flora & fauna - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/flora-fauna/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 06 Feb 2024 05:52:03 +0000 id hourly 1 30 Ribu Tumbuhan di Indonesia Berpotensi sebagai Obat Herbal https://www.greeners.co/aksi/30-ribu-tumbuhan-di-indonesia-berpotensi-sebagai-obat-herbal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=30-ribu-tumbuhan-di-indonesia-berpotensi-sebagai-obat-herbal https://www.greeners.co/aksi/30-ribu-tumbuhan-di-indonesia-berpotensi-sebagai-obat-herbal/#respond Tue, 06 Feb 2024 05:52:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=42987 Jakarta (Greeners) –  Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan dan sumber daya laut. Beberapa tumbuhan tersebut berpotensi sebagai obat herbal untuk hewan dan manusia. Kepala Pusat Riset Veteriner Badan Riset dan Inovasi […]]]>

Jakarta (Greeners) –  Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan dan sumber daya laut. Beberapa tumbuhan tersebut berpotensi sebagai obat herbal untuk hewan dan manusia.

Kepala Pusat Riset Veteriner Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimurti Nuradji mengatakan bahwa penyakit-penyakit infeksius maupun non infeksius cenderung meningkat, baik pada hewan maupun manusia. Oleh sebab itu, butuh pengendalian penyakit hewan melalui riset dan inovasi. Salah satunya untuk melakukan pencegahan, penanganan, diagnosis, dan pengobatan penyakit.

BACA JUGA: Mengenal Timun Cina, yang Buah dan Akarnya Bersifat Antibakteri

“Pusat Riset Veteriner melakukan riset dan inovasi pada semua komoditas hewan. Mulai dari hewan ternak, hewan kesayangan, hewan liar, hewan akuatik, vektor produk hewan, dan terkait dengan lingkungan. Salah satunya adalah riset dan inovasi dalam pengembangan obat hewan yang dapat digunakan dalam pengendalian penyakit,” jelas Harimurti lewat keterangan tertulisnya, Minggu (4/2).

Beberapa tumbuhan berpotensi sebagai obat herbal untuk hewan dan manusia. Foto: BRIN

Beberapa tumbuhan berpotensi sebagai obat herbal untuk hewan dan manusia. Foto: BRIN

Ada Banyak Jenis Obat Hewan

Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, NLP Indi Dharmayanti mengatakan, kemajuan teknologi berpengaruh pada perkembangan bidang obat hewan. Faktanya, saat ini banyak penemuan jenis obat hewan yang baru, termasuk vaksin.

Selain itu, obat untuk hewan juga banyak macamnya, antara lain penggunaan terapi sera, anti-viral, anti parasit, anti jamur. Bahkan, adapula anti bakteri, dan bahan-bahan diagnostika untuk penyakit hewan.

“Untuk lebih meningkatkan kesehatan dan produksi peternakan dan perikanan, perlu obat hewan yang memadai. Hal itu baik dari segi jumlah maupun mutu dalam pembuatan, penyediaan, dan peredarannya,” ujarnya.

Ilustrasi pengobatan pada hewan. Foto: Freepik

Ilustrasi pengobatan pada hewan. Foto: Freepik

Kedua Tumbuhan Bisa Mencegah Toxoplasma

Sementara itu, Periset dari Pusat Riset Veteriner BRIN, Fitrine Ekawasti memaparkan hasil penelitiannya tentang Aktivitas Nanopowder Zingiber officinale var, Rubrum (Jahe Merah) dan Curcuma longa (kunyit). Kedua tumbuhan tersebut telah diteliti sebagai anti-toxoplasma.

BACA JUGA: Bunga Tasbih Tanaman Hias yang Cantik dan Bermanfaat

Menurutnya, toxoplasmosis merupakan penyakit zoonis yang berbahaya bagi hewan dan manusia karena menyebabkan gangguan pada reproduksi dan pertumbuhan. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh dan melakukan evasi untuk menghindari sistem imun, membentuk vakuola parasitoforus sehingga sulit dikenali oleh sistem imun.

“Beberapa penelitian anti-toxoplasma mengembangkan bahan obat alami yang tidak toksik dan mengandung antioksidan tinggi, termasuk jahe merah dan kunyit. Pada penelitian ini terdapat kombinasi antara jahe merah dan kunyit melalui pengembangan formulasi nano partikel, dengan bentuk nanopowder agar lebih optimal dan efektif,” paparnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/30-ribu-tumbuhan-di-indonesia-berpotensi-sebagai-obat-herbal/feed/ 0
Jamur Tudung Pengantin, Kecantikan Alam Yang Mulai Langka https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-tudung-pengantin-kecantikan-alam-yang-mulai-langka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-tudung-pengantin-kecantikan-alam-yang-mulai-langka https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-tudung-pengantin-kecantikan-alam-yang-mulai-langka/#respond Mon, 02 Nov 2015 03:29:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=11740 Jamur termasuk ke dalam golongan fungi, tidak memiliki zat hijau daun sehingga bersifat heterotrof yaitu organisme hidup yang tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi makanan sendiri. Salah satu ciri khas heterotrof […]]]>

Jamur termasuk ke dalam golongan fungi, tidak memiliki zat hijau daun sehingga bersifat heterotrof yaitu organisme hidup yang tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi makanan sendiri. Salah satu ciri khas heterotrof adalah hidup pada hancuran tumbuhan yang sudah berupa humus. Jumlah jenis jamur di dunia sangat banyak. Di Indonesia, beberapa jenis jamur sudah dimanfaatkan, misalnya jamur merang, jamur kuping dan sebagainya. Namun, Salah satu jamur yang unik dan mulai langka adalah jamur tudung pengantin.

Jamur tudung pengantin (Phallus indusiatus) atau The Bridal Veil Mushroom berbeda dengan jamur pada umumnya. Jamur ini memiliki jaring-jaring halus sehingga bentuknya menyerupai tudung pengantin mempelai wanita yang sedang duduk termenung di pelaminan. Sejauh ini jaring-jaring halus yang ditemukan memiliki variasi warna, yaitu warna putih dan oranye.

Tudung pengantin adalah bagian dari tubuh jamur yang tumbuh pada saat jamur sudah berusia matang. Jaring ini tumbuh dari bagian atas kepala jamur dan akan terus bertambah panjang. Semakin ke bawah, lubang pada jaring akan semakin kecil. Panjang tudung atau jaringnya dapat mencapai 12 cm, sedangkan jamurnya sendiri tingginya mencapai 20 cm. Waktu hidup jamur yang mulai langka ini cukup singkat, yaitu hanya sampai 30 hari.

Pada bagian kepala mirip kerucut terdapat lendir berwarna coklat kehijauan yang merupakan sumber pakan bagi lalat. Lendir tersebut memiliki bau yang sangat disukai oleh lalat sehingga lalat sering hinggap di kepala jamur untuk memakan lendir tersebut serta membantu perkembangbiakan pada jamur. Setelah itu, lalat tersebut akan terbang dengan membawa spora jamur tudung pengantin. Jika lalat tersebut membuang kotoran di suatu tempat, maka spora dalam kotoran lalat ikut tersebar dan menjadi jamur tudung pengantin yang baru.

Jamur tudung pengantin tersebar diseluruh pelosok benua. Di daerah padat seperti kota Jakarta jamur cantik ini pun sudah mulai langka dijumpai. Di Jakarta, jamur tudung pengantin dapat dijumpai di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Jamur tudung pengantin dapat hidup pada suhu berkisar 25 Celcius hingga 30 Celcius. Jenis jamur ini juga dapat tumbuh di tempat yang lembab seperti di semak-semak pohon bambu. Di beberapa negara, jamur tudung pengantin sudah dimanfaatkan sebagai obat-obatan, sayang di Indonesia belum ada perhatian khusus dan upaya serius untuk mempelajari jamur sebagai obat-obatan.

jamur-01

Penulis : Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-tudung-pengantin-kecantikan-alam-yang-mulai-langka/feed/ 0