergantungan manusia pada energi fosil atau bahan bakar kotor, seperti minyak bumi maupun batubara, maka semakin kecil kemungkinan masyarakat untuk menjaga dan mengurangi resiko perubahan […]]]>

Garut (Greeners) – Semakin meningkatnya ketergantungan manusia pada energi fosil atau bahan bakar kotor, seperti minyak bumi maupun batubara, maka semakin kecil kemungkinan masyarakat untuk menjaga dan mengurangi resiko perubahan iklim.

Padahal, keberhasilan mengolah energi terbarukan seperti panas bumi atau geothermal yang dijalankan oleh PT Indonesia Power, Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Kamojang, telah membuktikan bahwa energi terbarukan juga mampu disalurkan menjadi energi listrik utama bagi masyarakat.

Ahli Tata Kelola Pembangkit, Unit Bisnis Pengembangan (UBP) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Iim Ibrahim mengatakan, bahwa saat ini UBP Kamojang telah mengoperasikan beberapa unit PLTP dengan kapasitas total sebesar 375 MW.

“Keseluruhan energi listrik yang dihasilkan PLTP Kamojang dialirkan guna mendukung sistem transmisi (interkoneksi) Jawa-Bali,” kata Iim saat mendapatkan kunjungan dari wartawan di PLTP Darajat, Garut, Kamis (18/09).

Panas bumi merupakan energi yang jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan minyak bumi dan batubara. Selain itu, menurut Iim, panas bumi juga merupakan energi terbarukan yang mampu didapat secara berkelanjutan, bahkan dalam jumlah yang besar.

“Ketersediaan panas bumi itu tidak terpengaruh oleh cuaca, juga bebas polusi udara karena tidak menghasilkan gas berbahaya,” tambahnya.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ahli Tata Kelola Pembangkit, Unit Bisnis Pengembangan (UBP) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Iim Ibrahim. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Penjelasan dari Iim tersebut melengkapi pernyataan yang dikeluarkan oleh Badan Pengelola Reduksi Emisi Deforstasi dan Degradasi hutan dan lahan gambut (BP REDD+) yang menyatakan perlu adanya strategi untuk memanfaatkan sumber daya energi terbarukan karena Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya alam potensial.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pendanaan BP REDD+, Agus Pratama Sari sempat menyesalkan bahwa meskipun Indonesia memiliki sumber energi terbarukan potensial yang sangat melimpah, itu semua tidak dibarengi dengan realisasi yang serius dan berkelanjutan.

“Kita lihat saja panas bumi (geothermal). Paling banter sudah terpasang 1000-1500-an MW, padahal potensinya 25 ribu MW,” terang Agus saat berbincang dengan Greeners di Jakarta, pada Rabu (17/09) lalu.

UBP Kamojang sendiri adalah salah satu dari delapan unit bisnis pembangkitan di bawah PT Indonesia Power dengan menggunakan energi panas bumi sebagai energi primernya. UBP Kamojang juga merupakan UBP panas bumi terbesar di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 375 MW.

UBP Kamojang mempunyai tiga sub unit bisnis, yaitu Kamojang (140 MW), Darajat (55 MW) dan Gunung Salak (180 MW).

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pltp-kamojang-buktikan-panas-bumi-mampu-jadi-sumber-energi-listrik-utama/feed/ 0