flora dan fauna - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/flora-dan-fauna/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 18 Oct 2023 07:12:47 +0000 id hourly 1 Kreator Shirohyde Kenalkan Flora dan Fauna Lewat Komik Digital https://www.greeners.co/aksi/kreator-shirohyde-kenalkan-flora-dan-fauna-lewat-komik-digital/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kreator-shirohyde-kenalkan-flora-dan-fauna-lewat-komik-digital https://www.greeners.co/aksi/kreator-shirohyde-kenalkan-flora-dan-fauna-lewat-komik-digital/#respond Sun, 01 Oct 2023 06:00:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=41801 Jakarta (Greeners) – Keberadaan flora dan fauna berperan penting dalam menunjang keberlangsungan kehidupan manusia. Menyadari hal tersebut, Kreator Konten Fabianus Bayu memberikan edukasi flora dan fauna dalam bentuk komik digital. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Keberadaan flora dan fauna berperan penting dalam menunjang keberlangsungan kehidupan manusia. Menyadari hal tersebut, Kreator Konten Fabianus Bayu memberikan edukasi flora dan fauna dalam bentuk komik digital.

Karya tersebut Bayu tuangkan di media sosial Instagram bernama Shirohyde yang kini memiliki 30 ribu pengikut. Ilustrasi warna-warni dan penjelasan singkat yang disisipkan melalui dialog memudahkan audiens menyerap edukasi yang dibuat oleh Bayu.

Memiliki latar belakang di bidang desain komunikasi visual (DKV), menjadi sebuah kekuatan bagi Bayu untuk memulai langkahnya mengenalkan ragam jenis flora dan fauna dengan desain menarik. Melalui karya kreatifnya, Bayu telah memikat banyak audiens untuk mengenali berbagai macam jenis satwa dan tumbuhan.

BACA JUGA: Cinta Laura: Sadari Hal Kecil untuk Hidup Ramah Lingkungan

“Shirohyde bukan untuk komik awalnya, jadi hanya portofolio terus ada ilustrasi grafis. Tahun 2015, itu mulai coba bikin komik tentang satwa liar. Kalau tentang satwa liar ini minat dari kecil, dulu pengin jadi dokter hewan,” kata Bayu kepada Greeners, Selasa (26/9).

Walaupun Bayu tengah memilih menekuni bidang DKV, keinginan untuk mewujudkan cita-citanya sebagai dokter hewan tidak bisa hilang begitu saja. Ia menuangkan ketertarikannya tersebut melalui karya yang kini ia buat.

Seiring berjalannya waktu, konten edukasi digital dengan konsep komik ini memiliki banyak peminat. Bayu pun terdorong untuk terus mengembangkan konten edukasinya dengan menggali informasi lebih dalam  melalui diskusi bersama praktisi, peneliti, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Komik itu makin ke sini banyak peminat. Saya juga riset materi komik jadi banyak tahu, semakin kenalan sama praktisi, peneliti, dan LSM yang masuk keluar hutan, menyelam di laut, jadi saya ikut berkembang. Terus ada misinya lagi, selain menyalurkan kesukaan juga ikut berpartisipasi dalam konservasi alam liar,” tambah Bayu.

Kreator Konten Fabianus Bayu (Shirohyde) memberikan edukasi flora dan fauna dalam bentuk komik digital. Foto: Shirohyde

Kreator Konten Fabianus Bayu (Shirohyde) memberikan edukasi flora dan fauna dalam bentuk komik digital. Foto: Shirohyde

Serap Banyak Saran untuk Berkembang

Sebagai kreator konten dalam ilmu biologi, ini bukan hal yang mudah untuk Bayu. Ada banyak saran atau masukan yang ia pelajari untuk mengembangkan konten edukasi yang dibuatnya.

“Awalnya enggak minat, tapi responsnya oke, akhirnya mencoba terus. Berkembangnya mengikuti masukan dari  pembaca. Misalnya, dari penulisannya, terus ada pemahaman biologi kurang tepat. Terus, kalau di satwa liar, dapat insight cara bahas tentang perburuan ini,” ungkap Bayu.

Dalam proses pembuatan konten, Bayu kumpulkan materi memanfaatkan internet untuk browsing pada situs yang kredibel. Biasanya, ia menghabiskan waktu untuk mengumpulkan informasi dan menggambar selama 4-5 jam.

BACA JUGA: Greeners.Co Kenalkan Jurnalisme Lingkungan ke Mahasiswa UIN

Selain itu, dengan menyukai pembahasan flora dan fauna membuat Bayu terus konsisten untuk melanjutkan karyanya. Dalam konten edukasinya, Bayu berharap agar manusia sadar bahwa keberlanjutan hidup ini juga dibantu oleh peran satwa dan tumbuhan. Oleh karena itu, manusia harus memiliki empati besar terhadap mahluk hidup lainnya.

“Manusia itu bisa hidup sampai saat ini bukan sekadar dari support teknologi pembangunan. Kalau hutan rusak, serangga itu akan jadi hama ke pertanian dan jadi krisis pangan. Jadi, manusia tidak boleh merugikan yang lain. Faktor alam ini jadi pertimbangan kehidupan manusia, sebab ada faktor biologis yang diabaikan begitu saja,” imbuh Bayu.

Berikan Dukungan Lestarikan Satwa Liar

Di balik kelihaiannya dalam membuat konten kreatif dan senang akan flora serta fauna, melalui karyanya, Bayu ingin ikut mendukung kelestarian satwa liar.

“Manusia itu meskipun sudah hidup di kota butuh ekosistem alami. Walaupun tidak terhubung langsung, tapi kalau rusak, iklim berubah, lalu hewan harus berdampingan karena hutan rusak, akhirnya jadi bikin penyakit baru,” ucap Bayu.

Itulah misi umum Bayu agar manusia sadar bahwa mereka itu tidak hidup sendirian. Ada hal lain yang memiliki manfaat untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu, penting untuk menjaga alam serta ekosistemnya.

Kenalkan Satwa Lewat Buku

Selain membuat karya lewat konten digital, Bayu terus menggencarkan edukasinya melalui berbagai media, salah satunya lewat buku. Kini, Bayu telah membuat dua edisi buku, di antaranya Fun Encyclopedia dan Zoopedia.

Kedua buku tersebut merupakan buku edukasi pengenalan satwa. Pembuatan buku ini berawal dari penerbit yang menawarkan Bayu untuk membuat komik dalam bentuk buku. Hal ini juga menjadi variasi karya baru bagi Bayu.

“Awalnya, sempet mikir enggak pengin yang cetak. Kalau emang bikin, ya, yang digital. Namun, mikir lagi, kalau untuk buku bentuk fisik pun enggak masalah. Soalnya, dulu mikirnya buang-buang kertas, tapi buku kan bisa dikasih ke saudara atau disumbangkan, tidak mubazir dan ada nilai gunanya,” ujar Bayu.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kreator-shirohyde-kenalkan-flora-dan-fauna-lewat-komik-digital/feed/ 0
32 Seniman Botani Kenalkan Ragam Flora Melalui Lukisan https://www.greeners.co/aksi/32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan https://www.greeners.co/aksi/32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan/#respond Mon, 21 Aug 2023 04:05:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=41258 Bandung (Greeners) – NuArt Sculpture Park dan Indonesian Society of Botanical Artist (IDSBA) kembali menggelar Pameran Ragam Flora Indonesia (RFI) yang keempat. Sebanyak 32 seniman botani memamerkan 60 karya di NuArt […]]]>

Bandung (Greeners) – NuArt Sculpture Park dan Indonesian Society of Botanical Artist (IDSBA) kembali menggelar Pameran Ragam Flora Indonesia (RFI) yang keempat. Sebanyak 32 seniman botani memamerkan 60 karya di NuArt Sculpture Park, Bandung.

Pada pameran ini, tumbuhan menjadi subjek utama. Para seniman mencitrakan tumbuhan tersebut ke dalam lukisan untuk mengungkap keberadaan, kompleksitas, fungsi, dan keindahan yang ada pada setiap tumbuhan.

Selain aspek kecakapan teknis dan kepiawaian mengolah komposisi pada bidang karya, akurasi dalam menggambarkan serta melukiskan tumbuh-tumbuhan merupakan aspek utama yang menjadi landasan seniman botani dalam berkarya. Hal inilah yang membedakan praktik kesenian oleh seniman botani dengan praktik kesenian lainnya. 

Founder IDSBA, Eunike Nugroho mengatakan seni botani yang dipamerkan memiliki makna seperti pesan konservasi yang lebih kuat ke hati.

Sayangnya, seni dan kepaduan sains ini tidak dikenal meski sudah panjang, termasuk di Indonesia. Namun, ada makna seperti pesan konservasi yang lebih kuat ke hati. Ragam flora keempat ini pertanda baik bagi saya buat dapat tempat di sini,” kata Eunike saat pembukaan Pameran Seni Botani Ragam Flora Indonesia 4, Sabtu, (19/8). 

Karya-karya yang digubah menggunakan berbagai media pada pameran ini juga telah melalui proses seleksi yang teliti. Sebanyak tiga juri turut dilibatkan dengan pendekatan disiplin ilmu berbeda, yakni seni botani, ilmu botani, dan seni rupa. Parameter utama dalam penilaian meliputi akurasi, keterampilan, komposisi, dan kekayaan informasi botani.

BACA JUGA: Perpaduan Sains dan Seni di Pameran Seni Botani Pertama di Indonesia

Sebanyak 60 karya dari 32 seniman botani dipamerkan di NuArt Sculpture Park, Bandung. Foto: Dini Jembar Wardani

Sebanyak 60 karya dari 32 seniman botani dipamerkan di NuArt Sculpture Park, Bandung. Foto: Dini Jembar Wardani

Seniman Botani Tunjukkan Relasi Emosi

Kurator Fahmy Al Ghiffari Siregar mengatakan, sejumlah karya yang tampil pada pameran ini menunjukkan relasi emosi para seniman botani dengan tumbuhan. Karya-karya tersebut dapat mengungkap secara subtil keindahan yang tersembunyi pada tumbuhan.

Misalnya, karya yang menampilkan citra belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), tumbuhan asli Sulawesi dan Maluku. Dengan menjalin relasi emosi dengan tumbuhan tersebut, ketakjuban atas keindahan yang tersembunyi menjadi mungkin untuk dilihat. 

Keseluruhan karya pada pameran ini dapat memberi pengalaman atas keindahan tumbuhan yang diungkap oleh seniman botani melalui perjalanan oleh rasa dan relasi emosi. Kedua rasa itu telah dibangun dengan tumbuhan yang dipilih.

Selain itu, pameran ini dapat menggugah kontemplasi batin tentang kesadaran untuk melestarikan kekayaan hayati, khususnya dalam menelusuri relasi sejati manusia dengan alam. 

BACA JUGA: Mulyakarya Kurangi Penderitaan Bumi Melalui Karya Seni

Butuh Proses Panjang untuk Hasilkan Lukisan

Demi menghasilkan sebuah lukisan flora, butuh sebuah proses yang panjang. Karya seni yang memanjakan mata ini perlu banyak perhatian khusus.

Botanical Artist, Prima Milawati mengemukakan ada banyak tahapan dalam melukis tumbuhan. Seniman perlu mencari asal-usul tumbuhannya terlebih dahulu sebelum melukis.

“Sebenarnya, proses yang oke itu kita mencari tahu sendiri tumbuhannya. Kita lihat sendiri tumbuhannya, spesimennya kita bawa pulang untuk kita lukis. Kita butuh bantuan foto juga karena melukis tumbuhan itu bukan pekerjaan yang instan, tapi perlu banyak gabungan,” ungkap Prima kepada Greeners disela-sela melukis.

Menurut Prima, seluruh seniman juga perlu mempelajari terlebih dahulu tumbuhan yang akan dilukis. Misalnya, karakteristik, morfologi, dan tekstur tumbuhan dari para ilmuwan taksonomi. Selain itu, seniman harus bisa menerjemahkannya ke dalam lukisan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan/feed/ 0
Limbah Sebabkan Banyak Spesies Ikan di Perairan Sungai Punah https://www.greeners.co/berita/limbah-sebabkan-banyak-spesies-ikan-di-perairan-sungai-punah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=limbah-sebabkan-banyak-spesies-ikan-di-perairan-sungai-punah https://www.greeners.co/berita/limbah-sebabkan-banyak-spesies-ikan-di-perairan-sungai-punah/#respond Tue, 17 Nov 2015 05:04:43 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11921 Jakarta (Greeners) – Dahulu Sungai Ciliwung masih memiliki spesies berang-berang yang lalu lalang dan hidup bersama dengan habitat ikan-ikan sungai lainnya. Namun, begitu masifnya pencemaran yang terjadi membuat banyak dari […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dahulu Sungai Ciliwung masih memiliki spesies berang-berang yang lalu lalang dan hidup bersama dengan habitat ikan-ikan sungai lainnya. Namun, begitu masifnya pencemaran yang terjadi membuat banyak dari spesies ikan punah dan hanya beberapa yang berhasil bertahan.

Tatang Mitra Setia dari Fakultas Biologi Universitas Nasional mengatakan bahwa saat ini, kondisi perairan sungai tidak hanya Ciliwung, namun juga di seluruh Indonesia, tengah mengalami penurunan pada kualitas perairannya. Hal ini, jelas Tatang, disebabkan oleh gangguan akibat kegiatan manusia seperti pertambangan, industri dan pertanian.

“Limbah mereka itu jelas dapat mengancam kehidupan di perairan sungai. Limbah rumah tangga pun seringkali dibuangnya ke sungai,” jelas Tatang saat menyampaikan pemaparannya dalam diskusi “Ikan-Ikan di Sungai Kita: Akan Bertahan-kah Kehidupannya” pada pelaksanaan acara Hello Nature 2015 di Jakarta, Sabtu (14/11).

Padahal, lanjutnya, berdasarkan jumlah jenis ikan air tawar, Indonesia berada pada peringkat tiga dunia dengan 1.155 jenis ikan air tawar. Di antara jenis yang dimiliki oleh Indonesia, ada sebanyak 440 ikan air tawar endemik.

Perairan sungai di Indonesia sendiri mempunyai karakter beragam, mulai dari hulu hingga hilir sungai. Salah satu karakter perairan sungai adalah kondisi kecepatan arus, kebeningan air dan kondisi substrat perairan seperti berbatu, berpasir dan berlumpur. Tatang menjelaskan bahwa dengan adanya beragam kondisi dan karakter perairan sungai ini, Indonesia pernah dikenal sebagai negara dengan kekayaan keanekaragaman ikan sungainya.

“Sudah seharusnya kita menjaga habitat flora dan fauna sungai kita karena kondisi perairan sungai di Indonesia sudah sangat memprihatinkan,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/limbah-sebabkan-banyak-spesies-ikan-di-perairan-sungai-punah/feed/ 0
Hello Nature 2015 Mengembalikan Interaksi dalam Keluarga https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/#respond Sun, 15 Nov 2015 16:06:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11906 Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam permainan yang diadakan oleh Eduarga di Hall Piazza, Gandaria City mengaku tertarik untuk datang ke acara ini. Menurutnya, Hello Nature 2015 telah memberikan ruang dan waktu bagi dirinya beserta anak-anaknya untuk berinteraksi melalui sebuah permainan.

“Kita yang biasanya sibuk dengan gawai masing-masing, di sini tuh seakan kita malah enggak punya gawai. Karena fokus kita sudah terfokus memerhatikan anak-anak kita bermain dan secara enggak langsung kita jadi ikut terlibat,” tuturnya kepada Greeners saat tengah bermain bersama dengan keluarga lainnya di lokasi penyelenggaraan Hello Nature 2015 di Gandaria City, Jakarta, Minggu (15/11).

Eduarga adalah salah satu permainan yang dihadirkan dalam pelaksanaan Hello Nature 2015. Permainan ini, dikatakan oleh Baldwin Husin selaku founder dari Eduarga, adalah jenis permainan kelompok yang sengaja dibuat untuk mengembalikan aktivitas dan interaksi di dalam sebuah keluarga.

“Eduarga ini mencoba memberikan sebuah permainan edukatif bagi keluarga untuk mengembalikan peran dari setiap anggota keluarga, khususnya dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi. Saat ini kan banyak keluarga yang sebenarnya duduk satu meja tapi terlihat sibuk masing-masing dengan gawainya. Dengan permainan ini, kita ingin mencoba mengembalikan suasana kehangatan bersama keluarga tersebut,” terang Baldwin pada kesempatan yang sama.

Mengenai acara Hello Nature 2015 sendiri, Baldwin mengaku cukup anstusias untuk terlibat karena menurutnya acara ini bisa memperkenalkan kembali jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang ada di sekitar kita dengan cara yang unik dan tidak biasa. Sehingga, anak-anak mampu belajar dan bermain dalam saat yang bersamaan.

Pony ride. Foto: greeners.co

Pony ride. Foto: greeners.co

Selain Eduarga, pengunjung yang mayoritas terdiri dari anak-anak dan orang tua juga bisa mengikuti kegiatan Kutakatik. Dalam kegiatan ini pengunjung diajak untuk belajar memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sebuah mainan unik dan lucu dengan ciri khas si pembuatnya masing-masing.

Adapula arena pony ride untuk pengunjung yang ingin merasakan menunggangi kuda poni. Selain itu ada pula area petting zoo yang memberikan kesempatan pada pengunjung untuk memberi makan hewan-hewan domestik seperti ayam, sapi, kambing dan lainnya.

Tidak lupa jajaran pameran dari berbagai komunitas lingkungan pun turut meramaikan acara ini. Diantaranya ada komunitas Bekasi Berkebun yang memberikan pengunjung kesempatan untuk mempelajari bagaimana melakukan aktivitas berkebun di wilayah perkotaan. Selain itu, ada pula komunitas Bike2 Work Indonesia, komunitas Sapu Gunung, Biodiversity Warrior, dan banyak lainnya.

Syaiful Rochman selaku Penanggung Jawab Hello Nature 2015 menyatakan sebagai sebuah gelaran perdana, Hello Nature 2015 mendapat respon yang cukup besar dari kalangan masyarakat.

“Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar di Hello Nature 2015. Banyak keluarga yang tertarik mengajak anak-anaknya mengenal satwa secara langsung. Ini menandakan banyak keluarga di Jakarta masih menganggap berinteraksi dengan hidupan liar terutama satwa sangat penting bagi perkembangan anak-anaknya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara ini diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta, pada tanggal 13-15 November 2015.

Dalam acara ini ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya guna kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/feed/ 0
Nugie: Warga Kota Juga Butuh Alam https://www.greeners.co/gaya-hidup/nugie-warga-kota-juga-butuh-alam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nugie-warga-kota-juga-butuh-alam https://www.greeners.co/gaya-hidup/nugie-warga-kota-juga-butuh-alam/#respond Sat, 14 Nov 2015 15:00:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11899 Jakarta (Greeners) – Mencuat dengan album trilogi bertemakan lingkungan pada 90-an, membuat Agustinus Gusti Nugroho (44), atau Nugie, tidak lagi asing dengan isu lingkungan. Penyanyi yang aktif menyuarakan isu lingkungan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Mencuat dengan album trilogi bertemakan lingkungan pada 90-an, membuat Agustinus Gusti Nugroho (44), atau Nugie, tidak lagi asing dengan isu lingkungan. Penyanyi yang aktif menyuarakan isu lingkungan dan perlindungan satwa bersama organisasi lingkungan ini mengaku miris dengan perdagangan satwa liar yang masih marak terjadi, khususnya di Indonesia.

Nugie berpendapat bahwa di era digital seperti sekarang ini seharusnya membuat masyarakat semakin mengerti akan dampak buruk yang terjadi akibat perdagangan satwa liar.

“Enggak pernah terpikirkan sama gue ini masih terjadi di Indonesia. Jelas itu kayak enggak masuk akal aja menurut gue kalau masih ada yang memburu,” ungkap pelantun “Burung Gereja” ini kepada Greeners.

Maraknya perdagangan satwa liar, lanjutnya, akan membuat jenis-jenis hewan tertentu semakin langka dan punah. Keadaan tersebut pada akhirnya hanya akan merusak alam dan membuat keadaan lingkungan alam Indonesia semakin terpuruk.

“Walaupun itu gajah, walaupun itu badak, kalau mereka semua hilang berarti ada tanda-tanda degradasi kualitas hidup kita yang ada di Indonesia,” jelas pria yang mendukung kampanye #BeliYangBaik ini.

Kerusakan alam, sebut Nugie, akan terjadi jika terdapat satu jenis makhluk hidup yang punah. Pasalnya, dengan hilangnya satu jenis makhluk hidup dalam suatu lingkungan akan memengaruhi makhluk hidup yang lain.

Padahal, lanjutnya, kehidupan manusia khususnya masyarakat perkotaan pun masih sangat membutuhkan alam. Beberapa hal yang dikonsumsi manusia seperti air, listrik dan bahan-bahan makanan, semuanya berasal dari alam. “Menurut gue, semua yang ada di Jakarta, semua yang untuk pembangunan itu enggak akan dapat kalau alam lu rusak!” tegasnya.

Nugie yang telah mengunjungi beberapa taman nasional di Indonesia ini kembali mengingatkan bahwa keberadaan flora dan fauna sangat penting bagi kehidupan manusia. Ia berharap agar perdagangan satwa liar dapat dihentikan guna menjaga kelestarian alam serta menghindari kepunahan hewan maupun tumbuhan yang hidup di alam.

“Menurunnya kualitas kita sekarang ini sangat bersentuhan langsung dengan menurunnya kualitas konservasi lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: TW/G37

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nugie-warga-kota-juga-butuh-alam/feed/ 0
Mengenal (Kembali) Keanekaragaman Hayati di Hello Nature 2015 https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015 https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/#respond Thu, 12 Nov 2015 06:19:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11871 Jakarta (Greeners) – Manusia tidak hidup sendiri di bumi ini. Ada puspa dan satwa yang juga hidup di dalamnya. Mengenali berbagai jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Manusia tidak hidup sendiri di bumi ini. Ada puspa dan satwa yang juga hidup di dalamnya. Mengenali berbagai jenis puspa dan satwa di sekitar kita seharusnya menjadi keharusan dan penting mengingat manusia membutuhkan puspa dan satwa untuk hidup.

Akademisi dari Universitas Nasional Imran S.L Tobing, menyatakan, saat ini banyak dari jenis puspa dan satwa di Indonesia, baik yang umum maupun langka, berada dalam kondisi memprihatinkan akibat dari ketidakpedulian dan ketidaktahuan masyarakat.

Namun sebenarnya, lanjut Imran, ketidakpedulian lah yang membuat puspa dan satwa di Indonesia mengalami ancaman kepunahan. Kegiatan perekonomian yang terus mengincar keuntungan besar tanpa memedulikan konservasi dan keberlangsungan habitat hewan dan tumbuhan di banyak tempat, menurutnya, jelas akan membuat keanekaragaman hayati yang ada akan terus tergerus dan mengalami kepunahan.

“Yang tidak peduli ini yang bahaya. Mencari keuntungan tanpa peduli akan lingkungan yang rusak, tanpa peduli sumber daya alam atau flora fauna dan menyebabkan kepunahan,” jelasnya, Jakarta, Kamis (12/11).

Imran juga menekankan bahwa berbagai kegiatan guna menambah pengetahuan dan kesadartahuan masyarakat akan pentingnya menjaga alam, termasuk puspa dan satwa yang berada di dalamya, merupakan satu hal penting yang harus menjadi perhatian banyak pihak.

Hello Nature 2015, terusnya, akan memberikan pengetahuan, konsep konservasi, pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi hijau yang sudah harus ditanamkan kepada generasi muda agar flora dan fauna serta kekayaan alam Indonesia dapat memberi keuntungan pada saat ini, esok, lusa dan nanti secara berkesinambungan.

Syaiful Rochman, Penanggung Jawab kegiatan Hello Nature 2015, menyampaikan bahwa saat ini, generasi muda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta sudah semakin jauh dari lingkungan yang alami. Generasi ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan waktu mereka tersita pada aktivitas di gawai pribadi.

“Greeners menggelar Hello Nature ini agar bisa mengingatkan kembali pentingnya berinteraksi dengan satwa dan puspa kepada para generasi muda, sehingga mereka bisa lebih menghargai kehidupan lebih baik lagi. Kami juga bersyukur, pada gelaran Hello Nature perdana ini bisa bekerjasama dengan tim dari Fakultas Biologi Universitas Nasional sehingga kegiatan ini juga diisi dengan rangkaian diskusi ilmiah yang sesuai dengan tema peringatan HCPSN 2015,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara akan diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta pada tanggal 13-15 November 2015.

Pada acara tersebut akan ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya untuk kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/mengenal-kembali-keanekaragaman-hayati-di-hello-nature-2015/feed/ 0
Keanekaragaman Hayati Jakarta Menanti untuk Diungkap https://www.greeners.co/berita/keanekaragaman-hayati-jakarta-menanti-untuk-diungkap/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=keanekaragaman-hayati-jakarta-menanti-untuk-diungkap https://www.greeners.co/berita/keanekaragaman-hayati-jakarta-menanti-untuk-diungkap/#respond Fri, 06 Nov 2015 12:06:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11806 Jakarta (Greeners) – Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimiliki oleh DKI Jakarta ternyata tidak menghilangkan keberadaan biodiversitas (keanekaragaman hayati) baik flora maupun fauna yang dimiliki oleh Ibukota. Terbukti dari […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimiliki oleh DKI Jakarta ternyata tidak menghilangkan keberadaan biodiversitas (keanekaragaman hayati) baik flora maupun fauna yang dimiliki oleh Ibukota. Terbukti dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa, kelompok pecinta alam, siswa SMA, dan masyarakat umum, menunjukkan potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Jakarta masih cukup banyak.

Ahmad Baihaqi, lulusan Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta yang juga Koordinator dari kegiatan pengamatan keanekaragaman hayati di Jakarta ini mengatakan bahwa dari hasil pemantauan yang dilakukan di 28 titik RTH di DKI Jakarta selama empat bulan dari bulan April hingga Juli 2015, telah dijumpai 58 jenis burung, 28 jenis capung, 29 jenis kupu-kupu, 17 jenis herpetofauna dan 8 jenis mamalia.

Pemuda yang akrab disapa Abay ini menyatakan kemungkinan besar masih terdapat banyak keanekaragaman hayati lainnya yang belum teramati dan jumlah jenisnya kemungkinan dapat bertambah.

“Keanekaragaman hayati yang diamati itu meliputi burung, capung, kupu-kupu, herpetofauna (amfibi, dan reptil) serta mamalia,” jelas Abay saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Jumat (06/11).

Peserta kegiatan Cap(na)ture Jakarta. Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi (Indonesia Wildlife Photography)

Peserta kegiatan Cap(na)ture Jakarta. Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi (Indonesia Wildlife Photography)

Sebagai informasi, kegiatan pengamatan keanekaragaman hayati yang dikoordinir oleh Abay ini bertajuk Cap(na)ture Jakarta telah dituangkan dalam bentuk buku “Geledah Jakarta, Menguak Potensi Keanekaragaman Hayati Ibu Kota” lengkap dengan foto-foto dan keterangan yang sangat membantu untuk melakukan identifikasi.

Kegiatan ini juga diinisiasi oleh Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI bekerja sama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional dan Komunitas Peta Hijau Jakarta, serta komunitas peduli lingkungan lainnya seperti Biological Science Club (BScC), Indonesia Wildlife Photography (IWP) dan Jakarta Birdwatcher Society (JBS). Buku ini diakui Abay belum memuat seluruh biodiversitas di RTH Jakarta karena pengamatan belum difokuskan untuk seluruh biota di seluruh kawasan RTH.

Meski demikian, Rosyid Nurul Hakim, Officer Edukasi dan Outrech Yayasan KEHATI, menyatakan bahwa buku ini tetap dapat dijadikan sebagai referensi awal tentang biodiversitas RTH Jakarta. Buku ini juga mampu menjadi bukti bahwa meski terkadang anak muda terkesan kurang serius, tetapi mereka dapat menghasilkan karya ilmiah yang serius.

“Kesimpulannya kami menemukan ada banyak potensi keanekaragaman hayati yang menarik di setiap RTH di Jakarta, oleh karena itu sangat penting untuk menjaga atau menambah RTH di jakarta,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/keanekaragaman-hayati-jakarta-menanti-untuk-diungkap/feed/ 0