film aksi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/film-aksi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 19 Mar 2023 08:56:31 +0000 id hourly 1 Bertemakan Air, 4 Film Ini Wajib Kamu Tonton ! https://www.greeners.co/gaya-hidup/bertemakan-air-4-film-ini-wajib-kamu-tonton/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bertemakan-air-4-film-ini-wajib-kamu-tonton https://www.greeners.co/gaya-hidup/bertemakan-air-4-film-ini-wajib-kamu-tonton/#respond Mon, 20 Mar 2023 04:00:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=39391 Sobat Greeners, tahukan kamu? Kalau minggu ini akan ada peringatan hari air sedunia lho! Bagi kamu yang penasaran ingin nonton film yang menampilkan sungai-sungai dari seluruh dunia, cerita tentang air, […]]]>

Sobat Greeners, tahukan kamu? Kalau minggu ini akan ada peringatan hari air sedunia lho! Bagi kamu yang penasaran ingin nonton film yang menampilkan sungai-sungai dari seluruh dunia, cerita tentang air, keadilan lingkungan, dan mengatasi hambatan untuk menjaga lingkungan, kamu dapat nonton empat rekomendasi film di bawah ini ya!

Upriver

Upriver adalah film tentang daerah aliran sungai. Selain itu, film ini mengupas salah satu gerakan konservasi sungai paling aktif di Amerika Serikat. Film ini menampilkan orang-orang dari semua lapisan masyarakat fokus dan berkumpul untuk memulihkan kesehatan sungai besar Willamette Oregon serta kehidupan yang sungai tersebut dukung.

Return of The River

Rekomendasi kedua untuk Sobat Greeners yaitu Return of The River. Film ini membahas proyek pemindahan bendungan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, dan upaya luar biasa untuk memulihkan ekosistem serta membebaskan sungai.

Selain itu, film ini juga bercerita tentang sekelompok orang yang mencoba mengubah persepsi publik tentang kota dan negara, dengan melakukan hal yang mustahil untuk meruntuhkan dua bendungan.

Thirsty for Justice: The Struggle for The Human Right to Water

Bagi Sobat Greeners yang ingin tahu cerita sebuah negara terkaya di dunia kekurangan akses air bersih yang terjangkau untuk kebutuhan dasar manusia, Sobat Greeners wajib menonton film yang satu ini!

Koalisi Keadilan Lingkungan untuk Air di California, Thirsty for Justice berbagi cerita kuat tentang kisah serangan terhadap kesehatan pribadi dan martabat manusia. Serta kisah inspiratif dari gerakan akar rumput yang membuat hak asasi manusia untuk mengairi hukum tanah di California.

Our Planet: Fresh Water

Menggabungkan fotografi dan teknologi yang memukau, seri dokumenter ini menunjukkan area hutan belantara dan hewan penghuni di planet ini yang belum pernah terjadi dan terlihat sebelumnya.

Episode ini menyoroti kebutuhan akan air tawar sangat kuat seperti sebelumnya. Namun, pasokan menjadi semakin tidak dapat diprediksi untuk semua jenis spesies. Nah, Sobat Greeners bisa langsung menyaksikan film ini lewat Netflix lho. So, jangan lupa untuk segera nonton ya!

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : Oeconline.org

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/bertemakan-air-4-film-ini-wajib-kamu-tonton/feed/ 0
Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot https://www.greeners.co/gaya-hidup/gundala-negeri-ini-butuh-patriot/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gundala-negeri-ini-butuh-patriot https://www.greeners.co/gaya-hidup/gundala-negeri-ini-butuh-patriot/#respond Wed, 25 Sep 2019 01:12:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24282 Judul Film : Gundala Sutradara : Joko Anwar Pemain : Abimana Aryasatya, Tara Basro, Bront Palarae, Ario Bayu, Rio Dewanto Rilis : 29 Agustus 2019 Durasi : 123 menit “Musuh […]]]>
Judul Film : Gundala
Sutradara : Joko Anwar
Pemain : Abimana Aryasatya, Tara Basro, Bront Palarae, Ario Bayu, Rio Dewanto
Rilis : 29 Agustus 2019
Durasi : 123 menit

“Musuh umat manusia yang paling berbahaya adalah kebenaran yang disembunyikan”
-Ghazul

Sancaka kecil (Muzaki Ramdhan) harus melewati masa kecilnya dengan banyak perjuangan, ayahnya (Rio Dewanto) seorang buruh pabrik yang meninggal dihadapan Sancaka saat sedang memperjuangkan hak-haknya. Setelah ayahnya meninggal, Ibu Sancaka (Marissa Anita) harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan pergi ke kota lain setelah mendapat tawaran pekerjaan dari temannya. Namun, sejak saat itu Ibu Sancaka tidak pernah kembali. Sancaka kecil yang takut dengan petir mengalami penderitaan setelah ditinggal oleh orangtuanya dan harus berjuang hidup sendiri.

Pergi meninggalkan rumah dan hidup di jalanan menjadikannya pribadi yang kuat, mengalami masa kecil yang berat untuk bertahan hidup, Sancaka kecil sempat di tolong oleh Awang (Faris Fadjar) saat dikejar oleh sekelompok preman. Tidak lama tinggal bersama Awang, Sancaka harus berpisah dan kembali hidup sendirian.

Saat dewasa Sancaka bekerja sebagai security di sebuah pabrik percetakan dan tinggal di rumah susun. Berawal saat Sancaka menolong tetangganya, Wulan (Tara Basro) yang sedang bertengkar dengan preman pasar, menjadikan Sancaka harus berurusan dengan preman pasar tersebut. Sancaka saat itu berhasil dikalahkan dan dilempar dari atap gedung. Setelah itu hujan turun dan petir menyambar Sancaka dan memberikan kekuatan super padanya.

Suatu hari pasar terbakar, hal ini membuat Sancaka harus mengambil tindakan. Kemudian ia membuat kostum dengan tujuan agar Wulan, Tedy (Adik Wulan), dan Pak Agus (Pritt Timothy) yang membantunya tidak tersetrum saat menyentuhnya.

Di sisi lain terjadi perselisihan di legislatif, Pengkor (Bront Palarae) atau biasa di panggil “Bapak” oleh anak yatim asuhannya merupakan orang yang mengendalikan legislatif yang korupsi dan mafia kejam yang tidak akan segan membunuh orang-orang yang tidak sejalan dan tidak menghormatinya. Pengkor mendapat perlawanan dari Ridwan Bahri (Lukman Sardi) dan rekan-rekannya.

Semua kekacauan yang terjadi merupakan ulah Pengkor yang ingin membuat generasi yang akan datang menjadi seperti dirinya. Dengan kejadian ini Ridwan meminta bantuan dari Sancaka untuk menghentikan pendistribusian. Sancaka segera mengambil tindakan untuk menghentikan segala kekacauan yang terjadi.

Di lain tempat Ghazul (Ario Bayu) membongkar makam kuno dan menyatukan kepala dan badan dari Ki Wilawuk (Sujiwo Tejo) dengan darah Sancaka yang diambil saat Sancaka melawan preman pasar. Ghazul memberitahu Ki Klawuk bahwa musuh sudah datang dan ia menyebut musuh tersebut sebagai Gundala (Guntur/petir dalam bahasa Jawa kuno). Ki Klawuk memerintahkan Ghazul untuk mengumpulkan pasukannya.

Pahlawan Super Indonesia

Film yang diproduksi oleh Bumilangit Studios ini mengisahkan tentang salah satu pahlawan super Indonesia yakni Gundala. Di film ini diceritakan tentang awal kisah dari Gundala. Alur cerita campuran dan bagaimana film ini memperkenalkan karakter-karakter yang akan muncul di film selanjutnya berhasil membuat penonton penasaran dan jatuh cinta dengan kisah pahlawan super dari seri Jagat Sinema Bumilangit ini.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/gundala-negeri-ini-butuh-patriot/feed/ 0
Point Break, Menguji Batas Nyali https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=point-break-menguji-batas-nyali https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/#respond Thu, 17 Dec 2015 13:53:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=12267 Kemunculan sekelompok orang yang melakukan aksi kejahatan dalam balutan aksi ekstrem menantang alam menggugah seorang calon FBI untuk meringkus mereka. Mampukah aksi komplotan ini dihentikan?]]>

Judul Film: Point Break
Sutradara: Ericson Core
Pemain: Luke Bracey, Edgar Ramirez, Clemens Schick, Matias Varela, Teresa Palmer, Jaymes Butler
Produksi: Alcon Entertainment, DMG Entertainment (2015)
Durasi: 114 menit

Film Point Break merupakan film daur ulang dari film berjudul sama yang pernah hit pada tahun 1991. Film ini menceritakan seorang calon anggota FBI bernama Johnny Utah (diperankan Luke Bracey) yang tertantang untuk memecahkan satu kasus kejahatan yang tidak biasa.

Selayaknya Robin Hood, para penjahat ini melakukan kejahatan di berbagai negara kemudian membagi-bagikan jarahannya kepada warga miskin di daerah terpencil. Namun, yang membedakan mereka dari Robin Hood, para penjahat ini melakukan berbagai aksi ekstrim atas dasar keyakinan mereka pada paham “Ozaki 8”.

Menurut cerita di film ini, Ozaki 8 adalah delapan paham yang diciptakan oleh seorang pecinta alam bernama Ozaki. Paham ini kemudian diartikan sebagai aksi menantang alam yang menguji nyali hingga batas ekstrim. Jika ada orang yang berhasil menyelesaikan kedelapan tantangan tersebut, diyakini orang tersebut akan mendapatkan “pencerahan” dalam hidup.

Foto: Warner Bros. Pictures

Foto: Warner Bros. Pictures

Untuk dapat masuk ke dalam kelompok ini tidak mudah. Ketika kelompok ini mengadakan aksi berselancar di ombak yang sangat tinggi di tengah laut, Utah merebut jalur salah seorang peselancar dan hampir tewas tergulung ombak. Disinilah ia bertemu dengan Bodhi (Edgar Ramirez), peselancar yang ia serobot jalur selancarnya sekaligus orang yang menyelamatkan nyawanya.

Dari kejadian tersebut, secara perlahan Utah diterima masuk ke dalam kelompok. Namun, satu per satu anggota kelompok tewas dalam aksi kejahatan atau saat menyelesaikan tantangan Ozaki 8. Mampukah Utah menangkap para penjahat ini?

Dalam film besutan sutradara Ericson Core ini, beberapa olahraga alam ekstrim dipertontonkan, mulai dari motocross, surfing, skydiving, wall climbing hingga snowboarding. Semua olahraga outdoor ini terlihat apik dan sangat mendebarkan. Wajar saja karena pengambilan gambarnya dilakukan oleh orang-orang yang sangat ahli dibidangnya. Lokasi syuting pun diambil di beberapa negara seperti Venezuela, Hawaii, Swiss dan Italia.

Foto: Warner Bros. Pictures

Foto: Warner Bros. Pictures

Yang perlu dicermati dalam film ini adalah pesan untuk menyelamatkan bumi. Bumi memang semakin rusak akibat dieksploitasi secara berlebihan oleh orang-orang yang egois dan tamak, namun cara untuk menyelamatkan bumi bukanlah dengan melakukan tindak kejahatan dengan alasan kemanusiaan.

Point Break tayang di Indonesia pada awal bulan Desember ini dan dapat disaksikan di bioskop jaringan Cinema XXI di seluruh Indonesia.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/feed/ 0